{"id":1041,"date":"2024-07-03T08:39:25","date_gmt":"2024-07-03T01:39:25","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=1041"},"modified":"2024-07-03T08:39:25","modified_gmt":"2024-07-03T01:39:25","slug":"persamaan-pantun-syair-dan-gurindam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/","title":{"rendered":"Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Salah satu persamaan pantun, syair, dan gurindam adalah ketiganya merupakan karya sastra yang kaku, karena terikat oleh aturan jumlah kata, kalimat, dan irama.<\/p>\n\n\n\n<p>Orang-orang zaman dahulu sering menjadikan pantun, syair dan gurindam sebagai media untuk memberikan nasihat atau petuah hidup kepada orang lain. Dibalut dengan kalimat kiasan dan irama yang sama, ketiga puisi lama ini cukup populer. Berikut informasi mengenai pantun, syair, dan gurindam yang dilengkapi contohnya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Pantun, Syair, dan Gurindam<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagai salah satu sastra tua, pantun, syair, dan gurindam jadi materi penting yang muncul di pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, terdapat banyak persamaan pantun, syair, dan gurindam, sehingga sulit dibedakan. Berikut masing-masing pengertiannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pengertian Pantun<\/h3>\n\n\n\n<p>Menurut KBBI, pantun adalah sastra Indonesia berbentuk puisi Melayu. Penyebutan pantun di setiap daerah pun juga berbeda-beda, mulai dari parikan untuk daerah Jawa, paparikan untuk Sunda, hingga patuntun untuk daerah Minangkabau.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski memiliki penyebutan yang berbeda, artinya tetap sama dan cara pembuatannya juga berpatokan pada ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Pantun memiliki ciri-ciri penting dalam pembuatannya, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memiliki 4 baris atau larik<\/li>\n\n\n\n<li>Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata<\/li>\n\n\n\n<li>Baris pertama dan kedua adalah pengantar atau juga disebut sampiran<\/li>\n\n\n\n<li>Baris ketiga dan keempat adalah isi<\/li>\n\n\n\n<li>Setiap baris memiliki rima atau sajak a-b-a-b<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Khusus untuk bagian sampiran atau pengantar, tidak ada kaitannya dengan isi. Sehingga, cara memaknai sebuah pantun hanya cukup melalui bagian isinya saja, yaitu baris ketiga dan keempat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pantun terdiri dari banyak jenis, yaitu pantun nasihat, pantun agama, pantun pendidikan, pantun jenaka, pantun muda-mudi, pantun orang tua, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pengertian Syair<\/h3>\n\n\n\n<p>Kedua, ada syair, jenis puisi lama yang ditulis dengan gaya cerita yang berirama. Syair juga terikat dengan jumlah kata, baris, dan irama.<\/p>\n\n\n\n<p>Ciri-ciri dari syair, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memiliki empat baris<\/li>\n\n\n\n<li>Terdiri dari 8-14 suku kata dalam setiap baris<\/li>\n\n\n\n<li>Semua bagian dalam syair adalah isi, sehingga tidak ada pengantar atau sampiran<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan bahasa kiasan<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki pola irama a-a-a-a<\/li>\n\n\n\n<li>Syair memiliki banyak bait, sehingga tidak selesai hanya dalam satu bait<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sama seperti pantun, syair juga terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu syair nasihat, syair agama, syair kiasan, syair romantis, syair sejarah, hingga syair istana.