Category: Sejarah Islam

  • Sejarah Masuknya Islam di Indonesia dan Perkembangannya

    Sejarah Masuknya Islam di Indonesia dan Perkembangannya

    Sejarah masuknya Islam di Indonesia dibuktikan dengan beberapa teori. Setidaknya ada empat teori yang diakui oleh para ahli sejarah. Satu di antaranya menjelaskan bahwa Islam mulai masuk ke Nusantara pada abad ke-7.

    Kini Indonesia menjadi Negara dengan mayoritas dengan 87% penduduknya menganut agama Islam. Lantas, apakah semua teori mengenai masuknya Islam ke Indonesia memiliki bukti yang sama? Tidak, setiap teori memiliki penjelasan masing-masing akan hal tersebut.

    Jika ingin lebih jelas, simak ke empat teori dan sejarah lain yang akan dijabarkan berikut ini.

    4 Teori Masuknya Islam di Indonesia

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada banyak teori yang menjelaskan mengenai sejarah masuknya Islam ke Indonesia. Namun, para ahli sepakat, setidaknya ada empat teori yang perlu diketahui sebagai bukti sejarah masuknya Islam.

    Teori-teori ini diperkuat dengan sejumlah bukti yang didukung adanya jejak sekaligus proses masuknya Islam ke Nusantara. Berikut penjelasan lengkapnya:

    1. Teori India (Gujarat)

    Teori India atau yang sering disebut sebagai teori Gujarat dikemukakan ole ilmuan Belanda bernama J.Pijnapel dan didukung oleh Christian Snouck Hurgronje.

    Selain itu teori ini juga diyajini oleh sejarawan Indonesia Sucipto Wirjosuprapto yang meyakini awal mula sejarah masuknya Isam di Indonesia melalui India.

    Teori Gujarat beranggapan bahwa agama Islam dan kebudayaanya dibawa oleh para pedagang dari daerah Gujarat, India yang berlayar melewati selat Malaka.

    Teori ini juga menjelaskan bahwa Islam secara massif berkembang di Nusantara sekitar abad ke-13 Maseh melalui para pedagang dan kerajaan Samudera Pasai yang menguasai selat Malaka pada saat itu.

    Teori ini diyakini oleh S.Hurhronje karena adanya hubungan perdagangan yang cukup erat antara Indonesia dengan India. Teori ini diperkuat dengan penemuan makan Sultan Samudera Pasai, Malik As-Saleh pada tahun 1297, Makan Maulana Malik Ibrahim yang keduanya bercorak Gujarat, serta tulis Marco Polo.

    Namun, sayangnya terdapat kelemahan pada Teori Gujarat. Teori ini ditentang oleh GE. Morison, seorang jurnalis asal Australia.

    Ia mengatakan bahwa tidak bisa menyimpulkan bahwa Islam didatangkan dari Gujarat, hanya karena memiliki penemuan corak batu nisan yang mirip dengan yang ada di Gujarat.

    Selain itu, pada awal abad ke-12 Masehi, masyarakat Gujarat masih menganut agama Hindu. Itulah sejarah masuknya Islam di Indonesia berdasarkan teori Gujarat.

    Baca juga: Arti La Tahzan Innallaha Ma’ana, Tulisan Arab & Maknanya

    2. Teori Arab (Mekkah)

    Teori Arab (Mekkah)
    Sejarah masuknya Islam di Indonesia

    Teori selanjutnya yang menjelaskan sejarah masuknya Islam di Indonesia adalah Teori Arab atau yang juga dikenal dengan Teori Mekkah. Teori ini ddukung oleh beberapa tokoh seperti, Buya Hamka dan Van Leur. Dalam Teori Arab dijelaskan bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7.

    Ajaran Islam dibawa langsung oleh musafir dari Arab yang memiliki semangat untuk menyebar Islam ke seluruh dunia. Teori ini juga dibuktikan dengan adanya sebuah perkampungan Arab di Barus, Sumatera Utara yang dikenal dengan nama Bandar Khaifah.

    Tidak hanya itu, dalam buku sejarah umat Islam yang terbit tahun 1997, Buya Hamka menjelaskan bukti masuknya agama Islam diIndonesia.

    Bukti yang dimaksud yakni berupa sumber naskah kuno Cina yang di dalamnya menyebutkan bahwa terdapat sekelompok Bangsa Arab yang bermukim di pesisir barat Pulau Sumatera pada tahun 625 Masehi.

