{"id":2105,"date":"2024-11-10T22:43:10","date_gmt":"2024-11-10T15:43:10","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=2105"},"modified":"2024-11-10T22:43:10","modified_gmt":"2024-11-10T15:43:10","slug":"cerpen-tentang-ibu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/","title":{"rendered":"6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek!"},"content":{"rendered":"\n<p>Ibu adalah sosok pahlawan untuk anak-anaknya karena jasa-jasanya yang begitu besar. Bahkan banyak orang yang membuat cerpen sebagai rasa terima kasih dan tanda sayang kepada ibu tercinta. Pada artikel ini akan diuraikan kumpulan cerpen tentang ibu yang menyentuh hati dan bisa bikin mewek.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cerpen tentang Ibu yang Menyentuh Hati<\/h2>\n\n\n\n<p>Adapun kumpulan cerpen tentang ibu yang menarik untuk dibaca karena menyentuh hati yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Sulitnya Mencintaimu<\/h3>\n\n\n\n<p>Cerpen tentang ibu pertama diambil dari karya Anisa Fitri dengan isi cerita sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sebuah desa, hiduplah seorang gadis cantik bernama Putri Almera. Gadis itu tinggal di sebuah rumah yang sederhana namun nyaman karena letaknya yang jauh dari kendaraan yang berlalu lalang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dia adalah gadis cantik yang sangat berbakti kepada kedua orang tua dan Allah SWT. Almera tinggal hanya berdua dengan ibunya karena ayahnya sudah meninggal dunia sejak dia dalam kandungan. Setiap hari ibunya berjualan jajanan tradisional sebagai sumber utama untuk makan sehari-hari.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Almera saat ini berusia 15 tahun, usia dimana sedang bahagia-bahagianya bermain dan belajar bersama teman. Tidak hanya itu, dia juga anak yang berprestasi di sekolah dan sangat rajin beribadah. Sahabat Almera bernama Alya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di suatu pagi yang cerah, Almera terlihat masih tertidur di kamarnya. Dia sangat mengantuk karena terjaga semalaman untuk mengerjakan PR dan juga menjaga ibunya yang sedang sakit.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibu Almera berjalan mendekati kamar anaknya yang tidak berpintu dan hanya ditutupi sehelai kain batik milik ibunya. Terdengar suaranya yang merintih serak berusaha untuk membangunkan Almera.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMer, ba-bangun sayang sudah siang sudah dijemput Alya tuh..\u201c Almera yang terkejut, langsung terbangun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dAstaghfirullah\u2026\u2026 Maaf ibu aku sangat mengantuk. Maaf aku juga lupa shalat subuh,\u201d ucap Almera mengantuk. Karena begadang dia sampai lupa shalat subuh.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak apa-apa sayang. Ibu mengerti tapi, jangan diulangi lagi,\u201d ucap ibu lembut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Tapi Aku takut Allah marah. Takut aku, bu,\u201d tiba-tiba Almera terisak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dAlmera putri ibu. Allah SWT melihat semua kebaikanmu, nak. Sudahlah mandi sana berangkat sekolah,\u201c ucap Ibu. Almera pun beranjak untuk pergi ke sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>4 tahun kemudian, umur Almera menginjak 19 tahun. Di usia masih bersahabat dengan Alya. Saat lulus SMA, dia menjadi lulusan terbaik dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah ke Bandung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun dia ragu, mengingat kondisi ibunya yang semakin parah akibat sakit. Selain itu, Almera juga tidak mau berpisah dengan Alya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Walau begitu, ibunya mendukung 100% cita-cita Almera.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPergilah, nak. Jangan khawatirkan ibu. Ada Allah yang menjaga ibu,\u201d ucap ibu sambil tersenyum. Dia berusaha meyakinkan Almera.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBismillah insyaAllah aku akan bahagiakanmu ibu,\u201d jawaban Almera.<\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya Almera berangkat dengan isak tangis bercampur rasa bangga ibu dan sahabatnya. Lambaian tangan Almera menjadi pertanda bahwa dia sudah meninggalkan kampung halamannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di Bandung, Almera tinggal di sebuah kos-kosan dekat dengan kampusnya. Jadwal kuliahnya yang sangat padat membuatnya kadang lupa sholat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Almera juga mengenal indahnya cinta hingga makin jauh dengan Allah SWT. Ia bahkan lupa ibu dan sahabatnya yang ada di kampung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga pada suatu malam yang dingin, Almera baru pulang dari kampus pukul 07.30. Saat itu, Almera dijemput oleh kekasihnya bernama Angga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun semenjak tinggal di Bandung, dia berubah menjadi gadis yang cantik. Namun, karena mengikuti alurnya kota dan zaman yang maju, dia lupa akan kesederhanaannya dan pada orang tuanya di kampung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGua anter pulang, ya, Mer?