{"id":2609,"date":"2024-12-31T17:48:27","date_gmt":"2024-12-31T10:48:27","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=2609"},"modified":"2024-12-31T17:48:27","modified_gmt":"2024-12-31T10:48:27","slug":"peta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/","title":{"rendered":"Peta &#8211; Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap!"},"content":{"rendered":"\n<p>Peta atau <em>map<\/em> adalah salah satu alat yang kerap digunakan orang-orang untuk mencari lokasi tertentu. Apalagi sekarang ini sudah ada <em>digital map<\/em> yang penggunaannya semakin memudahkan, karena bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Khususnya bagi kamu yang berprofesi sebagai <em>driver<\/em> ojek atau taksi online.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, bila kamu sering menggunakan transportasi online juga pasti sering menggunakan <em>digital map <\/em>ketika sedang bertransaksi. Profesi lainnya yang juga kerap menggunakan <em>digital map <\/em>adalah seorang traveller, agar tidak mudah tersesat ketika menjelajahi lokasi atau wilayah yang baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan <em>map<\/em>? Apa saja fungsinya hingga membuat banyak orang, dari dulu hingga sekarang, membutuhkan <em>map<\/em> untuk menemukan suatu lokasi atau kondisi daerah tertentu? Bagi kamu yang penasaran, simak ulasan selengkapnya tentang <em>map<\/em> dalam artikel di bawah ini, ya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Peta<\/h2>\n\n\n\n<p>Secara umum, peta merupakan gambaran permukaan bumi yang kemudian ditampilkan ke dalam suatu bidang datar dengan skala tertentu. Sekarang ini, penyajian <em>map<\/em> telah dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari <em>map<\/em> konvensional yang dicetak dalam lembaran kerja hingga <em>digital<\/em> <em>map <\/em>pada perangkat elektronik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada awalnya, istilah <em>map<\/em> berasal dari bahasa Yunani, yakni <em>mappa <\/em>yang memiliki arti taplak atau kain penutup meja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, menilik dari secara harfiahnya, <em>map<\/em> bisa kamu artikan sebagai lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi yang termuat dalam bidang datar dan kemudian diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, sebuah <em>map<\/em> merupakan representasi atau gambaran dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Adapun ilmu yang mempelajari tentang pembuatan <em>map<\/em> adalah kartografi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, ada banyak <em>map<\/em> dengan berbagai skala yang bisa kamu temukan. Nah, skala inilah yang akan menentukan seberapa besar objek pada <em>map<\/em> dalam keadaan yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, berikut ini adalah beberapa pengertian <em>map<\/em> menurut para ahli yang perlu kamu ketahui:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menurut Erwin Raisz, <em>map<\/em> merupakan sebuah gambaran konvensional yang ada di permukaan bumi. Kemudian diperkecil dengan berbagai kenampakan dan ditambahkan tulisan-tulisan sebagai tanda pengenal.<\/li>\n\n\n\n<li>Menurut International Cartographic Association (ICA), <em>map<\/em> merupakan suatu gambaran atau representasi dari unsur-unsur kenampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi. Khususnya yang berkaitan dengan permukaan bumi itu sendiri atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan dalam sebuah bidang datar dan diperkecil atau diskalakan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menurut Aryono Prihandito, <em>map<\/em> merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu yang kemudian digambar pada bidang datar menggunakan sistem proyeksi tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, <em>map<\/em> merupakan wahana bagi penyimpanan dan juga penyajian data kondisi lingkungan. Sehingga, bisa menjadi sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan di tahap tingkatan pembangunan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menurut H.R Wilkinson dan F.J Mounkhous, <em>map<\/em> merupakan rakitan dari empat macam informasi, yakni garis, titik, nama, dan wilayah, yang ditulis atau digambarkan dalam bentuk tulisan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menurut Soetarjo Soejosumamo, <em>map<\/em> merupakan bentuk lukisan permukaan bumi yang digambarkan dengan bentuk kecil lewat perbandingan ukuran tertentu dari bentuk aslinya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Peta<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa peta adalah penggambaran keadaan di permukaan bumi yang sebenarnya ke dalam bidang datar, baik itu berisi tentang fenomena alam maupun fenomena buatan. Jadi, sebuah <em>map<\/em> haruslah memuat