{"id":7041,"date":"2025-04-06T07:38:31","date_gmt":"2025-04-06T00:38:31","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/?p=7041"},"modified":"2025-04-06T07:38:31","modified_gmt":"2025-04-06T00:38:31","slug":"hukum-istri-mendiamkan-suami-menurut-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/hukum-istri-mendiamkan-suami-menurut-islam\/","title":{"rendered":"Ini Hukum Istri Mendiamkan Suami Menurut Islam, Sudah Tahu?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pernikahan, kehidupan pasangan suami dan istri tidak selalu mulus. Tentu akan ada namanya perselisihan atau kesalahpahaman dalam berumah tangga. Lalu, apa hukum istri mendiamkan suami menurut Islam?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istri yang mendiamkan suami mungkin karena akibat adanya kesalahan hingga terjadi cekcok. Kadang kala pihak istri maupun suami enggan saling meminta maaf, akhirnya berujung saling diam satu sama lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, pada artikel ini akan membahas dari sudut panjang jika istri yang mendiamkan suami, apa hukumnya menurut Islam? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kewajiban Istri Terhadap Suami<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum membahas hukum istri mendiamkan suami, kita pahami dahulu kewajiban istri. Adapun salah satu kewajiban istri kepada suami adalah berbakti dan melayani. Sebagaimana yang Rasulullah SAW ajarkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Sebaik-baiknya wanita adalah jika engkau pandang, dia menyenangkan, jika engkau perintah, dia mentaati, dan jika engkau tidak ada, dia menjaga hartamu dan kehormatannya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari ajaran Rasulullah SAW, kita harus mengetahui bahwa istri memiliki kewajiban mentaati suaminya. Seorang istri harus mampu menjaga harga dan kehormatannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, bagaimanapun antara istri dan suami harus saling melengkapi satu sama lainnya. Meski suami memiliki kedudukan di atasnya, tetapi segala tanggungan istri adalah tanggung jawab seorang suami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dan mereka (wanita) punya hak seimbang dengan kewajiban menurut cara yang pantas. Tetapi para suami punya kelebihan di atas mereka. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.&#8221; (QS Al-Baqarah : 228).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam hubungan pernikahan, kita juga harus saling menerima. Tetapi, tak jarang menemukan situasi yang menyulut emosi sehingga muncul ketegangan hingga suami ataupun istri saling mendiamkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hukum Istri Mendiamkan Suami Menurut Islam<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah mengetahui kewajiban istri kepada suami, selanjutnya ketahui hukum istri mendiamkan suami menurut Islam. Hal ini sebagai upaya agar kita bisa saling mengerti dan memahami dengan pasangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berkaitan dengan adanya perselisihan dan perbedaan pendapat, wajar jika sekali waktu ada percekcokan. Tak jarang istri mogok bicara, kemudian pasangan itu pun tidak saling bertegur sapa atau mendiamkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-base-2-background-color has-background wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/manfaat-membaca-al-quran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10 Manfaat Membaca Al-Quran, Muslim Yuk Amalkan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sikap ini dikenal dengan istilah hajr, yaitu tindakan mendiamkan orang lain secara sengaja dengan maksud tertentu. Sebenarnya hukum hajr adalah terlarang, tetapi dibolehkan ketika keadaan tertentu saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, bagaimana jika istri mendiamkan suami ketika marah? Apa hukumnya menurut Islam? Bagaimana sebaiknya sikap istri saat marah kepada suami?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Hukum Istri Mendiamkan Suami&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Islam, istri marah terhadap suami adalah perilaku yang dapat mendatangkan murka dari Allah SWT. Memarahi suami termasuk dosa besar. Sebab, suami adalah orang yang harus dipatuhi dan dihormati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW mengatakan tentang jika kedudukan suami sangat tinggi untuk istrinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Seandainya saya dapat memerintahkan seseorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri untuk sujud pada suaminya.&#8221; (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka dari itu, hukum istri mendiamkan suami menurut Islam adalah sikap tidak terpuji dan dilarang melakukannya dalam Islam. Jika istri marah dan diamkan suami, sebaiknya tidak dilakukan berlama-lama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemarahan istri kepada suami berujung mendiamkan menurut agama Islam harus dihindari. Tapi, ada yang berpendapat bahwa jika diam untuk menghindari dari marah, maka hukumnya diperbolehkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diamnya istri dalam hal ini ketika terjadi perdebatan hebat, maka wajib bersikap diam saat sedang marah. Hal ini sebagai upaya menghindari pertengkaran parah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot saudaranya lebih dari tiga hari. Siapa yang memboikot saudaranya lebih dari tiga hari, kemudian dia meninggal maka dia masuk neraka.&#8221; (HR Abu Daud 4914).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Bagaimana Seharusnya Sikap Istri?