{"id":7729,"date":"2025-01-10T07:41:15","date_gmt":"2025-01-10T00:41:15","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=7729"},"modified":"2025-01-10T07:41:15","modified_gmt":"2025-01-10T00:41:15","slug":"modal-disetor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/","title":{"rendered":"Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam dunia bisnis, istilah modal disetor atau yang juga dikenal dengan istilah &#8220;<em>paid-in capital<\/em>&#8221; merupakan konsep yang penting bagi perkembangan saham suatu perusahaan. Istilah tersebut mencerminkan kontribusi finansial yang dilakukan oleh pemilik atau investor dalam perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep ini memiliki peran yang signifikan dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan serta memberikan dasar untuk menghitung nilai pemilik atau saham dalam perusahaan. Ketahui penjelasan selengkapnya pada artikel di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Modal Disetor (Paid-in Capital)&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Modal disetor, atau yang memiliki istilah internasional <em>paid-in capital<\/em>, adalah jumlah uang atau nilai aset lainnya yang pemilik atau investor tanamkan ke dalam perusahaan sebagai bentuk kepemilikan saham.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya penanaman <em>paid-in capital <\/em>ini bertujuan untuk membiayai kegiatan bisnis perusahaan, seperti modal awal, pengembangan, atau investasi. Jadi, bisa dibilang bahwa <em>paid-in capital<\/em> menjadi bagian dari struktur modal perusahaan dan mencerminkan komitmen pemilik atau investor terhadap perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Macam-macam Ketentuan dalam Modal Disetor<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa ketentuan yang berkaitan dengan modal disetor yang perlu Anda pahami, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Legalitas dan Kepatuhan<\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama, perusahaan perlu mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku mengenai <em>paid-in capital<\/em> dalam suatu negara. Sebab, setiap negara memiliki persyaratan minimum jumlah yang harus Anda penuhi untuk mendirikan perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, pemilik atau investor perlu memastikan bahwa jumlah <em>paid-in capital <\/em>yang mereka berikan memenuhi persyaratan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Perjanjian Pemegang Saham<\/h3>\n\n\n\n<p>Lalu, dalam beberapa kasus, <em>paid-in capital<\/em> juga dapat ditetapkan dalam perjanjian pemegang saham. Perjanjian ini menentukan jumlah modal yang harus setiap pemegang saham setor dan bagaimana kontribusi modal tersebut akan bermanfaat dalam kegiatan bisnis perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Klasifikasi Modal&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain itu, <em>paid-in capital<\/em> dapat Anda bedakan menjadi dua kategori, yaitu <em>paid-in capital<\/em> dalam bentuk uang tunai (<em>cash<\/em>) dan <em>paid-in capital<\/em> dalam bentuk aset (<em>non-cash<\/em>). Misalnya, <em>paid-in capital<\/em> dalam bentuk aset dapat berupa properti, peralatan, atau hak kekayaan intelektual.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Jenis Modal Disetor?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa jenis <em>paid-in capital<\/em> yang umum ada dalam bisnis. Berikut adalah beberapa di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Paid-in Capital dalam Bentuk Uang Tunai&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis <em>paid-in capital<\/em> ini merupakan kontribusi finansial yang pemilik atau investor lakukan dalam bentuk uang tunai. Uang tunai tersebut harus mereka setor langsung ke rekening perusahaan dan dapat berguna untuk mendanai kegiatan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Paid-in Capital dalam Bentuk Saham&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain itu, <em>paid-in capital<\/em> juga dapat Anda lakukan dengan menerbitkan saham perusahaan dan menjualnya kepada investor. Saham ini mewakili kepemilikan dan hak suara dalam perusahaan. Pemilik atau investor yang membeli saham akan menyumbangkan modal disetor kepada perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Paid-in Capital dalam Bentuk Aset Non-Uang<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain uang tunai, <em>paid-in capital <\/em>juga dapat berupa aset non-uang tunai. Misalnya, pemilik atau investor dapat menyumbangkan aset seperti tanah, bangunan, peralatan, atau hak kekayaan intelektual sebagai <em>paid-in capital<\/em> perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aset-aset ini memiliki nilai yang terakui dalam neraca perusahaan. Kemudian, nilai aset tersebut akan menjadi bagian dari <em>paid-in capital<\/em> perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Modal Disetor Lebih (Additional Paid-in Capital)<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Additional paid-in capital<\/em> terjadi ketika investor menjual saham dengan harga yang lebih tinggi daripada nilai nominalnya. Jadi, apabila ada perbedaan antara harga jual saham dan nilai nominalnya, itulah <em>additional paid-in capital<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Modal Disetor Saham Preferen (Preferred Stock Paid-in Capital)<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Preferred stock paid-in capital<\/em> terkait dengan saham preferen yang perusahaan terbitkan. Saham preferen memiliki hak istimewa tertentu, seperti prioritas pembayaran dividen atau hak suara.