{"id":11794,"date":"2024-07-14T19:53:36","date_gmt":"2024-07-14T12:53:36","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=11794"},"modified":"2024-07-14T19:53:36","modified_gmt":"2024-07-14T12:53:36","slug":"contoh-geguritan-bahasa-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/","title":{"rendered":"7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagi sebagian kecil orang geguritan masih terdengar asing. Geguritan merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut puisi dalam bahasa Jawa. Hingga saat ini banyak contoh geguritan bahasa Jawa yang ada dan berkembang dalam masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sama seperti dengan penulisan puisi bahasa Indonesia, geguritan juga mengutamakan nilai keindahan dalam penulisannya. Hanya saja bahasa yang kedua karya ini gunakan berbeda. Nah, artikel ini akan menjelaskan pengertian, ciri-ciri, unsur penting, hingga contoh geguritan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Geguritan Bahasa Jawa?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1332\" height=\"786\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1.-Apa-Itu-Geguritan-Bahasa-Jawa_.png\" alt=\"Geguritan Bahasa Jawa\" class=\"wp-image-11796\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1.-Apa-Itu-Geguritan-Bahasa-Jawa_.png 1332w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1.-Apa-Itu-Geguritan-Bahasa-Jawa_-300x177.png 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1.-Apa-Itu-Geguritan-Bahasa-Jawa_-1024x604.png 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1.-Apa-Itu-Geguritan-Bahasa-Jawa_-768x453.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1332px) 100vw, 1332px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Geguritan Bahasa Jawa | Image Source: Halo Pacitan<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Pada dasarnya karya sastra dalam bahasa Jawa sangat beragam. Salah satu yang menarik perhatian adalah geguritan. Secara umum, geguritan merupakan puisi yang menggunakan bahasa Jawa. Seperti halnya puisi dalam bahasa Indonesia, tema yang ada pun begitu beragam.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), geguritan adalah puisi tradisional yang ditulis dalam bahasa Bali atau bahasa Jawa. Geguritan disebut sebagai puisi tradisional karena menggunakan bahasa daerah yang merupakan bahasa tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan mengutip situs resmi Pemerintah Kota Surakarta, geguritan merupakan salah satu karya sastra Jawa yang berbentuk puisi modern dan berbeda dengan karya sastra bahasa Jawa lainnya. Bahkan, beberapa orang juga menyebutnya sebagai syair tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengertian lain yang dilansir dari laman Warisan Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), geguritan berasal dari bahasa Jawa <em>gurit<\/em>, yang berarti tatahan atau coretan, sehingga geguritan dapat bermakna sebagai kumpulan kata yang tersusun secara indah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada awal perkembangannya, geguritan lebih banyak dikenal sebagai <em>tembang<\/em>, sehingga terdapat beberapa bentuk geguritan yang berbeda. Proses ini membuat geguritan menjadi salah satu karya sastra dalam bahasa Jawa yang dalam penuturannya dan pembacaannya menggunakan tembang yang indah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun isi dari geguritan biasanya berupa ungkapan perasaan dan pikiran, namun pembuatannya haruslah tersusun secara imajinatif menggunakan kata yang bermajas. Tujuannya adalah agar pembaca dan pendengar dapat menikmati dan mencerna maknanya dengan seksama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/geguritan-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengenal Apa Itu Geguritan, Unsur, Cara Membuat, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-ciri Geguritan Bahasa Jawa<\/h2>\n\n\n\n<p>Geguritan sebagai karya sastra memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan karya lainnya, antara lain sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menggunakan bahasa Jawa yang beragam.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak terikat pada <em>guru gatra<\/em> atau jumlah baris tertentu pada setiap baitnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan pilihan kata yang tepat atau diksi.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak perlu menggunakan <em>guru lagu<\/em> atau bunyi yang sama pada akhir sajak.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Setiap kalimatnya mengandung makna tersirat.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak terikat pada <em>guru wilangan<\/em> atau jumlah suku kata dalam tiap barisnya.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Nama penulis tidak selalu tercantum bahkan terdapat karya yang anonim.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Selain itu, geguritan tidak terikat pada aturan tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan bahasa yang bermajas dengan indah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">9 Unsur Penting dalam Geguritan Bahasa Jawa<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum mengetahui contoh geguritan dalam bahasa Jawa, kamu perlu memahami beberapa unsur penting yang ada di dalamnya. Berikut adalah 9 unsur penting dalam geguritan bahasa Jawa yang perlu kamu perhatikan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pemotongan Kata atau Kalimat&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Pemotongan kata atau kalimat dalam geguritan berguna untuk memberikan penekanan tertentu. Selain itu, pemotongan kata juga berfungsi untuk menghubungkan antar kalimat. Dalam hal ini, proses pembacaan naskah akan menjadi lebih menarik dan lebih indah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pesan&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Geguritan pada dasarnya mengandung pesan tersirat yang diolah menggunakan bahasa yang indah. Pesan ini tak jarang juga berisikan hal-hal yang penting, sehingga pembaca