{"id":23309,"date":"2023-11-23T08:15:50","date_gmt":"2023-11-23T01:15:50","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=23309"},"modified":"2023-11-23T08:15:50","modified_gmt":"2023-11-23T01:15:50","slug":"toxic-relationship","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/","title":{"rendered":"Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Setiap pasangan pasti menginginkan hubungan yang damai. Tidak hanya percintaan, tapi juga keluarga dan pertemanan. Namun, bagaimana jika kamu terjebak ke dalam <em>toxic relationship<\/em> atau hubungan <em>toxic<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, kamu akan mengetahui bagaimana ciri-ciri dan dampak dari hubungan <em>toxic<\/em>, serta bagaimana cara mengatasinya jika kamu membacanya hingga tuntas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Toxic Relationship?<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Toxic relationship<\/em> atau hubungan <em>toxic <\/em>adalah suatu hubungan yang tidak sehat sehingga membuat salah satu pasangan atau keduanya yang terlibat dalam hubungan tersebut tidak merasakan bahagia, merasa dirugikan, tidak mendapatkan keadilan, merasa direndahkan, bahkan menjadi samsak yang berakhir pada kekerasan fisik maupun psikis.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu tidak boleh menganggap sepele situasi hubungan yang seperti itu. Jika kamu membiarkan hubunganmu dengan pasanganmu secara tidak sehat, hal ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan kesehatan mental pihak yang terlibat di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya hubungan percintaan, hubungan <em>toxic <\/em>juga dapat terjadi dalam hubungan keluarga dan pertemanan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Ciri-Ciri Toxic Relationship?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1240\" height=\"640\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tanda-Toxic-Relationship.png\" alt=\"Tanda Toxic Relationship \" class=\"wp-image-23312\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tanda-Toxic-Relationship.png 1240w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tanda-Toxic-Relationship-300x155.png 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tanda-Toxic-Relationship-1024x529.png 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Tanda-Toxic-Relationship-768x396.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1240px) 100vw, 1240px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Tanda <em>Toxic Relationship<\/em> | Sumber: domesticshelter.org<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Masih banyak pasangan atau seseorang di luar sana yang tidak menyadari bahwa mereka sudah memasuki hubungan yang tidak sehat. Beberapa dari mereka masih menganggap bahwa situasi atau perlakuan buruk yang dilakukan atau didapatkan dari pasangannya merupakan sesuatu yang normal.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kenali tanda-tanda <em>toxic relationship<\/em> melalui ciri-cirinya berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kontrol Berlebihan<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanda-tanda hubungan yang tidak sehat terlihat dari perilaku pasangan yang ingin selalu mengontrol aktivitas keseluruhan dalam kehidupanmu. Salah satu pihak mencoba untuk mengendalikan pasangannya dalam pengambilan keputusan, pergaulan dengan orang lain dan lawan jenis, atau bahkan aktivitas sehari-hari pasangannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Manipulasi Emosional<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanda hubungan yang tidak sehat selanjutnya adalah ketika salah satu pihak menjadi sangat manipulatif, seperti mengancam, menipu, berbohong, atau bersikap pasif-agresif untuk mencapai tujuan yang mereka mau.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kritik Berlebihan<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain itu, seseorang yang berada di dalam hubungan yang tidak sehat akan cenderung mendapatkan kritik dan celaan konstan yang merendahkan harga dirinya sendiri tanpa mendapatkan dukungan atau dorongan yang konstruktif.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Perang Dingin, Pertengkaran, atau Hukuman<\/h3>\n\n\n\n<p>Pihak yang terlibat dalam <em>toxic relationship<\/em> kerap menggunakan hukuman, baik dalam bentuk perang dingin atau yang bisa kita sebut dengan <em>silent treatment<\/em> maupun tindakan lain yang merugikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Ketidaksetaraan<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanda hubungan yang tidak sehat selanjutnya adalah adanya ketidaksetaraan dalam hubungan, baik dalam hal pembagian tanggung jawab atau kekuasaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Penghinaan atau Ejekan<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain adanya kritik yang berlebihan, ada pula perilaku merendahkan, melecehkan, atau menghina pihak lain secara terus menerus. Tidak menutup kemungkinan jika sudah masuk ke hubungan <em>toxic<\/em> yang terlalu dalam, salah satu pihak bisa mendapatkan kekerasan secara fisik maupun mental.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Perasaan Terperangkap<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanda-tanda hubungan yang tidak sehat yang sudah terlalu dalam adalah ketika salah satu atau kedua pihak merasa sulit untuk keluar dari hubungan tidak sehat ini. Ada beberapa orang yang sudah menyadari bahwa mereka sedang berada di hubungan tidak sehat dan ada juga beberapa orang yang kadang belum menyadarinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Isolasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika seseorang sudah terjerumus masuk ke dalam hubungan yang tidak sehat, maka mereka akan cenderung mengisolasi diri dari teman, keluarga, dan orang lain, karena mereka sudah bergantung kepada pasangan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak menutup kemungkinan juga karena mereka takut kepada pasangannya jika berani bersosialisasi dengan orang lain bahkan lawan jenis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Seberapa Buruk Dampak Toxic Relationship?