Category: Sholat

  • Niat Sholat Ashar Sendiri dan Berjamaah beserta Tata Caranya

    Niat Sholat Ashar Sendiri dan Berjamaah beserta Tata Caranya

    Pelajaran agama yang diberikan sejak kecil oleh orang tua kita adalah mengaji dan sholat. Dan pelajaran sholat paling mendasar yang disampaikan adalah bacaan niat. Mulai dari niat sholat ashar, dhuhur, maghrib, isya dan subuh.

    Kelimanya merupakan sholat fardhu yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Sholat fardhu dilakukan setiap hari sesuai jadwal atau setelah kumandang adzan.

    Dan sama seperti sholat fardhu lainnya, sholat ashar juga bisa dilaksanakan sendiri maupun secara berjamaah. Waktu dan tempat dapat menyesuaikan, tidak harus di rumah saja, di masjid atau di mushola.

    Kita yang sedang bepergian, berkemah atau melakukan kegiatan outdoor juga bisa melaksanakan sholat di tempat-tempat yang tak biasa. Asalkan, ketentuan dan syarat pelaksanaan sholat terpenuhi dengan baik.

    Niat Sholat Ashar Sendiri

    Niat Sholat Ashar Sendiri

    Dalam beberapa kesempatan, tentunya kita tidak bisa selalu sholat ashar secara berjamaah. Apalagi bagi muslimah yang terbiasa sholat ashar di rumah seorang diri karena di jam tersebut suami masih bekerja.

    Atau karena alasan lainnya sehingga memilih sholat sendirian akan menjadi lebih mudah dan cepat daripada sholat berjamaah. Muslim dan muslimah yang harus sholat ashar seorang diri, bacalah niat sholat berikut ini.

    Baca niat dengan benar agar sholat yang kita jalankan diterima oleh Allah dan berpahala. Konon, kesalahan satu kata saja akan mengubah arti dari niat sholat yang hendak  kita ucapkan.

    أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

    Latinnya: Usholli fardlol ashri arba’a roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu ashar empat rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”,

    Baca juga: 7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Selesai mengucapkan niat sholat, lakukan ibadah dengan benar hingga bertemu salam. Dan biasakanlah untuk tidak langsung beranjak selesai sholat.

    Sangat dianjurkan untuk memohon doa setelah menyelesaikan ibadah sholat. Kita bisa meminta apa saja pada Allah, atau mengadu permasalahan yang kita miliki. Mengadu pada Allah tentu saja jauh lebih baik daripada pada orang lain.

    Apalagi jika permasalahan yang kita miliki sifatnya personal. Sebaiknya, tidak digibahkan dengan orang lain yang belum tentu dapat menjaga rahasia.

    Niat Sholat Ashar Berjamaah

    Niat Sholat Ashar Berjamaah

    Sholat ashar berapa rakaat? Tentu saja jawabannya empat rakaat, tertulis dengan sangat jelas pada niat sholatnya.

    Muslim yang ingin melakukan ibadah sholat ashar secara berjamaah harus memperhatikan dua hal. Yakni, apakah memutuskan untuk menjadi imam atau justru makmum.

    Imam merupakan muslim yang ditunjuk sebagai pemimpin sholat. Imam tidak dipilih secara sembarangan harus menyesuaikan dengan ketentuan ajaran Islam. Berikut ini niat sholat ashar yang harus kita ucapkan saat menjadi makmum.

    أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalliy fardhal-ashri arba’a raka’atin mustaqbilal-qiblati adaan makmuman lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

    Tidak sulit sama sekali bukan niat sholatnya. Hampir sama seperti niat sholat sendiri hanya perlu ditambahkan ma’muman saja.

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    Ada pun niat sholat ashar berjamaah sebagai imam juga tidak kalah sederhananya. Agar lebih mudah, pelajari dan hafalkan niatnya berikut.

    أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَة أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalliy fardhal-ashri arba’a raka’atin mustaqbilal-qiblati ada-an imaman lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

    Banyak sekali kelebihan jika kita melakukan sholat ashar secara berjamaah. Pahala sholat ashar berjamaah yaitu 27 derajat. Sementara, muslim yang menjalankan sholat ashar sendiri hanya akan menerima pahala sebanyak 1 derajat saja.

    Bukankah, perbedaan tersebut sangatlah besar? Jika kita merasakan perbedaannya terlalu jauh, maka biasakan untuk menjalankan sholat berjamaah. Akan lebih baik lagi kita melakukannya usai adzan sholat ashar berkumandang.

    Keutamaan lainnya dari sholat ashar berjamaah yaitu sebagai pembiasaan diri. Karena sifat manusia yang sulit untuk dihindari adalah sifat pemalas.

    Manusia yang malas beribadah akan merugi. Karena sholat ashar merupakan salah satu sholat fardhu yang hukumnya wajib. Alhasil, muslim yang tidak menjalankannya agar mendapatkan dosa yang besar.

    Apalagi jika, memilih untuk tidak sholat ashar secara sengaja. Dosanya akan berkali lipat. Maka dari itu, penting sekali untuk membiasakan diri sholat ashar berjamaah di mushola atau masjid agar tidak menjadi pemalas.

    Kapan melaksanakan sholat ashar? Sebaik-baiknya waktu sholat adalah di awal waktu. Semakin lama kita menunda sholat maka pahala yang diperoleh semakin berkurang atau tidak utama.

    Dan selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah terutama di masjid atau mushola jangan langsung pulang. Alangkah baiknya, jika kita mengakrabkan diri dengan sesama muslim.

    Tentu saja, bahan pembicaraan yang didiskusikan tidak boleh menggosipkan seseorang atau yang bernada negatif. 

    Bicarakan hal-hal yang positif dan baik-baik saja agar pahala sholat ashar kita tidak tertutup dengan doa bergosip usah beribadah.

    Tata Cara Sholat Ashar yang Benar

    Semasa kita kecil, orang tua mengajarkan bagaimana tata cara sholat yang baik dan benar. Pada dasarnya, gerakan sholat ashar sama seperti sholat lainnya. Yang membedakan adalah bacaan niat dan jumlah rakaatnya saja.

    Mau tahu bagaimana tata cara sholat ashar 4 rakaat yang tepat?

    1. Membaca niat sholat ashar. Bacalah niat sholat yang telah dituliskan dan dijelaskan secara gamblang di poin sebelumnya. Bisa memilih niat sholat sesuai kebutuhan, apakah untuk sholat sendirian atau berjamaah.
    2. Takbiratul ihram. Khusus untuk takbiratul ihram hanya perlu kita lakukan pada rakaat pertama saja.
    3. Membaca iftitah. Sama seperti poin kedua, membaca iftitah juga diperuntungkan hanya pada rakaat pertama sholat ashar.
    4. Membaca al-fatihah. Bacaan ini wajib kita lakukan di seluruh rakaat sholat ashar.
    5. Membaca surat pendek. Sama seperti membaca al-fatihah, kita juga diharuskan untuk membaca surat pendek. Pilih surat yang kita hafal saja jangan memilih surat yang menurut kita sulit.
    6. Rukuk. Setelah menyelesaikan bacaan surat pendek dilanjutkan dengan rukuk. Tata cara sholat ini juga dilaksanakan sebanyak 4 rakaat.
    7. Iktidal. Gerakan selanjutnya adalah i’tidal. Pastikan membaca bacaan i’tidal dengan baik dan jelas.
    8. Sujud pertama. Posisi hidung saat sujud harus menyentuh dengan lantai.
    9. Duduk antara 2 Sujud. Posisi duduknya adalah duduk tawaruk.
    10. Sujud kedua. Gerakannya sama seperti sujud pertama.
    11. Tahiyat awal/duduk tawaruk. Posisi kaki harus kita perhatikan dengan baik pada saat tahiyat awal, gunakan posisi duduk tawaruk.
    12. Tahiyat akhir/duduk iftirasy. Dan ini adalah gerakan penutup pada sholat baru kemudian benar-benar diselesaikan dengan mengucapkan salam ke kanan dan kiri.

    Itulah sedikit gambaran tata cara sholat ashar yang benar. Alangkah baiknya, jika kita sudah menghafal niat sholat ashar lanjutkanlah dengan menghafal seluruh bacaan gerakan sholat.

    Mengapa demikian? Karena semua gerakan sholat memiliki bacaan yang berbeda. Harus dihafal dengan baik dan diucapkan dengan benar agar sholat ashar yang kita lakukan tidak sia-sia (tidak diterima oleh Allah).

  • Tata Cara Sholat Jamak Qasar: Niat dan Syarat Sah Melakukannya

    Tata Cara Sholat Jamak Qasar: Niat dan Syarat Sah Melakukannya

    Bukti dari kecintaan Sang Maha Kuasa terhadap umatnya yakni tidak menyulitkan-Nya dalam beribadah. Seperti kaum muslimin yang sedang berada dalam perjalanan jauh, diperbolehkan untuk menjamak qasar sholat. Untuk melaksanakannya, tentu penting mengetahui tata cara sholat jamak qasar terlebih dahulu.

    Sholat jamak qasar sendiri merupakan sholat fardhu yang dijamak dan sekaligus diqasar. Artinya, dua rakaat sholat fardhu yang diqasar dikerjkaan salam waktu sekaligus.

    Jika bingung, Mari simak penjelasan lebih lanjut pada artikel ini.

    Pengertian Jamak Qashar

    Sebelum mengenal apa itu jamak qasar. Kita akan membahas sholat jamak terlebih dahulu.

    Sholat jamak diartikan sebagai sholat yang mengumpulkan dua sholat Fardhu yang dilakukan dalam satu kali, sedangkan sholat Qasar merupakan sholat yang meringkas jumlah rakaat sholat seperti empat rakaat menjadi dua rakaat.

    Jika digabung, sholat jamak qasar adalahsholat fardu yang dilakukan dalam satu waktu dan diringkas jumlah rakaat dari empat menjadi dua rakaat.

    Sholat jamak qashar ini bisa dilakukan secara taqdim maupun takhir, lantas, bagaimana tata caranya?

    Baca juga: 25 Nama Nama Nabi dan Rasul Berurutan dan Mukjizatnya

    Syarat Sah Dilakukannya Jamak Qasar

    Sholat jamak qasar dibagi menjadi dua, yakni jamak taqdim qasar dan jamak takhir qasar. Masing-masing sholat memiliki syarat sah dalam menjamaknya. Adapun syarat sah tersebut ialah:

    1. Sholat Jamak Takdim Qashar

    Sholat jamak qasar adalah sholat jamak yang dilakukan pada waktu sholat pertama kemudian dipersingkat menjadi setengah rakaat utuh.

    Contohnya pada saat sholat jamak qasar untuk waktu Dzuhur dan Ashar, maka bisa dilangsungkan pada sholat Dzuhur dan dikerjakan dengan dua rakaat saja.

