Author: Reskia Ekasari

  • 8 Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki

    8 Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki

    Setiap orang pernah menghadapi masalah dalam hidupnya. Terkadang kita juga memiliki urusan dan keinginan yang ingin diwujudkan. Saat itulah dianjurkan untuk membaca doa dimudahkan segala urusan.

    Sebagai hamba yang beriman sudah sewajarnya kita memanjatkan doa kepada Allah SWT, terutama ketika memerlukan pertolongan.

    Berdoa bukan hal yang sulit dan yang paling penting kita bisa melakukannya di mana saja. 

    Doa Dimudahkan Segala Urusan

    Ada kalanya kita juga memiliki keinginan atau hajat, tapi merasa sulit untuk mewujudkannya. Bahkan ada juga yang sampai frustasi.

    Kadang kita dapat terserang perasaan berkecil hati ketika hendak melakukan urusan penting. Saat itulah umat muslim sebaiknya memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah SWT.

    Pasalnya, segala kemudahan datang dari Allah SWT. Demikian pula dengan kesulitan, apabila Allah menghendaki, maka segala kesulitan akan menjadi mudah.

    Berdoa juga akan membantu kita terhindar dari perasaan kecil hati maupun berputus asa. Maka dari itu, sikap seorang muslim saat berhadapan pada urusan maupun memiliki keinginan adalah terus berdoa kepada Allah.

    Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT,

    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

    Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku. 

    Baca juga: Ini 3 Doa yang Dikabulkan oleh Allah SWT, Sangat Mustajab!

    Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

    Berikut beberapa doa dimudahkan segala urusan yang bisa kita baca:

    1. Doa Memohon Kemudahan

    Doa Memohon Kemudahan

    Melansir dari Rumaysho, doa dimudahkan segala urusan berikut merupakan doa shahih dari Rasulullah SAW.

    Berlandaskan hadits riwayat Ibnu Sunni, dari Anas bin Malik, Beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Latinnya: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

    Doa memohon kemudahan ini bisa juga dibaca sebagai doa dimudahkan ujian.

    2. Doa Nabi Musa

    Nabi Musa AS mengalami banyak rintangan selama berdakwah. Beliau bahkan hendak dibunuh karena ingin mendakwahi Fir’aun, yang mana merupakan penguasa Mesir dengan hati kejam.

    Maka, Nabi Musa AS pun memohon kepada Allah supaya diberikan kemudahan.

    Adapun doa dimudahkan segala urusan dari Nabi Musa AS bacaannya yaitu sebagai berikut:

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Sementara bacaan doa dimudahkan segala urusan tulisan Arab tersebut dalam bacaan latin bunyinya;

    Rabbisy ra’hlii shodrii wassirlii amrii, wa’hlul u’qdatam millisaanii yafqohuu qoulii.

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Taha: 25-28)

    3. Dzikir Dimudahkan Segala Urusan

    Doa berikutnya merupakan ajaran dari Rasulullah SAW kepada putrinya, Fatimah. Doa ini berisi permohonan untuk meminta pertolongan Allah supaya mendapatkan kemudahan dalam segala urusan.

    Sebagaimana tertera dalam riwayat hadits, doa ini sebaiknya dibaca sebagai dzikir setiap pagi dan petang.

    Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada Fatimah (puterinya).

    “Apa yang menghalangimu untuk mendengar wasiatku atau yang kuingatkan padamu setiap pagi dan petang yaitu ucapkanlah:

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Dalam tulisan latin bacaannya: Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan.

    Perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.” (HR. Ibnu As Sunni).

    4. Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Pekerjaan

    Doa berikut merupakan bacaan doa yang tercantum dalam kitab Ad Du’a karya Imam At Thabrani.

    Doa ini merupakan permohonan supaya mendapatkan kemudahan dalam pekerjaan dan menghasilkan keberkahan.

    Adapun bacaannya adalah sebagai berikut:

    َّأَللَّهٌمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مٌبَارَكًا، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ أَمَرْتَ بِالدُّعَاءِ وَقَضَيْتَ عَلَىَّ نَفْسَكَ بِالْاِسْتِجَابَةِ وَأَنْتَ لَا تٌخْلِفٌ وَعْدَكَ وَلَا تٌكَذِّبُ عَهْدَكَ اَللَّهُم مَا أَحْبَبْتَ مِنْ خَيْرٍ فَحَبِّبْهٌ إِلَيْنَا وَيَسِّرْهُ لَنَا وَمَا كَرَهْتَ مِنْ شَئْ ٍفَكَرِهْهُ إِلَيْنَا وَجَنِّبْنَاهُ وَلَا تُنْزِعْ عَنَّا الْإِسْلَامَ بَعْدَ إِذْ أَعْطَيْتَنَا

    Dalam tulisan latin, bacaannya: Allahumma innii as’aluka min fadhlika wa athaa’ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du’aa’i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa’daka wa laa tukadzzibu ahdaka. 

    Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi’ annal islaam ba’da iz a’thaitanaa.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaanMu dan pemberianMu, rizki yang baik lagi berkah. 

    Ya Allah sesungguhnya Engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan Engkau Dzat Yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya.

    Ya Allah, tidak ada kebaikan yang Engkau sukai, kecuali Engkau jadikan kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkan kami mendapatkannya. 

    Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan.”

    5. Doa Dilancarkan Rezeki

    Untuk memohonkan supaya hal yang kita ingin terkabul, dapat membaca doa meminta kelapangan rezeki.

    Doa dimudahkan segala urusan dan dilancarkan rezeki ini diajarkan oleh Rasulullah SAW. Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي

    Latinnya: Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.”

    6. Doa Dimudahkan Segala Urusan Dunia dan Akhirat

    Doa yang satu ini dikenal juga sebagai doa sapu jagad. Maksudnya yaitu merupakan doa yang ampuh dan sudah mencakup permintaan seluruh kebaikan di dunia dan akhirat.

    Kita dapat membaca doa ini untuk memohon kemudahan segala urusan dunia akhirat. Berikut bacaannya:

    رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Dalam tulisan latin, bacaannya yaitu:

    Robbanaa aatina fid dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”

    7. Doa Shalat Hajat

    Shalat hajat merupakan shalat yang dilakukan ketika kita memiliki suatu hajat atau keinginan. Dalam shalat hajat, kita memohon kepada Allah SWT supaya hal yang menjadi keinginan dapat terkabul.

    Melansir dari Rumaysho, shalat hajat merupakan shalat sunnah dua raka’at yang mana tidak memiliki waktu khusus untuk pelaksanaannya.

    Setelah melaksanakan shalat, ada baiknya untuk melengkapi dengan membaca doa berikut:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ. يَا مُحَمَّدُ، إِنِّي قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى. اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

    Allahumma inni as aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafa’atnya untukku.”

    Doa setelah shalat hajat tersebut juga dapat dipanjatkan sebagai doa dimudahkan segala urusan dan hajat.

    8. Doa Kemudahan dalam Perjalanan

    Doa dimudahkan segala urusan yang berikutnya berisi permohonan untuk diberikan kemudahan selama perjalanan.

    Doa ini disebutkan dalam kitab Manaqib Ja’far bin Abi Thalib. Menurut riwayat, Rasulullah mengajarkan doa ini kepada Ja’far bin Abi Thalib saat hendak berangkat ke Negeri Habasyah.

    Berikut bacaan doanya:

    اللهمَّ الطفْ بي في تيسيرِ كلِّ عسيرٍ فإن تيسيرَ كلِّ عسيرٍ عليك يسيرُ وأسألُك اليسرَ والمعافاةَ في الدنيا والآخرةِ

    Latinnya: Allohummalthuf bii fii taisiiri kulli ‘asiir fa inna taisiiro kulli ‘asiirin ‘alaika yasiir. Wa as-alukal yusro wal mu’aafaata fid dunyaa wal aakhiroti.

    Artinya: “Ya Allah, lunakkanlah kepadaku dalam memudahkan setiap sesuatu yang sulit karena memudahkan setiap sesuatu yang sulit bagi-Mu sangat mudah. Dan aku memohon kepada-Mu kemudahan dan kesehatan di dunia dan akhirat.”

    Itulah beberapa doa dimudahkan segala urusan yang dapat kita amalkan. Waktu pengamalan doa di atas dapat berbeda antara satu sama lain. Semoga bermanfaat.

  • Bacaan Doa Sapu Jagat dalam Tulisan Arab dan Latin, Lengkap beserta Artinya

    Bacaan Doa Sapu Jagat dalam Tulisan Arab dan Latin, Lengkap beserta Artinya

    Doa sapu jagat merupakan salah satu doa terpopuler yang banyak diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, doa ini juga masuk ke salah satu doa yang sering dibaca Rasullullah SAW semasa hidupnya. 

    Doa ini dinamakan sapu jagat karena berisi tentang permohonan kebaikan di dunia dan akhirat. Permohonan atas kebaikan tersebut meliputi rezeki, keberuntungan, kesejahteraan dan lainnya. 

    Sebenarnya, doa ini memiliki banyak kebaikan di dalamnya, salah satunya kebaikan akhirat agar yang mengamalkannya menjadi penghuni surga. Oleh karena itu, kita perlu menerapkan doa atau zikir sapu jagat untuk memohon kebaikan dunia akhirat. 

    Bacaan Doa Sapu Jagat

    Doa sapu jagat memiliki bacaan yang pendek dan mudah dipahami, sehingga mudah untuk kita hafalkan. Selain kita baca setelah menunaikan sholat Sunnah maupun wajib, doa ini juga bisa diamalkan kapan sana dan di mana saja. 

