Tag: destinasi wisata dieng

  • D’Qiano Hot Spring Waterpark, Spot Pemandian Air Panas di Dieng

    D’Qiano Hot Spring Waterpark, Spot Pemandian Air Panas di Dieng

    D’Qiano Hot Spring Waterpark adalah objek wisata air di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara. Diresmikan sejak 2015, kehadiran D’Qiano telah berhasil menarik minat banyak wisatawan dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.

    Tak hanya pemandian air hangat, objek wisata ini juga memiliki fasilitas hotel untuk menciptakan pengalaman menginap yang mengesankan di Dieng. Penasaran keseruan seperti apa yang ditawarkan di D’Qiano? Langsung saja simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

    Rute Lokasi dan Alamat

    D'qiano hot spring waterpark

    Fun fact, D’Qiano merupakan objek wisata pemandian air panas yang tertinggi di Pulau Jawa. Bagaimana tidak, hot spring satu ini berada pada ketinggian kurang lebih 1.970 m/dpl dan dikelilingi hijaunya perbukitan  Dieng.

    Secara administratif, D’Qiano terletak di Dukuh Krajan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Bila berangkat dari Banjarnegara, butuh waktu kurang lebih 2 jam berkendara dengan jarak tempuh 45 km menuju ke kawasan Dieng.

    Arahkan saja kendaraan kamu ke Dieng, tepatnya di tugu selamat datang. Dari sini, lanjutkan perlanan kurang lebih 11 menit melewati objek wisata Kawah Sikidang dan juga Candi Arjuna. Lurus terus hingga menemui pertigaan dan belok kanan untuk masuk ke kawasan Kawah Sileri. Nah, di kawasan inilah objek wisata pemandian air panas D’Qiano berada.

    Bagi yang berasal dari luar Banjarnegara, tak perlu khawatir dengan jalurnya. Objek wisata D’Qiano sudah masuk di Google Maps. Jadi, kamu tinggal mengikuti petunjuk dari Maps saja untuk mempermudah pernjalanan kamu.

    Harga Tiket Masuk

    Dieng terkenal sebagai kawasan dataran tinggi dengan pesona alam yang menakjubkan dan udara yang begitu dingin. Udaranya yang dingin akan sangat cocok bila kamu berendam air panas di D’Qiano sambil menikmati pemandangan sekitar.

    Untuk bisa menjajal asyiknya rekreasi di D’Qiano Hot Spring Waterpark, pengunjung harus menyiapkan bujet terlebih dahulu. Tidak mahal kok, untuk anak-anak hanya dikenai biaya masuk sekitar Rp15.000. Sementara untuk orang dewasa sekitar Rp20.000.

    Harga tersebut sudah mencakup sejumlah fasilitas yang cukup memadai. Di antaranya ada:

    • lahan parkir luas
    • kamar mandi
    • toilet
    • ruang ganti
    • tempat ibadah
    • kamar bilas
    • tempat makan
    • wahana permainan air
    • persewaan alat renang

    Agar berlibur di D’Qiano terasa lebih berkesan, pertimbangkan untuk bermalam di hotelnya. Harga per malamnya cukup bervariatif, mulai sekitar Rp500.000 per kamar. Dengan harga ini, kamu sudah bisa menikmati beragam fasilitas menarik dari hotel bersama orang-orang terkasih.

    Kamu bisa kapan saja datang ke pemandian air panas D’Qiano. Namun pastikan kamu datang sesuai dengan jam operasionalnya. Melansir dari berbagai sumber, D’Qiano mulai dibuka untuk umum dari jam 08.00 hingga 17.00.

    Aktivitas Menarik di D’Qiano Hot Spring Waterpark

    D'qiano hot spring waterpark

    Ada banyak aktivitas menarik yang patut dicoba saat berlibur ke pemandian air panas D’Qiano. Berikut beberapa kegiatan seru yang kerap direkomendasikan.

    1. Berendam di kolam air panas

    Tujuan utama berlibur ke D’Qiano hot spring tentu saja adalah untuk berendam air panas. Tak perlu khawatir tidak kebagian tempat karena objek wisata ini sangat luas. Jadi, meskipun sedang ramai pengunjung, kamu tetap bisa mendapatkan ruang untuk menikmati sensasi berendam air panas di tengah perbukitan Dieng.

