{"id":966,"date":"2025-03-22T03:12:17","date_gmt":"2025-03-21T20:12:17","guid":{"rendered":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?p=966"},"modified":"2025-03-22T03:12:17","modified_gmt":"2025-03-21T20:12:17","slug":"puisi-kartini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/","title":{"rendered":"Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya"},"content":{"rendered":"\n<p>Hari Kartini selalu diperingati pada tanggal 21 April. Sebagai salah satu pahlawan yang berjasa, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakan Hari Kartini, salah satunya berpuisi. Berikut ulasan singkat perihal sejarah hari Kartini serta contoh-contoh puisi Kartini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sejarah Hari Kartini<\/h2>\n\n\n\n<p>Tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini. Tanggal tersebut merupakan hari lahir R.A (Raden Ajeng) Kartini, salah satu pahlawan yang berjasa bagi kaum wanita Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Raden Ajeng Kartini lahir pada tahun 1897 dan meninggal pada tahun 1904. Semasa hidupnya, pahlawan wanita Indonesia yang memiliki nama lengkap Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat ini selalu memperjuangkan hak-hak wanita Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang diketahui, dahulu wanita di Indonesia tidak memiliki hak dan kesempatan yang sama seperti laki-laki. Salah satunya adalah akses pendidikan. Banyak wanita Indonesia yang tidak mendapatkan kesempatan untuk belajar, sehingga kesadaran literasi antara kaum wanita dengan laki-laki tidak sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal inilah yang membuat R.A Kartini mengambil langkah tegas dengan mendobrak kesenjangan antara wanita dan laki-laki. R.A Kartini mengajari wanita-wanita yang tidak mendapatkan akses pendidikan, mulai dari membaca.<\/p>\n\n\n\n<p>Perjuangan inilah yang kemudian dikenal dengan istilah &#8220;Habis Gelap, Terbitlah Terang&#8221;. Artinya, wanita-wanita yang buta huruf perlahan mulai mengenal dan membaca, yang membawa mereka keluar dari kegelapan menuju kehidupan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Puisi Kartini yang Menginspirasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut contoh puisi Kartini yang menginspirasi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kartiniku Kini<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Mochamad Riduwan<\/p>\n\n\n\n<p>Saat pena kau tempelkan pada secarik kertas<\/p>\n\n\n\n<p>Tersusunlah kata-kata sukma meretas<\/p>\n\n\n\n<p>Membawa perubahan awal sepintas<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga kaummu menyambut penuh antusias<\/p>\n\n\n\n<p>Kini, wahai Kartiniku<\/p>\n\n\n\n<p>Kaummu seakan melupakanmu<\/p>\n\n\n\n<p>Tersibuk dengan lautan ambigu<\/p>\n\n\n\n<p>Terlupa akan sebuah perilaku<\/p>\n\n\n\n<p>Wahai Kartiniku kini,<\/p>\n\n\n\n<p>Tidaklah mentari lupa menanti pagi<\/p>\n\n\n\n<p>Saatnya dirimu membekali literasi<\/p>\n\n\n\n<p>Saatnya dirimu penuh berinovasi<\/p>\n\n\n\n<p>Wahau Kartiniku kini,<\/p>\n\n\n\n<p>Sudahkah dirimu menyelami diri?<\/p>\n\n\n\n<p>Mencari di mana peradaban nanti<\/p>\n\n\n\n<p>Mengikuti aliran tsunami teknologi<\/p>\n\n\n\n<p>Sepatah tulisan membawa pesan<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaris kalimat membuyarkan angan<\/p>\n\n\n\n<p>Sebait paragraf merubah peradaban<\/p>\n\n\n\n<p>Majulah Kartiniku kini, tuk&#8217; kemajuan zaman<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Perempuan Itu Buku<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Sio Hutasoit<\/p>\n\n\n\n<p>Apa kau tahu? Jika perempuan itu Buku<\/p>\n\n\n\n<p>Tintanya biru teduh<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan itu gudangnya ilmu<\/p>\n\n\n\n<p>Isinya tak hanya asmara candu, namun arti dari tulus pengorbanan tanpa keluh<\/p>\n\n\n\n<p>Walau dituntut harus sempurna sungguh<\/p>\n\n\n\n<p>Namun\u2026<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan tahu nikmatnya berdiri teguh, tanpa kompromi