{"id":1423,"date":"2024-05-12T20:18:36","date_gmt":"2024-05-12T13:18:36","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=1423"},"modified":"2024-05-12T20:18:36","modified_gmt":"2024-05-12T13:18:36","slug":"contoh-teks-negosiasi-jual-beli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/","title":{"rendered":"Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Negosiasi mungkin menjadi satu hal yang dilakukan oleh banyak orang, terutama dalam kegiatan jual beli. Hal ini juga yang membuat banyak orang membutuhkan contoh teks negosiasi jual beli.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus ini, negosiasi bukanlah hal yang bisa dilakukan banyak orang. Ini merupakan sebuah kemampuan yang perlu dilatih dan juga dibiasakan. Kegiatan negosiasi ini sendiri bertujuan untuk menuju ke suatu tujuan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Negosiasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum masuk dan membahas contoh teks negosiasi jual beli, maka ada baiknya Anda juga mengenal tentang apa itu negosiasi. Secara pengertian, negosiasi merupakan proses tawar-menawar maupun perundingan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan utama dari melakukan negosiasi adalah mendapatkan kesepakatan bersama antar pihak yang melakukannya. Negosiasi sendiri merupakan salah satu bentuk interaksi sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam negosiasi maka kesepakatan merupakan titik akhir yang akan dituju. Kesepakatan ini haruslah bisa memuaskan semua pihak yang melakukan negosiasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tujuan Negosiasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Negosiasi sendiri biasanya akan bermula ketika ada dua atau beberapa pihak yang bertentangan. Proses ini nantinya akan berguna untuk menghindari potensi konflik yang bisa saja muncul akibat pertentangan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa tujuan dari negosiasi antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menciptakan Kesepakatan Bersama<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, biasanya negosiasi akan menghasilkan suatu perjanjian. Dalam prosesnya, negosiasi ini biasanya akan menyepakati persamaan persepsi dan juga pengertian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mencari Jalan Keluar<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika ada dua atau lebih pihak yang bertentangan, maka negosiasi akan berguna untuk menemukan jalan keluar terbaik akan masalah tersebut. Dalam hal ini, negosiasi juga berguna untuk menghindari potensi konflik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menciptakan Kerjasama<\/h3>\n\n\n\n<p>Negosiasi juga bertujuan agar bisa menciptakan kerjasama. Nantinya, negosiasi yang terlaksana harus membuat kedua belah pihak sama-sama merasakan keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Terciptanya Interaksi Positif<\/h3>\n\n\n\n<p>Hal lainnya yang juga menjadi tujuan dari pelaksanaan negosiasi adalah menciptakan interaksi yang positif. BIasanya hal ini terjadi sebagai bagian dari negosiasi untuk menyelesaikan masalah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-Jenis Negosiasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam praktiknya, hal penting lainnya yang juga perlu Anda pahami selain contoh teks negosiasi jual beli adalah jenis-jenis negosiasi itu sendiri. Perbedaan jenis negosiasi ini juga akan dibedakan karena beberapa hal, misalnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Negosiasi Formal<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis negosiasi yang pertama adalah negosiasi formal. Proses ini biasanya akan melibatkan kontrak yang jelas dan berlandaskan hukum.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kontrak berguna untuk memastikan kesepakatan tersebut dapat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Selain itu, kontrak juga berguna untuk memastikan kedua belah pihak paham apa saja yang menjadi kewajiban masing-masing.