informasi yang dibutuhkan dalam pengelolaan sumber daya di berbagai bidang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, bidang perencanaan tata ruang, kelautan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, <em>map<\/em> juga bisa diartikan sebagai sebuah gambaran konvensional dari pola bumi. Dibuat seolah-olah dilihat dari atas bidang datar melalui satu bidang proyeksi yang telah dilengkapi dengan tulisan untuk mengidentifikasinya. Hal inilah yang membuat sebuah <em>map<\/em> juga harus mengandung komunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, <em>map <\/em>merupakan sebuah data yang didesain secara khusus, agar bisa menghasilkan sebuah informasi geografis. Melalui proses pengorganisasian dari adanya kolaborasi data lain yang berkaitan dengan bumi untuk menganalisis, memperkirakan, dan menghasilkan gambar kartografi.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun pemetaan sendiri adalah suatu proses yang dilakukan untuk menyajikan informasi mengenai permukaan bumi yang berupa fakta di dunia nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Baik itu bentuk permukaan bumi maupun sumber daya alam, berdasarkan pada skala peta, sistem proyeksi peta, serta simbol-simbol dari berbagai unsur permukaan yang bumi yang disajikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah berbagai fungsi <em>map<\/em> secara umum yang menarik untuk kamu ketahui:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menunjukkan lokasi ataupun posisi dari suatu tempat yang ada di permukaan bumi.<\/li>\n\n\n\n<li>Memperlihatkan ukuran, baik dari segi luas maupun jarak dan arah suatu tempat yang ada di permukaan bumi.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggambarkan bentuk-bentuk yang ada di permukaan bumi. Contohnya seperti benua, negara, sungai, gunung, dan berbagai bentuk lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu para peneliti, sebelum nantinya melakukan survei secara langsung, guna mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyajikan data secara valid mengenai potensi dari suatu wilayah.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagai alat analisis dengan tujuan untuk mendapatkan sebuah kesimpulan, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagai alat untuk menjelaskan mengenai rencana-rencana yang diajukan. Fungsi yang satu ini sangat bermanfaat bagi para peneliti maupun pemerintah yang akan melaksanakan suatu proyek.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagai alat untuk mempelajari tentang hubungan timbal-balik yang terjadi antara berbagai fenomena-fenomena atau gejala-gejala geografi yang ada di permukaan bumi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-Jenis Peta<\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun masyarakat umum lebih familiar dengan <em>map<\/em> konvensional dan <em>digital<\/em> <em>map<\/em>, namun ternyata jenis-jenisnya terbagi lagi ke dalam berbagai kategori, <em>lho<\/em>. Berikut ini adalah berbagai jenis-jenis peta yang perlu kamu ketahui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Berdasarkan Isinya<\/h3>\n\n\n\n<p>Berdasarkan isinya, <em>map<\/em> terbagi ke dalam dua jenis, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Umum<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta umum adalah <em>map<\/em> yang menampilkan seluruh bagian permukaan bumi, baik dari segi fisik alam maupun buatan manusia. Jenis yang satu ini mempunyai gambaran informasi yang dimuat secara umum.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, peta umum merupakan <em>map<\/em> yang menggambarkan kenampakan bumi berupa fenomena alam maupun budaya. <em>Map<\/em> ini terbagi lagi ke dalam tiga jenis, yakni peta topografi, chorografi, dan geografi. Adapun penjelasan ketiganya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Topografi merupakan jenis <em>map<\/em> yang menggambarkan permukaan bumi secara lengkap dengan reliefnya yang digambarkan dalam sebuah bentuk garis kontur.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Chorografi merupakan jenis <em>map<\/em> yang menggambarkan keseluruhan ataupun sebagian permukaan bumi yang sifatnya umum serta biasanya berskala sedang. Contohnya seperti atlas.<\/li>\n\n\n\n<li>Geografi merupakan <em>map<\/em> yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sudah pasti sangat luas.