    Selain itu, dikawasan tersebut juga merupakan kekuasan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan batu nisan yang bertuliskan Syekh Rukunuddin.

    Namun, Teori inipun memiliki kelemahan, yakni dianggap kurang memiliki sumber tertulis yang menjelaskan peranan bangsa Arab terhadap proses penyebaran agama Islam di Nusantara.

    Sejarah masuknya Islam di Indonesia yang satu ini jika saja terdapat sumber tertulisnya, maka kemungkinan adalah yang paling mendekati benar.

    3. Teori Persia (Iran)

    Teori masuknya Islam ke Nusantara berikutnya yakni Teori Persia.Teori ini didukung oleh Hoesein Djadjadiningrat dan Umar Amir Husein. Mereka berpendapat bahwa masuknya Islam ke Nusantara berawal dari Persia.

    Penyebab Teori ini tercetus karena ajaran yang awal masuk ke Nusantara adalah ajaran Syiah yang berasal dari Persia. Selain itu, terdapat beberapa kesamaan budaya dan tradisi di Indonesia dengan yang ada di Persia seperti upacara adat tabot Bengkulu.

    Teori Persia juga didukung oleh bukti-bukti lain, seperti penggunaan gelar ‘syah’ pada raja-raja Islam di Nusantara, beberapa kosakata serapan Bahasa Persia ke Bahasa Indonesia, persamaan mazhab yang dianut, dan kesamaan ajaran sufi oleh Syekh Siti Jenar.

    Lalu, kemiripan terakhir adalah nisan pada kubur Malik Saleh dan Malik Ibrahim yang dipesan dari gujarat serta terdapat pengakuan masyarakat Islam atas mazhab Syafi’i di daerah Malabar.

    Seperti Teori yang lainnya, Teori Persia juga memiliki kelemahan yang diyakini beberapa tokoh, bahwa pada abad ke-7 Masehi, Persia belum memiliki pengaruh yang cukup besar dalam dunia Islam.

    Baca juga: Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh dan Tata Caranya (Qobliyah Subuh)

    4. Teori Cina

    Teori yang terakhir adalah Teori Cina. Teori ini menjadil salah satu pencetus sejarah masuknya Islam ke Indonesia.

    Menurut Teori ini, Islam berkembang di Nusantara berasal dari para perantau Tiongkok. Faktanya, masyarakat Tiongkok sendiri sebetulnya sudah menjalin hubungan erat melalui perdagangan dengan Indonesia jauh  sebelum berkembangnya agama Islam.

    Agama Islam berkembang di Cina pada masa Dinasti Tang (618-905 M). Menurut Sumanto Al-Qurtuby, pada masa Dinasti Tang, dibagian kanton Zhang-Zhao, Quanzhou dan pesisir cina bagian selatan, telah banyak berdiri rumah pemukiman muslim.

    Teori ini juga membutikan beberapa peninggalan seperti arsitektur Tiongkok yang banyak terukir di masjid-masjid, penulisan gelar raja-raja Demak dengan istilah ina, serta catatan yang menyebutkan bahwa pedagang Tiongkok lah yang pertama menduduki banyak pelabuhan di Nusantara.

    Sayangnya, Teori ini pun tidak luput dari kelemahan, yakni tidak dijelaskannya awal masuk agama Islam ke Indonesia, dan hanya menjelaskan peranan cina dalam kedatang Islam ke Indonesia.

    Jalur Masuknya Islam di Indonesia

    Sejarah masuknya Islam di Indonesia tidak hanya bisa dilihat dari ke empat teori pencetusnya saja.

    Namun pada sisi lain, terdapat sejumlah pendapat mengenai periode masuknya Islam melalui beberapa jalur, salah satunya adalah perdagangan. Untuk penjelasan lebih lanjut, mari simak penjelasan berikut ini:

    1. Melalui Jalur Perdagangan

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, salah satu jalur yang memperantarai masuknya Islam ke Indonesia yakni melalui jalur perdagangan. Jalur ini sudah ada sejak abad ke-7 hingga abad ke-11.

    Menurut pernyataan pada saudagar dari luar maupun Indonesia sendiri, Islam disebarkan melalui jalur perdagangan pelabuhan, seperti selat Malaka, Samudra, Palembang, disusul Demak, Cirebon, Gresik, Tuban, Makassar serta Indonesia bagian Timur.

