Teori Modernisasi: Pengertian, Syarat, Jenis, dan Contohnya

Sudah cukup lama teori modernisasi menjadi landasan penting dalam memahami transformasi teknologi, sosial, politik, pendidikan, dan ekonomi pada masyarakat di seluruh dunia. Teori ini menjelaskan bagaimana masyarakat bergerak dari kondisi tradisional menuju modernitas melalui serangkaian aspek teknologi hingga ekonomi.

Jika Anda masih asing dengan istilah ini dan ingin menelusurinya dengan lebih dalam, Anda sudah datang ke tempat yang tepat. Sebab, dalam artikel ini, kita akan belajar tentang teori modernisasi, konsep inti yang berkaitan, serta dampaknya terhadap pembangunan global dan transformasi masyarakat dunia.

Apa Itu Teori Modernisasi?

Apa Itu Teori Modernisasi
Apa Itu Teori Modernisasi | Sumber gambar: Freepik.com

Modernisasi berasal dari bahasa Latin “modernus” yang terdiri dari dua kata, yaitu “modo” berarti cara, dan “ermus” berarti masa kini. Secara harfiah, modernisasi adalah proses perubahan dalam skala kecil atau besar menuju kehidupan yang lebih maju.

Teori modernisasi dapat berarti serangkaian dalil dari pandangan ahli terhadap perubahan sosial dan budaya di lingkungan masyarakat. Lebih tepatnya terkait perubahan kehidupan masyarakat pedesaan (tradisional) menuju masyarakat perkotaan (modern).

Modernisasi menjadi salah satu proses yang melibatkan industrialisasi, urbanisasi, rasionalisasi, birokrasi, konsumsi massal, hingga adopsi demoksi. Selama proses tersebut, masyarakat pra-modern atau tradisional berkembang menjadi masyarakat yang modern.

Syarat-syarat Modernisasi

Dalam laman Gramedia.com, hakikat teori modernisasi meliputi berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, politik, industri, pendidikan dan lainnya. Untuk mencapai tingkat tersebut, maka harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Pola pikir ilmiah tersebar luas pada suatu lembaga, pemimpin, maupun masyarakat.
  • Mempunyai sistem birokrasi atau administrasi negara yang efisien, transparan, serta bebas dari tindakan yang tidak etis seperti korupsi, praktik kolusi, dan nepotisme, sehingga akan menghasilkan semangat kerja yang sangat positif.
  • Tersedianya sistem pengumpulan data yang efisien, terstruktur, dan detail, yang mana memerlukan koordinasi pusat dari sebuah lembaga atau badan yang telah ditentukan sebelumnya.
  • Suasana modernisasi yang telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat. Sebagai contoh, peran media massa, pemanfaatan teknologi, serta penggunaan perangkat komunikasi otomatis.
  • Kehadiran disiplin yang kuat dan tanpa insiden pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam interaksi sosial.
  • Kendali pusat dalam mengatur pelaksanaan perencanaan sosial.

Macam-macam Teori Modernisasi

Sejarah teori modernisasi terbagi dalam tiga fase, yaitu fase awal (1950-1960), fase tengah (1970-1980), dan fase akhir (1990-an). Dari ketiga fase, terutama setelah Perang Dunia II, teori modernisasi dari beberapa ahli bermunculan. Berikut ini penjelasannya:

1. Teori Modernisasi Klasik

Teori Modernisasi Klasik
Teori Modernisasi Klasik | Sumber gambar: Freepik.com

Pada dasarnya, modernisasi klasik merujuk pada teori-teori dari beberapa ahli berikut ini:

a. Teori Neil Smelser

Teori ini menjelaskan bahwa perubahan kehidupan tradisional menuju modern bersumber pada pemikiran terstruktur yang berbeda-beda. Semakin banyak transformasi kehidupan modern, maka akan terjadi ketidakteraturan struktur masyarakat dalam menjalankan berbagai fungsi.

