{"id":4572,"date":"2025-03-07T00:33:08","date_gmt":"2025-03-06T17:33:08","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=4572"},"modified":"2025-03-07T00:33:08","modified_gmt":"2025-03-06T17:33:08","slug":"qiyas-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/","title":{"rendered":"Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam hukum Islam, ada salah satu istilah penting yaitu qiyas. Qiyas adalah hukum Islam yang telah dibahas dalam Al Quran, hadis dan <em>ijma<\/em>. Untuk lebih jelasnya mengenai <em>qiyas<\/em>, yuk simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Qiyas<\/h2>\n\n\n\n<p>Secara bahasa, <em>qiyas <\/em>berasal dari kata <em>qaasa<\/em>, <em>yaqishu<\/em>, dan <em>qiyaasan <\/em>yang memiliki arti pengukuran. Sedangkan menurut istilah, <em>qiyas <\/em>adalah menyamakan sesuatu yang hukumnya tidak tertulis secara langsung dengan yang sudah tertulis berdasarkan kesamaan manfaatnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Qiyas Menurut Para Ulama<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk lebih jelasnya mengenai <em>qiyas<\/em>, berikut ini pendapat para ahli tentang qiyas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Al Ghazali&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Pendapat pertama yaitu dari Al Ghazali, yang menyatakan bahwa <em>qiyas <\/em>adalah kegiatan menanggungkan sesuatu yang diketahui terhadap suatu hal lainnya dalam menetapkan hukum atau menghilangkan hukum dari keduanya. Penetapan dan penghilangan ini disebabkan karena adanya kesamaan antara keduanya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Imam Syafi&#8217;i<\/h3>\n\n\n\n<p>Berdasarkan dari Imam Syafi\u2019i, <em>qiyas <\/em>memiliki kedudukan yang lebih lemah jika dibandingkan <em>ijma <\/em>yaitu menduduki tempat terakhir pada susunan sumber hukum&nbsp; Islam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Dr. Wahbah Az-Zuhaily<\/h3>\n\n\n\n<p>Pendapat yang hampir sama disampaikan juga oleh Wahbah. Menurutnya, <em>qiyas <\/em>adalah suatu hal yang menjelaskan status hukum syariah pada suatu kasus tentang masalah tertentu yang tidak disebutkan dalam Al-Quran dan hadis dengan masalah lain yang setara dengannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Rukun Qiyas<\/h2>\n\n\n\n<p>Para ulama telah menyepakati bahwa ada 4 rukun dari <em>qiyas, <\/em>yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Ashl<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Ashl <\/em>disebut juga dengan <em>musyabbah bih<\/em> dan <em>maqis \u2018alaih<\/em>, dimana <em>musyabbah bih<\/em> memiliki arti yang diserupai, sedangkan <em>maqis \u2018alaih<\/em> yaitu tempat mengqiyaskannya. Maksudnya yaitu <em>ashl <\/em>sebagai ukuran dan pembanding.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lengkapnya, <em>ashl <\/em>adalah kasus lama yang dijadikan sebagai objek perumpamaan atau pembanding dari kasus yang sudah ada sebelumnya dan memiliki ketetapan hukum secara terstruktur dalam Al-Quran, hadis, dan <em>ijma<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Far&#8217;u<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Far\u2019u<\/em> juga memiliki sebutan lain yaitu <em>musyabbah <\/em>berarti yang diserupakan, dan <em>maqis <\/em>yaitu yang diqiyaskan. Lebih lanjut, <em>far\u2019u <\/em>memiliki arti yaitu kasus yang ingin disamakan dengan <em>ashl <\/em>karena tidak adanya dalil secara jelas pada Al-Quran ataupun hadis tentang hukumnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya <em>far\u2019u <\/em>akan melalui proses tertentu untuk disamakan dengan <em>ashl <\/em>dalam penerapan hukumnya. Adapun kesamaan dalam <em>far\u2019u <\/em>dan <em>ashl <\/em>ini disebut <em>illat<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Hukum Ashl<\/h3>\n\n\n\n<p>Rukun dari <em>qiyas <\/em>berikutnya adalah hukum <em>ashl <\/em>yang termasuk hukum syariat yang telah ditentukan dalam Al-Quran dan hadis dan dikehendaki untuk menetapkan hukum terhadap <em>far&#8217;u<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Illat<\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir yaitu ada <em>illat <\/em>yang memiliki arti alasan. Maksudnya yaitu alasan yang memberikan manfaat namun tetap sesuai syariat. Dengan kata lain, <em>illat <\/em>ini bisa berperan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan <em>qiyas<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-Jenis Qiyas<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan pendapat dari Imam Syafi\u2019i bahwa <em>qiyas <\/em>terbagi menjadi 3 jenis&nbsp; Tiga jenis qiyas tersebut adalah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Qiyas Musawi<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis yang pertama adalah <em>qiyas<\/em><em> musawi<\/em> yang memiliki kekuatan <em>illat <\/em>sama dengan <em>far\u2019u<\/em> dan <em>ashl<\/em>nya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, ada ulama yang menyatakan bahwa apapun yang berstatus haram, maka haram baginya, begitu juga sebaliknya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh lainnya yaitu menjual hamba sahaya. Berdasarkan riwayat dari Rasulullah, jika menjual hamba sahaya, maka semua harta milik dari hamba sahaya tersebut menjadi milik pembelinya, kecuali ada persyaratan tertentu yang sudah disepakati bersama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Qiyas Aqwa<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada <em>qiyas<\/em> jenis ini memiliki <em>illat <\/em>yang lebih kuat di bagian <em>far\u2019u<\/em>nya daripada <em>ashl<\/em>. Maksudnya yaitu menyamakan sesuatu yang sedikit dengan yang lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, Allah SWT telah mengharamkan sesuatu hal yang bahkan dalam jumlah sedikit. Jadi jika banyak, maka hal tersebut lebih haram lagi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh lainnya yaitu sebuah pujian yang Allah SWT berikan untuk hambanya yang beribadah dalam jumlah kecil. Yang kecil saja sudah dipuji, apalagi yang lebih besar, pasti lebih dipuji lagi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Qiyas Adh&#8217;af<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis yang ketiga ini memiliki <em>illat <\/em>pada <em>far\u2019u<\/em> yang lebih lemah daripada <em>ashl<\/em>nya. Sebagai contoh kasus kewajiban ayah dalam menafkahi anak-anaknya. Dalam Islam, ayah memiliki kewajiban untuk menafkahi anaknya. Illat pada kasus ini yaitu hubungan darah antara ayah dan anaknya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun ketentuannya yaitu jika ayah sudah tidak sanggup untuk menafkahi anaknya, sedangkan anaknya sudah mapan, maka anak berkewajiban untuk menafkahi ayahnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Penerapan Qiyas dalam Thaharah<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada banyak sekali contoh dari penerapan <em>qiyas <\/em>dalam <em>thaharah<\/em>, beberapa di antaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Babi Najis Besar<\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh penerapannya yaitu pada hukum babi yang najis <em>mughallazah<\/em> dalam Islam. Babi yang najis <em>mughallazah <\/em>diqiyaskan dengan najis air liur anjing yang juga najis <em>mughallazah<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal ketentuan ini tidak ada satupun disebutkan dalam ayat Al-Quran atau hadis nabawi. Yang ada hanya sebatas haramnya daging babi, namun tidak sampai menyebutkan level <em>mughallazhah <\/em>dari babi ini dengan ketentuan kewajiban untuk membersihkannya menggunakan air hingga tujuh kali dan tanah.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun ketentuan mengenai level najis ini, yang ada hanya untuk anjing saja. Ketentuan lengkapnya terdapat dalam riwayat hadis riwayat Muslim yang dimana diterangkan tentang bagaimana Rasulullah menganjurkan untuk membersihkan wadah bekas anjing menggunakan air hingga 7 kali dan juga tanah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Istinja\u2019 Menggunakan Tisu dari Batu<\/h3>\n\n\n\n<p>Dahulu, kebanyakan orang buang hajat di padang pasir yang notabenenya kurang air. Untuk itu, <em>istinja\u2019 <\/em>yang mereka lakukan umumnya menggunakan batu. Hal ini pun diperbolehkan berdasarkan sabda Rasulullah SAW bahwa:<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jika kamu hendak ke tempat buang air, maka bawalah 3 batu untuk membersihkan. Dan cukuplah batu itu untuk membersihkan. (HR. Ahmad Nasai Abu Daud AdDaaruquthuni).<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itulah, beristinja\u2019 selain dengan air diperbolehkan, namun syaratnya tentu saja harus memenuhi ketentuan dan tidak keluar dari batas yang telah ditetapkan..&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Tayammum Dua Tepukan<\/h3>\n\n\n\n<p>Penerapan lain dari <em>qiyas<\/em><em> <\/em>adalah berkaitan dengan <em>tayammum<\/em>. Dalam ber<em>tayammum<\/em> akan ada keadaan dimana Anda akan menepuk ke tanah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada dua pendapat ahli mengenai jumlah dari tepukan ini, yaitu 1 kali atau 2 kali. Walau begitu, <em>jumhur <\/em>ulama di dalam mazhab As-Syafi\u2019i dan mazhab Al-Hanafiyah lebih condong ke hadis yang menepuk dua kali. Hal ini karena lebih dekatnya pada tata cara wudhu yaitu setiap anggota wudhu membutuhkan air yang baru.