    Untuk melakukan sholat jamak qasar, terdapat beberapa syarat sah yang memperbolehkan, yakni:

    • Niat sholat jamak qasar dilantunkan pada sholat pertama yang bersamaan dengan takbiratul ikhram
    • Waktu sholat pertama belum habis
    • Sholat dikerjakan dengan melakukan sholat yang kedua setelah sholat yang pertama selesai. Tidak ada satu pun kegiatan antara sholat yang dijamak, apakah itu dzikir, sholat sunnah, dan lainnya.
    • Sholat yang diringkas adalah sholat yang memiliki empat rakaat saja seperi dzuhur, ashar dan juga isya.
    • Tempat yang akan dikunjungi sudah jelas.
    • Perjalanan yang dilakukan bukan merupakan perjalanan maksiat atau hukumnya adalah mubah. 
    • Memiliki tujuan perjalanan yang baik seperti haji dan umrah, berdagang, silaturahmi, dan lainnya. 
    • Jarak perjalanan yang dilakukan sudah mencapai 2 marhalah (82 km). 
    • Perjalanan dilakukan sudah melewati batas desa. 
    • Sudah mengerti hukum diperbolehkannya sholat jamak qasar sehingga bagi umat Islam yang belum mengerti hukum sholat ini maka tidak sah sholatnya. 
    • Status perjalanan masih ada pada sampai sholat selesai. 
    • Tidak menjadi makmum pada orang yang sedang melakukan sholat wajib 4 rakaat. 

    2. Sholat Jamak Takhir Qasar

    Sholat jamak qasar adalah sholat yang dilakukan pada waktu sholat kedua dan dipersingkat menjadi setengah rakaat utuh.

    Contohnya pada saat sholat jamak Qashar Dzuhur dan Ashar, maka sholat Dzuhur bisa dilangsungkan pada sholat Ashar dan masing-masing dikerjakan dua rakaat saja.

    Syarat sah jamak takhir qasar yakni:

    • Sholat pertama hingga tersisa waktu cukup untuk sholat. Seperti waktu dhuhur 12.00 – 15.30, maka untuk sholat dhuhur 5 menit dan diperbolehkan untuk niat jamak takhir pda jeda waktu sampai dengan 15.25.
    • Tempat yang akan dikunjungi sudah jelas.
    • Perjalanan yang dilakukan bukan merupakan perjalanan maksiat atau hukumnya adalah mubah. 
    • Memiliki tujuan perjalanan yang baik seperti haji dan umrah, berdagang, silaturahmi, dan lainnya. 
    • Jarak perjalanan yang dilakukan sudah mencapai 2 marhalah (82 km). 
    • Perjalanan dilakukan sudah melewati batas desa. 
    • Sudah mengerti hukum diperbolehkannya sholat jamak qasar sehingga bagi umat Islam yang belum mengerti hukum sholat ini maka tidak sah sholatnya. 
    • Status perjalanan masih ada pada sampai sholat selesai. 
    • Tidak menjadi makmum pada orang yang sedang melakukan sholat wajib 4 rakaat. 

    Baca juga: Tata Cara Wudhu yang Benar: Niat Hingga Doa Sesudah Wudhu

    Niat dan Tata Cara Sholat Jamak Qasar

    1. Tata Cara Sholat Jamak Taqdim Qasar

    Sholat jamak taqdim qashar saat Dzuhur dan Ashar.

    Caranya dengan mengerjakan sholat Dzuhur dua rakaat terlebih dahulu, kemudian dialnjutkan dengan Ashar sebanyak dua rakaat juga. Berikut tata caranya:

    • Berdiri menghadap kiblat
    • Takbiratul ihram sembari berniat dalam hati untuk melaksanakn jamak taqdim qashar sholat Dzuhur, berikut bacaan niatnya:

     أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَ

    Ushalli fardhal ‘ashri rak’ataini mustaqbilal qiblati  majmuu’an bil zuhri jam’aa taqdim qas’ra lillahi ta’aalaa

    Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu Dzuhur dua rakaat secara qashar yang dijamak dengan sholat Ashar karena Allah Ta’ala,”

    • Membaca doa Iftitah (sunnah)
    • Membaca surat Al Fatihah (Wajib)
    • Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Duduk untuk tasyahud awal
    • Bangkit untuk masuk ke rakaat kedua

    Rakaat kedua:

    • Membaca surat Al Fatihah
    • Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Duduk untuk tasyahud akhir
    • Salam
    • Berdiri lagi dan jangan diselingi perbuatan atau perkataan seperti dzikir, doa, dan sebagainya
    • Takbiratul ihram sambil berniat di dalam hati untuk melaksanakan jamak taqdim qashar sholat Ashar, niatnya berbunyi:

    أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَى

    Ushalli fardhal ‘ashri rak’ataini mustaqbilal qiblati  majmuu’an bil zuhri jam’aa taqdim qas’ra lillahi ta’aalaa

    Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu Ashar dua rakaat secara qashar yang dijamak dengan sholat dzuhur karena Allah Ta’aalaa,’

    • Lanjutkan seperti sholat biasa hingga dua rakaat
    • Salam

    Sholat Jamak taqdim qasar maghrib isya

    Yang boleh diqasar hanya waktu Isya saja, jamak tetap dapat dilakukan namun untuk maghrib tetap tiga rakaat. Berikut tata caranya:

    • Takbiratul ikhram sembari berniat dalam hati jamak maghrib isya dengan niat:

    اُصَلِى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ العِشَاءِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى

    Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku sengaja salat fardu Maghrib 3 rakaat yang dijamak dengan Isya, dengan jamak takhir, fardu karena Allah Ta’aala.”

    • Lanjutkan dengan sholat maghrib 3 rakaat seperti biasa
    • Salam
    • Berdiri lagi dan jangan diselingi perbuatan atau perkataan seperti dzikir, doa, dan sebagainya
    • Takbiratul ihram sambil berniat di dalam hati untuk melaksanakan jamak taqdim qashar sholat Isya, niatnya berbunyi:

    أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَى

    Ushalli fardhazh isyai rak’atainni mustaqbilal qiblati majmuu’an bil maghribi jam’aa taqdim qas’ra lillahi ta’aalaa

    Artinya: “Sengaja aku sholat Isya empat rakaat menghadap kiblat, dijamak takhir qashar dengan maghrib karena Allah Ta’ala.”

    • Lanjutkan sholat isya dua rakaat
    • Salam
    • Tata Cara Sholat Jamak Takhir  Qasar

    2. Tata Cara Sholat Jamak Takhir Qasar

    Sholat Jamak Takhir Qasar Ashar Dzuhur

    Caranya dengan mengerjakan sholat ashar dua rakaat terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan dzuhur sebanyak dua rakaat juga. Berikut tata caranya:

    • Berdiri menghadap kiblat
    • Takbiratul ihram sembari berniat dalam hati untuk melaksanakan jamak takhir qashar sholat ashar, berikut bacaan niatnya:

    أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَى

    Ushalli fardhal ‘ashri rak’ataini mustaqbillah qiblati majmuu’an bizahri jam’aa takhir qas’ra lillahi ta’aalaa

    Artinya: “Sengaja aku sholat Ashar empat raka’at menghadap kiblat, dijamak tahkir qashar dengan dzuhur karena Allah Ta’ala.”

    • Membaca doa Iftitah (sunnah)
    • Membaca surat Al Fatihah (Wajib)
    • Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Duduk untuk tasyahud awal
    • Bangkit untuk masuk ke rakaat kedua

    Rakaat kedua:

    • Membaca surat Al Fatihah
    • Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Duduk untuk tasyahud akhir
    • Salam
    • Berdiri lagi dan jangan diselingi perbuatan atau perkataan seperti dzikir, doa, dan sebagainya
    • Takbiratul ihram sambil berniat di dalam hati untuk melaksanakan jamak takhir qashar sholat Dzuhur, niatnya berbunyi:

     أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَى

    Ushalli fardhal ‘dzuhri rak’ataini mustaqbillah qiblati majmuu’an bilashri jam’aa takhir qas’ra lillahi ta’aalaa

    Artinya: ” Sengaja aku sholat Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat, dijamak tahkir qashar dengan ashar karena Allah Ta’ala.”

    • Lanjutkan dengan sholat dua rakaat
    • salam

    Sholat Jamak Takhir Qasar Maghrib Isya

    Yang boleh diqasar hanya waktu Isya saja, jamak tetap dapat dilakukan namun untuk maghrib tetap tiga rakaat. Berikut tata caranya:

    • Takbiratul ikhram sembari berniat dalam hati jamak takhir qasar isya dengan niat:

    أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَى

    Ushalli fardhazh isyai rak’atainni mustaqbilal qiblati majmuu’an bil maghribi jam’aa taqdim qas’rallahi ta’aalaa

    Artinya: “Sengaja aku sholat Isya empat rakaat menghadap kiblat, dijamak takdim qashar dengan maghrib karena Allah Ta’ala.”

    • Lanjutkan dengan sholat isya dua rakaat seperti biasa
    • Salam
    • Berdiri lagi dan jangan diselingi perbuatan atau perkataan seperti dzikir, doa, dan sebagainya
    • Takbiratul ihram sambil berniat di dalam hati untuk melaksanakan jamak takhir maghrib di isya, niatnya berbunyi:

    اُصَلّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ العِشَاءِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى

    Usholli fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku sengaja shalat Maghrib tiga rakaat yang dijamak dengan Isya, dengan jamak takhir, fardhu karena Allah Ta’ala.”

    • Lanjutkan sholat maghrib 3 rakaat
    • Salam

    Demikianlah penjelasan mengenai tata cara sholat jamak qasar serta penjelasan singkatnya. Semoga bermanfaat.

    Assalamualaikum wr.wb.

  • Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    Sholat Taubat adalah salah satu bentuk pengakuan atas dosa yang telah dilakukan di hadapan Allah SWT, serta berjanji untuk tidak mengulanginya. Untuk melakukannya, penting bagi seorang muslim mengetahui niat sholat Taubat terlebih dahulu.

    Sebagai manusia biasa, kita tentu tidak luput dari dosa. Oleh karena itu, kita perlu menjalakan sholat Taubat sebagai kesungguhan hati kita dalam meminta ampun kepada-Nya.

    Anjuran bertaubat juga dijelaskan dalam QS. Az Zumar ayat 53 yang berbunyi:

    “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

    Untuk penjelasan lebih lanjut, mari simak artikel ini sampai akhir.

    Bacaan Niat Sholat Taubat

    Bacaan Niat Sholat Taubat

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda:

    “Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian Ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua rakaat kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah).

    Bagi siapapun yang hendak melakukan sholat Taubat, harus muncul di hatinya niat tulus untuk sungguh-sungguh menyesali segala perbuatan yang Ia lakukan dan berjanji untuk tidak mengulangnya lagi.

    Bacaan niat sholat Taubat yakni sebagai berikut:

    نَوَيْتُ الصَّلاَةَ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Latinnya: Nawaitu shalata sunnata taubatin rakataini lillahi taala

    Artinya: “Saya niat sholat sunah tobat dua rakaat karena Allah.”

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    Tata Cara Sholat Taubat yang Benar

    Tata cara sholat Taubat sendiri pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lain dengan jumlah rakaat sebanyak dua dengan sekali salam. Yang menjadi pembeda yakni niat dalam hati seorang muslim dalam meminta ampunan.