    Ada dua kolam air panas dengan tingkat kedalaman yang berbeda, yakni 1,8 meter dan 1,2 meter. Sementara, di setiap sisi masing-masing kolam dilengkapi dengan fasilitas gazebo. Dengan begitu, pengunjung yang membawa buah hati bisa dengan mudah mengawasi aktivitas mereka.

    Selain itu juga ada dua kolam yang digunakan untuk terapi. Keduanya sama-sama dilengkapi dengan air mancur. Dibandingkan dengan kolam sebelumnya, suhu air di sini jauh lebih panas namun tetap nyaman di kulit.

    Begitu berendam, kamu akan merasa semua otot-otot di tubuhmu menjadi rileks kembali. Tapi ingat, jangan terlalu lama berendam di kolam terapi. Sebab, kulit akan menjadi kering dan bahkan tubuh malah lemas.

    Kabarnya, air panas di D’Qiano Hot Spring juga bisa membantu mengatasi masalah kulit. Ini lantaran air panasnya berasal dari sumber mata air di Kawah Sileri. Namun jangan langsung berendam ya. Pastikan untuk mandi terlebih dahulu sebelum berendam di sini.

    2. Bermain air di waterpark

    D’Qiano menawarkan wahana waterpark yang lumayan komplit untuk anak-anak. Di antaranya ada kolam luncur spiral, ember tumpah, dan istana air. Selain itu juga ada beberapa jenis kolam renang untuk menambah keseruan berlibur di D’Qiano. Di antaranya adalah sebagai berikut:

    • Kolam Semi Olympic: Kolam ditujukan khusus untuk orang dewasa karena cukup dalam. Ada dua tingkat kedalaman di sini, yakni 180 cm dan 120 cm.
    • Kolam Arus: Wahana kolam yang berikut ini dibuat mirip seperti arus sungai yang mengelilingi area D’Qiano waterpark
    • Kolam Balita: Sesuai namanya, wahana ini ditujukan bagi anak-anak yang ingin bermain air dan berenang. Tingkat kedalamannya hanya sekitar 20 cm sehingga aman untuk buah hati tercinta.

    3. Berfoto seru

    Selama berlibur di D’Qiano, ada satu hal yang tak boleh kamu lewatkan, yakni berfoto-foto. Berada di tengah perbukitan Dieng membuat D’Qiano menjadi salah satu objek wisata yang instagramable. Bila cuaca sedang cerah, kamu bisa mendapatkan latar belakang pemandangan yang begitu memesona.

    Abadikan setiap momen berlibur di pemandian air panas ini dengan berswafoto atau foto bersama orang-orang tersayang. Kamu juga bisa mengabadikannya dalam bentuk video agar menjadi salah satu pengalaman yang selalu bisa diingat.

    4. Menginap di hotel

    Seperti yang disampaikan sebelumnya, D’Qiano Hot Spring Waterpark memiliki fasilitas hotel. Nah, kamu bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk memaksimalkan liburan kamu di pemandian air panas ini.

    Harga per kamarnya dibanderol mulai dari Rp500.000 untuk per malam. Dengan harga ini, kamu sudah mendapatkan fasilitas hotel yang relatif lengkap. Di antaranya ada WiFi gratis, sarapan gratis, bak mandi, air panas, teko pembuat kopi, televisi, dan perlengkapan mandi.

    Menariknya lagi, setiap kamar dilengkapi dengan balkon yang menghadap langsung ke area perbukitan. Fasilitas ini tentunya bisa kamu manfaatkan untuk menyegarkan kembali pikiran yang penat karena aktivitas sehari-hari.

    Tips Berkunjung ke D’Qiano

    Ada sedikit tips singkat agar liburan di D’Qiano makin maksimal. Berikut di antarany:

    • Pastikan kamu berkunjung saat musim kemarau. Kalau datang saat musim hujan, kondisi alam jarang bisa mendukung untuk sekadar berendam di kolam air panas.
    • Sebelum bermain air, lakukan pemanasan ringan dengan berjalan-jalan mengelilingi area wisata. Hal ini agar badan kamu tidak terasa kaku setelah selesai berendam air panas.
    • Jangan lupa bawa baju ganti, perlengkapan mandi, dan obat-obatan bila diperlukan.
    • Patuhi tata tertib yang sudah ditetapkan oleh pengelola.

    Bagaimana, tertarik berlibur ke D’Qiano Hot Spring Waterpark? Objek wisata ini bisa menjadi destinasi baru kalau kamu bosan dengan wisata Dieng yang itu-itu saja. Maka dari itu, yuk rencanakan agenda berlibur kamu mulai dari sekarang juga.