    Berikut ini bacaan lengkap dari doa sapu jagat. 

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Latin: Robbanaa aatina fiddunya hasanah, wafil aakhirati hasanah waqinaa ‘adzaa bannaar

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, anugerahi kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari api neraka.” 

    Seorang muslim sudah seharusnya mengamalkan doa ini setiap hari di mana saja dan setelah sholat wajib. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 203, yaitu: 

    وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِيْ يَوْمَيْنِ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ ۚوَمَنْ تَاَخَّرَ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۙ لِمَنِ اتَّقٰىۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

    Latin: Wazkurul laaha fiii ayyaamim ma’duudaat; faman ta’ajjala fii yawmaini falaaa ismaa ‘alaihi wa man taakhkhara falaaa isma’ alayh; limanit-taqoo; wattaqul laaha wa’lamuuu annakum ilaihi tuhsharuun

    Artinya: “Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barangsiapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barang siapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya.”

    Sebagai informasi tambahan, doa ini sebenarnya berasal dari potongan ayat Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 201, yang berbunyi: 

    وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Latin: Wa minhum mai yaquulu rabbanaaa aatina fid dunyaa hasanatawn wa fil aakhirati hasanatanw wa qinaa azaaban Naar

    Artinya: “Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”‘

    Baca juga: Doa Bangun Tidur dan Artinya Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Doa Sapu Jagat dan Keutamaannya

    Semua umat muslim sudah seharusnya mengamalkan doa ini setiap hari di mana saja, bukan hanya selepas shalat saja. Hal ini karena ada banyak keutamaan doa atau zikir sapu jagat seperti berikut ini. 

    1. Doa yang Disukai Rasulullah SAW

    Doa atau zikir sapu jagat merupakan salah satu doa pendek yang paling disukai oleh Rasulullah SAW. 

    Seperti yang disampaikan oleh Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, yaitu “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyukai doa-doa yang singkat dan padat maknanya, dan meninggalkan selain itu.”

    2. Perlindungan dari Api Neraka 

    Dalam akhirat kelak, akan ada Yaumul Hisab atau hari perhitungan seluruh amal perbuatan manusia. Jika amalan kebaikan lebih banyak, maka kita akan masuk surga. 

    Begitu sebaliknya, apabila amalan keburukan lebih banyak, maka kita akan masuk ke dalam neraka. Maka dari itu, melalui doa ini, kita bisa membuat permohonan perlindungan kepada Allah SWT. 

    Selain itu, kita juga bisa memohon ampunan atas segala kekhilafan selama hidup di dunia.

    3. Memohon Kebaikan di Akhirat 

    Setiap manusia sudah seharusnya memahami bahwa kehidupan di dunia hanya sebentar dan masih ada kehidupan lainnya. Setelah kematian, akan ada kehidupan baru di akhirat kelak. 

    Hadirnya bacaan doa ini, bisa menjadi harapan dan permohonan untuk mendapatkan kehidupan yang baik di akhirat nanti. Sebaiknya jangan ucapkan doa sapu jagat setelah sholat saja, tapi baca doa ini di mana saja dan kapan saja. 

    4. Mencakup Semua Kebaikan Dunia

    Keutamaan doa atau zikir sapu jagat selain dipuji oleh Allah SWT, doa ini juga mencakup semua kebaikan di dunia. Selain itu,bdoa ini juga memalingkan semua keburukan yang ada. 

    Hal ini karena sesungguhnya kebaikan di dunia mencakup semua yang kita dambakan dalam kehidupan dunia. Misalnya seperti rumah yang luas, kesehatan, istri cantik, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang berlimpah dan lainnya. 

    Semua itu tercakup dalam ucapan mufassirin. Semua hal tersebut juga termasuk ke dalam pengertian kebaikan dunia.

    Baca juga: Bacaan Doa Iftitah Panjang, Pendek, Arab-Latin dan Artinya

    5. Jalan Keselamatan

    Keutamaan doa sapu jagat lengkap selanjutnya yaitu sebagai jalan keselamatan. Bagi orang yang ingin keselamatan, maka wajib mengerjakan hal-hal yang membawa dirinya ke jalan keselamatan itu sendiri.

    Contohnya seperti menjauhi hal-hal yang diharamkan, meninggalkan hal-hal yang syubhat, meninggalkan perbuatan dosa dan yang diharamkan. 

    Sehubungan dengan jalan keselamatan ini, Abul Qasim Abu Abdur Rahman pernah mengatakan “Barang siapa yang dianugerahi hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berzikir, dan tubuh yang sabar, maka sesungguhnya dia telah dianugerahi kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta dipelihara dari siksa neraka.” 

    Maka dari itu, banyak anjuran dalam Sunnah yang memerintahkan kita untuk membaca doa ini. 

    Anjuran Membaca Doa Sapu Jagat

    Selain dipanjatkan setelah sholat fardhu dan hari tasyrik, doa ini bisa kita baca pada saat-saat berikut ini. 

    1. Tawaf

    Doa sapu jagat dan artinya sangat dianjurkan untuk kita baca saat menjalankan tawaf. Tawaf sendiri merupakan salah satu ibadah wajib pada saat melaksanakan ibadah umrah dan haji. 

    Saat melaksanakan tawaf, umat muslim memang dianjurkan untuk memperbanyak doa, dan doa ini salah satunya. 

    Sebagaimana telah dijelaskan dari sahabat Abdullah bin Saib r.a yang bercerita:

    “Aku mendengar Rasulullah SAW membaca doa sapu jagat antara rukun Yamani dengan rukun Hajar Aswad, Rabbanaa atina fiddunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qina adzabannar.” (HR. Abu Daud 1894 dan dihasankan al-Albani). 

    2. Malam Lailatul Qadar

    Doa atau zikir sapu jagat ini sangat dianjurkan untuk kita baca pada saat malam Lailatul Qadar. Dalam Al-Qur’an, gambaran Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan dan juga malam diturunkannya Al-Qur’an. 

    Membaca doa ini ketika malam Lailatul Qadar dilakukan oleh Nabi Muhammad saat melakukan i’tikaf pada 10 malam terakhir Bulan Ramadhan. Saat ini, doa ini merupakan doa yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW. 

    Pada saat i’tikaf, Rasulullah SAW bertadarus sambil berdoa, salah satunya membaca doa ini. 

    Beliau menjelaskan bahwa “Doa ini tidak hanya bermakna permohonan untuk memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat, namun juga memantapkan langkah dalam usaha meraih kebaikan.”

    Doa sapu jagat memiliki banyak keutamaan, salah satunya memohon ampunan dan meminta kebaikan dunia akhirat. Selain itu, bacaannya yang mudah membuat kita sudah seharusnya membacanya.

  • Arti Warna Ungu Menurut Islam? Diajarkan atau Hanya Psikologis?

    Arti Warna Ungu Menurut Islam? Diajarkan atau Hanya Psikologis?

    Para muslim yang tinggal di zaman TV hitam putih mungkin pernah merasakan perbedaan dunia hitam putih dan berwarna. Warna sangatlah penting dalam kehidupan. Beberapa orang bahkan ingin tahu arti warna ungu menurut Islam.

    Lantas, bagaimana dengan warna lainnya? Setiap warna mempunyai makna tersendiri dan memberikan kesan yang berbeda. Contohnya warna putih yang banyak dimaknai sebagai warna yang bersih dan suci.

    Karena alasan itu pula, banyak muslim yang memutuskan untuk mengenakan pakaian berwarna putih ketika merayakan Idul Fitri. Dari sisi Islam, adakah arti khusus dari warna ungu?

    Arti Warna Ungu Menurut Islam

    Warna ungu pada dasarnya bukan warna dasar, melainkan perpaduan warna dari biru dan merah. Kedua warna yang jika dicampurkan dengan baik akan menciptakan warna baru yakni warna ungu.

    Sayangnya, tidak ada pembahasan khusus yang berkaitan dengan warna ungu dalam Islam. Secara sederhana, warna ungu melambangkan kemewahan, kebijaksanaan, serta keanggunan.

    Warna ungu biasanya digunakan untuk perayaan atau pesta tertentu seperti upacara pernikahan hingga keagamaan. Hal ini terjadi karena pakaian berwarna ungu mampu memberikan kesan kemewahan dan keanggunan.

    Pengantin yang menggunakannya diharapkan tidak hanya terlihat cantik saja tapi juga anggun dan mewah dalam satu kesatuan. Gaun pengantin berwarna ungu kini sudah banyak digunakan oleh mempelai, tidak melulu memakai gaun putih.

    Beberapa pakaian formal berwarna ungu juga bisa memberikan kesan bijaksana ketika dikenakan dengan styling yang baik.  Kita bisa mengenakannya  ketika ingin pergi bekerja atau bertemu dengan klien yang penting.

    Kesan utama yang baik akan membuat kita lebih percaya diri. Oleh karena itu, perhatikan pakaian ungu yang kita gunakan. Apakah warna itu sudah sesuai dan tidak bertentangan dengan dress code.

    Warna ungu mungkin bukan warna netral seperti warna hitam dan putih. Akan tetapi, warna ini bisa kita gunakan dan padupadankan dengan berbagai warna. Entah sebagai warna dasar maupun warna pelengkap saja.

