{"id":26214,"date":"2023-12-08T00:29:42","date_gmt":"2023-12-07T17:29:42","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=26214"},"modified":"2023-12-08T00:29:42","modified_gmt":"2023-12-07T17:29:42","slug":"pengertian-primordialisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/","title":{"rendered":"Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Apa pengertian primordialisme dan sepenting apa peranannya di tengah masyarakat? Secara sederhana, istilah tersebut merujuk pada keteguhan sikap. Selengkapnya, artikel ini akan membahasnya lebih terperinci. Selamat membaca!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Primordialisme<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"500\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Pengertian-Primordialisme.png\" alt=\"Ilustrasi Primordialisme \" class=\"wp-image-26217\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Pengertian-Primordialisme.png 750w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Pengertian-Primordialisme-300x200.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ilustrasi Primordialisme | Sumber Gambar: Kompas<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Melansir dari berbagai sumber terpercaya, primordialisme adalah suatu keterikatan dengan nilai-nilai yang telah dipelajari dan diyakini sejak kecil. Rasa terikat itu menumbuhkan paham dan membentuk karakter seseorang menjadi teguh terkait adat istiadat, norma, hingga tradisi yang telah berlangsung sejak kecil.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-Ciri Primordialisme<\/h2>\n\n\n\n<p>Lantas, bagaimana cara untuk mengetahui seseorang terlanjur menjadi sosok primordialisme atau tidak? Kamu dapat mengenalinya melalui karakteristik-karakteristik berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Loyalitas Tinggi<\/h3>\n\n\n\n<p>Karakter utama dari individu atau kelompok primordialisme adalah loyalitas atau kesetiaan yang tinggi. Sekali mempercayai sesuatu, mereka akan meyakini dan memperjuangkannya hingga akhir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tampak Sebagai Identitas Kelompok<\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri selanjutnya adalah terbentuknya identitas suatu kelompok dari para individu dengan karakter primordialisme. Orang-orang dengan pemahaman yang sama berkumpul dan tampil di depan publik sebagai satu kesatuan. Sebuah keberhasilan dalam membentuk identitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menganut Nilai Berdasarkan Keyakinan<\/h3>\n\n\n\n<p>Individu primordial menganut suatu nilai \u2013 baik norma, agama, maupun sosial biasanya berdasarkan keyakinan terhadap suatu hal. Contohnya terkait adat istiadat suku, upacara keagamaan, atau tradisi etnis tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Berkelompok karena Memiliki Tujuan dan Kepentingan yang Sama<\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri terakhir primordialisme adalah membentuk suatu kelompok bersama sekumpulan orang yang mempunyai satu pandangan, tujuan, serta kepentingan yang sama. Mereka akan otomatis menghindari individu maupun kelompok yang tidak mempunyai kesepahaman tanpa berusaha berdebat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dampak Primordialisme di Masyarakat<\/h2>\n\n\n\n<p>Kamu sudah memiliki cukup pandangan bukan setelah membaca tentang pengertian primordialisme berikut ciri-cirinya? Hal selanjutnya yang perlu kamu ketahui adalah dampaknya di tengah masyarakat. Dalam setiap hal, selalu ada sisi positif maupun negatif. Begitu pula dengan karakter primordialisme. Berikut beberapa dampaknya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dampak Positif Primordialisme<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Dampak-Positif-Primordialisme-1024x683.jpg\" alt=\"Ilustrasi Cinta Tanah Air\" class=\"wp-image-26218\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Dampak-Positif-Primordialisme-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Dampak-Positif-Primordialisme-300x200.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Dampak-Positif-Primordialisme-768x512.jpg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Dampak-Positif-Primordialisme-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Dampak-Positif-Primordialisme.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ilustrasi Cinta Tanah Air | Sumber Gambar: Pexels<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Adapun efek baik yang hadir dari keberadaan individu primordialisme adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Menciptakan Rasa Cinta Terhadap Tanah Air<\/h4>\n\n\n\n<p>Sisi positif pertama adalah menciptakan rasa cinta terhadap Indonesia sebagai tanah air. Ini disebabkan oleh karakter primordialisme yang lahir dan tumbuh besar di Indonesia, sehingga segala sesuatu tentang negeri ini mengakar kuat dalam dirinya. Hal tersebut akan memicu individu menjadi lebih bangga terhadap produk lokal.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Meningkatkan Nasionalisme serta Patriotisme<\/h4>\n\n\n\n<p>Efek baik yang kedua adalah meningkatnya rasa nasionalisme atau kebanggaan terhadap tanah air. Contohnya memberikan dukungan terhadap perwakilan Indonesia dalam suatu kompetisi \u2013 meskipun kemungkinan menang sangat kecil.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain nasionalisme, rasa patriotisme atau berjuang untuk negara juga ikut meningkat. Hal tersebut berlaku untuk para atlet atau delegasi yang membawa nama Indonesia ke mancanegara. Mereka pasti akan berjuang untuk mengharumkan nama bangsa.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Membantu Melestarikan Budaya<\/h4>\n\n\n\n<p>Adanya rasa cinta, nasionalisme, dan patriotisme pada Indonesia akan memacu individu primordialisme membantu melestarikan budaya. Ada rasa tidak ikhlas apabila adat istiadat serta tradisi yang tidak ternilai hancur begitu saja.