waktu<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam Buku akan kau temukan cerita tentang cinta yang utuh<\/p>\n\n\n\n<p>Walau hidup tak semanis madu, tangis menderu bahkan sakit berdentum<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi tak pernah ia tulis bahwa hidup sepahit empedu<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya ada bait tentang nyanyian syukur<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, Buku itu tak bisa kau beli dengan sekumpulan bunga warna ungu<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi tawarlah dengan rindu yang sudah kau pupuk<\/p>\n\n\n\n<p>Tenang saja, tak perlu ragu<\/p>\n\n\n\n<p>Karena, dari Buku itu akan kau temukan bahwa perempuan adalah pangkal restu<\/p>\n\n\n\n<p>Juga sajak-sajak tentang doa ibu<\/p>\n\n\n\n<p>Yang tiap hari ia tulis dengan tangguh<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan tak pernah layu<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan itu Buku<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan itu aku<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Literasi Menyibak Kegelapan<\/h3>\n\n\n\n<p>Kaya: Woro Titi Haryati<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Habis Gelap Terbit lah Terang<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya bermakna tentang kesepadanan<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi inilah peristiwa literasi sebenarnya<\/p>\n\n\n\n<p>Yang tak pernah kita menyadarinya<\/p>\n\n\n\n<p>Berawal dari keinginanmu membaca<\/p>\n\n\n\n<p>Keinginan membuka tabir makna akan suatu maha<\/p>\n\n\n\n<p>Terdedahlah kegalauanmu yang telah lama terpendam<\/p>\n\n\n\n<p>Terterbarkan pesanmu kepada sang sahabat nan jauh di sana<\/p>\n\n\n\n<p>Tulisanmu telah menyibak kegelapan<\/p>\n\n\n\n<p>Kegelapan yang telah mengekangmu<\/p>\n\n\n\n<p>Kegelapan yang telah memasungmu<\/p>\n\n\n\n<p>Kegelapan yang telah membelenggumu<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan tulisanmu kau tebarkan seberkas cahaya<\/p>\n\n\n\n<p>Tersingkap baik demi bait dari pesanmu<\/p>\n\n\n\n<p>Terenda pesan dalam untaian kata-katamu<\/p>\n\n\n\n<p>Kata yang sarat akan makna<\/p>\n\n\n\n<p>Kuyakini bahwa dirimu dengan literasimu<\/p>\n\n\n\n<p>Telah menjadikan dirimu abadi<\/p>\n\n\n\n<p>Telah menjadikan dirimu inspirasi<\/p>\n\n\n\n<p>Telah menjadikan dirimu sempena hati<\/p>\n\n\n\n<p>Kau tak kan lekang dalam kala<\/p>\n\n\n\n<p>Kau tak kan punah tertelan masa<\/p>\n\n\n\n<p>Kau tak kan pernah mati<\/p>\n\n\n\n<p>Kau tunjukkan jati diri negeri<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan semangat literasi yang tak pernah kau sadari<\/p>\n\n\n\n<p>Membawa kami ke dunia yang penuh dengan pelangi<\/p>\n\n\n\n<p>Membawa kami berani mendaki gunung tinggi<\/p>\n\n\n\n<p>Membawa kami sejajar di atas kaki yang mandiri<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Perempuan Tangguh<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Penulis<\/p>\n\n\n\n<p>Orang mengenalnya sebagai perempuan tangguh<\/p>\n\n\n\n<p>Berdedikasi dengan sungguh-sungguh<\/p>\n\n\n\n<p>Kerasnya batu alam belum ada apa-apanya<\/p>\n\n\n\n<p>Kegigihannya menyambar api yang membara<\/p>\n\n\n\n<p>Hatinya selembut kain sutra yang paling mahal<\/p>\n\n\n\n<p>Sekali robek, bekasnya tak pernah hilang<\/p>\n\n\n\n<p>Ia jahit robekan-robekan itu dengan benang kasih<\/p>\n\n\n\n<p>Luka menganga yang tertutup sempurna<\/p>\n\n\n\n<p>Orang menyebutnya sebagai perempuan tangguh<\/p>\n\n\n\n<p>Hujan badai di barat daya pun akan ditempuh<\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak tanggung jawab yang sedang dipikul<\/p>\n\n\n\n<p>Mengasah satu per satu besi dapur yang tumpul<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan tangguh, perempuan tangguh<\/p>\n\n\n\n<p>Tertawa menyembunyikan luka<\/p>\n\n\n\n<p>Demi merajut mimpi-mimpi<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan satu, tapi seluruh anak Ibu Pertiwi<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Sang