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara hukum berguna sebagai langkah penyelesaian dan memastikan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Negosiasi Informal<\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan utama antara negosiasi formal dan informal adalah pada pelibatan hukum. Dalam negosiasi informal, maka jalur hukum biasanya tidak dilibatkan. Penyelesaiannya dalam negosiasi bisa dilakukan di mana saja dan juga kapan saja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Negosiasi Menggunakan Pihak Penengah<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis negosiasi ini pada prosesnya akan menggunakan jasa mediator. Penggunaan mediator sendiri untuk memastikan keinginan dari semua pihak bisa terakomodasi dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Di lain sisi, mediator juga berguna untuk menyesuaikan keinginan masing-masing pihak agar semua bisa sepakat. Mediator sendiri harus bersifat netral atau tidak memihak ke salah satu sisi. Nantinya, mediator juga bertugas untuk membuat keputusan akhir tentang negosiasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Negosiasi Tanpa Pihak Penengah<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis lainnya yang juga akan Anda temukan dalam negosiasi adalah negosiasi tanpa pihak penengah. Dalam hal ini negosiasi hanya dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tanpa bantuan pihak lain maupun pihak ketiga.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesepakatan dalam negosiasi ini akan didapatkan dari hasil diskusi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Kesepakatan tanpa pihak ketiga ini juga merupakan salah satu jenis negosiasi yang akan banyak Anda temukan saat ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Negosiasi Kolaborasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Negosiasi jenis lainnya yang juga akan sering Anda lihat adalah negosiasi kolaborasi. Dalam hal ini, kesepakatan dari negosiasi akan didapatkan ketika semua pihak bisa berkolaborasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Nantinya, semua pihak akan menyampaikan apa yang mereka inginkan. Hasil&nbsp; akhir dari negosiasi ini adalah semua keinginan tersebut dikolaborasikan sehingga menghasilkan keputusan yang bersifat <em>win-win solution<\/em>. Biasanya, dalam negosiasi ini semua pihak akan mendapatkan hasil kesepakatan yang terbaik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Negosiasi Dominasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika pada negosiasi kolaborasi semua pihak merasa untung, maka pada negosiasi dominasi ini prosesnya cenderung menghasilkan kesepakatan yang tidak seimbang.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil negosiasi ini hanya akan menguntungkan satu pihak, sementara pihak lainnya mendapatkan kerugian. Negosiasi ini biasa dikenal juga dengan nama negosiasi <em>win-lose<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Negosiasi Akomodasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis lainnya yang juga ada pada proses negosiasi adalah negosiasi akomodasi. Dalam proses negosiasi ini biasanya salah satu pihak akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak daripada pihak lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bedanya dengan negosiasi dominasi, pada proses negosiasi akomodasi ini pihak yang mendapatkan keuntungan sedikit biasanya sengaja melakukan hal tersebut untuk mengakomodasi kepentingan lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, negosiasi jenis ini dilakukan ketika pihak yang melakukan negosiasi tidak dalam posisi sama kuat namun sama-sama membutuhkan. Sehingga biasanya ada pihak yang mengalah agar kerja sama maupun negosiasi tersebut bisa tetap terlaksana.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Negosiasi Menghindari Konflik<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis lainnya adalah negosiasi yang menghindari konflik. Dalam hal ini, proses negosiasi tersebut berguna untuk menjauhi ataupun mengakhiri konflik. Pihak yang melakukan negosiasi haruslah pihak yang berkepala dingin agar masalah konflik tidak meluas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Struktur Teks Negosiasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika Anda ingin membuat contoh teks negosiasi jual beli, maka hal penting lainnya yang juga perlu Anda pahami adalah masalah struktur dari teks itu sendiri. Struktur itu sendiri berguna agar Anda bisa membuat teks negosiasi dengan mudah dan cermat.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa struktur yang Anda perlukan ketika akan melakukan negosiasi jual beli.