{"id":14364,"date":"2024-09-04T14:59:56","date_gmt":"2024-09-04T07:59:56","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=14364"},"modified":"2024-09-04T14:59:56","modified_gmt":"2024-09-04T07:59:56","slug":"reaksi-hidrolisis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/","title":{"rendered":"Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Tahukah Anda bahwa reaksi hidrolisis adalah salah satu proses kimia penting yang sering terjadi di alam dan dalam laboratorium? Secara umum, proses kimia ini selalu berkaitan dengan adanya pemecahan senyawa menjadi komponen-komponen tertentu melalui reaksi dengan air.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penasaran apa saja jenis-jenis peristiwa di alam yang melibatkan reaksi ini? Jika iya, langsung saja baca artikel ini karena kami akan menjelaskan secara mendalam apa itu hidrolisis, mengidentifikasi berbagai jenisnya, dan mendalami reaksi hidrolisis yang terlibat dalam proses ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Hidrolisis?<\/h2>\n\n\n\n<p>Istilah hidrolisis berasal dari bahasa Yunani, di mana <em>hydro<\/em> berarti air dan <em>lysis <\/em>berarti penguraian. Sehingga, secara teori kata hidrolisis mengacu pada proses pemisahan atau pemecahan senyawa dengan air.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebut saja hidrolisis garam yang merupakan reaksi antara ion garam dengan air, sehingga menghasilkan larutan asam atau basa. Dalam hidrolisis garam, beberapa karakteristiknya meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Membentuk asam dan basa yang kemudian berinteraksi membentuk garam.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak terjadi pada garam dengan kation dan anion asam-basa kuat yang sudah terisolasi sempurna.<\/li>\n\n\n\n<li>Terjadi hanya ketika kation atau anion reaktif.<\/li>\n\n\n\n<li>Terjadi sebagian jika hanya satu di antara kation atau anion yang bereaksi.<\/li>\n\n\n\n<li>Hidrolisis total terjadi saat kation dan anion keduanya bereaksi. Contohnya adalah aluminium sulfat (Al\u2082(SO\u2084)\u2083).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Garam, yang umumnya dikenal sebagai kristal putih untuk memberi rasa asin pada makanan, memiliki peran signifikan dalam bidang kimia yang berbeda dari penggunaannya dalam kuliner. Dalam konteks kimia, garam adalah produk dari reaksi netralisasi antara larutan asam dan larutan basa.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, reaksi netralisasi terjadi dengan proses sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Asam + Basa \u2192 Garam + Air<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, contoh reaksi netralisasi yang mungkin umum Anda temui adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">HCl + NaOH \u2192 NaCl + H\u2082O<\/p>\n\n\n\n<p>Garam dapat terbentuk melalui empat jenis reaksi hidrolisis kimia yang berbeda, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Garam dari reaksi antara asam kuat dan basa kuat. Jenis garam ini memiliki sifat netral dengan pH sekitar 7. Contohnya adalah NaCl, KCl, K\u2082SO\u2084, dan Ca(NO\u2083)\u2082.<\/li>\n\n\n\n<li>Garam yang terbentuk dari reaksi antara asam kuat dan basa lemah. Garam ini bersifat asam dengan pH kurang dari 7. Contohnya adalah Zn(ClO\u2084)\u2082, NH\u2084Cl, AlCl\u2083, dan Fe(NO\u2083)\u2082.<\/li>\n\n\n\n<li>Garam dari reaksi antara basa kuat dan asam lemah. Garam ini bersifat basa dengan pH lebih dari 7. Contohnya adalah Na\u2082SO\u2083, KCN, Na\u2082CO\u2083, dan (CH\u2083COO)\u2082Ca.<\/li>\n\n\n\n<li>Garam dari reaksi antara asam lemah dan basa lemah. Sifat asam atau basa dari garam ini bergantung pada nilai Ka dan Kb dari senyawa tersebut. Contoh garam ini mencakup Zn(NO\u2082)\u2082, CH\u2083COONH\u2084, dan Fe\u2083(PO\u2084)\u2082.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Reaksi Hidrolisis?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"600\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1.-Apa-Itu-Reaksi-Hidrolisis.jpg\" alt=\"Reaksi Hidrolisis\" class=\"wp-image-14366\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1.-Apa-Itu-Reaksi-Hidrolisis.jpg 900w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1.-Apa-Itu-Reaksi-Hidrolisis-300x200.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1.