{"id":14995,"date":"2024-09-16T11:52:44","date_gmt":"2024-09-16T04:52:44","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=14995"},"modified":"2024-09-16T11:52:44","modified_gmt":"2024-09-16T04:52:44","slug":"contoh-alat-musik-idiophone","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/","title":{"rendered":"10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Alat musik <em>idiophone<\/em> meliputi alat musik melodis dan ritmis serta modern dan tradisional. Penyebaran alat musik <em>idiophone<\/em> sendiri sangat luas. Lantas, apa saja&nbsp; contoh alat musik <em>idiophone<\/em>? Nah, artikel ini akan membahas berbagai contohnya dari seluruh bagian dunia. Yuk, simak selengkapnya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">10 Contoh Alat Musik Idiophone<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam pengelompokan alat musik dari sumber bunyinya, <em>idiophone<\/em> adalah kelompok alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran alat itu sendiri. Alat musik ini terbuat dari bahan yang bervariasi mulai dari kayu hingga logam metal. Berikut adalah daftar contohnya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tamborin<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tamborin-1-1024x683.jpg\" alt=\"Tamborin \" class=\"wp-image-15035\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tamborin-1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tamborin-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tamborin-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tamborin-1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tamborin-1-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tamborin | Image source : pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Tamborin merupakan alat musik tradisional dari Betawi. Biasa juga disebut sebagai ecek-ecek karena bunyinya. Bunyi tersebut berasal dari piringan logam kecil yang saling berbenturan ketika tamborin digoyangkan atau dipukul.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam format orkestra, tamborin termasuk alat musik perkusi. Dalam band, <em>drummer<\/em> biasanya juga menabuh tamborin bersama dengan alat musik idiophone lain, seperti simbal dan hi-hat. Pemain solo juga bisa memainkan Tamborin dengan alat musik lain, misalnya cello dengan cara mengikatkan tamborin di kaki.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada juga alat musik seperti tamborin dengan membran di bagian tengahnya. Alat musik seperti ini cenderung masuk ke dalam keluarga rebana, jadi termasuk alat musik <em>membranophone<\/em> dan <em>idiophone<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Angklung<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/angklung-1024x576.jpg\" alt=\"Angklung\" class=\"wp-image-15036\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/angklung-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/angklung-300x169.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/angklung-768x432.jpg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/angklung-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/angklung-2048x1152.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Angklung | Image source : pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Angklung adalah contoh alat musik <em>idiophone<\/em> yang berasal dari Indonesia. Alat musik ini dimainkan dengan cara digoyang dan suaranya berasal dari bambu. Ukuran dan ketebalan bambu angklung akan memengaruhi produksi suaranya. Semakin besar dan tebal bambu, hasil nadanya juga semakin rendah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, cara kerja instrumen ini mirip dengan kentongan. Namun, angklung bisa mengeluarkan hingga 2 nada dalam satu instrumen. Maka dari itu, untuk memainkannya secara solo, perlu adanya sejumlah angklung lain dengan nada yang berbeda-beda.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Angklung dapat mencakup tangga nada kromatis yang mana di dalamnya juga ada tangga nada diatonis dan pentatonis. Selain solo, angklung juga bisa tampil dalam format ansambel. Format ini lebih mudah dilakukan untuk orang dengan pengalaman bermusik yang masih baru serta masih anak-anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kalimba<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kalimba-1024x683.jpg\" alt=\"Kalimba\" class=\"wp-image-15037\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kalimba-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kalimba-300x200.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kalimba-768x512.jpg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kalimba-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kalimba-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Kalimba | Image source : pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Alat musik kalimba berasal dari Afrika. Instrumen ini menghasilkan bunyi dari bilah logam kecil dan memanjang (tines) yang dipetik menggunakan ibu jari. Alat musik ini mencakup nada tinggi dan memiliki suara yang khas, menyerupai denting lonceng.