Oleh karena itu, berdasarkan pendapat Neil Smelser, terjadi pembagian modernisasi yang lebih rinci dengan pembentukan sub-struktur dalam masyarakat. Sehingga, pengorganisasian jadi lebih efisien dan bisa memenuhi beragam kebutuhan masyarakat.

b. Teori Walt Whitman Rostow

Secara detail, teori ini menguraikan konsep modern dari sudut pandang ekonomi. Rostow percaya bahwa teori modernisasi terkait perkembangan ekonomi terdiri dari lima tahapan utama, yakni:

  • Masa Tradisional: Kehidupan pada saat ini masih sederhana dan tradisional, menciptakan lingkungan yang kuno dengan praktik seperti pertukaran barang sebagai bentuk transaksi jual beli.
  • Persiapan Lepas Landas: Dalam periode ini, terjadi pemisahan pekerjaan yang lebih spesifik dan perdagangan barang semakin berkembang pesat. Infrastruktur transportasi juga mulai berkembang, memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi yang berpotensi mendorong peningkatan investasi.
  • Tinggal Landas: Terjadi pergeseran ekonomi yang bermula pada bidang pertanian menjadi manufaktur. Sehingga, teori modernisasi pada masa ini memiliki ciri-ciri pada perkembangan kreatifitas manusia untuk mengembangkan suatu produk.
  • Menuju Kematangan: Pada masa ini, aspek ekonomi mengalami diversifikasi di berbagai daerah baru, menghasilkan upaya pembangunan yang signifikan dan menyebabkan ketergantungan pada impor.
  • Masa Konsumsi: Pada masa ini, modernisasi membawa pengaruh yang besar, di mana masyarakat mendominasi perilaku konsumsi dan jasa massal.

Contoh penerapam teori W.W. Rostow adalah adanya pembagian sistem kerja pada zaman sekarang, di mana kebanyakan orang melakukan pekerjaan sesuai ketrampilan yang mereka miliki dan didukung dengan konsensus formal.

c. Teori James S. Coleman

Berbeda dengan teori klasik sebelumnya, teori ini memberikan pandangan dari perspektif politik. Ada tiga aspek utama, yaitu:

  • Perbedaan politik sebagai manifestasi dari arah perkembangan politik modern.
  • Prinsip kesetaraan dan keadilan yang menjadi nilai inti masyarakat modern.
  • Kemampuan politik yang ditentukan oleh proses pembangunan politik yang adil dalam masyarakat modern.

2. Teori Modernisasi Perkembangan

Teori Modernisasi Perkembangan
Teori Modernisasi Perkembangan | Sumber gambar: Freepik.com

Setelah teori klasik bermunculan dan mempengaruhi banyak orang, ada pula para ahli yang memiliki pendapat sendiri terkait modernisasi. Berikut ini penjelasannya:

a. Teori Talcott Parsons

Teori ini sangat berhubungan erat dengan penerapan westernisasi di negara-negara berkembang. Talcott Parsons mendukung konsep modernisasi yang bertujuan untuk mengubah karakteristik negara-negara berkembang agar mereka mencerminkan pola pembangunan yang ada di negara maju, seperti di Eropa Barat.

Beberapa contoh teori modernisasi ini adalah penerapan teknologi mekanis, seperti penggunaan traktor dalam pertanian, yang banyak diterapkan oleh negara-negara maju. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani dengan menggantikan tenaga kerja hewan seperti sapi yang digunakan di masa lalu.

b. Teori Huntington

Menurut teori Huntington, perubahan sosial cenderung bersifat revolusioner dan dapat memacu transformasi yang cepat dalam masyarakat. Teori ini juga mengasumsikan bahwa kehidupan modern adalah bagian dasar dari perkembangan manusia dan memiliki dampak yang signifikan pada masyarakat secara global.

Salah satu contoh yang mencerminkan pengaruh teori modernisasi ini adalah pola gaya hidup masyarakat masa kini yang cenderung mengikuti tren dan kurang memiliki prioritas utama dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Hal ini menyebabkan generasi sekarang menjadi sangat konsumtif. 

c. Teori Evsey Domar dan Roy Harrod  

Teori dari kedua ahli ini menjelaskan bahwa pola perekonomian dapat ditingkatkan melalui investasi. Investasi ini bertujuan untuk mencapai peningkatan pendapatan dan menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat modern, sehingga masalah ekonomi tidak lagi menjadi kendala besar masyarakat.

