{"id":5427,"date":"2024-06-30T13:21:59","date_gmt":"2024-06-30T06:21:59","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=5427"},"modified":"2024-06-30T13:21:59","modified_gmt":"2024-06-30T06:21:59","slug":"neutrofil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/","title":{"rendered":"Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Neutrofil atau sel darah putih yang masuk dalam golongan granulosit. Jenis sel darah putih satu ini memiliki peran penting, karena terlibat dalam melawan bakteri atau inflamasi pada tubuh. Simak informasi lebih lengkapnya tentang sel darah putih tersebut di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Neutrofil?<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Neutrophil<\/em> merupakan salah satu jenis sel darah dan termasuk ke dalam golongan granulosit bersama dua jenis lainnya, yaitu basofil dan eosinofil. Di mana jenis-jenis tersebut memiliki butiran pada sitoplasma yang juga dikenal sebagai leukosit polimorfonuklear (PMN).<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti penjelasan singkat di atas, <em>neutrophil<\/em> memiliki peran penting dalam membantu pertahanan tubuh. Sebab, <em>neutrophil<\/em> akan bekerja melawan infeksi akibat bakteri dan terjadinya inflamasi.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Neutrophil<\/em> akan menjadi sel darah pertama yang muncul ketika tubuh mengalami infeksi. Ini dikarenakan <em>neutrophil<\/em> memiliki sifat fagositosis, yaitu sifat yang mirip dengan makrofag. Neutrofil akan menyerang patogen lewat saluran pernapasan menggunakan zat beracun yang mengandung oksidan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesimpulannya, <em>neutrophil<\/em> merupakan jenis leukosit pertama yang berhasil mencapai daerah inflamasi. Setelah itu, jenis sel darah satu ini akan mulai membantu pertahanan tubuh terhadap patogen.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Neutrophil yang Perlu Diketahui<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"710\" height=\"470\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Fungsi-Neutrophil-yang-Perlu-Diketahui.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5428\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Fungsi-Neutrophil-yang-Perlu-Diketahui.png 710w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Fungsi-Neutrophil-yang-Perlu-Diketahui-300x199.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 710px) 100vw, 710px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Freepik<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Umumnya, fungsi <em>neutrophil<\/em> adalah bantu menjaga pertahanan atau kekebalan tubuh dari bakteri maupun inflamasi. Berbeda dengan jenis sel darah lainnya, <em>neutrophil<\/em> akan melawan infeksi secara langsung, bukan dengan memproduksi antibodi.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Neutrophil<\/em> diproduksi di daerah sumsum tulang, lalu didistribusikan ke seluruh bagian tubuh lewat aliran darah. Menariknya, neutrofil bisa meninggalkan pembuluh darah, kemudian masuk ke dalam jaringan tubuh yang terinfeksi dan melawan bakteri di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Fungsi <em>neutrophil<\/em> adalah mencegah terjadinya infeksi dengan cara memblokir, mematikan, mencerna, atau menolak mikroorganisme dari bakteri dan virus yang menyerang jaringan tubuh yang terinfeksi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2 Jenis Neutrophil dalam Tubuh<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"720\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Jenis-Neutrofil.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5429\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Jenis-Neutrofil.jpg 960w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Jenis-Neutrofil-300x225.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Jenis-Neutrofil-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">SlidePlayer<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Berdasarkan bentuknya, jenis sel darah ini terbagi menjadi dua, yaitu <em>neutrophil <\/em>batang dan <em>neutrophil <\/em>segmen. Agar lebih jelas, berikut penjelasan lengkap tentang kedua jenis <em>neutrophil<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Neutrofil Batang<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis pertama ada <em>neutrophil<\/em> batang, yaitu bentuk dari sel <em>neutrophil<\/em> yang belum matang. Meski begitu, <em>neutrophil<\/em> batang bisa berfungsi bantu melawan bakteri atau kuman yang masuk ke dalam tubuh secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Neutrophil<\/em> batang bisa dikatakan normal, jika jumlahnya di dalam tubuh sesuai dengan standar. Saat ini, standar internasional dari <em>neutrophil <\/em>batang mulai dari 0% sampai 6%.