{"id":4036,"date":"2025-03-31T12:24:47","date_gmt":"2025-03-31T05:24:47","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=4036"},"modified":"2025-03-31T12:24:47","modified_gmt":"2025-03-31T05:24:47","slug":"kalamullah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/kalamullah\/","title":{"rendered":"Arti Kalamullah, Asal-usul &amp; Bedanya dengan Kitabullah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi umat Islam, menjalani kehidupan harus berdasarkan pedoman pada Al-Quran. Al-Quran bukan sekadar sebagai wahyu dan mukjizat Nabi Muhammad melainkan sebagai <em>kalamullah<\/em>. Berikut pembahasannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Kalamullah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Islam merupakan agama yang sempurna dan benar. Untuk belajar dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam, seseorang harus berpedoman pada <em>kalamullah<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Kalmullah <\/em>merupakan firman-firman Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad. Firman tersebut turun melalui Malaikat Jibril dan kemudian kita kenal dengan sebutan Al-Quran.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Al-Quran merupakan kitab suci yang harus menjadi pegangan hidup setiap umat Islam di seluruh dunia. Di dalam Al-Quran terdapat sejarah, hukum, serta perintah. Pada kitab suci umat Islam tersebut juga berisi moral, bagaimana berperilaku, dan filosofi agama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Al-Quran turun tidak langsung dalam satu kitab seperti yang ada saat ini. Turunnya wahyu Allah tersebut secara bertahap. Jadi, secara umum definisi Al-Quran merupakan kalimat Allah atau <em>kalamullah<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, definisi <em>kalamullah<\/em><em> <\/em>dari segi bahasa merupakan perkataan Allah. Sedangkan jika meninjau dari segi istilah, ini merupakan perkataan Allah pada Nabi Muhammad lewat Malaikat Jibril untuk kemudian menjadi pedoman bagi seluruh kehidupan manusia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Kalamullah Menurut Ulama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut beberapa pendapat ulama mengenai definisi <em>kalamullah<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. M. Quraish Shihab<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara harfiah, pengertian Al-Quran yaitu bacaan yang sempurna. Isinya datang dari Allah karena memang tidak terdapat satu bacaan pun hingga sekarang yang mampu menandinginya. Maka dari itu, Al-Quran adalah sebuah bacaan atau kitab yang sangat sempurna lagi mulia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Ali Ash-Shabuni<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun menurut Ali Ash-Shabuni, beliau berpendapat jika <em>kalamullah<\/em><em> <\/em>merupakan firman Allah yang tidak ada tandingannya (mukjizat). Firman Allah tersebut diturunkan pada Nabi Muhammad lewat perantara Jibril.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Imam Al-Farra&#8217;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau berpendapat jika Al-Quran merupakan <em>musytaq<\/em> dari <em>quroinun<\/em> yang berarti indikator atau petunjuk. Alasannya dikarenakan ayat-ayat yang terkandung di dalamnya saling memberikan petunjuk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Muhammad &#8216;Abid Al-Jabiri<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika melihatnya dari terminologi, definisi <em>kalamullah<\/em><em> <\/em>yaitu firman Allah yang diturunkan pada imamnya para Nabi yaitu Nabi Muhammad. Al-Quran ditulis dalam <em>mushaf<\/em>, serta ditransmisikan secara <em>mutawatir <\/em>lalu menjadi ibadah ketika membaca, apalagi mengamalkannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Menurut Ulama Ushul Fiqih<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada kitab At-Tibyan dijelaskan bahwa definisi Al-Quran yaitu kalam Allah yang di dalamnya mengandung mukjizat dan diturunkan kepada Rasulullah Muhammad lewat Jibril. Al-Quran ditulis pada <em>mushaf <\/em>serta diriwayatkan secara <em>mutawatir<\/em>. Firman Allah tersebut dimulai surat Al-Fatihah serta diakhiri Surat An-Nas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Asal-usul Kalamullah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu dari mana asal-asal Al-Quran atau <em>kalamullah <\/em>tersebut? Menurut Badruddin al-Zarkayu di dalam kitab Burhan fi &#8216;Ulum Al-Quran serta menurut imam Jalaludin Al-Suyuthi di dalam kitab Al-Itqan fi U&#8217;lum Al-Quran, terdapat <em>khilaf <\/em>(perbedaan) mengenai dari mana asal-usul atau akar Al-Quran<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian ulama meyakini bahwa tidak ada asal-usulnya. Al-Quran merupakan nama khusus yang memang disematkan untuk menyebut firman Allah. Lalu sebagian ulama yang lain menjelaskan bahwa <em>kalamullah <\/em>merupakan intisari dari berbagai kitab suci terdahulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Abdul Azhim Al-Zarqani di dalam bukunya yaitu Manahil al-Irfan bahwa Al-Quran asalnya dari kata Qara&#8217;a yang memiliki arti &#8220;bacaan&#8221;, &#8220;membaca&#8221;, atau &#8220;yang dibaca&#8221;. Hal ini berdasarkan pada keterangan di dalam surat Al-Qiyamah Ayat 17 sampai 18.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cSesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Isi Al-Quran tersusun dan menggunakan bahasa Arab klasik. Banyak yang meyakini bahwa ini merupakan transkrip literal Allah atas keaslian atau kemurnian yang sangat terjaga.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Karakteristik Kalamullah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedari awal, memang Al-Quran sudah dituliskan ke berbagai media. Pada waktu itu dituliskan melalui media seperti tulang unta, pelepah kurma, dan lain-lain. Hal ini juga sebagai penegas jika secara historis <em>kalamullah <\/em>sudah dijaga kemurnian atau keotentikannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun beberapa karakteristik Al-Quran antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Hanya Diturunkan kepada Nabi Muhammad<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kitab sebelumnya yang diturunkan pada Nabi terdahulu bukan Al-Quran. Misalnya Zabur yang diturunkan pada Nabi Daud, Injil yang diturunkan pada Nabi Isa, dan Taurat yang diturunkan pada Nabi Musa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Al-Quran merupakan kitab yang hanya diturunkan pada Nabi Muhammad sekaligus sebagai penyempurna kitab-kitab suci terdahulu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Al-Quran adalah Mukjizat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak bisa dipungkiri bahwa Al-Quran bukan sekadar kitab biasa melainkan ini adalah mukjizat. Terbukti sejak dahulu, sekarang, dan yang akan datang tak akan ada satu pun yang dapat menandingi Al-Quran. Bukan hanya Al-Quran secara keseluruhan, satu ayat pun juga tidak ada yang mampu menandingi mukjizat Nabi Muhammad yang paling besar tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Diriwayatkan Secara Mutawatir<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa <em>kalamullah <\/em>ini diriwayatkan secara <em>mutawatir<\/em>. Maksudnya, periwayatannya dari masa ke masa dan secara berturut-turut hingga kepada umat sekarang. Selain itu, membacanya pun bernilai ibadah, apalagi ketika membacanya di bulan Ramadhan menjadikan pahalanya berlipat-lipat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Sumber Hukum Pertama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam di dalam Islam terdapat beberapa sumber hukum. Al-Quran merupakan sumber hukum pertama, kemudian diikuti oleh Al-Sunnah, Ijma&#8217;, dan Qiyas. Jadi dalam mengambil hukum, maka yang pertama menjadi acuan adalah Al-Quran.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan Kalamullah dengan Kitabullah?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Al-Quran mempunyai dua dimensi, yaitu <em>kalamullah <\/em>atau <em>the Speech of God<\/em> serta <em>kitabullah <\/em>atau <em>the Book of God<\/em>. Secara mendasar, keduanya mempunyai persepsi yang berbeda dan Anda harus memahaminya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Kalamullah <\/em>ada di wilayah &#8220;langit&#8221; di mana para Sufi menyebutnya sebagai Al-&#8216;Alam Al-Amr yang artinya <em>genuine. <\/em><em>Kalamullah <\/em>tersebut masih belum terkontaminasi oleh aspek substansi dan entitas makhluk.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu ini tidak sama dengan Al-Quran sebagai <em>kitabullah <\/em>yang sudah ada di wilayah &#8220;bumi&#8221; di mana para Sufi mengistilahkannya sebagai Al-A&#8217;alam Khalq.