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis kalimba sendiri bermacam-macam, sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kesulitannya. Sekarang ada kalimba yang beralaskan acrylic, papan kayu, dan kayu berlubang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan alas kalimba dapat memengaruhi warna suara (timbre). Selain alasnya, kalimba juga hadir dalam berbagai jumlah tines mulai dari 8 hingga 34 tines. Berdasarkan jumlah tines, kalimba dapat mencakup tangga nada diatonis hingga kromatis sampai 2 oktaf lebih.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Permainan kalimba biasanya terjadi secara solo sebagai pembawa melodi utama. Timbre kalimba yang mencapai nada tinggi, namun masih terasa hangat membuat penikmatnya akan merasa tenang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Glockenspiel &amp; Xylophone<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"535\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Glockenspiel-_-Xylophone-1024x535.jpeg\" alt=\"Glockenspiel &amp; Xylophone\" class=\"wp-image-15038\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Glockenspiel-_-Xylophone-1024x535.jpeg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Glockenspiel-_-Xylophone-300x157.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Glockenspiel-_-Xylophone-768x401.jpeg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Glockenspiel-_-Xylophone.jpeg 1042w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Glockenspiel &amp; Xylophone | Image source : wikipedia<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kedua alat musik <em>idiophone<\/em> ini cukup mirip satu sama lain. Baik glockenspiel dan xylophone menggunakan orientasi seperti piano. Bagian bawah adalah nada diatonis (C-D-E-F-G-A-B) dan bagian atasnya adalah nada kromatis (C#-D#-F#-G#-A#). Namun, keduanya memiliki perbedaan dari bahan pembuatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Glockenspiel terbuat dari logam, sedangkan xylophone terbuat dari kayu. Perbedaan ini menghasilkan karakter bunyi yang sangat berbeda. Glockenspiel akan berbunyi nyaring dan bernada tinggi (berdenting). Sedangkan xylophone berkarakter hangat dan jangkauan nadanya tidak setinggi glockenspiel.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua instrumen ini menghasilkan bunyi dengan cara dipukul. Jumlah pemukul keduanya mulai dari 1 hingga 4 pemukul atau lebih. Pemukul glockenspiel biasanya dari bahan yang keras seperti plastik, sedangkan pemukul xylophone bisa dari plastik maupun karet.<\/p>\n\n\n\n<p>Di era modern seperti sekarang, keduanya telah berkembang dengan penambahan pedal sustain untuk mengatur panjang pendek nada.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Saron<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/saron-1024x683.jpeg\" alt=\"Saron\" class=\"wp-image-15039\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/saron-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/saron-300x200.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/saron-768x512.jpeg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/saron-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/saron.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Saron | Image source : wikipedia<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Saron adalah alat musik tradisional dari Indonesia. Ini terbukti dari ukiran kayu penahan (pangkon) bilah logam dan jumlah bilah saron. Cara memainkannya contoh alat musik <em>idiophone<\/em> ini mirip dengan glockenspiel, yakni dipukul. Namun, perbedaanya sangat banyak.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai alat musik tradisional, saron tidak perlu mencakup semua 12 nada pada tangga nada internasional. Maka dari itu, jumlah bilah logam saron hanya 6 bukan 12. Ini menandakan bahwa saron menganut sistem tangga nada pentatonik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam dunia gamelan, tangga nada bisa Anda sebut laras. Saron menggunakan laras pelog, yakni do-re-mi-sol-la dengan nada la dalam dua bilah (tinggi dan rendah).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Permainan saron membutuhkan pemukul yang terbuat dari kayu. Satu tangan memukul bilah, sementara tangan lainnya menahan (ngenet) bilah sebelumnya untuk menghentikan dengung.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu adanya latihan yang cukup untuk memainkan saron. Saron juga merupakan pembawa melodi utama dalam gamelan. Maka dari itu, perlu adanya ketepatan dan kelincahan dari kedua tangan pemainnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-chordophone\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Baca Juga : 15 Contoh Alat Musik Chordophone serta Fungsi dan Cara Memainkannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Bonang &amp; Kenong<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"347\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kenong.jpg\" alt=\"Bonang &amp; Kenong \" class=\"wp-image-15040\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kenong.jpg 800w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kenong-300x130.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kenong-768x333.