{"id":4736,"date":"2024-05-09T22:52:53","date_gmt":"2024-05-09T15:52:53","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=4736"},"modified":"2024-05-09T22:52:53","modified_gmt":"2024-05-09T15:52:53","slug":"contoh-tumbuhan-monokotil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/","title":{"rendered":"Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Berbicara tentang alam sekitar, tentu banyak hal yang perlu dipelajari, salah satunya adalah jenis tumbuhan. Tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu kelompok tumbuhan dikotil atau berkeping dua dan monokotil atau berkeping satu. Artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian, penjelasan, serta contoh tumbuhan monokotil dengan lengkap.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Tumbuhan Monokotil<\/h2>\n\n\n\n<p>Monokotil atau tumbuhan berkeping satu adalah tumbuhan yang bijinya tidak bisa membelah, namun tetap berbunga. Ini terjadi karena tumbuhan tersebut hanya memiliki satu daun lembaga. Kelompok ini merupakan takson dalam klasifikasi tumbuhan dengan beberapa variasi nama. Seperti <em>Liliidae, Liliopsida, Monocotyledoneae<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tumbuhan monokotil juga terkenal sebagai tumbuhan yang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Contohnya sebagai sumber sandang pangan, sumber bahan baku industri, sumber energi nabati, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-Ciri Tumbuhan Monokotil&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum mengetahui pengertian dan sebelum masuk pada pembahasan contoh tumbuhan monokotil, sebaiknya ketahui terlebih dahulu tentang apa saja ciri-cirinya. Berikut uraian lengkapnya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memiliki biji dengan keping satu atau tunggal.<\/li>\n\n\n\n<li>Bagian bunga monokotil terdiri dari kelopak, mahkota, dan benang sari. Umumnya, benang sarinya berjumlah tiga atau kelipatan tiga.<\/li>\n\n\n\n<li>Monokotil memiliki urat daun berbentuk sejajar atau melengkung.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki pelepah daun.<\/li>\n\n\n\n<li>Terdapat pembuluh angkut yang menyebabkan antara bagian <em>xilem<\/em> dan <em>floem<\/em> tidak berkambium.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada bagian akar dan batang tidak memiliki kambium, sehingga batang tidak bisa tumbuh membesar.<\/li>\n\n\n\n<li>Tumbuhan monokotil memiliki bagian <em>xilem<\/em> dan <em>floem<\/em> yang letaknya tidak teratur dan tersebar.<\/li>\n\n\n\n<li>Batang tumbuhan tidak bercabang, memiliki rambut halus serta ruas batang.<\/li>\n\n\n\n<li>Tumbuhan monokotil berakar serabut dengan bagian ujungnya terdapat koleoriza dan ujung batang terdapat koleoptil.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Tumbuhan Monokotil&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui pengertian dan ciri-cirinya, sekarang saatnya Anda melihat apa saja contoh tumbuhan bisa berkeping tunggal. Berikut contoh beserta penjelasannya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Jagung (Zea Mays)&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Jagung adalah salah satu tumbuhan monokotil yang banyak ditanam, terutama di daerah pedesaan. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, salah satunya yaitu kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi. Sehingga jagung bisa menjadi makanan alternatif saat Anda tidak bisa makan nasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa manfaat jagung antara lain untuk mencegah anemia, mencegah penyakit kanker, menyehatkan jantung dan mata. Serta mengandung vitamin B kompleks yang sangat baik untuk memecah lemak serta karbohidrat agar menjadi energi. Jagung umumnya cocok untuk Anda jadikan makanan pengganti nasi saat diet.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tanaman ini tergolong sebagai tumbuhan monokotil karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jagung memiliki akar serabut yang bisa mati dalam perkembangannya, kemudian akan tumbuh akar baru dengan ukuran sama.<\/li>\n\n\n\n<li>Bentuk batang tegak dan mudah terlihat, memiliki ruas dengan bungkus berupa pelepah daun berasal dari buku-bukunya.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki daun sempurna atau lengkap bagiannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Jagung juga memiliki dua jenis bunga sebagai alat perkembangbiakkan, yaitu bunga jantan dan betina.<\/li>\n\n\n\n<li>Jagung memiliki buah sejati tunggal yang mengering.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selain memberikan manfaat kepada manusia berupa kandungan gizinya yang bisa mencegah berbagai penyakit, jagung juga dapat menjadi sumber penghasilan. Terutama jika Anda berhasil menanam dan membudidayakan dengan baik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Keladi&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Tumbuhan monokotil ini mungkin masih asing untuk banyak orang. Namun, sebenarnya masih dalam satu golongan dengan daun talas. Perbedaannya adalah keladi sejati tidak selalu membentuk umbi besar. Karena merupakan tumbuhan monokotil, berikut ciri-ciri keladi:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Batang tumbuhan keladi berbentuk umbi.