Category: Sejarah Islam

  • 15 Perempuan Muslim di Berbagai Bidang Perjuangan

    15 Perempuan Muslim di Berbagai Bidang Perjuangan

    Dalam perkembangannya, banyak pihak yang menganggap bahwa ajaran Islam telah mengabaikan hak-hak yang ada pada wanita. Padahal, ada banyak tokoh wanita Islam yang bisa memberikan sumbangsihnya di berbagai bidang perjuangan.

    Hal ini tentu bisa menjadi bukti bahwasanya Islam juga memberikan kesempatan yang sama kepada para wanita untuk berperan. Mereka tetap bisa mengembangkan potensinya dan bermanfaat untuk orang banyak.

    Secara khusus, kami akan membahas siapa saja tokoh wanita muslim yang memiliki peran cukup besar di berbagai bidang perjuangan. Untuk itu, silakan simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

    Perempuan Muslim di Berbagai Bidang Perjuangan

    Perkembangan Islam hingga saat ini tidak terlepas dari peran para wanita muslimah di berbagai bidang, mulai dari pejuang, kaum intelektual, pemimpin, hingga penyair. Berikut ini adalah 15 tokoh perempuan muslim yang patut kita teladani:

    1. Khadijah binti Khuwailid

    Khadijah binti Khuwailid adalah seorang pengusaha sukses pertama yang dikenal dalam sejarah Islam. Khadijah sendiri merupakan istri pertama Rasulullah SAW yang turut membantu setiap kegiatan bisnis nabi dan juga perjalanan dakwahnya.

    Sebagai pemimpin bisnis yang visioner, Khadijah tidak hanya meraih kesuksesan secara finansial saja, tetapi juga memberikan inspirasi kepada generasi perempuan dalam mengejar mimpi mereka terutama dalam bidang bisnis yang kompetitif.

    Sebagai istri pertama Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid mendapatkan julukan sebagai ibu para mukminin (ummul mukminin) sampai kelak akhir jaman. Salah satu tokoh wanita Islam yang sangat layak dijadikan role model wanita sukses.

    Baca juga: 5 Hadist tentang Berbohong beserta Dampaknya pada Fisik dan Mental

    2. Aisyah binti Abu Bakar 

    Aisyah Rahimahullah merupakan anak dari sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Abu Bakar. Ia merupakan istri ketiga Rasulullah yang memiliki peran paling penting dalam penyampaian ajaran Islam di berbagai bidang, termasuk urusan wanita.

    Aisyah binti Abu Bakar juga dikenal karena kecerdasannya yang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan kemampuannya meriwayatkan 2210 hadits selama hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW.

    Tak hanya sebagai perawi banyak hadits saja, lebih dari itu Sayyidah Aisyah juga menjadi tokoh intelektual yang memahami Al-Qur’an, sunnah nabi, hingga hukum-hukum Islam. Perannya sangat besar dalam perkembangan ajaran Islam.

    3. Fatimah al-Zahra binti Muhammad

    Tokoh wanita Islam berikutnya adalah Fatimah al-Zhara yang tidak lain merupakan anak kesayangan Nabi Muhammad SAW bersama dengan Siti Khadijah. 

    Perannya dalam perjuangan Islam sangat penting, terutama pada muslim awal di Mekah dan Madinah.

    Fatimah membersamai Rasulullah SAW dan keluarganya kala itu turut mendapatkan penganiayaan yang cukup keras dari kaum kafir Quraisy saat berada di Mekah. Sampai akhirnya, ia juga ikut dengan Nabi Muhammad hijrah ke Madinah di tahun 622 M.

    Semasa hidup nabi, Fatimah juga ikut berperan secara aktif dalam pendirian dan penegakan agama Islam bersama ayahnya, Nabi Muhammad SAW. Tak lama setelah ikut hijrah ke Madinah, ia pun menikah dengan Ali bin Abi Thalib.

    Fatimah al-Zahra meninggal pada usia yang relatif muda, sekitar delapan atau sembilan bulan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, yaitu pada tahun 632 M. Kematian Fatimah al-Zahra menyebabkan duka mendalam bagi umat Islam saat itu.

    4. Rufaidah binti Sa’ad

    Pada masa awal perjuangan Islam, umat muslim mendapatkan berbagai perlawanan dari para musuh-musuhnya. Dalam masa-masa perang inilah ada satu wanita yang memiliki peran cukup besar bagi kaum muslimin pada zaman Rasulullah.

    Tokoh wanita Islam tersebut adalah Rufaidah binti Sa’ad. Ia merupakan seorang perawat yang membantu pengobatan luka dari para pejuang Islam yang berperang. Beberapa di antaranya seperti Perang Badr, Uhud, Khandaq, hingga Perang Khaibar.

    Rufaidah sendiri terlahir di Kota Yastrib dan tinggal di Madinah. Ia berasal dari kaum Anshar, yaitu golongan yang pertama kali masuk Islam dari Kota Madinah. Ilmu keperawatannya didapat setelah membantu ayahnya yang berprofesi sebagai dokter.

    Keberanian dan dedikasinya dalam memberikan perawatan medis membuatnya dihormati di masyarakat muslim pada masa itu. 

    Selain menjadi perawat di medan perang, tokoh wanita Islam ini juga terlibat dalam pekerjaan sosial dan kemanusiaan, membantu kaum miskin dan memfasilitasi layanan kesehatan di komunitasnya.

    Baca juga: 11+ Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan, Masya Allah!

    5. Asma’ binti Abu Bakar

    Selain Aisyah, Abu Bakar Ash-Shiddiq juga memiliki seorang anak yang bernama Asma’. Ia merupakan kakak kandung dari Aisyah Rahimahullah sekaligus sahabat nabi yang paling terpelajar, penuh integritas, tabah, dan juga pemberani.

    Dalam perjalanan kehidupannya, Asma’ akhirnya menikah dengan al-Zubair bin al-‘Awwam. Dari pasangan inilah kelak dilahirkan seorang tokoh politik sekaligus intelektual Islam terkemuka di awal abad perkembangan Islam.

    Keterlibatan Asma’ binti Abu Bakar terjadi pada saat Pertempuran Yarmouk pada tahun 636 M. Kala itu, kaum muslimin tengah berperang melawan Byzantium. Selepas wafatnya nabi, Asma’ pun menjadi otoritas terkemuka dalam ajaran Agama Islam.

    Salah satu peristiwa yang terkenal adalah ketika Asma’ menggunakan ikat pinggangnya untuk membuat tali sepatu untuk Rasulullah dan Abu Bakar. Ia dijuluki “Dzat an-Nithaqain” atau “Pemilik Dua Ikat Pinggang” karena peristiwa tersebut.

    6. Nusaiba binti Ka’ab al-Anshariyyah

    Tokoh wanita Islam selanjutnya yang cukup berpengaruh dalam perjuangan agama Islam adalah Nusaiba binti Ka’ab al-Anshariyyah. Ia merupakan bagian dari suku Bani Najjar dan termasuk kalangan wanita yang pertama kali masuk Islam.

    Nusaiba juga dikenal dengan sebutan Ummu Umarah atau Singa Merah. Pasalnya, ia merupakan salah satu wanita tangguh yang banyak mengikuti peperangan bersama Rasulullah SAW. Ia sangat berani dan beringas saat berada di medan pertempuran.

    Salah satu kisah cukup terkenal dari Nusaiba adalah ketika perang Uhud. Kala itu, Nusaiba berhadapan dengan kamu kuffar ahli Mekah hingga mengalami luka parah dan pingsan. 

    Akan tetapi, pertanyaan pertamanya setelah siuman adalah “apakah Nabi selamat?.” Hal ini menunjukkan kesetiaan dan komitmennya terhadap Islam.

    7. Rabi‘ah al-‘Adawiyyah

    Rabi‘ah al-‘Adawiyah adalah tokoh wanita Islam yang hidup pada abad ke-8 Masehi. Ia merupakan seorang penganut sufi wanita yang cukup terkenal di kalangan ahli tasawuf atau sufisme. Sebelumnya, Rabi’ah adalah seorang budak yang tinggal di Iraq.

    Setelah bebas dan merdeka, dia lalu memilih untuk menjalani hidup di tempat-tempat yang sunyi untuk bermeditasi dan mencari ketenangan. Di sana, dia menghabiskan waktu untuk mengabdikan hidupnya pada Allah SWT semata.

    Pengabdiannya kepada Allah SWT menghasilkan level penghambaan tingkat tinggi. Rabi’ah mengajarkan bahwa ibadahnya kepada Allah tidak semata mengharap surga dari-Nya atau takut terhadap neraka-Nya, tetapi adalah karena besarnya rasa cinta.

    Baca juga: Cara Menghadapi Masalah Menurut Islam, Salah Satunya Tetap Tenang

    8. Ummu al-Darda’ Huzaima

    Berikutnya, ada Ummu al-Darda’ Hujaima binti Uyayy al-Sughra yang juga merupakan seorang perawi hadits, ahli hukum dan juga guru yang sangat penting, cendekiawan, sekaligus ahli Al-Qur’an (penghafal Qur’an sejak usia muda).

    Dia termasuk perawi hadits yang hidup satu zaman dengan Aisyah binti Abu Bakar, Salman al-Faris, Abu Hurairah, dan para sahabat nabi lainnya. Usai menjalani hidup yang panjang di Madinah, ia pun pergi ke Damaskus dan mengajar ratusan murid.

    Tidak hanya kepada murid-murid perempuan saja, ia juga mengajar kepada sebagian besar murid laki-laki. Bahkan, di antara muridnya juga kelak menjadi seorang Khalifah yang sangat berpengaruh dalam dunia Islam, yaitu ‘Abd al-Malik bin Marwan.

    9. Fatimah al Fihri

    Memiliki nama yang sama dengan putri Nabi Muhammad SAW, Fatimah adalah anak dari Mohammed Bnou Abdullah al-Fihri. Ayahnya merupakan seorang saudagar sukses yang tinggal di Kota Fez, Maroko.

    Setelah ayahnya meninggal, Fatimah lantas mendapatkan warisan kekayaan dari ayahnya tersebut. Fatimah pun tidak menyia-nyiakan harta kekayaan tersebut. Dia lantas menginvestasikan hartanya untuk membangun masjid dan lembaga pendidikan.

    Lembaga pendidikan yang ia bangun secara perlahan berkembang dan menjadi cikal bakal Universitas al-Qarawiyyin atau Al-Karaouine (University of al-Qarawiyyin), yaitu satu-satunya universitas tertua yang masih beroperasi sampai saat ini.

    Universitas ini bukan hanya pusat studi agama, tetapi juga mencakup berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti ilmu kedokteran, ilmu alam, bahasa, dan humaniora. 

    Fatimah al-Fihri dihormati sebagai tokoh yang menginspirasi karena usahanya dalam mendirikan pusat pembelajaran yang berkelanjutan dan pada akhirnya menjadi lembaga pendidikan tertua di dunia.

    10. Lubna dari Kordoba

    Berawal dari seorang budak di Spanyol, tokoh wanita Islam bernama Lubna pada akhirnya berhasil menjadi sosok penting di Istana Umayyah, Kordoba. Ia merupakan seorang ahli di bidang matematika dan menjadi pemimpin di perpustakaan kerajaan.

    Di dalam perpustakaan tersebut, terdapat lebih dari 500.000 judul buku yang bisa dibaca. Seorang cendekiawan terkenal dari Andalusia bernama Ibnu-Bashkuwal mengatakan:

    “Dia unggul dalam menulis, tata bahasa, dan puisi. Pengetahuannya tentang matematika juga sangat besar dan dia juga mahir dalam ilmu-ilmu lain. Tidak ada seorang pun di istana Umayyah yang sehebat dirinya.”

    Sosok Lubna tentu saja menjadi bukti bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam tidak saja dibawa oleh kaum laki-laki saja. Akan tetapi, sumbangsih dari tokoh-tokoh wanita juga sangat kuat dan berpengaruh.

    11. Fatimah binti Muhammad bin Ahmad al-Samarqand

    Fatimah adalah putri dari seorang ahli hukum Hanafi sekaligus penulis kitab Tuhfat al-Fuqaha’ dari Asia Tengah yang cukup terkenal, yaitu Abu Manshur Muhammad bin Ahmad al-Samarqand. Fatimah sendiri juga memiliki kecerdasan luar biasa.

    Ia merupakan seorang ahli Al-Qur’an, fiqih, hadits, dan juga ahli tata bahasa ketika ia sudah beranjak dewasa. Semua pencapaiannya tersebut membuatnya bisa mengeluarkan fatwa yang diakui secara khalayak.

    Berkat keahlian dan kecerdasannya, Fatimah binti Muhammad bin Ahmad al-Samarqand mendapatkan pengakuan dari orang-orang di zamannya sebagai perempuan terpelajar. Pendapatnya juga banyak didengar oleh para penguasa saat itu.

    Selanjutnya, tokoh wanita Islam ini pun menikah dengan ‘Ala’ al-Din Abu Bakr bin Mas‘ud al-Kasan, yaitu seorang ahli hukum hanafi lainnya sekaligus penulis kompendium hukum berjudul Bada‘i al-Shana’i‘ fi Tartib al-Syara’i‘. 

    Tak lama setelah pernikahannya tersebut, Fatimah dan suaminya lantas menetap di Aleppo dan berhasil menjadi ulama terkemuka di dalam sejarah Islam.

    12. Zainab binti Ahmad

    Di pertengahan abad ke-14, tepatnya di tahun 1339, muncul seorang cendekiawan paling terkenal di kalangan Islam bernama Zainab binti Ahmad. Ia merupakan pengikut dari Mahzab Hanbali yang tinggal di Damaskus.

    Sebagai orang yang terpelajar, Zainab binti Ahmad berhasil mendapatkan sertifikasi di berbagai bidang. Salah satu yang utama adalah di bidang hadits. Ia mengajar berbagai kitab kepada murid-muridnya yang berasal dari berbagai tempat.

    Adapun kitab-kitab yang diajarkannya terdiri dari Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Syama’il dari al-Tirmidzi, Al-Muwaththa’ karya Malik bin Anas, hingga Syarh Ma’ani al-Athar dari al-Tahawi.

    Sementara murid-muridnya terdiri dari pengelana Afrika Utara Ibn Battuta (w. 1369), Taj al-Din al-Subki (w. 1355), al-Dhahabi (w. 1348). Nama Zainab binti Ahmad sendiri muncul di beberapa tulisan Ibn Hajar al-Asqalani (w. 1448).

    13. Sayyida al-Hurra

    Salah satu tokoh wanita Islam yang lahir di era kekuasaan Islam di Andalusia adalah Sayyida al-Hurra. Ia sendiri berasal dari kerajaan Nasrid di wilayah Granada. Akan tetapi, ia melarikan diri akibat penyerangan pasukan Kristen Spanyol di tahun 1492.

    Sama seperti kaum muslim Andalusia lainnya, Sayyida al-Hurra juga menetap di Maroko setelah penaklukan bangsa Spanyol. Sampai akhirnya, ia dan suaminya berhasil menjadi pemimpin Kota Tetouan di Pantai Utara.

    Sayyida al-Hurra lantas menjadi satu-satunya penguasa Kota Tetouan setelah kematian suaminya. Ia lantas mengubah kota ini menjadi basis utama angkatan laut guna menjalankan misi balas dendam melawan Spanyol dan Portugal.