<\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah tersebut sudah cukup efektif untuk bantu meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara melawan bakteri atau virus pada jaringan tubuh yang terinfeksi secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Neutrophil Segmen<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis kedua ada <em>neutrophil<\/em> segmen, yaitu sel darah yang mengandung granuloma sitoplasma serta nukleus berongga yang kaya akan kromatin. Jenis <em>neutrophil<\/em> segmen ini berfungsi lebih efektif ketimbang jenis pertama.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Neutrophil <\/em>segmen akan menjadi sel <em>neutrophil<\/em> pertama yang muncul pada area jaringan tubuh yang terinfeksi. Cara kerjanya sama seperti jenis neutrofil pertama, yaitu terlibat langsung dalam membantu pertahanan tubuh dengan cara melawan bakteri secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski terbagi menjadi dua jenis, kedua jenis <em>neutrophil<\/em> tersebut tetap memiliki fungsi utama yang sama, yaitu bantu menjaga pertahanan tubuh dari serangan bakteri, kuman, atau virus yang masuk pada jaringan tubuh yang terinfeksi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kadar Normal Neutrophil dalam Tubuh<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"826\" height=\"518\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kadar-Normal-Neutrophil-dalam-Tubuh.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5430\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kadar-Normal-Neutrophil-dalam-Tubuh.jpg 826w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kadar-Normal-Neutrophil-dalam-Tubuh-300x188.jpg 300w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kadar-Normal-Neutrophil-dalam-Tubuh-768x482.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 826px) 100vw, 826px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Freepik<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Untuk mengetahui kadar normal <em>neutrophil<\/em> dalam tubuh, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, yaitu dengan cara tes darah secara lengkap. Ini merupakan cara paling umum untuk melihat perkembangan penyakit sebelum memberikan diagnosa lanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kadar <em>neutrophil<\/em> setiap orang tidak sama. Idealnya, kadar sel darah ini sebanyak 1.500 hingga 8.000 sel per mikroliter pada tubuh orang dewasa. Hal yang membedakan jumlah atau kadar <em>neutrophil<\/em> dalam tubuh, antara lain usia, jenis kelamin, pengobatan, terapi, dan kondisi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika seseorang baru saja melakukan operasi, menjalani kemoterapi, radioterapi, atau terapi kortikosteroid dan ingin melakukan tes darah secara lengkap, sebaiknya beritahu dokter terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, dokter bisa melihat kadar <em>neutrophil<\/em> lewat <em>complete blood count<\/em> (CBC) atau perhitungan darah lengkap. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar neutrofil dalam tubuh di bawah batas normal, maka dokter akan memberikan perawatan sesuai dengan diagnosa.<\/p>\n\n\n\n<p>Diagnosa yang berkaitan dengan kadar <em>neutrophil<\/em>, antara lain infeksi, anemia, hingga leukemia.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemeriksaan <em>neutrophil<\/em> dalam sel darah putih mencakup setiap jenis sel darah putih lainnya. Pemeriksaan ini juga bisa mendeteksi adanya sel-sel abnormal di dalam darah. Sel abnormal dalam darah bisa menurunkan kadar sel darah lainnya, sehingga bisa berdampak buruk bagi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, pemeriksaan ini juga berguna untuk mengetahui apakah perawatan medis yang sedang dilakukan berjalan dengan baik atau tidak. Jadi, pemeriksaan <em>neutrophil<\/em> sangat berguna untuk kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk pemeriksaan darah lengkap bisa dilakukan di rumah sakit yang memiliki alat pendukung. Semakin canggih alat yang digunakan, maka semakin mudah mendeteksi kadar <em>neutrophil<\/em> dan sel darah lainnya dalam tubuh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gangguan Kesehatan yang Berhubungan dengan Neutrophil<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"702\" height=\"467\" src=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gangguan-Kesehatan-yang-Berhubungan-dengan-Neutrophil.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5431\" srcset=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gangguan-Kesehatan-yang-Berhubungan-dengan-Neutrophil.png 702w, https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Gangguan-Kesehatan-yang-Berhubungan-dengan-Neutrophil-300x200.