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Gurindam<\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir adalah gurindam. Ini merupakan jenis puisi lama yang bukan dari Indonesia. Gurindam adalah puisi yang berasal dari negara India, lalu populer di Indonesia sejak lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Gurindam sangat identik dengan nilai agama dan moral. Sehingga, puisi lama ini kerap dijadikan sebagai norma-norma kehidupan orang zaman dulu yang ditulis, kemudian disampaikan lebih ringkas.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekilas gurindam mirip seperti peribahasa. Agar lebih jelas, berikut ciri-ciri gurindam yang perlu diketahui:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memiliki dua baris dalam satu bait<\/li>\n\n\n\n<li>Baris pertama berisi masalah atau persoalan<\/li>\n\n\n\n<li>Baris kedua berisi jawaban, dampak dari masalah, dan lainnya yang berkesinambungan dengan baris pertama<\/li>\n\n\n\n<li>Isi gurindam berupa nasihat, filosofi hidup, nasihat, dan lainnya<\/li>\n\n\n\n<li>Setiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10-14 kata<\/li>\n\n\n\n<li>Gurindam memiliki sajak atau irama a-a, b-b, c-c, dan seterusnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui masing-masing pengertiannya, sekilas ketiga sastra Indonesia ini memiliki banyak persamaan. Berikut beberapa persamaan pantun, syair, dan gurindam secara umum:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketiganya termasuk jenis puisi lama yang masih populer hingga sampai saat ini.<\/li>\n\n\n\n<li>Baik pantun, syair, atau gurindam memiliki banyak jenis dan fungsinya sama, yaitu memberikan sebuah pesan atau nasihat kepada banyak orang.<\/li>\n\n\n\n<li>Umumnya isi dari pantun, syair, dan gurindam adalah nilai agama dan moral kehidupan.<\/li>\n\n\n\n<li>Ketiganya memiliki bait meski jumlah barisnya berbeda.<\/li>\n\n\n\n<li>Pantun, syair, dan gurindam memiliki sajak atau rima yang sama.<\/li>\n\n\n\n<li>Ketiganya terikat oleh jumlah baris, kata, dan sajak.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Persamaan di atas membuat pantun, syair dan gurindam memiliki proses pembuatan yang sama. Hanya saja, gaya pengucapan masing-masing baitnya berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika berpantun bisa dilakukan dengan nada yang santai, maka lain halnya dengan bersyair atau membaca gurindam. Dua jenis puisi lama ini harus dibacakan dengan cara bersyair, inilah yang menjadi ciri khas keduanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, saat ini pembacaan syair atau gurindam juga sudah bisa diiringi oleh musik. Sehingga, mirip seperti orang yang sedang bernyanyi. Hanya saja, isi pesan dari syair dan gurindam bertujuan untuk nasihat atau pengingat kepada sesama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Pantun, Syair, dan Gurindam<\/h2>\n\n\n\n<p>Agar lebih paham mengenai persamaan pantun, syair, dan gurindam, berikut contoh masing-masing ketiganya yang berpatokan pada ciri-cirinya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Contoh-Contoh Pantun<\/h3>\n\n\n\n<p>Isi pantun memiliki fungsi sebagai penyampaian pesan. Oleh karena itu, baris ketiga dan keempat harus bisa menunjukkan pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut contoh pantun berisi nasihat dan pantun tentang agama yang bisa ditiru:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Contoh Pantun Nasihat<\/h4>\n\n\n\n<p>Apa gunanya orang bertenun<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membuat baju adat<\/p>\n\n\n\n<p>Apa gunanya orang berpantun?