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Orientasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Proses awal yang perlu Anda lakukan ketika akan membuat contoh teks negosiasi jual beli adalah orientasi. Orientasi juga biasa dikenal dengan kalimat pembuka. Ini merupakan proses awal Anda untuk melakukan pembicaraan.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda bisa memulainya dengan mengucapkan salam ataupun memberikan sapaan. Satu hal yang perlu Anda ingat, proses awal yang baik akan sangat menentukan proses negosiasi selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itulah proses orientasi ini juga perlu Anda pikirkan terlebih dahulu. Dalam banyak kasus, pada tahap orientasi ini Anda bisa langsung menyinggung inti masalah atau tujuannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pengajuan<\/h3>\n\n\n\n<p>Struktur selanjutnya ketika membuat contoh teks negosiasi jual beli adalah memberikan pengajuan. Dalam proses ini, perlu ada salah satu pihak yang memberikan pendapat milik mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika konteksnya jual beli, maka baik pembeli maupun penjual akan memberikan harga pembukaan. Harga itulah yang nantinya akan menjadi pengajuan dan akan menjadi objek negosiasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika pada proses pengajuan kedua belah pihak sudah setuju, maka proses negosiasi ini bisa langsung berakhir. Namun, jika ada pihak yang merasa tidak setuju maka tahapannya akan masuk ke struktur penawaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pemenuhan<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum masuk ke penawaran, maka sebenarnya ada proses pemenuhan. Dalam proses ini salah satu pihak harus bersedia melakukan negosiasi atau memenuhi syarat untuk negosiasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika pada proses pemenuhan ini salah satu pihak tidak menginginkan negosiasi ataupun tidak memenuhi syarat, maka proses negosiasi bisa langsung batal pada tahap ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada proses jual beli, tahap pemenuhan ini berkaitan dengan apakah penjual mempunyai barang yang diminta, apakah penjual mau barangnya ditawar, atau apakah pembeli menemukan apa yang ia inginkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Penawaran<\/h3>\n\n\n\n<p>Struktur selanjutnya dalam contoh teks negosiasi jual beli adalah penawaran. Dalam proses ini, pihak yang merasa tidak setuju akan memberikan penawaran sesuai dengan harapannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses jual beli, proses penawaran ini biasanya akan berlangsung cukup lama. Pada proses penawaran ini juga biasanya masing-masing pihak akan teguh dengan pendiriannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah proses negosiasi selanjutnya akan terjadi sampai pada titik dimana masing-masing pihak bisa mengambil keuntungan untuk kepentingan mereka sendiri. Jika proses ini sudah selesai, maka tahapan selanjutnya adalah persetujuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Persetujuan<\/h3>\n\n\n\n<p>Proses persetujuan sendiri merupakan hasil dari kesepakatan antara semua pihak. Pada tahapan ini biasanya semua pihak sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Proses tawar-menawar biasanya sudah berakhir pada tahapan ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Penutup<\/h3>\n\n\n\n<p>Struktur lainnya yang juga perlu Anda perhatikan dalam membuat contoh teks negosiasi jual beli adalah bagian penutup. Bagian ini biasanya akan berisi ucapan saling terima kasih dari kedua belah pihak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Teks Negosiasi Jual Beli<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa contoh teks negosiasi jual beli dan strukturnya yang bisa Anda gunakan dalam kegiatan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Kaos&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Orientasi<br>Penjual : \u201cSilakan pak, mau beli apa?\u201d<br>Pembeli: \u201cKaos untuk anak-anak ada?\u201d<br>Penjual : \u201cOh ada pak. Ini silakan dipilih sendiri.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Permintaan<br>Pembeli : \u201cYang warna hitam, ada?\u201d<br>Penjual : \u201cSebentar saya cari dulu.\u201d<br>Pembeli : \u201cYang ukuran M ya, mbak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pemenuhan<br>Penjual : \u201cIni adanya ukuran L, pak.