{"id":27814,"date":"2023-12-08T00:35:55","date_gmt":"2023-12-07T17:35:55","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=27814"},"modified":"2023-12-08T00:35:55","modified_gmt":"2023-12-07T17:35:55","slug":"mixology-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/","title":{"rendered":"Mixology Adalah: Pengertian &amp; Perbedaannya dengan Bartender"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Mixology <\/em>adalah seni meracik minuman yang belum banyak orang ketahui. Tidak jarang bahkan disamakan dengan bartender, padahal berbeda. Seperti apa pengertian <em>mixology <\/em>secara lebih mendalam? Apa saja yang membedakannya dengan profesi peracikan minuman yang lain? Yuk, simak lewat artikel berikut!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Mixology<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan <a href=\"https:\/\/www.merriam-webster.com\/dictionary\/mixology\">Merriam Webster<\/a>, <em>mixology <\/em>adalah seni atau skill meracik minuman. Secara sederhana ini memang seni <em>mix n match <\/em>minuman, namun <em>mixology <\/em>punya teknik berbeda. M<em>ixology menggunakan<\/em> metode canggih dan inovatif untuk menghasilkan menu minuman campuran yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Walaupun kemudian menu tersebut sudah ada, implementasinya tidak sama persis alias diberikan sentuhan kreativitas sang peracik. Sehingga, hasil akhirnya tetap berbeda (otentik dan khas) walaupun memiliki nama yang sama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sejarah Minuman Keras sebagai Cikal Bakal Mixology<\/h2>\n\n\n\n<p>Kamu mungkin akan takjub ketika mengetahui seni peracikan minuman yang satu ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Sebab, <em>mixology <\/em>sangat terikat dengan perjalanan minuman keras yang berkembang pada zaman kuno. Bagaimana bisa? Berikut uraiannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perkembangan Minuman Keras Sebelum Masehi<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2396\" height=\"1348\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Perkembangan-Minuman-Keras-Sebelum-Masehi.png\" alt=\"Ilustrasi Mesir Kuno tentang Minuman Keras \" class=\"wp-image-27816\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Perkembangan-Minuman-Keras-Sebelum-Masehi.png 2396w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Perkembangan-Minuman-Keras-Sebelum-Masehi-300x169.png 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Perkembangan-Minuman-Keras-Sebelum-Masehi-1024x576.png 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Perkembangan-Minuman-Keras-Sebelum-Masehi-768x432.png 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Perkembangan-Minuman-Keras-Sebelum-Masehi-1536x864.png 1536w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/1.-Perkembangan-Minuman-Keras-Sebelum-Masehi-2048x1152.png 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2396px) 100vw, 2396px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ilustrasi Mesir Kuno tentang Minuman Keras | Sumber Gambar: thebeerexchange<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Sejarah ini bermula pada produksi massal minuman beralkohol 10.000 SM, tepatnya di daerah Mesir Kuno. Semula, minuman itu merupakan hasil fermentasi madu dengan ragi liar. Efeknya lebih ke menghangatkan tubuh daripada memabukkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian pada 6.000 SM, Mesir Kuno mengembangkan minuman keras tersebut dengan mengganti bahan baku utamanya. Mereka menggunakan anggur hasil budidaya di pegunungan yang berada antara Laut Hitam dengan Laut Kaspia.<\/p>\n\n\n\n<p>Produksi minuman keras berbahan anggur itu terus berkembang secara pesat bahkan distribusinya mencakup seluruh Mediterania. Bisnis itu membuat Mesir Kuno meraih kekayaan yang fantastis dan menjadi salah satu alasan mengapa peradaban mereka bisa begitu maju.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada 3000 SM, Bangsa Romawi kemudian melihat potensi dari bisnis minuman anggur tersebut dan berusaha untuk memproduksi sendiri. Sayangnya, karena menggunakan anggur liar, bukan budidaya seperti Mesir Kuno, kualitas anggur Bangsa Romawi lebih rendah. Serta sulit untuk berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun demikian, Bangsa Romawi tetap tidak menyerah dan terus berusaha memperbaiki kualitas anggur produksi mereka. Hingga pada 1500 SM, Dewa Romawi Dionysus muncul dan terkenal sebagai dewa anggur.