{"id":26024,"date":"2023-12-08T00:29:18","date_gmt":"2023-12-07T17:29:18","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=26024"},"modified":"2023-12-08T00:29:18","modified_gmt":"2023-12-07T17:29:18","slug":"perilaku-menyimpang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/","title":{"rendered":"Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Istilah perilaku menyimpang pasti cukup familiar di telinga masyarakat awam. Label menyimpang sendiri berarti ketidakbenaran karena bertentangan dengan adat istiadat, norma, atau aturan dalam masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, seperti apa sebetulnya penjelasan lengkap tentang perilaku yang menyimpang itu? Apa saja yang memicu hal tersebut terjadi, hingga bentuk dan contoh dari perbuatan-perbuatan tersebut? Silakan simak penjabarannya sampai akhir artikel!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Mendalam dari Perilaku Menyimpang<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"976\" height=\"549\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Pengertian-Mendalam-dari-Perilaku-Menyimpang.jpeg\" alt=\"Ilustrasi Perilaku Menyimpang\" class=\"wp-image-26027\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Pengertian-Mendalam-dari-Perilaku-Menyimpang.jpeg 976w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Pengertian-Mendalam-dari-Perilaku-Menyimpang-300x169.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Pengertian-Mendalam-dari-Perilaku-Menyimpang-768x432.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 976px) 100vw, 976px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ilustrasi Perilaku Menyimpang | Sumber Gambar: BBC<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Banyak sekali ahli yang membahas secara mendalam tentang perbuatan menyimpang. Pada dasarnya, perilaku seseorang akan mendapatkan label tersebut ketika melanggar beberapa aspek dalam masyarakat, meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Nilai sosial.<\/li>\n\n\n\n<li>Norma budaya.<\/li>\n\n\n\n<li>Ajaran agama.<\/li>\n\n\n\n<li>Adat istiadat.<\/li>\n\n\n\n<li>Hukum.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Namun, hal-hal tersebut kemudian menghasilkan suatu penilaian yang subjektif dan relatif, alias tidak mutlak. Bisa saja di suatu daerah, berdasarkan adat istiadat masyarakat setempat, tindakan seseorang dianggap sebagai perilaku menyimpang. Namun, di wilayah lain, merupakan suatu perbuatan yang wajar atau normal.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, untuk menentukan apakah suatu perbuatan benar termasuk menyimpang atau tidak, ada kesepakatan terkait standar penilaian. Ini akan berdasarkan kesepakatan para ahli, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Berbagai macam tindakan yang menimbulkan kerugian terhadap pihak lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Segala perilaku yang memicu reaksi penolakan keras dari berbagai lapisan.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberikan dampak negatif terhadap perkembangan kehidupan sosial di tengah masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bila memenuhi kriteria tersebut, maka tindakan individu maupun kelompok terkait masuk dalam kategori penyimpangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Faktor Pemicu Perilaku Menyimpang<\/h2>\n\n\n\n<p>Lantas, apa saja yang membuat seseorang kemudian sampai melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan norma, hukum, dan aturan umum masyarakat? Berikut ini adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab tindakan tersebut sampai terjadi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Ketidaksempurnaan Proses Sosialisasi Individu<\/h3>\n\n\n\n<p>Seseorang akan mendapatkan pendidikan tentang norma, adat, budaya, serta hukum sejak kecil. Baik dari orang tua, keluarga, lingkungan, maupun pendidikan formal di sekolah. Hal tersebut akan membantu membentuk karakter seseorang dalam kehidupan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, tidak jarang terjadi ketidakmatangan dalam proses tersebut. Contohnya ketika sejak kecil melihat kedua orang tuanya sering bertengkar hebat. Secara mental, dia akan terbangun dengan pemikiran bahwa pertengkaran merupakan solusi dari setiap masalah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Perubahan Nilai dan Norma Sosial<\/h3>\n\n\n\n<p>Perubahan zaman selalu mempengaruhi nilai dan norma sosial untuk ikut beradaptasi alias berubah. Contohnya terkait emansipasi wanita di mana kaum hawa semakin bebas dalam berkarir dan beraspirasi dalam berbagai bidang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dulu, keberanian dan independensi perempuan