    Untuk menjalankan misi tersebut, dia pun menjalin kerjasama dengan laksamana Hayreddin Barbarossa di Aljazair. Alhasil, mereka berhasil memberikan pukulan telak kepada kekaisaran Spanyol, khususnya di wilayah Afrika Utara dan Mediterania Barat.

    14. Tjut Nyak Dien

    Tokoh wanita muslim kali ini datang dari dalam negeri, yaitu Tjut Nyak Dien. Ia merupakan seorang pahlawan Nasional Indonesia yang memainkan peran penting selama Perang Aceh melawan penjajah Belanda pada akhir abad ke-19.

    Ia lahir pada 1848 di Lampadang, Aceh, dan meninggal pada 1908. Tjut Nyak Dien dikenal sebagai salah satu pejuang yang gigih dan berani melawan kolonialisme. Keberaniannya tidak kalah dengan para pejuang laki-laki pada saat itu.

    Pada usia muda, Tjut Nyak Dien menikah dengan Teuku Umar, seorang pejuang Aceh yang kemudian menjadi panglima perang. Setelah suaminya gugur dalam pertempuran, Tjut Nyak Dien melanjutkan perjuangan melawan Belanda.

    Namanya semakin dikenal setelah ia tertangkap oleh Belanda pada tahun 1905. Meskipun dihadapkan pada tekanan dan penderitaan, Tjut Nyak Dien tidak pernah mau untuk menyerah. 

    Ia tetap setia dengan tekadnya demi melawan penjajahan di Tanah Aceh. Setelah ditangkap, Tjut Nyak Dien diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat, hingga tahun 1908. Kisah kepahlawanannya tentu sangat menginspirasi kaum muslimah di Indonesia.

    15. Nana Asma’u

    Nana Asma’u adalah seorang intelektual, penyair, dan pemikir Muslimah yang hidup pada abad ke-19 di wilayah yang sekarang menjadi Nigeria. Ia lahir pada tahun 1793 di Sokoto, sebuah kota yang merupakan bagian dari Kekhalifahan Sokoto. 

    Kekhalifahan Sokoto sendiri didirikan oleh Usman dan dikembangkan oleh putranya, Muhammad Bello. Nana Asma’u adalah putri dari Usman dan cucu dari Sheikh Uthman dan Fodio, tokoh-tokoh utama dalam gerakan reformasi Islam di wilayah tersebut. 

    Ia tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan pemikiran Islam dan juga nilai-nilai pendidikan. Nana Asma’u dikenal karena kontribusinya dalam memajukan pendidikan dan pelestarian budaya Islam di Afrika Barat.

    Salah satu karya terkenalnya adalah “Yan Taru,” sebuah kumpulan puisi dan tulisan prosa yang mencerminkan nilai-nilai agama, etika, dan pendidikan. 

    Nana Asma’u juga aktif dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan mendorong pendidikan bagi perempuan di masyarakatnya.

    Itulah dia para tokoh wanita Islam yang sangat berpengaruh dalam perjuangan Islam di berbagai zaman. Hal ini sekaligus membuktikan bahwasanya Islam tidak menutup hak-hak para wanita untuk mengambil peran di berbagai bidang.

  • 10 Nama Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga, Sudah tahu?

    10 Nama Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga, Sudah tahu?

    Sepanjang hidupnya, Rasulullah SAW selalu ditemani oleh sahabat-sahabat setia yang selalu berada di sisinya dalam berbagai situasi. Sebagai imbalan atas kesetiaan mereka, Allah menjamin 10 sahabat Nabi Muhammad untuk masuk surga.

    Sahabat Nabi adalah sebutan bagi mereka yang hidup pada masa Nabi dan mengikuti serta mendukung ajaran-ajarannya. Mereka memiliki peran penting dalam sejarah Islam karena telah memberikan kontribusi besar dalam penyebaran agama Islam.

    Sahabat Nabi berasal dari berbagai latar belakang dan profesi. Namun, mereka semua memiliki persamaan dalam cinta mereka kepada Allah dan Nabi Muhammad, serta bertekad untuk memperjuangkan kebenaran.

    Nama Sahabat Nabi Muhammad yang Dijamin Masuk Surga

    Dalam beberapa riwayat hadits, disebutkan bahwa ada 10 sahabat nabi yang telah dijamin masuk surga. Atas izin Allah, mereka masuk surga tanpa hisab. 

    Mereka masuk surga tanpa hisab karena keimanan dan kecintaan mereka kepada Allah SWT melebihi apapun. Para sahabat nabi ini juga sudah melewati berbagai ujian dan cobaan dari Allah SWT dengan berbekal iman dan taqwa.

    Lalu siapa saja sahabat nabi yang dimaksud? Mengapa 10 sahabat tersebut dijamin masuk surga? Hadits yang diriwayatkan ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    أَبُو بَكْرٍ فِى الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِى الْجَنَّةِ وَعُثْمَانُ فِى الْجَنَّةِ وَعَلِىٌّ فِى الْجَنَّةِ وَطَلْحَةُ فِى الْجَنَّةِ وَالزُّبَيْرُ فِى الْجَنَّةِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِى الْجَنَّةِ وَسَعْدٌ فِى الْجَنَّةِ وَسَعِيدٌ فِى الْجَنَّةِ وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ فِى الْجَنَّةِ

    Artinya:

    “Abu Bakar di surga, ‘Umar di surga, ‘Utsman di surga, ‘Ali di surga, Thalhah di surga, Az-Zubair di surga, ‘Abdurrahman bin ‘Auf di surga, Sa’ad (bin Abi Waqqash) di surga, Sa’id (bin Zaid) di surga, Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah di surga.” (HR. Tirmidzi, no. 3747 dan Ahmad).

    Berdasarkan hadits tersebut, 10 sahabat nabi Muhammad yang dijamin masuk surga antara lain Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Al-Khaththab, Utsman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin ‘Ubaidillah, Az-Zubair bin Al-‘Awwam, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Sa’id bin Zaid dan Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah.

    Bagaimana kisah para sahabat nabi tersebut hingga dijamin masuk surga? Berikut kisah singkat perjalanan hidupnya:

    1. Abu Bakar As-Shiddiq

    Abu Bakar As-Shiddiq merupakan sahabat utama Nabi Muhammad SAW. Ia adalah salah satu orang yang pertama mempercayai Nabi dan memeluk agama Islam. 

    Setelah wafatnya Nabi, Abu Bakar menjadi yang pertama dalam melanjutkan kepemimpinan sepeninggal Nabi.

    Ketika Nabi menyebarkan agama Islam di tanah Arab, Abu Bakar selalu setia mendampingi dan melindungi Nabi. Dia juga menjadi teman setia nabi saat peristiwa hijrah dari Mekkah ke Madinah. 

    Meskipun seringkali menghadapi ancaman pembunuhan, Abu Bakar tetap teguh dan berani membela Islam. Dia dikenal karena sifat-sifat kelembutan, kesabaran, dan kejujuran sehingga dijuluki “As-Shiddiq”, yang berarti “orang yang selalu berkata benar.”

    Menurut catatan sejarah Islam, Abu Bakar juga dikenal sebagai seorang pedagang. Abu Bakar juga merupakan hakim yang memiliki posisi tinggi dalam masyarakat, seorang yang berpengetahuan, dan seorang tafsir mimpi yang terampil. 

    Nabi Muhammad SAW sangat mempercayai Abu Bakar. Di akhir hidup Nabi, Abu Bakar ditunjuk sebagai imam shalat berjamaah. Yang memberikan indikasi bahwa dia akan menjadi pengganti Nabi sebagai khalifah umat Islam.

    Baca juga: 3 Arti Mimpi Membunuh Orang menurut Islam, Hanya Bunga Tidur saja?

    2. Umar bin Khattab

    Sahabat Nabi Muhammad kedua yang dijamin masuk surga adalah Umar bin Khattab. Meskipun pada awalnya memiliki niatan untuk membunuh Nabi ketika agama Islam pertama kali muncul di Mekkah, Umar mengalami perubahan besar dalam hidupnya.

    Umar mendapat petunjuk dan hidayah ketika dia mendengar saudarinya membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Tanpa ragu, ia langsung bertaubat dan memeluk agama Islam. 

    Umar menjadi salah satu dari Khulafaur Rasyidin yang paling berpengaruh dalam penyebaran agama Islam. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat berani, siap mengangkat pedangnya dan berjuang dengan gigih untuk membela agama Allah. 

    Salah satu sifat yang patut dicontoh dari Umar adalah keberaniannya dalam menyuarakan perbedaan antara yang haq dan yang batil. Oleh karena itu, dia diberi julukan “Al-Faruq” yang berarti “pembeda antara yang salah dan benar.”

    Kepemimpinan Umar bin Khattab setelah wafatnya Abu Bakar sangat dihormati dan diakui. Bahkan menjadikan Islam menyebar hingga sepertiga dari penduduk dunia pada saat itu. Dia lahir dalam keluarga yang memiliki kecukupan, tidak kaya tidak miskin. 

    Sebelum masuk Islam, Umar termasuk orang yang disegani lantaran banyak menjuarai pertandingan gulat di Mekah. Pada saat masa jahiliyah, terdapat tradisi mengubur anak perempuan hidup-hidup. Umar pun turut melakukannya.

    Namun, setelah masuk Islam, Umar menyesali perbuatannya. Ia juga berhenti dari mabuk-mabukan, tidak pernah lagi menyentuh alkohol.

    Sepeninggal Rasulullah SAW dan Abu Bakar, Umar menjabat sebagai khalifah yang tegas dan adil. Adapun jasanya antara lain melakukan jihad dan penaklukan, mengadakan perang Jembatan, perang Qadisiyah, perang Buwaib, penaklukan Jalula, penaklukan Ahwaz, penaklukan Hulwan, penaklukan Nahawand, dan sebagainya.

    Pada masa Umar juga pertama kali ada penanggalan Hijriah, pencetus ronda malam, menghidupkan shalat tarawih berjamaah, menerangi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dan mendirikan lembaga kajian Al-Quran. 

    3. Utsman bin Affan

    Selain Abu Bakar dan Umar, Utsman bin Affan juga termasuk dalam golongan assabiqunal awwalun, yaitu orang-orang pertama yang masuk Islam. Utsman dikenal sebagai seorang pedagang kaya di Mekkah. 

    Meskipun memiliki kekayaan yang melimpah, ia memiliki sifat-sifat yang patut dijadikan teladan. Umar merupakan orang yang murah hati, sopan, berbicara dengan lemah lembut, dan selalu menggunakan kekayaannya untuk bersedekah dan membayar zakat.

    Sahabat Nabi Muhammad ini juga dikenal sebagai seorang pemimpin yang sangat peduli terhadap masalah sosial. Contohnya adalah pengabdiannya dalam mewakafkan sumur yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat saat musim kemarau tiba.

    Utsman dinikahkan oleh Nabi dengan putrinya, Ruqayah. Ruqayah meninggal lalu Nabi menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain, yakni Ummu Kultsum. Dari perkawinan ini lahir Abdullah. Karena itulah Utsman diberi julukan “Dzun Nuraian” berarti memiliki dua cahaya.

    Dia kemudian menjadi khalifah menggantikan posisi Umar bin Khattab. Selama masa kepemimpinannya, banyak kemajuan terjadi dalam bidang infrastruktur dan perkembangan Islam. Contohnya pendirian angkatan laut pertama untuk umat Islam.

    Kematian Utsman bin Affan terkenal tragis dan menyentuh hati. Dia dibunuh oleh sekelompok pemberontak ketika sedang membaca Al-Qur’an. Utsman wafat sebagai syahid.

    Baca juga: 5 Doa Tolak Bala Arab, Latin, Arti, dan Waktu Terbaik untuk Berdoa

    4. Ali bin Abi Thalib

    Sahabat Nabi Muhammad berikutnya yang dijamin masuk surga adalah Ali bin Abi Thalib. Ali adalah orang kedua yang dengan cepat mempercayai wahyu Allah yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW dan memeluk agama Islam.

    Tidak mengherankan, Allah SWT telah menjanjikan surga tanpa hisab bagi Ali bin Abi Thalib. Kesetiaan Ali terhadap agama Islam telah tumbuh sejak usia dini. Beliau belajar langsung dari Nabi Muhammad SAW mengenai ajaran Islam.

    Sebagai seorang Muslim yang berjuang di jalan Allah, Ali bin Abi Thalib tak pernah absen dalam medan perang untuk membela Islam. Bahkan, Ali pernah menggantikan peran Rasulullah ketika kaum Quraisy berencana untuk menyusul dan menangkapnya.

    Tiga hari kemudian, Ali berangkat sendirian untuk menyusul Nabi yang telah hijrah lebih dulu ke Madinah. Dalam perjalannya, Ali bergerak di malam hari dan bersembunyi di siang hari untuk menghindari serangan dari kaum Quraisy.

    Ali bin Abi Thalib kemudian menjadi khalifah, menggantikan Utsman bin Affan beberapa tahun setelah wafatnya Utsman. Selama masa kepemimpinannya, Ali dihadapkan pada berbagai tantangan akibat pemberontakan yang terjadi di berbagai tempat. 

    5. Thalhah bin Ubaidillah 

    Berikutnya Thalhah bin Ubaidillah. Thalhah merupakan seorang sahabat Nabi Muhammad dari suku Quraisy yang diberi banyak julukan oleh Nabi. Julukan itu menggambarkan sifat-sifat baiknya, kemurahan hati, dan kedermawanan.

    Salah satu julukannya yaitu Burung Elang karena memiliki tatapan yang sangat tajam. Nabi juga menyebut nama Thalhah sebagai salah satu sahabatnya yang akan masuk surga. 

    Ketika perang Uhud terjadi, Thalhah dengan gigih berdiri sebagai perisai melindungi Rasulullah dari serangan kaum Quraisy. Akibatnya, Thalhah kehilangan jari-jarinya dalam pertempuran tersebut.  Pada perang inilah Talhah menjadi sahabat terbaik menurut Rasulullah SAW.

    Thalhah akhirnya meninggal sebagai syahid saat terlibat dalam pertempuran Jamal. Nabi Muhammad bahkan pernah bersabda bahwa jika seseorang ingin melihat syahid di muka bumi, maka mereka seharusnya melihat Thalhah Ubaidillah. 

    6. Zubair bin Awwam

    Zubair bin Awwam telah memeluk Islam ketika usianya masih sangat muda, yaitu pada usia 15 tahun. Beliau adalah saudara sepupu Nabi dan termasuk dalam kelompok orang-orang pertama yang menerima ajaran agama Islam.

    Sepanjang hidupnya, Zubair selalu menjadi penjaga setia dan pendukung Rasulullah. Bahkan, ia sampai ikut hijrah ke Habasyi atau Ethiopia, lalu kembali ke Madinah.

    Pada awal memeluk Islam, ia menghadapi ujian berat yang mana ia disiksa oleh pamannya, Naufal bin Khuwailid. Namun, karena keyakinannya yang teguh ia tidak ragu untuk memeluk Islam.

    Allah SWT menjanjikan surga bagi Zubair dengan memasukkannya ke dalam daftar 10 sahabat Nabi Muhammad yang dijamin masuk surga.