atau pendengar perlu menyimak dengan seksama ketika seorang penggurit sedang membaca geguritan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pilihan Kata&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Pemilihan kata atau diksi harus dilakukan dengan seksama oleh penulis geguritan. Tidak hanya agar terdengar indah, pemilihan kata juga berguna agar pesan yang hendak penulis sampaikan dapat pembaca atau pendengar pahami maksudnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Gaya Bahasa&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada pembacaan geguritan terdapat penekanan, intonasi, dan gaya bahasa yang perlu diperhatikan. Penggunaan gaya bahasa yang tepat dapat membuat pembacaan geguritan menjadi lebih indah dan menarik, sehingga pendengar sendiri juga akan mudah hanyut dalam perasaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Imajinasi&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Imajinasi dalam geguritan akan membuat sebuah karya yang tercipta lebih menarik dan memiliki ciri khas tersendiri. Sebagai penulis, mempertajam rasa imajinatif dalam pembuatan karya akan membuat pembaca atau pendengar lebih hanyut dalam memaknai dan menikmati hasil karyanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Latar&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap karya sastra penting untuk memiliki latar tempat dan waktu di dalamnya. Selain itu, latar akan membuat pembaca lebih mudah berimajinasi terkait peristiwa yang terjadi dalam geguritan tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Perasaan&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagian besar geguritan merupakan hasil dari curahan perasaan dan isi pikiran pengarangnya. Sebaliknya, penulisan geguritan yang penuh perasaan akan membuat karya yang tercipta lebih bermakna.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Rima&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Rima merupakan pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam maupun di akhir sajak. Selanjutnya, penempatan rima yang tepat akan membuat geguritan menjadi lebih indah dan pembacaannya pun jauh lebih menarik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat tiga diksi yang berkaitan dengan rima, yakni asonansi, aliterasi, dan rima akhir. Pertama, asonansi adalah pengulangan bunyi vokal. Selanjutnya, aliterasi yang merupakan pengulangan bunyi konsonan pada kata yang berurutan. Sedangkan, rima akhir adalah bunyi yang sama pada akhir sajak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Tema&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam pembuatan sebuah karya sastra menentukan tema merupakan hal yang penting. Di samping itu, tema merupakan pokok pikiran atau dasar cerita. Oleh karena itu, pemilihan tema dalam pembuatan geguritan sendiri tidak terbatas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis Geguritan Bahasa Jawa<\/h2>\n\n\n\n<p>Terdapat dua jenis geguritan yang berkembang dalam masyarakat, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Geguritan Tradisional<\/h3>\n\n\n\n<p>Geguritan tradisional atau lama memiliki aturan tertentu yang mengikatnya. Aturan tersebut bisa berupa jumlah baris, penggunaan jumlah suku kata pada tiap barisnya, hingga rima yang sama pada akhir sajak.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, geguritan tradisional juga memiliki ciri khas yang sama, yakni penggunaan kata <em>sun gegurit<\/em> pada awal geguritan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Geguritan Kontemporer<\/h3>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan geguritan tradisional, geguritan kontemporer tidak terikat dengan suatu aturan tertentu dalam penulisannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa dengan Tema Berbeda<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1280\" height=\"853\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2.-7-Contoh-Geguritan-Bahasa-Jawa-dengan-Tema-Berbeda.jpg\" alt=\"Contoh Geguritan Bahasa Jawa\" class=\"wp-image-11797\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2.-7-Contoh-Geguritan-Bahasa-Jawa-dengan-Tema-Berbeda.jpg 1280w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2.-7-Contoh-Geguritan-Bahasa-Jawa-dengan-Tema-Berbeda-300x200.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2.-7-Contoh-Geguritan-Bahasa-Jawa-dengan-Tema-Berbeda-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2.-7-Contoh-Geguritan-Bahasa-Jawa-dengan-Tema-Berbeda-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Contoh Geguritan Bahasa Jawa | Image Source: Jateng Prov<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Berikut ini adalah 7 contoh geguritan bahasa Jawa dengan berbagai tema menarik yang bisa kamu jadikan sebagai referensi, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Contoh Geguritan Bahasa Jawa Keluarga<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Ibu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Ririn Triasih<\/p>\n\n\n\n<p><em>Rasa asihmu marang siwi<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kadidene banyu mili<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kang ora pedhot ing margi<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Senajan kebak pepalang<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Oyot, uwuh, lendhut ugo watu<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ora bisa mbendhung rasa asihmu<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Marang anakmu<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nalika bumi isih sepi<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nalika tengah wingi durung lingsir<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Isih ketutup pedhut<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nalika anakmu isih mesem ngguyu ing alam impen<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ibu wiwit gumregah<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Mbasuh pasuryan toya suci<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Tumungkul