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Khusus atau Tematik<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta tematik hanya menampilkan informasi terkait dengan kenampakan tertentu. Adapun penggunaan simbolnya sendiri akan menyesuaikan dengan tema yang ada pada judul. Beberapa contohnya adalah <em>map<\/em> kepadatan penduduk, penggunaan lahan, persebaran objek wisata, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Berdasarkan Skalanya<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah penjelasan mengenai lima jenis <em>map<\/em> berdasarkan skalanya:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Kadaster<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta kadaster merupakan jenis <em>map<\/em> yang mempunyai skala antara 1:100 sampai dengan 1:5.000. Umumnya, <em>map<\/em> ini digunakan untuk menggambarkan luas tanah ataupun sertifikat tanah.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Skala Besar<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta skala besar mempunyai skala berukuran antara 1:5.000 sampai dengan 1:250.000. Biasanya, <em>map<\/em> ini digunakan untuk menggambarkan wilayah atau daerah yang sempit. Contohnya seperti <em>map<\/em> desa, kelurahan, kecamatan, dan kota.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Skala Sedang<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta skala sedang mempunyai skala antara 1:250.000 sampai dengan 1:500.000 dengan cakupan wilayah yang jelas. Adapun yang termasuk dari jenis <em>map<\/em> ini antara lain provinsi, pulau, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">d. Skala Kecil<\/h4>\n\n\n\n<p>Jenis <em>map<\/em> yang satu ini mempunyai skala antara 1:500.000 sampai dengan 1:1.000.000. Adapun daerah yang digambarkan dalam <em>map<\/em> ini relatif cukup luas, seperti <em>map<\/em> satu negara.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">e. Skala Geografi<\/h4>\n\n\n\n<p>Jenis <em>map<\/em> yang terakhir ini mempunyai skala yang lebih kecil, yakni dari 1:1.000.000 dan wilayah yang ada di dalamnya juga lebih luas. <em>Map<\/em> dengan skala sekecil ini biasanya menggambarkan sebuah benua atau dunia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Berdasarkan Bentuk atau Simetrisnya<\/h3>\n\n\n\n<p>Berdasarkan pada bentuk atau simetrisnya, jenis <em>map<\/em> yang satu ini terbagi ke dalam lima kategori, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Datar atau Dua Dimensi<\/h4>\n\n\n\n<p>Jenis <em>map<\/em> yang satu ini memiliki banyak sebutan, seperti <em>map<\/em> biasa dan <em>map<\/em> planimetri. Secara umum, <em>map<\/em> ini mempunyai bentuk yang datar dan material pembuatannya menggunakan kain atau kertas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, jenis <em>map<\/em> ini juga digambarkan dengan menggunakan perbedaan warna atau simbol lain dengan tambahan keterangan di bagian bawah gambar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Timbul<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta timbul atau <em>map<\/em> tiga dimensi atau <em>map<\/em> stereometri merupakan jenis <em>map<\/em> yang menggambarkan keadaan sebenarnya di permukaan bumi. Adapun pembuatan <em>map<\/em> ini umumnya menggunakan bayangan tiga dimensi, sehingga akan muncul bentuk-bentuk permukaan bumi yang mirip seperti aslinya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">c. Digital<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta digital adalah jenis <em>map<\/em> hasil pengolahan data digital yang tersimpan di dalam komputer atau perangkat elektronik lain. Menariknya, <em>map<\/em> ini juga bisa disimpan di dalam disket atau CD-ROM. Contoh dari <em>digital map<\/em>,<em> <\/em>antara lain foto udara dan citra satelit.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">d. Garis<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta garis merupakan jenis <em>map<\/em> yang menyajikan data alam serta kenampakan buatan manusia dalam bentuk titik, garis, dan juga luasan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">e. Foto<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta foto merupakan jenis <em>map<\/em> yang dihasilkan oleh mozaik foto udara yang kemudian dilengkapi dengan garis kontur, nama, dan juga legenda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Berdasarkan Sumber Datanya<\/h3>\n\n\n\n<p>Kategori <em>map<\/em> berdasarkan dari sumber datanya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Induk atau Basic Map<\/h4>\n\n\n\n<p><em>Basic map<\/em> adalah jenis <em>map<\/em> yang didapatkan berdasarkan survei lapangan secara langsung. Biasanya, jenis <em>map<\/em> yang satu ini digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi. Hal inilah yang membuatnya sering disebut dengan <em>basic map<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, <em>map<\/em> ini nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan jenis-jenis <em>map<\/em> yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Turunan atau Derived Map<\/h4>\n\n\n\n<p><em>Derived map<\/em> adalah jenis <em>map<\/em> yang dibuat berdasarkan pada acuan <em>map<\/em> yang telah ada sebelumnya. Jadi, proses pembuatannya tidak lagi membutuhkan survei lapangan secara langsung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Berdasarkan Keadaan Objek<\/h3>\n\n\n\n<p>Adapun jenis <em>map<\/em> berdasarkan keadaan objeknya terbagi menjadi dua, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Dinamik<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta dinamik adalah jenis <em>map<\/em> yang menggambarkan keadaan yang labil, baik itu meningkat ataupun menurun. Contoh dari <em>map<\/em> dinamik sendiri adalah <em>map<\/em> urbanisasi, <em>map<\/em> aliran sungai, dan juga <em>map<\/em> perluasan tambang.