    2. Melalui Jalur Pernikahan

    Jalur selanjutnya adalah jaur pernikahan. Jalur iniditempuh para ulama sekitar abad ke-11 hingga ke-13 M. Para saudagar muslim dari Gujarat, Arab, Benggala dan lainnya menikah dengan orang Indonesia.

    Berbeda dengan umumnya saat ini yang mengharuskan salah satu calon dari pengantin untuk berpindah agama sebab Karena unsur cinta.

    Windiati menjelaskan, bahwa pada saat itu, saudagar muslim yang menikah adalah orang kaya yang terpandang, sehingga putri yang disunting diharuskan untuk masuk ke agama Islam terlebih dahulu.

    Sebab hal tersebut, jalur ini memiliki andil besar dalam persebaran Islam di Tanah Air.

    3. Melalui Jalur Pendidikan

    Selain jalur perdagangan dan pernikahan, satu di antara lainnya adalah jalur pendidikan. Jalur ini dibentuk oleh para da’I yang mengabdikan dirinya untuk menyebarkan Islam ke wilayah baru, salah satunya adalah Idonesia.

    Para da’i ini memiliki misi membawa ajaran Islam ke wilayah baru yang belum tersentuh agama Islam seblumnya. Namun dalam praktiknya, mereka dipandu oleh paa pedagang.

    Jalur  pendidikan ini memegang peranan yang cukup penting. Sebab, melalui dakwah Islam yang semula hanya dikenal di pantai-pantai sesuai dengan jalur perdagangan, dan kemudian akhirnya tersebar luas.

    4. Melalui Jalur Akulturasi Budaya

    Yang terakhir adalah jalur akulturasi budaya.

    Agama Islam masuk ke Indonesia tidak luput dari akulturasi budaya yang dilakukan oleh para da’i dengan menyebarkan Islam tanpa merubah adat istiadat yang bertentangan pada mereka, sehingga mereka memeluk Islam dengan sukarela dan tidak merasa terancam.

    Cara peyebaran pada jalur ini dicontohkan oleh Walisongo atau Sembilan wali penyebar Islam di Jawa.

    Akulturasi ini merupakan salah satu pergesaran dari budaya Hindu ke Islam denganmenyakutpautkan nilai-nilai kebudayaannya. Salah satu medianya yakni dengan menggunakan wayang.

    Sejarah Masuknya Islam di Indonesia Menurut Catatan

    Ada banyak sekali catatan-catatan yang menyebutkan bagaimana awal masuk Islam ke Indonesia, pengaruhnya hingga siapa yang membawanya ke dalam Nusantara.

    Satu di antara yang sudah disebutkan adalah Arsitektur. Berikut ini beberapa catatan lengkap dengan penjelasannya:

    1. Demografi

    Demografi bersebaran umat Islam di Indonesia banyak berada di bagian barat terutama Jawa dan Sumatera. Sedangkan untuk daerah Timur seperti Sulawesi, NTT dan lainnya masih terbilang jarang.

    Penyebaran agama Islam di Indonesia terjadi secara bertahap dan tidak secara langsung, mulai dari daerah barat Indonesia seperti daerah Sumatera yang menjadi tempat persebaran agama Islam pertama di nusantara kemudian daerah Jawa hingga ke daerah timur Indonesia.

    2. Arsitektur

    Pengaruh pada arsitektur sangat banyak di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan beberapa bangunan yang mendapat pengaruh arsitektur dari Islam.

    Misalnya arsitektur rumah bertawi yang mana ciri khas teras lebar dan balai luas yang difungsikan untuk mengaji, berdakwah yang berhubungan dengan ajaran umat muslim.

    Salah satu arsitektur peninggalan Islam yang merupakan asli dari peninggalan Islam itu sendiri adalah masjid. Masjid merupakan tempat yang digunakan untuk beribadah oleh umat muslim, arsitektur masjid di manapun sangat kental dengan suasana Islami dan budaya timur tengah.

    3. Politik

    Sebagai Negara dengan mayoritas penduduk Islam. Maka keadaan politik di Indonesia pun tidak lepas dari pengaruh Islam.

    Namun meskipun bisa di bilang negara Indonesia adalah negara Islam dan mayoritas penduduknya Muslim, Indonesia tidak menerapkan sistem pemerintahan syariat Islam layaknya Arab Saudi.