    Baca juga: 250 Nama Bayi Perempuan Islam dan Artinya Terlengkap

    7. Abdurrahman bin Auf

    Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai seorang sahabat Nabi yang sangat dermawan. Beliau juga termasuk orang-orang pertama masuk Islam. Selain itu, Abdurrahman bin Auf juga termasuk dalam daftar 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga.

    Abdurrahman bin Auf adalah seorang pengusaha yang sangat berdedikasi. Meskipun begitu, beliau tidak pernah ragu untuk berpartisipasi dalam medan perang. Dalam perang Uhud, beliau bahkan mengalami 20 luka tusukan dan kehilangan giginya.

    Ia juga termasuk dalam kelompok sahabat yang ikut hijrah bersama Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Tak ragu, ia membawa seluruh harta miliknya ketika hijrah. Namun, di tengah perjalanan, para pemimpin Quraisy merampas seluruh kekayaannya.

    Abdurrahman bin Auf dan sahabat lainnya sering berlomba-lomba untuk beramal. Bahkan, ia pernah menjual sebidang tanahnya dengan harga 40 ribu dinar. Seluruh hasil penjualan tersebut ia sumbangkan kepada fakir miskin.

    Sebelum wafatnya pun Abdurrahman bin Auf terus berbagi. Misalnya ketika ia menyumbangkan 400 dinar kepada orang-orang yang selamat dari perang Badar.

    8. Sa’ad bin Waqqash 

    Sa’ad bin Waqqash nama aslinya adalah Sa’ad bin Malik Az-Zuhri. Ia merupakan paman Nabi Muhammad yang dilahirkan dalam keluarga kaya dan terhormat. Karakternya sifat serius dan berpikiran visioner.

    Ketika itu Sa’ad diajak oleh Abu Bakar untuk bertemu Rasulullah. Setelah mendengar penjelasan Nabi tentang agama Islam, Sa’ad tersentuh dan akhirnya memeluk agama Allah SWT.

    Keputusan ini dihadapi dengan tantangan berat dari keluarganya, terutama oleh ibunya. Ibunya mengancam akan bunuh diri dengan tidak makan dan minum selama berhari-hari, tubuhnya menjadi semakin kurus dan membuat Sa’ad sangat sedih.

    Meskipun sangat mencintai ibunya, Sa’ad memiliki tekad kuat untuk tetap berpegang pada jalan Allah dengan memeluk Islam. Akhirnya, ibunya menyadari tekadnya dan menghentikan ancaman bunuh diri.

    Sa’ad menyadari bahwa cintanya kepada Allah SWT lebih tinggi. Sa’ad bin Waqqash menjadi bagian penting dalam sejarah. Sebab, ia adalah orang pertama yang melepaskan anak panah untuk membela Islam dalam pertempuran Uhud.

    Dalam setiap pertempuran, kehadiran Sa’ad bin Waqqash membuat pasukan Muslim merasa lebih tenang. Kemampuannya dalam mengalahkan musuh, ketaqwaannya pada Allah SWT, dan perhatiannya terhadap kebaikan membuat pasukan merasa yakin.

    Sa’ad dikenal karena keberaniannya dalam berperang. Bahkan setelah wafatnya Nabi, ia tetap menjadi prajurit yang diandalkan oleh para khalifah. Ia meninggal pada usia 80 tahun, menjadikannya salah satu sahabat Nabi yang hidup paling lama.

    9. Sa’id bin Zaid

    Sa’id bin Zaid adalah nama berikutnya dalam daftar 10 sahabat Nabi Muhammad yang dijamin masuk surga. Beliau termasuk dalam kelompok assabiqunal awwalun, yaitu orang-orang pertama yang masuk Islam.

    Bersama istrinya, Fathimah bin Khattab yang merupakan adik dari Umar bin Khattab, Sa’id memeluk agama Islam dan setia membela agamanya. Sa’id selalu turut dalam medan perang yang diikuti oleh Rasulullah SAW, kecuali dalam perang Badar.

    Pada awal masuk Islam, Sa’id menghadapi tekanan dan penyiksaan yang berat dari keluarganya sendiri. Termasuk dari Umar bin Khattab yang saat itu belum menjadi seorang Muslim. Umar bahkan pernah memukul Sa’id hingga wajahnya berdarah.

    Sa’id tetap bersabar dalam menghadapi cobaan tersebut. Hal ini menggerakkan hati Umar sehingga ia akhirnya terenyuh dan menerima Islam. Selain kesabarannya, Sa’id juga terkenal karena keteguhannya dan keberaniannya dalam peperangan.

    Bahkan, ia turut berpartisipasi dalam penaklukan wilayah Syam yang meliputi negara Suriah dan daerah sekitarnya. Sa’id wafat setelah beberapa sahabat Nabi lainnya telah meninggal dunia.

    10. Abu Ubaidah bin Jarrah

    Nama terakhir dalam daftar 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga adalah Abu Ubaidah bin Jarrah. Beliau adalah sosok yang dikenal sebagai pemimpin di antara para pemimpin atau disebut juga Amirul Umara.

    Abu Ubaidah bin Jarrah memeluk Islam melalui pengaruh Abu Bakar As-Shiddiq. Beliau menjadi seorang Muslim di awal-awal kebangkitan Islam, bahkan sebelum Nabi Muhammad mendirikan Darul Arqam.

    Beliau aktif berpartisipasi dalam medan perang bersama Nabi. Dalam Pertempuran Badar, Abu Ubaidah tercatat sebagai orang yang membunuh ayahnya sendiri yang merupakan seorang kafir penentang Islam.

    Dalam sejarah lainnya, selama Pertempuran Uhud, Abu Ubaidah melindungi Rasulullah dari serangan musuh. Pada perang tersebut, ia kehilangan dua giginya.

    Walaupun menghadapi banyak cobaan berat selama perang, Abu Ubaidah tidak pernah menyerah dalam berjuang di jalan Allah SWT. Bahkan, saat Abu Bakar menjadi khalifah, Abu Ubaidah dipilih sebagai panglima perang yang memimpin pasukan Muslim melawan Kekaisaran Romawi.

    Daftar 10 sahabat Nabi Muhammad yang dijamin masuk surga memberikan keteladanan yang luar biasa. Mereka merupakan pemimpin bijak dan berani yang memiliki keteguhan iman untuk terus berada di jalan Allah dan membela Rasulullah.

    Para sahabat ini dihormati dan dihargai atas jasa-jasanya dalam menyebarkan agama Islam. Pengorbanan mereka semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita umat Muslim untuk mengikuti jejak dalam memperjuangkan kebenaran.

  • Peristiwa Isra Miraj, Perjalanan Suci Nabi Muhammad SAW

    Peristiwa Isra Miraj, Perjalanan Suci Nabi Muhammad SAW

    Isra Miraj merupakan peristiwa penting dalam Islam yang menggambarkan keajaiban dan kebesaran Allah SWT. 

    Perjalanan luar biasa ini juga mengandung pesan-pesan penting tentang ketaatan, kesabaran hingga turunnya perintah Shalat dalam Islam.

    Peristiwa ini menjadi bukti bahwa keimanan dan ketakwaan harus tunduk kepada Allah SWT sebagai Maha Kuasa. Selain itu, peristiwa ini menjadi salah satu bentuk kekuasaan Allah kepada Muhammad SAW sebagai perantara-Nya.

    Pengertian Isra Miraj

    Dalam bahasa, Isra’ berasal dari kata “saro” yang artinya adalah perjalanan di malam hari. Sementara, menurut istilah Isra merupakan perjalanan Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril dari kota Mekkah ke Baitul Maqdis.

    Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

    سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

    Sub-ḥānallażī asrā bi’abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī’ul-baṣīr.

    Artinya:

    “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Isra: 1).

    Sedangkan, Mi’raj secara bahasa merupakan suatu alat atau tunggangan yang digunakan oleh Rasulullah SAW untuk naik. Secara istilah, Mi’raj memiliki makna tangga khusus untuk Rasulullah naik dari bumi menuju atas langit.

    Baca juga: Hadis Tentang Ciri Ciri Orang Munafik yang Wajib Diketahui

    Peristiwa Isra Miraj

    Peristiwa Isra Miraj adalah salah satu peristiwa paling luar biasa dalam sejarah Islam yang menggambarkan perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW ke langit dan pertemuan dengan Allah SWT.

    Perjalanan ini juga dituliskan dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

    وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى. مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى. وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى. عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى. ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى. وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى. ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى. فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى. فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى. مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى. أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى. وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى. عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى. عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى. إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى. مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى. لَقَدْ رَأَى مِنْ ءَايَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى

    Artinya:

    “Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm: 1-18).

    Alur Lengkap Peristiwa Isra Miraj

    Terdapat banyak sahabat yang mengurutkan kejadian peristiwa besar Rasulullah SAW. Tercatat sebanyak 16 sahabat Rasulullah yang meriwayatkan kisah lengkap Isra Miraj tersebut.

    Dari banyaknya hadits shahih ini, Rasulullah SAW bersabda dengan bunyi:

    “Didatangkan kepadaku Buraaq yaitu yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya (maksudnya langkahnya sejauh pandangannya). Maka saya pun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu saya mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para Nabi. Kemudian saya masuk ke masjid dan shalat 2 rakaat kemudian keluar. Kemudian datang kepadaku Jibril ‘alaihis salaam dengan membawa bejana berisi khamar dan bejana berisi air susu. Aku memilih bejana yang berisi air susu. Jibril kemudian berkata: “Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrah.”

    Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit (pertama) dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril.” Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab: “Dia telah diutus.” Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Adam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik ke langit kedua, lalu Jibril ‘alaihis salaam meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril.” Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab: “Dia telah diutus.” Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kedua) dan saya bertemu dengan Nabi ‘Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariya sholawatullahi ‘alaihi maa, Beliau berdua menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

    Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketiga dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril.” Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab: “Dia telah diutus.” Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketiga) dan saya bertemu dengan Yusuf ‘alaihis salaam yang beliau telah diberi separuh dari kebagusan (wajah). Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keempat dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril.” Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab: “Dia telah diutus.” Maka dibukakan bagi kami (pintu langit keempat) dan saya bertemu dengan Idris alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. 

    Allah berfirman:

    وَرَفَعْنَٰهُ مَكَانًا عَلِيًّا

    Wa rafa’nāhu makānan ‘aliyyā.

    Artinya:

    “Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS. Maryam: 57).

    Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit kelima dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril.” Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab: “Dia telah diutus.” Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kelima) dan saya bertemu dengan Harun ‘alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

    Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keenam dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril.” Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab: “Dia telah diutus.” Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Musa. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

    Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril.” Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab, “Muhammad” Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab, “Dia telah diutus.” Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan saya bertemu dengan Ibrahim. Beliau sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma’mur. Setiap hari masuk ke Baitul Ma’mur tujuh puluh ribu malaikat yang tidak kembali lagi.

    Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar. Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, dia pun berubah sehingga tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang sanggup menggambarkan keindahannya.

    Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Diwahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam.  Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas umatmu?.” Saya menjawab: “50 shalat.” Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya umatku tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Israil.”

    Beliau bersabda: “Maka saya pun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk umatku.” Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata: “Allah mengurangi untukku 5 shalat.” Dia berkata: “Sesungguhnya umatku tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan.”

    Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman: “Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang mendoakan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikit pun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu kejelekan.”

    Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa ’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mohonlah keringanan”, maka saya pun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai saya pun malu kepada-Nya.” (HR. Muslim No. 162).

    Peristiwa Isra Miraj menjadi bukti bahwa kekuasaan Allah SWT merupakan mutlak dan kita sebagai umat yang taat harus menjalankan perintah tersebut tanpa terkecuali. Semoga kita selalu menjadi orang taat dan diberkahi oleh Allah SWT.

  • 5 Dongeng Anak Islami Terpopuler, tentang Sholat hingga Akhlak

    5 Dongeng Anak Islami Terpopuler, tentang Sholat hingga Akhlak

    Sampai saat ini, dongeng masih menjadi salah satu cara yang cukup efektif untuk menanamkan nilai-nilai Islam pada diri anak. Terlebih, ada begitu banyak dongeng anak Islami yang bisa kita ceritakan pada mereka.

    Dengan adanya dongeng-dongeng tersebut, seorang anak secara perlahan akan memahami nilai-nilai kebaikan Islam dari dalam sebuah cerita. Ia juga akan merefleksikan nilai-nilai tersebut untuk kehidupannya sehari-hari, termasuk ajaran tentang sholat.

    Dalam hadits disebutkan bahwa perintah sholat harus kita berikan sejak anak usia 7 tahun. Oleh karena itu, kita bisa memulainya dengan menceritakan dongeng-dongeng tentang sholat dan juga akhlak sedari mereka kecil.

    Dongeng Anak Islami Terpopuler

    Jika mau mencari, sebenarnya ada banyak sekali judul dongeng Islami yang bisa kita ceritakan kepada anak. Berikut ini adalah 5 contoh dongeng populer yang menceritakan nilai-nilai Islam, mulai dari sholat, sedekah, hingga kebaikan akhlak:

    1. Kisah Qarun yang Tertimbun Bersama Hartanya

    Kisah Qarun yang Tertimbun Bersama Hartanya

    Dongeng anak Islami pertama yang bisa kita ceritakan kepada anak adalah kisah tentang Qarun. Tidak hanya sekedar dongeng semata, kisahnya juga tercantum di dalam Al-Qur’an, yaitu Surat Al-Qashash ayat 76, yang berbunyi:

    إِنَّ قَٰرُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ مِنَ ٱلْكُنُوزِ مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥ لَتَنُوٓأُ بِٱلْعُصْبَةِ أُو۟لِى ٱلْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُۥ قَوْمُهُۥ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْفَرِحِينَ

    Inna qārụna kāna ming qaumi mụsā fa bagā ‘alaihim wa ātaināhu minal-kunụzi mā inna mafātiḥahụ latanū`u bil-‘uṣbati ulil-quwwati iż qāla lahụ qaumuhụ lā tafraḥ innallāha lā yuḥibbul-fariḥīn.

    Artinya:

    Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.”

    Dari ayat di atas dapat kita ketahui bahwa Qarun merupakan salah satu umat Nabi Musa a.s. yang memiliki kelebihan berupa kekayaan harta benda, tetapi berlaku tidak adil dan juga sombong. Adapun kisah Qarun selengkapnya adalah sebagai berikut:

    **

    Dikisahkan pada zaman Nabi Musa a.s., tinggallah seorang laki-laki bernama Qarun yang memiliki harta kekayaan yang sangat berlimpah. Ia merupakan sepupu Nabi Musa yang diberi kelebihan oleh Allah SWT berupa harta kekayaan yang sangat melimpah.

    Saking banyaknya harta benda Qarun, Ia sampai mempekerjakan sepuluh orang kuat hanya untuk membawa kunci-kunci gudangnya. Selain itu, Ia juga selalu menggunakan pakaian mewah hingga kainnya memanjang melebihi mata kakinya. 

    Dengan harta yang dimilikinya, Qarun bukanya menjadi sosok yang dermawan, tetapi justru berlaku sombong dan zalim terhadap umat Nabi Musa yang miskin. Tidak ada yang berani dengannya karena Ia sendiri merupakan kaki tangan dari Fir’aun.

