{"id":23018,"date":"2023-11-20T09:41:39","date_gmt":"2023-11-20T02:41:39","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=23018"},"modified":"2023-11-20T09:41:39","modified_gmt":"2023-11-20T02:41:39","slug":"ciri-ciri-zaman-mesozoikum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/","title":{"rendered":"Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya&nbsp;"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebelum memasuki masa atau zaman modern, dunia telah melewati banyak zaman yang mungkin Anda belum ketahui. Salah satunya adalah zaman pertengahan atau <em>Mesozoikum, <\/em>di mana pada saat itu terdapat banyak reptil berbadan besar. Lalu, apa ciri-ciri zaman <em>Mesozoikum<\/em><em> <\/em>yang membedakan dengan zaman lainnya?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Mesozoikum<\/h2>\n\n\n\n<p>Zaman <em>Mesozoikum <\/em>adalah sebuah peralihan zaman antara tahun 252 juta hingga 65 juta tahun yang lalu. Peralihan yang terjadi pada masa ini menjadi titik utama berubahnya zaman purba menuju lahirnya manusia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Arti dari kata <em>Mesozoikum <\/em>sendiri berdasarkan bahasa Yunani <em>meso<\/em> yang artinya antara dan <em>zoon<\/em> yang artinya makhluk hidup. Zaman ini termasuk dalam ketiga masa <em>Fanerozoikum <\/em>menurut ilmu geologi yang diawal dengan <em>Paleozoikum <\/em>dan berlanjut menuju zaman terakhir yaitu <em>Kenozoikum.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Masa peralihan memiliki tiga istilah berbeda yaitu zaman reptil besar, zaman pertengahan, dan zaman sekunder.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Evolusi Masa Peralihan<\/h2>\n\n\n\n<p>Selain itu, ciri-ciri zaman <em>Mesozoikum<\/em><em> <\/em>yang paling khas sebagai zaman pertengahan adalah adanya reptil berukuran raksasa. Reptil-reptil pada masa <em>Mesozoikum <\/em>memiliki ukuran yang sangat besar sekaligus berbanding terbalik dengan reptil pada saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa jenis reptil besar yang hidup pada masa <em>Mesozoikum <\/em>termasuk <em>Iguanodon, Megalosaurus, Plesiosaurus, <\/em>dan <em>Pseudosuchia. <\/em>Nama-nama reptil tersebut hanya segelintir dari banyak jenis reptil besar yang hidup pada masa peralihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama masa <em>Mesozoikum <\/em>belum menghadapi kemusnahan, zaman peralihan ini terbagi menjadi beberapa era periode. Periode pertama merupakan masa Trias, kedua adalah Jura, dan periode terakhir adalah lahirnya dinosaurus yaitu periode Kapur. Dari ketiga periode tersebut terdapat pembagian zaman lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian terjadinya kepunahan pada masa Kapur-Paleogen juga menjadi sebuah titik awal baru bagi zaman <em>Mesozoikum. <\/em>Pada masa Kapur-Paleogen telah terjadi sebuah kepunahan massal terhadap spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan yang ada di permukaan bumi termasuk dinosaurus.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah terjadinya masa kepunahan yang sangat besar, ciri-ciri zaman <em>Mesozoikum<\/em><em> <\/em>lainnya adalah terjadinya perubahan aktivitas tektonik, iklim, hingga siklus evolusi zaman. Akibat dari aktivitas tektonik, terjadilah pemecahan benua terbesar waktu itu yaitu benua Pangea menjadi benua-benua seperti zaman sekarang.<\/p>\n\n\n\n<p>Iklim Bumi pada saat itu mengalami pergantian secara signifikan dari panas ke dingin. Tetapi, perubahan suhu pada masa <em>Mesozoikum <\/em>lebih panas dari zaman sekarang ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain dampak yang timbul dari aktivitas tektonik dan perubahan iklim yang signifikan, siklus evolusi juga turut berubah pada masa <em>Mesozoikum. <\/em>Banyak spesies dinosaurus non-unggas telah mendominasi peradaban mulai dari periode Trias akhir hingga Jura awal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Keberadaan para dinosaurus non-unggas yang hadir selama 135 juta tahun lamanya menjadikan mereka sebagai spesies dinosaurus vertebrata darat yang dominan. Vertebrata darat terus hidup dan berkembang biak hingga masa kepunahan dinosaurus pada periode kapur.