semacam itu dianggap sebagai suatu perilaku yang menyimpang. Namun, perubahan zaman mengubah segalanya. Justru yang menentang termasuk dalam kelompok yang menyimpang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Gangguan Psikologis<\/h3>\n\n\n\n<p>Ada orang-orang yang terlahir dengan masalah psikologis, namun ada pula yang terbentuk akibat lingkungan sekitar. Gangguan kejiwaan sendiri bukan berarti gila, karena ada banyak macamnya. Akibat gangguan psikologis, tidak sedikit individu yang kemudian melakukan penyimpangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Stigma atau Teori Labelling<\/h3>\n\n\n\n<p>Faktor pemicu berikutnya dari perilaku menyimpang adalah stigma atau teori yang terlanjur dipercaya sebagai kebenaran oleh masyarakat luas. Di mana sesuatu otomatis berkaitan dengan hal-hal negatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya tato yang dianggap sebagai simbol hal yang tidak baik. Sehingga, seseorang yang memiliki tato secara otomatis merupakan sosok yang jahat. Individu tersebut kemudian melakukan berbagai pelanggaran karena terlanjur dilabeli sebagai orang yang buruk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Asosiasi Diferensial<\/h3>\n\n\n\n<p>Penyebab dari perbuatan menyimpang lainnya adalah asosiasi diferensial atau pemahaman baru yang terbentuk akibat tindakan sekitar yang bertolak belakang dengan prinsip pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, seorang murid teladan yang tidak pernah telat masuk kelas, selalu melihat tindakan sebaliknya dari teman sekolahnya. Hal tersebut memicu pemikiran baru bahwa, tidak ada yang salah datang terlambat dan konsekuensinya juga tidak terlalu buruk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Teori Anomie<\/h3>\n\n\n\n<p>Penyebab terakhir adalah teori <em>anomie<\/em> atau situasi ketika seseorang tidak memiliki landasan norma dan hukum tertentu sebagai pedoman menetap di suatu daerah. Akhirnya, hal itu memunculkan pemikiran bahwa melakukan tindakan menyimpang bukan suatu kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ragam Bentuk Perilaku Menyimpang<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami tentang penyebab dari tindakan penyimpangan, kamu perlu mengetahui tentang bentuk dari perilaku itu sendiri. Secara teknis, perbuatan pelanggaran terbagi menjadi dua bentuk yang kemudian memiliki klasifikasi lebih jauh lagi. Berikut uraiannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Penyimpangan Berdasarkan Sifat<\/h3>\n\n\n\n<p>Bentuk pertama terbagi berdasarkan sifat dari perilaku itu sendiri, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Penyimpangan Positif<\/h4>\n\n\n\n<p>Tindakan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap kelompok maupun masyarakat luas. Hal tersebut menjadikan perilaku yang menyimpang bersifat positif. Biasanya, perbuatan ini bisa terjadi berkat perubahan zaman dan proses adaptasi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyimpangan yang positif terpenuhi jika memiliki kriteria inovatif, kreatif, serta menambah wawasan. Ciri-ciri tersebut dapat membawa dampak baik dalam peningkatan taraf dan kualitas hidup masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Penyimpangan Negatif<\/h4>\n\n\n\n<p>Perilaku menyimpang negatif akan tercermin dari dampak buruk sebagai hasilnya \u2013 khususnya terhadap masyarakat. Tindakan menyimpang yang negatif ini sendiri terbagi lagi menjadi dua kategori, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Primer: Perilaku negatif yang seseorang lakukan, namun hanya bersifat sementara. Serta tidak mengakibatkan kerugian besar terhadap masyarakat.<\/li>\n\n\n\n<li>Sekunder: Perilaku negatif secara terus menerus sehingga menyebabkan kerugian fatal dan tidak dapat ditoleransi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Penyimpangan Berdasarkan Jumlah Pelaku<\/h3>\n\n\n\n<p>Klasifikasi selanjutnya berdasarkan pada jumlah pelaku yang melakukan perbuatan tersebut. Bentuk penyimpangan ini pun kembali dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Penyimpangan Individu<\/h4>\n\n\n\n<p>Tindak pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang dan biasanya tergolong dalam penyimpangan ringan. Bisa berupa ketidakpatuhan kecil terhadap sistem, aturan, maupun norma sosial di suatu lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Penyimpangan Kelompok<\/h4>\n\n\n\n<p>Klasifikasi perilaku menyimpang selanjutnya berdasarkan jumlah adalah penyimpangan kelompok. Pelakunya tentu sekelompok individu yang melakukan pelanggaran berdasarkan dorongan emosional secara kolektif.