    Meski begitu, partai-partai berbasis Islam masih eksis hingga saat ini dan berkembang cukup beasar. Hal tersebt juga didukung dengan adanya organisasi besar berbasis Islam.

    Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai sejarah masuknya Islam di Indonesia. Jadi bagaiamana?

    Apakah kamu sudah tahu sudah paham bagaimana Islam bisa hadir di bumi Nusantara kita?

  • 10 Contoh Pembukaan Pidato Islami, Referensi Terbaru

    10 Contoh Pembukaan Pidato Islami, Referensi Terbaru

    Beberapa contoh pembukaan pidato Islami ini bisa membantu siapapun yang ingin membuat teks pidatonya sendiri. Di sini akan dipaparkan berbagai versi pembukaan pidato untuk dijadikan referensi.

    Dalam berbagai acara, terutama acara Islami. Tentu pembukaan pidato menjadi  daya tarik tersendiri. Sebab pembukaan pidato yang menarik akan membuat pendengar lebih tertarik pada isi pidato lebih lanjut. 

    Maka dari itu, sangat penting bagi kita mengetahui beberapa contoh yang cocok jadi referensi untuk membuat teks pembuka pidato sendiri. 

    Contoh Pembukaan Pidato Islami

    Pembukaan pidato Islam menjadi suatu hal yang perlu kita perhatikan ketika membuat teks pidato. Sebab pembukaan menjadi salah satu kunci penentu dalam suksesnya pidato.

    Pembukaan pidato yang baik adalah pembukaan yang bisa memancing atensi dari pendengarnya. Nantinya mereka akan memperhatikan dan mendengarkan isi pidato sampai selesai.

    Adapun contoh pembukaan pidato Islami yang bisa kita pelajari sebagai referensi yakni:

    1. Contoh Pertama

    Sebenarnya contoh ini hanya sebagai referensi. Sebab biasanya setiap orang punya ciri khas dalam berpidato. Sehingga, tidak menutup kemungkinan contoh pembukaan pidato Islami ini bisa dimodifikasi.

    Berikut contoh pembukaan pidato yang bernuansa Islami:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Segala puji hanya milik Allah SWT semata.

    Segala zat yang Maha Syukur, zat yang Maha Ghafur yang telah memberikan beribu-ribu nikmat yang tidak bisa terukur.

    Nikmat iman, nikmat Islam hingga nikmat sehat wal afiat. Sehingga, kita semua bisa berkumpul di tempat yang baik ini, Insya Allah diberkahi oleh Allah SWT.

    Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah bersama ahlul baitnya. Juga kepada guru-guru kita, orang tua kita, saudara kita, pemimpin-pemimpin kita, muslimin, dan muslimat serta yang terdahulu.

    Baca juga: Pengertian Islam Menurut Bahasa, Istilah, dan Al-Quran

    2. Contoh Kedua

    Selanjutnya ada contoh pembukaan ceramah singkat atau pidato Islami yang lebih pendek dari contoh pertama. Sebab ada kalanya seseorang ingin menyampaikan pidato singkat.

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Bismillahirrahmanirrahim.

    Muslimin muslimat Rahimakumullah, marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada akhirul zaman, Nabi Agung Nabi Muhammad SAW.

    Semoga dalam acara yang mulia ini, kita semua bisa mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT.

    3. Contoh Ketiga

    Contoh pembukaan pidato Islami ketiga yang bisa jadi referensi lainnya ini juga cocok untuk acara Islami. Walaupun lebih panjang karena memasukan nama acara beserta topik pembahasannya, tapi memudahkan audiens untuk memahaminya.

    Berikut contoh pembukaan pidatonya:

    Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakaatuh.

    Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, was sholatu wassalamu ‘ala, asyrofil ambiyaa iwal mursalin, wa a’alaa alihi wa sahbihi ajmain amma ba’du.

    Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya kepada kita. Sehingga, kita semua bisa berkumpul di pagi yang cerah ini dan di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat untuk melaksanakan (nama acara).

    Tidak lupa sholawat serta salam kita panjatkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah membawa umat ini dari kegelapan menuju risalah kebenaran yang terang benderang yaitu ad-dinul Islam.

    4. Contoh Keempat

    Berikut ada contoh pembukaan pidato Islam yang penuh makna. Inilah contoh pembukaan yang bisa jadi referensi pembuatan pidato dengan baik dan benar.

