{"id":16058,"date":"2024-11-17T23:51:01","date_gmt":"2024-11-17T16:51:01","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=16058"},"modified":"2024-11-17T23:51:01","modified_gmt":"2024-11-17T16:51:01","slug":"pengertian-asimilasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/","title":{"rendered":"Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh"},"content":{"rendered":"\n<p>Manusia berinteraksi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. Tidak ada manusia yang dapat berdiri sendiri karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Selain itu, ruang lingkup interaksi yang luas juga akan menghasilkan asimilasi budaya. Lantas, apa <em>sih <\/em>pengertian asimilasi atau peleburan?<\/p>\n\n\n\n<p>Jika sedang atau ingin mempelajari asimilasi, maka Anda telah menemukan artikel yang tepat. Yuk, baca sampai habis ulasan di bawah ini agar Anda mendapatkan keseluruhan informasinya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Asimilasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Asimilasi sendiri mempunyai banyak pengertian dari para ahli. Sederhananya, asimilasi merupakan budaya baru yang dihasilkan dari peleburan atau pembauran beberapa budaya lama. Proses peleburan ini memakan waktu lama hingga salah satu budaya akan kehilangan ciri khas atau unsur budaya tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Peleburan budaya dalam masyarakat biasanya terjadi karena ingin mengurangi perbedaan antar kelompok. Hasil dari peleburan budaya yang menghasilkan budaya baru ini dapat mencapai tujuan dan kepentingan serta kebaikan bersama dalam masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu syarat terjadinya asimilasi adalah sifat saling toleransi antar masyarakat yang mempunyai nilai-nilai budaya berbeda. Meskipun salah satu budaya hilang, tetapi tidak menimbulkan perpecahan di masyarakat. Peristiwa ini justru semakin mempertipis batas-batas yang ada di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-Ciri Asimilasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Adapun beberapa ciri suatu masyarakat mengalami asimilasi. Silakan intip ciri-cirinya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Berkurangnya Perbedaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada lingkungan masyarakat yang terjadi peleburan budaya, baik kelompok maupun individu akan bergaul dengan mudah. Sebab, proses pembauran budaya ini dapat mengurangi perbedaan. Dengan demikian, masyarakat memiliki rasa toleransi yang sangat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mempererat Kesatuan Tindakan<\/h3>\n\n\n\n<p>Pengertian asimilasi juga memaparkan bahwa peristiwa ini mempunyai tujuan untuk mencapai tujuan dan kepentingan bersama. Itulah sebabnya, ciri masyarakat yang mengalami peleburan budaya akan memiliki kesatuan tindakan yang erat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Interaksi Lebih Intens<\/h3>\n\n\n\n<p>Mengingat batasan pada masyarakat yang mengalami proses asimilasi sangat tipis, maka mereka dapat melakukan kegiatan interaksi lebih intens. Interaksi yang intensif antar individu atau kelompok ini dapat membangun kedekatan dan kerukunan dalam masyarakat yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Peninjauan untuk Kepentingan Umum<\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri terakhir terjadinya peleburan budaya dalam masyarakat adalah adanya peninjauan yang bertujuan untuk kepentingan umum. Lewat kegiatan peninjauan ini, masyarakat akan lebih mudah untuk mengakomodasi keinginan-keinginan bersama. Alhasil, keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat akan terpelihara.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-Jenis Asimilasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Jika Anda sudah puas dengan pembahasan pengertian asimilasi dan cirinya di masyarakat. Penasaran<em> kan <\/em>apa saja jenis-jenisnya? Yuk, cek di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Budaya<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"428\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1.-budaya.jpg\" alt=\"Jenis Asimilasi Budaya \" class=\"wp-image-16060\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1.-budaya.jpg 640w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1.-budaya-300x201.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Jenis Asimilasi Budaya | Image Source: Pexels<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Jenis asimilasi budaya ini biasanya melibatkan dua, tiga, atau lebih budaya dalam masyarakat yang akan melahirkan budaya baru. Salah satu dari budaya lama tersebut akan kehilangan ciri khasnya. Kondisi ini bisa terjadi karena budaya yang hilang hanya memiliki kelompok cukup sedikit.<\/p>\n\n\n\n<p>Budaya baru yang lahir dari hasil proses peleburan akan mengadopsi bahasa, ideologi, dogma, nilai, kepercayaan dari semua suku atau budaya yang terlibat. Contoh kasus yang dapat menghasilkan peleburan budaya adalah transmigrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kolaborasi budaya penduduk asli dengan penduduk pendatang inilah yang akan melahirkan budaya baru. Jika keberadaan penduduk pendatang lebih dominan, maka bisa jadi budaya penduduk asli akan hilang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Perkawinan<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"471\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2.-perkawinan.jpg\" alt=\"Perkawinan\" class=\"wp-image-16061\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2.-perkawinan.jpg 640w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2.-perkawinan-300x221.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Perkawinan | Image Source: Pexels<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Pengertian asimilasi atau peleburan juga meliputi perkawinan. Pembauran budaya ini berasal dari dua individu dengan latar belakang beda suku atau bahkan bangsa. Lalu, menikah secara sah, baik menurut agama maupun pemerintah. Dua insan dengan latar belakang yang berbeda ini dinamakan dengan asimilasi perkawinan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ilustrasi contoh untuk memudahkan Anda memahaminya, yaitu masyarakat suku Jawa yang merantau ke Kalimantan dan tinggal selama bertahun-tahun di sana. Seiring berjalannya waktu, banyak anak-anak dari suku Jawa yang menikah dengan keturunan suku Kalimantan. Nah, inilah awal mula dari asimilasi perkawinan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Struktural<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"870\" height=\"567\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3.