    Sebenarnya, dibalik sifatnya yang sombong, Qarun memiliki beberapa kelebihan dalam dirinya. Dua di antaranya adalah mahir dalam membaca Kitab Taurat dan memiliki kecerdasan yang tinggi sehingga menguasai beberapa ilmu pengetahuan.

    Sebelum diberi limpahan harta yang sangat banyak, Qarun adalah laki-laki miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ia juga merupakan pribadi yang taat kepada Nabi Musa a.s. dan semua ajarannya.

    Suatu ketika, Ia meminta Nabi Musa agar mendoakannya menjadi kaya raya. Nabi Musa lantas berdoa kepada Allah agar memberikan kekayaan padanya. Tak lama, doa Nabi Musa pun dikabulkan oleh Allah dan Qarun berubah menjadi orang yang kaya.

    Sayangnya, sifatnya berubah tatkala ujian kekayaan diberikan padanya. Ia menjadi orang yang sangat pelit dan kikir. Gaya hidupnya mengikuti bangsa Mesir yang saat itu jauh lebih tinggi status sosialnya dibanding kaum Bani Israil.

    Suatu hari, Qarun ingin menunjukkan harta bendanya kepada semua orang dengan berjalan-jalan membawa semua hartanya. Tak lupa Ia memakai koleksi baju terbaiknya, membawa para pengawalnya, hingga membawa kunci-kunci gudangnya.

    Qarun lantas berkata, “Bawalah semua harta-harta yang kumiliki! Hari ini, akan kutunjukkan pada semua orang apa saja harta yang kumiliki. Bawalah emas, perak, perunggu, dan semua barang-barang mewahku.”

    “Saat kita lewat nanti, aku ingin semua orang mengagumi kekayaan yang kumiliki,” imbuhnya.

    Melihat hal itu, orang-orang yang iri berandai-andai agar bisa memiliki kekayaan sepertinya. Sementara orang-orang beriman selalu menasehatinya agar selalu berbuat baik kepada kaumnya dan tidak menzaliminya.

    Hal ini seperti disebutkan dalam QS. Al-Qashash ayat 80:

    وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ

    Wa qālallażīna ụtul-‘ilma wailakum ṡawābullāhi khairul liman āmana wa ‘amila ṣāliḥā, wa lā yulaqqāhā illaṣ-ṣābirụn

    Artinya:

    Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar.”

    Mendengar nasehat-nasehat tersebut, Qarun justru menjawabnya dengan penuh kesombongan. Ia menganggap bahwa harta yang diberikan Allah kepadanya adalah semata karena ilmu yang dimilikinya dan ia memang pantas mendapatkannya.

    Selain itu, Qarun juga memfitnah Nabi Musa telah melakukan hubungan terlarang dengan seorang perempuan. Hingga akhirnya, semua itu terbukti bohong. 

    Atas perbuatannya yang telah melampaui batas, Nabi Musa pun berdoa kepada Allah agar Qarun tertelan ke dalam bumi beserta seluruh harta-hartanya. Seketika, doa itu dikabulkan oleh Allah SWT dan binasalah Qarun beserta hartanya.

    **

    Kisah ini menunjukkan kepada kita akan pentingnya rasa syukur. Anak akan memahami bahwa harta dan kekayaan bisa dengan mudah diberikan oleh Allah, dan begitu mudah pula bagi-Nya untuk menghilangkannya dari kita.

    Baca juga: 25 Nama Nama Nabi dan Rasul Berurutan dan Mukjizatnya

    2. Kisah Ahli Ibadah yang Selamat dari Hewan Buas

    Dongeng anak Islami berikutnya, menceritakan tentang seorang ahli ibadah bernama Amir bin Abd Qais. Dikisahkan bahwa Ia merupakan seorang yang sangat mulia di kalangan Tabi’in dan memiliki beberapa karamah.

    Salah satunya adalah ketika Ia sedang melaksanakan sholat di sebuah bukit. Ia tetap khusyuk menunaikan sholat meskipun ada binatang buas di dekatnya. Adapun kisah selengkapnya adalah sebagai berikut:

    **

    Pada suatu hari seorang ahli ibadah bernama Amir bin Abd Qais sedang menunaikan sholat di sebuah bukit. Tiba-tiba, datang dari arah belakang seekor binatang buas yang tidak lain adalah singa dengan badan yang cukup besar.

    Singa tersebut tampak berjalan mendekati dan coba menerkamnya. Bahkan, kakinya yang besar dan kukunya yang tajam sudah mulai terangkat dan memegang pundak Amir bin Abd Qais.

    Akan tetapi, Amir bin Abd Qais tampak tidak bergeming sedikitpun. Ia bahkan tetap khusyu dalam menjalankan sholatnya. Saat singa tersebut mendekatinya, ia sedang membaca QS. Hud Ayat 103 yang berbunyi:

    إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ

    Inna fī żālika la`āyatal liman khāfa ‘ażābal-ākhirah, żālika yaumum majmụ’ul lahun-nāsu wa żālika yaumum masy-hụd.

    Artinya:

    “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).”

    Melihat tidak ada reaksi apa pun dari Amir bin Abd Qais, singa itu lantas pergi begitu saja. Lantas, kejadian tersebut membuat banyak orang yang berada di sekitar situ bertanya-tanya keheranan.

    Mereka pun bertanya kepada Amir bin Abd Qais, “Demi Allah, apakah kamu tidak takut dengan kejadian yang baru saja kamu alami?”

    “Sungguh aku akan sangat malu pada Allah SWT jika harus takut kepada hal lain selain daripada-Nya,” jawab Amir bin Abd Qais kepada orang-orang tersebut.

    Di setiap kesempatan, ia juga sering berkata pada sahabat-sahabatnya bahwa siapa saja yang takut pada Allah, maka Allah akan membuat segala sesuatu takut kepadanya.

    Sebaliknya, siapa saja yang tidak takut kepada Allah, maka Allah juga tidak akan membuat segala sesuatu takut kepadanya.

    **

    Dari kisah ini, kita bisa mengambil hikmah bahwa kekhusyukan kita saat beribadah akan membuat kita selamat dari segala bahaya. Kisah ini juga cocok menjadi dongeng anak Islami untuk menjelaskan betapa sholat bisa menyelamatkan hidup kita.

    3. Dongeng Manusia yang Jadi Sahabat Setan

    Cerita berikutnya merupakan cerita ringan yang mengisahkan tentang persahabatan antara manusia dan setan. Entah bagaimana awalnya mereka berdua memutuskan untuk saling bersahabat. Berikut isi dongen anak Islami ini selengkapnya:

    **

    Pada saat tiba waktu subuh, ada seorang manusia yang tiba-tiba saja bertemu dengan setan. Entah apa yang terjadi, manusia dan setan tersebut memutuskan untuk saling bersahabat. 

    “Hai manusia, bagaimana kalau kita bersahabat saja. Ada banyak hal menyenangkan yang bisa kutunjukkan padamu,” ajak setan tersebut kepada manusia.

    “Wah, boleh itu,” jawab si manusia.

    Sejak saat itu, mereka berdua pun saling bersahabat. Si manusia yang masih mengantuk lantas berbaring di atas kasurnya hingga waktu subuh berakhir. 

    Melihat hal itu, setan pun berkata dalam hati, “Memang tidak salah aku telah bersahabat dengan orang ini.” Setan merasa dirinya sudah benar karena telah menjalin persahabatan dengan si manusia. 

    Ia memuji manusia tersebut karena berani menentang perintah Allah, sama seperti dirinya yang juga tidak patuh pada perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam.

    Singkat cerita, waktu Dhuhur pun tiba dan si manusia tampak tidak mengerjakan sholat Dhuhur. Bahkan, sampai waktu Dhuhur berakhir, si manusia tetap tidak menunaikan sholat. 

    Setan pun kembali berkata, “Inilah yang akan menemaniku kelak di neraka.”

    Waktu pun terus berjalan hingga waktu Ashar berakhir. Lagi-lagi manusia tadi tidak mengerjakan sholat sama sekali. Melihat hal tersebut, setan pun mulai terdiam keheranan.

    Sampai waktu Maghrib tiba, kondisinya masih tetap sama. Orang tersebut masih sibuk dengan aktivitasnya dan tidak mengerjakan sholat. Setan mulai menunjukkan sikap berbeda. Wajahnya gelisah dan senyum di wajahnya menjadi kecut.

    Hingga akhirnya, si manusia masih juga tidak mengerjakan sholat sampai waktu Isya hampir selesai. 

    Pada momen ini, setan sudah tidak bisa lagi membendung dirinya. Ia lantas menghampiri si manusia yang dijadikannya sahabat tadi, seraya berkata, “Sobat, sepertinya aku harus memutuskan persahabatan kita sampai di sini.”

    “Kenapa?” 

    “Bukannya baru tadi pagi kita memutuskan untuk bersahabat, dan sekarang engkau justru memutuskan persahabatan kita?” ucap si manusia dengan perasaan kaget sekaligus heran.

    Setan lantas memberi jawaban seperti ini:

    “Para pendahuluku saja hanya satu kali menentang perintah Allah SWT, yaitu ketika tidak mau bersujud kepada Adam dan justru melaknatnya. Lantas, bagaimana dengan kau yang bahkan sampai lima kali menentang perintah-Nya”

    “Pastilah murka Allah begitu besar kepadamu!” imbuhnya.

    **

    Dongeng anak Islami di atas menunjukkan bahwa dosa meninggalkan sholat begitu besar. Bahkan, setan saja sampai terheran dengan perbuatan tersebut yang bisa sampai lima kali meninggalkan sholat dalam sehari.

    Hal ini secara tidak langsung akan menanamkan pada diri anak-anak untuk tidak menganggap remeh lagi perintah sholat. 

    4. Kebaikan Berujung Mutiara yang Indah

    Dongeng anak Islami berikutnya berkisah tentang 4 orang anak yang mendapati kondisi ayahnya yang sedang sakit sehingga harus dibantu kebutuhan dasarnya. Untuk melihat cerita selengkapnya, langsung saja simak isi dongengnya berikut ini: 

    **

    Suatu hari, hiduplah empat orang anak dengan ayah mereka yang sedang sakit. Kondisi tersebut membuat ayahnya butuh bantuan orang lain untuk menjalani hari-harinya seperti membantunya makan, mandi, dan sebagainya.

    Pada kondisi tersebut, Zaki sebagai anak bungsu adalah satu-satunya anak yang mau merawat ayahnya tersebut. Sementara ketiga anak lainnya sama sekali tidak mau merawat ayahnya dengan berbagai alasan, mulai dari sibuk, terlalu jauh, dan lain-lain.

    Suatu hari, ayah mereka berempat meninggal dunia. Hal itu membuat keempat orang tadi merasa sedih, terutama Zaki yang selalu merawatnya semasa ayahnya sakit. 

    Setelah beberapa hari berselang, kesedihan mereka mulai reda. Lantas, ketiga saudara Zaki mulai berunding dan membagi-bagi harta warisan yang ditinggalkan ayahnya. 

    Sampai akhirnya, semua warisan telah terbagi dan ketiganya pergi meninggalkan Zaki seorang diri. 

    Beberapa tahun setelah itu, Zaki tiba-tiba mengalami mimpi bertemu dengan ayahnya. Ia diminta ayahnya untuk menuju tempat tertentu dan mengambil uang 200 dinar. Akan tetapi, Zaki hanya mengabaikan mimpi tersebut.

    Akan tetapi, mimpi itu terus terjadi sampai 3 kali berturut-turut. Merasa penasaran, Zaki pun mencoba mendatangi lokasi yang dimaksud seperti di dalam mimpinya. Betapa terkejutnya Zaki ketika ia benar-benar mendapatkan uang 200 dinar yang dimaksud.

    Meski begitu, Zaki tidak lantas mengambil semua uang tersebut dan hanya mengambil 3 dinar saja. Ia gunakan uang itu untuk membeli beberapa ekor ikan untuk dimasaknya bersama anak dan istrinya.

    Saat istri Zaki sedang mengeluarkan isi perut salah satu ikan tadi, tiba-tiba ia menemukan beberapa butir mutiara yang sangat indah. Harga mutiara tersebut bahkan lebih mahal dari semua warisan yang diambil oleh ketiga saudara Zaki.

    **

    Dari dongeng anak Islami di atas, dapat kita ambil pelajaran bahwasanya kita wajib berbakti dan berbuat baik kepada orang tua kita sampai akhir hayatnya. Berkah dari bakti kita pada orang tua diibaratkan sebagai mutiara yang bernilai tinggi.

    5. Kisah Raja dan Orang Miskin

    Dongeng terakhir yang bisa kita bacakan kepada anak-anak kita adalah kisah tentang seorang raja dan orang miskin. Jika dilihat dari status sosialnya sudah jelas sekali terlihat perbedaan dari kedua orang ini.

    Hal inilah yang akan menjadi sorotan dari dongeng anak Islami yang terakhir ini. Adapun kisah lengkap dari raja dan orang miskin tersebut adalah sebagai berikut:

    **

    Suatu ketika hiduplah seorang raja yang begitu dicintai oleh rakyatnya. Ia dikenal sebagai sosok raja yang dermawan dan senang memberi kepada mereka yang membutuhkan. Alhasil, ke mana saja dia pergi, maka banyak rakyat yang akan menyambutnya.

    Pada suatu hari, Raja ingin sekali keluar dari istana dan menyinggahi beberapa tempat untuk sekedar menyapa rakyatnya. Seperti biasa, di setiap wilayah yang ia datangi akan memunculkan banyak orang karena senang menyambutnya.

    Kunjungan Raja beberapa wilayah juga masih sama, yaitu setiap kedatangannya akan disambut sangat meriah oleh orang-orang setempat. Akan tetapi, terdapat satu tempat yang membuatnya merasa keheranan.

    Di wilayah tersebut, ia mendapati sosok laki-laki tua yang hidupnya miskin. Raja kemudian mendekati laki-laki tua tersebut dan bertanya, “Kenapa engkau tidak bergabung dengan orang-orang di sana dan menyambutku dan bergembira?”

    Raja juga menambahkan bahwasanya raja-raja terdahulu yang datang, akan selalu mendapatkan sambutan yang meriah dari para warganya. 

    Mendengar pertanyaan tersebut, laki-laki miskin itu pun memberikan jawabannya,

    “Sebelumnya juga telah datang seorang raja ke tempat ini. Ia begitu disukai oleh rakyatnya dan mendapatkan sambutan meriah daripada orang-orang di tempat ini. Namun, beberapa hari setelah kedatangannya tersebut, ia pun meninggal.”

    Laki-laki tua itu kembali melanjutkan ceritanya, “Saat meninggal, raja tersebut dimakamkan di suatu tempat di pemakaman. Di masa yang hampir berdekatan, terdapat laki-laki miskin yang juga meninggal dan dimakamkan di dekat kuburan raja.”

    Raja masih terus menyimak cerita dari laki-laki tersebut. 

    “Suatu ketika banjir besar melanda tempat ini karena derasnya hujan yang turun waktu itu. Akibat dari banjir tersebut, makam dari raja dan laki-laki miskin tadi bercampur sehingga tulang-tulang mereka pun tertukar.”

    “Saat banjir reda, semua orang berusaha mengembalikan makam seperti sedia kala. Akan tetapi, mereka tidak bisa lagi membedakan antara tulang raja dan tulang laki-laki miskin tersebut.”