pangestu puja<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Masrahake jiwa lan raga<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nyenyuwun marang murbeng dumadi<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Dimen diparingi pepadhang dalan bebrayan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Dimen diparingi pepadang, marang putra putrine<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nggayuh gegayuhan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kanggo sanguning urip ing tembe<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Lelabuh lan rasa asih kang tanpa kendhat<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Lumintu<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Rasa asih marang siwi<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Tansah kaya banyu mili<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Contoh Geguritan Bahasa Jawa Pendidikan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Guru<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Cahyaning ati<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Polahmu digugu lan ditiru<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pahlawan ilang tanpo pamrih<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Jasamu sak dawaning jaman<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Mula&#8230;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Bekti marang guru<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kang dadi boring pendidikan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kang mandhegani pembangunan moral<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Contoh Geguritan Bahasa Jawa Alam<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Kampungku<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Rafif Mahendra Rajesh<\/p>\n\n\n\n<p>Sedang mencari contoh geguritan bahasa Jawa singkat?<\/p>\n\n\n\n<p>Intip contoh geguritan Jawa ini, yuk!<\/p>\n\n\n\n<p><em>Aku urip nang padesaan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Omahku adoh soko kutha<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kampungku katon tumata<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kadelok asri, becik lan nyaman<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Yen wayah esuk<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Krungu suarane jago kluruk<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pratandha wong wong podo nyambut gawe<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kanggo memenuhi kebutuhane urip<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kampungku, yo kowe iku panggonaku<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nang ngendi aku ngerenungke awak<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pikiran sing semrawut dadi jenjem<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ndadekake urip luwih prasaja<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Contoh Geguritan Bahasa Jawa Pahlawan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Pahlawanku<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pahlawan, sliramu dadi dalan kemerdekaan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Tadak awak ora wedi marang kematian<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nyowomu kanggo pondasine kebebasan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kanggo rakyat saking cengkramane penindasan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pahlawan, awan bengi nantang maut<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nglawan misil-misil kang semrawut<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kabeh lawan koe ajak gelut<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ra peduli najan awak podo benjut<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pahlawan, semangatmu koyo geni<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ngobong kabeh pasukane kompeni<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kanggo njaga lemah kang ditresnani<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Indonesia merdeka, Indonesia dihormati<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pitulas Agustus taun papat lima<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Opo sing diimpekke dadi nyata<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Saiki Indonesia wes merdeka<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pahlawan, perjuanganmu ra sia-sia<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Indonesia merdeka!!!<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Indonesia merdeka!!!<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kabeh mergo perjuanganmu<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Contoh Geguritan Bahasa Jawa Agama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Tawakal Marang Gusti<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Karya Dian Yustika<\/p>\n\n\n\n<p><em>Ing sepine wanci<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kakdelok rasa rasaning kawedenku<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Marang panjenengan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ati lara tanpa upama<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Eling marang sakabehing polahku<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gawe maksiat lan dosa<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Sarta lalakon kang ala<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Lelakon kang tanpa suba sita<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Marang wong liya lan sepepadhan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Duh Gusti<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ing rodane wektu<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nalika tengah wengi<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kula ngunjukaken donga marang Gusti<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ingkang murba ing dumadi<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gusti paringono