\u201d<br>Pembeli : \u201cWaduh ukuran anaknya kecil, mbak. Kalau segini kebesaran.\u201d<br>Penjual : \u201cNanti kan bisa dikecilkan, pak. Lagian kalau ukurannya besar kan bisa dipakai sampai anaknya besar, pak.\u201d<br>Pembeli : \u201cHarganya berapa, mbak?\u201d<br>Penjual : \u201cYang ini Rp35.000, pak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Penawaran<br>Pembeli : \u201cMahal sekali, mbak. Rp20.000 ya, mbak?\u201d<br>Penjual : \u201cYa gak boleh, pak. Tambah Rp12.000, ya?\u201d<br>Pembeli : \u201cGak mau. Kalau mau Rp25.000.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Persetujuan<br>Penjual : \u201cMohon maaf, belum bisa. Belum dapat untung saya kalau segitu. Tambah Rp5.000, ya?\u201d<br>Pembeli : \u201cYa sudah. Ini uangnya.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penutup<br>Penjual : \u201cTerima kasih, pak. Gak sekalian sama sepatunya, pak?\u201d<br>Pembeli : \u201cSama-sama. Tidak, tadi sudah beli.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Novel<\/h3>\n\n\n\n<p>Orientasi<br>Pembeli: \u201cPermisi, selamat siang\u201d<br>Penjual: \u201cSelamat siang, ada yang bisa saya bantu?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Permintaan<br>Pembeli : \u201cSiang pak, saya sedang mencari buku tentang manajemen investasi. Apakah di sini menjual?\u201d<br>Penjual : \u201cSudah mencari di rak buku sebelah sana?\u201d<br>Pembeli : \u201cSudah, pak, tapi tidak ada.\u201d<br>Penjual : \u201cBaiklah, sebentar. Saya coba carikan di gudang, siapa tahu masih ada.\u201d<br>Pembeli : \u201cBaik pak, terima kasih\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pemenuhan<br>Penjual : \u201cIni buku yang kamu cari, kebetulan tinggal sisa satu\u201d<br>Pembeli : \u201cBerapa harga buku ini, pak?\u201d<br>Penjual : \u201cRp58.000 saja, nak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Penawaran<br>Pembeli : Harganya kemahalan, pak. Boleh ditawar?\u201d<br>Penjual : \u201cBoleh, silakan saja\u201d.<br>Pembeli : \u201cKalau Rp45.000 bisa, pak?\u201d<br>Penjual : \u201cGa bisa kalau segitu, buku ini termasuk best seller soalnya.\u201d<br>Pembeli : \u201cUang saya kurang kalau segitu. Bagaimana jika Rp48.000 saja? Buku ini untuk tugas sekolah saya, pak\u201d<br>Penjual : \u201cMasih belum bisa, nak, bagaimana kalau Rp55.000 saja? Itu sudah termasuk murah. Kalau kamu cari di toko buku lain, mungkin kamu sudah tidak bisa mendapatkannya.\u201d<br>Pembeli : \u201cTapi uang saya hanya Rp50.000\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Persetujuan<br>Penjual : \u201cBegini saja, khusus untuk kamu, saya kasih Rp50.000. Gimana?\u201d<br>Pembeli : \u201cBaiklah, pak! Saya beli bukunya\u201d<br>Penjual : \u201cIni bukunya\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Penutup<br>Pembeli : \u201cIni uangnya ya pak, pas. Terima kasih sudah membantu. pak\u201d<br>Penjual : \u201cIya, sama-sama.\u201d<br>Pembeli : \u201cSelamat siang, pak.\u201d<br>Penjual : \u201cSelamat siang.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Makanan<\/h3>\n\n\n\n<p>Orientasi<br>Penjual : \u201cSelamat pagi, bu. Wah, belanja macam-macam ya, bu?\u201d<br>Pembeli : \u201cIya, pak. Nanti sore akan ada arisan.\u201d<br>Penjual : \u201cOohh. Ini kebetulan dagingnya segar-segar, bu. Baru sampai subuh tadi, belum kena <em>freezer<\/em>. Ibu mau daging apa? Kambing apa sapi?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Permintaan<br>Pembeli: Sapi sajalah, pak. Tidak berani makan daging kambing.\u201d<br>Penjual : Oh, tensinya sering naik, ya bu? Sejauh ini tensi saya aman, bu. Akan tetapi, saya rajin makan buah-buahan sama sayur biar seimbang, bu. Jangan lupa<br>juga banyak minum air putih.\u201d<br>Pembeli : \u201cBetul juga bapak ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pemenuhan<br>Penjual : \u201cNah, ini! Ibu, silakan pilih, mau bagian mana? paha atau iga?\u201d<br>Pembeli : \u201cKalau paha sekilonya berapa, pak?\u201d<br>Penjual : \u201cHarganya masih Rp110.000, bu. Sama seperti kemarin.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pembeli: \u201cKalau iga?\u201d<br>Penjual : \u201cMasih sama juga, bu. Masih Rp105 ribu per kilo.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Penawaran<br>Pembeli: \u201cYa sudah kalau begitu, saya ambil bagian paha 1 kilo sama iganya setengah kilo. Tapi harganya boleh kurang, ya? Kan, saya sudah beli banyak.