<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk berbagi amanat<\/p>\n\n\n\n<p>Buah salak tebal dagingnya<\/p>\n\n\n\n<p>Renyah manis dalam kunyahan<\/p>\n\n\n\n<p>Jika engkau ingin menggapai dunia<\/p>\n\n\n\n<p>Utamakanlah pendidikan<\/p>\n\n\n\n<p>Bunga mawar tumbuh subur<\/p>\n\n\n\n<p>Mekarnya hanya di satu tangkai<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ingin selamat siksa kubur<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan sampai ibadah terbengkalai<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Contoh Pantun Agama<\/h4>\n\n\n\n<p>Jalan-jalan ke kota tua<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupa membeli sajadah<\/p>\n\n\n\n<p>Bulan puasa sudah tiba<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita tingkatkan ibadah<\/p>\n\n\n\n<p>Keliling Yogyakarta menggunakan delman<\/p>\n\n\n\n<p>Melipir ke kios untuk istirahat<\/p>\n\n\n\n<p>Jadikan Al Quran sebagai pedoman<\/p>\n\n\n\n<p>Agar kita selamat dunia akhirat<\/p>\n\n\n\n<p>Buah kurma manis rasanya<\/p>\n\n\n\n<p>Diseduh bersama secangkir kopi<\/p>\n\n\n\n<p>Bersihkan hati dan maafkan sesama<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab Idul Fitri datang sebentar lagi<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Contoh-Contoh Syair<\/h3>\n\n\n\n<p>Agar syair terdengar indah, irama setiap baitnya harus sama. Selain itu, persamaan pantun, syair dan gurindam yakni pesan atau makna dari isinya juga harus jelas dan tersampaikan dengan baik. Berikut contoh-contoh syair yang bisa dijadikan sebagai inspirasi:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Syair Bidasari<\/h4>\n\n\n\n<p>Dengarlah kisah dari suatu riwayat<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang raja di desa negeri Kembayat<\/p>\n\n\n\n<p>Dikarang fakir lalu dijadikan hikayat<\/p>\n\n\n\n<p>Dibuatkan syair serta berniat<\/p>\n\n\n\n<p>Ada raja di sebuah negeri<\/p>\n\n\n\n<p>Sultan Agus bijak besyari<\/p>\n\n\n\n<p>Asalnya baginda raja yang bahari<\/p>\n\n\n\n<p>Melimpahkan pada dagang biaperi<\/p>\n\n\n\n<p>Kabar orang empunya termasa<\/p>\n\n\n\n<p>Baginda itulah raja perkasa<\/p>\n\n\n\n<p>Tiada ia merasai sengsara<\/p>\n\n\n\n<p>Entah kepada esok dan lusa<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Syair Perahu-Karya Hamzah Fansuri<\/h4>\n\n\n\n<p>Inilah gerangan di suatu madah<\/p>\n\n\n\n<p>Mengarangkan syair yang terlalu indah<\/p>\n\n\n\n<p>Membetuli jalan tempat berpindah<\/p>\n\n\n\n<p>Di sanalah iktikat diperbetuli sudah<\/p>\n\n\n\n<p>Wahai muda kenalilah dirimu<\/p>\n\n\n\n<p>Ialah perahu tamsil tubuhmu<\/p>\n\n\n\n<p>Tiadalah berapa lama hidupmu<\/p>\n\n\n\n<p>Ke akhirat jua kekal hidupmu<\/p>\n\n\n\n<p>Hai muda yang arif-budiman<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilkan kemudi dengan pedoman<\/p>\n\n\n\n<p>Alat perahumu jua kerjakan<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itulah jalan membetuli insan<\/p>\n\n\n\n<p>Perteguh jua alat di perahumu<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilkan bekal air dan sebuah kayu<\/p>\n\n\n\n<p>Dayung pengayuh taruhlah di situ<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya laju perahumu itu<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Syair Tentang Kehidupan-Karya Penulis<\/h4>\n\n\n\n<p>Sepeda dikayuh tanpa jeda<\/p>\n\n\n\n<p>Warna pedalnya sudah pudar lama<\/p>\n\n\n\n<p>Rodanya berputar keduanya<\/p>\n\n\n\n<p>Membawa kita ke singgasana<\/p>\n\n\n\n<p>Sampainya tuan di istana<\/p>\n\n\n\n<p>Tak lupa berbagi oleh-oleh kepada sesama<\/p>\n\n\n\n<p>Tua muda sama saja<\/p>\n\n\n\n<p>Kaya hati miskin harta<\/p>\n\n\n\n<p>Harta berlimpah tak punya rasa<\/p>\n\n\n\n<p>Seolah dunia hanya miliknya<\/p>\n\n\n\n<p>Orang lain tak ada maknanya<\/p>\n\n\n\n<p>Sungguh hidup yang sia-sia<\/p>\n\n\n\n<p>Orang kaya jangan suka menghina<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab harta hanya titipan sang pencipta<\/p>\n\n\n\n<p>Tak ada satu pun umat yang