    Meski umumnya dilakukan sebanyak dua rakaat, sholat Taubat bisa juga dilaksanakan dengan empat sampai enam rakaat.

    Sholat Taubat hendaknya dilakukan sendirian karena termasuk sholat Nafilah yang tidak disyariatkan secara berjamaah. Muslim juga danjurkan bersuci dengan baik atau melakukan mandi besar sebelum sholat Taubat dilakukan.

    Mandi taubat ini seperti mandi wajib atau mandi junub, yang membedakan hanyalah bacaan niat, berikut bacaan niat mandi taubat:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلتَّوْبَتِ عَنْ جَمِعِ الذُّنُوْبِ

    Latin: Nawaitul ghusla littaubati ‘an jami’idzunuub.

    Artinya: “Aku berniat mandi taubat dari segala dosa dhahir dan batin.”

    Mandi taubat ini termasuk amalan danjurkan Rasulullah SAW  sebelum sholat tTaubat. Adapun tata cara sholat Taubat yang benar sesuai sunnah, yakni:

    Rakaat Pertama:

    1. Berdiri tegak menghadap kiblat dan membaca niat sholat Taubat zina, setelah membaca niat, dianjurkan untuk membaca “Robbana dholamna Anfusana wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khosirin.” yang artinya:” Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al A’raf: 23)
    2. Lanjutkan dengan takbiratul ihram
    3. Membaca doa Iftitah (sunnah)
    4. Membaca surat Al Fatihah (Wajib)
    5. Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    6. Rukuk
    7. Iktidal
    8. Sujud pertama
    9. Duduk di antara dua sujud
    10. Sujud kedua
    11. Duduk untuk tasyahud awal
    12. Bangkit untuk masuk ke rakaat kedua

    Rakaat kedua:

    1. Membaca surat Al Fatihah
    2. Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    3. Rukuk
    4. Iktidal
    5. Sujud pertama
    6. Duduk di antara dua sujud
    7. Sujud kedua
    8. Duduk untuk tasyahud akhir
    9. Salam
    10. Membaca doa setelah sholat Taubat

    Bacaan Doa Setelah Sholat Taubat

    Setelah melakukan sholat Taubat, dianjurkan untuk beristighfar  sebanyak 100 kali dengan kesunguhan hati mengingat kembali kesalahan yang telah diperbuat.

    Berikut ini adalah bacaan doa setelah sholat Taubat yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. 

    Astaghfirullahal ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaihi. 

    Artinya: “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.” 

    Setelah membaca dzikir di atas, lanjutkan dengan membaca bacaan doa  setelah sholat Taubatyang diajarkan Rasulullah SAW berikut:

    Allahumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta, Kholaqtanii Wa Ana ‘Abduka Wa Ana ‘Ala ‘Ahdika Wa Wa’dika Mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-U Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-U Bi Dzanbii, Faghfirlii Fainnahuua Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yang sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yangg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yangg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yang telah aku lakukan.”

    Waktu Sholat Taubat

    Berikut beberapa waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat Taubat:

    1. Menjelang matahari tenggelam sampai benar-benar sempurna tenggelam
    2. Mulainya waktu ashar higa tenggelamnya matahari
    3. Ketika matahari terbit dengan jarak empat hasta dari permukaan
    4. Ketika matahari persis berada di tengah-tengah sampai terlihat condong.

    Sedangkan waktu terbaik dalam melaksanakan sholat Taubat yakni saat qiyamul lail atau pertiga malam. Lebih baik lagi jika sholat Taubat dibarengi dengan sholat tahajud dan juga witir sebagai penyempurnanya.

    Syarat-syarat Agar Taubatnya Diterima Allah SWT

    1. Benar-benar menyesal

    Maksudnya adalah bersungguh-sungguh menyesal telah melakukan dosa dan bertekad untuk tidak pernah mengulanginya.

    2. Memperbanyak Perbuatan Baik

    Syarat berikutnya adalah bersungguh-sungguh menyesal telah melakukan dosa, dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

    3. Memperbanyak Bersedekah

    Setelah mengerjakan sholat Taubat ini, seorang muslim disarankan untuk melakukan berbagai amalan kebaikan. Selain tidak mengulangi maksiat dan dosa seperti dulu, bentuk amalan yang dianjurkan yakni dengan bersedekah.

    Karena bersedekah merupakan sebab utama terhapusnya dosa-dosa seorang muslim. Hal ini disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Thaha ayat 82 yang berbunyi

    Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.”

    4. Melaksanakan Sholat Wajib Lima Waktu

    Bagi seorang muslim, wajib hukumnya untuk menjalankan sholat lima waktu. Keutamaan salat lima waktu adalah sebagai sumber cahaya yang kekal atau abadi.

    Adapun hadis yang menjelaskan tentang keutamaan ini sebagai berikut,

    Siapa yang menjaga salat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” (HR. Ahmad 2: 169)

    5. Banyak Berdzikir

    Setelah bertaubat, tingkatkan dzikir sehari-hari yakni, dengan mengucapkan istighfar untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

    Dzikir sendiri memiliki banyak keutamaan, salah satunya menjauhkan godaan setan serta jin agar tidak kembali kejalan yang tidak diridhoi, serta menenangkan hati.

    Itulah informasi terkait niat sholat Taubatserta penjelasannya. Setiap manusia pasti memiliki khilaf serta salah, Allah SWT Maha Pengampun, Insyallah jika kita berniat karena ingin kembali kepada-Nya, kita akan dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya, aamiin..

    Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr. wb.

  • 12 Macam Macam Sholat Sunnah yang Diajarkan Rasulullah SAW, Apa saja?

    12 Macam Macam Sholat Sunnah yang Diajarkan Rasulullah SAW, Apa saja?

    Salah satu bentuk ibadah yang umat Islam wajib lakukan adalah sholat. Selain wajib, sholat juga terdapat hukum sunnahnya. Artinya ada macam macam sholat sunnah yang bermanfaat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Dengan melaksanakan sholat sunnah, kita bisa memohon ampunan dan ridho dari Allah SWT atas semua perbuatan yang telah lampau. Sekaligus juga memudahkan kita dalam melangkah ke masa depan.

    Macam Macam Sholat Sunnah

    Seperti yang kita tahu bahwa sholat merupakan ibadah yang akan dihisab pertama kali di akhirat, terutama sholat wajib. Akan tetapi, tidak ada salahnya jika kita memperkuat ibadah dengan tambahan sholat sunnah.

    Sebab, ada kalanya sholat wajib yang selama ini kita lakukan ada yang tidak khusus, sehingga menurunkan nilai kesempurnaannya. Untuk itu, inilah macam-macam sholat sunnah beserta waktunya.

    1. Sholat Tahajud

    Sholat Sunnah Tahajud

    Sholat Tahajud yang dikenal dengan sholat malam ini merupakan salah satu sholat sunnah yang tidak pernah Rasulullah tinggalkan. Sebab jika rutin melaksanakannya, maka Allah akan membantu mempermudah segala urusan dalam kehidupan.

    Selain itu, sholat tahajud yang masuk dalam macam macam sholat sunnah ini juga akan membantu kita dalam menghadapi kesulitan hidup, jauh dari kesengsaraan dan hidup yang mulia.

    Untuk pelaksanaannya sendiri, dilakukan pada sepertiga malam. Dimana ketika ada banyak manusia tertidur dalam heningnya malam, kita melaksanakan atas nama Allah SWT.

    Dengan begitu, tentu Allah SWT akan menjanjikan banyak kebaikan dalam ibadah tersebut. Umumnya jumlah rakaat paling sedikit yaitu dua rakaat, tapi diperbolehkan mengulangnya sebanyak yang kita inginkan.

    Menurut beberapa hadist, Rasulullah SAW sering melaksanakan sholat Tahajud ini sebanyak 13 rakaat. Hadits yang diriwayatkan dari Aisyah, “Nabi Muhammad SAW biasa melaksanakan shalat malam sebanyak 13 rakaat, termasuk witir dan dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh.”

    2. Sholat Dhuha

    Macam-macam sholat sunnah dan waktunya selanjutnya yaitu sholat Dhuha. Sholat yang bisa kita laksanakan pada waktu dhuha atau pagi hari. Tepatnya ketika matahari sudah mulai naik hingga menjelang dzuhur.

    Kenaikan mataharinya kurang lebih tujuh hasta sejak matahari tersebut terbit. Jumlah rakaatnya paling minimal dua rakaat dan waktu pelaksanaan terbaiknya yaitu awal waktu dan akhir waktu.

    Walaupun begitu, kita bisa melaksanakan sholat Dhuha sesuai batasan waktu yang sudah ada. Melaksanakan sholat Dhuha tentunya mendatangkan banyak fadillah, terutama untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

    Selain itu, dengan melaksanakan sholat dhuha kita akan menjadi pribadi yang bersih dari dosa. Sehingga, ada banyak kemungkinan bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa dengan mudah.

    Dan yang paling terkenal keutamaannya yaitu ketika seseorang mendirikan shalat dhuha, maka setiap jenis kebutuhannya akan terpenuhi dan tercukupi yang terbaik oleh Allah SWT.

    3. Sholat Hajat

    Jika kita memiliki sebuah permohonan, permintaan atau keinginan yang ingin segera Allah SWT kabulkan. Maka, dengan mendirikan sholat hajat secara istiqomah bisa menjadi solusi terbaik untuk atas usaha yang telah kita lakukan.

    Pelaksanaannya pun mudah yaitu kapan saja, asal tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang telah diharamkan untuk sholat. Walaupun demikian, anjuran paling mujarab mengerjakan sholat hajat yaitu malam hari.

    Layaknya sholat tahajud, sebab dengan suasana yang hening dan tenang akan lebih membantu kita untuk lebih khusyuk dalam menunaikannya. Sementara itu, untuk jumlah rakaatnya yaitu dua rakaat.

    “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (sholat hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah  berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR. Ahmad).

    Selain apa yang menjadi doa kita segera terkabul, dengan mendirikan sholat hajat maka akan memperoleh rahmat dan pertolongan dari Allah SWT atas segala cobaan hidup.

    Dengan menunaikan macam macam sholat sunnah termasuk sholat hajat akan menjaga serta memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT.  Sebab sholat hajat merupakan salah satu bentuk ibadah dan dzikir kepada Allah SWT.

    4. Sholat Rawatib

    Mungkin ada sebagian dari kita yang belum memahami secara baik macam-macam sholat sunnah Rawatib yang satu ini. Dimana, jika orang yang mengerjakan sholat Rawatib akan mendapatkan kebaikan yang besar.

    Dalam hadist menyebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu menjaga 12 rakaat tersebut. Sabdanya yaitu, “Barangsiapa yang shalat sunnah 12 rakaat dalam sehari semalam, Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim No.728).

    Adapun rincian shalat rawatib 12 rakaat yaitu sebagai berikut:

    • Sebelum sholat Subuh 2 rakaat 1 salam
    • Sebelum sholat Dhuhur 4 rakaat 2 salam
    • Setelah sholat Dhuhur 2 rakaat 1 salam
    • Setelah sholat Maghrib 2 rakaat 1 salam
    • Setelah sholat Isya’ 2 rakaat 1 salam

    Selain itu, keutamaan sholat sunnah Rawatib yaitu dijauhkan dari api neraka, derajatnya akan diangkat oleh Allah SWT, dan pastinya pahalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya.