\u201d<br>Penjual : Baiklah kalau begitu, khusus untuk ibu, semuanya saya berikan harga 210 ribu saja.\u201d<br>Pembeli: \u201cTerima kasih, pak. Bonus tulang juga, pak. Saya hendak membuat kaldu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Persetujuan<br>Penjual : \u201cSiap Bu Heri. Pokoknya beres.\u201d<br>Pembeli : \u201cTerima kasih, pak.\u201d<br>Penjual : \u201cSilakan ini bu, sudah siap semuanya. Semuanya Rp210 ribu.\u201d<br>Pembeli : \u201cTerima kasih, pak. Ini uangnya.\u201d<br>Penjual : \u201cUangnya Rp250 ribu. Ibu tidak mempunyai uang pas?\u201d<br>Pembeli : \u201cWah tidak ada, pak. Memang kenapa? Tidak ada kembalian ya, pak?\u201d<br>Penjual : \u201cIya, belum ada uang kembaliannya. Begini saja, Ibu membayar 200 ribu<br>dulu. Nantinya sisanya ibu bayar besok saja.\u201d<br>Pembeli: \u201cOh, baiklah, kalau begitu. Besok sisanya akan saya berikan, pak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Penutup<br>Penjual : \u201cIya bu, tidak usah dipikirkan.\u201d<br>Pembeli : \u201cTerima kasih, pak.\u201d<br>Penjual : \u201cYa, bu. Salam untuk bapak.\u201d<br>Pembeli: \u201cYa, pak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Gitar<\/h3>\n\n\n\n<p>Orientasi<br>Pembeli: \u201cSaya sedang mencari gitar, di sini jual gitar merk apa saja?\u201d<br>Penjual: \u201cGitar seperti apa yang masnya cari, elektrik atau akustik? Apa merknya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Permintaan<br>Pembeli: \u201cAkustik yang Yamaha, berapa harganya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pemenuhan<br>Penjual: \u201cSeri paling baru harganya Rp1 juta mas.. Kalo seri sebelumnya bisa aku kasih Rp500.000.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Penawaran<br>Penjual: \u201cKalo yang ada di deket kamu itu, termasuk yang paling laris. Harganya Rp1,5 jutaan.\u201d<br>Pembeli: \u201cWah pantesan bagus, gabisa kurang itu, bu?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Persetujuan<br>Penjual: \u201cKalo yang itu ga bisa, mas. Barang langka soalnya itu, yang cari juga masih banyak\u201d. \u201cKalo yang akustik boleh lah saya kasih diskon dikit..\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Penutup<\/p>\n\n\n\n<p>Penjual: \u201cKalo mas mau, saya bisa kasih diskon Rp100 ribu, ya.\u201d<br>Pembeli: \u201cWah, boleh bu. Kalo gitu, saya ambil yang akustik saja.\u201d<br>Penjual: \u201cBaiklah mas ini gitar beserta tasnya.\u201d<br>Pembeli: \u201cTerima kasih, bu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Laptop<\/h3>\n\n\n\n<p>Orientasi<br>Pembeli : \u201cSelamat siang, bu.\u201d<br>Penjual : \u201cSiang pak, laptop seperti apa yang bapak cari?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Permintaan<br>Pembeli: &#8220;Saya ingin melihat laptop <em>gaming<\/em>.&#8221;<br>Penjual : \u201cMau seri apa, pak? Pilihannya ada banyak. Mulai dari yang harga Rp10 juta ada, sampai yang Rp60 juta juga ada.\u201d<br>Pembeli : Saya mau cek yang Rp11 juta itu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pemenuhan<br>Penjual : \u201cSilakan lihat ini, pak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Penawaran<br>Pembeli : \u201cBisa kurang ga ya, bu?<\/p>\n\n\n\n<p>Persetujuan<br>Penjual: \u201cRp10,5 juta paling pak..\u201d<br>Pembeli : \u201cBisa dikurangi lagi, bu.\u201d<br>Penjual : \u201cMaaf, pak, tidak bisa.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Penutup<br>Pembeli: \u201cOke, kalau begitu saya ambil laptop yang tipe ini saja.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Rumah<\/h3>\n\n\n\n<p>Orientasi<br>Pembeli: \u201cSelamat pagi, apakah pemilik rumah ini ada?\u201d<br>Pemilik: \u201cSelamat pagi, kebetulan saya sendiri. Dengan siapa?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Permintaan<br>Pembeli: \u201cSaya yang yang mau membeli rumah, pak. Kemari saya yang menelpon.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pemenuhan<br>Pemilik: \u201cOh. iya, saya ingat. Silakan masuk, pak.\u201d<br>Pembeli: \u201cTerima kasih. Boleh saya lihat dulu, pak?\u201d<br>Pemilik: \u201cYa, silakan.&#8221;<br>Pembeli: \u201cSetelah saya cek, masih bagus. Tapi saya mau tanya tentang harga jual dan lainnya juga, pak\u201d<br>Pemilik: \u201cRumah tipe 36, luas tanah 72 meter persegi. Saya maunya jual dengan harga Rp1M, pak. Ya bolehlah ditawar dikit-dikit.