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 702px) 100vw, 702px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Freepik<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Sebagai salah satu jenis sel dalam darah putih yang bantu mempertahankan kekebalan tubuh, tentu kadar <em>neutrophil<\/em> di bawah atau di atas batas normal bisa berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Berikut dua gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kadar <em>neutrophil<\/em> dalam tubuh:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Neutrofilia<\/h3>\n\n\n\n<p>Neutrofilia adalah gangguan yang diakibatkan oleh jumlah neutrofil dalam tubuh yang melebihi batas normal. Ada beberapa kondisi atau kegiatan yang membuat kadar <em>neutrophil<\/em> meningkat dan menyebabkan neutrofilia, mulai dari stres berat, merokok, olahraga berat, cidera, penyakit menular, hingga kanker darah.<\/p>\n\n\n\n<p>Seseorang bisa mengalami neutrofilia jika kadar <em>neutrophil<\/em> dalam tubuh lebih dari 7.700 mcL dari total normal 11.000 mcL sel darah putih. Perhitungan ini berlaku untuk orang dewasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi neutrofilia juga bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pembentukan <em>neutrophil<\/em> yang berlangsung cepat.<\/li>\n\n\n\n<li>Pelepasan <em>neutrophil<\/em> yang cepat dari sumsum tulang ke darah.<\/li>\n\n\n\n<li>Pelepasan <em>neutrophil<\/em> di area pembuluh darah hingga ke dalam aliran darah.<\/li>\n\n\n\n<li>Kurangnya jalan keluar bagi <em>neutrophil<\/em> dari darah ke jaringan tubuh lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Namun, penyebab utama dari gangguan <em>neutrophil<\/em> satu ini adalah infeksi akibat bakteri. Jadi, gangguan kesehatan seperti neutrofilia atau kelebihan kadar <em>neutrophil<\/em> bisa terjadi karena beberapa hal, mulai dari kesehatan hingga gaya hidup yang tidak baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Neutropenia<\/h3>\n\n\n\n<p>Gangguan kedua yang berhubungan dengan kadar neutrofil adalah neutropenia. Gangguan neutropenia adalah kebalikan dari gangguan neutrofilia.<\/p>\n\n\n\n<p>Seseorang bisa mengalami neutropenia jika kadar <em>neutrophil<\/em> di bawah batas normal, yaitu di bawah 1.000 mcL. Kondisi ini bisa membuat tubuh rentan mengalami infeksi, sebab <em>neutrophil<\/em> tidak maksimal dalam melawan bakteri atau virus secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Sama seperti neutrofilia, neutropenia juga bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah saat tubuh terlalu cepat menggunakan sel-sel kekebalan lebih dari biasanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, penyebab lain dari neutropenia yang juga harus diwaspadai adalah produksi <em>neutrophil<\/em> dari sumsum tulang yang tidak normal. Ini bisa menandakan adanya masalah pada area sumsum tulang, jika tidak segera diperiksa.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi lain seperti limpa membesar juga bisa menyebabkan kadar <em>neutrophil<\/em> dalam darah menurun. Ini dikarenakan limpa bisa menghancurkan <em>neutrophil<\/em> serta sel-sel darah lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Faktor-faktor lain yang juga bisa menyebabkan kadar <em>neutrophil <\/em>menurun hingga mengalami neutropenia, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kanker dan kemoterapi.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengonsumsi obat-obatan tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>Terjadinya infeksi akibat virus.<\/li>\n\n\n\n<li>Terkena infeksi bakteri yang parah.<\/li>\n\n\n\n<li>Kelainan pada sumsum tulang.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengalami masalah autoimun.<\/li>\n\n\n\n<li>Anemia aplastik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya kadar <em>neutrophil<\/em> dalam sel darah putih didominasi oleh kesehatan. Oleh karena itu, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut jika mengalami neutropenia.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, perlu diketahui bahwa kadar neutrofil dalam darah putih yang rendah tidak selalu mengindikasikan seseorang terkena neutropenia. Inilah kenapa pemeriksaan sel darah lengkap perlu dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Gangguan kesehatan neutrofilia atau neutropenia patut diwaspadai. Sebab, salah satu jenis sel darah ini memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh, yaitu bantu meningkatkan kekebalan dengan menyerang bakteri atau virus secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika <em>neutrophil<\/em> tidak bekerja maksimal, maka tubuh akan kesulitan melawan infeksi akibat bakteri atau virus.