    5. Sholat Tarawih

    Sholat Sunnah Tarawih

    Macam macam sholat sunnah berikutnya yaitu sholat Tarawih. Sholat sunnah yang pengerjaannya sesudah sholat Isya’ pada bulan Ramadhan. Kekhasan sholat sunnah satu ini, tidak hanya ada pada bulannya saja.

    Akan tetapi, juga terletak pada pelaksanaan sholat yang lebih baik ditunaikan secara berjamaah.  Jumlah rakaatnya pun beragam, ada 8 rakaat sekaligus ada 20 rakaat dan dilanjutkan dengan sholat witir.

    Dalam hadist Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada banyak keutamaan sholat Tarawih ini, salah satunya terampuni dosa-dosa pada masa lalu.

    “Barangsiapa ibadah tarawih di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya).

    Tidak hanya itu saja, keutamaan lain yang bisa kita dapat ketika menunaikan ibadah sholat Tarawih yaitu Allah SWT menyelamatkan kita dari segala kebingungan dan kesusahan pada hari kiamat tiba.

    6. Sholat Taubat

    Keenam ada sholat Taubat, sholat yang bisa kita kerjakan sebagai bentuk rasa penyesalan atas perbuatan maksiat yang telah dilakukan. Biasanya akan ada rasa penyesalan dan menyadari segala dosa-dosanya.

    Sholat Taubat mempunyai tujuan utama agar Allah SWT mengampuni segala bentuk dosa, apalagi dosa besar yang telah kita perbuat. Pelaksanaannya bisa kapan saja, tapi ada baiknya sesegera mungkin dan berjanji tidak mengulangi kemaksiatan lagi.

    Walaupun begitu, sebagian ulama menyebutkan waktu terbaik dan paling tepat melaksanakan sholat Taubat pada sepertiga malam setelah mengerjakan sholat Tahajud. Untuk jumlah rakaatnya sendiri terdiri dari 2 rakaat.

    7. Sholat Istikharah

    Selanjutnya untuk macam-macam sholat sunnah dan kegunaannya yang perlu kita tahu yaitu sholat Istikharah. Sholat ini Rasulullah SAW kerjakan saat ingin memohon petunjuk kepada Allah SWT.

    Dengan memohon petunjuk kepada Allah SWT untuk menentukan keputusan terbaik dari beberapa keputusan menurut Allah SWT. Sebab, hanya Allah SWT lah yang tahu masa depan terbaik untuk umatnya.

    Untuk pelaksanaan, sholat Istikharah bisa kita kerjakan kapan saja. Paling penting tidak pada waktu-waktu terlarang yaitu ketika matahari terbit, matahari terbenam dan matahari berada pada tengah.

    8. Sholat Tasbih

    Kedelapan ada sholat Tasbih, yang merupakan macam macam sholat sunnah yang pengerjaannya dengan membaca 300 kali bacaan tasbih. Dengan begitu, sholat Tasbih ini tidak bisa kita kerjakan dengan berjamaah.

    Untuk rakaatnya sendiri yaitu 4 rakaat, dengan pengerjaan jika kita kerjakan pada siang hari maka 4 rakaat dengan satu salam. Sementara jika menunaikan pada malam hari, maka empat rakaat dengan dua salam.

    Adapun keutamaan sholat Tasbih yaitu hati akan menjadi lebih tenang, segala dosa akan Allah SWT hapuskan, cobaan hidup terasa ringan dan tentunya mendekatkan diri pada Allah SWT.

    9. Sholat Tahiyatul Masjid

    Sholat Tahiyatul Masjid merupakan salah satu jenis-jenis sholat sunnah dan fungsinya yang pengerjaannya ketika masuk masjid sebelum duduk. Secara garis besarnya, sholat Tahiyatul Masjid sebagai bentuk penghormatan terhadap masjid.

    Hal itu diperkuat dengan adanya hadits yang diceritakan dari Abu Qatadah RA, “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, janganlah duduk sehingga sholat dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Sholat Tahiyatul Masjid yang bagian dari memuliakan masjid ini mempunyai berbagai keutamaan jika seseorang melaksanakannya, antara lain menyempurnakan pahala, menyelesaikan masalah hidup, dan penghapus dosa.

    10. Sholat Istisqa

    Sholat Istisqa mungkin terdengar kurang familiar di telinga kita bukan? Nyatanya, sholat ini juga merupakan macam macam sholat sunnah yang pengerjaannya bertujuan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

    Hukum sholat Istisqa yaitu sunnah muakkad ketika kondisi terjadi musim kering. Dengan menunaikan sholat Istisqa, maka manusia percaya dan berserah kepada Allah SWT serta memohon dan meminta untuk hujan segera turun.

    Untuk pelaksanaannya sendiri tidak mempunyai waktu-waktu khusu, tapi jangan kita lakukan pada waktu-waktu terlarangnya sholat. Kita bisa melaksanakan seperti pelaksanaan sholat Id, yaitu saat matahari mulai terlihat.

    11. Sholat Witir

    Sebelas terdapat sholat Witir, sholat yang termasuk dalam macam-macam sholat sunnah dan faedahnya yang beragam ini pengerjaan setelah sholat Isya hingga sebelum terbitnya fajar. 

    Biasanya Rasulullah SAW menunaikannya sebagai penutup sholat malam.

    “Shalat malam itu dua-dua rakaat. Apabila salah seorang diantara kalian khawatir akan datangnya subuh, maka hendaklah ia mengerjakan satu rakaat sebagai penutup bagi shalat malamnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Terdapat banyak keutamaan sholat Witir, antara lain penghapus dosa, penyempurna sholat malam, sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk memohon ampun, rahmat dan pertolongan-Nya.

    12. Sholat Isyraq

    Berikutnya terdapat macam-macam sholat sunnah dan manfaatnya yaitu sholat Isyraq. Sholat dua rakaat yang pengerjaannya setelah matahari terbit sekitar satu tombak. 

    Dan akhir waktunya hingga siang, atau tidak sampai menjelang matahari tergelincir ke  arah barat. 

    Biasanya sholat Isyraq ditunaikan dalam dua rakaat, dengan keutamaan sebagaimana pahalanya orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah secara sempurna. Tentunya akan mendapatkan hal tersebut jika penunaiannya tepat.

    Sesuai rangkaian yang sudah ada, mulai dari sholat subuh secara berjamaah, duduk berdzikir hingga terbit matahari dan barulah menunaikan sholat Isyraq dua rakaat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Itulah macam macam sholat sunnah yang perlu umat Islam tahu, walaupun masih ada sholat sunnah lainnya seperti sholat jenazah, sholat fajar, sholat adzan, sholat saat datang dari safar dan sholat sunnah lainnya.

    Poin paling pentingnya dalam menunaikan macam macam sholat sunnah yaitu niat karena Allah SWT. Sebab sholat sunnah bagian penting dari ibadah untuk manusia bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT secara ekstra. 

  • Cara Menjamak Sholat Dzuhur di Waktu Ashar dan Syarat Sahnya

    Cara Menjamak Sholat Dzuhur di Waktu Ashar dan Syarat Sahnya

    Cara menjamak sholat Dzuhur di waktu Ashar sebenarnya cukup sederhana, yaitu dengan mengucapkan niat sholat Dzuhur dan Ashar secara jamak, lalu melaksanakan sholat Dzuhur dan dilanjut dengan sholat Ashar tanpa jeda dengan raka’at yang sama.

    Seperti yang kita tahu bahwa Allah SWT., memudahkan umat-Nya untuk melakukan segala sesuatu. Salah satunya adalah menjamak sholat.

    Menggabungkan atau menjamak sholat adalah sebuah solusi untuk melaksanakan sholat dalam situasi yang sulit, seperti perjalanan jauh ataupun dalam kondisi bahaya.

    Pada artikel ini, akan membahas cara menjamak sholat Dzuhur di waktu Ashar secara mendalam lengkap dengan syarat sahnya!

    Apa itu Sholat Jamak?

    Ketika sedang membahas cara menjamak sholat Dzuhur di waktu Ashar, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas apa itu sholat jamak, jenis-jenisnya hingga kondisi yang diperbolehkan untuk sholat jamak yang akan dibahas di bawah ini!

    Menurut bahasa, sholat jamak artinya mengumpulkan. Sementara itu, pengertian sholat jamak secara harfiah adalah mengumpulkan dua sholat fardhu atau wajib yang dikerjakan dalam satu waktu.

    Contohnya yaitu menggabungkan sholat Dzuhur dan Ashar dan dikerjakan pada waktu sholat Dzuhur atau Ashar, atau menggabungkan sholat Maghrib dan Isya dan dikerjakan pada waktu sholat Maghrib atau Isya.

    Sholat fardhu yang boleh dijamak hanya sholat Dzuhur dan Ashar, atau Sholat Maghrib dan Isya. Khusus untuk sholat Subuh tidak boleh dijamak dengan sholat fardhu lainnya dan harus tetap pada waktunya.

    Sholat jamak bisa disebut dengan rukhshah (keringanan) dari Allah kepada umat-Nya untuk melaksanakan sholat dalam situasi yang tidak memungkinkan.

    Sholat jamak sendiri hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan kepada orang-orang yang sudah memenuhi syarat.

    Baca juga: 250 Nama Bayi Perempuan Islam dan Artinya Terlengkap

    2 Jenis Sholat Jamak

    1. Jamak Taqdim

    Jamak taqdim adalah menggabungkan dua sholat fardhu dan dikerjakan pada waktu sholat awal atau pertama. Dua contoh jamak taqdim adalah sebagai berikut:

    • Mengumpulkan sholat Dzuhur dan Ashar dan dikerjakan pada waktu sholat Dzuhur.
    • Mengumpulkan sholat Maghrib dan Isya dan dikerjakan pada waktu sholat Maghrib.

    2. Jamak Takhir

    Jamak takhir adalah menggabungkan dua sholat fardhu dan dikerjakan pada waktu sholat kedua atau terakhir. Dua contoh jamak takhir adalah sebagai berikut:

    • Mengumpulkan sholat Dzuhur dan Ashar dan dikerjakan pada waktu sholat Ashar.
    • Menggabungkan sholat Maghrib dan Isya dan dikerjakan pada waktu sholat Isya.

    Berdasarkan informasi di atas, artikel ini akan membahas sholat jamak takhir Dzuhur dan Ashar.

    3 Kondisi yang Diperbolehkan untuk Sholat Jamak

    3 Kondisi yang Diperbolehkan untuk Sholat Jamak

    1. Saat melaksanakan ibadah haji

    Ketika kamu sedang melaksanakan ibadah haji dan cukup kesulitan untuk melakukan sholat wajib, diperbolehkan lho menjamak sholat. Bahkan, umat muslim disyariatkan untuk menjamak sholat dalam keadaan seperti ini.

    2. Saat melakukan perjalanan jauh atau menjadi musafir

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), musafir adalah seseorang yang berpergian untuk meninggalkan negerinya selama tiga hari atau lebih.