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Penyimpangan Campuran<\/h4>\n\n\n\n<p>Terakhir adalah penyimpangan campuran. Ini merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh individu, namun tengah tergabung dalam suatu kelompok tertentu. Jadi, tindakan yang dilakukan otomatis mewakili dari pandangan kelompok tersebut juga.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-interaksi-sosial-antar-individu\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">5 Contoh Interaksi Sosial Antar Individu dan Penjelasannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Perilaku Menyimpang yang Sering Ditemui<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, perbuatan ini merupakan sesuatu yang sering kamu jumpai dalam aktivitas sehari-hari. Hanya saja, skala tindakan hingga dampaknya berbeda. Jadi, kadang sebagian masyarakat akan memaklumi tindakan tersebut. Berikut adalah contoh tindakan yang menyimpang dari norma, adat, dan lainnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pertukaran Peran Pasutri<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Pertukaran-Peran-Pasutri-1024x576.jpg\" alt=\"Bapak Rumah Tangga\" class=\"wp-image-26028\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Pertukaran-Peran-Pasutri-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Pertukaran-Peran-Pasutri-300x169.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Pertukaran-Peran-Pasutri-768x432.jpg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Pertukaran-Peran-Pasutri-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Pertukaran-Peran-Pasutri-2048x1151.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">(Bapak Rumah Tangga I Sumber Foto: winnsservices)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Contoh pertama adalah pertukaran peran antara pasangan suami istri. Di mana istri menjadi tulang punggung sedangkan suami mengurus rumah tangga. Meski bukan hal yang sepenuhnya buruk, hal ini masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat. Terutama cap sebagai kepala rumah tangga yang tidak bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Perundungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh perilaku menyimpang selanjutnya adalah tindakan <em>bullying <\/em>atau perundungan. Pelakunya bisa perorangan maupun kelompok terhadap individu maupun golongan lainnya yang lebih lemah. Tindakan ini sering terjadi di lingkungan sekitar dan tidak mengenal batas usia.<\/p>\n\n\n\n<p>Aksi perundungan bisa berupa serangan verbal melalui kata-kata kasar, maupun serangan fisik. Sekarang ini, perilaku perundungan di Indonesia sudah masuk dalam ranah yang serius, terlebih pelakunya pun mulai dari anak-anak di bawah umur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Penyalahgunaan Obat-Obatan Terlarang<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"575\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Penyalahgunaan-Obat-Obatan-Terlarang-1024x575.jpg\" alt=\"Ilustrasi Narkotika\" class=\"wp-image-26029\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Penyalahgunaan-Obat-Obatan-Terlarang-1024x575.jpg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Penyalahgunaan-Obat-Obatan-Terlarang-300x169.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Penyalahgunaan-Obat-Obatan-Terlarang-768x432.jpg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Penyalahgunaan-Obat-Obatan-Terlarang-1536x863.jpg 1536w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Penyalahgunaan-Obat-Obatan-Terlarang.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">(Ilustrasi Narkotika I Sumber Foto: Pexels)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Penggunaan narkoba juga termasuk dalam perbuatan yang menyimpang. Tidak hanya merusak diri sendiri, efek narkoba juga dapat memengaruhi pelakunya untuk melakukan tindak kriminal lain \u2013 baik secara sadar maupun tidak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh lain dari perilaku menyimpang yang sangat merugikan adalah tindakan pelecehan seksual dan pemerkosaan. Kasus semacam ini mencatatkan angka kriminalitas yang tinggi di Indonesia. Ironisnya, justru banyak korban yang tidak berani melaporkan pelaku karena merasa kondisinya merupakan sebuah aib.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Berjudi<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"684\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/4.-Berjudi-1024x684.jpeg\" alt=\"Ilustrasi Berjudi \" class=\"wp-image-26030\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/4.-Berjudi-1024x684.jpeg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/4.-Berjudi-300x200.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/4.-Berjudi-768x513.jpeg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/4.