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Stasioner<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta stasioner merupakan jenis <em>map<\/em> yang menggambarkan keadaan tetap atau stabil. Contohnya seperti <em>map<\/em> tanah, <em>map<\/em> wilayah, <em>map<\/em> geologi, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Berdasarkan Statistiknya<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis-jenis <em>map<\/em> berdasarkan statistiknya terbagi ke dalam dua kategori, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">a. Statistik Distribusi Kuantitatif<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta statistik distribusi kuantitatif merupakan jenis <em>map<\/em> yang menggambarkan jumlah data yang umumnya dibuat berdasarkan perhitungan persentase dan frekuensi. Beberapa contoh dari <em>map<\/em> statistik distribusi kuantitatif, antara lain <em>map<\/em> pendidikan, <em>map<\/em> penduduk, dan juga <em>map<\/em> curah hujan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">b. Statistik Distribusi Kualitatif<\/h4>\n\n\n\n<p>Peta statistik distribusi kualitatif merupakan jenis <em>map<\/em> yang menggambarkan tentang variasi berbagai jenis data tanpa memperhitungkan jumlah. Berbagai contoh dari <em>map<\/em> statistik distribusi kualitatif, antara lain <em>map<\/em> agama, <em>map<\/em> budaya, dan juga <em>map<\/em> tanah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Syarat-Syarat Peta<\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika membuat sebuah <em>map<\/em>, terdapat beberapa syarat yang harus diperhatikan, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Jelas<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Map<\/em> yang dibuat harus menggambarkan daerah ataupun objek yang dipetakan dengan jelas. Baik itu simbol, tata warna, tata tulis atau <em>lettering<\/em>, dan sebagainya wajib dibuat dengan jelas, sehingga pengguna peta bisa lebih mudah dalam memanfaatkan benda tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Rapi dan Indah<\/h3>\n\n\n\n<p>Secara keseluruhan, <em>map<\/em> yang baik merupakan sebuah <em>map<\/em> yang terlihat rapi dan juga indah. Jadi, jangan sampai <em>map<\/em> yang dibuat tersebut terlihat acak-acakan dan sulit dibaca oleh penggunanya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Teliti dan Sistematis<\/h3>\n\n\n\n<p>Peta yang dibuat harus disajikan dengan teliti dan juga sistematis. Khususnya pada hal-hal yang berkaitan dengan letak, nama tempat, dan lain sebagainya. Apalagi pada <em>map<\/em> khusus yang bersifat kuantitatif, sudah pasti pembuatannya harus sangat teliti dan disusun secara sistematis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Data Lengkap<\/h3>\n\n\n\n<p>Kelengkapan data menjadi syarat pembuatan <em>map<\/em> yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Oleh karena itu, data yang tercantum dalam sebuah <em>map<\/em> harus lengkap serta sesuai dengan isi dan judul petanya. Dengan begitu, maka <em>map<\/em> bisa lebih bermanfaat bagi para penggunanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Unsur-Unsur pada Peta<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam sebuah <em>map<\/em>, tentu saja harus memenuhi unsur-unsur tertentu. Oleh karena itulah, sangat penting bagi para pembuat <em>map<\/em> untuk mengetahui apa saja unsur-unsur yang ada di dalamnya. Nah, berikut ini adalah tiga unsur <em>map<\/em> yang wajib kamu ketahui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Ekuidistan<\/h3>\n\n\n\n<p>Ekuidistan merupakan jarak yang ada di dalam <em>map<\/em>, di mana jarak tersebut harus bisa menggambarkan jarak yang sebenarnya di permukaan bumi. Oleh karena itulah, sebuah <em>map<\/em> membutuhkan skala <em>map<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Ekuivalen<\/h3>\n\n\n\n<p>Ekuivalen maksudnya adalah luas yang ada di dalam <em>map<\/em> harus menggambarkan luas yang sebenarnya dari daerah tersebut di permukaan bumi yang dipetakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Konform<\/h3>\n\n\n\n<p>Konform merupakan bentuk yang tergambarkan pada <em>map<\/em> harus memiliki bentuk yang sama dengan daerah yang dipetakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Isi atau