\u201d tawar Angga.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya deh capek banget ni. Gue kuliah sampai malem gini,\u201d ucap Almera dengan wajah lesu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Angga adalah seorang pria tampan kaya raya. Mereka berpacaran baru enam bulan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Gua langsung pulang ya udah malem.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLangsung tidur, Mer, besok gue jemput,\u201d ucap Angga seraya tersenyum.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOke,\u201d Almera mengangguk.<\/p>\n\n\n\n<p>Almera pun langsung masuk ke dalam kosannya. Setelah itu langsung meletakkan semua alat kuliahnya dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur yang sedikit tidak nyaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun karena kantuk yang dirasakannya, Almera tertidur tanpa melaksanakan sholat, baik itu maghrib ataupun isya. Dia tertidur hingga terbawa di dalam mimpi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak tidak ibu..ibu.. jangan bu. Jangan. Almera sayang sama ibu. Jangan bu!\u201d Almera berteriak dengan keringat yang bercucuran di wajahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAstaghfirullah. Cuma mimpi,\u201c ucapnya sambil mengelap keringat di keningnya.&nbsp; Tiba-tiba, Almera meneteskan air matanya. Lalu teringat pada ibunya, \u201cibu!\u201d bisik Almera sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAstaghfirullah apa yang sudah aku lakukan\u2026 ampuni aku ya Allah,\u201c ucap Almera.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dia kemudian bangkit dari tempat tidurnya, lalu melaksanakan sholat malam dua rakaat. Selama sholat, dia terus menangis terisak. Dia teringat pada dosa-dosanya kepada ibu dan kepada Allah SWT. Selesai sholat Almera berdo\u2019a.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa Allah yang maha pengampun. Ampunilah Almera ya Allah. Maafkan hamba yang khilaf ini. Maaf sudah lalai terhadap diri ini. Hamba sudah melupakanmu dan ibuku,\u201d ucap Almera sambil menangis. Kini dia sadar sudah melupakan Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<p>Di pagi hari, saat sekitar pukul 04.39, Almera sholat subuh untuk kemudian bergegas pergi ke kampus.&nbsp; Di dalam hati Almera berdo\u2019a, \u201cYa Allah, begitu mudah aku melupakan ibu. Melupakan Engkau juga Rabbku. Begitu mudah sekali bagiku untuk mencintai Angga. Jagalah hati dan diri ini untuk seterusnya ya Allah.\u201c<\/p>\n\n\n\n<p>Almera pergi ke kampus dengan hati tenang. Dia pun berniat untuk menghentikan hubungannya dengan Angga. Dia ingin lebih dekat kepada Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<p>Kini Almera sadar begitu sulitnya menjaga keistiqomahan. Menjaga iman dan karna gemerlapnya dunia, sehingga kecintaan Almera kepada Allah dan ibunya tergoyahkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah kejadian itu, dia lebih sering menghubungi ibunya di desa. Memberi kabar bahwa dia baik-baik saja. Dia juga meminta maaf kepada ibunya. Dia juga memberi kabar bawakan akan pulang libur semester ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Ibu, Maafkan Aku\u2026!!!<\/h3>\n\n\n\n<p>Cerpen tentang ibu selanjutnya ini berdasarkan pada karya Zakiah. Adapun isinya sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>Suatu malam, Ana bertengkar dengan ibunya. Dia sangat marah, bahkan meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat setengah jalan, dia baru menyadari bahwa tidak membawa uang sama sekali. Hingga dia melewati sebuah kedai bakmi dengan aroma masakan yang menggoda.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dia ingin bakmi itu, tapi tidak memiliki cukup uang. Pemilik kedai yang melihat Ana hanya berdiri cukup lama, langsung saja mendekatinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Nona. Mau pesan bakmi?&#8221; tanya pemilik kedai.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Iya. Tapi aku tidak punya uang,&#8221; ucap Ana malu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,\u201d ucap si pemilik kedai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSilakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu,\u201d tambahnya lagi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selang beberapa lama, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ana langsung saja makan beberapa suap. Namun tiba-tiba air matanya mulai berlinang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAda Apa nona?\u201d Tanya pemilik kedai.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak apa-apa. Aku hanya terharu.&#8221; jawab Ana. Dia mencoba mengeringkan air matanya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBahkan, seorang yang baru kukenal. Memberiku semangkuk bakmi! Namun, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, dia mengusirku. Dia mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah.\u201d ucap Ana<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKau, seorang yang baru kukenal. Tetapi begitu peduli denganku. Dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri kau sangat baik.&#8221; katanya kepada pemilik kedai.<\/p>\n\n\n\n<p>Mendengar perkataan Ana tersebut, pemilik kedai langsung menarik nafas panjang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini. Aku hanya memberimu bakmi, dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak nasi dan bakmi untukmu bahkan sejak kamu kecil sampai saat ini. Mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya.\u201d ucap pemilik kedai.<\/p>\n\n\n\n<p>Mendengar hal itu, Ana langsung terhenyak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk hanya satu mangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, ku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yang memasak untukku bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku. Malah mempersoalkan hal sepele dan bertengkar dengannya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ana, segera menghabiskan bakminya. Lalu menguatkan dirinya agar cepat pulang ke rumahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat berjalan ke rumah, dia menyusun kata-kata untuk ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, dia melihat ibunya dengan wajah cemas dan pucat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama ibu katakan \u201cAna kau sudah pulang? Cepat masuklah! Aku telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan menjadi dingin, bila kamu tidak makan sekarang\u201d ucap ibu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat itu juga, Ana tidak bisa menahan tangisnya. Dia menangis di hadapan ibunya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Rindu Ibu<\/h3>\n\n\n\n<p>Cerpen tentang rindu ibu selanjutnya ini memiliki alur cerita sebagai berikut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terlampau sering aku iri pada orang di sekitarku. Aku jarang bertemu ibu, sedangkan teman-temanku selalu mendapatkan kasih sayang penuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sabar sayang. Ibu bukan tidak sayang. Tapi dia harus bekerja dulu,&#8221; ucap Ayah setiap harinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ibuku seorang TKW di Singapura. Alih-alih mengurus anaknya sendiri, ibu malah mengurus anak orang lain. Selama ini aku hanya menghubungi ibu dari Video Call. Kadang aku acuh dan marah padanya saat VC karena memang aku merindukannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tampak jelas, jika ibu kecewa. Tapi dia juga tahu bahwa anaknya selalu minta pulang, tapi dia tak bisa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIbu di sini karena kamu. Sabar, ya tinggal beberapa bulan lagi ibu pulang.\u201d Kalimat&nbsp; itu sudah sering aku dengar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kadang rasa kesalku ini berlanjut di sekolah sehingga aku malas belajar. Beruntung, teman-temanku sering mengajak aku bermain, sehingga rasa kesalku berkurang. Hingga pada suatu hari, ada seorang siswa baru, namanya Abi. Dia datang dari kampung yang jauh dan pindah kesini karena ayahnya pindah kerja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kebetulan saat itu, Ani duduk di dekatku. Aku menyapanya ramah dan mencoba berkenalan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dia terlihat sebagai anak yang baik. Namun saat diajak bermain dia selalu menolak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAku mau bantu ayah bekerja.\u201d Jawab Ani setiap kami ajak bermain.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada suatu pagi, aku datang ke sekolah dengan wajah muram. Alasan yang sama yaitu rindu pada ibu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ani yang melihatnya pun penasaran. \u201cKamu kenapa Debi? Ko cemberut?\u201d tanya Ani.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKesal sama ibu,\u201d jawabku singkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ani tambah penasaran. \u201cKenapa kesal?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku pun menceritakannya pada Ani.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ani tersenyum mendengarnya dan terlihat \u2018lega\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAni, kenapa kamu malah tersenyum? Bukankah kamu akan kesal jika mengalami hal yang sama seperti aku?\u201d tanyaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Ani pun menjawab singkat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKamu beruntung,\u201d jawab Ani. Aku tambah kesal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKenapa bisa disebut beruntung?\u201d Tanyaku.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKamu beruntung karena masih punya ibu,\u201d jawab Ani. Aku sedikit kaget.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIbuku meninggal beberapa bulan lalu. Dia meninggal karena kecelakaan. Aku pindah kesini karena bapak ingin melupakan momen bersama ibu. Dia bekerja sebagai pedagang keliling. Bisnis bapak hancur karena terus ingat ibu,\u201d ucap Ani.