-Apa-Itu-Reaksi-Hidrolisis-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Reaksi Hidrolisis | Image Source: Toppr<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Reaksi hidrolisis garam dapat dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu hidrolisis sempurna dan hidrolisis sebagian. Pada hidrolisis sempurna, seluruh komponen senyawa garam akan terurai sepenuhnya. Sedangkan hidrolisis sebagian membuat hanya sebagian komponen senyawa yang terurai. Berikut ini penjelasan lengkapnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Reaksi Hidrolisis Sebagian atau Parsial<\/h3>\n\n\n\n<p>Hidrolisis sebagian adalah proses di mana sebagian senyawa garam terurai oleh air. Kondisi ini terjadi ketika garam terbentuk dari pasangan basa lemah dan asam kuat, atau pasangan basa kuat dan asam lemah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat terjadi hidrolisis sebagian, air bereaksi dengan komponen asam atau basa lemah dalam garam, dan menghasilkan ion OH\u207b (hidroksida) atau ion H\u207a (hidrogen). Contoh hidrolisis sebagian adalah garam <em>ammonium chloride<\/em> (NH4Cl) yang menghasilkan larutan sedikit basa karena ion amonium (NH4\u207a) bersifat asam lemah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Reaksi Hidrolisis Total atau Sempurna<\/h3>\n\n\n\n<p>Hidrolisis total adalah proses di mana semua ion dalam garam bereaksi dengan air, baik itu kation atau anion. Garam yang mengalami hidrolisis total adalah garam yang terbentuk dari pasangan basa lemah dan asam lemah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus ini, reaksi dengan air menghasilkan ion hidroksida (OH\u207b) maupun ion hidrogen (H\u207a). Sehingga, larutan menjadi bersifat asam atau basa tergantung pada tingkat hidrolisisnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh hidrolisis total adalah garam <em>sodium acetate<\/em> (CH3COONa), yang menghasilkan larutan bersifat basa karena ion <em>acetate <\/em>(CH3COO\u207b) bersifat asam lemah dan larutan dapat menerima ion hidrogen dari air.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-jenis Reaksi Hidrolisis Garam<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2.-Jenis-jenis-Reaksi-Hidrolisis-Garam.jpg\" alt=\"Reaksi Hidrolisis Garam\" class=\"wp-image-14367\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2.-Jenis-jenis-Reaksi-Hidrolisis-Garam.jpg 1000w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2.-Jenis-jenis-Reaksi-Hidrolisis-Garam-300x200.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2.-Jenis-jenis-Reaksi-Hidrolisis-Garam-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Reaksi Hidrolisis Garam | Image Source: Freepik<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Berdasarkan penjelasan sebelumnya, terlihat bahwa reaksi hidrolisis garam adalah proses kimia di mana garam bereaksi dengan air untuk menghasilkan larutan asam dan larutan basa atau konstituen lainnya. Ada empat jenis reaksi yang didasarkan atas sifat asam dan basa dalam garam tersebut, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Garam Asal dari Asam Kuat dan Basa Kuat&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Garam ini terbentuk akibat adanya reaksi antara asam kuat dan basa kuat. Karena kedua komponen ini sangat reaktif, garam ini tidak mengalami hidrolisis, sehingga larutan yang terbentuk bersifat netral.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, NaCl. Jenis garam seperti NaCl terbentuk dari reaksi antara asam kuat dan basa kuat. Ketika NaCl larut dalam air, ion Na\u207a dan Cl\u207b tidak berpartisipasi dalam reaksi hidrolisis, sehingga garam bersifat netral. Berikut ini bentuk reaksinya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">NaCl (aq) \u2192 Na\u207a (aq) + Cl\u207b (aq)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Na\u207a + H\u2082O \u219b (tak terhidrolisis)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">&nbsp;Cl\u207b + H\u2082O \u219b (tak terhidrolisis)<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Garam Asal dari Asam Kuat dan Basa Lemah&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Garam ini terbentuk dari reaksi antara asam kuat dan basa lemah. Dalam hidrolisisnya, ion yang berasal dari basa lemah dapat melepaskan ion hidrogen (H\u207a), sehingga membuat larutan bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, garam seperti NH4Cl berasal dari asam kuat dan basa lemah. Dalam proses hidrolisis, ion NH4\u207a menghasilkan ion H\u207a, sehingga mengakibatkan larutan ini memiliki karakteristik asam ringan. NH4Cl bersifat asam karena mengalami hidrolisis sebagian, di mana ion NH4\u207a melepaskan ion H\u207a ke dalam larutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut reaksi kimianya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">NH4Cl (aq) \u2192 NH4\u207a (aq) + Cl\u207b (aq)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">NH4\u207a + H2O \u21c4 NH4OH + H\u207a<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Cl\u207b + H2O \u219b (tak terhidrolisis)<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Garam ini terbentuk dari reaksi antara asam lemah dan basa kuat. Dalam hidrolisisnya, ion yang berasal dari asam lemah dapat melepaskan ion hidroksida (OH\u207b), menjadikan larutan bersifat basa.