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Bonang &amp; Kenong | Image source : Pinterest<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Keduanya juga termasuk alat musik gamelan, jadi cara memainkannya juga digamel (pukul). Baik bonang maupun kenong terbuat dari logam kuningan dengan bentuk seperti lonceng. Keduanya menggunakan pemukul dari kayu dengan balutan kain atau tali. Perbedaannya ada pada ukuran dan cara menggamelnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bonang memiliki 2 gaya pukulan, yakni gembyang dan kempyang. Dalam gembyang, pemain menabuh dua nada dalam rentang satu oktaf secara bersamaan. Sedangkan saat kempyang menabuh 2 nada yang berbeda bersamaan. Ukuran bonang lebih kecil dari pada kenong, maka dari itu hasil bunyinya lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Permainan kenong menggunakan satu pemukul. Kenong bertugas untuk menegaskan birama (gatra) lagu (tembang). Biasanya, kenong berjumlah 10 buah. Kedua instrumen ini diletakkan pada pangkon kayu yang telah lengkap dengan tali. Dengan begitu, keduanya bisa berdengung di atas tali secara maksimal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Gong<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"427\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/gong.jpeg\" alt=\"Gong\" class=\"wp-image-15041\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/gong.jpeg 640w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/gong-300x200.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gong | Image source : wikipedia<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Masih dalam keluarga alat musik gamelan, gong merupakan alat musik idiophone yang sudah banyak orang kenal. Gong sendiri terbuat dari logam kuningan atau perunggu. Biasanya Gong disusun bergantungan pada kayu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Permainan gong membutuhkan pemukul kayu dengan lilitan kain tebal dan tali, bentuknya seperti gadah. Dari pemukul ini, gong menghasilkan bunyi seperti namanya. Bunyi gong yang paling besar biasanya adalah penanda ketukan satu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Triangle<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/triangle-1024x683.jpg\" alt=\"Triangle \" class=\"wp-image-15042\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/triangle-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/triangle-300x200.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/triangle-768x512.jpg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/triangle-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/triangle.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Triangle | Image source : Pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Seperti namanya, alat musik ini berbentuk segitiga. Triangle terbuat dari logam baja dan pemukul dengan bahan yang sama, lengkap dengan bagian dari karet untuk mengaitkan triangle pada jari. Alat musik ini memiliki beberapa macam ukuran dan ketebalan. Ukuran dan ketebalan triangle akan memengaruhi nada dan timbrenya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegunaan contoh alat musik <em>idiophone<\/em> ini adalah untuk mendapatkan suara denting. Biasanya dentingan triangle sesuai dengan tempo dan tak jarang juga ada tambahan irama lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam format orkestra, triangle termasuk ke dalam alat musik perkusi. Pemain memukul triangle di bagian dalamnya. Apabila durasi dentingan terlalu lama, pemain biasanya mendekap triangle dengan telapak tangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Kolintang<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"855\" height=\"570\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kolintang.jpeg\" alt=\"kolintang\" class=\"wp-image-15043\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kolintang.jpeg 855w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kolintang-300x200.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/kolintang-768x512.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 855px) 100vw, 855px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">kolintang | Image source : djkn.kemenkeu.go.id<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kolintang adalah alat musik <em>idiophone<\/em> tradisional dari Minahasa, Sulawesi Utara. Namanya berasal dari onomatope bunyi \u201ctong\u201d, \u201cting\u201d, dan \u201ctang\u201d untuk nada rendah, nada tinggi, dan untuk nada tengah di antara keduanya. Maka dari itu, dalam bahasa Minahasa \u201cMaimo Kolintang\u201d artinya \u201cMari kita ber-tong-ting-tang\u201d.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kolintang mirip dengan xylophone, di mana keduanya terbuat dari kayu. Bedanya, kolintang hanya memiliki satu baris untuk nada diatonis saja. Cara memainkannya menggunakan dua pemukul dari kayu dengan lilitan karet di ujungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dulu, permainan kolintang bisa bersama alat lain, seperti gitar, bas, dan ukulele. Namun, sekarang telah berkembang ke format ansambel hingga 9 kolintang yang memiliki tugas masing-masing. Awalnya, kolintang memiliki 1 oktaf, sekarang kolintang telah berkembang hingga mencapai 4\u00bd oktaf.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Marakas<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/marakas.jpeg\" alt=\"Marakas\" class=\"wp-image-15044\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/marakas.jpeg 800w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/marakas-300x200.