Penerang<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Penulis<\/p>\n\n\n\n<p>Kegelapan sudah lama menyelimuti<\/p>\n\n\n\n<p>Memakan satu per satu mimpi-mimpi<\/p>\n\n\n\n<p>Transformasi menjadi musuh sendiri<\/p>\n\n\n\n<p>Menyatu dengan bayangan di malam hari<\/p>\n\n\n\n<p>Kegelapan itu perlahan pudar<\/p>\n\n\n\n<p>Kerasnya melunak<\/p>\n\n\n\n<p>Garangnya ikut jadi jinak<\/p>\n\n\n\n<p>Menanti ini hingga beranak pinak<\/p>\n\n\n\n<p>Kegelapan itu hilang<\/p>\n\n\n\n<p>Satu buah lilin hadir dengan kobaran api yang lembut<\/p>\n\n\n\n<p>Membakar ketakutan, menghanguskan kedunguan<\/p>\n\n\n\n<p>Menyambar keberanian yang entah sejak kapan timbul<\/p>\n\n\n\n<p>Kini, dunia lebih berwarna<\/p>\n\n\n\n<p>Berkat perjuangan seorang wanita<\/p>\n\n\n\n<p>Sang penerang, begitu sebutannya<\/p>\n\n\n\n<p>Membawa emansipasi wanita Indonesia<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Jatuh, Tumbuh<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Penulis<\/p>\n\n\n\n<p>Jalan yang tandus di bawah teriknya matahari<\/p>\n\n\n\n<p>Kerikil-kerikil kecil perlahan melukai<\/p>\n\n\n\n<p>Alas kaki semakin tipis, tapi semangatnya makin menggunung<\/p>\n\n\n\n<p>Tubuh ringkih milik jiwa berbahan baja<\/p>\n\n\n\n<p>Matanya bak sebuah kompas jalan<\/p>\n\n\n\n<p>Bergerak senyap, tapi tapi tahu akan ke mana<\/p>\n\n\n\n<p>Kadang jatuh, ia bangkit<\/p>\n\n\n\n<p>Jatuh lagi, tetap bangkit<\/p>\n\n\n\n<p>Konon, ia ditakdirkan sebagai makhluk lemah lembut<\/p>\n\n\n\n<p>Tubuh yang lemah tak membuatnya menyerah<\/p>\n\n\n\n<p>Kelembutan hatinya menebarkan berjuta-juta kasih<\/p>\n\n\n\n<p>Jatuh sekali, bangkit ribuan kali<\/p>\n\n\n\n<p>Perjalanannya sudah sampai di pertengahan<\/p>\n\n\n\n<p>Kegagalan masih rutin menyapa bak kawan lama<\/p>\n\n\n\n<p>Air mata bercampur keringat di sudut mata<\/p>\n\n\n\n<p>Kadang meringis, tapi lebih banyak tertawa<\/p>\n\n\n\n<p>Belum ada tanda-tanda penghujung<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya perjalanan masih jauh<\/p>\n\n\n\n<p>Menyiapkan diri tuk menyapa kembali kegagalan di tengah jalan<\/p>\n\n\n\n<p>Jalan masih panjang untuk melanjutkan perjuangan<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Perjuanganmu Belum Usai<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Penulis<\/p>\n\n\n\n<p>Tongkat estafet terus berputar-putar<\/p>\n\n\n\n<p>Mengikuti tahun yang terus berganti<\/p>\n\n\n\n<p>Barat, Timur, Selatan, Utara<\/p>\n\n\n\n<p>Seluruh penjuru Ibu Pertiwi dijelajahi<\/p>\n\n\n\n<p>Namanya selalu dikenang<\/p>\n\n\n\n<p>Tak pernah absen sebagai acara tahunan<\/p>\n\n\n\n<p>Dirayakan oleh setiap insan<\/p>\n\n\n\n<p>Kilapnya meredup, lalu kembali terlupakan<\/p>\n\n\n\n<p>Perjuangannya belum selesai, belum usai<\/p>\n\n\n\n<p>Titik di penghujung baris kalimat bukan sebuah akhir<\/p>\n\n\n\n<p>Masih ada lanjutan paragraf baru yang harus diukir<\/p>\n\n\n\n<p>Masih ada cerita-cerita seru di lembar buku<\/p>\n\n\n\n<p>Langkahmu jangan terburu-buru<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab jalan masih panjang, pun kadang masih tandus<\/p>\n\n\n\n<p>Simpan tenagamu untuk bekal menyapa kawan lama bernama kegagalan<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan lagi perjuangannya, tapi perjuanganmu yang belum usai<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan dulu menyerah atau pongah<\/p>\n\n\n\n<p>Perjuanganmu belum usai, masih belum<\/p>\n\n\n\n<p>Selain kawan lama, ada pula kawan baru<\/p>\n\n\n\n<p>Sediakan saja bakul bambu untuk menampung semua itu<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Habis Gelap, Terbitlah Terang<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Penulis<\/p>\n\n\n\n<p>Konon, perempuan buta aksara<\/p>\n\n\n\n<p>Tak kenal dunia itu seperti apa<\/p>\n\n\n\n<p>Tak tahu irama bersajak itu bagaimana<\/p>\n\n\n\n<p>Tak tahu bedanya merah muda dan biru tua<\/p>\n\n\n\n<p>Konon, perempuan tersisihkan dari dunia<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan karna tak rupawan<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka dianggap berbeda, sebab tidak tahu apa-apa<\/p>\n\n\n\n<p>Jangankan bicara perang dunia, mengeja nama saja mereka kebingungan<\/p>\n\n\n\n<p>Kedunguan perempuan jadi warisan turun temurun<\/p>\n\n\n\n<p>Patriarki semakin berjaya sebelum Ibu Pertiwi merdeka<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu berhenti sejenak saat Kartini bersuara<\/p>\n\n\n\n<p>Terus bersuara di tengah ramainya cemoohan<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang diri ia membawa lentera kehidupan banyak perempuan<\/p>\n\n\n\n<p>Pelan namun pasti, lenteranya membawa perubahan<\/p>\n\n\n\n<p>Habis Gelap, Terbitlah Terang, mantra-mantranya<\/p>\n\n\n\n<p>Literasi dan emansipasi jadi warisan baru kita<\/p>\n\n\n\n<p>Mantra-mantranya masih berisi semangat<\/p>\n\n\n\n<p>Semangat juang, semangat belajar<\/p>\n\n\n\n<p>Lenteranya belum redup, bahkan tak akan padam<\/p>\n\n\n\n<p>Terangnya semakin luas, merajalela di mana-mana<\/p>\n\n\n\n<p>Kini, yang tersisa hanya ejaan namanya<\/p>\n\n\n\n<p>Perjuangannya mati terkubur dalam masing-masing hati<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi\u2026<\/p>\n\n\n\n<p>Mantra-mantranya tak pernah mati<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Kartini-Kartini Masa Kini<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Penulis<\/p>\n\n\n\n<p>Tubuhnya dibalut kebaya merah muda motif bunga<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan kaki jenjangnya diselimuti kain bercorak gelap<\/p>\n\n\n\n<p>Rambutnya digelung, disanggul kekinian<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian berlenggok dengan kepercayaan<\/p>\n\n\n\n<p>Satunya lagi membalut tubuhnya dengan pakaian trendi bermotif warna-warni<\/p>\n\n\n\n<p>Rambut hitam tak akan kau jumpai<\/p>\n\n\n\n<p>Sepatu hak tinggi model terkini<\/p>\n\n\n\n<p>Tas kecil yang tak kuat menampung mimpi-mimpi<\/p>\n\n\n\n<p>Di pinggir jalan ada lagi kumpulan minoritas<\/p>\n\n\n\n<p>Pakaiannya serba biasa, tanpa <em>brand<\/em> <em>luxury<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Namun, tawanya tak kalah renyah<\/p>\n\n\n\n<p>Saling bertukar cerita tanpa peduli waktu berlalu<\/p>\n\n\n\n<p>Semua itu adalah Kartini masa kini<\/p>\n\n\n\n<p>Tampil dengan versi terbaiknya<\/p>\n\n\n\n<p>Berjuang demi mimpi-mimpinya<\/p>\n\n\n\n<p>Larut dalam keseruan cerita hidupnya<\/p>\n\n\n\n<p>Kartini masa kini<\/p>\n\n\n\n<p>Mimpinya tidak hanya mengenal dunia, tapi bagaimana menaklukkannya<\/p>\n\n\n\n<p>Kawan lamanya bukan hanya kegagalan, tapi juga kecemasan<\/p>\n\n\n\n<p>Jalannya tidak hanya tandus, tapi juga berliku<\/p>\n\n\n\n<p>Kartini masa kini<\/p>\n\n\n\n<p>Semangatnya mudah padam, tapi enggan menyerah<\/p>\n\n\n\n<p>Mudah jatuh, tapi langsung bangkit<\/p>\n\n\n\n<p>Terluka dan kecewa sudah hal biasa<\/p>\n\n\n\n<p>Kartini masa kini<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan menyerah, jangan berhenti<\/p>\n\n\n\n<p>Kartini masa kini<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan kalah, jangan pongah<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Mereka Menyebutnya Emansipasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Penulis<\/p>\n\n\n\n<p>Sudah berapa lama kita dibelenggu?<\/p>\n\n\n\n<p>Berapa banyak perempuan yang mati dengan dungu?<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak era Majapahit menguasai Jawa?<\/p>\n\n\n\n<p>Atau ketika Hindia Belanda?<\/p>\n\n\n\n<p>Tak tahu kapan pastinya<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab saat itu banyak perempuan hidup menikmati kesengsaraan<\/p>\n\n\n\n<p>Beranak pinak tiada henti<\/p>\n\n\n\n<p>Asap dapur mengepul sepanjang hari<\/p>\n\n\n\n<p>Takdirnya sebagai ibu yang buta literasi<\/p>\n\n\n\n<p>Kelembutan hati jadi satu-satunya ilmu yang paling berarti<\/p>\n\n\n\n<p>Menerima dan menerima<\/p>\n\n\n\n<p>Seolah tak ada pemberontakan yang dibolehkan<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak Kartini berjuang<\/p>\n\n\n\n<p>Ketimpangan pendidikan dan sosial mulai