hina<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab hidup berjalan seperti roda sepeda<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">d. Syair Iman Manusia-Karya Penulis<\/h4>\n\n\n\n<p>Beban manusia tak sama beratnya<\/p>\n\n\n\n<p>Akhlak dan ilmu beda takarannya<\/p>\n\n\n\n<p>Tiada lelah menengadah berdoa meminta<\/p>\n\n\n\n<p>Umur, harta, dan lain-lainnya pada pencipta<\/p>\n\n\n\n<p>Badai datang menggoyahkan iman<\/p>\n\n\n\n<p>Jalan lurus putus di tikungan<\/p>\n\n\n\n<p>Manusia ladangnya kesalahan<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan satu-satunya pemberi ampunan<\/p>\n\n\n\n<p>Hendaklah kita membawa bekal<\/p>\n\n\n\n<p>Manusia sempurna karena berakal<\/p>\n\n\n\n<p>Perbaiki hidup penuh tawakal<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab akhirat di sana tempat kekal<\/p>\n\n\n\n<p>Jadilah manusia yang bijak<\/p>\n\n\n\n<p>Iman di dada jangan sampai berkacak<\/p>\n\n\n\n<p>Terhadap sesama haruslah lunak<\/p>\n\n\n\n<p>Lembut bertutur jangan galak<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">e. Contoh Syair Lainnya-Karya Penulis<\/h4>\n\n\n\n<p>Kalaulah hidup tujuannya harta<\/p>\n\n\n\n<p>Habis sudah iman dan takwa<\/p>\n\n\n\n<p>Tiang agama ikut roboh juga<\/p>\n\n\n\n<p>Lupa mengeja nama-nama sang pencipta<\/p>\n\n\n\n<p>Harta butakan mata manusia<\/p>\n\n\n\n<p>Berjalan pongah membusungkan dada<\/p>\n\n\n\n<p>Enggan menyapa lebih banyak menghina<\/p>\n\n\n\n<p>Hidup bakal kekal pikirnya<\/p>\n\n\n\n<p>Kalaulah manusia jauh dari Tuhan<\/p>\n\n\n\n<p>Niscaya hidupnya terbelenggu setan<\/p>\n\n\n\n<p>Kejahatan seperti kebaikan<\/p>\n\n\n\n<p>Hilang sudah kasih sayang Tuhan<\/p>\n\n\n\n<p>Hidup hanya bertumpu pada waktu<\/p>\n\n\n\n<p>Tak seorang pun tahu kapan itu<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan satu-satunya yang Maha Tahu<\/p>\n\n\n\n<p>Kepada-Nya minta ampun dan restu<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">f. Contoh Syair Lainnya<\/h4>\n\n\n\n<p>Setengah orang mati terhempas<\/p>\n\n\n\n<p>Nyawa di badan bagai dikupas<\/p>\n\n\n\n<p>Ditimpa batu datang merapas<\/p>\n\n\n\n<p>Jadilah mati tak bernapas<\/p>\n\n\n\n<p>Tulangnya remuk nyatalah pasti<\/p>\n\n\n\n<p>Bersapiah-sapiah tidak seperti<\/p>\n\n\n\n<p>Hancur pengarang jantung hati<\/p>\n\n\n\n<p>Di Payakumbuh banyaklah mati<\/p>\n\n\n\n<p>Incik dan Tuan boleh ketahui<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam karangan cerita rawi<\/p>\n\n\n\n<p>Kematian orang di tanah Jawi<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan di kota tanah Betawi<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">g. Contoh Syair Agama<\/h4>\n\n\n\n<p>Jauhi semua perbuatan jahat<\/p>\n\n\n\n<p>Jauhi pula perbuatan maksiat<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita segera bertaubat<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya kita selamat dunia akhirat<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan risau dengan cobaan<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan bersedih karena kesulitan<\/p>\n\n\n\n<p>Berdoa saja pada Tuhan<\/p>\n\n\n\n<p>Insya Allah Ia akan kabulkan<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lalaikan perintah-Nya<\/p>\n\n\n\n<p>Kerjakan yang disuruh-Nya<\/p>\n\n\n\n<p>Bertaubatlah kepada-Nya<\/p>\n\n\n\n<p>Dia pasti menerima<\/p>\n\n\n\n<p>Ingatlah pada dosamu<\/p>\n\n\n\n<p>Ingatlah akan kelalaianmu<\/p>\n\n\n\n<p>Perbaiki hati dan dirimu<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan pasti akan menyayangimu<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">h. Contoh Syair Amanah<\/h4>\n\n\n\n<p>Wahai Ananda permata hikmat<\/p>\n\n\n\n<p>Tanggung jawabmu hendaklah ingat<\/p>\n\n\n\n<p>Berani menanggung