  • Museum Kailasa, Destinasi Wisata Sejarah yang Kaya Warna

    Museum Kailasa, Destinasi Wisata Sejarah yang Kaya Warna

    Di antara hijaunya dataran tinggi Dieng, terdapat satu objek wisata sejarah yang menjadi cagar budaya Dieng. Objek wisata tersebut dinamai Museum Kailasa. Disebut “Kailasa” karena berasal dari nama tempat bersemayam Dewa Siwa, yakni Gunung Kailasa. Lalu, ada apa saja di museum ini? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut. 

    Alamat dan Rute ke Museum Kailasa

    museum kailasa

    Museum Kailasa dikategorikan sebagai museum etnografi dan arkeologi. Alamatnya berada di Dukuh Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara. Lokasinya cukup mudah ditemukan karena berseberangan dengan pintu masuk menuju Candi Arjuna.

    Kamu pun pasti akan melewati objek wisata ini saat menuju ke Kawah Sikidang. Di samping itu, museum ini juga berada tepat di bawah jajaran Bukit Pangonan. Bila dilihat dari kejauhan dan saat cuaca sedang cerah, siapa pun pasti akan terpukau dengan pesonanya.

    Para wisatawan yang berencana berkunjung kemari dijamin tidak akan menjumpai banyak kesulitan. Lokasinya strategis, sudah masuk di Google Maps, dan bisa ditempuh dari berbagai arah.

    Bila kamu menggunakan kendaraan pribadi, masuklah ke area Candi Gatotkaca. Sebab, di situlah area parkir untuk masuk museum. Jika menggunakan transportasi umum, berhentilah di Terminal Aswatama. 

    Dari terminal, kamu bisa menggunakan ojek sepeda motor. Biayanya sekitar Rp10.000 dan kamu akan langsung diantarkan hingga ke depan museum. Jarak dari teminal ke museum sekitar 500 meter. Jadi, sebenarnya kamu juga bisa jalan kaki sambil menikmati pemandangan perbukitan Dieng.

    Harga Tiket Masuk

    Bangunan pertama Museum Kailasa didirikan pada tahun 1984. Sementara untuk bangunan keduanya diresmikan pada tahun 2008. Objek wisata yang berdiri di tanah seluas kurang lebih 560 meter ini dibuka setiap hari untuk umum.

    Kamu bisa datang kemari pada pukul 07.00 pagi hingga 04.00 sore. Harga tiket masuknya dapat dikatakan sangat terjangkau, yakni Rp5.000 saja untuk per orang. Harap selalu cek ke pengelola setempat karena harga tiket sewaktu-waktu bisa berubah. Meskipun berubah, biasanya juga masih tergolong terjangkau.

    Dengan harga tiket yang ramah di kantong, wisatawan Museum Kailasa sudah bisa mendapatkan sejumlah fasilitas penunjang. Di antaranya adalah sebagai berikut:

    • Pusat informasi museum
    • Lahan parkir luas
    • Toilet
    • Gazebo
    • Tempat ibadah
    • Gazebo
    • Tempat duduk di berbagai sudut museum
    • Taman bunga
    • Gardu pandang
    • Panggung terbuka
    • Kios suvenir dan masih banyak lagi

    Daya Tarik Museum Kailasa

    museum kailasa

    Museum Kailasa didirikan untuk menyimpan berbagai macam benda yang berkaitan dengan Dieng Plateau. Mulai dari sejarah, kebudayaan, kultur masyarakat Dieng, hingga beragam flora dan fauna yang memiliki habitat asli di dataran tinggi Dieng.

    Tapi apa yang sebenarnya menarik dari destinasi wisata satu ini? Berikut selengkapnya.

    1. Kompleks dan bangunan

    Pada mulanya, museum ini hanya memiliki satu bangunan saja dan dikelola oleh pihak Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Provinsi Jawa Tengah. Tujuannya adalah untuk menyimpan koleksi arca peninggalan kerajaan Hindu. Kemudian BP3 bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan berdirilah museum yang representatif pada 2008.

    Pada bangunan yang lama, kamu bisa menyaksikan koleksi arca dari bebatuan asli. Di antaranya arca Dewa Siwa, Agastya, Durga, dan Ganesha. Ada pula arca Nandi, yakni makhluk berbadan manusia dengan kepala lembu yang menjadi kendaraan Dewa Siwa.