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemunculannya menghadirkan paham di tengah bangsa Romawi bahwa menggelar ritual anggur dapat mensucikan kembali seseorang. Hal tersebut menghasilkan tradisi mabuk-mabukan yang parah dan menyebabkan kemunduran serius. Akhirnya, tradisi itu dinyatakan ilegal dan konsumsi anggur juga memperoleh kontrol ketat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada 1116 SM, minuman keras dengan kandungan alkohol mulai diperkenalkan serta diproduksi massal di Cina. Bahkan, bisnis tersebut membantu perkembangan pesat perekonomian Negeri Tirai Bambu tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kejayaan itu tidak berlangsung lama karena pada 800 SM, India mengambil alih posisi sebagai pusat industri minuman beralkohol. Bahkan, India merupakan yang pertama memproduksi <em>barley <\/em>dan bir beras.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah permulaan dari <em>mixology <\/em>adalah tren di Asia tersebut? Rupanya tidak. Justru sejak itu, konsumsi alkohol di seluruh dunia mengalami penurunan secara drastis \u2013 bahkan pelarangan. Sebab efek ketergantungan dan kerusakannya sangat buruk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perkembangan Minuman Keras Setelah Masehi<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1500\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Perkembangan-Minuman-Keras-Setelah-Masehi.jpeg\" alt=\"Ilustrasi Aneka Minuman Keras Eropa \" class=\"wp-image-27817\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Perkembangan-Minuman-Keras-Setelah-Masehi.jpeg 1500w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Perkembangan-Minuman-Keras-Setelah-Masehi-300x200.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Perkembangan-Minuman-Keras-Setelah-Masehi-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/2.-Perkembangan-Minuman-Keras-Setelah-Masehi-768x512.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ilustrasi Aneka Minuman Keras Eropa | Sumber Gambar: foodandwine<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Sejak memasuki zaman setelah Masehi, tepatnya pada 600 M, Nabi Muhammad SAW mengharamkan umatnya untuk mengkonsumsi minuman beralkohol. Tepatnya, segala jenis minuman yang dapat memabukkan. Bahkan, hasil fermentasi anggur pun diharamkan karena mengandung alkohol alami dari anggur.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, pada 1100 M, seorang dokter justru mengklaim bahwa ia dapat mengembangkan minuman beralkohol lebih murni sehingga tidak memengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Pada kenyataannya, hal itu merupakan klaim kosong. Meskipun klaim tersebut ampuh dalam menghidupkan kembali industri minuman keras.<\/p>\n\n\n\n<p>Memasuki abad ke-18, konsumsi minuman keras di Eropa sangat tinggi. <em>Mixology <\/em>adalah tren yang bermula pada masa ini. Namun, kegiatannya masih sangat terbatas karena hanya boleh dilakukan oleh para apoteker atau dokter yang dianggap memiliki ilmu dalam pencampuran kadar minuman beralkohol.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, mulai ramai profesi bartender sebagai peracik minuman di kafe maupun bar. Namun, mereka hanya mencampurkan dua hingga tiga jenis minuman sesuai permintaan konsumen atau ketetapan dari pemilik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Munculnya Mixology Adalah Awal Menjamurnya Bisnis Minuman<\/h2>\n\n\n\n<p>Akhir abad ke-20, istilah koktail dan <em>mocktail<\/em> menjadi penemuan baru dalam industri minuman. Koktail merupakan sebutan untuk minuman beralkohol yang bercampur dengan aroma lain seperti buah-buahan, sehingga mengurangi efek memabukkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan <em>mocktail<\/em> adalah minuman non alkohol yang terbuat dari kombinasi sari pati buah, seperti kelapa dengan perasan jeruk lemon. Ciri khas <em>mocktail<\/em> adalah kesegarannya yang luar biasa dan sangat cocok untuk cuaca panas.