-Struktural.jpeg\" alt=\"Struktural\" class=\"wp-image-16062\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3.-Struktural.jpeg 870w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3.-Struktural-300x196.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3.-Struktural-768x501.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 870px) 100vw, 870px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Struktural | Image Source: Freepik<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Jenis peleburan struktural biasanya lebih mengarah pada lembaga formal yang terjadi dalam sistem pemerintahan. Dengan kata lain, komponen-komponen yang berbeda dalam lembaga sosial akan melebur. Proses peleburan komponen tersebut akan mempertimbangkan unsur-unsur yang menyangkut kemasyarakatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Linguistik<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"842\" height=\"582\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4.-Linguistik.jpeg\" alt=\"Linguistik\" class=\"wp-image-16063\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4.-Linguistik.jpeg 842w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4.-Linguistik-300x207.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4.-Linguistik-768x531.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 842px) 100vw, 842px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Linguistik | Image Source: Freepik<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Pengertian asimilasi linguistik, yaitu peleburan komponen bahasa dalam suatu masyarakat sebagai bahasa yang digunakan sehari-hari. Peleburan bahasa ini dapat memudahkan masyarakat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan peradaban.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahasa <em>gaul <\/em>atau <em>alay <\/em>merupakan contoh hasil bahasa baru yang berasal dari peleburan bahasa. Tak hanya menghasilkan kosakata bar, peleburan bahasa juga memiliki penekanan kata.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Agama<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"863\" height=\"508\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5.-Agama.jpeg\" alt=\"Agama\" class=\"wp-image-16064\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5.-Agama.jpeg 863w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5.-Agama-300x177.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5.-Agama-768x452.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 863px) 100vw, 863px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Agama | Image Source: Freepik<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Berikutnya adalah peleburan agama yang ditandai dengan kolaborasi dua keyakinan berbeda atau lebih. Dalam hal ini, panduan dari masing-masing agama tidak mengalami perpaduan atau peleburan, tetapi peleburan terjadi pada proses penyelenggaraan ritual ibadah.<\/p>\n\n\n\n<p>Walaupun demikian, peleburan agama ini tidak membuat pemeluk masing-masing agama kehilang inti agama yang mereka percayai. Sebagai contoh, umat Kristen, Hindu, Budha, atau Katolik yang menghadiri acara 40 harian orang yang sudah meninggal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka yang mengikuti penyelenggaraan 40 harian tersebut masih memeluk nilai-nilai agama yang mereka anut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Arsitektur<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"880\" height=\"576\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6.-Arsitektur.jpeg\" alt=\"Arsitektur\" class=\"wp-image-16065\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6.-Arsitektur.jpeg 880w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6.-Arsitektur-300x196.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6.-Arsitektur-768x503.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 880px) 100vw, 880px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Arsitektur | Image Source: Freepik<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Pengertian asimilasi arsitektur adalah peleburan konstruksi bangunan sehingga menghasilkan ciri arsitektur yang baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan dari peleburan arsitektur ini untuk mendekatkan pola yang berbeda dalam masyarakat dengan setiap komponen kehidupan. Contoh asimilasi arsitektur antara lain adalah masjid dengan arsitektur Tionghoa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Kewarganegaraan<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"841\" height=\"559\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/7.-Kewarganegaraan.jpeg\" alt=\"Kewarganegaraan\" class=\"wp-image-16066\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/7.-Kewarganegaraan.jpeg 841w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/7.-Kewarganegaraan-300x199.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/7.-Kewarganegaraan-768x510.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 841px) 100vw, 841px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Kewarganegaraan | Image Source: Freepik<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Kelompok yang berasal dari suatu negara ke negara lain kemudian mengganti kewarganegaraan mereka merupakan bentuk asimilasi kewarganegaraan. Umumnya, alasan yang mendasari peleburan kewarganegaraan adalah kepentingan politik atau ingin berkecimpung dalam pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Sikap Resepsional<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"982\" height=\"583\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/8.-Sikap-Resepsional.jpeg\" alt=\"Sikap Resepsional\" class=\"wp-image-16067\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/8.-Sikap-Resepsional.jpeg 982w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/8.-Sikap-Resepsional-300x178.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/8.-Sikap-Resepsional-768x456.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 982px) 100vw, 982px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sikap Resepsional | Image Source: Freepik<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Beberapa kelompok atau etnik tertentu terkadang mempunyai batasan, label, stigma, atau stereotip yang membatasi interaksi sosial. Demi mengatasi masalah ini, biasanya antar kelompok tersebut akan menguranginya atau melakukan asimilasi sikap resepsional.