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum<\/h2>\n\n\n\n<p>Menjadi masa peralihan dan berada pada tengah-tengah zaman geologi, <em>Mesozoikum <\/em>memiliki ciri khasnya sendiri yang berbeda dengan masa lainnya. Berikut ini adalah ciri-ciri zaman <em>Mesozoikum<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Iklim<\/h3>\n\n\n\n<p>Perubahan iklim pada masa <em>Mesozoikum <\/em>cenderung hangat, cukup basah, dan sudah bersahabat untuk makhluk hidup. Oleh sebab itu, sudah mulai tumbuh spesies flora khas masa peralihan dan juga perkembangbiakan fauna yang cukup signifikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Spesies<\/h3>\n\n\n\n<p>Spesies flora pada masa peralihan memiliki ciri-ciri daun berbentuk lebar. Selain flora, perkembangan fauna telah beragam termasuk munculnya hewan amfibi besar, melata, ikan, dan mamalia pertama. Tetapi, penyebaran flora dan fauna pada masa <em>Mesozoikum <\/em>belum cukup merata karena perpecahan benua besar Pangaea.<\/p>\n\n\n\n<p>Ciri-ciri zaman <em>Mesozoikum<\/em><em> <\/em>identik dengan kemunculan spesies dinosaurus. Beberapa jenis dinosaurus yang ada pada masa peralihan adalah <em>brontosaurus <\/em>dan <em>tyrannosaurus. <\/em>Reptil-reptil berukuran besar turut hadir pada masa peralihan ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Periode<\/h3>\n\n\n\n<p>Zaman <em>Mesozoikum <\/em>telah hadir dari 252 juta hingga 66 juta tahun yang lampau dan menjadi zaman pertengahan antara ketiga periode geologi. Kehadiran dinosaurus menjadi pertanda untuk perubahan zaman setelah terjadi kepunahan massal pada akhir zaman <em>Mesozoikum<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pembagian Zaman Mesozoikum<\/h2>\n\n\n\n<p>Pembagian zaman <em>Mesozoikum <\/em>yang menjadi salah satu ciri-ciri zaman <em>Mesozoikum<\/em><em> <\/em>adalah sebagai berikut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Trias<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"4000\" height=\"3000\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1.-Trias.png\" alt=\"Ichthyosaurus \" class=\"wp-image-23020\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1.-Trias.png 4000w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1.-Trias-300x225.png 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1.-Trias-1024x768.png 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1.-Trias-768x576.png 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1.-Trias-1536x1152.png 1536w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1.-Trias-2048x1536.png 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 4000px) 100vw, 4000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ichthyosaurus <\/em>| Sumber Gambar: Wikipedia<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Batas tertua dari periode geologi <em>Mesozoikum <\/em>adalah Trias yang memiliki julukan sebagai <em>Great Dying. <\/em>Julukan ini merupakan sebuah gambaran dari betapa besarnya kepunahan Perm-Trias yang terjadi pada masa Trias. Dampak dari peristiwa tersebut sejumlah 96% spesies laut dan sekitar 70% vertebrata punah.<\/p>\n\n\n\n<p>Trias secara garis besar terbagi menjadi tiga masa, yaitu awal, tengah, dan akhir. Trias awal memiliki ciri situasi sangat sunyi dan gersang akibat peristiwa kepunahan yang sangat besar sebelumnya. Daratan kering seperti gurun mendominasi tipe tanah pada benua Pangaea yang belum terpecah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, dengan hadirnya perairan baru yaitu laut Tethys mulailah berkembang penghuni air setelah peristiwa besar yang menghancurkan spesies air seperti fitoplankton, krustasea, dan karang. Reptil besar turut ikut berkembang di perairan termasuk <em>ichthyosaurus <\/em>dan <em>nothosaurus.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Keadaan daratan tidak jauh berbeda, telah terjadi perkembangan flora yang menghasilkan hutan pinus lebat serta fauna berjenis nyamuk dan lalat buah. Terjadi persaingan antara amfibi besar dan buaya kuno yang telah berevolusi untuk menjadi pemilik dunia air tawar.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, masa Trias harus mengalami kepunahan yang besar akibat dari terpecahnya Pangaea menjadi dua bagian yaitu Laurasia dan Gondwana. Perpecahan tersebut menyebabkan perubahan iklim ekstrim hingga berujung peristiwa kepunahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir adalah masa Trias Akhir yang masih dengan suhu iklim yang tinggi dan curah hujan sedang. Iklim yang cukup panas ini menyebabkan evolusi reptil darat dan dinosaurus secara besar seperti <em>pterosaurus.