    Nah, di bangunan pertama ini dilengkapi dengan fasilitas, seperti gazebo dan restoran. Setelah lelah melihat-lihat koleksi museum, kamu bisa duduk-duduk santai di gazebo sambil menikmati panorama dataran tinggi Dieng.  Terlebih jika cuaca sedang cerah, bisa banget untuk dijadikan spot foto yang ciamik.

    2. Koleksi dan pameran

    Kailasa lebih dari sekadar ‘rumah’ untuk peninggalan arkeologis yang berhubungan dengan candi. Museum ini juga menjadi ‘buku sejarah’ mengenai terbentuknya dataran tinggi Dieng dan juga flora dan fauna asli. Jenis bebatuan asli di Dieng pun dipamerkan di sini. Di antaranya adalah batu andesit untuk candi dan batu belerang. 

    Kultur masyarakat Dieng pada masa lampau juga menjadi salah satu aspek yang ditunjukkan di sini. Hal ini mencakup:

    • keseharian masyarakat
    • kepercayaan yang dianut
    • produk-produk kesenian

    Cerita mengenai candi-candi Dieng yang masuk dalam kategori arsitektur bersejarah di Indonesia pun ada di sini. Semua ini termasuk pameran tetap di Museum Kailasa yang mana mampu memberikan informasi cukup padat kepada pengunjung. Informasi ini dapat diakses lewat label dan panel dinding yang dipajang di setiap koleksi.

    Namun ada beberapa bentuk koleksi yang tidak ditampilkan secara fisik. Contohnya adalah perkembangan arsitektur candi-candi di Dieng dan kepercayaan masyarakat setempat. Koleksi-koleksi semacam ini ditampilkan dalam bentuk foto yang ditempel pada tembok-tembok museum.

    3. Bioskop mini

    Fasilitas bioskop ini berada di bangunan kedua Museum Kailasa. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan film dokumenter berdurasi sekitar 10 menit. Isinya tentang proses terbentuknya dataran tinggi Dieng dan sejarah mengenai candi-candi Hindu yang tersebar di kawasan Dieng.

    Meski singkat, film yang ditampilkan tetap bisa memberikan pengalaman yang berharga untuk pengunjung. Saat menyaksikannya, seolah-olah kamu dibawa masuk ke kehidupan masyarakat Dieng pada zaman dahulu yang sarat dengan sejarah dan masih lestari hingga sekarang.

    4. Spot foto instagramable

    Berwisata ke museum kurang lengkap rasanya jika hanya berkeliling melihat-lihat koleksi. Salah satu aktivitas yang membuat liburan ke Museum Kailasa berbeda adalah adanya taman di luar area museum.

    Pada area taman terdapat gardu pandang dan panggung terbuka. Kedua fasilitas ini bisa digunakan pengunjung untuk menikmati pemandangan alam sekitar. Kalau langit sedang biru-birunya, perbukitan di sekeliling museum ini akan terlihat begitu hijau. Jadi, cocok banget untuk dijadikan background foto yang instagramable.

    Mau foto sendiri atau bareng teman atau orang tersayang, pokoknya setiap momen berlibur di museum ini wajib untuk diabadikan. Maka dari itu, pastikan baterai smartphone selalu full agar bisa digunakan untuk merekam setiap hal seru di objek wisata sejarah ini.

    Tips Berkunjung ke Museum Kailasa

    Seperti yang sudah kamu ketahui, destinasi wisata ini berada di kawasan Dieng. Mengingat letaknya berada di dataran tinggi, cuaca bisa sangat memengaruhi momen liburan kamu di sini. Untuk itu, pastikan kamu menyimak tips di bawah ini terlebih dahulu sebelum ke Kailasa.

    • Datanglah saat musim kemarau karena cuacanya pasti cerah. Dengan begitu, kamu bisa menikmati beragam daya tarik yang ada di museum ini.
    • Upayakan datang saat masih pagi menjelang siang agar bisa lebih puas melihat-lihat koleksi di dalam museum.
    • Pastikan untuk menyimak informasi setiap koleksi agar pengetahuan kamu bertambah.
    • Patuhi tata tertib dan aturan yang ditetapkan oleh pihak pengelola.

    Itu tadi ulasan seputar Museum Kailasa, museum yang menjadi ‘rumah’ bagi kultur dan benda-benda bersejarah di Dieng. Selesai berwisata sambil belajar di Kailasa, kamu bisa mampir ke destinasi lain yang juga populer di kawasan Dieng. Di antaranya Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Telaga Warna, dan masih banyak lagi.