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"1670\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/depresi-scaled.jpg\" alt=\"Depresi \" class=\"wp-image-23313\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/depresi-scaled.jpg 2560w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/depresi-300x196.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/depresi-1024x668.jpg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/depresi-768x501.jpg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/depresi-1536x1002.jpg 1536w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/depresi-2048x1336.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Depresi | Sumber Gambar: unsplash.com<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Dalam hubungan yang baik dan sehat, semua pihak yang terlibat di dalamnya tentu saja akan merasakan bahagia, saling menyayangi, dan saling memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga keduanya merasakan simbiosis mutualisme.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, bagaimana dampak yang diberikan dari adanya hubungan yang tidak sehat? Berikut adalah dampak buruk karena terperangkap dalam <em>toxic relationship:<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengisolasi dari Hubungan yang Sehat<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika seseorang terus-menerus berada di lingkungan yang tidak positif, mengalami stres, dan merasakan kekerasan emosional, ada kemungkinan dia akan membangun tembok antara diri sendiri dan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika menjalani hubungan yang tidak sehat, seseorang dapat merasa lelah secara fisik dan emosional. Dia mungkin juga merasa kehilangan energi untuk berinteraksi dengan orang lain, atau bahkan merasa perlu waktu untuk sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Hilangnya Harga Diri<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam hubungan tidak sehat, seseorang mungkin akan terus-menerus merendahkan, baik tindakan serta perasaan pasangannya. Hal ini dapat membuatmu meragukan diri sendiri dan merasa kecil serta tidak berharga.<\/p>\n\n\n\n<p>Dampaknya bisa berupa kurangnya keyakinan pada kemampuan diri, impian, dan naluri individu. Kekuatan batin yang seharusnya ditanamkan dan dijaga juga menjadi terancam akibat <em>toxic relationship.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Dikelilingi Energi Negatif<\/h3>\n\n\n\n<p>Hubungan yang tidak sehat dapat menyalurkan energi negatif pada semua pihak yang terlibat. Seseorang akan membawa beban tersebut kemanapun ia pergi. Sehingga, energi negatif tersebut melekat dan bisa memengaruhi diri mereka sepanjang hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Ketergantungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Seseorang mungkin merasa sulit untuk meninggalkan hubungannya yang tidak sehat itu, bahkan jika menyadari dampak negatifnya karena ketergantungan emosional.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Gangguan Psikologis<\/h3>\n\n\n\n<p>Hubungan yang tidak sehat akan sangat berdampak pada kesehatan mental seseorang. Seseorang akan sering merasa cemas, stres, bahkan depresi jika terlalu lama menjalin hubungan dengan pasangan yang <em>toxic<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Penurunan Kesehatan Fisik<\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak hanya mendapatkan gangguan psikologis, seseorang yang menjalin hubungan yang tidak sehat akan mengalami penurunan kesehatan fisik akibat kurang tidur, mengalami gangguan makan, penyakit kronis yang memburuk karena stres, seperti penyakit jantung dan gangguan pencernaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Keluar dari Toxic Relationship?<\/h2>\n\n\n\n<p>Lantas, bagaimana caranya keluar dari hubungan yang tidak sehat? Berikut adalah beberapa hal yang dapat kamu lakukan agar kamu dapat keluar dari <em>toxic relationship<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memahami perasaan yang muncul ketika pasangan menunjukkan perilaku yang menjerumus ke hubungan yang tidak sehat.<\/li>\n\n\n\n<li>Memahami penyebab munculnya hubungan yang tidak sehat. Kamu dapat mengetahui tanda-tanda perilaku, seperti manipulatif, tidak menghargai, cemburu berlebihan, merendahkan, selalu ingin mengontrol, dan tanda-tanda lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Mementingkan dan memperhatikan keselamatan diri sendiri. Hubungan yang tidak sehat akan berdampak fatal pada kesehatan fisik maupun mental. Oleh karena itu, pastikan keadaanmu benar-benar aman sebelum kamu pergi atau meninggalkan hubungan yang <em>toxic.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Mengakhiri hubungan. Jika seseorang sudah terlanjur masuk ke dalam hubungan yang tidak sehat, maka tidak mudah pula untuk keluar. Oleh karena itu, persiapkan perasaan dan mental kamu sebelum kamu memberi tahu pasangan untuk mengakhiri hubungan.<\/li>\n\n\n\n<li>Mencari dukungan. Kamu tidak akan mendapatkan dukungan dari pasanganmu jika kamu berada di dalam hubungan yang tidak sehat. Oleh karena itu, carilah dukungan dari orang terdekat, seperti teman, sahabat, keluarga, atau kamu juga bisa mencari bantuan dari psikologis atau psikiater jika kamu sudah merasa hubungan tersebut mengganggu mental kamu.