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. Menciptakan Loyalitas Tanpa Batas<\/h4>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan ciri-ciri dari primordialisme sendiri, individu akan memiliki kesetiaan yang sangat dalam. Sekali merasa terikat dengan seseorang, kelompok, maupun skala yang lebih besar, tidak akan pernah ada penolakan dan pengkhianatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dampak Negatif Primordialisme<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"638\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Dampak-Negatif-Primordialisme-1024x638.jpg\" alt=\"Ilustrasi Radikalisme\" class=\"wp-image-26219\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Dampak-Negatif-Primordialisme-1024x638.jpg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Dampak-Negatif-Primordialisme-300x187.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Dampak-Negatif-Primordialisme-768x479.jpg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Dampak-Negatif-Primordialisme-1536x957.jpg 1536w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Dampak-Negatif-Primordialisme-2048x1277.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ilustrasi Radikalisme | Sumber Gambar: dailysabah<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Meskipun mempunyai cukup banyak sisi positif, faktanya ada dampak-dampak negatif yang muncul akibat karakter tersebut. Sesuai dengan pengertian primordialisme yang menekankan pada keterikatan, berikut efek buruk yang terjadi:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Perilaku Nepotisme<\/h4>\n\n\n\n<p>Perasaan terikat secara otomatis akan menghasilkan kecenderungan atau keberpihakan. Inilah yang kemudian memicu individu atau kelompok primordialisme melakukan nepotisme.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, rasa mengutamakan kelompok sendiri bisa berakibat pengabaian terhadap kandidat lain yang lebih memenuhi kualifikasi dalam suatu kesempatan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Memicu Radikalisme<\/h4>\n\n\n\n<p>Efek negatif kedua, tidak lain munculnya radikalisme atau pengutamaan kepentingan kelompok secara ekstrem. Biasanya, hal ini sangat sering terjadi dalam konflik agama antara mayoritas dan minoritas.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Menghambat Laju Pembangunan dan Modernisasi<\/h4>\n\n\n\n<p>Keterikatan berlebih dengan sesuatu, khususnya pemahaman kuno, menghasilkan penolakan terhadap perubahan. Ini kemudian akan memunculkan kesulitan dalam melanjutkan pembangunan serta langkah modernisasi. Mengapa? Sebab dianggap sebagai upaya sabotase atau pelenyapan suatu kebiasaan atau pemahaman lama.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. Munculnya Intimidasi dan Diskriminasi<\/h4>\n\n\n\n<p>Keberpihakan selalu berujung pada tindakan intimidasi serta diskriminasi. Ketika seseorang atau sekelompok orang memiliki perbedaan pandangan, mereka cenderung mendapatkan ancaman dan dikecualikan oleh kelompok primordialisme.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">5. Perilaku Etnosentrisme<\/h4>\n\n\n\n<p>Dampak negatif terakhir adalah etnosentrisme atau menganggap kelompok di mana dia berada lebih tinggi dan terhormat dibandingkan kelompok lain. Hal tersebut rentan memicu konflik antar kelompok \u2013 baik skala besar maupun kecil.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Kasus Primordialisme di Masyarakat<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"611\" height=\"404\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/4.-Contoh-Kasus-Primordialisme-di-Masyarakat.jpeg\" alt=\"GAM\" class=\"wp-image-26220\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/4.-Contoh-Kasus-Primordialisme-di-Masyarakat.jpeg 611w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/4.-Contoh-Kasus-Primordialisme-di-Masyarakat-300x198.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 611px) 100vw, 611px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">GAM | Sumber Gambar: sruputkopi85<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Berdasarkan pengertian primodialisme dan detail lain yang dijabarkan, kurang lengkap bila kamu tidak mengetahui contoh-contoh kasus yang ada. Pada dasarnya, permasalahan tersebut sering ditemukan di tengah masyarakat, seperti:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kelompok Militan Jamaah Islamiyah<\/h3>\n\n\n\n<p>Indonesia pernah masuk daftar negara paling tidak aman di dunia akibat aksi pengeboman di berbagai wilayah yang dilakukan oleh kelompok radikal Jamaah Islamiyah. Ini merupakan contoh primordialisme yang menganggap orang-orang di luar kelompok mereka adalah musuh dan halal untuk dibunuh.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Gerakan Separatis di Berbagai Wilayah Indonesia<\/h3>\n\n\n\n<p>Gerakan Aceh Merdeka (GAM) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan contoh nyata primordialisme di masyarakat Indonesia. Karena menganggap kelompoknya benar, mereka melakukan upaya kudeta terhadap pemerintah yang sah dan akhirnya mengakibatkan pertumpahan darah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Dukungan Terhadap Atlet Indonesia yang Berlaga&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan pengertian primordialisme yang memiliki dampak positif meningkatkan rasa nasionalisme. Ini bisa kamu lihat ketika atlet Indonesia tengah berlaga di kompetisi bergengsi, khususnya tingkat dunia. Pendukung Indonesia tidak akan ragu membeli tiket untuk menonton langsung jalannya pertandingan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mempertahankan Budaya yang Coba Negara Lain Klaim<\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak sekali upaya negara lain melakukan klaim terhadap budaya asli Indonesia seperti wayang dan batik. Kelompok primordialisme akan menunjukkan perlawanan sebagai bentuk cinta tanah air dengan menyertakan bukti-bukti konkret bahwa kebudayaan tersebut asli milik Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Penerimaan Karyawan Baru di Bawah Standar<\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, yang cukup sering dijumpai adalah penerimaan karyawan baru dengan kualifikasi di bawah pelamar lain. Padahal, proses wawancara dan tes sudah berlangsung sesuai SOP perusahaan, namun hasilnya tidak transparan.