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Faktor Pendorong Asimilasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Supaya wawasanmu tentang pengertian asimilasi bertambah, ketahui juga faktor penyebabnya. Secara garis besar, ada dua faktor yang menyebabkan peleburan, yakni sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Faktor Pendorong<\/h3>\n\n\n\n<p>Adapun beberapa faktor pendorong yang membantu mempercepat terjadinya asimilasi, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Rasa toleransi yang tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Adanya musuh atau ancaman dari luar.<\/li>\n\n\n\n<li>Perkawinan campuran.<\/li>\n\n\n\n<li>Sikap terbuka dan menghargai orang asing beseta dengan kebudayaannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Mempunyai unsur kebudayaan yang sama.<\/li>\n\n\n\n<li>Kesempatan yang sama untuk mencapai ekonomi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Faktor Penghalang<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada kenyataannya, ada banyak faktor yang menghalangi terjadinya asimilasi dalam masyarakat. Berikut merupakan sejumlah faktor penghalang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Adanya perasaan budaya tertentu mempunyai kedudukan lebih tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Keberadaan kelompok terasing atau minoritas.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemikiran negatif terhadap budaya baru.<\/li>\n\n\n\n<li>Rasa bangga berlebihan pada suatu kelompok sehingga tidak mengakui keberadaan kebudayaan kelompok lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Adanya perbedaan kepentingan individu atau kelompok.<\/li>\n\n\n\n<li>Gangguan terhadap golongan minoritas dari golongan yang lebih berkuasa.<\/li>\n\n\n\n<li>Perbedaan fisik seperti warna kulit, warna rambut, dan tinggi badan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kurangnya ilmu pengetahuan terhadap budaya yang baru masuk.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Asimilasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Anda bisa memahami pengertian asimilasi lebih mudah dengan memperhatikan contoh berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Musik dangdut merupakan peleburan musik India dengan musik tradisional.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Orang Indonesia mengenakan <em>bikini <\/em>ketika berada di pantai. Pakaian tersebut biasa digunakan oleh warga negara barat, namun warga Indonesia mengikutinya.<\/li>\n\n\n\n<li>Makan menggunakan garpu dan sendok merupakan kebiasaan kaum elit Eropa. Namun, sekarang warga Indonesia jarang yang makan menggunakan tangan melainkan menggunakan sendok dan garpu.<\/li>\n\n\n\n<li>Tari Lenong dan Tari Cokek merupakan hasil peleburan budaya Betawi dengan budaya China.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Pembahasan Pengertian Asimilasi Membantumu?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada banyak pengertian asimilasi menurut pendapat ahli. Namun, kesimpulan dari semua pendapat tersebut, yaitu asimilasi merupakan proses peleburan budaya yang mencakup adat istiadat, nilai-nilai, dan ideologi yang menghasilkan budaya baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Asimilasi juga bisa terjadi jika memang budaya yang ada terus berubah karena berupaya untuk menyesuaikan dengan kondisi globalisasi dan perkembangan zaman. Anda juga harus memahami bahwa meski bisa mempererat kesatuan, budaya minoritas benar-benar bisa terlupakan karena dominasi budaya mayoritas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ingin tahu contoh asimilasi dalam kehidupan sehari-hari? Mari pahami lebih dalam pengertian asimilasi beserta pembahasan terkait lainnya!<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16059,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1969],"tags":[],"class_list":["post-16058","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pengertian","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ingin tahu contoh asimilasi dalam kehidupan sehari-hari? Mari pahami lebih dalam pengertian asimilasi beserta pembahasan terkait lainnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-17T16:51:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4589981_2410614-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1523\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh\",\"datePublished\":\"2024-11-17T16:51:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/\"},\"wordCount\":1167,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4589981_2410614-scaled.jpg\",\"articleSection\":[\"Pengertian\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/\",\"name\":\"Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4589981_2410614-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2024-11-17T16:51:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4589981_2410614-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4589981_2410614-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1523,\"caption\":\"Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh - Hotelier Studi","og_description":"Ingin tahu contoh asimilasi dalam kehidupan sehari-hari? Mari pahami lebih dalam pengertian asimilasi beserta pembahasan terkait lainnya!","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2024-11-17T16:51:01+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1523,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4589981_2410614-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh","datePublished":"2024-11-17T16:51:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/"},"wordCount":1167,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4589981_2410614-scaled.jpg","articleSection":["Pengertian"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/","name":"Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4589981_2410614-scaled.jpg","datePublished":"2024-11-17T16:51:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4589981_2410614-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4589981_2410614-scaled.jpg","width":2560,"height":1523,"caption":"Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-asimilasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Asimilasi: Ciri, Jenis, Faktor, dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16058","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16058"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16058\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16070,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16058\/revisions\/16070"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16059"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16058"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16058"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16058"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}