    “Sejak saat itu, tak penting lagi bagiku membedakan antara engkau yang seorang raja dengan aku yang hanya lelaki tua dan miskin ini. Pada akhirnya, kita hanya akan berada di tempat yang sama tanpa ada lagi perbedaan,” ucap laki-laki tua itu di akhir cerita.

    **

    Dari dongeng anak Islami di atas dapat kita ambil hikmah bahwasanya manusia diciptakan dengan kondisi yang berbeda-beda. Akan tetapi, hal itu tidak akan berlangsung lama karena pada akhirnya kita semua akan mati.

    Setelah itu, kita hanya akan berada di tempat yang sama, yaitu di dalam tanah. Tidak ada lagi perbedaan status sosial yang akan menjadi sekat antara si kaya dan si miskin, atau antara raja dengan rakyat jelata.

    Itulah kelima kisah-kisah inspiratif yang bisa menjadi dongeng untuk anak-anak kita menjelang tidur atau sekedar cerita yang membangkitkan nilai-nilai keislaman pada diri anak-anak kita.

    Dengan dongeng-dongeng tersebut, maka nilai-nilai keislaman akan lebih mudah dikenal oleh anak dan bisa menjadi contoh bagi kehidupan yang akan mereka jalani. Semoga dongeng anak Islami di atas memberikan manfaat dan kebaikan.

  • 5 Ayat Tentang Isra Miraj, Menjelaskan Kebesaran Allah SWT

    5 Ayat Tentang Isra Miraj, Menjelaskan Kebesaran Allah SWT

    Isra Mi’raj adalah peristiwa penting pada zaman Rasulullah yang kejadiannya tidak bisa dibayangkan menggunakan akal sehat manusia. Ada banyak ayat tentang Isra Miraj menjelaskan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT.

    Hal yang menurut pikiran manusia tidak mungkin, tetapi bagi Allah semua hal bisa dilakukan dengan mudah. Kita tentu tidak bisa membayangkan seberapa cepat perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam menembus lapisan langit.

    Padahal kita tahu, peristiwa Isra Mi’raj hanya berlangsung dalam semalam saja. Maka dari itu, penting untuk kita merenungi ayat-ayat yang menjelaskan tentang betapa besarnya kekuasaan Allah dalam peristiwa tersebut.

    Baca juga: Bacaan Doa Kanzul Arsy Arab Latin Lengkap dengan Artinya

    Apa itu Isra Mi’raj?

    Isra Mi’raj adalah rangkaian perjalanan Nabi Muhammad SAW. Pertama adalah perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Kota Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Kedua adalah perjalanan Rasulullah ke lapisan langit menuju Sidratul Muntaha.

    Berdasarkan buku In the Footsteps of Muhammad: Understanding the Islamic Experience, perjalanan Isra Mi’raj menjadi salah satu perjalanan paling penting sepanjang hidup Rasulullah SAW.

    Dalam peristiwa tersebut, Allah telah menurunkan wahyu berupa perintah sholat secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Itulah kenapa kita sebagai umat muslim perlu untuk merenungi makna dari peristiwa ini.

    5 Ayat tentang Isra Miraj yang Menjelaskan Kebesaran Allah

    Bagi mereka yang meragukan kebesaran Allah SWT, sungguh sangat jelas dalam ayat-ayat Al-Qur’an telah menjelaskan banyak peristiwa, salah satunya adalah Isra Mi’raj. Adapun ayat-ayat tentang kebesaran Allah tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Surat An-Najm Ayat 12-15

    Ayat tentang Isra Mi’raj pertama yang menjelaskan kebesaran Allah SWT adalah dalam QS. An-Najm ayat ke-12 sampai ke-15:

    اَفَتُمٰرُوْنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى

    وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

    عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ

    عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰٓ

    A fa tumārụnahụ ‘alā mā yarā, wa laqad ra`āhu nazlatan ukhrā, ‘inda sidratil-muntahā, ‘indahā jannatul-ma`wā

    Artinya:

    “Apakah kamu (kaum musyrik Mekkah) hendak membantahnya (Nabi Muhammad) tentang apa yang dilihatnya itu (Jibril)?” 

    “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal.”

    Di dalam tafsir ayat tersebut (Tafsir Al-Muyassar), dijelaskan bahwasanya Nabi Muhammad telah melihat wujud asli dari Malaikat Jibril pada kesempatan yang lain.

    Beliau melihatnya di Sidratul Muntaha (Pohon Nabq), yaitu sebuah pohon besar yang mana menjadi tempat berhentinya apa pun yang berasal dari bumi. Tempat yang menjadi batas akhir ilmu pengetahuan manusia atau makhluk-makhluk lainnya. 

    Sidratul Muntaha juga menjadi tempat bersemayamnya ruh yang suci dan juga indah, di mana setan dan ruh-ruh keji tidak bisa mendekatinya. Tempat itu pula yang menjadi lokasi turunnya wahyu Allah dan di dekatnya terdapat surga yang dapat ditinggali.

    Penjelasan ayat tentang Isra Miraj di atas sebenarnya masih terus berlanjut hingga ayat ke-18. Bahkan, Nabi Muhammad SAW juga telah melihat wujud surga dan neraka dalam peristiwa Isra Mi’raj tersebut.

    Baca juga: Nikah Beda Agama Menurut Islam, Ini yang Diperbolehkan!

    2. Surat Al-Isra Ayat 1

    Ayat tentang Isra Miraj selanjutnya adalah dari Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 1. Adapun bunyi dari ayat tersebut adalah sebagai berikut:

    سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

    Sub-ḥānallażī asrā bi’abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī’ul-baṣīr

    Artinya:

    “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Masih dari tafsir yang sama (Al-Muyassar), ayat di atas menjelaskan bahwasanya Allah memuliakan kedudukan-Nya dan karena kekuasaan-Nya yang besar telah menjalankan hamba-Nya (Muhammad) dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

    Dia juga memberkahi sekelilingnya dengan tanaman dan buah-buahan yang melimpah. Allah membuat Muhammad agar tetap terjaga (tidak dalam keadaan tidur) selama perjalanan tersebut agar melihat tanda kebesaran-Nya itu.

    Sesungguhnya, hanya Allah yang pantas untuk disembah. Dia pula yang Maha Mendengar semua ucapan dari hamba-hamba-Nya, Dia juga Maha Mengetahui segala apa yang ada di langit dan di bumi.

    Dari kedua ayat tentang Isra Miraj dan tafsirnya di atas, sangat jelas bahwasanya kekuasaan Allah begitu luas. Tak hanya dari betapa besarnya semesta yang Allah tunjukkan, tetapi juga kemampuan-Nya dalam menjalankan hamba-Nya ke langit.

    Seperti sudah kita bahas sebelumnya, peristiwa Isra Mi’raj hendaknya wajib kita imani sebagai seorang muslim karena peristiwa itulah Allah telah menunjukkan betapa kekuasaan Allah begitu besar.

    Sebuah perjalanan bersejarah yang melahirkan perintah sholat kepada Muhammad dan juga seluruh umatnya. Itulah 5 ayat tentang Isra Miraj yang telah menjelaskan kebesaran Allah SWT dan perlu kita ketahui.

  • Mengenal 5 Cendekiawan Islam di Bidang Ilmu Tafsir

    Mengenal 5 Cendekiawan Islam di Bidang Ilmu Tafsir

    Dalam Islam, terdapat berbagai bidang ilmu yang mempelajari ajaran agama yang bersumber kepada Al-Quran, salah satunya adalah ilmu tafsir. Lalu, siapa saja para cendekiawan Islam dibidang ilmu tafsir?

    Perlu kita ketahui, cendekiawan ilmu tafsir adalah pakar ulama yang mengkaji isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an agar lebih mudah kita mengerti dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Oleh karena itu, para cendekiawan ilmu tafsir ini memiliki peran besar dalam Islam. Bahkan, kitabnya kini masih menjadi rujukan bagi umat muslim di dunia. Lantas, mengapa ilmu tafsir diperlukan dalam Islam?

    Alasan Ilmu Tafsir Diperlukan dalam Islam

    Ilmu tafsir adalah ilmu yang digunakan untuk memahami makna dan isi kandungan ayat Al-Quran, khususnya untuk ayat yang sulit dipahami dan artinya samar.

    Hasil penafsiran para cendekiawan Islam dibidang ilmu tafsir digunakan sebagai penjelasan arti dan kandungan Al-Qur’an. Hal ini memudahkan umat muslim dalam mempelajari dan mengamalkan isi kandungannya.

    Mengutip buku Tafsir Kependidikan tulisan Mahlail Syakur, ada beberapa alasan ilmu tafsir Al-Quran sangat diperlukan bagi umat Islam, yaitu:

    • Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sempurna, ringkas, dan padat. Hal ini membuat ilmu pengetahuan di dalamnya masih banyak makna yang perlu ditafsirkan.
    • Al-Quran turun dengan kalam (perkataan) yang lengkap, tetapi bersifat global.
    • Adanya kalimat atau kata mengandung isytirak, mayz, dan dilalah lil-iltizam.

    Awal mulanya, tafsir ayat Al-Qur’an muncul ketika adanya perbedaan pemahaman tentang makna sebuah ayat pada masa Rasulullah SAW masih hidup.

    Allah SWT tidak memberikan perincian pada ayat sehingga setiap lafadz Al-Qur’an membutuhkan penafsiran. Apalagi sering memakai susunan kalimat singkat tetapi pengertiannya luas, sehingga ada banyak makna ayat.

    Oleh karena itu, ilmu tafsir merupakan bidang ilmu dalam Islam yang memiliki peran penting sebagai sarana untuk melakukan penafsiran ayat Al-Qur’an.

    Baca juga: 10 Keutamaan Silaturahmi bagi Umat Islam, Jadi Pintu Rezeki

    Cendekiawan Islam Dibidang Ilmu Tafsir

    Ilmu tafsir adalah ilmu penafsiran berdasarkan metode ilmiah yang berhubungan dengan penjelasan tentang arti dan makna ayat. Hal ini dilakukan para cendekiawan Islam agar tidak terjadi perbedaan pemahaman.

    Ilmu tafsir menjadi semakin penting dipelajari setelah masa Nabi Muhammad SAW. Sebab, ada banyak pemeluk agama Islam baru yang berasal dari daerah lain yang kurang paham dan fasih dalam berbahasa Arab.

    Oleh karena itu, kehadiran cendekiawan Islam dibidang ilmu tafsir memiliki peran besar. Para ahli tafsir ini berusaha untuk membuat penafsiran makna dan isi ayat agar mudah dipahami. Adapun para ahli tafsir ini, yaitu:

    1. Ibnu Katsir

    Ibnu Katsir adalah seorang cendekiawan Islam yang berasal dari Busra, Suriah. Ia merupakan sosok pemikir dan ulama tafsir yang hidup di masa Daulah Abbasiyah. Hasil tafsirnya kemudian ia tuliskan dalam buku.

    Buku tafsirnya yang sangat terkenal ini yakni berjudul Tafsir Ibnu Katsir. Dalam buku tersebut terdapat penjelasan ayat Al-Qur’an secara menyeluruh. Setiap ayat yang dianggap saling berkaitan ada penjelasannya secara detail.

    Tafsir Ibnu Katsir ini masih menjadi bahan rujukan di dunia Islam hingga saat ini. Berkat metode tafsir yang ia gunakan, yaitu ia menafsirkan seluruh ayat di dalam Al-Qur’an sesuai dengan urutan atau susunannya.

    2. Ibnu Abbas

    Ibnu Abbas yang memiliki nama lengkap Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf Al-Quraisy lahir di Makkah tahun 619. Ia merupakan seorang cendekiawan terkenal di masa Bani Umayyah.

    Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah bukunya yang berjudul Tafsir Ibnu Abbas. Ia merupakan sosok ahli ilmu tafsir muslim, sehingga banyak ahli tafsir di dunia berpegangan pada hasil tafsirannya.

    Karya tafsiran Ibnu Abbas menjadi sumber penting untuk umat muslim memaknai pesan di dalam ayat Al-Qur’an. Hasil tafsirnya menjadi warisan bagi pemikir dan ulama dalam menyebarkan pengetahuan agama Islam.

    3. Ath-Thabari

    Ibnu Jarir Ath-Thabari adalah tokoh atau cendekiawan ilmu tafsir yang berasal dari Persia, lahir pada tahun 839. Lantaran telah banyak ayat-ayat Al-Quran yang telah ditafsirkan, beliau mendapat julukan sebagai Bapak Ilmu Tafsir.

    Adapun karya tafsir dari Ath-Thabari yang paling terkenal adalah Jami’ al-Bayan fi Ta’wil Al-Quran atau Tafsir al-Tabari. Adapun tafsir lainnya seperti Tarikh al-Rasul wa al-Anbiya’ wa al-Muluk wa al-Umam, dan Adab al-Qadhi.

    Ath-Thabari saat usia dini memang telah dikenal karena kecerdasannya, bahkan ia sudah mampu menghafal Al-Quran dan hadits. Kini karya tafsirnya menjadi referensi penting bagi pemikir dan mahasiswa muslim.

    4. Ibnu Athiyah

    Ibnu Athiyah ini memiliki nama lengkap Abu Muhammad ‘Abd al-Haqq bin Ghalib bin ‘Abdurrahman bin Ghalib bin ‘Abd al-Rauf bin ‘Abd Allah ibn Tamam bin Athiyyah bin Khalid bin Athiyyah al-Muharibi al-Dakhil.

    Sebagai seorang cendekiawan Islam dibidang ilmu tafsir terkenal, Ibnu Athiyah menjadi salah satu tokoh yang karyanya menjadi rujukan dalam kajian ilmu tafsir. Apa karya Ibnu Athiyah yang terkenal tersebut?

    Adapun karya Ibnu Athiyah adalah Tafsir Al-Muharrar Al+Wajiz fi Tafsir Al-Kitab Al-Aziz. Karya ini adalah tafsir tentang penjelasan ayat Al-Qur’an yang menjadi sumber referensi bagi para ulama dan pemikir muslim.

    5. Muqatil bin Sulaiman

    Muqatil bin Sulaiman adalah cendekiawan muslim dibidang ilmu tafsir yang terkenal pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah. Ia terkenal sebagai tokoh yang ahli dalam tafsir ayat Al-Qur’an dari kalangan muslim Sunni.

    Karya Muqatil bin Sulaiman yang terkenal berjudul Tafsir Muqatil bin Sulaiman. Apa yang beliau ketahui tentang Al-Qur’an, tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga bermanfaat bagi umat muslim secara luas.

    Meski latar belakang penulisan tafsirnya tidak tercantum secara tersurat, tetapi tersirat telah tercantum dalam muqaddimahnya. Beliau berharap umat muslim dapat membaca Al-Qur’an serta memahami kandungannya.

    Itulah beberapa tokoh ulama ataupun cendekiawan muslim yang terkenal dibidang ilmu tafsir. Hal ini penting kita ketahui karena dapat menjadi referensi berharga untuk mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

    Keutamaan Mempelajari Tafsir Al-Quran

    Ilmu tafsir adalah ilmu yang paling mulia karena materi yang dipelajari berhubungan tentang kalamullah, yaitu Al-Qur’an. Hal ini karena tidak ada satupun dari ucapan atau perkataan yang lebih mulia dari firman Allah SWT.