Komponen pada Peta<\/h2>\n\n\n\n<p>Bagi manusia, <em>map<\/em> adalah alat bantu yang berperan penting dalam menyampaikan suatu informasi tentang keruangan. Berdasarkan fungsinya ini, maka dalam pembuatan <em>map<\/em> harus dilengkapi dengan berbagai macam komponen. Tujuannya adalah untuk mempermudahkan pengguna dalam membaca atau menggunakan <em>map<\/em> tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah penjelasan mengenai seluruh komponen <em>map<\/em> yang perlu kamu ketahui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Judul<\/h3>\n\n\n\n<p>Komponen <em>map<\/em> yang pertama adalah judul. Secara umum, judul ini mencerminkan isi dan juga tipe <em>map<\/em>. Penulisan judul sering kali terletak di bagian atas tengah, atas kanan, ataupun di bagian bawah. Meski begitu, sebisa mungkin penulisan judul diletakkan di kanan atas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Garis Tepi<\/h3>\n\n\n\n<p>Garis tepi yang ada di dalam <em>map<\/em> adalah garis yang terletak di bagian tepi <em>map<\/em>. Jadi, ujung dari setiap garis tersebut akan bertemu dengan ujung garis yang lain. Secara keseluruhan, manfaat garis tepi yang ada di dalam <em>map<\/em> adalah untuk membantu gambar <em>map<\/em> agar terlihat lebih rapi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Garis Astronomi atau Koordinat<\/h3>\n\n\n\n<p>Garis astronomi atau biasa disebut juga dengan koordinat yang ada pada peta umumnya terletak di bagian tepi dan berbentuk angka-angka koordinat dalam satuan derajat, menit, dan juga detik. Keberadaan garis astronomi ini bertujuan untuk menentukan lokasi suatu tempat yang ada di <em>map<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Legenda<\/h3>\n\n\n\n<p>Legenda adalah keterangan dari simbol-simbol yang nantinya akan menjadi kunci dalam memahami <em>map<\/em>. Oleh karena itulah, keberadaan legenda dalam <em>map<\/em> menjadi bagian yang penting. Hal ini karena <em>map<\/em> umumnya akan memuat beberapa simbol sekaligus yang akan menunjukkan karakteristik sebuah wilayah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Orientasi atau Tanda Arah<\/h3>\n\n\n\n<p>Umumnya, arah utara akan ditunjukkan oleh tanda panah yang mengarah ke arah atas <em>map<\/em>. Menariknya lagi, koordinat juga bisa menjadi petunjuk arah dalam sebuah <em>map<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Skala<\/h3>\n\n\n\n<p>Skala merupakan perbandingan jarak yang ada pada peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan atau di permukaan bumi. Skala ini biasanya ditulis di bawah judul <em>map<\/em>, di luar garis tepi, atau pun di bawah penulisan legenda.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, skala terbagi ke dalam tiga jenis yang menarik untuk kamu ketahui, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Skala angka. Contohnya seperti 1:2.500.000 yang memiliki arti setiap 1 cm jarak dalam peta sama dengan 15 km satuan jarak yang sebenarnya di permukaan bumi.<\/li>\n\n\n\n<li>Skala garis, yakni skala yang dibuat dalam bentuk garis horizontal yang mempunyai panjang tertentu serta tiap ruasnya berukuran 1 cm atau lebih. Selain itu, juga berperan untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh si pembuat <em>map<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Skala verbal, yakni jenis skala yang ditulis dengan menggunakan kata-kata.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Simbol<\/h3>\n\n\n\n<p>Simbol pada <em>map<\/em> merupakan tanda ataupun gambar yang berfungsi untuk mewakili kenampakan yang ada di permukaan bumi yang kemudian digambarkan pada <em>map<\/em> kenampakannya. Adapun berbagai jenis-jenis simbol yang perlu dikenali adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Titik, yakni simbol yang digunakan untuk menyajikan tempat ataupun data posisional.<\/li>\n\n\n\n<li>Garis, yakni simbol yang digunakan untuk menyajikan data yang berkaitan dengan jarak.<\/li>\n\n\n\n<li>Area, yakni simbol yang digunakan untuk mewakili area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>Aliran, yakni simbol yang digunakan untuk menyatakan sebuah alur atau gerak.<\/li>\n\n\n\n<li>Batang, yakni simbol yang digunakan untuk menyatakan suatu harga atau dibandingkan dengan harga atau nilai lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Lingkaran, yakni simbol yang digunakan untuk menyatakan kuantitas atau jumlah dalam bentuk persentase.<\/li>\n\n\n\n<li>Bola, yakni simbol yang digunakan untuk menyatakan volume. Jadi, semakin besar simbol bola pada sebuah <em>map<\/em>, maka menunjukkan volume tersebut semakin besar. Begitu pula sebaliknya, semakin kecil simbol bola, berarti volumenya semakin kecil.