terguncang<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan mulai bangkit dari keterpurukannya<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka ingin bebas dari kesengsaraan<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak Kartini membawa emansipasi<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan mulai tahu apa itu mimpi-mimpi<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka bukan lagi putri malu<\/p>\n\n\n\n<p>Durinya lebih kokoh seperti mawar biru<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak emansipasi,<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan tahu bagaimana menjadi Kartini<\/p>\n\n\n\n<p>Menoreh prestasi demi prestasi<\/p>\n\n\n\n<p>Tak gentar melawan diri sendiri<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">11. Putri Ksatria<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Pauline Angelina<\/p>\n\n\n\n<p>Rintik hujan tiada berhenti<\/p>\n\n\n\n<p>Kabut perlahan mulai menyelimuti<\/p>\n\n\n\n<p>Adat dan budaya yang berpilih kasih<\/p>\n\n\n\n<p>Hak para perempuan pun dibatasi<\/p>\n\n\n\n<p>Tangis mulai banjir di pipi<\/p>\n\n\n\n<p>Tak ada satu pun yang peduli<\/p>\n\n\n\n<p>Sekalipun suara rintihan bertubi-tubi<\/p>\n\n\n\n<p>Para insan serentak berpura-pura tuli<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan yang dikekang<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan yang dilarang<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan terbuang<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan terbelakang<\/p>\n\n\n\n<p>Lemah dan tak berdaya<\/p>\n\n\n\n<p>Melawan pun tak kuasa<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya dapat berpasrah diri<\/p>\n\n\n\n<p>Menerima siksaan di jiwa<\/p>\n\n\n\n<p>Dan itu semua kini sirna<\/p>\n\n\n\n<p>Berkat sang putri ksatria<\/p>\n\n\n\n<p>Wahai Kartini yang mulia<\/p>\n\n\n\n<p>Jasa-jasamu sungguh tiada tara<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan pun bebas<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan bisa lepas<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan mampu setara<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan akhirnya merdeka<\/p>\n\n\n\n<p>Tak ada lagi luka<\/p>\n\n\n\n<p>Tak ada lagi duka<\/p>\n\n\n\n<p>Semua telah sirna<\/p>\n\n\n\n<p>Berkat sang putri ksatria<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">12. Nostalgia<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Aenullael Mukarromah<\/p>\n\n\n\n<p>Tentangmu sang pahlawan nasional, juga tentangku sang pejuang asa<\/p>\n\n\n\n<p>Lahir di Jepara, kemudian menghembuskan nafas di Rembang<\/p>\n\n\n\n<p>Kaulah sang pelopor kebangkitan perempuan pribumi<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan di sini aku masih merangkak mengejar mimpi untuk dapat mengabdi pada Negeri<\/p>\n\n\n\n<p>Kau memperjuangkan hak wanita<\/p>\n\n\n\n<p>Kau seorang pekerja keras<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu apa yang terjadi saat ini?<\/p>\n\n\n\n<p>Mari bernostalgia tentang sebuah perjalanan<\/p>\n\n\n\n<p>Aku perempuan, namun aku tidaklah sehebat dan sekuat perjuanganmu<\/p>\n\n\n\n<p>Aku perempuan, namun belum dapat mengabdi kepada Negeri<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, hembusan nyanyian motivasimu menjadi pembakar diri untuk tetap berjuang<\/p>\n\n\n\n<p>Habis gelap terbitlah terang<\/p>\n\n\n\n<p>Di manapun bumi dipijak maka di sanalah langit dijunjung<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan haruslah tetap bekerja keras, kerja cerdas dan berjuang dengan usaha yang keras<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti perjuangan Ibu kita Kartini yang telah melewati ribuan badai dan coba<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">13. Sebuah Lilin yang Tak Utuh<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Penulis<\/p>\n\n\n\n<p>Cahayanya samar-samar<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan hampir redup ketika angin bertiup<\/p>\n\n\n\n<p>Kegelapan masih belum berujung<\/p>\n\n\n\n<p>Hadirnya masih