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Mixology <\/em>adalah seni yang kemudian muncul berkat pertumbuhan pesat kedua jenis minuman ini. Bermula dari para bartender yang sibuk berlomba-lomba menciptakan varian baru, hingga menyadari seni di baliknya. Mereka yang mempelajari lebih dalam tentang profesi ini kemudian disebut sebagai <em>mixologist<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tugas Mixologist<\/h2>\n\n\n\n<p>Lantas, apa saja tugas dari seorang <em>mixologist<\/em>? Jawabannya sangat banyak. Karena saat memutuskan menjalani profesi tersebut sebagai jenjang karier, inilah tugas-tugas yang harus <em>mixologist <\/em>kerjakan secara berurutan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mempelajari Sejarah Minuman<\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak berlebihan menyebut <em>mixologist <\/em>sebagai kasta paling tinggi peracik minuman. Sebab, seorang dengan profesi yang satu ini wajib mempelajari sejarah dari masing-masing jenis minuman. Baik alkohol maupun non alkohol, kemudian memahami karakter dan filosofi minuman-minuman tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Membuat Daftar Minuman yang Boleh dan Tidak Boleh Dicampur<\/h3>\n\n\n\n<p>Berdasarkan dari karakteristik serta filosofi masing-masing minuman yang <em>mixologist <\/em>pelajari, kemudian wajib dibuat daftar. Ada jenis minuman yang boleh dan tidak boleh tercampur satu dengan yang lain agar tidak berubah menjadi racun dan berakibat fatal pada tubuh.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menciptakan Campuran Minuman yang Belum Ada<\/h3>\n\n\n\n<p>Tugas berikutnya dalam <em>mixology <\/em>adalah menciptakan resep campuran minuman yang baru, alias belum pernah ada sebelumnya. Dalam proses pembuatannya, <em>mixologist <\/em>perlu menekankan masing-masing karakter dari setiap bahan. Tidak boleh ada yang lebih mendominasi apalagi sampai kehilangan cita rasa aslinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Bercerita Melalui Minuman<\/h3>\n\n\n\n<p>Tugas ini termasuk yang paling berat meskipun merupakan kewajiban terakhir dari <em>mixologist<\/em>. Mereka dituntut untuk dapat bercerita melalui minuman racikannya. Maksudnya, kreasi tersebut harus bisa mewakili isi hati yang mengonsumsinya. Seperti tengah jatuh cinta, patah hati, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Mixologist dengan Bartender<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1600\" height=\"899\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Perbedaan-Mixologist-dengan-Bartender.jpeg\" alt=\"Ilustrasi Mixologist dan Bartender \" class=\"wp-image-27818\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Perbedaan-Mixologist-dengan-Bartender.jpeg 1600w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Perbedaan-Mixologist-dengan-Bartender-300x169.jpeg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Perbedaan-Mixologist-dengan-Bartender-1024x575.jpeg 1024w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Perbedaan-Mixologist-dengan-Bartender-768x432.jpeg 768w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/3.-Perbedaan-Mixologist-dengan-Bartender-1536x863.jpeg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ilustrasi Mixologist dan Bartender | Sumber Gambar: thedailymeal<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Sebagaimana sudah tertera pada penjelasan sebelumnya bahwa <em>mixology <\/em>adalah ilmu yang berkembang di kalangan bartender. Kemudian, <em>mixologist <\/em>menjadi profesi yang lebih spesifik bagi seseorang yang mendalami seni tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaannya adalah bartender hanya menyajikan atau mencampurkan minuman sesuai menu yang tersedia di stan minuman, kafe, maupun bar. Mereka tidak harus memiliki dasar pengetahuan apapun tentang jenis-jenis minuman, apalagi filosofinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan <em>mixologist <\/em>wajib kreatif dalam menciptakan menu campuran minuman baru atau mengeksplorasi menu yang sudah ada untuk pengembangan lanjutan. Jadi, siapapun bisa menjadi bartender, tapi tidak semua bartender dapat mencapai posisi sebagai <em>mixologist<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, <em>mixologist <\/em>saat ini wajib untuk memiliki sertifikat keahlian sebagai validasi atas keterampilan dan pengetahuan tentang minuman yang mereka miliki. Tidak heran dari segi gaji pun, <em>mixologist <\/em>berkali-kali lipat lebih mahal dari bartender.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/manfaat-rehabilitasi-narkoba\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10 Manfaat Rehabilitasi Narkoba Bagi Pecandu Narkoba<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Memahami Apa Itu Mixology?