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Modal Disetor Dividen (Dividend Paid-in Capital)<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Dividend paid-in capital<\/em> terjadi ketika dividen yang perusahaan bayarkan kepada pemegang saham tidak berasal dari laba bersih perusahaan. Tetapi merupakan penggunaan dari <em>paid-in capital<\/em> yang telah dikontribusikan sebelumnya oleh pemegang saham.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Aktivitas Bisnis yang Mempengaruhi Modal Disetor<\/h2>\n\n\n\n<p>Kemudian, terdapat beberapa aktivitas bisnis dapat mempengaruhi <em>paid-in capital<\/em> perusahaan. Beberapa di antaranya termasuk:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Penawaran Saham Umum (IPO)<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan memutuskan untuk <em>go public<\/em> melalui penawaran saham umum (IPO), maka mereka dapat menarik <em>paid-in capital<\/em> yang signifikan dari investor yang membeli saham perusahaan. Jadi, IPO dapat memberikan sumber pendanaan baru yang perusahaan perlukan untuk ekspansi dan pertumbuhan bisnisnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Investasi Langsung&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika perusahaan mendapatkan investasi langsung dari investor, baik melalui kemitraan strategis atau penanaman modal langsung. Maka investor tersebut akan menyumbangkan <em>paid-in capital<\/em> ke perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Investasi ini dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan operasionalnya dan memperluas cakupan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Laba Tertahan<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain dua aktivitas di atas, perusahaan dapat menggunakan laba tertahan sebagai sumber <em>paid-in capital<\/em>. Laba yang perusahaan peroleh dari kegiatan bisnis yang berhasil dapat dialokasikan kembali ke perusahaan sebagai <em>paid-in capital<\/em>. Misalnya untuk membiayai kegiatan ekspansi atau investasi yang lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Penawaran Umum Saham Tambahan&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain itu, perusahaan dapat memutuskan untuk melakukan penawaran umum saham tambahan setelah penawaran awal. Artinya, perusahaan menerbitkan saham baru kemudian menjualnya kepada investor.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kontribusi modal yang perusahaan terima dari penawaran umum saham tambahan akan meningkatkan modal disetor milik perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Pengembalian Paid-in Capital kepada Investor<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain itu, terkadang perusahaan dapat mengembalikan sebagian <em>paid-in capital <\/em>kepada pemegang saham.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pengembalian modal ini dapat perusahaan lakukan dalam bentuk dividen khusus atau dengan cara lain yang telah perusahaan tetapkan dalam peraturannya. Sehingga, aktivitas pengembalian ini dapat mengurangi jumlah <em>paid-in capital <\/em>perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Pembelian Kembali Saham&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan memutuskan untuk melakukan pembelian kembali saham dari pemegang saham, maka hal ini dapat mempengaruhi <em>paid-in capital<\/em>. Jumlah <em>paid-in capital<\/em> yang dikurangi karena pembelian kembali saham akan mengurangi <em>paid-in capital<\/em> perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Konversi atau Penukaran Instrumen Keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p>Kemudian, dalam beberapa situasi, perusahaan dapat mengeluarkan instrumen keuangan yang dapat terkonversi menjadi saham biasa atau instrumen keuangan lainnya. Jika konversi atau penukaran instrumen keuangan terjadi, maka <em>paid-in capital<\/em> dapat berubah tergantung pada nilai dan ketentuan yang terkait.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Menghitung Modal Disetor?<\/h2>\n\n\n\n<p>Cara menghitung <em>paid-in capital<\/em> dapat berbeda-beda tergantung pada situasi dan konteks yang spesifik. Namun, secara umum, terdapat beberapa metode umum yang bisa Anda gunakan dalam menghitung <em>paid-in capital<\/em>. Berikut ini beberapa caranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menghitung Berdasarkan Kontribusi Pemilik atau Investor<\/h3>\n\n\n\n<p>Cara pertama adalah dengan menghitung modal disetor berdasarkan kontribusi yang pemilik atau investor berikan pada perusahaan. Jika pemilik atau investor menyumbangkan modal dalam bentuk uang tunai, maka jumlah uang tunai yang akan mereka setor akan menjadi <em>paid-in capital<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika pemilik atau investor menyumbangkan uang tunai sebesar Rp1.000.000.000,00, maka <em>paid-in capital<\/em> akan menjadi Rp1.000.000.000,00.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menghitung Berdasarkan Kontribusi dalam Bentuk Aset Non-Uang&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain uang tunai, untuk menghitung <em>paid-in capital<\/em> dalam bentuk aset non-uang, Anda perlu melakukan penilaian atas nilai pasar aset tersebut. Misalnya, jika pemilik atau investor menyumbangkan properti dengan nilai pasar sebesar Rp2.000.000.000,00, maka <em>paid-in capital<\/em> akan menjadi Rp2.000.000.000,00.