\u201d<br>Pembeli : \u201cTinggi sekali, ya pak harganya.\u201d<br>Pemilik: \u201cAir disini bagus, lingkungan aman, akses terjangkau. Harga jual bisa nego, pak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Penawaran<br>Pembeli: \u201cKalau Rp850 juta gimana, pak?\u201d<br>Pemilik: \u201cHarga itu belum diterima, pak. Maaf.&#8221;<br>Pembeli: \u201cYa sudah. Berapa harganya, ya?\u201d<br>Pemilik: \u201cPaling saya berani kasih Rp900 juta, pak. Tapi nanti pengurusan surat jual beli bapak yang tanggung, gimana?<\/p>\n\n\n\n<p>Persetujuan<br>Pembeli: \u201cOke, kalau begitu. Saya tandatangani dulu, ya.\u201d<br>Pemilik: \u201cBaik, pak. Tunggu sebentar, saya akan memberi Anda tanda terima dan kwitansi terlebih dahulu.\u201d<br>Pembeli: \u201cSiap, pak.\u201d<br>Pemilik : \u201cIni, pak. Tolong tandatangani.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Penutup<br>Pembeli: \u201cTerima kasih. Itu kesepakatan, ya.\u201d<br>Pemilik: \u201cYa, terima kasih. Nanti kita berkabar tentang pengurusan akta jual belinya pak?\u201d<br>Pembeli : \u201cBaik, pak. Terima kasih.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Memenangkan Negosiasi dalam Jual Beli<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami bagaimana contoh teks negosiasi jual beli, yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah memahami bagaimana cara untuk memenangkan negosiasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi yang tidak terbiasa, proses negosiasi tentu akan sulit. Inilah mengapa negosiasi merupakan salah satu kemampuan yang perlu sering dilatih. Berikut adalah beberapa tips untuk bisa memenangkan negosiasi dalam jual beli.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Persiapan<\/h3>\n\n\n\n<p>Hal penting yang perlu Anda lakukan ketika akan memulai sebuah negosiasi adalah persiapan. Dalam hal ini, pastikan Anda mengetahui semua hal yang berkaitan dengan objek yang hendak dinegosiasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda ingin membeli tas misalkan, pastikan Anda mengetahui berapa harganya di pasaran, apa saja keunggulan barang tersebut, apakah harga yang diberikan penjual sudah layak atau belum, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalah kesiapan ini juga untuk memastikan Anda tidak melakukan penawaran dengan asal. Hal ini tentu saja akan berkaitan dengan kesan pertama yang akan Anda ciptakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kesan Pertama yang Baik<\/h3>\n\n\n\n<p>Proses negosiasi akan Anda mulai sejak kalimat pertama. Dari sini, maka Anda juga harus menunjukkan kesan pertama yang baik untuk mendapatkan respons baik dari pihak lawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kesan pertama sudah buruk, maka besar kemungkinan jalannya negosiasi juga tidak akan lancar. Dampaknya, bisa saja proses negosiasi tersebut gagal ataupun hasilnya yang mengecewakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Dengarkan dengan Baik<\/h3>\n\n\n\n<p>Proses negosiasi adalah proses saling memberikan penawaran. Namun sangat disarankan jika Anda tidak memotong pembicaraan lawan ketika mereka menyampaikan pendapatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada baiknya Anda menunggu lawan sampai berhenti bicara. Hal ini juga untuk memastikan Anda mendapatkan semua poin yang disampaikan oleh pihak lawan. Proses ini juga akan sangat menentukan dalam keseluruhan proses negosiasi nantinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Solutif<\/h3>\n\n\n\n<p>Hal penting dalam negosiasi adalah kedua belah pihak harus sama-sama mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, Anda juga harus bisa berpikir solutif untuk bisa memastikan keinginan Anda terpenuhi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemikiran solutif ini juga berguna untuk memastikan jika semua masalah yang timbul dalam proses negosiasi bisa teratasi. Langkah ini juga bisa menjadi poin lebih untuk Anda dalam proses negosiasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Jangan Bertele-tele<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada proses negosiasi, pastikan apa yang Anda inginkan bisa disampaikan dengan tegas dan lugas. Pastikan juga Anda menyampaikan secara <em>to the point<\/em> dan tidak bertele-tele.