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, kasus seperti ini dilakukan perusahaan atau instansi semata-mata untuk kamuflase agar tidak terdeteksi melakukan kecurangan penerimaan karyawan baru. Padahal, sejak semula memang kandidat yang tidak mempunyai \u2018koneksi\u2019 dengan perusahaan tidak akan diterima.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Solusi Primordialisme untuk Menghindari Dampak Negatif<\/h2>\n\n\n\n<p>Selain memahami pengertian primordialisme, berbagai efek negatif di atas tentu menjadi sesuatu yang sepatutnya dicegah. Sehingga, tidak sampai terjadi karena berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Berikut ini adalah tips sederhana agar sifat primordialisme tidak menghasilkan dampak buruk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menguatkan Pancasila sebagai pedoman utama dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu berbeda-beda tapi tetap satu juga.<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan rasa toleransi terhadap orang-orang yang berbeda suku, agama, dan ras.<\/li>\n\n\n\n<li>Saling bantu dan bergotong royong tanpa memandang latar belakang.<\/li>\n\n\n\n<li>Menanamkan pemikiran bahwa perbedaan bukan suatu dosa atau kesalahan, melainkan sebuah hal yang normal.<\/li>\n\n\n\n<li>Memahami bahwa setiap manusia sejatinya sama di mata Tuhan, tidak ada yang lebih tinggi atau rendah.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyiapkan diri untuk menerima perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan memahami bahwa hal itu bukan sesuatu yang buruk.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam mewujudkan tindakan-tindakan pencegahan tersebut, dibutuhkan partisipasi aktif dari segala lapisan masyarakat. Individu, keluarga, lingkungan, pendidikan, hingga pemerintahan. Sebab, tanpa keterlibatan semua pihak, kerukunan yang didambakan akan sulit untuk tercapai.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga :<a href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/radikalisme-adalah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Radikalisme Adalah: Pengertian, Ciri, Penyebab, dan Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Memahami Pengertian Primordialisme?<\/h2>\n\n\n\n<p>Lengkap bukan penjabaran tentang pengertian primordialisme di atas? Sifat tersebut memang dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang tidak baik, namun sejatinya tetap memiliki sisi positif \u2013 khususnya terkait ikatan kuat antara masyarakat dengan negeri tercinta.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, keberpihakan dan keterikatan yang terlanjur mengakar terlalu kuat kemudian akan menimbulkan masalah berupa dampak-dampak negatif tersebut. Hal tersebut lantas memicu konflik di tengah masyarakat dan berujung memecah belah persatuan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh sebab itu, karakter primordialisme merupakan sesuatu yang baik asalkan sesuai porsinya. Ingat! Kemajemukan adalah identitas dari Indonesia. Karena itu, sikap toleransi dan mampu menghargai sesama wajib untuk kita \u2013 rakyat Indonesia terapkan dalam hidup sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian primordialisme masih sangat awam di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, artikel berikut akan mengupasnya secara tuntas. Yuk, simak!<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26216,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-26214","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosiologi","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengertian primordialisme masih sangat awam di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, artikel berikut akan mengupasnya secara tuntas. Yuk, simak!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-07T17:29:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2023-12-07T17:29:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/\"},\"wordCount\":1233,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-2.jpg\",\"articleSection\":[\"Sosiologi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/\",\"name\":\"Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-2.jpg\",\"datePublished\":\"2023-12-07T17:29:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-2.jpg\",\"width\":750,\"height\":500,\"caption\":\"Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya - Hotelier Studi","og_description":"Pengertian primordialisme masih sangat awam di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, artikel berikut akan mengupasnya secara tuntas. Yuk, simak!","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2023-12-07T17:29:42+00:00","og_image":[{"width":750,"height":500,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya","datePublished":"2023-12-07T17:29:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/"},"wordCount":1233,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-2.jpg","articleSection":["Sosiologi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/","name":"Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-2.jpg","datePublished":"2023-12-07T17:29:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-2.jpg","width":750,"height":500,"caption":"Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/pengertian-primordialisme\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Primordialisme: Ciri, Dampak, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26214","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26214"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26214\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26222,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26214\/revisions\/26222"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}