5 Ayat Tentang Isra Miraj, Menjelaskan Kebesaran Allah SWT

Isra Mi’raj adalah peristiwa penting pada zaman Rasulullah yang kejadiannya tidak bisa dibayangkan menggunakan akal sehat manusia. Ada banyak ayat tentang Isra Miraj menjelaskan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT.

Hal yang menurut pikiran manusia tidak mungkin, tetapi bagi Allah semua hal bisa dilakukan dengan mudah. Kita tentu tidak bisa membayangkan seberapa cepat perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam menembus lapisan langit.

Padahal kita tahu, peristiwa Isra Mi’raj hanya berlangsung dalam semalam saja. Maka dari itu, penting untuk kita merenungi ayat-ayat yang menjelaskan tentang betapa besarnya kekuasaan Allah dalam peristiwa tersebut.

Baca juga: Bacaan Doa Kanzul Arsy Arab Latin Lengkap dengan Artinya

Apa itu Isra Mi’raj?

Isra Mi’raj adalah rangkaian perjalanan Nabi Muhammad SAW. Pertama adalah perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Kota Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Kedua adalah perjalanan Rasulullah ke lapisan langit menuju Sidratul Muntaha.

Berdasarkan buku In the Footsteps of Muhammad: Understanding the Islamic Experience, perjalanan Isra Mi’raj menjadi salah satu perjalanan paling penting sepanjang hidup Rasulullah SAW.

Dalam peristiwa tersebut, Allah telah menurunkan wahyu berupa perintah sholat secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Itulah kenapa kita sebagai umat muslim perlu untuk merenungi makna dari peristiwa ini.

5 Ayat tentang Isra Miraj yang Menjelaskan Kebesaran Allah

Bagi mereka yang meragukan kebesaran Allah SWT, sungguh sangat jelas dalam ayat-ayat Al-Qur’an telah menjelaskan banyak peristiwa, salah satunya adalah Isra Mi’raj. Adapun ayat-ayat tentang kebesaran Allah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Surat An-Najm Ayat 12-15

Ayat tentang Isra Mi’raj pertama yang menjelaskan kebesaran Allah SWT adalah dalam QS. An-Najm ayat ke-12 sampai ke-15:

اَفَتُمٰرُوْنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى

وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ

عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰٓ

A fa tumārụnahụ ‘alā mā yarā, wa laqad ra`āhu nazlatan ukhrā, ‘inda sidratil-muntahā, ‘indahā jannatul-ma`wā

Artinya:

“Apakah kamu (kaum musyrik Mekkah) hendak membantahnya (Nabi Muhammad) tentang apa yang dilihatnya itu (Jibril)?” 

“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal.”

Di dalam tafsir ayat tersebut (Tafsir Al-Muyassar), dijelaskan bahwasanya Nabi Muhammad telah melihat wujud asli dari Malaikat Jibril pada kesempatan yang lain.

Beliau melihatnya di Sidratul Muntaha (Pohon Nabq), yaitu sebuah pohon besar yang mana menjadi tempat berhentinya apa pun yang berasal dari bumi. Tempat yang menjadi batas akhir ilmu pengetahuan manusia atau makhluk-makhluk lainnya. 

Sidratul Muntaha juga menjadi tempat bersemayamnya ruh yang suci dan juga indah, di mana setan dan ruh-ruh keji tidak bisa mendekatinya. Tempat itu pula yang menjadi lokasi turunnya wahyu Allah dan di dekatnya terdapat surga yang dapat ditinggali.

Penjelasan ayat tentang Isra Miraj di atas sebenarnya masih terus berlanjut hingga ayat ke-18. Bahkan, Nabi Muhammad SAW juga telah melihat wujud surga dan neraka dalam peristiwa Isra Mi’raj tersebut.

Baca juga: Nikah Beda Agama Menurut Islam, Ini yang Diperbolehkan!

2. Surat Al-Isra Ayat 1

Ayat tentang Isra Miraj selanjutnya adalah dari Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 1. Adapun bunyi dari ayat tersebut adalah sebagai berikut:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Sub-ḥānallażī asrā bi’abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī’ul-baṣīr

Artinya:

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Masih dari tafsir yang sama (Al-Muyassar), ayat di atas menjelaskan bahwasanya Allah memuliakan kedudukan-Nya dan karena kekuasaan-Nya yang besar telah menjalankan hamba-Nya (Muhammad) dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

Dia juga memberkahi sekelilingnya dengan tanaman dan buah-buahan yang melimpah. Allah membuat Muhammad agar tetap terjaga (tidak dalam keadaan tidur) selama perjalanan tersebut agar melihat tanda kebesaran-Nya itu.

Sesungguhnya, hanya Allah yang pantas untuk disembah. Dia pula yang Maha Mendengar semua ucapan dari hamba-hamba-Nya, Dia juga Maha Mengetahui segala apa yang ada di langit dan di bumi.

Dari kedua ayat tentang Isra Miraj dan tafsirnya di atas, sangat jelas bahwasanya kekuasaan Allah begitu luas. Tak hanya dari betapa besarnya semesta yang Allah tunjukkan, tetapi juga kemampuan-Nya dalam menjalankan hamba-Nya ke langit.

Seperti sudah kita bahas sebelumnya, peristiwa Isra Mi’raj hendaknya wajib kita imani sebagai seorang muslim karena peristiwa itulah Allah telah menunjukkan betapa kekuasaan Allah begitu besar.

Sebuah perjalanan bersejarah yang melahirkan perintah sholat kepada Muhammad dan juga seluruh umatnya. Itulah 5 ayat tentang Isra Miraj yang telah menjelaskan kebesaran Allah SWT dan perlu kita ketahui.

Share:

Reskia pernah menjabat sebagai Sekretaris Divisi Media Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Sumbagsel tahun 2020. Ia senang berbagi pengetahuan yang ia peroleh. Because sharing is caring.

Leave a Comment