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain bisa membuang waktu, hal ini juga guna memastikan tidak ada pihak yang salah paham dengan apa yang Anda maksud. Jika Anda bingung untuk menyampaikan tujuan Anda, maka buatlah poin-poin yang ingin Anda sampaikan dalam sebuah catatan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Bisa Membuat Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Sendiri?<\/h2>\n\n\n\n<p>Contoh teks negosiasi jual beli di atas bisa Anda gunakan untuk melatih kemampuan negosiasi. Pada dasarnya, negosiasi dilakukan agar semua pihak bisa mendapatkan apa yang menjadi harapannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda menginginkan sesuatu kepada pihak lain, boleh saja mengutarakan keinginan tersebut asalkan pihak yang Anda minta bersedia untuk melakukannya. Di sinilah, proses negosiasi diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses negosiasi ini juga berguna untuk memastikan jika semua pihak tidak ada yang merasa dirugikan. Pada prosesnya juga, negosiasi ini akan menciptakan kesan yang positif karena semua masalah bisa terselesaikan dengan kesepakatan yang baik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Negosiasi mungkin menjadi satu hal yang dilakukan oleh banyak orang, terutama dalam kegiatan jual beli. Hal ini juga yang membuat<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1424,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[323],"class_list":["post-1423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","tag-contoh-teks-negosiasi-jual-beli","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Negosiasi mungkin menjadi satu hal yang dilakukan oleh banyak orang, terutama dalam kegiatan jual beli. Hal ini juga yang membuat\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-12T13:18:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/shaking-hands-g6028d4740_640.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"348\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya\",\"datePublished\":\"2024-05-12T13:18:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/\"},\"wordCount\":2741,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/shaking-hands-g6028d4740_640.jpg\",\"keywords\":[\"contoh teks negosiasi jual beli\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/\",\"name\":\"Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/shaking-hands-g6028d4740_640.jpg\",\"datePublished\":\"2024-05-12T13:18:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/shaking-hands-g6028d4740_640.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/shaking-hands-g6028d4740_640.jpg\",\"width\":640,\"height\":348,\"caption\":\"Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya - Hotelier Studi","og_description":"Negosiasi mungkin menjadi satu hal yang dilakukan oleh banyak orang, terutama dalam kegiatan jual beli. Hal ini juga yang membuat","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2024-05-12T13:18:36+00:00","og_image":[{"width":640,"height":348,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/shaking-hands-g6028d4740_640.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"14 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya","datePublished":"2024-05-12T13:18:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/"},"wordCount":2741,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/shaking-hands-g6028d4740_640.jpg","keywords":["contoh teks negosiasi jual beli"],"articleSection":["Bahasa Indonesia"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/","name":"Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/shaking-hands-g6028d4740_640.jpg","datePublished":"2024-05-12T13:18:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/shaking-hands-g6028d4740_640.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/shaking-hands-g6028d4740_640.jpg","width":640,"height":348,"caption":"Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-teks-negosiasi-jual-beli\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kumpulan Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Lengkap dengan Strukturnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1423"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1423\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1425,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1423\/revisions\/1425"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}