diperlukan banyak hidup<\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah lilin yang tak lagi utuh<\/p>\n\n\n\n<p>Panjangnya hilang setengah demi secercah cahaya<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin lama, semakin rendah pula<\/p>\n\n\n\n<p>Kegelapan semakin membabi buta<\/p>\n\n\n\n<p>Namun sang pemiliknya tak takut atau gugup<\/p>\n\n\n\n<p>Matanya tajam, kaki terus berjalan<\/p>\n\n\n\n<p>Tangannya mengepal bak membawa tekad yang kuat<\/p>\n\n\n\n<p>Punggungnya kokoh sebagai tumpuan yang berat<\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah lilin yang tak utuh<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin samar cahayanya<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin rendah perawakannya<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin membara apinya<\/p>\n\n\n\n<p>Lilin itu mati dengan sendirinya<\/p>\n\n\n\n<p>Anehnya cahayanya abadi<\/p>\n\n\n\n<p>Tak padam meski tertiup angin atau diterpa rintik hujan<\/p>\n\n\n\n<p>Kobaran apinya makin membesar, tekad yang kuat jadi bahan bakar utamanya<\/p>\n\n\n\n<p>Lilin kecil terganti oleh cahaya terang<\/p>\n\n\n\n<p>Gelap gulita lenyap seketika<\/p>\n\n\n\n<p>Dunia penuh warna, pada akhirnya<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan bangkit dan setara<\/p>\n\n\n\n<p>Lilin kecil itu menjelma jadi mentari di siang hari<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika malam tiba berubah jadi sang rembulan yang cantik<\/p>\n\n\n\n<p>Lilin kecil milik perempuan bernama Kartini<\/p>\n\n\n\n<p>Lilin kecil kehidupan anak perempuan Ibu Pertiwi<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">14. Puan, Puan, Puan<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Penulis<\/p>\n\n\n\n<p>Puan, puan, dan puan<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti apa dunia ini di matamu?<\/p>\n\n\n\n<p>Gunung mana yang puncaknya paling tinggi menurutmu?<\/p>\n\n\n\n<p>Dan samudera mana yang ombaknya tenang tapi menakutkan?<\/p>\n\n\n\n<p>Puan, puan, puan<\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak mimpi-mimpi yang terajut oleh benang kehidupan<\/p>\n\n\n\n<p>Benang yang disulam lewat tangan seorang perempuan<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak kusut, tidak putus, indah dan berharga<\/p>\n\n\n\n<p>Mimpi mana yang sudah tercapai?<\/p>\n\n\n\n<p>Toga di kepala atau jabatan yang tinggi?<\/p>\n\n\n\n<p>Atau bahkan keduanya<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan kepalang hebatnya<\/p>\n\n\n\n<p>Mimpi apa lagi yang akan kau bidik, Puan?<\/p>\n\n\n\n<p>Pilihlah satu atau semuanya yang dijajakan di muka<\/p>\n\n\n\n<p>Bidiklah dengan anak panah yang ujungnya tak lagi tumpul<\/p>\n\n\n\n<p>Bidiklah perlahan dengan ketenangan<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan buru-buru, Puan\u2026<\/p>\n\n\n\n<p>Masih ada banyak waktu<\/p>\n\n\n\n<p>Pun tak ada seorang pun yang mengganggu<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan buru-buru, nikmati dulu<\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak hal yang perlu kau tahu<\/p>\n\n\n\n<p>Mulai dari sajak puisi hingga perkembangan teknologi<\/p>\n\n\n\n<p>Tentang bagaimana ulat punya sayap dan bisa terbang tinggi<\/p>\n\n\n\n<p>Pun tentang perjuangan Ibu Kartini bawa emansipasi<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">15. Kita Semua Mampu<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Penulis<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah runtuhnya dinasti Majapahit<\/p>\n\n\n\n<p>Berakhirnya Hindia Belanda<\/p>\n\n\n\n<p>Cerita kelam masa Orba<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga zamannya generasi milenial<\/p>\n\n\n\n<p>Entah sudah berapa banyak waktu terlewati<\/p>\n\n\n\n<p>Jemari tangan ditambah kaki masih kurang untuk berhitung<\/p>\n\n\n\n<p>Selama itu perempuan terbelenggu<\/p>\n\n\n\n<p>Sebanyak itu mimpi-mimpi harus mati sejak dini<\/p>\n\n\n\n<p>Penantian panjang perempuan berakhir<\/p>\n\n\n\n<p>Saat kelembutan Kartini terketuk<\/p>\n\n\n\n<p>Mimpi-mimpi