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Alhamdulillah, asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna sayyidinaa Muhammadan rasuulullohi allohumma sholii ‘alaa sayyidina muhammadin wa ala alihi wa ashaabihi ajmaiin. Amma ba’du.

    Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan rahmatnya kepada kita semua, sehingga dapat berkumpul pada kesempatan yang penuh kemuliaan.

    Sholawat serta salam tidak lupa kita panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang Islamiyyah. 

    Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat dan tetap bersyukur atas semua takdir Allah SWT.

    Baca juga: Sejarah Masuknya Islam di Indonesia dan Perkembangannya

    5. Contoh Kelima

    Contoh pembukaan pidato Islami berikutnya cocok jadi bahan pertimbangan untuk perlombaan pidato. Berikut pemaparan contoh pembukaan pidatonya:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Hamdan lillahi sholatan wa salaman rasulullah wa’alaa alaihi ashhaabihi wa man laahu wa laa haula wa laa quwwata illa billah. Amma ba’du.

    Marilah kita mengucap syukur kepada Allah SWT karena atas kebaikannya kita bisa berkumpul dalam acara perlombaan adzan dan menghafalan surat Juz Amma untuk tingkat anak-anak.

    Sholawat dan salam kita junjung kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang yaitu ad-dinul Islam.

    Sekiranya kita semua dalam keadaan sehat dan semoga teman-teman senantiasa menjadi kebanggan orang tua yang sholeh dan sholehah.

    6. Contoh Pembukaan Pidato Islami Keenam

    Tidak hanya contoh lima itu saja, masih banyak contoh pembukaan pidato Islami lainnya yang bisa kita jadikan referensi. Salah satunya contoh pembukaan pidato sebagai berikut:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT, Yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih.

    Yang membalas setiap doa yang kita panjatkan, apabila kita berdoa dan selalu mengingat-Nya.

    Pertama-tama, marilah kita selalu panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah SWt yang telah mempertemukan kita di sini dalam keadaan sehat walafiat.

    Tidak lupa kita panjatkan sholawat dan salam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW bersama ahlul baitnya. Tak lupa pula, kepada guru-guru, orang tua, pemimpin, muslimin, dan muslimat beserta yang terdahulu juga yang akan datang.

    7. Contoh Ketujuh

    Selanjutnya terdapat contoh pembukaan pidato yang bisa masuk dalam kategori pembukaan ceramah yang bagus. Berikut contoh pembukaan pidatonya:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Bismillahi Alhamdulillah wassalatu wassalamu ala rasulullah lahaula walaquwwata illabillahil wa ba’du.

    Segala puji bagi Allah SWT Tuhan Yang Maha Pengasih, yang telah melimpahkan segala rahmat-Nya kepada kita. Sehingga di pagi yang cerah ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat.

    Sholawat serta salam tidak lupa kita panjatkan kepada pemimpin muhsinin Nabiyullah Muhammad SAW. Semoga berkah dan kedamaian terus tercurahkan pada keluarga dan sahabatnya.

    8. Contoh Kedelapan

    Sama dengan contoh ketujuh, contoh pembukaan pidato Islami kedelapan ini akan dilengkapi dengan penulisan bahasa Arabnya. Berikut contoh pembukaan pidato yang bisa kita jadikan pembelajaran:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ   

    الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin, wassholatu wassalaamu ‘alaa asyrofil anbiyaa-I wal mursaliin, nabiyyina wa habiibinaa muhammadin, wa’ala alihi wa shahbihi aj’ma’iin, wa man tabi’ahum bi ihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

    Segala puji bagi Allah  SWT yang Maha Suci, yang Maha Mengetahui, dan Maha Melihat hamba-hamba-Nya, dan Maha Syukur yang telah memberikan beribu-ribu nikmat yang tidak dapat terukur.

    Sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi akhirul zaman, nabi yang membawa zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang yaitu Nabi Agung Muhammad SAW.

    Semoga keluarganya, sahabatnya, dan kita semua selaku umat yang mengikuti sunnah-sunnahnya mendapatkan syafaatnya di hari akhir kelak. Amiin ya Rabbal alamin.

    9. Contoh Kesembilan

    Selain dari kedelapan contoh tersebut, juga ada contoh pembukaan pidato alhamdulillah yang dimulai dengan tetap membaca basmallah. Berikut contohnya:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ ، اَشْهَدُ اَنْ لۤا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Alhamdulillahi-lladzii hadaana lihadzaa, wama kunna linahtadiya laula an hadanallah, Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa Asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuluh, La nibya ba’dah.

    Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kita beribu-ribu nikmat yang tidak terhitung.

    Tak lupa sholawat serta salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta sahabatnya. Dan semoga kita semua mendapatkan syafaat dan petunjuknya hingga hari kiamat kelak.

    10. Contoh Kesepuluh

    Terakhir, ada contoh pembukaan pidato Islami arab yang penuh makna dan doa dengan menggunakan bahasa Arab secara penuh. Berikut contoh pembukaan pidato dengan bahasa Arab:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Alhamdulillaahil ladzii kaana bi’ibadihi khabiiran bashiraa, tabaarokal ladzii ja’ala fis samaa’I buruujaw waja’ala fiihaa sirojaw waqomarom miniira. Asyhadu an-laa ilaa ha-illallah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh, alladzi ba’atsahu bil haq basyiiraw wanadziiroo. Wa da’iyan ilal haqqi bi’idznihi wa sirojam muniiraa. Allahumma shalli ‘alaihi wa’alaa alihi wa shohbihi wa saliim tasliman katsiroo. Amma ba’du.

    Artinya, “Segala puji bagi Allah, yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat hamba-hambanya, Maha Suci Allah, Dialah yang menciptakan bintang-bintang di langit dan dijadikan padanya penerangan dan Bulan yang bercahaya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya yang diutus dengan kebenaran sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, mengajak pada kebenaran dengan izin-Nya, dan cahaya penerang bagi umatnya. Ya Allah, curahkan sholawat dan salam baginya dan keluarganya yaitu doa dan keselamatan yang berlimpah.”

    Demikian beberapa contoh pembukaan pidato Islami yang bisa jadi referensi saat membuat pidato. Kita bisa memodifikasi contoh pembukaan dengan ciri khas masing-masing.

  • 12 Contoh Puisi Agama Islam yang Inspiratif dan Penuh Makna

    12 Contoh Puisi Agama Islam yang Inspiratif dan Penuh Makna

    Puisi adalah bentuk karya sastra tertulis yang mengandung pikiran, perasaan, pesan, dan imajinasi dari penyair. Temanya pun beragam, salah salah satunya unsur keagamaan. Jika ingin mencari inspirasi, pada artikel ini disajikan contoh puisi agama Islam.

    Bahasa puisi biasanya puitis, indah, mengikuti irama, dan rima, serta tersusun dalam larik dan bait.

    Puisi juga merupakan cara ekspresi diri yang mencerminkan berbagai perasaan, termasuk imajinasi, kritik, pemikiran, pengalaman, kesenangan, dan nasihat. 

    Contoh Puisi Agama Islam 

    Di zaman yang modern ini, puisi kerap digunakan sebagai sarana berdakwah. Adapun sebenarnya penggunaan puisi atau syair dalam berdakwah telah ada sejak awal perkenalan Islam. 

    Di Indonesia, para pendakwah sejak Islam pertama kali masuk juga telah memanfaatkan karya sastra sebagai alat untuk menyebarkan ajaran agama. Itulah sebabnya puisi cukup efektif menjadi sarana dakwah.

    Banyak contoh puisi bertema Islami yang bisa kita buat berdasarkan pemikiran sendiri. Jika masih kesulitan, tenang saja. Ada banyak contoh puisi Islami yang bisa menjadi inspirasi. Berikut beberapa contoh puisi bertema agama Islam:

    1. Cinta karena Allah

    Ya Allah…

    Tunjukkanlah agar cintaku ini menjadi sumber kenyamanan bagi orang lain

    Jangan biarkan hatiku yang belum memiliki iman menjadi sombong

    Biarkanlah cinta ini selalu mengharapkan keridhoan-Mu

    Bukan untuk merusak ciptaan-Mu

    Ya Allah…

    Bimbinglah setiap tindakan yang kulakukan dengan dasar cinta

    Agar aku tidak tersesat dalam hutan nafsu yang berbahaya

    Biarkan aku tetap teguh dan tidak tergoyahkan

    Seperti kapal yang aman dalam angin yang tenang dan akhirnya berlabuh di pelukan sungai-sungai surga-Mu

    Ya Allah…

    Berikan aku karunia cinta-Mu

    Dan temukanlah bagi aku mereka yang juga mencintai-Mu

    Kumpulkan kami bersama untuk mendekatkan diri kepada-Mu

    Satukan barisan kami dalam keimanan

    Ya Allah…

    Apabila aku merasakan cinta,

    Tunjukkanlah padaku untuk meletakkan cinta ini pada mereka yang juga mencintai-Mu

    Jangan biarkan cinta ini melebihi cinta yang ku miliki pada-Mu

    Hingga aku mencapai puncak berkat-Mu.