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, garam seperti CH3COONa terbentuk dari asam lemah dan basa kuat. Ketika larut dalam air, ion CH3COO\u207b dapat melepaskan ion OH\u207b, menyebabkan larutan memiliki sifat basa ringan. CH3COONa bersifat basa karena mengalami hidrolisis sebagian, di mana ion CH3COO\u207b melepaskan ion OH\u207b ke dalam larutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut reaksi hidrolisis dari garam CH3COONa:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">CH3COONa (aq) \u2192 CH3COO\u207b (aq) + Na\u207a (aq)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">CH3COO\u207b + H2O \u21c4 CH3COOH + OH\u207b<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Na\u207a + H2O \u219b (tak terhidrolisis)<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Garam Asal dari Asam Lemah dan Basa Lemah&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Garam ini terbentuk dari reaksi antara asam lemah dan basa lemah. Dalam hidrolisisnya, baik ion yang berasal dari asam lemah maupun basa lemah berpartisipasi, dan karakteristik asam-basa dari larutan ini bergantung pada konstanta kesetimbangan (Ka dan Kb).<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, garam seperti CH3COONH4 terbentuk dari asam lemah dan basa lemah. Dalam reaksi hidrolisisnya, baik ion CH3COO\u207b maupun NH4\u207a dapat berpartisipasi atau terhidrolisis sempurna, dengan sifat asam atau basa garam ini yang menentukan itu dari konstanta kesetimbangan (Ka dan Kb).<\/p>\n\n\n\n<p>Reaksi hidrolisis garam CH3COONH4 adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">CH3COONH4 (aq) \u2192 CH3COO\u207b (aq) + NH4\u207a (aq)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">CH3COO\u207b + H2O \u21c4 CH3COOH + OH\u207b<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">NH4\u207a&nbsp; + H2O \u21c4 NH4OH + H\u207a<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, berbagai jenis reaksi hidrolisis garam dapat Anda bedakan berdasarkan sifat asam dan basa komponen garam. Pada gilirannya, kondisi tersebut akan mempengaruhi pH dan karakteristik larutan yang terbentuk.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Soal Terkait Reaksi Hidrolisis dan Pembahasan<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3.-Contoh-Soal-Terkait-Reaksi-Hidrolisis-dan-Pembahasan.jpg\" alt=\"Soal Terkait Reaksi Hidrolisis\" class=\"wp-image-14368\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3.-Contoh-Soal-Terkait-Reaksi-Hidrolisis-dan-Pembahasan.jpg 1000w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3.-Contoh-Soal-Terkait-Reaksi-Hidrolisis-dan-Pembahasan-300x200.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3.-Contoh-Soal-Terkait-Reaksi-Hidrolisis-dan-Pembahasan-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Soal Terkait Reaksi Hidrolisis | Image Source: Freepik<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Sebagai contoh, larutan garam CH3COOK dengan massa 4,9 gram dilarutkan dalam air sebanyak 500 ml. Anda diminta untuk menghitung nilai pH dari larutan garam ini. (Dengan Ar: K=39, C=12, O=16, dan Ka (konstanta asam) dari CH3COOH adalah 10\u2075)<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, karena garam ini terbentuk dari asam yang relatif lemah dan basa yang kuat, maka hasilnya adalah larutan basa yang memiliki nilai pH di atas 7. Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menghitung massa molar (Mr) dari garam CH3COOK dengan menjumlahkan massa atom-atom penyusunnya (Ar).<\/p>\n\n\n\n<p>Mr CH3COOK = (2 \u00d7 Ar C) + (3 \u00d7 Ar H) + (2 \u00d7 Ar O) + Ar K<\/p>\n\n\n\n<p>Mr CH3COOK = (2 \u00d7 12) + (3 \u00d7 1) + (2 \u00d7 16) + 39 = 24 + 3 + 32 + 39 = 98 gram\/mol<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah berikutnya adalah menghitung konsentrasi garam (C atau M) dalam larutan. Konsentrasi ini dapat Anda hitung menggunakan rumus berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-11.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-14369\" width=\"332\" height=\"202\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-11.png 332w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-11-300x183.