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menghitung Berdasarkan Penjualan Saham<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan menerbitkan saham dan menjualnya kepada investor, maka <em>paid-in capital<\/em> dapat Anda hitung berdasarkan nilai penjualan saham. Misalnya, jika perusahaan menjual 1.000 saham dengan harga per saham Rp1.000.000,00, maka <em>paid-in capital<\/em> akan menjadi Rp 1.000.000.000,00.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Menghitung Berdasarkan Laba Tertahan<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain itu, <em>paid-in capital<\/em> juga dapat berasal dari laba tertahan perusahaan yang dialokasikan kembali sebagai modal disetor. Jumlah laba tertahan yang dialokasikan tersebut harus ditentukan berdasarkan keputusan manajemen dan peraturan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Kalkulasi Modal Disetor<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk memahami lebih lanjut mengenai <em>paid-in capital<\/em>, akan kami sediakan contohnya di bawah ini. Berikut adalah contoh sederhananya untuk sebuah perusahaan fiktif:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemilik A menyumbangkan modal dalam bentuk uang tunai sebesar Rp500.000.000,00.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemilik B menyumbangkan modal dalam bentuk aset non-uang berupa bangunan dengan nilai Rp1.000.000.000,00.<\/li>\n\n\n\n<li>Total <em>paid-in capital<\/em> perusahaan dalam contoh ini adalah Rp1.500.000.000,00 (Rp500.000.000,00 + Rp1.000.000.000,00).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sudah Paham Mengenai Konsep Modal Disetor?&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, kita telah mempelajari secara komprehensif mengenai modal disetor atau <em>paid-in capital <\/em>beserta contoh kalkulasinya. Melalui pemahaman yang baik tentang <em>paid-in capital<\/em>, perusahaan dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, penting untuk Anda catat bahwa perhitungan <em>paid-in capital <\/em>dapat bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan, struktur perusahaan, dan persyaratan hukum yang berlaku.&nbsp;Oleh karena itu, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan profesional keuangan atau akuntan untuk memastikan bahwa penghitungan <em>paid-in capital<\/em> sudah tepat dan sesuai dengan aturan serta regulasi yang berlaku.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis, istilah modal disetor atau yang juga dikenal dengan istilah &#8220;paid-in capital&#8221; merupakan konsep yang penting bagi perkembangan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7730,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-7729","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam dunia bisnis, istilah modal disetor atau yang juga dikenal dengan istilah &#8220;paid-in capital&#8221; merupakan konsep yang penting bagi perkembangan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-10T00:41:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-Modal-Disetor-Jenis-Cara-Menghitung-dan-Contohnya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1066\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2025-01-10T00:41:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/\"},\"wordCount\":1250,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-Modal-Disetor-Jenis-Cara-Menghitung-dan-Contohnya.jpg\",\"articleSection\":[\"Ekonomi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/\",\"name\":\"Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-Modal-Disetor-Jenis-Cara-Menghitung-dan-Contohnya.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-10T00:41:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-Modal-Disetor-Jenis-Cara-Menghitung-dan-Contohnya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-Modal-Disetor-Jenis-Cara-Menghitung-dan-Contohnya.jpg\",\"width\":1600,\"height\":1066,\"caption\":\"Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya - Hotelier Studi","og_description":"Dalam dunia bisnis, istilah modal disetor atau yang juga dikenal dengan istilah &#8220;paid-in capital&#8221; merupakan konsep yang penting bagi perkembangan","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2025-01-10T00:41:15+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1066,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-Modal-Disetor-Jenis-Cara-Menghitung-dan-Contohnya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya","datePublished":"2025-01-10T00:41:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/"},"wordCount":1250,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-Modal-Disetor-Jenis-Cara-Menghitung-dan-Contohnya.jpg","articleSection":["Ekonomi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/","name":"Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-Modal-Disetor-Jenis-Cara-Menghitung-dan-Contohnya.jpg","datePublished":"2025-01-10T00:41:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-Modal-Disetor-Jenis-Cara-Menghitung-dan-Contohnya.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Pengertian-Modal-Disetor-Jenis-Cara-Menghitung-dan-Contohnya.jpg","width":1600,"height":1066,"caption":"Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/modal-disetor\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Modal Disetor, Jenis, Cara Menghitung, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7729","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7729"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7729\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7731,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7729\/revisions\/7731"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}