<\/h2>\n\n\n\n<p>Melalui penjabaran di atas, kamu dapat mengetahui bahwa, <em>mixology <\/em>adalah sebuah cabang ilmu dari seni peracikan minuman. Ternyata, mencampur minuman beralkohol maupun tidak, tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, selain dapat mengubah rasa asli, pencampuran tersebut rupanya juga bisa menghindari risiko gangguan kesehatan. Bagaimana bisa? Karena <em>mixologist <\/em>dapat meminimalisir penggunaan dua jenis bahan yang bersifat toksik bagi tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu tertarik untuk mencoba menekuni profesi sebagai <em>mixologist<\/em>? Di Indonesia sudah ada lembaga profesional yang menggelar kursus bersertifikat untuk para bartender yang ingin mencapai level lebih tinggi sebagai <em>mixologist<\/em>, <em>lho<\/em>. Contohnya adalah kampus Elizabet International.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mixology adalah suatu istilah dalam seni peracikan minuman yang kurang familiar. Apa arti dan perbedaannya dengan bartender? Yuk, simak!<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":27815,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-27814","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mixology Adalah: Pengertian &amp; Perbedaannya dengan Bartender - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mixology Adalah: Pengertian &amp; Perbedaannya dengan Bartender - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mixology adalah suatu istilah dalam seni peracikan minuman yang kurang familiar. Apa arti dan perbedaannya dengan bartender? Yuk, simak!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-07T17:35:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-10.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Mixology Adalah: Pengertian &amp; Perbedaannya dengan Bartender\",\"datePublished\":\"2023-12-07T17:35:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/\"},\"wordCount\":1174,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-10.jpg\",\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/\",\"name\":\"Mixology Adalah: Pengertian &amp; Perbedaannya dengan Bartender - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-10.jpg\",\"datePublished\":\"2023-12-07T17:35:55+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-10.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-10.jpg\",\"width\":1600,\"height\":900,\"caption\":\"Mixology Adalah: Pengertian & Perbedaannya dengan Bartender\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mixology Adalah: Pengertian &amp; Perbedaannya dengan Bartender\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mixology Adalah: Pengertian &amp; Perbedaannya dengan Bartender - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mixology Adalah: Pengertian &amp; Perbedaannya dengan Bartender - Hotelier Studi","og_description":"Mixology adalah suatu istilah dalam seni peracikan minuman yang kurang familiar. Apa arti dan perbedaannya dengan bartender? Yuk, simak!","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2023-12-07T17:35:55+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":900,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-10.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Mixology Adalah: Pengertian &amp; Perbedaannya dengan Bartender","datePublished":"2023-12-07T17:35:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/"},"wordCount":1174,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-10.jpg","articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/","name":"Mixology Adalah: Pengertian &amp; Perbedaannya dengan Bartender - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-10.jpg","datePublished":"2023-12-07T17:35:55+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-10.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Gambar-Utama-10.jpg","width":1600,"height":900,"caption":"Mixology Adalah: Pengertian & Perbedaannya dengan Bartender"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/mixology-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mixology Adalah: Pengertian &amp; Perbedaannya dengan Bartender"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27814"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27814\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27821,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27814\/revisions\/27821"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}