    Makna Warna Ungu Menurut Psikologi

    Sebelumnya telah dijelaskan secara gamblang, apa makna warna ungu menurut Islam.  Kali ini, mengapa kita tidak melihat dari sisi yang berbeda yaitu arti warna ungu berdasarkan psikologi.

    Warna ungu dilambangkan sebagai kekayaan, keberanian, dan juga kebijaksanaan. Terdapat hal unik yang melatarbelakangi mengapa warna ungu dilambangkan sebagai kekayaan.

    Di zaman kuno, warna ungu termasuk warna yang langka. Kelangkaan ini membuat produk-produk berwarna ungu mahal harganya dan hanya mampu dibeli oleh kaum bangsawan saja.

    Dalam ilmu psikologi, warna ungu juga dilambangkan sebagai kebijaksanaan. Warna ungu menonjolkan kesan ringan, sederhana, dan romantis. Terakhir adalah makna keberanian dalam warna ungu.

    Lambang keberanian ini dikaitkan dengan peristiwa Purple Hearts yang terjadi di Amerika Serikat. Purple Hearts merupakan penghargaan tertinggi yang sengaja diberikan pada prajurit yang mempunyai nilai-nilai keberanian tinggi.

    Baca juga: 8 Amalan Setelah Sholat Subuh, Jangan Langsung Tidur Lagi!

    Makna Warna Lainnya dalam Islam

    Jikalau ungu memiliki tiga makna yang positif seperti keanggunan, kemewahan, dan juga kebijaksanaan maka bagaimana dengan warna lainnya menurut Islam?

    Para muslim wajib tahu jika warna dalam Islam hukumnya mubah atau netral. Beberapa warna disebutkan dalam ayat suci Al Quran seperti hijau, hitam dan putih.

    1. Hijau

    Warna hijau memiliki makna keistimewaan dalam Islam. Hijau konon digambarkan sebagai kondisi penghuni Jannah maupun suasana kesenangan dan kenikmatan yang ditampilkan di sana.

    Warna hijau melambangkan kesejukan sehingga membuat pandangan mata menjadi lebih nyaman. Tidak heran jika warna hijau seringkali digunakan saat musim semi atau musim gugur.

    2. Putih

    Selanjutnya adalah warna putih. Pakaian putih merupakan pakaian terbaik yang dilambangkan sebagai kesucian dan kebersihan. Bisa jadi karena warnanya yang putih membuat kita berusaha keras agar tidak kotor.

    3. Hitam

    Warna berikutnya yang juga banyak dibicarakan dalam Islam adalah warna hitam. Warna ini digunakan oleh muslim yang ingin takziah atau berduka cita ketika ada saudara muslim yang meninggal.

    Demikianlah informasi warna dalam Islam. Setiap warna tentu saja memberikan kesan yang berbeda tapi terkadang suasana hati pun mempengaruhi.

    Usai memahami arti warna ungu menurut Islam, apakah kita terdorong untuk menggunakan barang-barang dari warna tersebut? Jawabannya tergantung pada kebutuhan. Apakah kita membutuhkannya atau tidak?

  • Apa Hukum Melihat Adegan Ciuman dalam Islam? Simak Jawabnya

    Apa Hukum Melihat Adegan Ciuman dalam Islam? Simak Jawabnya

    Menonton film adalah salah satu bentuk hiburan yang sangat digemari oleh masyarakat modern. Sayangnya, sering kali terdapat adegan ciuman yang seharusnya tidak layak dipertontonkan. Lantas, bagaimana hukum melihat adegan ciuman dalam Islam?

    Banyak pihak menganggap bahwa adegan tersebut hanyalah bagian dari seni saja dan tidak berpengaruh dengan jalan cerita dari film bersangkutan. Sementara, kita tahu bahwa Islam melarang kita untuk melihat lawan jenis yang bukan muhrim.

    Untuk mengetahui kejelasan hukum dari masalah ini, berikut akan kami bahas bagaimana pandangan Islam perihal melihat adegan ciuman dalam film.

    Dalil tentang Menjaga Pandangan dalam Islam

    Tak bisa dipungkiri, perkembangan media digital hari ini telah membawa dampak positif di berbagai bidang kehidupan, mulai dari kemudahan komunikasi, hiburan, hingga memudahkan kita dalam bertransaksi.

    Meski begitu, kita tidak bisa menafikkan adanya dampak negatif yang dibawa oleh kemajuan dunia digital. Salah satunya adalah tersebarnya konten-konten negatif, termasuk adegan ciuman dalam film.

    Pada dasarnya, Islam secara tegas memerintahkan para pengikutnya untuk senantiasa menjaga pandangan dan juga kemaluannya. Hal itu sebagaimana tercantum dalam QS. an-Nur: 30 yang berbunyi:

    قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

    Qul lil-mu`minīna yaguḍḍụ min abṣārihim wa yaḥfaẓụ furụjahum, żālika azkā lahum, innallāha khabīrum bimā yaṣna’ụn

    Artinya:

    “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

    Esensi dari ayat ini diperjelas oleh tafsir Imam Ibnu ‘Asyur di dalam buku “at-Tahrir wa at-Tanwir” (18/204), yaitu:

    وَفِي هَذَا الْأَمْرِ بِالْغَضِّ أَدَبٌ شَرْعِيٌّ عَظِيمٌ فِي مُبَاعَدَةِ النَّفْسِ عَنِ التَّطَلُّعِ إِلَى مَا عَسَى أَنْ يُوقِعَهَا فِي الْحَرَامِ أَوْ مَا عَسَى أَنْ يُكَلِّفَهَا صَبْرًا شَدِيدًا عَلَيْهَا

    Artinya:

    “Dalam perintah menjaga pandangan ini, terdapat etika syariat yang agung dalam menjauhkan diri dari melihat sesuatu yang bisa menjatuhkan ke dalam hal-hal yang diharamkan, atau sesuatu yang memberinya beban kesabaran.”

    Tafsir ini menjelaskan bahwa menjaga pandangan yang dimaksud dalam QS an-Nur 30 adalah menjauhkan kita dari melihat hal-hal yang bisa menimbulkan syahwat atau melakukan perbuatan haram.

    Hal serupa juga pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah, yaitu:

    كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

    Artinya:

    “Sungguh, manusia telah ditetapkan bagian zinanya, dan pasti ia akan mendapatkannya. Maka zina kedua matanya adalah melihat, zina kedua telinganya adalah mendengarkan, zina mulutnya adalah berbicara, zina tangannya adalah menyentuh, dan zina kakinya adalah melangkah. Sementara hatinya bernafsu dan berkhayal, dan kemaluan membenarkan atau mendustakannya”. (HR Muslim no. 2657).

    Dari hadits ini, Rasulullah menyatakan bahwa awal dari perbuatan zina bisa berasal dari banyak hal, termasuk mata, telinga, mulut, kaki, hingga tangan. 

    Jika hati juga sudah dikuasai oleh nafsu, maka kemaluan akan menjadi penentu apakah perbuatan zina tersebut akan benar-benar dilakukan atau justru menghindarinya.

    Baca juga: Apa Itu Asbabun Nuzul? Pengertian dan Fungsinya

    Bagaimana Hukum Melihat Adegan Ciuman dalam Islam?

    Dengan merenungkan dan memahami beberapa dalil di atas, umat Islam diingatkan untuk selalu menjaga seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan zina. Karena itu, sebisa mungkin kita harus menghindari hal-hal yang dapat mengundang syahwat.

    Dalam konteks melihat adegan ciuman di sebuah film, ada potensi untuk membangkitkan syahwat dan melakukan perbuatan zina. 

    Hal itu mulai dari bersentuhan dengan lawan jenis, melakukan ciuman seperti dalam adegan, sampai dengan perbuatan-perbuatan zina lain yang tentunya dilarang oleh ajaran agama Islam.

    Untuk mengetahui hukum melihat adegan ciuman dalam Islam, kita juga bisa mengambil penjelasan dari beberapa kitab, seperti:

    • Kitab Tuhfatul Muhtaj (10/221), yang menjelaskan bahwa:

    وَكُلُّ مَا حَرُمَ حَرُمَ التَّفَرُّجُ عَلَيْهِ؛ لِأَنَّهُ إعَانَةٌ عَلَى الْمَعْصِيَةِ

    Artinya:

    “Setiap apa yang haram, maka haram pula menyaksikannya. Sebab hal ini termasuk membantu kemaksiatan.”

    • Kitab Nihayatuz Zain (hal. 165) juga menjelaskan:

    لِأَن مَا هُوَ حرَامٌ فِيْ نَفْسِهِ يَحْرُمُ التَّفَرُّجُ عَلَيْهِ

    Artinya:

    “Apa yang sejatinya haram, maka menyaksikannya juga haram.”

    • Kitab Hasyiyah al-‘Adwy ‘ala Syarh Kifayat at-Thalib ar-Rabbani (2/460) juga dijelaskan:

    وَالْحَاصِلُ أَنَّ مَا يَحْرُمُ فِعْلُهُ يَحْرُمُ النَّظَرُ إلَيْهِ وَمَا يُكْرَهُ يُكْرَهُ وَمَا يُبَاحُ يُبَاحُ

    Artinya:

    “Kesimpulannya, apa yang haram dilakukan, haram pula melihatnya. Apa yang makruh dilakukan, makruh pula melihatnya. Dan apa yang mubah dikerjakan, maka mubah pula melihatnya.”

    • Kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah (12/123) menjelaskan:

    يَحْرُمُ التَّفَرُّجُ عَلَى الصُّوَرِ الْمُحَرَّمَةِ عِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ…قَال الدَّرْدِيرُ فِي تَعْلِيل تَحْرِيمِ النَّظَرِ: لأَنَّ النَّظَرَ إِلَى الْحَرَامِ حَرَامٌ

    Artinya:

    “Haram menyaksikan gambar-gambar yang mengandung unsur haram menurut mazhab Maliki dan Syafi’i…Imam Dardir menjelaskan alasan keharaman melihat tersebut: Sebab memandang kepada sesuatu yang haram hukumnya haram.”

    Melihat adegan ciuman dalam sebuah film masih bisa kita nilai dari beberapa aspek yang melingkupinya. Pertama, adegan ciuman yang dilakukan oleh dua orang aktor dan aktris yang bukan muhrim, maka perbuatan tersebut adalah terlarang.

    Kedua, jika ada unsur menampilkan aurat dalam adegan ciuman yang bersangkutan, maka seorang muslim juga dilarang untuk melihatnya karena bukan muhrim. Apalagi, jika hal itu sampai menimbulkan syahwat bagi orang yang melihatnya.

    Jadi, jika ada unsur-unsur di atas saat adegan ciuman tersebut, maka kita sebagai muslim sebaiknya melewati (skip) adegan tersebut dan melanjutkan pada adegan normal. Demikianlah penjelasan terkait hukum melihat adegan ciuman dalam Islam.

  • Hukum Mobil Parkir Sembarangan Menurut Islam

    Hukum Mobil Parkir Sembarangan Menurut Islam

    Umat muslim yang penuh kasih sayang haruslah berhati-hati dalam bertindak dan melakukan sesuatu. Islam sangat teliti mengatur segala sesuatu agar kita tidak menyakiti orang lain, salah satunya hukum mobil parkir sembarangan.

    Parkir mobil yang seringkali dianggap remeh dan asal parkir saja di mana pun. Akan tetapi, tidak dengan agama Islam. Meski tidak menyebutkan dengan spesifik bahwa tidak boleh parkir mobil sembarangan. 

    Melalui pandangan para ulama menyebutkan bahwa dalam hal sekecil apapun Allah telah mengatur perilaku kita agar senantiasa bijak. Melalui firman dan hadist para ulama kemudian menjelaskan syariat serta hukum dalam Islam.

    Hukum Parkir Mobil Sembarangan

    Dalam ajaran Islam perlakuan yang harus kita perhatikan tidak hanya hubungan dengan Allah. Hubungan kita dengan sesama manusia juga harus baik. Berikut dalil yang mengatur hukum mobil parkir sembarangan:

    1. Sabda Tentang Gangguan di Jalan

    Sabda Nabi ini menjelaskan banyaknya cabang iman dan salah satu dari cabang iman yang paling rendah yakni menyingkirkan gangguan di jalan. 

    Oleh karena itu, parkir mobil sembarangan dapat menjadi gangguan di jalan dan kita harus menghindari perbuatan tersebut. 

    Nabi pernah bersabda: 

    ﺍﻟْﺈِﻳْـﻤَﺎﻥُ ﺑِﻀْﻊٌ ﻭَﺳَﺒْﻌُﻮْﻥَ ﺃَﻭْ ﺑِﻀْﻊٌ ﻭَﺳِﺘُّﻮْﻥَ ﺷُﻌْﺒَﺔً، ﻓَﺄَﻓْﻀَﻠُﻬَﺎ ﻗَﻮْﻝُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺃَﺩْﻧَﺎﻫَﺎ ﺇِﻣَﺎﻃَﺔُ ﺍﻟْﺄَﺫَﻯ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ، ﻭَﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺀُ ﺷُﻌْﺒَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺈِﻳْـﻤَﺎﻥِ .

    Artinya:

    “Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan Laa ilaaha illallah (tiada sesembahan yang haq selain Allah), sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu merupakan salah satu cabang keimanan.” (HR. Bukhari & Muslim)

    Sabda Nabi ini menjelaskan banyaknya cabang iman dan salah satu dari cabang iman yang paling rendah yakni menyingkirkan gangguan di jalan. 

    Oleh karena itu, parkir mobil sembarangan dapat menjadi gangguan di jalan dan kita harus menghindari perbuatan tersebut.

    Baca juga: 5 Hadist tentang Berbohong beserta Dampaknya pada Fisik dan Mental 

    2. Sabda Tentang Muslim Sejati

    Sabda Rasul berikutnya menjelaskan tentang bagaimana kita harus menjadi muslim yang sejati. Muslim yang tidak mengganggu muslim lainnya. 

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga pernah bersabda:

    ﺍﻟﻤﺴْﻠِﻢُ ﻣَﻦْ ﺳَﻠِﻢَ ﺍﻟﻤﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ ﻣِﻦْ ﻟِﺴَﺎﻧِﻪِ ﻭَﻳَﺪِﻩِ

    Artinya:

    “Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari (gangguan) lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    2. Sabda Larangan Memberi Mudharat

    Dalam sabda Rasul lainnya, dijelaskan bahwa tidak diperbolehkan memberikan mudharat kepada orang lain. 

    Dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinan Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

    Artinya:

    “Tidak boleh memberikan mudharat tanpa disengaja maupun disengaja.” (Hadits hasan, HR. Ibnu Majah, no. 2340; Ad-Daruquthni no. 4540, dan selain keduanya dengan sanadnya, serta diriwayatkan pula oleh Malik dalam Al-Muwaththa’ no. 31 secara mursal dari Amr bin Yahya dari ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa menyebutkan Abu Sa’id, tetapi ia memiliki banyak jalan periwayatan yang saling menguatkan satu sama lain. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 250).

    Hal yang Penting Diperhatikan

    Adapun beberapa hal yang bisa menjadi antisipasi kita sebelum memutuskan untuk membeli mobil:

    1. Haram Menghalangi Jalan

    Dari penjelasan para ulama berdasarkan dengan sabda Nabi, maka apa pun yang menghalangi jalan hukumnya haram.

    Hal ini termasuk hukum mobil parkir sembarangan dan mengganggu pengendara lain.

    Baca juga: 5 Contoh Penyimpangan di Agama Islam namun Dianggap Biasa

    2. Memperhatikan Garasi

    Jika rumah kita tidak memiliki garasi yang cukup, maka hal yang juga sangat penting untuk diperhatikan yakni garasi mobil. Jangan sampai, mobil justru diparkir di jalan umum dan mengganggu orang lain. 

    Apabila garasi hanya cukup dengan satu mobil, belilah satu mobil saja. Atau bisa juga dengan menyewa lahan tetangga yang cukup luas. Tentunya dengan akad dan perjanjian yang jelas.

    Terkadang kita seringkali meremehkan hal ini dan memilih untuk membeli mobil lagi karena merasa banyak uang. Sehingga, mobil lainnya di parkir seenaknya di jalan.

    3. Mengorbankan Diri Sendiri

    Hal yang juga tidak kalah penting adalah jangan sampai karena kepentingan pribadi, kita justru mengorbankan orang lain. Jika memang itu untuk kepentingan pribadi, maka kita harus mengorbankan diri sendiri. 

    Misalnya, apabila tidak memiliki lahan parkir untuk mobil, hendaknya yang dikorbankan yakni ruang tamu atau sebagian area rumah. Kita bisa membongkarnya untuk dijadikan garasi.

    Jangan sampai karena kepentingan kita untuk parkir. Mobil di parkir sembarangan di jalan depan rumah dan mengganggu para pengguna jalan lainnya. Berdasarkan hukum yang telah dijelaskan, hal ini hukumnya haram dan memberi kemudharatan. 

    Demikianlah penjelasan mengenai hukum mobil parkir sembarangan. Adanya aturan dalam Islam ialah untuk menjaga hubungan kita dengan sesama manusia. Semoga kita senantiasa menjadi umat yang dirahmati Allah dan Rasul-Nya.

  • Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil Menurut Islam, Adakah Keringanan?

    Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil Menurut Islam, Adakah Keringanan?

    Begitu indahnya Islam  sudah mengatur segala hal dalam kehidupan termasuk berpuasa. Ada beberapa golongan tertentu yang tidak diperbolehkannya puasa sebab terdapat kesulitan. Lalu, bagaimana hukum puasa bagi ibu hamil?

    Apakah ibu hamil termasuk dalam golongan tertentu tersebut?

    Sederhananya, hukum puasa bagi ibu hamil yaitu diperbolehkannya tidak puasa. Akan tetapi, di lain waktu harus mengganti ataupun membayar fidyah.

    Bagaimana Hukum Puasa bagi Ibu Hamil?

    Melanjutkan dari pertanyaan sebelumnya yaitu hukum puasa bagi ibu hamil. 

    Kitab-kitab fiqih menyebutkan bahwa ibu hamil disebut dengan “Khouful Hamil wal Murdi al-Darar min al-Shiyam” yang artinya kekhawatiran ibu hamil dan menyusui ketika puasa.

    Dengan begitu, ada beberapa pendapat yang berbeda dari para ulama untuk menjelaskan masalah hukum puasa bagi ibu hamil yaitu:

    1. Madzhab Syafi’i

    Madzhab Syafi’I menjelaskan bahwa hukum puasa bagi ibu hamil atau menyusui yang khawatir terhadap dirinya, anaknya dan keduanya boleh tidak berpuasa. Dan sebagai gantinya ibu hamil tersebut harus mengganti dengan puasa di hari lain.