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Inset<\/h3>\n\n\n\n<p>Inset dalam sebuah <em>map<\/em> berfungsi untuk menunjukkan kedudukan daerah yang dipetakan terhadap daerah yang ada di sekitarnya. Komponen inset ini juga berfungsi untuk menjelaskan gambaran wilayah di <em>map<\/em> utama serta perbedaannya dengan wilayah lain yang ada di sekelilingnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, ketika membuat gambar Pulau Jawa sebagai <em>map<\/em> utamanya, maka membutuhkan <em>map<\/em> Indonesia sebagai inset. Tujuannya adalah agar posisi Pulau Sumatera dan pulau lain di sekitarnya bisa terlihat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Warna Peta<\/h3>\n\n\n\n<p>Warna <em>map<\/em> ini digunakan untuk membedakan kenampakan ataupun objek yang ada di permukaan bumi, memberikan kualitas atau kuantitas simbol yang ada di <em>map<\/em>, serta untuk keperluan estetika <em>map<\/em>. Secara umum, warna <em>map<\/em> terbagi ke dalam delapan kategori, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Warna hijau, berfungsi untuk menunjukkan suatu daerah yang mempunyai ketinggian kurang dari 200 m. Umumnya, bentuk permukaan bumi yang memiliki ketinggian kurang dari 200 m didominasi oleh dataran rendah. Adapun di dataran rendah yang ada pulau Jawa terdapat di sepanjang pantai utara dan selatan.<\/li>\n\n\n\n<li>Warna merah, berfungsi untuk menunjukkan jalan kereta api atau gunung aktif. Biasanya, warna ini banyak dijumpai di <em>map<\/em> suatu provinsi.<\/li>\n\n\n\n<li>Warna hijau muda, berfungsi untuk menunjukkan suatu daerah yang mempunyai ketinggian antara 200-400 m di atas permukaan laut. Bentuk permukaan bumi yang ada di daerah ini adalah daerah yang landai dengan disertai bentuk-bentuk permukaan bumi yang bergelombang dan berbukit.<\/li>\n\n\n\n<li>Warna kuning, berfungsi untuk menunjukkan suatu daerah yang mempunyai ketinggian antara 500-1.000 m di atas permukaan dengan bentuk permukaan bumi yang didominasi oleh permukaan tinggi, perbukitan, dan pegunungan rendah. Adapun penyebaran dari bentuk muka bumi ini adalah berada di bagian tepi-tengah dari Provinsi Jawa Tengah dan paling luas berada di sebelah tenggara Kabupaten Sukoharjo.<\/li>\n\n\n\n<li>Warna coklat muda, berfungsi untuk menunjukkan daerah yang memiliki ketinggian antara 1.000-1.500 m di atas permukaan bumi. Adapun bentuk permukaan bumi yang ada di daerah ini adalah pegunungan sedang yang disertai dengan gunung-gunung rendah. Penyebaran bentuk permukaan ini ada di bagian tengah Jawa Tengah, seperti Bumiayu, Banjarnegara, Wonosobo, Tawangmangu, Temanggung, dan juga Salatiga.<\/li>\n\n\n\n<li>Warna coklat, berfungsi untuk menunjukkan daerah yang memiliki ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan, di mana didominasi oleh gunung-gunung yang relatif tinggi. Penyebaran gunung-gunung tinggi tersebut sebagian besar ada di daerah Jawa Tengah.<\/li>\n\n\n\n<li>Warna biru keputihan, berfungsi untuk menunjukkan warna kenampakan perairan yang kedalamannya kurang dari 200 m. Bentuk permukaan bumi di dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentuk lereng yang relatif landai. Adapun zona yang ada di wilayah ini disebut juga dengan zona neritik yang penyebarannya ada di sekitar pantai.<\/li>\n\n\n\n<li>Warna biru muda, berfungsi untuk menunjukkan wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman antara 200-2.000 m.<\/li>\n\n\n\n<li>Warna biru tua, berfungsi untuk menunjukkan wilayah perairan laut dengan kedalaman lebih dari 2.000 m.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Tipe Huruf atau Lettering<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Lettering<\/em> dalam <em>map<\/em> berfungsi untuk mempertebal arti dari simbol-simbol yang ada di dalamnya. Setidaknya, ada dua macam penggunaan <em>lettering<\/em> yang perlu diketahui, yakni:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Objek hipsografi yang ditulis dengan huruf tegak. Contohnya seperti Surakarta.<\/li>\n\n\n\n<li>Objek hidrografi yang ditulis dengan huruf miring. Contohnya seperti <em>Laut Jawa<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">11. Sumber Data Peta<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam pembuatan <em>map<\/em>, sumber ini menunjukkan asal informasi yang digunakan. Dengan kata lain, sumber <em>map<\/em> ini dapat memperjelas rujukan yang dipakai oleh si pembuat <em>map<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">12. Tahun Pembuatan<\/h3>\n\n\n\n<p>Tahun pembuatan <em>map<\/em> berfungsi untuk membantu pembaca dalam menganalisis berbagai kecenderungan perubahan dari ke waktu yang terjadi dalam suatu wilayah tertentu. Selain itu, info tahun pembuatan <em>map<\/em> juga dapat memberi informasi yang berkaitan dengan keakuratan data per tahun pembuatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">13. Garis Lintang dan Garis Bujur<\/h3>\n\n\n\n<p>Garis lintang merupakan kategori garis yang melintang dari arah barat ke timur atau dari arah timur ke barat. Sedangkan garis bujur merupakan kategori garis yang membujur dari arah utara ke selatan atau arah selatan ke utara.