<\/li>\n\n\n\n<li>Menghindari kontak. Jika kamu sudah mengakhiri hubungan yang tidak sehat, pasangan yang manipulatif akan kembali mencarimu dan berubah pikiran agar bisa menjalin hubungan bersamamu. Oleh karena itu, hindarilah kontak atau blokir semua nomor telepon dan media sosial pasanganmu.<\/li>\n\n\n\n<li>Latih dirimu agar menjadi lebih mandiri. Ketika kamu sudah terlanjur mencintai pasanganmu di hubungan yang tidak sehat, kamu akan menjadi lebih bergantung kepada pasangan. Oleh karena itu, setelah kamu mengakhiri hubungan yang tidak sehat, belajarlah untuk lebih mandiri karena kamu sudah mendapatkan kebebasan. Lakukanlah hobi atau mencari pekerjaan agar lebih mandiri.<\/li>\n\n\n\n<li>Prioritaskan diri sendiri. Berada di dalam <em>toxic relationship<\/em> dapat berdampak pada kesehatan mental dan kepercayaan diri. Oleh karena itu, prioritaskan dirimu sendiri sebelum menjalin hubungan sehat bersama orang yang baru.\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/star-syndrome\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Star Syndrome: Definisi, Ciri, Penyebab, dan Penanganannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Siap Menjalani Hubungan yang Sehat?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"9000\" height=\"6000\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/hubungan-sehat.jpg\" alt=\"Hubungan Sehat \" class=\"wp-image-23314\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/hubungan-sehat.jpg 9000w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/hubungan-sehat-300x200.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/hubungan-sehat-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/hubungan-sehat-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 9000px) 100vw, 9000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Hubungan Sehat | Sumber Gambar: unsplash.com<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Keluar dari <em>toxic relationship<\/em> atau hubungan yang tidak sehat memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, terlebih lagi jika hubungan tersebut sudah berjalan cukup lama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, setiap orang berhak untuk merasa bahagia dan mendapatkan perlakuan yang baik dari teman, pasangan, maupun keluarganya agar terus merasa aman, nyaman, dan tentram dalam menjalani hidup bersosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu kamu pelajari juga apa saja tanda-tanda hubungan <em>toxic <\/em>sebelum menjalin percintaan dengan seseorang demi kesehatan mental yang lebih baik. Jika kesulitan untuk keluar dari <em>toxic relationship,<\/em> alangkah baiknya segera berkonsultasi kepada seorang psikolog atau orang terdekat untuk mendapatkan saran dan solusi terbaik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenali apa itu toxic relationship beserta dampak dan solusinya. Jangan sampai menyepelekannya jika sudah terlihat tanda-tandanya!<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":23311,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2028],"tags":[],"class_list":["post-23309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psikologi","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenali apa itu toxic relationship beserta dampak dan solusinya. Jangan sampai menyepelekannya jika sudah terlihat tanda-tandanya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-11-23T01:15:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/utama-20-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya\",\"datePublished\":\"2023-11-23T01:15:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/\"},\"wordCount\":1236,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/utama-20-scaled.jpg\",\"articleSection\":[\"Psikologi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/\",\"name\":\"Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/utama-20-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2023-11-23T01:15:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/utama-20-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/utama-20-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1440,\"caption\":\"Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya - Hotelier Studi","og_description":"Kenali apa itu toxic relationship beserta dampak dan solusinya. Jangan sampai menyepelekannya jika sudah terlihat tanda-tandanya!","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2023-11-23T01:15:50+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1440,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/utama-20-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya","datePublished":"2023-11-23T01:15:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/"},"wordCount":1236,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/utama-20-scaled.jpg","articleSection":["Psikologi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/","name":"Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/utama-20-scaled.jpg","datePublished":"2023-11-23T01:15:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/utama-20-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/utama-20-scaled.jpg","width":2560,"height":1440,"caption":"Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/toxic-relationship\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Toxic Relationship: Ciri, Dampak, dan Solusinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23309"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23317,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23309\/revisions\/23317"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}