    Namun, di dalam Islam menjamak sholat tidak harus berpergian ke luar negeri, boleh menempuh perjalanan antar kota asalkan memenuhi ketentuan sebagai berikut:

    • Menempuh perjalanan jauh bukan untuk hal-hal maksiat.
    • Jarak perjalanan minimal harus mencapai farsakh atau sekitar 80 km.
    • Melakukan sholat jamak masih berada di dalam perjalanan.
    • Boleh melakukan sholat jamak setelah keluar dari batas desa.
    • Melakukan sholat jamak tidak boleh makmum dengan orang mukim.

    Baca juga: 700 Nama Bayi Laki-laki Islami dan Artinya Lengkap

    3. Berada di dalam kondisi bahaya

    Hidup itu dinamis. Kita tidak ada yang tahu kedepannya bagaimana. Jadi jika kamu nantinya atau sedang dalam kondisi bahaya, seperti bencana alam atau peperangan, maka diperbolehkan untuk menjamak sholat.

    4 Tata Cara Menjamak Sholat Dzuhur di Waktu Ashar

    1. Membaca niat menjamak sholat Dzuhur dan Ashar menggunakan jamak takhir

    Membaca niat sebelum melakukan kegiatan sehari-hari, seperti sebelum tidur, belajar, makan, mandi, ke luar rumah dan lain-lain, sangat penting untuk dilakukan. Apalagi sebelum melaksanakan ibadah.

    Pasalnya, niat menjadi syarat sahnya sholat, sehingga jika tidak dilakukan, maka sholat kita menjadi tidak sah. Berikut niat sholat jamak takhir Dzuhur dan Ashar:

    جَمْعَتأخِيْرٍلِلهِتَعَالَىصَلِّىفَرْضَالظُّهْرِأَرْبَعَرَكَعَاتٍمَجْمُوْعًابِالْعَصْرِأُ

    Usholli fardhol zhuhri arba’a roka’atin majmu’an bil’ashri jam’a takhirin lillahi ta’alaa.

    Artinya: “Saya niat shalat fardhu Dzuhur empat rakaat dijama’ bersama Ashar dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala”

    Baca juga: Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 48: Arab-latin, Arti, dan Hukum Tajwidnya

    2. Mengerjakan sholat Dzuhur secara lengkap empat rakaat yaitu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam

    3. Berdiri lagi dan membaca niat sholat yang kedua yaitu Ashar

    Setelah selesai mengerjakan sholat Dzuhur, lanjut berdiri lagi untuk mengerjakan sholat Ashar. Mulai dengan membaca niat shoalt Ashar.

     لِلهِتَعَالَىجَمْعَتأخِيْرٍلظُّهْرِبِالْ مَجْمُوْعًا رَكعَاتٍ أربع العَصْرِ فَرْضَ أُصَلِّي

    Usholli fardhol ‘ashri arba’a roka’atin majmu’an bil zhuhri jam’a takhirin lillahi ta’alaa.

    Artinya: “Saya niat shalat fardhu Ashar empat rakaat dijama’ bersama Dzuhur dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala”

    4. Mengerjakan sholat Ashar secara lengkap empat rakaat yaitu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam

    5 Syarat Sah Sholat Jamak Dzuhur di Waktu Ashar

    1. Niat

    Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa niat merupakan salah satu syarat sah sholat. Niat menjadi elemen penting dalam melakukan segala sesuatu karena menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa.

    Membaca niat artinya kita bersungguh-sungguh dalam melaksanakan hal yang ingin kita lakukan. Maka tak heran jika kita melafalkan niat dengan baik, kita akan mendapatkan pahala dari Allah SWT., dan sebagai sarana mendekatkan diri pada-Nya.

    Namun, akan berlaku sebaliknya jika kita melewati atau tidak mengucapkan niat dengan baik karena sholat kita tidak akan dianggap sah. Maka dari itu, jangan lupa untuk membaca niat saat sholat, ya!

    2. Tertib

    Tertib di sini maksudnya adalah menjalankan sholat pada waktu yang telah ditentukan, yaitu setelah adzan sholat Ashar berkumandang.

    Serta harus sesuai dengan tata cara di atas, yakni mulai dari niat menjamak hingga salam.

    3. Bersambung

    Pada syarat sah yang ketiga menegaskan bahwa dalam melaksanakan sholat jamak harus berurutan dan tidak dipisah antara dua sholat yang digabungkan dengan jarak yang panjang atau tanpa jeda, seperti misalkan tidak boleh untuk memisahkan rakaat dalam satu sholat.

    Hal tersebut karena menjamak sholat artinya menggabungkan dua sholat menjadi satu sholat, sehingga harus ada berkesinambungan, seperti raka’at dalam sholat.

    Maka dari itu, jika sholat jamak dijeda oleh jarak yang panjang, contohnya adalah karena lupa atau pingsan, maka sholatnya menjadi batal dan wajib diakhiri karena syarat untuk menjamak sholat sudah hilang.

    4. Terus berada di perjalanan hingga takbiratul ihram pada sholat kedua

    Maksudnya adalah jika kamu sudah melaksanakan sholat jamak hingga takbiratul ihram pada sholat kedua dan perjalanan baru berhenti, sholat tersebut masih dianggap sah.

    Namun, jika sebaliknya yaitu perjalanan berhenti sebelum dimulainya sholat kedua, maka sholat tersebut harus berhenti karena hilangnya syarat sah sholat jamak.

    5. Mendahulukan sholat pertama daripada sholat kedua

    Seperti misalkan mendahulukan sholat Dzuhur daripada Ashar atau mendahulukan sholat Maghrib daripada Isya.

    Hingga pada tahap ini sudah tahu cara menjamak sholat Dzuhur di waktu Ashar? Jikas masih belum jelas, jangan sungkan untuk berkomentar ya.

  • Niat Sholat Taubat Zina Lengkap dengan Tata Caranya

    Niat Sholat Taubat Zina Lengkap dengan Tata Caranya

    Seorang pezina pun akan menyesal telah melakukan perbuatan yang tidak dibenci Allah SWT. Bentuk taubat yang diajarkan bagi seorang muslim yakni, dengan sholat taubatan nasuha. Untuk melakukannya, tentu perlu mengetahui niat sholat taubat zina serta tata caranya.

    Sholat taubat zina ini bertujuan untuk memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Anjuran mengenai sholat tobat ini dituliskan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidaklah seorang hamba yang berbuat dosa lalu berwudhu dengan sempurna kemudian berdiri melakukan sholat 2 rakaat, kemudian memohon ampun kepada Allah melainkan Allah akan mengampuni. Kemudian beliau membaca surat Ali Imran ayat 135.” (HR. Imam Abu Dawud)

    Jangan bersedih, Allah SWT adalah Tuhan semesta alam yang memiliki nama Maha Pengampun, jadi rahmat dan ampunannya tidak terbatas.

    Baca juga: Arti La Tahzan Innallaha Ma’ana, Tulisan Arab & Maknanya

    Untuk penjelasan lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini:

    Bacaan Niat Sholat Taubat Zina

    Bacaan Niat Sholat Taubat Zina

    Sebelum melakukan sholat taubat zina, ada syarat sah yang mesti dipenuhi, yaknik berniat. Sebab niat adalah salah satu rukun sholat yang tidak boleh ditinggalkan.

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Latinnya: Ushollii sunnatat taubati rokataini lillaahi taaalaa

    Artinya: “Aku berniat melakukan sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

    Tata Cara Sholat Taubat Zina Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

    Tata cara untuk sholat taubat zina sendiri pada dasarnya sama seperti sholat sunnah yang lain.

    Namun niat serta keteguhan hati memohon ampunan kepada Allah telah berbuat zinahlah yang menjadi pembeda antara sholat taubat zina dengan sholat taubat yang lain.

    Berikut tata cara sholat taubat yang benar:

    Rakaat Pertama:

    1. Berdiri tegak menghadap kiblat dan membaca niat sholat taubat zina
    2. Takbiratul ihram
    3. Membaca doa Iftitah (sunnah)
    4. Membaca surat Al Fatihah
    5. Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    6. Rukuk
    7. Iktidal
    8. Sujud pertama
    9. Duduk di antara dua sujud
    10. Sujud kedua
    11. Duduk untuk tasyahud awal
    12. Bangkit untuk masuk ke rakaat kedua

    Rakaat kedua:

    1. Membaca surat Al Fatihah
    2. Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    3. Rukuk
    4. Iktidal
    5. Sujud pertama
    6. Duduk di antara dua sujud
    7. Sujud kedua
    8. Duduk untuk tasyahud akhir
    9. Salam
    10. Doa setelah sholat taubat

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud yang Mustajab: Arab, Latin dan Tata Caranya

    Dzikir dan Bacaan Doa Setelah Sholat Taubat

    Sebagai penyempurna dari amalan sholat taubat, ada baiknya memperbanyak membaca istighfar serta mengiringinya dengan dzikir. Adapun bacaan dzikirnya sebagai berikut:

    1. Baca Tasbih “Subhanallah” sebanyak 33 kali
    2. Baca Tahmid “Alhamdulillah” sebanyak 33 kali
    3. Baca Takbir “Allahuakbar” sebanyak 33 kali
    4. Baca kalimat tauhid “Laa ilaaha ilaallah” sebanyak 33 kali atau jika mampu 100 kali
    5. Baca sholawat Nabi “ Allahumma shalli ala Muhammad” semampunya
    6. Baca Istighfar sebanyak 100 kali

    Astaghfirullahal ‘azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilahi.

    Artinya: “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”

    Setelah itu beristighfar, lanjutkan dengan membaca doa sholat taubat seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW berikut ini:

    Allahumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta, Kholaqtanii Wa Ana ‘Abduka Wa Ana ‘Ala ‘Ahdika Wa Wa’dika Mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-U Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-U Bi Dzanbii, Faghfirlii Fainnahuua Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yang sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yangg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yangg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yang telah aku lakukan.”

    Mengenai doa tersebut, Rasulullah SAW bersabda:

    Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) di siang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga. Dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum subuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari)

    Setelah mengerjakan sholat taubat ini, kamu seorang muslim disarankan untuk melakukan berbagai amalan kebaikan. Selain tidak mengulangi maksiat dan dosa seperti dulu, bentuk amalan yang dianjurkan yakni dengan bersedekah.

    Karena bersedekah merupakan sebab utama terhapusnya dosa-dosa seorang muslim. Hal ini disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Thaha ayat 82 yang berbunyi “Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.”

    Cara Agar Tidak Kembali Zina Setelah Taubat

    Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda mengenai cara menjauhi perbuatan zina:

    Wahai para pemuda, barangsiapa yang sudah sanggup menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu obat pengekang nafsu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Pada hadis tersebut, dijelaskan beberapa cara untuk menjauhi perbuatan zina. Yang pertama dengan menikah bagi yang sudah mampu, yang kedua adalah berpuasa.