    Penggantian puasa atau qadha tanpa fidyah. Namun, khusus untuk ibu hamil yang khawatir terhadap anaknya saja. Maka, perlu mengganti puasanya dan membayar fidyah.

    2. Madzhab Maliki

    Selanjutnya madzhab Maliki menyebutkan bahwa hukum puasa bagi ibu hamil yang khawatir sakit atau terjadi sesuatu yang membahayakan dirinya, khawatir pada kandungannya, dan keduanya, maka boleh tidak berpuasa.

    Dan untuk gantinya ibu hamil tersebut harus mengqadha puasa tanpa fidyah. Berbeda haknya ibu menyusui, maka harus membayar fidyah juga. Sebab ada kekhawatiran pada anaknya.

    Baca juga: Rahasia! Ini 4 Doa Meluluhkan Hati Suami yang Ampuh

    3. Mazhab Hanbali

    Mazhab Hanbali juga menjelaskan bahwa hukum puasa bagi ibu hamil dan menyusui yang khawatir terhadap dirinya, anaknya, dan keduanya, maka ibu hamil tersebut harus mengqadha puasa di hari lain tanpa membayar fidyah.

    Namun, berbeda cerita jika ibu hamil atau menyusui tersebut khawatir terhadap anaknya saja. Maka, ibu hamil atau menyusui harus mengganti dengan puasa di hari lain sekaligus membayar fidyah.

    4. Mazhab Hanafi

    Madzhab Hanafi menerangkan bahwa hukum puasa bagi ibu hamil atau menyusui yaitu boleh tidak berpuasa. Tentunya hal itu dalam kondisi ibu hamil atau menyusui yang khawatir terhadap dirinya, bayi, dan keduanya.

    Maka, ibu hamil atau menyusui tersebut wajib mengqadha puasa pada hari lain tanpa harus puasa sambung menyambung. Selain itu, juga tidak perlu membayar fidyah sebagai gantinya.

    Sehingga, secara keseluruhan hukum puasa bagi ibu hamil yaitu diperbolehkannya tidak berpuasa. Selama ibu hamil tersebut merasa takut terhadap janin yang berada dalam kandungannya.

    Hal itu juga sudah disepakati oleh para ulama yang pengambilannya dari salah satu dalil Nabi Muhammad SAW bersabda:

    إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ شَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْمُسَافِرِ وَالْحَامِلِ وَالْمُرْضِعِ الصَّوْمَ أَوِ الصِّيَامَ

    Innallaha azha wajalla wadhola anilmusafirisholati waanilmusafiri walkhamili walmudhiishoma wishiyatu

    Artinya:

    “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil, dan ibu menyusui. (HR. Ahmad Syaikh syu’aib Al Arnauth).

    Baca juga: Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan yang Sholeh dalam Al Quran

    Pendapat Ulama tentang Tetap Ada Qadha Puasa Bagi Ibu Hamil

    Selain dari paparan di atas, ada banyak pendapat ulama lain yang mengatakan bahwa hukum puasa bagi ibu hamil yaitu diperbolehkan tidak puasa asal tetap mengganti dengan puasa di hari lain.

    Asy Syairozi yang merupakan ulama Syafi’i beliau berkata, “Jika wanita hamil dan menyusui khawatir pada diri mereka sendiri, maka mereka boleh tidak puasa dan punya kewajiban qadha tanpa kafarah. Keadaan mereka seperti orang sakit. Jika keduanya khawatir pada anaknya, maka keduanya tetap menunaikan qadha namun dalam hal kafarah ada tiga pendapat.” (Al Majmu, 6:177).

    Imam Nawawi juga memberikan pendapatnya yaitu, “Wanita hamil dan menyusui ketika tidak berpuasa karena khawatir pada keadaan dirinya, maka keduanya boleh tidak puasa dan punya kewajiban qadha. Tidak ada fidyah ketika itu seperti halnya orang yang sakit. Permasalahan ini tidak ada perselisihan diantara para ulama. Begitu pula jika khawatir pada kondisi anak saat berpuasa, bukan pada kondisi dirinya, maka boleh tidak puasa, namun tetap ada qadha. Yang ini pun tidak ada khilaf. Namun untuk fidyah diwajibkan menurut Madzhab Syafi’i.”

    Dalil-dalil Keringanan Puasa bagi Ibu Hamil

    Seperti halnya pada kondisi lain yang termasuk rukhshah, hukum puasa bagi ibu hamil pun juga diberikan keringan untuk boleh tidak menunaikan puasa. Sebab ibu hamil mempunyai uzur sya’ro atau halangan tertentu.

    Dengan kata lain, ibu hamil boleh meninggalkan puasanya sebab khawatir terhadap kesehatan diri dan bayinya. Dan itu termasuk dalam keringanan yang Allah SWT beri kepada ibu hamil atau menyusui.

    Adapun beberapa dalil yang menjelaskan keringan puasa bagi ibu hamil, tentunya dalil ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Sesungguhnya Allah azza wa jlla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, perempuan hamil, dan perempuan menyusui.” (HR. Ahmad)

    Selain itu, dalam Al-Qu’ran pun juga disebutkan yaitu:

     شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

    Syahru ramadanal lazi unzila fihil qur-anu lin-nasi wa bayyinatim minal huda wal-furqan, faman syahida minkumusy syahra falyasumh wa man kana maridan au ‘ala safari fa ‘iddatum min ayyamin ukha, yuridullahu bikumul ‘usr, wa litukmilul ‘iddata wa litukabbarullaha ala ma hadakum wa la’allakum tasykurun.

    Artinya:

    “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantikannya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah ayat 185).

    Dalam surat Al-Baqarah tersebut menunjukkan bahwa kasih sayang yang diberikan kepada Allah SWT sangatlah luas dan berlimpah. Walaupun puasa pada bulan Ramadhan bersifat wajib, akan tetapi Allah SWT tetap memberikan keringanan.

    Keringanan-keringanan tersebut terlampir dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat sebelumnya yaitu 184:

    اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

    Ayyamam ma’dudat, faman kana minkum maridan au ‘ala safari fa’iddatum min ayyamin ukhar, wa ‘alal-lazina yutiqunahu fidyatun ta’amu miskin, faman tatawwa’a khairan fahuwa khairul lah, wa an tasumu khairul lakum in kuntum ta’lamun.

    Artinya:

    “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa diantara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) member makan orang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

    Ketetapan untuk Ketentuan Pengganti Puasa bagi Ibu Hamil

    Setelah kita sudah mengetahui bagaimana hukum puasa bagi ibu hamil secara jelas, ada beberapa ketentuan ketentuan yang bisa kita ambil pelajaran. Adapun ketentuan mengqadha dan membayar fidyahnya yaitu:

    1. Ketentuan Ketentuan Qadha atau Mengganti Puasa

    Seperti yang sudah dijelaskan oleh Abdurrahman al-Juzairi dalam buku kitabnya yaitu al-Fiqh ‘ala Madzahib al-Arba’ah. Terdapat ketentuan qadha puasa bagi ibu hamil atau menyusui menjadi tiga kelompok:

    • Ibu hamil atau menyusui yang tidak berpuasa dikarenakan khawatir akan kesehatan dirinya, maka ia perlu mengqadha sejumlah hari puasa yang ia tinggalkan pada hari lainnya.
    • Ibu hamil atau menyusui yang tidak berpuasa dikarenakan khawatir akan kesehatan bayinya, maka ia perlu mengqadha sejumlah puasa pada hari lain di luar bulan Ramadhan.
    • Ibu hamil atau menyusui yang tidak berpuasa disebabkan khawatir kesehatan diri dan bayinya, maka ia perlu mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan sejumlah puasa terutang sekaligus wajib membayar fidyah.

    Selain dari ketentuan puasanya, hukum puasa bagi ibu hamil yang diperbolehkan tidak puasa dengan mengganti puasanya itu boleh menunda qadhanya. Artinya ibu hamil tersebut tidak mesti mengganti puasa setelah bulan Ramadhan yaitu Syawal.

    Akan tetapi, boleh juga ibu hamil menggantinya pada bulan lain yaitu Dzulhijjah hingga Sya’ban asal sebelum masuk bulan Ramadhan berikutnya. Adapun dalil pendukungnya yaitu:

    Aisyah pernah menunda qadha puasa hingga bulan Sya’ban, dari Abu Salamah mendengar Aisyah mengatakan yang artinya, “Aku masih memiliki hutang puasa Ramadhan. Aku tidaklah mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban.”

    Walaupun begitu, lebih baiknya jika mengqadha puasa dilakukan dengan segera tanpa menunda-nunda. Seperti halnya firman Allah SWT yang memerintahkan untuk kita segera melakukan kebaikan:

     اُولٰۤىِٕكَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَهُمْ لَهَا سٰبِقُوْنَ

     Ula’ika yusari’una fil-khairati wa hum laha sabiqun

    Artinya:

    “Mereka itu bersegera untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al-Mu’minun ayat 61).

    2. Ketentuan Pembayaran Fidyah

    Secara umum informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa besaran fidyah yang harus dibayarkan ibu hamil atau menyusui senilai dengan bahan pangan. Nilai bahan pangan yang dimaksud yaitu 0,6 kg atau setara ¾ liter beras.

    Jika tidak ada bahan pangan, kita juga bisa menggantinya dengan uang senilai bahan pangan tersebut. Selain itu, pembayaran fidyah juga bisa dalam bentuk makanan pokok dengan adanya tambahan lauk pauk selayaknya.