    Keutamaan mempelajari ilmu tafsir lainnya adalah mempelajari Al-Qur’an yang paling mulia. Mempelajari Al-Qur’an ini mencakup huruf-hurufnya dan mempelajarinya makna-makna terkandung dalam ayat Al-Qur’an.

    Dengan mempelajari Al-Qur’an, kita akan lebih mudah mengerti dan paham setiap maknanya. Sebab, makna Al-Qur’an menjadi tujuan hidup umat manusia, sementara lafadz Al-Qur’an adalah sarana mencapai maknanya.

    Dengan ilmu tafsir, kita tidak hanya sekedar membacanya saja melainkan dapat memahami kandungan ayat Al-Qur’an. Dengan begitu, kita akan lebih mudah untuk mengamalkan yang diperintahkan dalam Al-Qur’an.

    Demikian informasi tentang para cendekiawan Islam dibidang ilmu tafsir yang perlu kita ketahui. Dengan adanya ahli tafsir, tentunya memudahkan memaknai ayat Al-Qur’an yang menjadi petunjuk bagi umat muslim.

  • Sejarah Singkat Perkembangan Islam di Eropa

    Sejarah Singkat Perkembangan Islam di Eropa

    Perkembangan Islam di Eropa bermula sejak abad ke-7 Masehi. Islam juga sempat menjadi salah satu agama dengan pemeluk terbanyak di benua tersebut.

    Melansir dari laman Kompas, saat ini Islam merupakan agama terbesar kedua di Eropa setelah Kristen dengan populasi muslim yang terkonsentrasi di Jerman, Perancis, Albania, Rusia, Inggris, dan sejumlah negara Eropa Barat.

    Mari simak bagaimana sejarah singkatnya.

    Perkembangan Islam di Eropa

    Sebenarnya, umat muslim sudah sejak lama masuk ke wilayah benua biru, Eropa. Bahkan disebutkan sedari awal sejarah Islam sudah ada muslim yang masuk ke Eropa, meskipun hanya untuk berdagang dengan Kekaisaran Bizantium.

    Adapun perkembangan Islam baru dimulai setelah penaklukkan Spanyol.

    Masuknya Islam ke Eropa 

    Awal mula masuknya Islam ke Eropa yaitu ketika terjadi invasi pasukan Arab ke Semenanjung Andalusia (Spanyol) pada abad ke-7 Masehi.

    Pasukan tersebut berada di bawah kepemimpinan Khalifah Al Walid, pada masa dinasti Umayyah. Khalifah Al Walid kala itu berkedudukan di Damaskus dan berniat memperluas wilayah dengan mengirimkan pasukan ke Afrika Utara.

    Selanjutnya, sekitar tahun 709 Masehi, pasukan yang dipimpin oleh Thariq bin Ziad mengadakan penaklukkan ke Semenanjung Andalusia. Penaklukkan ini dilakukan atas perintah Gubernur Afrika, Mus bin Nusyair.

    Pasukan Thariq bin Ziad mampu menduduki wilayah tersebut. Kemudian, pada tahun 710, Thariq bin Ziad dan pasukannya kembali memperluas wilayah.

    Dalam upaya menguasai Spanyol, pasukan Thariq bin Ziad berperang melawan pasukan Raja Roderick, Raja Spanyol kala itu.

    Peperangan sengit berlangsung selama delapan hari. Hingga kemudian pasukan Thariq bin Ziad meraih kemenangan. Sementara itu, Raja Roderick serta pengikutnya melarikan diri.

    Setelah menguasai berbagai wilayah Spanyol seperti Archidona, Granada, dan Toledo, Musa bin Nusyair menyusul ke Spanyol.

    Penaklukkan tersebut menjadi awal berkuasanya Dinasti Umayyah di Spanyol yang kemudian diiringi perkembangan peradaban Islam.

    Baca juga: Bacaan Doa Sujud Sahwi, Tata Cara, Alasan, Dalil & Hukumnya

    Peradaban Islam di Spanyol

    Selain sebagai titik awal perkembangan Islam di Eropa, penaklukkan Andalusia juga memicu berkembangnya kebudayaan dan peradaban.

    Di bawah kekuasaan dinasti Bani Umayah, Spanyol menjadi wilayah bagian atau provinsi dengan Sevilla sebagai ibukota. Peradaban berkembang dengan pesat setelah itu, hingga Spanyol menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

    Mahasiswa dari berbagai belahan dunia pun berdatangan ke sana untuk menuntut ilmu. Majunya ilmu pengetahuan di Spanyol juga memunculkan beberapa ilmuwan terkemuka, seperti Ibnu Bajjah, Ibnu Khaldun, dan Ibnu Rusyid.

    Setelah jatuhnya Dinasti Bani Umayah, pemerintahan di Spanyol digantikan oleh Bani Abbasiyah. Kemudian, kekuasaan digantikan oleh beberapa dinasti kecil lain.

    Pemerintahan Islam menguasai Spanyol selama delapan abad. Catatan sejarah Spanyol akan masa pemerintahan Islam terpelihara dengan baik. Hal ini karena perlakuan baik penguasa pada penduduk Spanyol.

    Baca juga: Adab Berpakaian dalam Islam bagi Wanita dan Laki-Laki

    Perkembangan Islam di Perancis

    Setelah menguasai Semenanjung Andalusia, pasukan Islam melakukan perluasan wilayah ke negara-negara tetangga, termasuk Perancis.

    Pasukan Islam yang dipimpin oleh panglima Abdurrahman Al-Ghafiki berhasil menduduki daerah Septikemia pada abad ke-8. Setelah itu, panglima tersebut memperluas wilayah hingga menguasai Politiers dan Tour.

    Pasukan Islam kemudian juga berhasil mengalahkan Kerajaan Visigoth. Namun, kekuasaan pemerintahan Islam di Perancis tidak bertahan lama.

    Pada akhir abad ke-8, pasukan muslim dikalahkan oleh pasukan Franka sehingga kekuasaan kembali jatuh ke tangan umat Kristen. Setelah itu, keberadaan Islam di Perancis tidak terlalu signifikan selama beberapa abad.

    Perkembangan Islam di Perancis baru kembali terlihat pada abad ke-19.

    Perkembangan Islam di Italia

    Sekitar abad ke-9, Pulau Sisilia berhasil ditaklukkan oleh pasukan Islam. Sejak itulah perkembangan Islam di Italia bermula.

    Sebelumnya, bangsa Arab telah menaklukkan Pulau Pantelleria yang terletak di antara Afrika Utara dan ujung barat Sisilia. Penaklukan Sisilia sendiri diawali dari permintaan Hakim Aghlabid yang memberontak terhadap Kekaisaran Bizantium.

    Hakim meminta bantuan pasukan muslim untuk melakukan penaklukkan. Kemudian, di bawah pimpinan Asad ibn al-Furat, pasukan muslim melancarkan penaklukkan.

    Pasukan tersebut berhasil menguasai wilayah Italia satu demi satu, seperti Palermo, Messina, dan Syracuse.

    Pada masa pemerintahan Islam, Italia mengalami perkembangan pesat dalam sektor agrikultur dan ekspor. Selain itu, kota-kota mengembangkan seni dan kerajinan.

    Saat itu, banyak penduduk yang beragama selain Islam, seperti Katolik dan Yahudi. Pemerintah Islam memberikan kebebasan beragama bagi mereka dengan sejumlah pembatasan, yakni kewajiban membayar pajak tanah dan pajak pendapatan.

    Kekuasaan pemerintahan Islam bertahan selama beberapa dekade. Hingga kemudian Pulau Sisilia berhasil direbut oleh bangsa Norman pada tahun 1059 Masehi.

    Di bawah pemerintahan bangsa Norman terjadi diskriminasi terhadap muslim dan penghancuran masjid. Kemudian, kekuasaan di Italia kembali silih berganti pada masa kejayaaan dinasti Ottoman.

    Perkembangan Islam di Rusia

    Rusia termasuk bagian penting dalam perkembangan Islam di Eropa. Masuknya Islam ke Rusia juga terjadi pada masa pemerintahan Dinasti Umayyah.

    Setelah menaklukkan Persia, pada pertengahan abad ke-7 Masehi, pasukan muslim menyebar ke wilayah yang saat ini merupakan bagian dari Rusia. Penaklukan wilayah tersebut tercapai di bawah kepemimpinan Panglima Qutaibah bin Muslim.

    Panglima Qutaibah juga melakukan dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam, sehingga para penduduk Rusia mulai memeluk agama Islam. Selain itu, beliau juga mendirikan masjid Jami Qutaibah di Bukhara.

    Pada tahun 643, tentara muslim berhasil merebut Kota Derbent yang terletak di pesisir laut Kaspia. Kota tersebut kemudian diganti nama menjadi al-Abwab dan dijadikan benteng sekaligus pusat persebaran agama Islam.

    Pasukan muslim menghadapi perlawanan sengit dari bangsa Khazar yang belangsung hampir selama satu setengah abad dan berakhir dengan kekalahan bangsa Khazar.

    Setelah Kaganat Khazar runtuh, berdirilah negara muslim pertama di Eropa Timur yaitu Bulgaria Volga. Negara ini pun menjadi pusat penyebaran agama Islam serta perkembangan peradaban.

    Pada invasi Mongol abad ke-13, Bulgaria Volga ikut tersapu bersama kerajaan-kerajaan Rusia lainnya.

    Meski demikian, runtuhnya Bulgaria Volga tidak merusak posisi Islam sebab bangsa Mongol menoleransi berbagai jenis kepercayaan.

    Masuknya Islam ke Inggris

    Perkembangan peradaban Islam di Spanyol memicu masuknya agama Islam ke Inggris, tepatnya mulai sekitar abad ke-16.

    Terdapat pula tokoh yang berjasa dalam penyebaran pengetahuan agama Islam ke Inggris, yaitu Mozarabes. Beliau kemudian mengganti nama menjadi Petrus Al Ponsi.

    Pengenalan ajaran Islam kala itu dilakukan saat hari libur. Kemudian mulai berkembang beberapa organisasi Islam, seperti The Islamic Council of Europe, The Union of Moslem Organization, dan The Association of British Moslem.

    Pemeluk agama Islam mencakup penduduk asli Inggris beserta imigran dari berbagai negara, seperti Mesir, Turki, Yaman, Cyprus, dan banyak lagi.

    Masa Kemunduran Pemerintahan Islam di Eropa

    Perkembangan Islam di Eropa mengalami penurunan bersamaan dengan masa keruntuhan dinasti Islam.

    Melansir dari laman Islam Pos, sejak kedatangan pasukan muslim di Semenanjung Andalusia, sudah timbul perlawanan dari umat Kristen.

    Meskipun begitu, perlawanan tersebut memerlukan waktu selama 800 tahun untuk menjatuhkan kekuasaan pemerintahan Islam.

    Pada abad ke-15, umat Kristen berhasil menekan muslim. Upaya perebutan kembali kekuasaan umat Kristen di Spanyol dikenal dengan sebutan Reconquista.

    Gerakan ini dimulai sejak pertempuran Covadonga yang bertujuan untuk merebut kembali wilayah yang telah ditaklukkan oleh bangsa Maroko.

    Gerakan Reconquista juga berhasil merebut kembali kota-kota besar yang berada dalam kekuasaan pemerintahan Islam. Hingga pada akhirnya kerajaan-kerajaan Islam ditundukkan.

    Kemudian, kerajaan Islam yang terakhir berdiri, Granada, juga mendapatkan perlawanan sengit dari Raja Ferdinand dan Isabella. Hingga timbul pertempuran sengit pada tahun 1482.

    Raja Ferdinand memanfaatkan perpecahan yang terjadi di antara penguasa Granada. Ia memberikan dukungan pada Sultan Muhammad, anak dari Raja Granada untuk melawan ayahnya.

    Berkat bantuan pasukan dari Raja Ferdinand, Granada berhasil dikuasi oleh Sultan Muhammad. Namun, Raja Ferdinand ingkar janji hingga akhirnya merebut Granada.

    Jatuhnya Granada ke tangan Raja Ferdinand menandai akhir dari kekuasaan pemerintahan Islam.

    Kemudian, dimulailah pemerintahan Raja Ferdinand yang melarang segala bentuk aktivitas dakwah Islam dan melakukan pengusiran umat muslim dari Spanyol.

    Selain itu, banyak pula penduduk muslim yang dipaksa untuk masuk ke agama Kristen. Raja Ferdinand juga melarang penduduknya menggunakan nama Arab atau nama Islam.

    Selanjutnya, para raja dari berbagai negara Eropa bersatu dan menang melawan pasukan Islam. Hal ini mendorong mereka menjadi lupa diri dan memulai menjajah negara-negara lain untuk memperoleh lebih banyak harta.

    Islam di Eropa Pada Era Modern

    Perkembangan Islam di Eropa mulai memasuki babak baru setelah masa penjajahan negara-negara Eropa berakhir.

    Pasalnya, selama masa penjajahan terjadi putus hubungan antara negara Eropa dan negara Islam. Barulah setelah penjajahan berakhir, hubungan antara bangsa Eropa dan negara-negara Islam kembali terjalin.

    Masa ini disebut sebagai abad kebangkitan. Saat itu, mulai banyak imigran muslim yang merantau dan tinggal di Eropa. Para imigran ini menjadi cikal bakal berkembangnya masyarakat Islam modern.

    Selain imigran, banyak pula pelajar muslim yang menuntut ilmu di benua biru, Eropa. Seiring berkembangnya Islam di Eropa, mulai banyak dibangun masjid dan tersedia makanan halal.

    Terbentuk pula organisasi Young Muslim Association in Europa (YMAE) yang berperan mengembangkan dakwah dan mengenalkan Islam pada masyarakat Eropa.

    Sekarang ini, Islam telah menjadi agama yang banyak dianut oleh masyarakat Eropa. Terlebih lagi, toleransi beragama di era modern telah mengalami kemajuan pesat.

    Meskipun ada juga negara yang masih memberlakukan larangan bagi muslim, seperti larangan berhijab bagi warga Perancis.

    Demikianlah sejarah singkat perkembangan Islam di Eropa, mulai dari awal masuknya Islam hingga perkembangan saat ini. Walaupun tergolong agama minoritas di benua biru, umat muslim Eropa tetap mempertahankan iman mereka.

  • Kajian Hadits Tanda Kiamat, Sungai Eufrat yang Mengering dalam Islam

    Kajian Hadits Tanda Kiamat, Sungai Eufrat yang Mengering dalam Islam

    Mengeringnya sungai Eufrat dalam Islam dipercaya sebagai salah satu tanda kiamat. Kabar mengenai hari kiamat telah disampaikan dalam Al-Qur’an dan hadits. 

    Di antara tanda-tanda datangnya kiamat yang sering disebarkan yaitu sungai Eufrat yang mengering.

    Nah, dalam kesempatan kali ini, mari kita kaji bersama mengenai dalil terkait sungai Eufrat.

    Sekilas tentang Sungai Eufrat

    Sungai merupakan sumber daya alam yang membawa banyak manfaat bagi manusia. Mulai dari tempat bersarang ikan yang bisa kita olah sebagai makanan, sumber perairan, jalur transportasi, hingga pembangkit listrik.

    Pemanfaatan sungai sudah dilakukan sejak jaman dulu. Sungai Eufrat dalam Islam termasuk dalam beberapa sungai yang memiliki peran penting.