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Hilang Akal Membatalkan Wudhu<\/h3>\n\n\n\n<p>Ada berbagai hal yang bisa membatalkan wudhu, salah satunya yaitu hilang akal. Maksudnya hilang akal yaitu gila, ayan, dan mabuk. Namun tidak ada hadis yang menerangkan secara jelas mengenai ketentuan ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hadis yang ada yaitu ketentuan tentang tidur yang mana menurut sabda dari Rasulullah SAW bahwa &#8220;Orang yang tidur maka dia harus berwudhu lagi&#8221;. Nah gila, ayan, dan mabuk ini diibaratkan sebagai tidur sehingga bisa membatalkan wudhu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Larangan pada Perempuan Nifas<\/h3>\n\n\n\n<p>Ada beberapa larangan untuk perempuan yang nifas antara lain menjalankan shalat, puasa, masuk masjid, sentuh <em>mushaf<\/em>, dan <em>jima&#8217;<\/em>. Namun ketentuan ini tidak dijelaskan secara langsung dalam hadis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini berdasarkan pada kesepakatan para ulama bahwa perempuan yang nifas dilarang melakukan semua itu. Adapun kesepakatan ini didasarkan pada ketentuan mengenai perempuan yang haid.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan pada hadis riwayat Abu Daud bahwa dari Aisyah <em>radhiyallahu anha<\/em> pernah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda \u201ctidak dihalalkan untuk perempuan yang <em>junub <\/em>dan haid untuk masuk ke masjid\u201d.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Tahu Apa Itu Qiyas?<\/h2>\n\n\n\n<p>Qiyas adalah hukum Islam yang wajib untuk Anda ketahui sebagai umat muslim. Ada banyak sekali penerapan hukum ini, namun tidak bisa disebutkan satu persatu. Namun beberapa contoh tersebut semoga bisa membantu Anda dalam menunaikan ketentuan syariat Islam yang ada. Semoga bermanfaat!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam hukum Islam, ada salah satu istilah penting yaitu qiyas. Qiyas adalah hukum Islam yang telah dibahas dalam Al Quran,<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4573,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[1015],"class_list":["post-4572","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agama","tag-qiyas-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam hukum Islam, ada salah satu istilah penting yaitu qiyas. Qiyas adalah hukum Islam yang telah dibahas dalam Al Quran,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-06T17:33:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/pexels-michael-burrows-7129734.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"427\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam\",\"datePublished\":\"2025-03-06T17:33:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/\"},\"wordCount\":1135,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/pexels-michael-burrows-7129734.jpg\",\"keywords\":[\"qiyas adalah\"],\"articleSection\":[\"Agama\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/\",\"name\":\"Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/pexels-michael-burrows-7129734.jpg\",\"datePublished\":\"2025-03-06T17:33:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/pexels-michael-burrows-7129734.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/pexels-michael-burrows-7129734.jpg\",\"width\":640,\"height\":427,\"caption\":\"Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam - Hotelier Studi","og_description":"Dalam hukum Islam, ada salah satu istilah penting yaitu qiyas. Qiyas adalah hukum Islam yang telah dibahas dalam Al Quran,","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2025-03-06T17:33:08+00:00","og_image":[{"width":640,"height":427,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/pexels-michael-burrows-7129734.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam","datePublished":"2025-03-06T17:33:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/"},"wordCount":1135,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/pexels-michael-burrows-7129734.jpg","keywords":["qiyas adalah"],"articleSection":["Agama"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/","name":"Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/pexels-michael-burrows-7129734.jpg","datePublished":"2025-03-06T17:33:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/pexels-michael-burrows-7129734.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/pexels-michael-burrows-7129734.jpg","width":640,"height":427,"caption":"Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/qiyas-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Qiyas: Pengertian, Rukun, Jenis serta Penerapannya dalam Hukum Islam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4572","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4572"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4572\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4574,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4572\/revisions\/4574"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4573"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4572"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4572"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4572"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}