    Sementara itu, tata cara pembayarannya pun bisa dilakukan sekaligus dengan memberikan sejumlah total fidyah dari puasa yang ditinggalkan. Dan kita boleh memberikan fidyah ini kepada satu orang miskin saja.

    Ketika ibu hamil tersebut menginginkan membayar fidyah berupa makanan siap santap. Maka, ketentuan pembayaran fidyahnya bisa dilakukan setiap hari sejumlah dengan puasa yang ditinggalkan.

    Itulah informasi hukum puasa bagi ibu hamil, diperbolehkan tidak puasa dengan mengganti puasa atau mengganti dengan fidyah. Segeralah untuk mengqadha puasa tanpa menunda-nundanya hingga bertemu bulan Ramadhan berikutnya.

  • Bacaan Doa Sayyidul Istighfar (Arab, Latin, Artinya) serta Maknanya

    Bacaan Doa Sayyidul Istighfar (Arab, Latin, Artinya) serta Maknanya

    Pada kehidupan sehari-hari, kita sebagai manusia biasa tidak lepas dari kesalahan atau perbuatan dosa yang disengaja maupun tidak disengaja. Oleh karena itu, penting untuk kita memohon ampun dengan bacaan doa Sayyidul Istighfar.

    Sayyidul istighfar merupakan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika memohon ampun dari kesalahan dosa-dosa yang telah kita lakukan.

    Ulasan ini membantu kita untuk membaca doa, berupa arab, latin hingga terjemahannya.

    Membaca Doa Sayyidul Istighfar

    Doa Sayyidul Istighfar yang dikenal juga dengan sebutan doa penghulu istighfar atau merupakan istighfar terbaik. Hal ini juga dijelaskan dalam kitab shahihnya Imam Bukhari dengan judul “Bab, Istighfar yang paling utama”.

    Jika kita perhatikan bacaan dari Sayyidul Istighfar latin dan artinya, maka akan menemukan banyak istilah yang merujuk pada kerendahan diri sebagaimana hamba di hadapan Allah SWT. Selain itu, pengagungan diri kepada-Nya untuk memohon ampun atas dosa.

    Hal ini yang membuat doa ini sangat dianjurkan untuk kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bentuk permohonan, kita juga akan selalu mengingat Allah SWT sebagai pemilik semesta alam.

    Adapun bacaan doa Sayyidul Istighfar yang benar dan bisa kita ikuti untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari seperti berikut:

    اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

    Latinnya: Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta khalaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika ma astata’tu. A’udzu bika min syarri ma shana’tu. Abu’u laka bini’matika ‘alayya wa abu’u bidzanbi faghfirli fa innahu la yaghfirudz-dzunuba illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan Engkau, dan aku berjanji untuk melaksanakannya sebaik mungkin. Aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan yang telah aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui atas dosa yang telah aku perbuat. Oleh karena itu, ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari, Nomor 6306)

    Baca juga: Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    Keutamaan Doa Sayyidul Istighfar

    Banyak keutamaan dari membaca doa Sayyidul Istighfar terlebih lagi jika diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, hadits tentang Sayyidul Istighfar dari Nabi Muhammad SAW juga sudah menjelaskan keutamaan dari membaca doa tersebut.

    وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

    “Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.”

    Tidak hanya itu, meski terlihat sebagai amalan yang sangat ringan. Namun, dengan bacaan doa yang dipanjatkan secara tulus dan keimanan tentu akan mendapatkan ganjaran yang besar dari Allah SWT.

    Hal ini tentu saja akan berdampak baik untuk diri sebagai bentuk ketaatan dan kerendahan diri sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Hal ini membuat bacaan doa Sayyidul Istighfar sangat baik untuk diamalkan.

    Adapun keutamaan dan manfaat lainnya yang bisa didapatkan, yakni sebagai berikut:

    1. Memperlancar Rezeki

    Memperlancar Rezeki

    Keutamaan utama menjadi pintu untuk memperlancar rezeki. Sebagai umat muslim yang taat mendapatkan rahmat serta kemudahan dalam mencari rezeki disarankan untuk membaca istighfar secara khusyuk dan keimanan.

    Hal ini juga sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Nuh ayat 10 hingga 12 yang dimana kita sebagai umat muslim dianjurkan untuk beristighfar sebagaimana dalam mencari rezeki.

    فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً

    Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)

    Allah SWT sebagai Maha Pengasih tentunya akan memberikan rezeki yang luas bagi hamba yang meminta kepadanya. Rezeki yang diberikan tidak hanya sebatas materi saja, namun juga bisa berupa kesehatan, kemakmuran dan lain sebagainya.

    Baca juga: Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    2. Mengampuni Dosa

    Keutamaan lainnya yang bisa kita rasakan, yakni pengampunan dosa atas kekhilafan yang dilakukan. Sebagaimana manusia biasanya, tentu tidak bisa lepas dari dosa. Adanya bacaan istighfar ini membantu kita untuk mendapatkan ampunan.

    Di dalam ayat Al-Qur’an surat Al-Anfal dalam ayat 33 juga dijelaskan bahwa apabila ada seorang hamba yang meminta ampunan tentu atas keridhaan Allah SWT akan memaafkan hamba-Nya.

    وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

    Latinnya: Wa maa kaanallahu liyu’adz-dzibahum wa anta fiihim wa maa kaanallahu mu’adz-dzibahum wa hum yastaghfiruun

    Artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. (QS. Al – Anfal: 33)

    3. Dicintai oleh Allah SWT

    Bagi hamba yang tidak pernah meninggalkan istighfar juga menjadi golongan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Hal ini juga sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW sebagaimana bunyinya:

    “Jika kalian mampu untuk memperbanyak istighfar maka lakukanlah. Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang lebih mensukseskan di sisi Allah Ta’ala dan lebih dicintai-Nya daripadanya.” (HR. Hakim at-Tirmidzi).

    4. Bacaan Istighfar yang Baik

    Seperti yang diketahui bahwa banyak bacaan istighfar yang umat muslim bisa baca untuk memohon ampun kepada Allah SWT.

    Namun, dari banyaknya jumlah tersebut, bacaan doa Sayyidul Istighfar menjadi bacaan istighfar yang paling baik.

    Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan bahwa ada keutamaan besar dari membaca Sayyidul Istighfar sebagaimana yang diriwayatkan dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu mengenai bacaan tersebut.

    Dari keterangan yang dijelaskan menunjukkan betapa besarnya keutamaan atau fadhilah dari membaca doa Sayyidul Istighfar untuk kehidupan sehari-hari, sampai-sampai Allah SWT menjanjikan surga bagi siapapun yang membacanya.

    5. Menenangkan Hati

    Ketika menjalani kehidupan di dunia, sebagai manusia tentunya kita sering mengalami kegundahan atau kekhawatiran yang menyelimuti diri. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan membaca doa dari Sayyidul Istighfar.

    Seseorang yang memperbanyak bacaan doa istighfar tentunya akan diberikan hati yang lebih lapang, dimudahkan urusan dunia hingga diberikan jalan keluar serta ampunan dari Allah SWT sebagai bentuk keridhaan-Nya terhadap hamba.

    Doa Sayyidul Istighfar merupakan bacaan istighfar yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan. Bukan hanya ampunan dari Allah SWT, tetapi juga perlindungan bahkan dikabulkan hajat.

  • Bacaan Niat Puasa Rajab Sekaligus Puasa Senin Kamis

    Bacaan Niat Puasa Rajab Sekaligus Puasa Senin Kamis

    Kebanyakan muslim menunaikan ibadah puasa Rajab saat memasuki bulannya, lantaran banyak keutamaan. Lalu, bagaimana jika ada penggabungan dengan puasa Senin Kamis? Bagaimana niat puasa Rajab sekaligus puasa Senin Kamis?

    Menurut sebagian ulama, puasa Rajab boleh digabungkan dengan puasa sunnah lainnya termasuk puasa Senin Kamis.

    Oleh sebab itu, ada niat shaum Rajab sekaligus puasa Senin Kamis yang perlu kita ketahui.

    Keutamaan Orang yang Berpuasa Rajab

    Puasa sendiri merupakan sebuah amalan yang sangat utama. Dengan berpuasa, seseorang akan terlepas godaan syahwat dunia dan siksa akhirat. Termasuk dalam puasa Rajab ini, maka kita tidak sepantasnya kita meremehkan amalan sunnah.

    “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. 

    Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. 

    Bagi orang yang berpuasa akan  mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika di berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.

    Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”” (HR. Muslim No. 1151)

    Baca juga: Bacaan Doa Sujud Sahwi, Tata Cara, Alasan, Dalil & Hukumnya

    Puasa Rajab yang termasuk sunnah ini, tentu akan mendatangkan banyak keutamaan jika kita melaksanakannya dengan niat karena Allah SWT. 

    Berikut beberapa keutamaan puasa Rajab yang perlu kita ketahui agar lebih bersemangat untuk menunaikannya.

    1. Orang yang berpuasa Rajab akan mendapatkan pahala setara dengan puasa selama 60 bulan.
    2. Orang yang menunaikan ibadah puasa Rajab akan mendapatkan balasan Surga dari Allah SWT.
    3. Orang yang melaksanakan puasa Rajab karena Allah SWT akan mendapatkan pahala puasa sehari sama dengan puasa sebulan.
    4. Orang yang berpuasa Rajab akan diganjar pahala ibadah 900 tahun

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani, Nabi Muhammad SAW menyebutkan “Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu neraka jahanam. 

    Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan biasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya.” (HR. At-Thabrani)

    Niat Puasa Rajab dan Puasa Senin Kamis

    Sebelum kita mempelajari niat puasa Rajab sekaligus puasa Senin Kamis tersebut, alangkah baiknya kita juga memahami secara baik mengenai niat puasa Rajab dan puasa Senin Kamis itu sendiri.

    Pada tahun ini, puasa Rajab yaitu 1 Rahab 1444 H bertepatan jatuh pada 23 Januari 2023 hari Senin. Oleh sebab itu, ada banyak orang yang ingin tahu bagaimana niat puasa Rajab sekaligus puasa Senin Kamis tersebut.

    Berikut niat puasa Rajab dan puasa Senin Kamis :

    1. Niat Puasa Rajab

    Sama halnya seperti ibadah yang kita lakukan, niat merupakan sesuatu hal yang harus kita baca ketika memulai ibadah. Tentunya bertujuan agar ibadah yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT.

    Berikut niat puasa Rajab pada malam hari :

    َنَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’I sunnati Rajaba lillahi ta’ala

    Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah SWT.”

    Itu merupakan niat puasa Rajab pada malam hari. Akan tetapi, jika kita kelupaan membaca niat pada malam hari, kita bisa melafalkan niat puasa Rajab pada siang harinya.

    Berikut lafal niat puasa Rajab pada siang hari :

    نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’I sunnati Rajaba lillahi ta’ala

    Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Rajab hari ini karena Allah SWT.”

    Baca juga: Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 48: Arab-latin, Arti, dan Hukum Tajwidnya

    2. Niat Puasa Senin Kamis

    Jika sebelumnya kita sudah mengetahui niat puasa Rajab sendiri, kini kita harus mengetahui niat puasa Senin kamisnya.

    Berikut niat puasa sunnah senin :

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu shouma yaumal itsnaini sunnatal lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat puasa pada hari senin, sunnah karena Allah Ta’aalaa.”

    Sementara untuk niat puasa Kamis sebagai berikut : 

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu shouma yaumal khomiisi sunnatal lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat puasa hari kamis, sunnah karena Allah Ta’aalaa.”

    Niat Puasa Rajab Sekaligus Puasa Senin Kamis

    Akhirnya kita sampai kepada niat shaum Rajab sekaligus puasa Senin Kamis. Tentu dalam melaksanakan ibadah harus ada niat karena Allah SWT, agar ibadah kita dapat diterima oleh Allah SWT.

    Dengan adanya penggabungan puasa seperti ini, semoga pahala yang kita dapatkan bisa berlipat ganda.

    Berikut bacaan niat puasa Rajab sekaligus puasa Senin Kamis :

    1. Niat Puasa Rajab Sekaligus Puasa Senin

    Penggabungan dua puasa tersebut tentu mempunyai niat yang berbeda-beda. Pertama, kita akan mempelajari niat puasa Rajab sekaligus puasa Seninnya terlebih dahulu.

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِفِى شَهْرِ رَجَبِ    وَعَنْ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنً ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu Shouma Ghodin ‘An adaai sunnati Fii Syahri Rajabi wa an shouma yaumal isnaini lillahi Ta’alaa

    Artinya: “Saya niat puasa sunnah Rajab esok hari dan puasa hari Senin karena Allah Ta’ala.”

    2. Niat Puasa Rajab Sekaligus Puasa Kamis

    Setelah niat puasa Rajab sekaligus puasa Senin, kita juga perlu mengetahui puasa Rajab digabung dengan puasa Kamis.

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِفِى شَهْرِ رَجَبِ وَعَنْ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitu Shouma Ghodin ‘An adaai sunnati Fii Syahri Rajabi wa an shouma yaumal khomisi lillahi Ta’alaa

    Artinya: “Saya niat puasa sunnah Rajab esok hari dan puasa hari Kamis karena Allah Ta’ala.”

    Amalan Lain pada Bulan Rajab

    Selain puasa Rajab dengan niat puasa Rajab sekaligus puasa Senin Kamis tadi. Pada bulan Rajab ini, kita bisa menunaikan berbagai macam amalan yang mempunyai keutamaan masing-masing.

    Karena bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam kalender Islam. Disebut haram, karena adanya larangan untuk tidak berbuat aniaya dan peperangan pada keempat bulan tersebut.

    Oleh sebab itu, kemuliaan pada bulan Rajab jangan sampai kita sia-siakan dna menjadi tidak ada artinya apa-apa. Maka, menunaikan ibadah pada bulan ini sangat dianjurkan.

    1. Memperbanyak Sholat Sunnah

    Selain berpuasa dengan niat shaum Rajab sekaligus puasa Senin Kamis tersebut, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak sholat sunnah. Sholat sunnah seperti sholat Tahajud, sholat Witir, Sholat Dhuha dan sholat lainnya.

    2. Perbanyak Istighfar

    Tidak hanya memperbanyak sholat sunnah saja, akan tetapi memperbanyak istighfar juga merupakan amalan ibadah yang bisa kita lakukan selama bulan Rajab.

    Istighfar untuk meminta ampun kepada Allah SWT.

    3. Memberi Makan

    Nabi Muhammad SAW bersabda di Arafah,

    Artinya: “Disunnahkan bagi penguin setiap rumah dalam setiap tahun untuk berkurban atau athirah (kambing yang disembelih pada bulan Rajab).” (Sunan Abu Dawud, An-Nasa’I, Ibnu Majah)

    Demikian informasi lengkap mengenai niat puasa Rajab sekaligus puasa Senin Kamis.

    Ada juga amalan-amalan lain seperti memberi makan, memperbanyak sholat sunnah, beristighfar dan amalan-amalan lainnya yang bisa kita lakukan.

  • 10 Dalil tentang Sedekah, Dirujuk dari AlQuran dan Hadis

    10 Dalil tentang Sedekah, Dirujuk dari AlQuran dan Hadis

    Dalil tentang sedekah bagi seorang mukmim bisa kita pelajari dengan mudah dari Al-Qur’an ataupun hadits. Karena perintah sedekah sendiri telah Allah SWT anjurkan dan langsung dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

    Sedekah bukan sebuah aktivitas rutin yang manusia lakukan untuk membuang harta secara cuma-cuma. Justru dengan bersedekah bagi seorang muslim menjadi sebuah jembatan untuk membersihkan harta yang didapatkan.

    Sehingga, harta yang dimiliki menjadi bersih dan diberkahi. Selain itu, sedekah mengajarkan bahwasanya melalui harta yang kita miliki ada hak orang lain. Contohnya ada hak fakir miskin, yatim, piatu, dan orang yang pantas menerimanya.

    Dalil tentang Sedekah, dari Al-Qur’an dan Hadis

    Keutamaan melakukan sedekah bagi setiap muslim bisa kita jumpai baik dari Al-Qur’an maupun hadis. Nah, pedomannya apa saja? Kita bisa cek beberapa dalil berikut ini:

    1. Surah Al Hadid Ayat 18

    Salah satu surat di dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang ilmu sedekah terdapat pada surat Al Hadid ayat 18. Di mana, dalam surat ini Allah SWT memberikan penjelasan mengenai ganjaran yang bisa orang dapatkan apabila rajin bersedekah.

    إِنَّ ٱلْمُصَّدِّقِينَ وَٱلْمُصَّدِّقَٰتِ وَأَقْرَضُوا۟ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

    Artinya:

    “Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS Al-Hadid: 18).

    Tafsir dari ayat tersebut menerangkan bahwa bersedekah tidak akan mengurangi harta tetap justru kita mendapat lipat ganda pahala. Janji ini Allah SWT berikan kepada setiap hamba yang melakukannya dengan ikhlas.

    Baca juga: Doa Bercermin Arab, Latin, dan Adab Saat Bercermin

    2. Larangan Menyimpan Harta tanpa Menyedekahkan

    Larangan Menyimpan Harta tanpa Menyedekahkan

    Bersedekah memang sudah menjadi ajaran dari Rasulullah SAW. Oleh karena itu, sebagai hamba sudah sepatutnya kita mengikuti perintah dari Allah SWT yang telah dititipkan melalui suri tauladan Nabi Muhammad SAW.

    Diriwayatkan oleh Asma’ binti Abi Bakr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padaku.

    لاَ تُوكِي فَيُوكى عَلَيْكِ

    Artinya:

    “Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu.”

    Riwayat lain yang dibawa oleh Yahya bin Syarf An Nawawi dalam Riyadhus Shalihin pada Bab ‘Kemuliaan, berderma, dan berinfaq” hadist No. 559.

    أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ

    Artinya:

    “Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”

    3. Mendapatkan Doa dari Malaikat

    Salah satu hadist pernah menjelaskan bahwasanya seseorang yang rajin bersedekah, maka setiap harinya akan dijaga oleh dua malaikat. Selain itu, kedua malaikat tersebut juga akan mendoakan setiap orang yang menyedekahkan sebagian dari hartanya.

    Menurut hadis riwayat Imam Al-Bukhari, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    ما مِن يَومٍ يُصْبِحُ العِبادُ فِيهِ، إلَّا مَلَكانِ يَنْزِلانِ، فيَقولُ أحَدُهُما: اللَّهُمَّ أعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، ويقولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

    Artinya:

    “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya, lalu salah satunya berdoa; Ya Allah, berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya. Sedangkan yang satunya lagi berdoa; Ya Allah, berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya.” (HR Bukhari).