    Sungai ini juga disebutkan dalam hadits sebagai salah satu sungai surga.

    عن أبي هريرة قال رسول الله سَيْحَان وَجَيْحَان وَالْفُرَات وَالنِّيل كُلّ مِنْ أَنْهَار الْجَنَّة

    Artinya:

    “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Seihan, Jeihan, Nil, dan Eufrat, semuanya adalah sungai-sungai surga.” (HR Muslim).

    Sungai Eufrat merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Asia Barat. Dengan panjang total sekitar 1.740 mil (2.781 km), sungai ini membentang melintasi tiga negara, mulai dari Turki, Syiria, hingga Irak.

    Eufrat disebut juga sebagai Al-Furat. Sungai ini bersumber dari mata air yang terletak di Anatolia, Turki. Sementara alirannya bermuara di Teluk Persia.

    Sungai ini telah menjadi sumber kehidupan sejak berabad-abad silam. Lebih tepatnya, masa kemunculan peradaban Sumeria pada abad ke-4 SM.

    Bangsa Sumeria adalah kaum penguasa pertama Mesopotamia. Awalnya, mereka hidup dengan berburu dan bercocok tanam sederhana.

    Berkat kondisi tanah yang subur di sekitar Sungai Eufrat dan Sungai Tigris, sektor pertanian Sumeria mengalami kemajuan pesat. Dari sana, mulai berkembang pula perdagangan.

    Seiring waktu, peradaban mereka berkembang makin maju hingga membangun kota-kota dengan pemerintahan.

    Baca juga: 10 Arti Mimpi Bertemu Mantan Pacar Menurut Islam, Benarkah Ada?

    Sungai Eufrat dalam Islam

    Dalam bahasa Arab, Eufrat disebut juga sebagai al-Furat yang berarti air yang paling segar. Nama ini bukan sekadar julukan. Pasalnya, sungai yang membentang melalui tiga negara ini alirannya tidak pernah mengering.

    Fenomena mengeringnya sungai Eufrat termasuk salah satu tanda bahwa hari kiamat sudah dekat.

    Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW:

    لا تَقُومُ السَّاعَةُ حتَّى يَحْسِرَ الفُراتُ عن جَبَلٍ مِن ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عليه، فيُقْتَلُ مِن كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةٌ وتِسْعُونَ، ويقولُ كُلُّ رَجُلٍ منهمْ: لَعَلِّي أكُونُ أنا الذي أنْجُو

    Artinya:

    “Kiamat tidak akan terjadi sampai Eufrat mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, ‘Mudah-mudahan akulah orang yang selamat.’” (HR. Muslim no. 2894).

    Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa mengeringnya Sungai Eufrat akan diikuti oleh kemunculan gunung emas. Kehadiran gunung ini kemudian akan mengundang manusia yang saling memperebutkannya.

    Syekh Sulaiman Al-Asyqar memberikan pendapat mengenai hadits di atas:

    ومعنى انحساره: انكشافه لذهاب مائه، كما يقول النووي، وقد يكون ذلك بسبب تحول مجراه، فإن هذا الكنز أو هذا الجبل مطمور بالتراب وهو غير معروف، فإذا ما تحول مجرى النهر لسبب من الأسباب ومرّ قريباً من هذا الجبل كشفه، والله أعلم بالصواب

    Artinya:

    “Maksudnya adalah tersingkap karena airnya mengering. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi rahimahullahu. Boleh jadi disebabkan karena alirannya terhambat sehingga gunung emas yang dimaksud yang tertutup tanah akan tersingkap. Dan dengan mengeringnya aliran air sungai Eufrat, maka akan semakin dekat pula tersingkapnya posisi gunung tersebut. Wallahu a’lam.” (Al-Qiyamah Al-Shughra, hal. 199-200).

    Gunung Emas di Dasar Sungai Eufrat

    Terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama terkait gunung emas yang akan muncul di Sungai Eufrat. Sebagian menafsirkan ungkapan gunung emas sebagai konotasi.

    Namun, ada pula yang berpendapat bahwa akan muncul gunung emas sesungguhnya. Salah satunya yaitu Syekh Yusuf-Al-Wabil.

    Beliau berpendapat demikian dengan acuan lafaz ‘air sungai akan menyingkap gunung emas yang dilihat oleh manusia’. Artinya gunung emas di sini benar-benar berupa emas, bukan hasil bumi berharga lain seperti minyak bumi.

    Pendapat tersebut juga didukung oleh pandangan para ilmuwan yang mengungkapkan bahwa terdapat dua zona mineral logam di kawasan Sungai Eufrat.

    Kawasan tersebut dinilai strategis sebagai lokasi pembentukan endapan mineral logam, salah satunya emas.

    Sementara itu, sebagian ulama berpendapat bahwa keringnya Sungai Eufrat tidak cukup untuk menjadi tanda kiamat. Ada pun pokok hadits di atas adalah mencegah pertikaian yang akan timbul saat memperebutkan emas tersebut.

    Melansir dari laman Bincang Syariah, untuk memahami suatu hadits, perlu dilakukan takhrij supaya ditemukan hadits-hadits lain yang satu tema. Jadi, tidak cukup dengan membaca satu hadits saja.

    Maka, kita perlu mempertimbangkan hadits lain yang menyebutkan mengenai emas di Sungai Eufrat.

    Rasulullah SAW bersabda:

    عَنْ أَبِي هُرَيرَةَ قالَ: قالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: “يُوشِكُ الفُرَاتُ يَحْسِرُ عن كَنْزِ مِنْ ذّهَبِ، فَمَنْ حَضَرَهُ فَلاَ يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئاً

    Artinya:

    “Hampir terbuka al-furat dengan (beirisi) simpanan emas. Siapa yang mendatanginya jangan sekali-kali mengambilnya,” (HR At-Tirmidzi).

    Hadits tersebut menegaskan larangan untuk mengambil emas di Sungai Eufrat. Larangan ini bertujuan untuk mencegah kehancuran akibat perebutan. 

    Berdasarkan pendapat Al-Mubarakfuri, hadits di atas memiliki substansi yang sesuai dengan hadits riwayat Muslim berikut:

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقِيءُ الْأَرْضُ أَفْلَاذَ كَبِدِهَا أَمْثَالَ الْأُسْطُوَانِ مِنْ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ فَيَجِيءُ الْقَاتِلُ فَيَقُولُ فِي هَذَا قَتَلْتُ وَيَجِيءُ الْقَاطِعُ فَيَقُولُ فِي هَذَا قَطَعْتُ رَحِمِي وَيَجِيءُ السَّارِقُ فَيَقُولُ فِي هَذَا قُطِعَتْ يَدِي ثُمَّ يَدَعُونَهُ فَلَا يَأْخُذُونَ مِنْهُ شَيْئًا

    Artinya:

    “Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah saw bersabda, ‘Kelak bumi akan mengeluarkan semua isi perutnya semisal tiang dari emas dan perak lalu akan datang seorang pembunuh seraya berkata, ‘Karena benda inilah aku membunuh.’ Lalu datang pula orang yang memutuskan tali silaturrahmi seraya berkata, ‘Karena benda inilah aku memutuskan tali silaturrahmi.’ Lalu datang pula seorang pencuri seraya berkata, ‘Karena benda inilah tanganku dipotong.’ Kemudian mereka semua meninggalkannya begitu saja dan tidak mengambilnya sedikitpun,’” (HR Muslim).

    Dari pengkajian beberapa hadits tersebut, disimpulkan bahwa tanda kiamat bukan terletak pada fenomena mengeringnya Sungai Eufrat. Melainkan terjadinya perebutan harta yang menyebabkan orang-orang berperilaku buruk.

    Kapan Sungai Eufrat Akan Mengering?

    Sungai Eufrat memiliki debit air yang sangat besar. Inilah yang membuat aliran sungai ini tidak pernah kering selama berabad-abad.

    Meskipun begitu, fenomena mengeringnya Sungai Eufrat dalam Islam sudah dikabarkan dengan jelas dalam hadits. Bagaimana dan kapan waktunya tidak ada yang mengetahui.

    Beberapa ulama mencoba menguraikan mengenai kapan fenomena tersebut terjadi. Ibnu Hajar menyebutkan dalam Fathul Bari, bahwa tanda mengeringnya Sungai Eufrat akan terjadi mendekati kemunculan al Mahdi.

    Sementara sebagian ulama menyatakan pendapat lain, yaitu bahwa fenomena tersebut akan terjadi saat Nabi Isa AS turun ke bumi. Pasalnya, pada masa itu manusia akan hidup bergelimang harta.

    Apabila menilik kondisi saat ini, maka fenomena mengeringnya Sungai Eufrat bukanlah hal yang mustahil.

    Sungai Eufrat digunakan dalam berbagai proyek, mulai dari pengembangan, irigasi, hingga PLTA. Selain itu, sudah terdapat laporan mengenai penyusutan debit air Sungai Eufrat.

    Bahkan beberapa sumber mengabarkan bahwa dua anak sungai dari Sungai Eufrat sudah kering.

    Demikianlah kajian mengenai mengeringnya Sungai Eufrat dalam Islam. Sebagai muslim, alih-alih sibuk mencari tahu mengenai kapan tanda kiamat tersebut terjadi, sebaiknya kita menyiapkan diri sebaik mungkin.

  • 30 Kata Kata Islami untuk Menyadarkan orang

    30 Kata Kata Islami untuk Menyadarkan orang

    Kata kata islami untuk menyadarkan orang yang melakukan kesalahan sebenarnya sangat penting.

    Saat orang yang dicintai terus melakukan hal-hal buruk, kamu memiliki kewajiban untuk mengingatkannya agar segera waspada. 

    Salah satu caranya yaitu memberikan nasehat atau kritikan yang menyentuh hati. Misalnya saja seperti kata kata islami ini, untuk menggugah hati seseorang tersebut.

    Kata Kata Islami untuk Menyadarkan Orang

    Sebagai seorang manusia, memang perlu saling mengingat dalam hal kebaikan. Apalagi saat seseorang yang dikenal melakukan kesalahan, berikut ini contoh kata-kata islami untuk menyadarkan seseorang yang bisa digunakan :

    1. “Tidak ada yang bisa menyembunyikan sesuatu, tetapi Allah akan mengungkapkannya melalui ekspresi wajah dan kata-katanya.” (Usman bin Affan).
    2. “Jangan pernah paksa anak-anak menjadi sepertimu, karena mereka tidak dilahirkan di zamanmu.” (Ali Bin Abi Thalib).
    3. “Jangan menggunakan lidahmu yang tajam pada ibu yang mengajarimu berbicara.” (Ali Bin Abi Thalib).
    4. “Teman sejati manusia adalah akal dan musuhnya dan yang paling menyedihkan adalah ketidaktahuan.” (Ali Bin Abi Thalib).
    5. “Mereka yang berharap masuk surga seharusnya bisa belajar bagaimana berbuat baik kepada sesamanya.” (Abu Bakar).
    6. “Jika nasihat yang baik tidak dapat mengubah seseorang, maka ketahuilah bahwa hatinya kosong.” (Abu Bakar).
    7. “Salah satu dosa yang paling terburuk adalah ketika seseorang menganggap enteng dosanya.” (Abu Bakar).
    8. “Jadilah seperti pohon, dimana buahnya subur dan tumbuh di pinggir jalan. Batu yang dilempar, tapi buahnya selalu terbayar.” (Abu Bakar).
    9. “Semakin banyak ilmu yang dimiliki, maka akan semakin besar pengabdianmu kepada Allah.” (Abu Bakar).

    Baca juga: 30 Ucapan Terima kasih dalam Islam Arab Latin

    Kata Kata tentang Perbaikan Diri untuk Mengingatkan Orang

    Kata Kata Islami untuk Menyadarkan Orang

    Kamu juga bisa menggunakan kata kata islami untuk menyadarkan orang yang lebih sederhana. Berikut ini sudah ada beberapa contoh kalimat yang dapat digunakan, antara lain:

    1. “Bagus untuk menjadi pintar, tapi apa gunanya tidak memiliki rendah hati?.” 
    2. Tidak sempurna, bukan berarti harus terjebak di sana.”
    3. “Di dunia ini, memang perlu mengetahui apa yang biasa-biasa saja dan apa yang tidak biasa-biasa saja.”
    4. “Menjaga diri adalah salah satu cara bersyukur kepada Tuhan.”
    5. “Keikhlasan akan membuat langkah semakin ringan.”
    6. “Jangan pernah membenarkan kesalahanmu dengan alasan bahwa tidak sempurna. Jadilah seorang pembelajar seumur hidup.”  Kita sebagai pembelajar juga harus memiliki semangat perbaikan diri.”
    7. “Maaf tidak menunjukkan kelemahan. Hal ini karena tanda kedewasaan.”
    8. “Maafkan mereka yang telah menyakitimu meskipun tidak pernah meminta maaf.”
    9. “Kenapa kamu harus mengikuti keinginan semua orang, tapi lupa mencintai dirimu sendiri.

    Kata Kata Menyentuh Hati untuk Mengingatkan 

    Tahukah kamu, kata kata islami untuk menyadarkan orang seseorang cukup ampuh. Dengan mengutip ayat-ayat suci Al Quran, hati juga akan lebih mudah bergerak. 

    Agar ia terus menyadari bahwa perbuatannya selama ini telah merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Berikut ini contoh kata-kata islami untuk menyadarkan seseorang yang kita cintai yang bisa menjadi inspirasi, antara lain:

    1. “Bersabarlah dan berdoalah untukmu, sesungguhnya Allah akan bersama orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah 153).
    2. “Ingatlah Aku, dan Aku akan mengingatmu. Dan bersyukurlah kepadaku dan jangan mengingkari aku” (Al-Baqarah ayat 152).
    3. “…Ketika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, siapa pun juga akan mengikuti petunjuk-Ku, mereka tidak akan takut dan tidak bersedih hati.” (Al-Baqarah ayat 38).
    4. “Sesungguhnya kami adalah milik Tuhan, dan sesungguhnya kami juga akan kembali kepada-Nya.” (Al-Baqarah ayat 156).
    5. ‘Jadi bersabarlah. Sungguh, janji Allah itu benar. Dan janganlah mereka terus mengganggu kamu, kamu kafir (dalam iman).” (Ar-Rum ayat 60).
    6. “Katakan kepada orang-orang yang beriman untuk mengurangi (sebagian) penglihatan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Bagi mereka itu lebih suci. Sungguh, Allah akan lebih mengetahui apa yang mereka lakukan.” (An-Nur ayat 30).
    7. “Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah selalu Dia. Inilah jalan yang lurus.” (Ali-Imran ayat 51).
    8. 26. “Dua hal yang menentukanmu: Kesabaranmu ketika kamu tidak memiliki apa-apa dan sikapmu ketika kamu memiliki segalanya.”
    9.  “Suatu musibah yang membuatmu kembali kepada Allah lebih baik bagimu dibandingkan dengan kenikmatan yang membuatmu lupa mengingat Allah.” Ibnu Taimiyah.
    10.  “Terkadang, mata memang perlu dicuci dengan derai air mata sehingga dapat melihat kehidupan dengan pemandangan yang lebih jelas.”
    11.  “Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Allah akan mengenalimu di waktu yang sempit.” Hadis.
    12.  “Akan tetapi, Allahlah Pelindungmu dan Dialah sebaik-baiknya Penolong.” (QS. Ali Imran : 150).