Contohnya adalah adanya pembangunan tol yang membuat perjalanan lebih cepat dan terhindar dari kemacetan. Namun, di sisi lain, pembangunan tol memerlukan investasi dari para pemodal. Oleh sebab itu, investor dan pengguna jalan tol sama-sama diuntungkan.

d. Teori Max Weber

Teori modernisasi ini melibatkan nilai budaya dan agama dalam pembentukan kapitalisme yang dilakukan oleh masyarakat yang beragama protestan. Contoh teorinya berkaitan dengan agama dan kekayaan yang berbeda antara pemeluk agama protestan. 

Alasannya karena keberhasilan kerja di dunia akan menentukan seseorang masuk surga atau neraka. Sehingga, pemeluk agama Protestan bekerja keras guna menghilangkan kecemasan.

e. Teori David McClelland

Selanjutnya, David McClelland menjelaskan bagaimana modernisasi memberikan peluang bagi individu-individu untuk berperan aktif dalam proses pembangunan dengan menjadi pengusaha. McClelland mengamati bahwa harapan ini mendorong masyarakat untuk menjadi mandiri dan memiliki inisiatif. 

Contohnya adalah adanya keinginan seseorang dari negara berkembang untuk bekerja di lembaga sosial tertentu di negara maju. Kebiasaan dan konsep kerjanya dianggap mengandalkan kreativitas, sejatinya bisa diterapkan di kemudian hari.

f. Teori Bert. F. Hoselitz

Teori modernisasi ini lebih menekankan pada peran dorongan individu dalam memberikan arah dalam hidup mereka. Teori ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran terhadap faktor ekonomi dan non-ekonomi dalam perkembangan manusia secara keseluruhan untuk mencapai harapan hidup yang lebih baik.

Contoh nyata dari prinsip ini adalah adanya peraturan yang berlaku di sektor pertambangan yang mana menekankan pentingnya memperhatikan dampak lingkungan. Hal ini mencerminkan kesadaran yang tumbuh terkait dengan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.  

g. Teori Alex Inkeles

Terakhir, teori ini berkaitan erat dengan manusia modern yang mana mengacu pada pandangan terhadap pekerjaan dan aspek lingkungan material masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan menjadi ciri utama teori ini untuk meraih kemajuan yang cepat tanpa mempengaruhi kebutuhan utama masyarakat.

Contoh yang relevan adalah penggunaan robot dalam sejumlah perusahaan, terutama di sektor pabrik. Penggunaan robot ini didorong oleh keunggulan mereka dalam hal kecepatan, kecerdasan, dan efisiensi.

Contoh Teori Modernisasi pada Kehidupan Sehari-hari

Contoh Modernisasi
Contoh Modernisasi | Sumber gambar: Pixabay.com

Teori modernisasi memiliki banyak dampak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal penggunaan media sosial. Media sosial telah menjadi bagian dasar dari kehidupan masyarakat, mengubah cara interaksi sosial berlangsung. 

Sebelum kemunculan media sosial, interaksi sosial seringkali dilakukan secara tradisional, seperti silaturahmi atau kunjungan tatap muka. Tak hanya itu, transaksi jual beli secara online yang semakin umum dan populer di masyarakat adalah salah satu contoh konkret dari modernisasi yang telah terjadi di Indonesia. 

Praktik ini mencerminkan perubahan dalam pola konsumsi dan cara berbisnis yang dipengaruhi oleh teknologi modern. Dalam era modernisasi, teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan masyarakat untuk berbelanja online dari berbagai penjuru dunia dan mendapatkan harga yang lebih kompetitif.

Baca Juga : 4 Teori Terbentuknya Negara: Pengertian Ahli hingga Bentuknya

Sudah Paham Tentang Konsep Teori Modernisasi?

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian teori modernisasi, macam modernisasi menurut para ahli dan contoh kasusnya. Pada kesimpulannya, modernisasi merupakan transformasi aspek kehidupan masyarakat secara menyeluruh. 

Masyarakat meninggalkan karakteristik tradisional menuju modern, sehingga dapat memberikan dampak pada segala aspek kehidupan bermasyarakat. Maka dari itu, Anda harus bisa menyeimbangkan kehidupan dengan menerapkan sisi positif dan meninggalkan sisi negatif dari dampak modernisasi ini.

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page