    4. Mendapatkan Pahala 700 Kali Lipat

    Berikutnya, dalil tentang sedekah juga bisa kita temukan di dalam QS. Al-Baqarah: 261. Di mana, dalam surat tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa setiap kali seseorang bersedekah dengan Ikhlas akan mendapatkan pahala 700 kali lipat.

    مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

    Artinya:

    “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261).

    5. Mencegah Masuk Neraka

    Pernahkah kita berpikir kalau bersedekah ternyata bisa mencegah diri dari masuk neraka, loh. Riwayat ini bisa kita temukan oleh Imam Al Thabrani.

    Rasulullah SAW bersabda:

    يا عائِشةَ اسْتَتِرِي من النَّارِ و لو بِشِقِّ تمرَةٍ ، فإنها تَسُدُّ من الجائِعِ مَسَدَّها من الشبعانِ

    Artinya: 

    “Wahai Aisyah, halangilah dirimu dari neraka meskipun dengan sebiji kurma, karena hal itu bisa menutupi orang lapar dari kelaparan.” (HR Thabrani).

    6. Ajaran untuk Menyedekahkan Harta sebelum Kematian

    وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

    Artinya:

    “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS Al-Munafiqun: 10).

    7. Sedekah Sebagai Tolak Balak (Pelindung dari Berbagai Macam Musibah)

    Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadits riwayat Imam Al-Baihaqi:

    الصدقة تسُدُّ سبعين بابا من السوء

    Artinya:

    “Sedekah menutup 70 pintu keburukan.” (HR Thabrani).

    8. Jangan Lupa Sedekah saat Lapang dan Sempit

    Allah SWT sangat menyukai orang-orang yang bersedekah. Tidak hanya saat rezeki lapang tetapi juga sempit sekalipun. Hal ini membuat dalil tentang sedekah memang seharusnya dipahami oleh setiap muslim.

    ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Artinya:

    “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran: 134).

    9. Menahan Murka Allah SWT

    Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, berbunyi:

    الصدقة تطفئ غضب الرب وتدفع ميتة السوء

    “Sedekah itu bisa menahan amarah Allah SWT dan menolak seseorang agar tidak mati dalam keadaan su’ul khotimah (buruk).”

    10. Membersihkan Jiwa

    Dalam ayat Al-Qur’an terdapat perintah tentang sedekah kepada anak yatim sebagai bentuk pembersihan jiwa. Bunyi dari ayat tersebut adalah:

    خذمن أموالهم صدقة تطهرهم وتزكيهم بها وصل عليهم إن صلو تك سكن لهم والله سميع عليم 

    Berdasarkan ayat di atas, Allah SWT memberikan perintah kepada Rasul SAW untuk mengambil zakat dari harta manusia (orang-orang kaya). Zakat yang diberikan kepada fakir miskin itu berguna untuk membersihkan jiwa dari perasaan kotor.

    Nah, itulah beberapa dalil tentang sedekah yang bisa kita pelajari dan dijadikan ilmu untuk bisa diterapkan lagi kedepannya. Jangan lupa untuk terus berbuat baik salah satunya bersedekah kepada saudara kita yang membutuhkan.

  • Hukum Melihat Privasi Orang Lain dalam Islam

    Hukum Melihat Privasi Orang Lain dalam Islam

    Kemajuan di bidang teknologi telah membawa kita  pada hadirnya tantangan baru, yaitu sulitnya menjaga batas antara hak pribadi dan keterbukaan informasi. Dalam hal ini, hukum melihat privasi orang lain dalam Islam tentu bisa menjadi penengahnya.

    Saat privasi dan keterbukaan informasi menjadi semakin sulit untuk dibedakan, tentu kita harus lebih peka lagi dalam mengulik sesuatu dari orang lain. Kita harus tahu mana saja informasi yang layak dan tidak layak untuk diakses dari orang lain.

    Meskipun nilai-nilai Islam telah hadir sejak ribuan tahun lamanya, tetapi nilai-nilai tersebut masih dan akan terus relevan dengan perkembangan zaman. Terkait masalah privasi, ada baiknya Anda menyimak pembahasan singkat kami di bawah ini!

    Hukum Melihat Privasi Orang Lain dalam Islam

    Jika dikaitkan dengan sebuah kepemilikan, privasi adalah sesuatu yang dimiliki seseorang selama hal tersebut tidak diketahui orang lain. Akan tetapi, kepemilikan tersebut bisa hilang seketika jika sudah ada orang lain yang mengetahuinya.

    Dengan kata lain, melihat privasi orang lain sama saja telah merampas sesuatu yang telah menjadi haknya. Di dalam Islam, setiap individu diwajibkan untuk selalu menjaga privasi seseorang dan senantiasa menghormatinya.

    Jika privasi tersebut bersifat negatif, tindakan yang berusaha membuka, memata-matai, atau bahkan menyebarkannya adalah tindakan yang tercela. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Hujurat ayat 12, yaitu:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا

    Yā ayyuhallażīna āmanujtanibụ kaṡīram minaẓ-ẓanni inna ba’ḍaẓ-ẓanni iṡmuw wa lā tajassasụ

    “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain…,” (Surat Al-Hujurat ayat 12).

    Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk senantiasa menjaga aib seseorang dan tidak pula berusaha melihat privasinya. Pelanggaran terhadap hal ini sama artinya telah mencederai hak asasi orang lain.

    Tindakan tersebut tentu akan mendapat konsekuensi serius, baik itu di dunia maupun kelak di akhirat. Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menganjurkan umat Islam untuk menghindari perbuatan tercela tersebut:

    التَّحَسُّسُ هُوَ الاِسْتِمَاعُ إِلَى حَدِيثِ الْغَيْرِ، وَهُوَ مَنْهِيٌّ عَنْهُ لِقَوْل رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا 

    Artinya:

    “Tahasus (mencari tahu dengan pancaindra) salah satunya mendengarkan percakapan orang lain. Tahasus dilarang dalam agama berdasarkan hadits Rasulullah SAW, ‘Jangan kalian memata-matai, jangan menyalahgunakan pancaindra (untuk mencari tahu orang), jangan saling mendengki, jangan saling membenci, jangan memutuskan tali ikatan. Jadilah hamba Allah yang bersaudara,’ (HR Muslim).” (Lihat Wizaratul Awqaf was Syu`unul Islamiyyah, Al-Mausu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, [Kuwait, Darus Safwah: 1997 M/1417 H], cetakan pertama, juz V, halaman 292).

    Jadi, hukum melihat privasi orang lain dalam Islam tanpa alasan adalah dilarang kecuali memang ada kepentingan tertentu, seperti untuk keperluan perang, pengadilan, atau kepentingan lainnya.

    Baca juga: Bacaan Doa Iftitah Panjang, Pendek, Arab-Latin dan Artinya

    Batasan-Batasan dalam Islam

    Setiap manusia yang hidup di dunia ini mempunyai hak-hak yang tentunya harus kita hormati. Kebebasan yang kita miliki tersebut tentu akan ada batasnya, yaitu selama tidak melanggar kebebasan dari orang lain.

    Islam sendiri begitu menghormati hak-hak hidup orang lain yang mana hal itu diperoleh dari kekuasaan Allah yang Maha Besar. Kita dilarang untuk merampas hak-hak tersebut karena secara fitrah, hak-hak setiap manusia sudah melekat padanya sejak lahir.

    1. Hak Memiliki Privasi 

    Salah satu hak asasi yang dimiliki oleh setiap orang adalah hak untuk memiliki privasi sehingga orang lain tidak diperkenankan untuk mengetahui, mengakses, atau bahkan menyebarkannya tanpa izin dari pemilik privasi tersebut.

    Para ulama juga telah menegaskan bahwa setiap muslim wajib untuk selalu menjaga privasi dan aib orang lain. Hal ini melibatkan konsensus bahwa tindakan yang merusak privasi orang lain tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

    Dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi disebutkan:

    وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

    Artinya:

    “Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat.” (HR. At Tirmidzi).

    Hadits tersebut semakin menegaskan kepada kita bahwasanya kita berperan dalam menjaga aib seseorang. Dengan kita menjaganya, maka Allah juga akan menjaga aib kita, baik itu selama di dunia maupun kelak di akhirat.

    2. Perlindungan Data Pribadi

    Keamanan adalah salah satu hal yang sering mendapatkan perhatian lebih di dalam Islam. Salah satunya bisa kita lihat di dalam QS. An-Nur ayat 27:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَدْخُلُوا۟ بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا۟ وَتُسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

    Yā ayyuhallażīna āmanụ lā tadkhulụ buyụtan gaira buyụtikum ḥattā tasta`nisụ wa tusallimụ ‘alā ahlihā, żālikum khairul lakum la’allakum tażakkarụn

    Artinya:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.”

    Selain itu, ada juga hadits yang disampaikan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila seseorang menengok atau melihat ke dalam rumahmu tanpa izin darimu, lalu kamu melemparnya dengan batu kerikil hingga tercungkil matanya, maka tidak ada dosa bagi kamu.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

    Dari dalil-dalil yang sudah kita bahas, dapat kita simpulkan bahwasanya Islam secara tegas telah melarang adanya upaya untuk membuka privasi, melihat, atau bahkan menyebarkannya secara luas ke publik.

    Dengan begitu, hukum melihat privasi orang lain dalam Islam adalah haram kecuali memang ada kepentingan-kepentingan tertentu. Maka dari itu, kita sebagai muslim harus selalu menjaga data pribadi orang lain demi menjaga harkat dan martabatnya.