    Baca juga: Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

    Tips Menyadarkan Orang ke Jalan yang Benar 

    Ada kalanya kita akan melihat orang yang dicintai tersesat atau tersesat dari jalan yang benar dalam hidupnya. 

    Hal inilah saatnya penting bagi kita untuk mencoba menyadarkan mereka dengan kasih sayang serta perhatian mendalam, berikut tipsnya:

    1. Tingkatkan Komunikasi

    Komunikasi yang baik adalah tips menyadarkan orang yang ampuh. Luangkanlah waktu untuk bisa mendengarkan mereka dengan saksama.

    Lalu beri mereka kesempatan untuk bisa berbicara tentang apa yang dijalani, pikirkan, serta rasakan. Ingatlah untuk tetap selalu berpikiran terbuka, hargai pendapat mereka, serta pertahankan suasana yang nyaman untuk berdialog.

    2. Mengekspresikan Emosi

    Saat kamu mencoba menarik perhatian seseorang, pasti penting untuk menunjukkan bahwa peduli dan mencintai mereka tanpa syarat. Berilah mereka dukungan emosional dan fisik, lalu beri mereka perhatian khusus.

    Kemudian, bisa langsung tunjukkan bahwa kamu bersama mereka dalam perjalanan hidupnya. Ingatlah bahwa bersikap penuh kasih sayang tentunya akan dapat membuka hati seseorang dan memperkuat ikatanmu.

    3. Menetapkan Pola yang Baik

    Salah satu cara menyadarkan seseorang adalah dengan menetapkan pola yang baik dalam hidupmu sendiri. 

    Tunjukkanlah pada mereka nilai-nilai positif yang ingin kamu sampaikan dan praktekkan secara konsisten. Saat mereka sudah melihat perubahan positif pada dirimu, maka mereka akan termotivasi untuk mengikuti jejakmu.

    4. Sisakan Ruang untuk Refleksi

    Seringkali seseorang membutuhkan waktu dan ruang untuk bisa langsung merenungkan kehidupannya sendiri. Beri mereka berbagai macam kesempatan untuk berhenti sejenak, berefleksi, dan mempertanyakan cara hidupnya. 

    Jangan terlalu terburu-buru dan memaksakan pendapat atau solusi pada mereka. Biarkan mereka untuk menemukan pemahaman dan jawaban sendiri melalui proses refleksi ini.

    5. Gunakan Kata-Kata Bijak

    Kata kata islami untuk menyadarkan orang sebenarnya bisa menjadi salah satu alat yang ampuh. Sampaikan pesanmu dengan lembut dan gunakan kata-kata yang relevan, memotivasi, serta membangkitkan semangat. 

    Pilihlah kata-kata yang sesuai dengan situasi dan kepribadian orang yang dikasihi. Hal ini tentunya untuk bisa memudahkan penerimaan pesanmu.

    6. Doa dan Peningkatan Spiritual

    Jika kamu memiliki keyakinan agama, maka berdoalah secara khusus untuk mereka. Berikan juga dukungan emosional melalui berdoa, membaca kitab suci bersama, serta berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan bersama. 

    Hal ini tentunya akan dapat membantu mereka memperkuat hubungannya dengan Tuhan. Cara menyadarkan ini untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai agama.

    7. Sabar dan Mantap

    Mengubah visi dan sikap seseorang sebenarnya tidak terjadi dalam semalam. Hal ini adalah proses yang membutuhkan waktu, kesabaran serta ketekunan. 

    Jadi jangan menyerah dan kehilangan harapan. Teruslah bersabar dan konsisten dalam hal mendukung mereka, meskipun awalnya sudah menunjukkan penolakan atau ketidakpercayaan.

    Ingatlah bahwa setiap orang tentunya berhak atas kebebasan dan pilihan pribadi dalam hidup mereka. Bahkan jika kamu ingin mengubah mereka, maka keputusan akhir ada di tangan mereka. 

    Kata kata islami untuk menyadarkan orang memang menjadi salah satu upaya terbaik yang bisa dilakukan. Hal ini tentunya untuk bisa membangun komunikasi yang bermakna dan kehadiran positif. 

  • Inilah 10 Artis India Beragama Islam Selain Shah Rukh Khan

    Inilah 10 Artis India Beragama Islam Selain Shah Rukh Khan

    India identik dengan agama Hindu. Bisa kita lihat dari banyaknya tempat ibadah Hindu berdiri di berbagai tempat. Akan tetapi, ada juga masyarakat yang memilih memeluk Islam. Lalu, adakah artis India yang beragama Islam?

    Jawabannya ada dan cukup banyak. Shah Rukh Khan merupakan salah satu aktor tersohor India yang dikenal sejak lama sebagai muslim. Sebagai penggemar setianya, kita tentu tahu jika aktor tersebut lahir memeluk Islam.

    Uniknya, aktris yang memiliki nama belakang Khan beragama Islam. Tapi tidak menutup kemungkinan juga, jika ada artis lain dengan nama belakang berbeda yang turut beragama Islam.

    Daftar 10 Artis India yang Beragama Islam Selain Shah Rukh Khan

    Setiap orang memiliki kisah yang berbeda, termasuk bagaimana caranya memeluk agama Islam. Beberapa lahir dan dibesarkan sebagai muslim dan tidak sedikit pula yang pindah keyakinan hingga memeluk agama Islam.

    Berikut ini beberapa artis India yang beragama Islam:

    1. Aamir Khan

    1. Aamir Khan

    Salah satu aktor India paling populer yang memiliki banyak penggemar di Indonesia adalah Aamir Khan. Aamir Khan lahir dengan nama Mohammed Aamir Hussain Khan pada 14 Maret 1965.

    Aamir Khan tidak hanya dikenal sebagai aktor serba bisa tapi juga sutradara, penulis naskah, dan produser. Lahir sebagai muslim, siapa yang menyangka jika Aamir Khan adalah keturunan politikus sekaligus ulama, Maulana Abul Kalam Azad.

    Peran pertamanya yang membawa Aamir Khan pada kesuksesan adalah Qayamat Se Qayamat Tak. Film ini berhasil meraih kesuksesan dan mendongkrak karir Aamir Khan.

    Selama menjadi aktor, Aamir Khan memperoleh beberapa penghargaan di Filmfare Award. Tak puas bermain peran, Aamir Khan juga menyutradarai beberapa film salah satunya film Taare Zameen Par.

    Dari film itulah, Aamir Khan berhasil meraih penghargaan di Filmfare Award sebagai sutradara terbaik.

    Baca juga: ​​7 Tanda-Tanda Kiamat Sugra beserta Dalilnya

    2. Shaheer Sheikh

    2. Shaheer Sheikh

    Bagi masyarakat Indonesia, nama Shaheer Sheikh bukan nama yang asing lagi. Aktor India ini berhasil berkarir di tanah air bahkan pernah menjalin hubungan romantis dengan penyanyi dangdut, Ayu Ting Ting.

    Faktanya, Shaheer Sheikh merupakan aktor India yang beragama Islam. Shaheer Sheikh lahir di Kashmir pada 26 Maret 1984. Selaras dengan Aamir Khan, Shaheer Sheikh juga lahir dari keluarga muslim yang taat.

    Tidak banyak yang tahu, jika sebelum menjadi aktor terkenal seperti sekarang, Shaheer Sheikh berprofesi sebagai fotografer dan model. Film yang dibintanginya mendapatkan banyak apresiasi termasuk dari penggemar dalam negeri.

    Tahun 2020, Shaheer Sheikh mengumumkan pernikahannya dengan Ruchikaa Kapoor yang diketahui beragama Hindu. Keduanya menikah beda agama, di mana Shaheer Sheikh masih memegang teguh keyakinannya sebagai seorang muslim.

    3. Emraan Hashmi

    3. Emraan Hashmi

    Emraan Anwar Hashmi adalah artis India yang beragama Islam. Emraan Hashmi sejak kecil dibesarkan sebagai muslim, meskipun kedua orang tuanya menganut agama yang berbeda.

    Sebelum tenar seperti sekarang, Emraan Hashmi memulai karir di industri film sebagai asisten sutradara. Film Footpath yang dirilis tahun 2003 merupakan debut aktingnya yang pertama.

    Namun, Emraan Hashmi tidak serta merta memperoleh ketenaran dari film tersebut. Namanya baru populer setelah membintangi film Murder yang rilis tahun 2004.

    Emraan Hashmi menikah dengan upacara pernikahan Islami bersama istrinya, Parveen Shahani. Keduanya telah menjalin hubungan selama enam setengah tahun dan kemudian dikaruniai seorang putra, Ayaan Hashmi.

    Baca juga: Hak dan Kewajiban Suami Istri Lengkap, Simak Yuk!

    4. Nargis Fakhri

    4. Nargis Fakhri

    Nargis Fakhri lahir di Queens, New York pada 20 Oktober 1979. Nargis Fakhri merupakan seorang model, penyanyi, dan juga artis papan atas India. Fakhri lahir dan dibesarkan secara muslim.

    Ayah Fakhri, Mohammed Fakhri merupakan orang Pakistan sementara ibunya Marie Fakhri adalah orang Ceko. Aktris cantik ini memulai karir sebagai model dan pernah tampil di America’s Next Top Model tahun 2004.

    Drama romantis musikal Rockstar adalah debut akting Fakhri. Karirnya semakin menanjak hingga dia berkolaborasi dengan Varun Dhawan di film Main Tera Hero. Film tersebut cukup sukses dari segi pendapatan.

    5. Tabassum Fatima Hashmi

    5. Tabassum Fatima Hashmi

    Tabu dilahirkan dengan nama Tabassum Fatima Hashmi merupakan aktris India populer yang lahir dari keluarga muslim. Ayahnya, Jamal Ali Hashmi adalah aktor 1970-an yang cukup terkenal di Pakistan.

    Tabu merupakan salah satu aktris senior India yang mampu bertahan sampai sekarang. Karirnya dimulai sejak 1982, di usianya yang masih 11 tahun melalui Bazaar.

    Tabu telah menerima banyak penghargaan film termasuk di Filmfare Award sebagai aktris terbaik untuk film Varasat, Cheeni Kum, Astitva, dan masih banyak lagi.

    Kontribusi Tabu yang sangat besar di bidang seni, membawanya pada penghargaan sipil tertinggi yakni Padma Shri. Penghargaan ini diberikan oleh pemerintah India tahun 2011.

    6. Sara Ali Khan

    6. Sara Ali Khan

    Saif Ali Khan dan Amrita Singh merupakan artis senior India terpopuler di zamannya. Keduanya pernah menikah dan memiliki beberapa anak salah satunya, Sara Ali Khan.

    Sara Ali Khan Pataudi lahir  12 Agustus 1995 dari keluarga Pataudi yang dikenal luas di industri film Hindi India.

    Tak berbeda dengan Tabu yang memulai karir keartisannya di usia anak-anak, Sara Ali Khan berusia 4 tahun saat membintangi sebuah iklan. Akan tetapi, film pertama yang dibintanginya adalah Kedarnath di tahun 2018.

    Karir akting Khan yang pertama adalah film Kedarnath bersama lawan mainnya, Sushant Singh Rajput. Selanjutnya, Khan juga bermain pada film Simmba.

    Menariknya, kedua film yang diperankan oleh Khan tersebut meraih kesuksesan. Khan bahkan mendapatkan piala penghargaan pertamanya sebagai best female debut pada film Kedarnath.

    7. Ayesha Takia

    7. Ayesha Takia

    Sebelumnya, telah dijelaskan siapa saja artis India yang beragama Islam. Mayoritas memilih beragama Islam karena memang dibesarkan sebagai seorang muslim.

    Namun, kondisi yang sama tidak dengan Ayesha Takia. Ayesha Takia lahir pada 10 April 1986 di Bombay. Takia dibesarkan pada lingkungan keluarga campuran, di mana ayahnya merupakan keturunan dari Hindu Gujarati.

    Sebelum dikenal sebagai aktris, Takia lebih dahulu berkarir di dunia periklanan atau menjadi model video musik.

    Di tahun 2004, Takia memperoleh peran utamanya sebagai pemeran utama dalam film Taarzan: The Wonder Car. Sayangnya, film yang dimainkan Takiya kurang populer dan tidak berhasil secara finansial.

    Di usianya yang ke-23, Takia memutuskan menikah dengan pujaan hatinya, Farhan Azmi. Pasca pernikahan tersebut, Takia mengubah nama belakangnya kemudian memilih untuk memeluk Islam.

    8. Gauahar Khan

    8Gauahar Khan

    Gauahar Khan merupakan aktris India yang lahir dari keluarga muslim. Dia lahir pada 23 Agustus 1983 di Pune. Sebelum dikenal sebagai pemain peran, Khan lebih dahulu populer sebagai model.

    Karir modelnya cukup bersinar. Khan pernah berpartisipasi dalam kontes Femina Miss India tahun 2002. Adapun debut akting pertama Khan adalah film Rocket Singh: Salesman of The Year yang dirilis pada tahun 2009.

    Pada tahun 2017, Khan mendapatkan peran sebagai Laxmi di Badrinath Ki Dulhania. Film tersebut merupakan sekuel dari film yang sukses yaitu Humpty Sharma Ki Dulhania yang digarap oleh Karan Johar.

    9. Dia Mirza

    Dia Mirza

    Nama Dia Mirza mungkin tidak setenar Shah Rukh Khan akan tetapi karir di dunia perfilmannya tidak bisa dibilang sedikit. Dia Mirza Rekhi merupakan aktris India yang lahir di Hyderabad pada 09 Desember 1981.

    Sebelum memulai debut akting sebagai pemain film, Dia Mirza lebih dulu berkarir di dunia modelling. Hebatnya, Mirza berhasil dinobatkan sebagai Miss Asia Pacific International pada tahun 2000.

    Mirza memulai debutnya sebagai pemain peran di film Rehnaa Hai Terre Dil Mein yang dirilis pada tahun 2001. Sejak saat itu, karir Mirza di industri perfilman cukup menjanjikan.

    Banyak film yang berhasil dibintanginya mulai dari Alag, Tumko Na Bhool Paayenge, Dus, dan masih banyak lagi.

    10. Madhubala

    Madhubala

    Di posisi terakhir adalah Madhubala, aktris senior yang aktif bermain peran pada tahun 1942-1964.  

    Madhubala merupakan salah satu artis India dengan karir yang panjang dan gemilang di era pasca kemerdekaan. Dia termasuk sebagai artis dengan bayaran termahal di India.

    Meskipun hanya aktif selama satu dekade saja, tapi Madhubala berhasil mencatatkan karir yang panjang. Dia berhasil membintangi lebih dari 60 film.

    Sayangnya di tengah karirnya yang menanjak, Madhubala mengidap penyakit jantung yang parah. Dia juga mendapatkan banyak kontroversi karena menjalin percintaan dengan lawan mainnya, Dilip Kumar.

    Itulah informasi tentang artis India yang beragama Islam. Beberapa artis masih aktif sebagai pemain film hingga saat ini, meskipun ada juga yang sudah wafat.

    Islam memang minoritas di India, tapi para artis tersebut tetap memegang keyakinan mereka sebagai ciptaan Allah SWT.