<\/li>\n\n\n\n<li>Akar keladi membentuk serabut dengan warna putih.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki bunga majemuk yang berbentuk bongkol.<\/li>\n\n\n\n<li>Tanaman keladi tidak memiliki biji dan buah.<\/li>\n\n\n\n<li>Daun pada tumbuhan keladi memiliki tangkai dan berbentuk seperti perisai.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Bawang Merah&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh tumbuhan monokotil selanjutnya, yaitu bawang merah. Tumbuhan ini sangat bermanfaat bagi manusia. Sebab, bawang merah merupakan bumbu wajib untuk memasak makanan, terutama pada negara seperti Indonesia, Iran, Pakistan, dan daerah-daerah pegunungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bawang merah tergolong sebagai tumbuhan monokotil karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Akar serabut pada tumbuhan bawang merah dengan bentuk seperti benang berwarna putih.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki batang yang kecil dengan ruas-ruas pendek.<\/li>\n\n\n\n<li>Tumbuhan bawang merah memiliki daun yang bersifat tunggal, lunak, tebal, berdaging dan bentuknya seperti memeluk umbi lapis.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki bunga majemuk berbentuk bongkol dan tangkai bunga berbentuk silindris.<\/li>\n\n\n\n<li>Buah pada tumbuhan bawang merah berbentuk bulat seperti batu dan berwarna hijau.<\/li>\n\n\n\n<li>Bijinya berwarna hijau dan berbentuk segitiga.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selain sebagai bumbu masakan, manfaat lain dari tanaman ini adalah untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi, meredakan nyeri sendi, dan melancarkan pencernaan. Bawang merah juga dapat meredakan sakit tenggorokan, menjaga kesehatan jantung, dan mencegah pertumbuhan sel kanker yang berbahaya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Padi&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Padi merupakan tumbuhan monokotil yang memiliki akar berbentuk serabut. Kandungan pada tumbuhan padi sangat bermanfaat bagi manusia. Seperti vitamin D untuk kesehatan tulang, karbohidrat untuk menambah energi, dan lain sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ciri-ciri tumbuhan padi sendiri hampir sama dengan jagung, oleh sebab itu tergolong sebagai tumbuhan monokotil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Barley atau Jelai&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Barley atau jelai adalah tumbuhan jenis gandum yang bisa berfungsi sebagai makanan pokok pengganti nasi. Tumbuhan ini kaya akan kandungan antioksidan, karbohidrat, dan serat yang mampu memberikan energi dalam tubuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya masih sedikit orang yang mau membudidayakan tumbuhan ini, padahal manfaatnya begitu besar jika bisa merawatnya dengan baik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Aloe vera<\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh tumbuhan monokotil selanjutnya yang bisa Anda gunakan untuk kecantikan maupun kesehatan adalah aloe vera atau lidah buaya. Tanaman ini tergolong sebagai tumbuhan monokotil karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memiliki susunan akar serabut.<\/li>\n\n\n\n<li>Batangnya beruas-ruas sehingga tampak lebih jelas.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki urat daun sejajar dan melengkung.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada bagian bunga memiliki mahkota dan kelopak dengan jumlah tiga atau kelipatannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Batang dan akar tidak berkambium sehingga tidak bisa tumbuh besar.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Bunga Anggrek&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Tumbuhan selanjutnya yang tergolong sebagai monokotil adalah anggrek. Jenis tumbuhan ini merupakan bunga yang bisa Anda temui dengan mudah dari berbagai negara. Bunga anggrek ini merupakan golongan monokotil yang akan tumbuh subur di berbagai kondisi iklim, sehingga tidak sulit untuk membudidayakannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Nanas&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya yang tergolong sebagai tumbuhan monokotil adalah nanas. Nanas merupakan buah yang memiliki banyak kandungan bermanfaat bagi manusia. Rasanya juga lezat serta segar, sehingga sangat cocok untuk dikonsumsi pada saat cuaca panas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Buah nanas sendiri memiliki banyak nutrisi dan kaya akan kandungan antioksidan. Sehingga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan tulang, menjaga kesehatan mata, melancarkan pencernaan, membantu proses penyembuhan luka pasca operasi, dan masih banyak lagi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Tebu&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh tumbuhan monokotil berikutnya yang hampir mirip ciri-cirinya dengan jagung dan padi adalah tebu. Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan tumbuhan tebu, bukan?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain bisa Anda olah menjadi minuman segar, tebu juga pada umumnya bisa dibudidayakan secara komersial untuk memproduksi gula. Gula hasil produksi dengan bahan baku tebu asli tentu memiliki lebih banyak manfaat terutama untuk kesehatan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Asparagus&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Tumbuhan monokotil ini bisa Anda olah sebagai sayuran pada masakan sup. Asparagus merupakan tumbuhan monokotil dengan bunga abadi dan memiliki akar berserabut menjalar. Kandungan pada tumbuhan ini sangat baik untuk kesehatan terutama bagi ibu hamil dan janin.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">11. Tussock Merah&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Pernahkah Anda mendengar istilah tussock merah? Tumbuhan ini merupakan salah satu tumbuhan monokotil yang tergolong sebagai rumput. Hanya saja, alih-laih berwarna hijau layaknya rumput biasa, tanaman ini berwarna merah. Namun, tumbuhan ini jarang ditemui di Indonesia dan lebih banyak ditemui di Selandia Baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Mengetahui Apa Saja Contoh Tumbuhan Monokotil?&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah beberapa penjelasan tentang contoh tumbuhan monokotil, pengertian, serta ciri-cirinya. Mempelajari seputar tumbuhan akan membantu Anda untuk mengetahui cara merawat setiap tanaman dengan baik sesuai dengan jenisnya. Sudah berhasil mengenali setiap tumbuhan di sekitar Anda?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbicara tentang alam sekitar, tentu banyak hal yang perlu dipelajari, salah satunya adalah jenis tumbuhan. Tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4737,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[1055],"class_list":["post-4736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","tag-contoh-tumbuhan-monokotil","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berbicara tentang alam sekitar, tentu banyak hal yang perlu dipelajari, salah satunya adalah jenis tumbuhan. Tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-09T15:52:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/igor-son-FV_PxCqgtwc-unsplash.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"481\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya\",\"datePublished\":\"2024-05-09T15:52:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/\"},\"wordCount\":1165,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/igor-son-FV_PxCqgtwc-unsplash.jpg\",\"keywords\":[\"contoh tumbuhan monokotil\"],\"articleSection\":[\"Biologi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/\",\"name\":\"Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/igor-son-FV_PxCqgtwc-unsplash.jpg\",\"datePublished\":\"2024-05-09T15:52:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/igor-son-FV_PxCqgtwc-unsplash.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/igor-son-FV_PxCqgtwc-unsplash.jpg\",\"width\":640,\"height\":481,\"caption\":\"Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya - Hotelier Studi","og_description":"Berbicara tentang alam sekitar, tentu banyak hal yang perlu dipelajari, salah satunya adalah jenis tumbuhan. Tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2024-05-09T15:52:53+00:00","og_image":[{"width":640,"height":481,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/igor-son-FV_PxCqgtwc-unsplash.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya","datePublished":"2024-05-09T15:52:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/"},"wordCount":1165,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/igor-son-FV_PxCqgtwc-unsplash.jpg","keywords":["contoh tumbuhan monokotil"],"articleSection":["Biologi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/","name":"Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/igor-son-FV_PxCqgtwc-unsplash.jpg","datePublished":"2024-05-09T15:52:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/igor-son-FV_PxCqgtwc-unsplash.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/igor-son-FV_PxCqgtwc-unsplash.jpg","width":640,"height":481,"caption":"Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/contoh-tumbuhan-monokotil\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Penjelasannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4736"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4738,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4736\/revisions\/4738"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}