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 332px) 100vw, 332px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Berhubung koefisien garamnya adalah 1, maka konsentrasi ion kation (K+) sama dengan konsentrasi total garam. Selanjutnya, Anda bisa menggunakan persamaan reaksi hidrolisis garam untuk menghitung konsentrasi ion OH\u207b dalam larutan garam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>CH3COOK adalah garam dari asam lemah (CH3COOH) dan basa kuat (KOH), akan menggunakan persamaan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"473\" height=\"102\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-10.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-14370\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-10.png 473w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-10-300x65.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 473px) 100vw, 473px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>pOH = &#8211; log [OH\u207b]<\/p>\n\n\n\n<p>pOH = &#8211; log&nbsp; [10-5] = 5<\/p>\n\n\n\n<p>pH = 14 &#8211; pOH<\/p>\n\n\n\n<p>pH = 14 &#8211; 5 = 9&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, nilai pH dari larutan garam CH3COOK adalah 9.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Paham dengan Konsep Reaksi Hidrolisis?<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami berbagai aspek reaksi hidrolisis, kini Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana garam dapat mempengaruhi sifat asam-basa larutan. Dari jenis-jenis garam yang berbeda hingga perhitungan pH larutan garam, pengetahuan ini membantu Anda menganalisis sifat kimia dan lingkungan larutan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Seiring dengan pemahaman lebih mendalam tentang hidrolisis, Anda dapat mengaplikasikan konsep ini dalam berbagai konteks ilmiah dan praktis. Misalnya dalam industri kimia (pembuatan deterjen), pertanian (pembuatan pupuk), hingga pengolahan air limbah industri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, cari tahu bagaimana reaksi hidrolisis terjadi serta penerapan dan dampaknya dalam berbagai bidang industri dan kehidupan di artikel ini!<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14365,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-14364","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, cari tahu bagaimana reaksi hidrolisis terjadi serta penerapan dan dampaknya dalam berbagai bidang industri dan kehidupan di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-04T07:59:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0.-Gambar-Utama-Hidrolisis.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"719\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya\",\"datePublished\":\"2024-09-04T07:59:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/\"},\"wordCount\":1428,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0.-Gambar-Utama-Hidrolisis.jpg\",\"articleSection\":[\"Kimia\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/\",\"name\":\"Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0.-Gambar-Utama-Hidrolisis.jpg\",\"datePublished\":\"2024-09-04T07:59:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0.-Gambar-Utama-Hidrolisis.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0.-Gambar-Utama-Hidrolisis.jpg\",\"width\":1280,\"height\":719,\"caption\":\"Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya - Hotelier Studi","og_description":"Yuk, cari tahu bagaimana reaksi hidrolisis terjadi serta penerapan dan dampaknya dalam berbagai bidang industri dan kehidupan di artikel ini!","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2024-09-04T07:59:56+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":719,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0.-Gambar-Utama-Hidrolisis.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya","datePublished":"2024-09-04T07:59:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/"},"wordCount":1428,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0.-Gambar-Utama-Hidrolisis.jpg","articleSection":["Kimia"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/","name":"Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0.-Gambar-Utama-Hidrolisis.jpg","datePublished":"2024-09-04T07:59:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0.-Gambar-Utama-Hidrolisis.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/0.-Gambar-Utama-Hidrolisis.jpg","width":1280,"height":719,"caption":"Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/reaksi-hidrolisis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Reaksi Hidrolisis: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14364","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14364"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14364\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14372,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14364\/revisions\/14372"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}