    Berikut beberapa cara agar tidak melakukan zina yang bisa kamu lakukan:

    1. Menutup aurat bagi seorang muslimah dan menjaga pandangan bagi seorang muslim
    2. Tidak berkhalwat, menyendiri atau memisahkan diri dari orang lain seperti berduaan dengan lawan jenis
    3. Tidak mendekati hal-hal yangmenjurus kepada perbuatan zina
    4. Menghindari tempat-tempat maksiat yang dapat memberikan peluang dan kesempatan untuk berzina
    5. Menambah ilmu pengetahuan agama dengan menghadiri majelis taklim
    6. Membaca Al-Qur’an serta memahami maknanya.

    Demikian informasi mengenai bacaan niat sholat taubat zina dan tata caranya lengkap serta cara menghindarinya. Semoga bermanfaat!

    Assalamualaikum wr.wb.

  • 8 Artis Korea yang Beragama Islam, Cek Kebenarannya Yuk!

    8 Artis Korea yang Beragama Islam, Cek Kebenarannya Yuk!

    Dengan semakin populernya artis-artis Korea di Indonesia telah membuat para penggemar memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi terhadap jati diri mereka, termasuk soal agama. Benarkah ada artis Korea yang beragama Islam?

    Banyak para penggemar di Indonesia penasaran karena agama Islam di Korea termasuk agama minoritas dan sangat jarang dianut oleh warga lokalnya, terlebih untuk para public figure-nya.

    Meski begitu, ada beberapa rumor beredar jika beberapa di antara artis-artis Korea ada yang beragama Islam. Benarkah hal tersebut? Untuk memastikannya, mari kita cari tahu kebenarannya di bawah ini!

    Daftar Artis Korea yang Beragama Islam

    Jika berbicara tentang artis-artis Korea, tentu kita akan membayangkan dengan sosok yang cantik dan juga tampan. Para penggemar muslim tentu akan semakin suka jika artis-artis tersebut juga seiman. Lantas, siapa sajakah mereka? 

    1. Ayana Jihye Moon

    1. Ayana Jihye Moon

    Meski bukan artis yang membintangi Drama Korea populer ataupun penyanyi K-Pop, Ayana Jihye Moon cukup terkenal di Indonesia karena cerita inspiratifnya sebagai model cantik asal Korea Selatan yang memutuskan untuk memeluk Islam.

    Saat ini, ia semakin aktif sebagai selebgram di Indonesia dan dipercaya sebagai salah satu brand ambassador produk kosmetik populer dalam negeri. Ia juga cukup terkenal di negeri tetangga, yaitu Malaysia.

    Saat ini, artis cantik berusia 28 tahun ini memutuskan untuk tinggal dan menjalani karir di Indonesia. Untuk urusan jodoh, belum diketahui apakah Ayana ingin mencari pasangan sesama orang Korea atau cukup terbuka dengan orang Indonesia.

    Di kalangan artis Indonesia, Ayana juga kerap tergabung dalam acara kajian bersama ustad-ustad ternama seperti kajian bersama Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Hanan Attaki, sampai dengan Ustadz Abdul Somad.

    Baca juga: Kaidah Jual Beli yang Mendukung Maksiat, Haram Hukumya!

    2. Song Bo Ra

    2. Song Bo Ra

    Artis Korea yang beragama Islam selanjutnya adalah Song Bo Ra. Hampir sama seperti Ayana, Song Bo Ra juga cukup dikenal dari keaktifannya di media sosial. Apalagi dengan statusnya sebagai mualaf yang berasal dari Korea.

    Song Bo Ra sendiri sudah memeluk Agama Islam sejak tahun 2007. Ia mengaku kesulitan untuk menjalani kesehariannya sebagai muslim saat berada di negaranya, terlebih saat harus menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadhan.

    Saat ini, pemilik akun Instagram @olaborasong aktif sebagai guru Agama Islam sekaligus pengajar Bahasa Arab di negaranya. Hal itu sering dibagikannya di dalam akun Instagram miliknya.

    Baca juga: Bacaan Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan, Sah!

    3. Choi Jin Hyuk

    3. Choi Jin Hyuk

    Berikutnya, ada Choi Jin Hyuk yang menurut beberapa sumber telah memeluk Agama Islam. 

    Kabar tersebut berawal dari pernyataannya yang telah berhenti untuk meminum alkohol. Padalah, budaya minum alkohol masih sangat kental di Korea Selatan.

    Lantas, apakah benar anggapan bahwa Choi Jin Hyuk telah memeluk Agama Islam? Sayangnya, belum ada konfirmasi apapun yang menyatakan bahwa artis bersangkutan telah menjadi mualaf.

    Jadi, bisa dikatakan jika bintang film The Heirs ini telah beragama Islam. Anggapan tersebut hanya menjadi rumor di kalangan penggemar di Indonesia.

    4. Lee Ki Woo

    4. Lee Ki Woo

    Berikutnya ada Lee Ki Woo yang juga dianggap telah menjadi mualaf oleh para penggemarnya. Sama seperti Choi Jin Hyuk, anggapan bahwa dia telah mualaf berawal dari pernyataannya yang telah berhenti meminum alkohol dalam sebuah wawancara.

    Banyak penggemar percaya jika pilihannya untuk berhenti minum alkohol adalah karena larangan meminum khamr dalam Islam. Akan tetapi, Lee Ki Woo tidak pernah mengkonfirmasi apapun tentang kepercayaannya di depan publik.

    Jadi, apakah dia termasuk artis Korea yang beragama Islam masih belum bisa dibenarkan. Terlebih, banyak artis-artis Korea yang memilih merahasiakan status kepercayaannya dari publik.

    Baca juga: Hukum Memotong Kuku saat Puasa Ramadhan dan Puasa Sunnah

    5. Manny ‘VARSITY’

    5. Manny ‘VARSITY’

    Artis Korea yang dianggap telah beragama Islam selanjutnya adalah Manny, yaitu salah satu anggota Boyband VARSITY. Meski begitu, anggapan tersebut tidaklah salah karena ia sendiri telah mengkonfirmasi hal tersebut.

    Dalam sebuah wawancara, Manny menyatakan bahwa ia tidak bisa makan daging babi karena dilarang oleh agamanya, yaitu Islam. Jadi, ia lebih memilih makan daging ayam saat teman-temannya memakan daging babi.

    Selain itu, ia juga pernah membagikan momen sedang berada di masjid melalui akun Twitter pribadinya. Dengan adanya fakta tersebut, Manny ‘VARSITY’ menjadi idol K-Pop pertama yang beragama Islam.

    Dengan statusnya sebagai superstar, apalagi juga seorang muslim, tentu para penggemar di Indonesia semakin mengidolakannya. Untuk mengikuti kesehariannya, kita bisa mengikuti akun Instagram atau akun Twitter pribadinya.

    6. Kang Na Yeon

    6. Kang Na Yeon

    Artis Korea yang beragama Islam berikutnya kembali datang dari kalangan selebgram. Kali ini ada Kang Na Yeon yang juga merupakan seorang pebisnis, khususnya di bidang kuliner dengan restoran halalnya yang bernama Kedai Manis.

    Di dalam akun Instagram pribadinya, Kang Na Yeon kerap membagikan berbagai hal tentang Islam. Hal itulah yang membuatnya kian dikenal secara luas, terutama di kalangan penggemar muslim.

    Selebgram yang juga dikenal dengan nama Syifa Kang ini tidak hanya aktif di negaranya saja. Ia juga aktif di berbagai kegiatan pemerintahan di negara lain, terutama yang berhubungan dengan Islam seperti Thailand Halal, kegiatan MUI, dan sebagainya.

    Keaktifannya di dalam kegiatan-kegiatan bernuansa Islam ini terus mendapat decap kagum dari berbagai kalangan. Kisah inspirasinya tentu bisa menjadi contoh untuk kita yang sudah mengenal Islam sejak lahir.

    7. Ujung Oppa

    7. Ujung Oppa

    Belum lama ini, YouTuber asal Korea Selatan yang cukup terkenal di Indonesia memutuskan untuk menjadi seorang mualaf. Sebelumnya, Ujung Oppa dikenal luas oleh masyarakat Indonesia berkat konten-konten menariknya di Youtube.

    Di dalam akunnya, Ujung Oppa seringkali membagikan vlog kesehariannya selama ada di Indonesia, mulai dari kuliner, jalan-jalan, aktivitas di rumah, dan sebagainya. Hal itu nyatanya mendapatkan respon positif dari penonton di Indonesia.

    Ujung Oppa memutuskan untuk memeluk agama Islam setelah melihat Islam di Indonesia. Sebelumnya, ia mengaku tidak percaya dengan Tuhan dan memutuskan untuk tidak memeluk agama apapun.

    Saat ini, Ujung Oppa sudah menikah dengan seorang penyanyi dangdut bernama Kania Permatasari. Sayangnya, Youtuber asal Korea Selatan ini sudah jarang membuat konten Youtube dan lebih memilih untuk aktif di Instagram.

    8. Lee Won Jae

    8. Lee Won Jae

    Terakhir, artis Korea yang beragama Islam atau lebih tepatnya pemain sepakbola yang telah memeluk agama Islam adalah Lee Won Jae. Ia merupakan kiper Timnas Korea Selatan yang cukup populer.

    Lee Won Jae sendiri memutuskan untuk menjadi mualaf sejak tahun 2004 silam. Hidayah tersebut datang ketika ia mendengarkan adzan lima kali dalam sehari selama mengikuti Piala Asia di Jakarta.

    Ia mengaku terkesan dengan suara adzan, hal yang tidak pernah ia alami selama berada di negaranya. Hal ini membuktikan bahwa hidayah bisa datang dari arah mana saja selama Allah SWT menghendakinya.

    Setelah melihat pembahasan terkait daftar artis Korea yang beragama Islam di atas, kini kita tau siapa saja yang memang benar-benar beragama Islam dan siapa yang masih tanda tanya. Semoga informasi ini bermanfaat.

  • Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah, Lengkap dengan Doanya!

    Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah, Lengkap dengan Doanya!

    Bagaimana pengalaman tarawih tahun lalu? Sebagai muslim yang baik, tentunya kita menjalankan sholat dengan benar sesuai tata cara sholat tarawih yang telah ditetapkan.

    Berbeda dari sholat wajib, pelaksanaan sholat tarawih hanya terjadi di bulan suci Ramadhan. Orang berbondong-bondong datang ke mushola atau masjid untuk mengikuti tarawih berjamaah.

    Namun, terlepas menjalankan sholat tarawih seorang diri di rumah maupun berjamaah di mushola maupun masjid. Mengikuti tata cara sholat dengan benar merupakan hal wajib. 

    Sehingga, sholat yang dijalankan tidak hanya sesuai sunnah tapi juga berpahala.

    Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri

    Ada berbagai alasan yang membuat seseorang memutuskan untuk tarawih sendiri di rumah. Misalnya, karena terlambat pulang kerja atau pun alasan lainnya. Agar tidak melewatkan tarawih meskipun sholat sendiri, pelajari langkah-langkahnya berikut.

    1. Membaca Niat Sholat Tarawih

    Melaksanakan sholat tarawih usai sholat wajib Isya hukumnya sunnah. Muslim yang melakukannya sendiri di rumah bisa memilih untuk sholat tarawih 11 rakaat (8 Rakaat Tarawih ditambah 3 Rakaat Witir).