mulai dipupuk sejak dini<\/p>\n\n\n\n<p>Kaki berdiri tegak tanpa takut dicaci<\/p>\n\n\n\n<p>Kita mampu, kita bisa<\/p>\n\n\n\n<p>Kita para perempuan yang direnggut mimpinya sedari lama<\/p>\n\n\n\n<p>Kembali bangkit dan mengambil apa yang jadi hak-haknya<\/p>\n\n\n\n<p>Menyusun rencana demi rencana<\/p>\n\n\n\n<p>Kita bisa, kita juga merdeka<\/p>\n\n\n\n<p>Takdir kita bukan sekadar beranak pinak<\/p>\n\n\n\n<p>Atau berkutat dengan asap dapur mengepul<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hanya sekadar itu<\/p>\n\n\n\n<p>Kita bisa mewarisi ilmu<\/p>\n\n\n\n<p>Atau jadi orang pertama yang memberi ilmu<\/p>\n\n\n\n<p>Kepada anak hingga cucu-cucu<\/p>\n\n\n\n<p>Kita bisa melakukan semua itu, kita semua mampu<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">16. Tinta Biru yang Masih Basah<\/h3>\n\n\n\n<p>Karya: Penulis<\/p>\n\n\n\n<p>Secarik kertas putih dengan motif garis sejajar<\/p>\n\n\n\n<p>Putihnya memang tak selapang hati perempuan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ukurannya masih kurang tuk menampung barisan mimpi-mimpi yang mengantri<\/p>\n\n\n\n<p>Terlalu kecil untuk perempuan yang punya asa tinggi<\/p>\n\n\n\n<p>Tinta biru yang masih basah sebagai tanda awal<\/p>\n\n\n\n<p>Tanda mimpi mulai terukir<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak sulit menulis satu per satu<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab Ibu Kartini memberi tahu seperti apa literasi itu<\/p>\n\n\n\n<p>Tinta biru yang masih basah<\/p>\n\n\n\n<p>Terus berlanjut mengabsen mimpi dan harapan<\/p>\n\n\n\n<p>Hidup jadi ada tujuan, tahu ke mana harus berjalan<\/p>\n\n\n\n<p>Tak ada ketakutan, tak ada keraguan, hanya tersisa harapan<\/p>\n\n\n\n<p>Belum satu jam kertas sudah penuh<\/p>\n\n\n\n<p>Tinta birunya masih basah<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan buru-buru dilipat<\/p>\n\n\n\n<p>Pandangi dulu satu per satu bait paragraf<\/p>\n\n\n\n<p>Eja dulu huruf-huruf yang kau kenal berkat perjuangan perempuan berwajah sendu<\/p>\n\n\n\n<p>Kagumi dulu bentuk tulisan yang katamu indah itu<\/p>\n\n\n\n<p>Baca lagi mimpi-mimpi yang ingin kau tuju<\/p>\n\n\n\n<p>Lipatlah jika sudah mengering tinta biru itu<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Puisi Kartini Manakah yang Menginspirasimu?<\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah kumpulan puisi bertema Kartini dengan rangkaian kata penuh inspirasi untuk mengenang jasa perjuangannya di masa lampau. Manakah yang paling <em>related <\/em>denganmu?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Kartini selalu diperingati pada tanggal 21 April. Sebagai salah satu pahlawan yang berjasa, ada banyak cara yang bisa dilakukan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":967,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[223],"class_list":["post-966","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","tag-puisi-kartini","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya - Hotelier Studi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya - Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hari Kartini selalu diperingati pada tanggal 21 April. Sebagai salah satu pahlawan yang berjasa, ada banyak cara yang bisa dilakukan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotelier Studi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-21T20:12:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/unnamed-14.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"512\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"288\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Linda Yulita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/\"},\"author\":{\"name\":\"Linda Yulita\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\"},\"headline\":\"Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya\",\"datePublished\":\"2025-03-21T20:12:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/\"},\"wordCount\":2304,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/unnamed-14.jpg\",\"keywords\":[\"puisi kartini\"],\"articleSection\":[\"Bahasa Indonesia\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/\",\"name\":\"Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya - Hotelier Studi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/unnamed-14.jpg\",\"datePublished\":\"2025-03-21T20:12:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/unnamed-14.