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAku dengan ayah sama. Perasaanku sama. Aku rindu dan hancur tanpa ibu. Berat meninggalkan kampung halaman. Kampung di mana aku besar dengan ibu di sana,\u201d ucap Ani.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTetapi hidup terus berjalan. Bapak juga perlu bekerja.\u201d tambah Ani<\/p>\n\n\n\n<p>Aku hanya terdiam mendengar ceritanya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDebi, maaf kalau aku lancang. Atau mungkin seperti sok tahu. Tapi ingatlah! ibumu masih ada walau jarak jauh. Kasih sayangnya membuat ibumu harus pergi. Tak apa, ibumu pasti pulang. Rindu yang akan terbalaskan. Meski masih lama itu rindu yang menyenangkan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSementara aku. Rinduku tak akan terbalas. Rasa kangenku sulit disembuhkan,\u201d ucap Ani<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah perbincangan hangat itu, aku tak ada kesal karena rindu. Namun aku memilih menunggu dengan bahagia karena rindu ibu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Belaian Ibu<\/h3>\n\n\n\n<p>Adapun cerpen tentang ibu ini berdasarkan pada karya Sri Rohmatiah Djalil yang isinya sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>Dum \u2026 dum \u2026 dum<\/p>\n\n\n\n<p>Terdengar suara benda keras dari kamar sebelah. Aku pun memastikan ke sumber suara. Tampak kaki adik bungsu menendang dinding kamar. Dia menendang dengan marah. Air bening bergulir dari kelopak mata.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKenapa, Dik?\u201d tanyaku penasaran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIbu mana, Kak?\u201d dia bertanya balik sembari sesegukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Iya, adikku ini walaupun sudah kelas empat SD masih sangat manja. Jika pulang bermain ada saja yang ditangisi. Tapi dirinya bukan sedih karena bertengkar atau kehilangan mainan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKaak \u2026 panggil ibu!\u201d bentaknya bikin kaget.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku pun langsung berlari ke arah Ibu berada. Seperti biasa, hari libur adalah waktunya ibu membuat pizza untuk kami terutama adik-adikku. Aku juga sebenarnya suka. Namun saat ini lagi mengurangi <em>junk food<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAnak cewek harus langsing tubuhnya. Jaga kesehatan!\u201d pesan ibu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMakan dikit boleh kan, Bu. masa adik terus,\u201d protesku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBoleh, makanya ibu membuat pizza hanya hari Minggu saja. Supaya kalian tidak terlalu banyak konsumsi terigu,\u201d ucapnya saat itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Kadang adik bungsu protes, karena ibu membatasi makan pizza, \u201cIbu pelit. kata Pak Guru Ozy. Jika pelit, kelak kuburannya sempit,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMakanya, ibu membuat pizza tidak setahun sekali,\u201d tegas Ibu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIbuuuuuuu \u2026.\u201d teriak adik lagi. Aku langsung mencolek ibu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAdik nangis, Bu. Cepat ke sana. Nanti dia ngamuk!\u201d ucapku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKenapa dia, Kak?\u201d tanya Ibu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPalingan berantem sama temannya. Cepat, Bu. Dia pukul-pukul tembok\u2026\u201d seruku.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibu segera berlari ke kamar adik. \u201cJaga oven ya! Sebentar lagi pizza-nya mateng. Jangan lupa lihat lewat kaca oven,\u201d perintah Ibu. Aku hanya mengangguk.<\/p>\n\n\n\n<p>Lagi-lagi aku yang harus menjaga kompor. Bukan tidak mau membantu Ibu. Aku sering lupa tidak melihat kue di oven. Akhirnya gosong, kena omel juga. \u201dIngat jangan sambil main game!\u201d teriak ibu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku langsung meletakkan HP di meja makan. Mataku tertuju ke arah kompor. Hidungku pasang alarm.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJika sudah wangi. Atasnya menguning segera matikan kompor. Keluarkan pizza dari pemanggang.\u201d kata Ibu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Benar saja, tidak berapa lama pizza sudah wangi dan menguning. Langkah pertama aku segera mematikan kompor. Selanjutnya roti bundar dengan berbagai toping aku keluarkan dari oven.<\/p>\n\n\n\n<p>Mendengar teriakan adik yang semakin menjadi. Aku pun menyusul ibu ke kamar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBu! Si Fulan tadi ngatain aku jelek.\u201d ucap adik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLagi-lagi masalah bully. Cengeng amat anak laki,\u201d cibirku.<\/p>\n\n\n\n<p>Mendengar ucapanku, adik semakin teriak. Persis seperti panci presto saat ibu memasak daging.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKakak jahat, Kakak jahat!\u201d teriak adik<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDuduk sini, Kak!