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Paham Tentang Apa Itu Peta?<\/h2>\n\n\n\n<p>Nah, itu dia penjelasan singkat tentang serba-serbi <em>map<\/em>. Mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis, unsur, hingga komponennya yang menarik untuk diketahui. Jadi, kini kamu sudah lebih paham tentang apa itu <em>map<\/em>, kan? Semoga informasi seputar <em>map<\/em> di atas bermanfaat untukmu, ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peta atau map adalah salah satu alat yang kerap digunakan orang-orang untuk mencari lokasi tertentu. Apalagi sekarang ini sudah ada<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2610,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[571],"class_list":["post-2609","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-geografi","tag-peta","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Peta - Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap! - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Peta - Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap! - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Peta atau map adalah salah satu alat yang kerap digunakan orang-orang untuk mencari lokasi tertentu. Apalagi sekarang ini sudah ada\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-31T10:48:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/pexels-mihis-alex-21014.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"427\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"15 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Peta &#8211; Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap!\",\"datePublished\":\"2024-12-31T10:48:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/\"},\"wordCount\":3056,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/pexels-mihis-alex-21014.jpg\",\"keywords\":[\"peta\"],\"articleSection\":[\"Geografi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/\",\"name\":\"Peta - Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap! - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/pexels-mihis-alex-21014.jpg\",\"datePublished\":\"2024-12-31T10:48:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/pexels-mihis-alex-21014.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/pexels-mihis-alex-21014.jpg\",\"width\":640,\"height\":427,\"caption\":\"Peta - Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap!\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Peta &#8211; Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Peta - Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap! - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Peta - Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap! - Hotelier Studi","og_description":"Peta atau map adalah salah satu alat yang kerap digunakan orang-orang untuk mencari lokasi tertentu. Apalagi sekarang ini sudah ada","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2024-12-31T10:48:27+00:00","og_image":[{"width":640,"height":427,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/pexels-mihis-alex-21014.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"15 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Peta &#8211; Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap!","datePublished":"2024-12-31T10:48:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/"},"wordCount":3056,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/pexels-mihis-alex-21014.jpg","keywords":["peta"],"articleSection":["Geografi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/","name":"Peta - Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap! - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/pexels-mihis-alex-21014.jpg","datePublished":"2024-12-31T10:48:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/pexels-mihis-alex-21014.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/pexels-mihis-alex-21014.jpg","width":640,"height":427,"caption":"Peta - Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap!"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/peta\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Peta &#8211; Pengertian, Jenis, Unsur Penyusun, dan Isi, Terlengkap!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2609","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2609"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2609\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2611,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2609\/revisions\/2611"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2610"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}