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/marakas-768x512.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Marakas | Image source : Superlive<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sejarah marakas berawal dari Afrika, nama \u201cMaraca\u201d adalah sebutan orang Kolombia untuk alat musik ini. Marakas termasuk alat musik perkusi. Bunyinya berasal dari biji-bijian, kacang, manik-manik atau kerikil yang berada di dalam tempurung marakas ketika dikocok.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Permainan alat musik ini umumnya menggunakan kedua tangan yang masing-masing membawa satu marakas. Marakas adalah alat musik <em>idiophone<\/em> alternatif untuk tamborin. Tempurung marakas terbuat dari kayu atau batok kelapa. Maka dari itu, bunyi marakas lebih hangat daripada Tamborin yang nyaring.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada perkembangannya, alat musik marakas menggunakan bahan yang lebih ringan dan tahan lama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-aerophone\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Baca Juga : 10 Contoh Alat Musik Aerophone dan Cara Memainkannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Tahu Contoh Alat Musik Idiophone?<\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa contoh alat musik idiophone sangat mudah ditemukan dan bahkan bisa dibuat sendiri. Dalam dunia musik, alat musik <em>idiophone<\/em> memiliki keunikan tersendiri karena sumber bunyinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga saat ini, alat musik <em>idiophone<\/em> masih relevan dan hidup untuk menghadirkan suasana baru dalam komposisi musik. Terbukti dari adanya VST atau <em>plugin<\/em> khusus untuk menirukan bunyi alat musik <em>idiophone<\/em>.Anda juga harus tahu kalau pada dasarnya sebagian besar alat musik gamelan adalah <em>idiophone<\/em>, termasuk demung, slenthem, kempul, dan gambang. Namun, ada juga alat musik <em>non-idiophone<\/em> seperti gendang (<em>membranophone<\/em>), suling (<em>aerophone<\/em>), dan rebab (<em>chordophone<\/em>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ternyata ada banyak sekali contoh alat musik idiophone. Apa saja sebenarnya dan bagaimana cara memainkannya? Yuk, cari tahu di sini!\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15016,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1897],"tags":[],"class_list":["post-14995","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesenian","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ternyata ada banyak sekali contoh alat musik idiophone. Apa saja sebenarnya dan bagaimana cara memainkannya? Yuk, cari tahu di sini!\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-16T04:52:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-pixabay-158664.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"531\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya\",\"datePublished\":\"2024-09-16T04:52:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/\"},\"wordCount\":1379,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-pixabay-158664.jpg\",\"articleSection\":[\"Kesenian\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/\",\"name\":\"10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-pixabay-158664.jpg\",\"datePublished\":\"2024-09-16T04:52:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-pixabay-158664.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-pixabay-158664.jpg\",\"width\":640,\"height\":531,\"caption\":\"10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya - Hotelier Studi","og_description":"Ternyata ada banyak sekali contoh alat musik idiophone. Apa saja sebenarnya dan bagaimana cara memainkannya? Yuk, cari tahu di sini!\u00a0","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2024-09-16T04:52:44+00:00","og_image":[{"width":640,"height":531,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-pixabay-158664.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya","datePublished":"2024-09-16T04:52:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/"},"wordCount":1379,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-pixabay-158664.jpg","articleSection":["Kesenian"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/","name":"10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-pixabay-158664.jpg","datePublished":"2024-09-16T04:52:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-pixabay-158664.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-pixabay-158664.jpg","width":640,"height":531,"caption":"10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-alat-musik-idiophone\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Contoh Alat Musik Idiophone serta Jenis dan Cara Memainkannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14995","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14995"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14995\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15051,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14995\/revisions\/15051"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}