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan iklim dengan gelombang panas tinggi mengakibatkan kepunahan massal keempat pada masa Trias-Jura. Selama masa kepunahan tersebut, beberapa spesies seperti amfibi, <em>archosaurus, synapsida, <\/em>dan kehidupan air turut punah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Jura<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"524\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/2.-Jura.jpeg\" alt=\"Sauropoda \" class=\"wp-image-23021\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/2.-Jura.jpeg 900w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/2.-Jura-300x175.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/2.-Jura-768x447.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Sauropoda <\/em>| Sumber Gambar: Mongabay<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Sama seperti masa sebelumnya, Jura terbagi menjadi Jura awal, Jura tengah, dan Jura akhir. Pada masa Jura awal, benua Pangaea telah terpisah menjadi dua bagian. Benua sebesar itu lambat laun membelah menjadi bagian-bagian wilayah yang berbeda.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selama masa Jura tengah, dinosaurus berukuran besar seperti <em>Sauropoda <\/em>dan <em>ornithopoda <\/em>banyak berkembang biak di wilayah Afrika. Begitu pula dengan masa Jura akhir yang tidak memiliki perubahan signifikan dari masa sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi, pada Jura akhir terdapat evolusi dari buaya sejati yang sukses menyebabkan amfibi besar untuk menuju masa kepunahan. Keadaan dari spesies reptil juga meningkat pesat bersamaan dengan perkembangan mamalia pertama di dunia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada Jura akhir, terjadi peristiwa kepunahan yang menjadi tanda awal hadirnya masa Kapur. Kepunahan besar terjadi terhadap beberapa spesies termasuk <em>Sauropoda <\/em>dan <em>ichthyosaurus. <\/em>Tidak semua spesies punah karena masih ada yang tersisa hidup hingga kepunahan masa selanjutnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, terjadi kenaikan tinggi perairan di wilayah laut Atlantik yang terus membesar masa ke masa. Ini bersamaan dengan peristiwa perkembangan organisme plankton yang mengalami evolusi secara besar. Jenis organisme plankton ini adalah <em>foraminifera <\/em>dan <em>coccolithophores <\/em>yang segera menyebar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kapur<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1500\" height=\"1051\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/3.-Kapur.jpg\" alt=\"Triceratops \" class=\"wp-image-23022\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/3.-Kapur.jpg 1500w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/3.-Kapur-300x210.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/3.-Kapur-1024x717.jpg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/3.-Kapur-768x538.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Triceratops <\/em>| Sumber Gambar: ThoughtCo<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Masa Kapur merupakan masa terakhir dari <em>Mesozoikum <\/em>dan terjadi hampir separuh dari masa pertengahan. Akhir dari masa Kapur menjadi batas antara zaman <em>Mesozoikum <\/em>dan <em>Kenozoikum. <\/em>Kapur menjadi masa kepunahan secara besar-besaran pada spesies dinosaurus dan akhir dari masa reptil raksasa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terjadi perluasan lautan pada masa Kapur yang mengakibatkan musnahnya spesies <em>Sauropoda <\/em>dan <em>ichthyosaurus<\/em>. Tetapi, masih terdapat beberapa spesies baru dari keluarga dinosaurus yang terus mengalami perkembangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Spesies dinosaurus yang berkembang termasuk <em>ankylosaurus, hadrosauria, tyrannosaurus, <\/em>dan <em>triceratops <\/em>serta menjadi spesies yang merajai rantai makanan. <em>Mosasaurus <\/em>yang berada di perairan menggantikan posisi dari spesies sebelumnya yang telah punah.<\/p>\n\n\n\n<p>Keberadaan keluarga dinosaurus ini masih terus ada hingga akhir dari zaman Kapur sekaligus akhir zaman <em>Mesozoikum.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-homo-sapiens\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Homo Sapiens: Persebaran &amp; Penemuannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Lebih Paham Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum?<\/h2>\n\n\n\n<p>Zaman <em>Mesozoikum <\/em>atau zaman pertengahan dari ketiga periode geologi dunia merupakan salah satu zaman yang mana telah terjadi beberapa peristiwa besar. Salah satunya adalah pada masa Kapur yang menjadi sebuah akhir zaman bagi para bangsa dinosaurus.Ciri-ciri zaman <em>Mesozoikum<\/em><em> <\/em>yang paling menonjol sebelum terjadinya peristiwa kepunahan adalah keberadaan reptil-reptil besar yang mengisi benua Pangaea. Tetapi, saat benua Pangaea terbelah dan populasi makhluk tidak merata bahkan keadaan Indonesia waktu itu dominan bebatuan hanya dengan beberapa fosil.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukan Anda tentang zaman sebelum manusia hadir? Simak artikel ini untuk mengulik lebih dalam ciri-ciri zaman mesozoikum dan fakta lainnya!<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":23019,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-23018","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya&nbsp; - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya&nbsp; - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahukan Anda tentang zaman sebelum manusia hadir? Simak artikel ini untuk mengulik lebih dalam ciri-ciri zaman mesozoikum dan fakta lainnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-11-20T02:41:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/closeup-shot-dinosaur-skull-teeth-glass-box.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"668\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya&nbsp;\",\"datePublished\":\"2023-11-20T02:41:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/\"},\"wordCount\":1239,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/closeup-shot-dinosaur-skull-teeth-glass-box.jpg\",\"articleSection\":[\"Sejarah\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/\",\"name\":\"Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya&nbsp; - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/closeup-shot-dinosaur-skull-teeth-glass-box.jpg\",\"datePublished\":\"2023-11-20T02:41:39+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/closeup-shot-dinosaur-skull-teeth-glass-box.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/closeup-shot-dinosaur-skull-teeth-glass-box.jpg\",\"width\":1000,\"height\":668,\"caption\":\"Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya\u00a0\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya&nbsp;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya&nbsp; - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya&nbsp; - Hotelier Studi","og_description":"Tahukan Anda tentang zaman sebelum manusia hadir? Simak artikel ini untuk mengulik lebih dalam ciri-ciri zaman mesozoikum dan fakta lainnya!","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2023-11-20T02:41:39+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":668,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/closeup-shot-dinosaur-skull-teeth-glass-box.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya&nbsp;","datePublished":"2023-11-20T02:41:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/"},"wordCount":1239,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/closeup-shot-dinosaur-skull-teeth-glass-box.jpg","articleSection":["Sejarah"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/","name":"Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya&nbsp; - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/closeup-shot-dinosaur-skull-teeth-glass-box.jpg","datePublished":"2023-11-20T02:41:39+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/closeup-shot-dinosaur-skull-teeth-glass-box.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/closeup-shot-dinosaur-skull-teeth-glass-box.jpg","width":1000,"height":668,"caption":"Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya\u00a0"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/ciri-ciri-zaman-mesozoikum\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya&nbsp;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23018"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23018\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23025,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23018\/revisions\/23025"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}