Apa Itu Sistem Informasi Geografis (SIG)? Fungsi, Komponen, Manfaatnya

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah gabungan antara sistem, informasi, dan geografis. Di mana sistem tersebut akan menekankan unsur informasi mulai dari tempat permukaan bumi hingga pengetahuan lain tentang bumi secara lebih mendalam. Artikel ini akan menjelaskan lebih lengkap tentang SIG. Yuk, simak sampai habis!

Pengertian Sistem Informasi Geografis 

Sistem Informasi Geografis adalah sistem yang bertujuan untuk menyajikan data dan mengumpulkan informasi seputar geografi. Data tersebut berisi fakta dalam permukaan bumi secara lengkap mulai dari topografi, hidrologi, jenis tanah, keadaan geologi, budaya, sampai iklim. Data yang disajikan dalam bentuk peta sebagai basis data. 

SIG sendiri berupa sistem komputer yang berfungsi untuk melakukan integrasi, analisa, pemeriksaan tentang informasi permukaan bumi berupa data spasial maupun non spasial. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, saat ini Anda sudah bisa melihat informasi geografis melalui Google Maps atau Mapbox Api. 

Fungsi Sistem Informasi Geografis 

Setelah mengetahui tentang apa itu sistem informasi geografis, sekarang saatnya Anda memahami apa saja fungsinya sebagai berikut: 

1. SIG untuk Inventarisasi Sumber Daya Alam

Fungsi SIG sebagai inventarisasi sumber daya alam, yaitu sebagai berikut: 

  • Mengetahui persebaran sumber daya alam seperti batubara, minyak bumi, barang-barang tambang, besi, dan lain sebagainya.
  • Untuk mengetahui kawasan lahan potensial, lahan kritis, lahan perkebunan, dan lahan pertanian. 
  • Memantau terjadinya perubahan dalam penggunaan lahan di permukaan bumi.
  • Mengetahui daerah pasang surut dengan tujuan untuk mengembangkan lokasi perkebunan, pertanian, maupun kepentingan lain.
  • Membuat pemetaan kesuburan tanah untuk usaha pertanian atau perkebunan.

2. SIG untuk Perencanaan Transportasi 

Fungsi Sistem Informasi Geografis selanjutnya adalah sebagai inventarisasi jaringan pada transportasi umum, penyesuaian rute alternatif, hingga rencana perluasan jalan. Selain itu, sistem ini juga berfungsi untuk melakukan analisis terhadap kawasan yang rawan macet dan kecelakaan. 

3. SIG untuk Perencanaan Pembangunan 

Fungsi lainnya dari SIG, yaitu melakukan analisis peta secara tematik. Hal tersebut bertujuan agar bisa mengetahui kemampuan lahan. Contohnya rencana pembangunan terminal bus hasil pemanfaatan jaringan jalan, trayek angkutan, peta kepadatan penduduk, peta lahan, serta harga tanah. 

4. SIG untuk Mitigasi Bencana 

Sistem Informasi Geografis dalam mitigasi bencana berfungsi untuk menentukan wilayah yang cocok dijadikan sebagai tempat penanggulangan bencana alam. 

Selain itu, fungsi lainnya adalah untuk menentukan tempat yang bisa dijadikan sebagai evakuasi korban bencana, mengidentifikasi adanya sumber bencana, mengidentifikasi luas daerah yang terkena bencana. 

5. SIG untuk Perencanaan Ruang 

SIG juga bermanfaat untuk merencanakan wilayah, mendata pertumbuhan pembangunan dan mengetahui persebaran penduduk dalam suatu wilayah. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kawasan industri, rumah sakit, sekolah, maupun pemukiman penduduk. 

Komponen Sistem Informasi Geografis 

SIG merupakan bentuk dari komponen yang saling berhubungan. Terdapat tiga komponen yang perlu Anda ketahui, yaitu sebagai berikut: 

1. Perangkat Keras (Hardware) 

Perangkat ini bekerja sebagai perlengkapan untuk mendukung kinerja Sistem Informasi Geografis. Contohnya adalah monitor, CPU, digitizer, plotter, scanner, VDU, CD room, flashdisk, dan lain sebagainya. Berikut penjelasan lebih lengkap tentang masing-masing fungsi perangkat keras: 

  • CPU: Berfungsi sebagai alat yang memproses seluruh program dan instruksi dalam komputer.
  • VDU: Berfungsi sebagai layar monitor yang menampilkan hasil dari proses oleh Central Processing Unit (CPU).
  • Disk drive: Untuk menghidupkan program dalam komputer.
  • Tape drive: Berfungsi sebagai alat yang menyimpan data hasil dari proses yang dilakukan oleh CPU.
  • Digitizer: Sebuah perangkat keras yang berfungsi untuk mengubah data teristris menjadi data dalam bentuk digital.
  • Printer: Alat yang berfungsi untuk mencetak data atau peta permukaan bumi dengan ukuran yang lebih kecil.
  • Plotter: Perangkat keras ini memiliki fungsi yang sama seperti printer. Namun, perbedaannya adalah hasil cetakan peta menjadi lebih lebar. 

2. Perangkat Lunak (Software) 

Perangkat lunak juga merupakan komponen dalam sistem informasi geografis berupa program yang mendukung proses terjadinya input hingga output data. Contoh perangkat lunak atau software SIG yaitu program atau aplikasi bernama ArcGis, QGIS, dan ArchView. 