    Setelah memutuskan untuk sholat tarawih 11 rakaat, hal pertama yang dilakukan adalah membaca niat sholat tarawih sendiri. Niatnya berbeda dari niat sholat berjamaah sehingga wajib dihafalkan dengan baik.


    اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

    Yang bila diterjemahkan, artinya “Aku berniat sholat tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala.’’

    Bagaimana jika belum hafal niat sholat tarawih dan witir yang benar? Hafalkan niat tarawih di atas, kemudian lanjutkan dengan mengingat niat sholat witir berikut.

    صَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَ

    Artinya: “Saya niat shalat witir satu rakaat (menghadap kiblat) karena Allah ta’ala.”

    Baca juga: Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir Arab-Latin Beserta Arti Sesuai Sunnah

    2. Shalat Tarawih Salam Tiap 2 Rakaat

    Siapa pun yang ingin menegakkan sholat tarawih 11 rakaat (8 Rakaat Tarawih ditambah 3 Rakaat Witir) bisa memilih untuk menyelesaikan sholat tarawih sebanyak 5 kali salam.

    Di mana, satu kali sholat tarawih dilaksanakan sebanyak 2 rakaat.

    Ada pun niat sholat tarawih dua rakaat sudah dituliskan di bagian pertama. Kemudian, sholat diakhiri dengan sholat witir sebanyak 1 rakaat.

    كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يُصَلىِّ فِيْمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ – وَ هِيَ الَّتِي يَدْعُوْ النَّاسُ الْعَتَمَةَ – إِلىَ الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُسَلَّمُ بَيْنَ كُلّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوْتِرُ بِوَاحِدَةٍ

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat malam atau tarawih setelah shalat Isya’ – Manusia menyebutnya shalat Atamah – hingga fajar sebanyak 11 rakaat. 

    Beliau melakukan salam setiap dua rakaat dan beliau berwitir satu rakaat.” (HR. Muslim).

    Sebagai muslim yang baik kita bisa mengikuti tata cara shalat tarawih seperti Rasulullah tersebut. Pilih surat pendek yang sederhana dan ringan. 

    3. Shalat Tarawih Salam Tiap 4 Rakaat

    Beberapa muslim mungkin ini terbiasa menjalankan tata cara sholat tarawih sendiri di rumah 11 rakaat dengan 6x salam. Untuk pengalaman baru, mengapa kita tidak mencoba sholat tarawih sebanyak 2x dengan masing-masing, 4 rakaat per salam.

    Kemudian, dilanjutkan dengan sholat witir sebanyak 3 rakaat dalam satu kali salam. Cara ini akan cocok bagi muslim yang ingin menyelesaikan tarawih dengan cepat karena satu dan lain alasan.

    مَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يَزِيْدُ فِي رَمَضَانَ وَ لاَ فِي غَيْرِهِ إِحْدَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعًا، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثاً

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah bilangan pada bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan selain Ramadhan dari 11 Rakaat. 

    Beliau shalat 4 rakaat sekali salam maka jangan ditanya tentang kebagusan dan panjangnya, kemudian shalat 4 rakaat lagi sekali salam maka jangan ditanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian shalat witir 3 rakaat.” (HR Muslim).

    Tata Cara Sholat Tarawih Berjamaah

    Tata Cara Sholat Tarawih Berjamaah

    Konon katanya, sholat tarawih yang paling baik itu jika kita laksanakan secara berjamaah baik di rumah bersama anggota keluarga maupun di masjid dan mushola. Tentu saja, tata cara sholat berjamaah berbeda karena ada imam dan makmum. 

    1. Membaca Niat Sholat Berjamaah

    Hal pertama yang harus kita lakukan untuk memulai sholat tarawih berjamaah adalah menunjuk imam yang tepat. Usai mendapatkan imam dan makmum lanjutkan dengan membaca niat.

    Berikut niat tarawih untuk muslim yang menjadi imam sholat.

    اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

    Artinya: “Aku menyengaja shalat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

    Dan ini jikalau kita sholat tarawih sebagai makmum.

    اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

    Artinya: “Aku menyengaja shalat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

    Hafalkan niat sholat tarawih itu dengan baik. Mengapa demikian? Karena kita akan melaksanakan sholat tersebut selama 1 bulan penuh sesuai jadwal sholat yang telah ditentukan. 

    2. Jangan Mendahului Imam

    Yang selanjutnya, usahakan agar selama sholat tarawih maupun witir kita tidak mendahului imam. Penting sekali bagi seorang makmum untuk sholat setelah imam. Ikuti gerakkan yang dilakukan oleh imam.

    Tentu saja, sebagai makmum yang baik kita juga mengawasi jalannya pelaksanaan tarawih agar tidak melakukan kesalahan. Entah itu kesalahan pada jumlah rakaat sholat maupun kesalahan lainnya.

    3. Rakaat Tarawih di Masjid atau Mushola lebih Banyak

    Berbeda dari sholat tarawih sendirian yang jumlah rakaatnya dapat kita tentukan sesuka hati, entah itu 8 rakaat atau 11 rakaat, berbeda dengan sholat berjamaah. Jamaah tarawih di masjid atau mushola biasanya jauh lebih panjang waktunya.

    Mengapa? Karena imam melaksanakan sholat tarawih sebanyak 23 rakaat. Di mana, 20 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat witir. 

    Doa setelah Sholat Tarawih

    Bagaimana, apakah pertanyaan shalat tarawih berapa rakaat sudahkah terjawab? Sebelumnya telah dijelaskan secara gamblang jika sholat tarawih dapat dilaksanakan sendiri maupun berjamaah dengan jumlah rakaat yang berbeda.

    Sebagai muslim yang baik, kita hanya perlu menyesuaikan diri dengan kondisi dan kebiasaan di masyarakat. Jikalau, kita tertarik untuk melaksanakan sholat tarawih secara berjamaah di masjid. 

    Setelah usai menjalankan ibadah sholat tarawih dan witir, janganlah kita terlena untuk langsung melipat sajadah dan pergi. Biasakan untuk membaca doa setelah menunaikan sholat tarawih terlebih dahulu, apa doanya?

    اللَّهُمَّ إِني أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ ، أَنْتَ كَمَا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ

    Doa setelah sholat Terawih latin: “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. 

    Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.” (H.r. An-Nasa’i, Abu Daud, dan Turmudzi; dinilai sahih oleh Al-Albani)

    Bacalah doa tersebut usai kita melakukan tata cara sholat tarawih plus witir. Alangkah baiknya kita membaca doa tersebut sebanyak 3x. Usai dengan bacaan doa pertama, kita bisa mengakhirinya dengan membaca doa berikut. 

    سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ

    “Maha suci Dzat yang Maha Menguasai lagi Mahasuci.” (H.r. Abu Daud; dinilai sahih oleh Al-Albani).

    Dan sebagaimana doa sebelumnya, kita juga dianjurkan untuk membaca doa tersebut sebanyak tiga kali atau bahkan lebih. 

    Mudah sekali memahami tata cara sholat tarawih, bukan? Intinya, kita hanya perlu belajar step by step yang telah dijelaskan dengan baik dan seksama. Dan bila memiliki kesulitan tidak ada salahnya untuk bertanya pada yang lebih mengerti.

  • Bacaan Sujud Tilawah: Niat, Arti, dan Tata Caranya

    Bacaan Sujud Tilawah: Niat, Arti, dan Tata Caranya

    Untuk dapat melaksanakan sujud tilawah dengan tepat, maka kita perlu mengetahui bacaan sujud tilawah terlebih dahulu.

    Adapun pengertian dari sujud tilawah yaitu sujud yang dilakukan saat membaca atau mendengar ayat-ayat sajadah. Pelaksanaan sujud ini dilakukan ketika sedang shalat maupun tidak.

    Bagaimana bacaan sujud tilawah yang tepat? Simak penjelasannya di artikel ini.

    Bacaan Sujud Tilawah

    Pelaksanaan sujud tilawah merupakan hal yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar,

    “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca Al Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah. 

    Kemudian ketika itu beliau bersujud, kami pun ikut bersujud bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapati tempat karena posisi dahinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Berdasarkan hadits tersebut para ulama berpendapat bahwa sujud tilawah termasuk amalan yang disyariatkan. Sementara untuk hukum pelaksanaannya adalah sunnah dan bukan wajib.

    Meski demikian, sujud tilawah termasuk amalan yang memiliki keutamaan mulia berdasarkan hadist berikut:

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ – وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى – أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ

    Artinya: “Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata: 

    “Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, tapi aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka.” (HR. Muslim no. 81)

    1. Niat Sujud Tilawah

    Ketika hendak melakukan sujud tilawah, kita perlu membaca niat sujud berikut:

    Nawaitu sujuuda taalaawati sunnattan lillaahi ta’aala.

    Artinya: “Aku melakukan sujud tilawah sunah kerana Allah Ta’ala”

    Baca juga: Doa Agar Hujan Berhenti dan Cuaca Cerah Sesuai Sunnah, Yuk Amalkan!

    2. Bacaan Sujud Tilawah dan Artinya

    Bacaan Sujud Tilawah dan Artinya

    Terdapat beberapa bacaan yang dapat kita ucapkan ketika sujud tilawah berdasarkan riwayat dalam sejumlah hadits. Berikut di antaranya:

    Dari ‘Ali bin Abi Thalib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sujud membaca:

    اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

    Bacaan sujud Tilawah latin: Allahumma laka sajadtu, wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.

    Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu lah aku bersujud, karena-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. 

    Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta.” (HR. Muslim no. 771)

    Kemudian berdasarkan hadits riwayat Muslim no.772, dari Hudzaifah, Rasulullah ketika sujud membaca: Subhaana rabbiyal a’laa

    Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi.”

    Dari ‘Aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a ketika ruku’ dan sujud: Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.

    Artinya: ”Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku” (HR. Bukhari no. 817 dan Muslim no. 484)

    Sementara itu, dalam riwayat lain menyebutkan bacaan sujud tilawah yaitu:

     سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

    Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin

    Artinya: 

    “Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan An Nasai).

    Tata Cara Sujud Tilawah

    Setelah mengetahui bacaan dari sujud tilawah, maka kita perlu memahami mengenai tata cara pelaksanaannya.

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sujud tilawah dilaksanakan saat membaca atau mendengar ayat-ayat sajadah baik ketika sedang shalat maupun tidak.

    Melansir dari halaman Muslim, berikut tata cara sujud tilawah:

    • Sujud tilawah cukup dengan satu kali sujud. Hal ini berdasarkan kesepakatan pendapat para ulama.
    • Bentuk sujudnya atau cara pelaksanaannya sama dengan sujud ketika shalat
    • Tidak disyariatkan untuk mengucapkan takbiratul ihram maupun salam. Hal ini berdasarkan pendapat yang paling kuat.
    • Disyariatkan untuk takbir saat hendak sujud dan bangkit dari sujud

    Lebih utama untuk melakukan sujud tilawah mulai dari posisi berdiri. Hal ini berlaku ketika melaksanakan sujud tilawah di luar shalat.