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai manusia biasa, suami bisa berbuat salah. Tapi, perlu mengingatkannya dengan baik dan tidak menyinggung perasaan. Sebab, hukum istri mendiamkan suami menurut Islam adalah dosa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski kesal dan marah menjadi bumbu dalam berumah tangga, tetapi istri harus bisa menerima kekurangan dan kelebihan suami. Termasuk menjaga rasa marah dan kesal kepada suami meskipun salah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Islam, bahwasannya seorang istri harus bisa memahami kepatuhan dan ketaatan terhadap suami adalah kewajiban. Dan sebaliknya, suami harus melakukan pekerjaan dan tanggung jawab kepada istri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, suami juga harus bisa membimbing keluarganya kepada jalan kebaikan dan membawa kebahagiaan untuk anak dan istrinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika istri berbuat salah, maka hendaknya meminta maaf kepada suami. Jika suami menerima maafnya, maka dosa istri terhapus. Sebab, sudah seharusnya istri patuh dan taat terhadap suami dalam Islam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika istri merasa kemarahannya tidak tertahankan, maka sebaiknya tenangkan diri dahulu dan mengucap istighfar serta memohon ampun pada Allah SWT. Dengan istighfar, hati pun akan menjadi tenang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-base-2-background-color has-background wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/ucapan-terima-kasih-dalam-islam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">30 Ucapan Terima kasih dalam Islam Arab Latin<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mendiamkan Pasangan Menurut Psikolog<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perilaku mendiamkan pasangan dari sudut psikologi seharusnya sikap ini tidak boleh dilakukan jika menimbulkan tekanan psikis dan menyakiti pasangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlakuan mendiamkan pasangan semacam ini disebut dengan silent treatment. Sikap ini bisa dilakukan jika ingin menghindari perdebatan atau pertengkaran yang parah, maka pasangan bisa bersikap diam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, kebiasaan mendiamkan pasangan bisa menimbulkan rasa tidak dihargai dan dianggap penting. Oleh karena itu, salah satu solusi ketika pasangan marah adalah dengan komunikasi yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan komunikasi, setiap masalah bisa terselesaikan dengan baik. Terpenting hindari marah dan sikap cuek tanpa alasan yang jelas, apalagi jika mendiamkan pasangan lebih dari tiga hari hukumnya dosa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, bagaimana cara agar hubungan rumah tangga antara istri dan suami tetap bahagia? Berikut informasinya yang tentu bisa menjadi referensi bagi kita dalam menjaga rumah tangga tetap harmonis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menjaga Kebahagiaan Suami Istri<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam rumah tangga, halangan dan rintangan yang muncul seharusnya bisa disikapi dengan tenang oleh suami dan istri. Tujuan dari pernikahan dalam Islam itu sendiri yakni untuk mencari ridho Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam mengarungi kehidupan setelah pernikahan, suami adalah sosok pemimpin keluarga yang harus ditaati dan dihormati istri. Peran istri pun tidak kalah penting, yakni sebagai teman dan penasehat rumah tangga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suami dan istri hendaknya saling melengkapi dan memahami setiap kekurangan atau kelebihan masing-masing. Berikut ini terdapat cara menjaga kebahagiaan dan keharmonisan dalam berumah tangga:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menjaga Komunikasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kunci kebahagiaan berumah tangga paling utama adalah komunikasi. Dengan adanya komunikasi, setiap ada permasalahan bisa segera mencari solusinya dan mengatasinya dengan baik tanpa ada pertengkaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Saling Menghargai<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rumah tangga yang harmonis bisa terwujud jika suami dan istri saling menghargai, meskipun ada perbedaan pendapatan. Pastikan hindari perdebatan hingga terjadi pertengkaran hebat dan saling mendiamkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Bangun Kepercayaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepercayaan dan kejujuran dalam sebuah hubungan merupakan hal yang sangat penting, apalagi dalam pernikahan. Salah satu wujudnya seperti menepati perkataan yang diucapkan dan jujur dalam berbicara.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Sabar dan Memaafkan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suami atau istri bisa melakukan kesalahan hingga membuat kesal dan marah. Jika berbuat salah, istri atau suami hendaknya meminta maaf dengan kesabaran dan kerendahan hati agar tidak ada pertengkaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Tunjukkan Kasih Sayang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan ragu dan sungkan menunjukkan kasih sayang dari lubuk hati. Ada banyak cara menunjukkannya, salah satunya seperti menghidangkan makanan, memberi dukungan, dan rasa saling membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah beberapa tips menjaga kebahagiaan dan keharmonisan dalam berumah tangga. Intinya, suami dan istri harus bisa saling mengerti dan memahami, serta mengetahui tanggung jawab istri dan suami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian penjelasan tentang hukum istri mendiamkan suami menurut Islam yang penting kita ketahui. Sebab, istri dan suami punya kewajiban masing-masing. Jika ada perbedaan, cari solusi yang menenangkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam pernikahan, kehidupan pasangan suami dan istri tidak selalu mulus. Tentu akan ada namanya perselisihan atau kesalahpahaman dalam berumah tangga. Lalu, apa hukum istri mendiamkan suami menurut Islam?&nbsp; Istri yang mendiamkan suami mungkin karena akibat adanya kesalahan hingga terjadi cekcok. Kadang kala pihak istri maupun suami enggan saling meminta maaf, akhirnya berujung saling diam satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":7291,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[636],"tags":[656],"class_list":["post-7041","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fiqih","tag-hukum-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7041"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7041\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/muslim\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}