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/unnamed-14.jpg\",\"width\":512,\"height\":288,\"caption\":\"Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"description\":\"Media Digital Pendidikan Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization\",\"name\":\"Hotelier Studi\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png\",\"width\":285,\"height\":70,\"caption\":\"Hotelier Studi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5\",\"name\":\"Linda Yulita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Linda Yulita\"},\"url\":\"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya - Hotelier Studi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya - Hotelier Studi","og_description":"Hari Kartini selalu diperingati pada tanggal 21 April. Sebagai salah satu pahlawan yang berjasa, ada banyak cara yang bisa dilakukan","og_url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/","og_site_name":"Hotelier Studi","article_published_time":"2025-03-21T20:12:17+00:00","og_image":[{"width":512,"height":288,"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/unnamed-14.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Linda Yulita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Linda Yulita","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/"},"author":{"name":"Linda Yulita","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5"},"headline":"Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya","datePublished":"2025-03-21T20:12:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/"},"wordCount":2304,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/unnamed-14.jpg","keywords":["puisi kartini"],"articleSection":["Bahasa Indonesia"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/","name":"Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya - Hotelier Studi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/unnamed-14.jpg","datePublished":"2025-03-21T20:12:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#primaryimage","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/unnamed-14.jpg","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/unnamed-14.jpg","width":512,"height":288,"caption":"Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/puisi-kartini\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kumpulan Puisi Kartini Singkat Menginspirasi Tuk Kenang Jasanya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#website","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","name":"Hotelier Studi","description":"Media Digital Pendidikan Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#organization","name":"Hotelier Studi","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","contentUrl":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/cropped-Logo-Hotelier-PNG.png","width":285,"height":70,"caption":"Hotelier Studi"},"image":{"@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/8b00debc255b2b67a22d845cf6521ae5","name":"Linda Yulita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc2d42f7dcc39baf1f053b7ebcd7105e797581b24faee33da4849f37e889b56a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Linda Yulita"},"url":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/author\/linda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=966"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/966\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1096,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/966\/revisions\/1096"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hotelier.id\/studi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}