sebab akibat<\/p>\n\n\n\n<p>Berani berbuat tangan dikebat<\/p>\n\n\n\n<p>Wajah Ananda intan terserlah<\/p>\n\n\n\n<p>Bertanggung jawab dalam bertingkah<\/p>\n\n\n\n<p>Berani menanggung sakit dan susah<\/p>\n\n\n\n<p>Berani mati mempertahankan lidah<\/p>\n\n\n\n<p>Wajah Ananda Bunda berpesan<\/p>\n\n\n\n<p>Tanggung jawabmu jangan ditinggalkan<\/p>\n\n\n\n<p>Sakit dan perih engkau tahan<\/p>\n\n\n\n<p>Aib dan malu engkau tampungkan<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">i. Contoh Syair Kiasan<\/h4>\n\n\n\n<p>Dengarlah Tuan mula rencana<\/p>\n\n\n\n<p>Disuratkan oleh dagang yang hina<\/p>\n\n\n\n<p>Karangan janggal banyak tak kena<\/p>\n\n\n\n<p>Daripada paham belum sempurna<\/p>\n\n\n\n<p>Daripada hari sangatlah morong<\/p>\n\n\n\n<p>Dikarang syair seekor burung<\/p>\n\n\n\n<p>Sakitnya kasih sudah terdorong<\/p>\n\n\n\n<p>Gila merawan segenap lorong<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama mula pungguk merindu<\/p>\n\n\n\n<p>Berbunyilah guruh mendayu-dayu<\/p>\n\n\n\n<p>Hatinya rawan bercampur pilu<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti diiris dengan sembilu<\/p>\n\n\n\n<p>Pungguk bermadah seraya merawan<\/p>\n\n\n\n<p>Wahai bulan, terbitlah Tuan<\/p>\n\n\n\n<p>Gundahmu yang tidak berketahuan<\/p>\n\n\n\n<p>Keluarlah bulan tercelalah awan<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Contoh-Contoh Gurindam<\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir adalah gurindam. Persamaan pantun, syair, dan gurindam pada proses pembuatannya tidak jauh berbeda, hanya saja gurindam terdiri dari dua baris dalam satu bait. Berikut contoh-contoh gurindam:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Gurindam Dua Belas-Karya Raja Alj Haji<\/h4>\n\n\n\n<p>Apabila orang mudah mencatat<\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan itu membuatnya sesat<\/p>\n\n\n\n<p>Barang siapa meninggalkan shalat<\/p>\n\n\n\n<p>Tiadalah hartanya beroleh berkarat<\/p>\n\n\n\n<p>Kurang pikir kurang siasat<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu dirimu kelak tersesat<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Contoh Gurindam Lainnya<\/h4>\n\n\n\n<p>Kalau mulut tajam dan kasar<\/p>\n\n\n\n<p>Boleh ditimpa bahaya besar<\/p>\n\n\n\n<p>Pikir dahulu sebelum lidah berkata<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya terelak oleh silang sengketa<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau diri terkena perkara<\/p>\n\n\n\n<p>Turut susah sanak saudara<\/p>\n\n\n\n<p>Barang siapa berbuat khianat<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan kelak pasti memberi laknat<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Contoh Gurindam<\/h4>\n\n\n\n<p>Terhadap ibu hendaklah kita hormat<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya diri dapat selamat dunia akhirat<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan ayah jangan durhaka<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya Allah tidak murka<\/p>\n\n\n\n<p>Terhadap anak janganlah lalai<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya kita boleh naik ke tengah balai<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">d. Contoh Gurindam Nasihat-Karya Penulis<\/h4>\n\n\n\n<p>Janganlah bekerja terburu-buru<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya tidak banyak keliru<\/p>\n\n\n\n<p>Janganlah mencela orang<\/p>\n\n\n\n<p>Agar tak dikira hidup kita kurang<\/p>\n\n\n\n<p>Hilangkan dengki dan amarah<\/p>\n\n\n\n<p>Agar terlepas dari anak panah<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">e. Contoh Gurindam Agama<\/h4>\n\n\n\n<p>Janganlah suka tinggalkan sembahyang<\/p>\n\n\n\n<p>Agar hidup kokoh seperti tiang-tiang<\/p>\n\n\n\n<p>Lepas sembahyang sempatkan baca Al Quran<\/p>\n\n\n\n<p>Kitab penyelamat umat di kehidupan<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupa selalu berzakat<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya harta memperoleh berkat<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Paham Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam?<\/h2>\n\n\n\n<p>Pantun, syair dan gurindam adalah tiga jenis sastra Indonesia yang hingga sampai saat ini masih menjadi pelajaran penting dalam dunia pendidikan, khususnya Bahasa Indonesia. Selain itu, Persamaan pantun, syair dan gurindam adalah puisi kuno yang memiliki sajak atau irama serta pesan yang tujuannya sebagai nasihat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu persamaan pantun, syair, dan gurindam adalah ketiganya merupakan karya sastra yang kaku, karena terikat oleh aturan jumlah kata,<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1042,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[244],"class_list":["post-1041","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","tag-persamaan-pantun-syair-dan-gurindam","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu persamaan pantun, syair, dan gurindam adalah ketiganya merupakan karya sastra yang kaku, karena terikat oleh aturan jumlah kata,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-03T01:39:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-mikhail-nilov-9158355.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"427\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya\",\"datePublished\":\"2024-07-03T01:39:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/\"},\"wordCount\":1718,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-mikhail-nilov-9158355.jpg\",\"keywords\":[\"Persamaan pantun syair dan gurindam\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/\",\"name\":\"Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-mikhail-nilov-9158355.jpg\",\"datePublished\":\"2024-07-03T01:39:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-mikhail-nilov-9158355.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-mikhail-nilov-9158355.jpg\",\"width\":640,\"height\":427,\"caption\":\"Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya - Hotelier Studi","og_description":"Salah satu persamaan pantun, syair, dan gurindam adalah ketiganya merupakan karya sastra yang kaku, karena terikat oleh aturan jumlah kata,","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2024-07-03T01:39:25+00:00","og_image":[{"width":640,"height":427,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-mikhail-nilov-9158355.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya","datePublished":"2024-07-03T01:39:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/"},"wordCount":1718,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-mikhail-nilov-9158355.jpg","keywords":["Persamaan pantun syair dan gurindam"],"articleSection":["Bahasa Indonesia"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/","name":"Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-mikhail-nilov-9158355.jpg","datePublished":"2024-07-03T01:39:25+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-mikhail-nilov-9158355.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-mikhail-nilov-9158355.jpg","width":640,"height":427,"caption":"Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/persamaan-pantun-syair-dan-gurindam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1041"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1041\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1043,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1041\/revisions\/1043"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}