\u201d perintah Ibu.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku pun tidak bisa menolak. Aku duduk di samping ibu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cEh \u2026 Kak! ambilkan pizza dan air minum, ya. Bawa ke sini!\u201d perintah Ibu lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selang beberapa menit, aku membawa satu piring pizza dengan air putih sesuai permintaan Ibu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAyo minum dan makan dulu pizza-nya. Ini empuk banget mirip pipimu, Dik!\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mendengar pizza adik mulai tenang dan duduk bersebelahan dengan Ibu. Dengan lahap dia memakan pizza kesukaannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut teori, jika selesai menangis, anak cenderung lapar. Lebih baik jangan diajak bicara tetapi beri makanan. Teori itu memang benar. Ibu tak perlu ngomel atau memarahi anak-anak yang menangis. Cukup bawa makanan kesukaannya. Setelah itu, ajak ngobrol.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Intinya Ibu tidak pernah memberi saran untuk melawan teman-temannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dBesok juga mereka lupa. Lalu main lagi. Adik hanya perlukan pelukan dan makanan. Kakak jangan ikut meledek! Kan sudah besar.\u201d ucap ibu<\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata benar apa kata Ibu, besoknya adik main lagi. Tentunya bersama temannya yang manggil dia jelek dan adik pun lupa. Mungkin terhipnotis belaian ibu dan enaknya pizza.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Demi Kesembuhan Anakku<\/h3>\n\n\n\n<p>Adapun cerpen tentang ibu berikutnya mengenai perjuangan untuk kesembuhan anaknya. Ceritanya sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>Suatu waktu, di sebuah desa terpencil, hidup seorang anak dan ibu bernama Marniah. Suaminya telah meninggal dunia sejak setahun lalu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap harinya, ibu bekerja sebagai pengumpul barang bekas untuk dijual. Anaknya pun yang masih kelas 3 SD juga sering membantu ibu di tempat kerja. Namun suatu hari sepulang sekolah, anak menjadi korban kecelakaan sehingga harus dirawat di rumah sakit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mendengar hal tersebut, ibu langsung bergegas tanpa pamit untuk melihat anak di Puskesmas. Sesampainya disana, ibu langsung menangis histeris karena melihat putranya terkapar pingsan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIbu ini ibunya anak ini..?\u201d tanya dokter yang baru datang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya pak, saya ibunya. Bagaimana keadaan anak saya, dok..?\u201d tanya sang ibu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAnak ibu menjadi korban tabrak lari. Keadaannya saat ini cukup parah. Dia harus menerima perawatan intensif. Hal ini karena cedera di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan..\u201d jawab Dokter.<\/p>\n\n\n\n<p>Mendengar jawaban tersebut, sang Ibu hanya bisa bersedih. Disisi lain, dia juga membayangkan bagaimana mendapatkan uang untuk pengobatan anaknya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, ibu mengunjungi tempat bosnya bekerja untuk meminta dana. Pemilik usaha bersedia mengabulkan permintaannya, dengan satu syaratnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya akan membantu ibu dengan meminjamkan uang. Namun sebagai gantinya, ibu harus bekerja disini seperti biasa. Namun 80% dari gaji ibu, setiap hari akan saya tarik untuk angsuran pinjaman..\u201d ucap pemilik usaha.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu saja ini bukanlah hal yang mudah. Hal ini karena untuk biaya hidup sehari-hari saja masih kurang. Namun karena memikirkan nasib anaknya, ibu Marniah pun akhirnya setuju.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBaik, pak. Saya setuju dengan syaratnya.\u201d jawab ibu.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah menjalani pengobatan selama beberapa hari, akhirnya anaknya berangsur sembuh. Dia akhirnya diperbolehkan untuk pulang dan sekolah kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun sang ibu juga harus bekerja di tempat lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini karena dari tempat pekerjaan sebelumnya sudah dipotong 80%.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Ibuku Malaikatku<\/h3>\n\n\n\n<p>Adapun cerpen tentang ibu selanjutnya berjudul \u201cIbuku Malaikatku\u201d dengan isi sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>Awal kisah ini bermula sejak ayah Ibnu terkena stroke setahun yang lalu. Ibu Ibnu seorang diri mencari nafkah untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ibnu yang saat itu masih duduk di kelas 6 SD tidak mampu berbuat banyak. Namun sebentar lagi Ibnu akan segera mengakhiri masa SDnya dan beranjak ke SMP.