3. Manusia (Brainware/User) 

Manusia adalah user atau brainware yang bertugas sebagai pelaksana proses pengumpulan, analisis, hingga publikasi data geografis seputar permukaan bumi. Tanpa adanya brainware, maka hardware maupun software juga tidak bisa menghasilkan apapun. 

Komponen brainware melakukan pengolahan data hasil dari lapangan. Kemudian memproses data tersebut dengan memanfaatkan teknologi untuk mencapai tujuan. 

Manfaat dan Kekurangan Sistem Informasi Geografis 

Setelah mengetahui pengertian, fungsi, dan komponennya, sekarang saatnya Anda memahami apa saja manfaat SIG sebagai berikut: 

  • Bermanfaat dalam bidang sumber daya alam seperti kehutanan, perkebunan, pertanian, atau rencana penggunaan lahan.
  • Dalam bidang lingkungan untuk mencegah terjadinya pencemaran air maupun limbah berbahaya.
  • Bermanfaat untuk perencanaan tata ruang kota, wilayah, maupun transmigrasi.
  • Sebagai manajemen dan sistem informasi dalam bidang pertanahan.
  • Dalam bidang kependudukan berfungsi sebagai sensus penduduk dan pelaksanaan pemilu.
  • Dalam bidang pariwisata untuk mengetahui daerah wisata unggulan pada wilayah tertentu. 
  • Untuk menerjemahkan data dalam bentuk peta, grafik, diagram, dan lain sebagainya.
  • Sebagai solusi atas masalah seperti bencana alam dengan menyajikan hasil analisis data dalam bentuk grafik atau diagram.
  • Lebih efisien dalam proses pengolahan data.

Namun selain banyaknya manfaat tersebut, Sistem Informasi Geografis juga memiliki kekurangan sebagai berikut: 

  • Membutuhkan sumber daya manusia yang ahli dalam bidang teknologi dan komputer.
  • Dalam prosesnya membutuhkan biaya yang relatif mahal.
  • Resolusi dari gambar output yang dihasilkan relatif rendah.
  • Membutuhkan update data secara rutin sehingga Anda perlu memantau perkembangan data yang berasal dari berbagai sumber.
  • Pengembangan SIG membutuhkan waktu yang lebih lama.

Tahapan Kerja Sistem Informasi Geografis

Agar memahaminya lebih dalam, sekarang saatnya Anda belajar tentang tahapan kerja Sistem Informasi Geografis sebagai berikut: 

1. Tahap Input (Masukan)

Tahap ini merupakan tahap yang dilakukan pertama kali untuk memasukkan data dari sumber yang Anda dapatkan. Sumber tersebut bisa Anda dapatkan dari: 

  • Data penginderaan jauh. Contohnya data foto udara dan lainnya.
  • Data lapangan, contohnya curah hujan, data pasien Covid-19, data persebaran penduduk, data pH tanah, dan lain sebagainya. Bisa dalam bentuk tabel, peta, grafik maupun hasil dari perhitungan tertentu. 
  • Data peta dalam bentuk digital. Contohnya tata guna lahan, data spasial sungai, data gambar jalan yang cukup Anda masukan sesuai tujuan pembuatan sistem. 

2. Tahap Proses Pemasukan Data 

Setelah data yang Anda butuhkan terkumpul, maka Anda bisa melanjutkan tahapan selanjutnya, yaitu memasukkan data ke aplikasi. Terdapat dua jenis data yang bisa Anda input ke sistem informasi geografis, antara lain: 

  • Data spasial merupakan data yang berasal dari referensi koordinat geografis. Cara inputnya ke sistem SIG bisa menggunakan cara scanning maupun digitasi. 
  • Data atribut yang berfungsi untuk memberikan penjelasan tentang fenomena, objek, atau informasi dari permukaan bumi berupa data kuantitatif atau kualitatif. 
  • Data kualitatif berasal dari wawancara, tanya jawab, pengisian angket. Contohnya seperti data kawasan industri, sawah, permukiman, tegalan, dan lain sebagainya. 
  • Data kuantitatif dalam bentuk bilangan yang fungsinya menampilkan perbedaan nilai objek. 

3. Tahap Pengolahan 

Setelah tahap mengumpulkan data dari berbagai sumber dan memasukkan data-data tersebut ke Sistem Informasi Geografis. Maka, langkah selanjutnya adalah masuk pada tahap pengolahan. 

Tahap ini terdiri dari manipulasi, data, analisis data, pembuatan basis data, hingga tahap memasukkan data-data tertentu ke dalam tabel yang sudah Anda buat melalui sistem. 

4. Tahap Output (Keluaran atau Hasil) 

Setelah melalui tahap pengumpulan data, proses pemasukan data, pengolahan data, kemudian sistem akan menghasilkan output atau hasil dari data tersebut. Penyajian data dari SIG bisa berbentuk softcopy, hardcopy, maupun bentuk biner atau bentuk elektronik. 

Sudah Mengerti tentang Sistem Informasi Geografis? 

Artikel ini sudah menjelaskan secara lengkap tentang sistem informasi geografis mulai dari pengertian, fungsi, komponen, manfaat, hingga tahapan kerjanya. Oleh sebab itu, sekarang Anda tidak perlu khawatir jika membutuhkan bantuan untuk menganalisis sebuah data dengan tujuan tertentu. 

Pengaruh teknologi dalam kehidupan manusia memang memberikan dampak positif, salah satunya penggunaan sistem untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam hal analisa sebelum pengambilan keputusan. Adanya SIG ini sebaiknya Anda manfaatkan dengan baik untuk memberikan manfaat bersama. 

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page