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, ciri khas dari Al-Quran sebagai <em>kalamullah <\/em>masih belum berbentuk kata-kata. Sifatnya juga masih utuh serta padat (<em>basith)<\/em>. Sementara <em>kitabullah <\/em>telah diformulasikan atau dirumuskan dalam kata, kalimat, serta sudah tersistematis (<em>murakkab<\/em>).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Kalamullah <\/em>tidak dapat dianalisa dengan pendekatan umum atau <em>&#8216;am <\/em>maupun pendekatan khusus atau <em>khos<\/em>. Selain itu, <em>kalamullah <\/em>juga tidak dapat dianalisis baik secara absolut atau <em>muthlad<\/em>, non absolut atau <em>muqayyad<\/em>, global atau <em>mujmal<\/em>, serta terperinci atau <em>mubayyan<\/em>. Apalagi menggolongkan ayat-ayat di dalamnya baik mereduksi (<em>mansukh<\/em>) atau direduksi (<em>nasikh<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Kalamullah <\/em>juga masih sangat sulit diterjemahkan ke bahasa manusia. Terjemahan serta tafsir Al-Quran yang ada saat ini sebenarnya merupakan terjemahan maupun tafsir sebagai <em>kitabullah <\/em>dan bukan <em>kalamullah<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Memahami Al-Quran sebagai Kalamullah dan Kitabullah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara memahami kitab suci yang sempurna ini berbeda antara memahaminya sebagai <em>kitabullah <\/em>dan <em>kalamullah<\/em>. Untuk memahami <em>kitabullah <\/em>cenderung lebih mudah dibandingkan <em>kalamullah<\/em>. Ini karena status ontologi <em>kitabullah <\/em>tersebut dapat dilakukan lewat epistemologi hushuli. Maksudnya, pendekatan analitis maupun deduksi akal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, ketika memahami kaidah-kaidah ilmu Al-Quran sebagai <em>kitabullah<\/em>, maka Insya Allah dapat dipahami. Apalagi jika berpedoman pada kaidah-kaidah yang sudah ada dalam &#8216;ulum Al-Quran. Misalnya kitab Al-Itqan fi &#8216;Ulum Al-Quran dan Al-Burhan fi &#8216;Ulum Al-Quran.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika berpedoman terhadap 13 syarat yang ditetapkan pada kitab tersebut, maka bukan sekadar mengantarkan seseorang menjadi orang yang paham Al-Quran, melainkan menjadi ulama tafsir. Tentu untuk yang terakhir cenderung lebih <em>legitimated<\/em> dibandingkan pertama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu untuk memahami Al-Quran dalam ruang lingkup <em>kalamullah <\/em>jauh lebih berat dan rumit. Ini karena ontologinya membutuhkan epistemologi hudhuri. Artinya, pendekatan kecerdasan batin atau <em>spiritual quotienti <\/em>selain kecerdasan rasio.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belum tentu seseorang yang menguasai bahasa Arab serta paham seluk beluk ilmu Al-Quran bisa langsung memahami <em>kalamullah<\/em>. Pemahaman terhadap <em>kalamullah <\/em>lebih kepada <em>acquired<\/em> atau anugerah dibandingkan <em>efforts<\/em> atau kerja keras. Seseorang harus bisa mencapai kecerdasan <em>hushuli <\/em>secara lebih tinggi baru bisa memahaminya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagaimana yang Anda ketahui, terdapat perbedaan ketika membahas Al-Quran sebagai <em>kalamullah <\/em>dan sebagai kitabullah. Akan tetapi, isinya sama seperti yang kita baca sekarang akan selalu sama sampai kapan pun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi umat Islam, menjalani kehidupan harus berdasarkan pedoman pada Al-Quran. Al-Quran bukan sekadar sebagai wahyu dan mukjizat Nabi Muhammad melainkan sebagai kalamullah. Berikut pembahasannya. Pengertian Kalamullah Islam merupakan agama yang sempurna dan benar. Untuk belajar dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam, seseorang harus berpedoman pada kalamullah. Kalmullah merupakan firman-firman Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad. Firman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4037,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[880],"class_list":["post-4036","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agama","tag-kalamullah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4036","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4036"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4036\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4038,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4036\/revisions\/4038"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4036"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4036"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4036"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}