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah karena itu, banyak keperluan yang perlu dipersiapkan, seperti seragam, buku dan biaya pendaftaran. Disisi lain ayah juga harus rutin berobat sekali sebulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya, mau tidak mau ibu harus bekerja lebih keras lagi setiap harinya. Ibnu bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri sekolahnya saja agar bisa membantu ibu dalam bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibnu pernah menawarkan ide tersebut kepada ibu, namun dia langsung membentak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan, kamu harus tetap sekolah. Tidak boleh berhenti bagaimanapun keadaan ekonomi kita. Kamu adalah anak satu-satu kami.\u201d jawab ibu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTapi bu, aku sangat kasihan melihat ibu. Setiap hari bekerja keras untuk semua ini. Aku tidak ingin lagi merepotkan ibu..\u201d lirih Ibnu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan sayang! Soal itu tidak perlu kamu pikirkan. Lanjutkan saja pendidikanmu! Rajinlah belajar! Agar cita-citamu bisa tercapai..\u201d jawab ibu.<\/p>\n\n\n\n<p>Semenjak percakapan itu, setiap kali pulang sekolah, Ibnu selalu pergi ke tempat ibu bekerja. Setiap hari ia datang kesana untuk membantu rutinitas ibunya. Meskipun sebenarnya ibu menolak, tapi Ibnu akan memaksa.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibu adalah malaikat di dunia. Berkorban seluruh jiwa raga setiap hari untuk anaknya dan suaminya. Semoga kelak di akhirat, ibu dan bapak kita mendapat ganjaran setimpal dari Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Tahu Contoh Cerpen Tentang Ibu?<\/h2>\n\n\n\n<p>Nah setelah membaca 6 cerpen tentang ibu tersebut, bagaimana pendapatmu? Sangat menyentuh, bukan? Kamu juga bisa membuat cerpen sendiri sesuai dengan kisah yang ditemukan sehari-hari sebagai bentuk rasa cinta pada ibu. Semoga bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibu adalah sosok pahlawan untuk anak-anaknya karena jasa-jasanya yang begitu besar. Bahkan banyak orang yang membuat cerpen sebagai rasa terima<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2106,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[487],"class_list":["post-2105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","tag-cerpen-tentang-ibu","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek! - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek! - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ibu adalah sosok pahlawan untuk anak-anaknya karena jasa-jasanya yang begitu besar. Bahkan banyak orang yang membuat cerpen sebagai rasa terima\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-10T15:43:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-pixabay-51953.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"424\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek!\",\"datePublished\":\"2024-11-10T15:43:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/\"},\"wordCount\":2868,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-pixabay-51953.jpg\",\"keywords\":[\"cerpen tentang ibu\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/\",\"name\":\"6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek! - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-pixabay-51953.jpg\",\"datePublished\":\"2024-11-10T15:43:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-pixabay-51953.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-pixabay-51953.jpg\",\"width\":640,\"height\":424,\"caption\":\"6 Kumpulan cerpen tentang Ibu menyentuh hati, bikin mewek!\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek! - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek! - Hotelier Studi","og_description":"Ibu adalah sosok pahlawan untuk anak-anaknya karena jasa-jasanya yang begitu besar. Bahkan banyak orang yang membuat cerpen sebagai rasa terima","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2024-11-10T15:43:10+00:00","og_image":[{"width":640,"height":424,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-pixabay-51953.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"14 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek!","datePublished":"2024-11-10T15:43:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/"},"wordCount":2868,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-pixabay-51953.jpg","keywords":["cerpen tentang ibu"],"articleSection":["Bahasa Indonesia"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/","name":"6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek! - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-pixabay-51953.jpg","datePublished":"2024-11-10T15:43:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-pixabay-51953.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pexels-pixabay-51953.jpg","width":640,"height":424,"caption":"6 Kumpulan cerpen tentang Ibu menyentuh hati, bikin mewek!"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/cerpen-tentang-ibu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2105"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2107,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2105\/revisions\/2107"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}