kawelasan Mu<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kanggo nuntun aku eling marang agama<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Agama kang dadi ageming aji<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Agama kang bisa dadi gegamaning ati\u2019<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Contoh Geguritan Bahasa Jawa Sekolah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Sekolahku&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Sekolahku&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Panggonanku nuntut ilmu&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Budal ora tau nesu&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Tangi esuk kuwi wis kewajibanku<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nyangklong lan nggawa buku&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Tanpa sarapan lan sangu&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ora lali sragam lan nganggo sepatu&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Mlaku bareng-bareng kancaku<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Contoh Geguritan Bahasa Jawa Cinta<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Tresna<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Erlita Fajrani<\/p>\n\n\n\n<p><em>Tresna kuwi sepele<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Tresna kuwi ya kowe karo aku<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Tresnamu kaya surya<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nanging ya kaya samudra<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Tresnamu bisa nekakake mega<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Nanging saiki tresnamu kaya dahana<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Awit aku mbok tinggalno<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Langit data peteng<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ora ana candra apa maneh kartika<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Atiku kaya bawana sing lemahe nela-nela<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Maruta, kandhakna yen aku isih tresna<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kamu Siap Melestarikan Geguritan Bahasa Jawa?<\/h2>\n\n\n\n<p>Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai geguritan. Setelah membaca artikel ini, kamu bisa memahami pengertian, ciri-ciri, unsur penting, jenis, hingga contoh geguritan dalam bahasa Jawa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dari pembahasan ini, dapat disimpulkan bahwa geguritan sebagai karya sastra dalam bahasa Jawa merupakan warisan budaya yang perlu untuk dijaga kelestariannya. Pasalnya, geguritan termasuk kekayaan Indonesia. Yuk, pelajari geguritan agar keberadaannya tetap lestari!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai salah satu karya sastra bahasa Jawa, geguritan banyak ditulis dalam berbagai tema. Yuk, simak contoh geguritan bahasa Jawa berikut!<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11795,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1897],"tags":[],"class_list":["post-11794","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesenian","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagai salah satu karya sastra bahasa Jawa, geguritan banyak ditulis dalam berbagai tema. Yuk, simak contoh geguritan bahasa Jawa berikut!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-14T12:53:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Featured-Images.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik\",\"datePublished\":\"2024-07-14T12:53:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/\"},\"wordCount\":1473,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Featured-Images.png\",\"articleSection\":[\"Kesenian\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/\",\"name\":\"7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Featured-Images.png\",\"datePublished\":\"2024-07-14T12:53:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Featured-Images.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Featured-Images.png\",\"width\":750,\"height\":500,\"caption\":\"7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik - Hotelier Studi","og_description":"Sebagai salah satu karya sastra bahasa Jawa, geguritan banyak ditulis dalam berbagai tema. Yuk, simak contoh geguritan bahasa Jawa berikut!","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2024-07-14T12:53:36+00:00","og_image":[{"width":750,"height":500,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Featured-Images.png","type":"image\/png"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik","datePublished":"2024-07-14T12:53:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/"},"wordCount":1473,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Featured-Images.png","articleSection":["Kesenian"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/","name":"7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Featured-Images.png","datePublished":"2024-07-14T12:53:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Featured-Images.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Featured-Images.png","width":750,"height":500,"caption":"7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-geguritan-bahasa-jawa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"7 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Menarik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11794","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11794"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11794\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11826,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11794\/revisions\/11826"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11795"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11794"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11794"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11794"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}