-Berjudi.jpeg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">(Ilustrasi Berjudi I Sumber Foto: Detik.net)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Judi sangat bertentangan dengan norma sosial, agama, maupun hukum di Indonesia. Tidak ada pembenaran bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas perjudian \u2013 baik skala kecil maupun besar karena berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang fatal.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, justru saat ini telah marak judi <em>online <\/em>yang bisa dilakukan melalui gawai. Telah banyak kasus pelaku judi <em>online <\/em>yang terlilit utang puluhan hingga ratusan juta akibat kekalahan dan akhirnya kehilangan seluruh aset yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-kompromi\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Kompromi: Jenis, Tujuan, Kelebihan, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Tahu Apa Saja Bentuk Perilaku Menyimpang?<\/h2>\n\n\n\n<p>Perilaku menyimpang dapat bersifat subjektif dan relatif tergantung pandangan yang ada di suatu daerah. Jadi, tidak salah jika beberapa perbuatannya justru menghasilkan dampak positif. Perilaku ini sendiri bisa berhenti tergantung dari pemicunya, jika karena kesehatan mental, maka penanganan dari profesional akan menjadi solusi terbaik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kita tidak serta merta bisa menghakimi suatu sikap yang tidak lazim atau umum dari seseorang. Ini merupakan cara terbaik untuk menghindari konflik lebih jauh. Sebagai individu, bersikap netral dan memandang suatu tindakan dari banyak sisi merupakan solusi terbaik untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang dimaksud dengan perilaku menyimpang? Kamu dapat menemukan penjelasan lengkap berikut contohnya dalam artikel di bawah ini!<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26026,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-26024","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosiologi","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa yang dimaksud dengan perilaku menyimpang? Kamu dapat menemukan penjelasan lengkap berikut contohnya dalam artikel di bawah ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-07T17:29:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/utama.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2023-12-07T17:29:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/\"},\"wordCount\":1287,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/utama.jpg\",\"articleSection\":[\"Sosiologi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/\",\"name\":\"Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/utama.jpg\",\"datePublished\":\"2023-12-07T17:29:18+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/utama.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/utama.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1280,\"caption\":\"Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya - Hotelier Studi","og_description":"Apa yang dimaksud dengan perilaku menyimpang? Kamu dapat menemukan penjelasan lengkap berikut contohnya dalam artikel di bawah ini!","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2023-12-07T17:29:18+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1280,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/utama.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya","datePublished":"2023-12-07T17:29:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/"},"wordCount":1287,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/utama.jpg","articleSection":["Sosiologi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/","name":"Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/utama.jpg","datePublished":"2023-12-07T17:29:18+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/utama.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/utama.jpg","width":1920,"height":1280,"caption":"Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/perilaku-menyimpang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perilaku Menyimpang: Penyebab, Bentuk, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26024","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26024"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26024\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26034,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26024\/revisions\/26034"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26024"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26024"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26024"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}