    Berikut penjelasan lebih lengkap tentang langkah-langkah pelaksanaan sujud tilawah:

    1. Sujud Tilawah di dalam Shalat

    Ketika membaca ayat-ayat sajadah, kita bisa membaca niat sujud tilawah. Kemudian ucapkan takbir dan melakukan sujud sekali. Selama sujud, ucapkan doa sujud tilawah.

    Setelah itu, baca takbir lalu bangkiit dari sujut dan berdiri kembali untuk melanjutkan shalat hingga salam.

    Sementara, saat sedang shalat berjamaah, maka pelaksanaan sujud tilawah dilakukan dengan mengikuti imam atau secara berjamaah.

    Maka, apabila imam tidak melakukannya, kita sebagai makmum tidak perlu sujud. Pasalnya, melakukan sujud tilawah sendiri akan membuat shalat menjadi batal karena saat makmum dalam shalat berjamaah harus mengikuti imam.

    2. Sujud Tilawah di Luar Shalat

    Apabila tidak sedang shalat dan mendengar atau membaca ayat sajadah, maka kita bisa mulai dengan membaca niat sujud tilawah.

    Selanjutnya, kondisikan badan dalam posisi berdiri, kemudian baca takbir. Setelah itu, lakukan sujud sekali sambil membaca doa sujud tilawah.

    Kemudian baca takbir lagi dan bangkit dari sujud, lalu lanjutkan dengan posisi duduk seperti shalat dan baca salam.

    Ayat Sajdah dalam Al-Qur’an

    Sujud tilawah dilakukan saat mendengar atau membaca ayat sajdah, yang mana terdiri dari 15 ayat, yaitu:

    • Surat Al A’raf Ayat 206
    • Surat Ar Ra’d Ayat 15
    • Surat An Nahl Ayat 50
    • Surat Al Isra’ Ayat 109
    • Surat Maryam Ayat 58
    • Surat Al Hajj Ayat 18
    • Surat Al-Hajj Ayat 77
    • Surat Al Furqan Ayat 60
    • Surat An Naml Ayat 26
    • Surat As Sajdah Ayat 15
    • Surat Fussilat Ayat 38
    • Surat Sad Ayat 24
    • Surat An Najm Ayat 62
    • Surat Al Insyiqaq Ayat 21
    • Surat Al ‘Alaq Ayat 19

    Itulah niat dan bacaan sujud tilawah serta tata cara melaksanakannya. Mengingat hukumnya sebagai sunnah, ada baiknya kita melaksanakannya apabila memungkinkan.

  • Cara Menjamak Sholat Maghrib di Waktu Isya (Jamak Takhir)

    Cara Menjamak Sholat Maghrib di Waktu Isya (Jamak Takhir)

    Cara menjamak sholat Maghrib di waktu Isya adalah sesuatu hal yang harus diketahui dan dipelajari oleh setiap muslim di seluruh dunia.

    Pasalnya, setiap muslim pasti setidaknya pernah merasakan perjalanan jauh atau berada di dalam kondisi bahaya sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan ibadah sholat.

    Untuk itu, Allah memberikan kemudahan kepada umat-Nya untuk melakukan ibadah sholat di saat seperti itu dengan cara dijamak atau digabungkan. Salah satu sholat jamak yang sering ditanyakan adalah cara menjamak sholat Magrib di waktu Isya.

    Nah, pada artikel berikut ini akan menjelaskan seputar sholat jamak Maghrib di waktu Isya beserta tata caranya!

    Pengertian Sholat Jamak

    Sebelum kamu mengetahui cara menjamak sholat Maghrib di waktu Isya, ada baiknya untuk mengenal sholat Jamak dan jenis-jenisnya terlebih dahulu supaya tidak bingung.

    Arti dari sholat jamak dari segi bahasa adalah mengumpulkan. Sedangkan secara harfiah, sholat jamak adalah mengumpulkan dua sholat wajib yang dikerjakan dalam satu waktu.

    Seperti menggabungkan sholat Dzuhur dan Ashar yang dikerjakan pada waktu sholat Dzuhur atau Ashar. Dan bisa juga menggabungkan sholat Maghrib dan Isya yang dikerjakan pada waktu sholat Maghrib atau Isya.

    Sedangkan khusus untuk sholat Subuh tetap pada waktunya dan tidak boleh digabungkan dengan sholat wajib lainnya.

    Hal tersebut disebut dengan rukhshah (keringanan) dari Allah kepada umat-Nya untuk melaksanakan sholat dalam keadaan tertentu. Sholat jamak hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan untuk orang yang sudah memenuhi syarat.

    Baca juga: Tata Cara Wudhu yang Benar: Niat Hingga Doa Sesudah Wudhu

    Dalil Sholat Jamak

    Setelah mengetahui pengertian sholat jamak, kamu juga wajib mengetahui dalilnya terlebih dahulu supaya umat Islam tidak ada lagi alasan meninggalkan sholat fardhu. Kecuali untuk wanita yang sedang menstruasi atau nifas.

    1. QS. Al-Baqarah 286

    لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

    Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu’ākhiżnā in nasīnā au akhṭa’nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa‘fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a).

    Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

    2. Hadits Riwayat Ibnu Umar

    “Dari Anas ra, ia berkata, ‘Apabila Rasulullah SAW berangkat menuju perjalanan sebelum tergelincir matahari, beliau akhirkan shalat dzhuhur ke waktu ‘ashar. Kemudian beliau berhenti untuk menjamak shalat keduanya. Dan jika matahari tergelincir sebelum ia berangkat, maka beliau shalat Zhuhur terlebih dahlu kemudian naik kendaraan.” (HR. Bukhari).

    3. Hadits Riwayat Abu Daud

    “Dari Muadz bin Jabal, bahwasannya Nabi SAW dalam perang tabuk, apabila beliau berangkat sebelum tergelincir matahari, beliau menta’khirkan shalat Zhuhur hingga beliau kumpulkan dengan shalat Ashar, beliau gabungkan keduanya (Zhuhur dan Ashar) waktu Ashar, dan apabila berangkat sesudah tergelincir matahari, beliau kerjakan shalat Zhuhur dan Ashar sekaligus, kemudian beliau berjalan. Dan apabila beliau berangkat sebelum Maghrib, beliau menta’khirkan Maghrib hingga beliau melakukan shalat Maghrib beserta Isya’ dan apabila beliau berangkat sesudah waktu Maghrib beliau segerakan shalat Isya’ dan beliau menggabungkan shalat Isya’ bersama Maghrib.” (HR. Abu Daud).

    Jenis Sholat Jamak

    Menjamak Sholat tentu tidak bisa sembarangan, berikut adalah jenis sholat Jamak sesuai Fiqih.

    1. Jamak Taqdim

    Jamak taqdim adalah mengumpulkan dua sholat wajib yang dikerjakan pada waktu sholat awal atau pertama. Contoh dari jamak taqdim adalah sebagai berikut:

    • Menggabungkan sholat Dzuhur dan Ashar yang dikerjakan pada waktu sholat Dzuhur.
    • Menggabungkan sholat Maghrib dan Isya yang dikerjakan pada waktu sholat Maghrib.

    2. Jamak Takhir

    Jamak takhir adalah mengumpulkan dua sholat wajib yang dikerjakan pada waktu sholat kedua atau terakhir. Contoh dari jamak takhir adalah sebagai berikut:

    • Menggabungkan sholat Dzuhur dan Ashar yang dikerjakan pada waktu sholat Ashar.
    • Menggabungkan sholat Maghrib dan Isya yang dikerjakan pada waktu sholat Isya.

    Yang mana pada artikel berikut ini akan membahas cara menjamak sholat Maghrib di waktu Isya.

    3. Jamak Qasar

    Jamak Qasar adalah mengumpulkan dua sholat, dan meringkas Sholat yang rakaatnya berjumlah 4.

    Adapun yang dimaksud dengan Shalat Qasar ialah shalat yang diringkas. Artinya, shalat fardu yang empat raka’at, diringkas menjasi dua raka’at. Shalat yang dapat diqasar yaitu shalat dzuhur, ashar dan Isya. Sedangkan shalat subuh dan maghrib tidak boleh di qasar.

    Dasar dalilnya yakni Al-Quran Surat Nisa ayat 101.

    Artinya: Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu meng-qasar salat, jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

    Baca juga: Jazakumullah Khairan Katsiran, Arti dan Cara Menjawabnya

    Syarat Sholat Jamak Maghrib dan Isya di Waktu Isya

    1. Menempuh perjalanan jauh

    Syarat pertama untuk bisa menjamak sholat adalah harus dalam keadaan menempuh perjalanan jauh. Namun, tidak setiap perjalanan yang ditempuh bisa melaksanakan sholat jamak karena ada beberapa ketentuan tertentu yang akan dijabarkan sebagai berikut:

    • Melakukan perjalanan jauh bukan untuk hal-hal maksiat. Seperti perjalanan mudik atau travelling.
    • Jarak minimal perjalanan harus mencapai farsakh atau sekitar 60 km, 80 km, 88 km atau 94,5 km menurut beberapa pendapat para ulama.
    • Melaksanakan sholat jamak saat masih berada di dalam perjalanan.
    • Melaksanakan sholat jamak setelah keluar dari batas desa.
    • Melaksanakan sholat jamak tidak boleh makmum dengan orang yang mukim.

    2. Berada di dalam kondisi berbahaya

    Syarat yang terakhir adalah jika kamu berada di dalam kondisi bahaya sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan ibadah sholat wajib, seperti:

    • Bencana alam.
    • Saat perang.
    • Dan lain-lain.

    Tata Cara Menjamak Sholat Maghrib di Waktu Isya

    Tata cara menjamak sholat Maghrib di waktu Isya dengan jamak Takhir ternyata cukup mudah untuk diikuti, berikut adalah ururan dan caranya:

    1. Membaca niat menjamak sholat Maghrib dan Isya menggunakan jamak takhir.

    أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالعِشَاءِ جَمْعَ تأخِيْرٍلِلهِ تَعَالَى  

    Usholli fardhol maghribi tsalasa roka’atin majmu’an bil’isya-i jam’a takhirin lillahi ta’alaa.

    Artinya: “Saya niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat dijamak bersama Isya dengan jamak takhir karena Allah Ta’ala.”

    2. Mengerjakan sholat Maghrib secara lengkap tiga rakaat yaitu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

    3. Berdiri lagi dan membaca niat sholat yang kedua yaitu Isya.

    Usholli fardhol ‘isya-i arba’a roka’atin majmu’an bil maghribi jam’a takhirin lillahi ta’alaa.

    Artinya: “Saya niat sholat fardlu Isya empat rakaat dijamak bersama sholat Maghrib dengan jamak takhir karena Allah Ta’ala.”

    4. Mengerjakan sholat Isya secara lengkap empat rakaat yaitu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

    Sesungguhnya bersama kesulitan, selalu ada kemudahan. Dalam surah Al-Insyrah Allah SWT telah menjamin hal tersebut.

    Bahkan dalam sholat sekalipun masih ada kemudahan ketika ada kesulitan yang menjadi sebab dibolehkannya. Salah satunya adalah cara menjamak sholat Maghrib di waktu Isya.