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Yuk, Jaga Kadar Neutrophil Tetap di Batas Normal!<\/h2>\n\n\n\n<p>Neutrofil adalah salah satu jenis sel darah putih yang bekerja melawan bakteri, kuman, atau virus di area jaringan tubuh yang inflamasi secara langsung. Bahkan, jenis sel darah satu ini akan muncul pertama kali ketika bakteri masuk ke dalam tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Kadar <em>neutrophil<\/em> yang melebihi atau kurang dari batas normal bisa menyebabkan gangguan cukup serius bagi kesehatan. Maka dari itu, yuk jaga dengan menerapkan gaya hidup sehat!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Neutrofil atau sel darah putih yang masuk dalam golongan granulosit. Jenis sel darah putih satu ini memiliki peran penting, karena<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5432,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[1185],"class_list":["post-5427","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","tag-neutrofil","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Neutrofil atau sel darah putih yang masuk dalam golongan granulosit. Jenis sel darah putih satu ini memiliki peran penting, karena\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-30T06:21:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/chronic-myeloid-leukemia-accelerated-phase-with-thrombocytosis-chronic-myelogenous-leukemia-cml_595440-3048.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"965\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya\",\"datePublished\":\"2024-06-30T06:21:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/\"},\"wordCount\":1253,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/chronic-myeloid-leukemia-accelerated-phase-with-thrombocytosis-chronic-myelogenous-leukemia-cml_595440-3048.jpg\",\"keywords\":[\"neutrofil\"],\"articleSection\":[\"Biologi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/\",\"name\":\"Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/chronic-myeloid-leukemia-accelerated-phase-with-thrombocytosis-chronic-myelogenous-leukemia-cml_595440-3048.jpg\",\"datePublished\":\"2024-06-30T06:21:59+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/chronic-myeloid-leukemia-accelerated-phase-with-thrombocytosis-chronic-myelogenous-leukemia-cml_595440-3048.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/chronic-myeloid-leukemia-accelerated-phase-with-thrombocytosis-chronic-myelogenous-leukemia-cml_595440-3048.jpg\",\"width\":1480,\"height\":965,\"caption\":\"Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya - Hotelier Studi","og_description":"Neutrofil atau sel darah putih yang masuk dalam golongan granulosit. Jenis sel darah putih satu ini memiliki peran penting, karena","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2024-06-30T06:21:59+00:00","og_image":[{"width":1480,"height":965,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/chronic-myeloid-leukemia-accelerated-phase-with-thrombocytosis-chronic-myelogenous-leukemia-cml_595440-3048.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya","datePublished":"2024-06-30T06:21:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/"},"wordCount":1253,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/chronic-myeloid-leukemia-accelerated-phase-with-thrombocytosis-chronic-myelogenous-leukemia-cml_595440-3048.jpg","keywords":["neutrofil"],"articleSection":["Biologi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/","name":"Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/chronic-myeloid-leukemia-accelerated-phase-with-thrombocytosis-chronic-myelogenous-leukemia-cml_595440-3048.jpg","datePublished":"2024-06-30T06:21:59+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/chronic-myeloid-leukemia-accelerated-phase-with-thrombocytosis-chronic-myelogenous-leukemia-cml_595440-3048.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/chronic-myeloid-leukemia-accelerated-phase-with-thrombocytosis-chronic-myelogenous-leukemia-cml_595440-3048.jpg","width":1480,"height":965,"caption":"Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/neutrofil\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Definisi Neutrofil: Fungsi, Jenis, hingga Gangguan Kesehatannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5427","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5427"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5427\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5433,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5427\/revisions\/5433"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5427"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5427"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5427"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}