    Baca juga: Fiqih Adalah: Pengertian, Sumber Hukum, Ruang Lingkup, dan Contohnya

    2. Mohon Ampun

    Contoh puisi agama Islam selanjutnya berkaitan dengan seorang hamba yang memohon ampun kepada Tuhannya. Berikut curahan hati dalam bentuk puisi:

    Ya Robbi… Yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun,

    Dalam sujud terakhirku, aku memohon agar Engkau mengampuni segala dosaku.

    Bimbinglah hatiku ke dalam lingkup kasih sayang-Mu, ya Robb..

    Ya Allah, sebagai Pencipta seluruh alam semesta beserta isinya,

    Tidak ada kekuatan yang seharusnya disembah selain Engkau.

    Apabila saat yang Engkau tetapkan telah tiba,

    Terimalah aku dengan penuh kasih sayang.

    Jiwaku tidak mampu menahan siksaan-Mu, ya Robbi.

    Lindungilah diriku dari siksaan api neraka yang kekal.

    Kemuliaan kalimat-Mu membawa pesan Ilahi.

    Panji tauhid yang berkibar memberikan semangat.

    Aku mencintai Allah dan mencintai Rasulku.

    Aku ingin berada di masa itu,

    Di masa di mana Nabi Allah berjuang untuk menyampaikan dakwah,

    Membawa kebenaran, kebaikan, dan penerangan.

    3. Dalam Sajadahku

    Dalam sajadah yang telah usang itu,

    Tubuhku menjadi rapuh,

    Mengingat saat-saat yang telah berlalu,

    Ketika aku lupa akan janji yang akan dihitung kelak.

    Dalam sajadah yang usang itu,

    Teriakan tidak lagi terdengar,

    Mataku berkabut, tidak mampu melihat,

    Telingaku merasa kehilangan pendengarannya.

    Ya Allah,

    Izinkan aku bersimpuh,

    Dalam sajadah yang panjang dan usang ini,

    Aku berdoa dan memohon,

    Ampunilah segala dosaku.

    Dalam sajadah yang usang ini,

    Aku merenungkan hidupku,

    Mengukirnya di dinding-dinding hatiku,

    Hati ini gemetar, segalanya terasa lemah,

    Aku memikirkan betapa buruknya diriku,

    Tidak mampu merenungkan diri sendiri,

    Wahai hati yang kosong,

    Kembalilah kepada cahaya-Nya,

    Berdoalah dengan khidmat,

    Isilah kekosongan itu dengan wudhumu yang suci,

    Dengarkanlah lembutnya lantunan firman-Nya,

    Tenanglah… tenanglah,

    Berlarilah mengejar cahaya itu,

    Menggunakan renungan hidup dalam sajadah yang usang ini.

    4. Sepertiga Malam

    Meskipun malamnya dingin, waktu terus bergerak maju

    Bagi mereka yang mencari surga, jiwa manusia yang terhina

    Ibadah di bumi tidak akan cukup untuk membersihkan hati yang berkarat

    Capailah ibadah langitmu

    Pukullah pintunya pada saat itu

    Ketika orang-orang sedang mewujudkan impian mereka

    Ketika manusia terlupa akan janji mereka

    Murnikan hati saat sepertiga malam tiba

    Rasakan kehadiran Jibril yang mencatat segala amal itu

    Ceritakan segala kisah, luapkan semuanya

    Bersihkan semua luka-luka

    Kesombongan itu, wahai Jibril,

    Lihatlah aku, aku merindukanmu

    Aku ingin engkau mendekapku, wahai Jibril

    Dalam saat-saat malam yang penuh kerinduan itu.

    Itulah contoh puisi agama Islam yang mengekspresikan tentang ibadah pada sepertiga malam. Waktu tersebut sangat mustajab untuk berdoa sehingga kita sebagai muslim pun wajib memanfaatkannya.

    Baca juga: Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Pendek, Panjang, Arab & Latin

    5. Al-Qur’an Kitabku

    Di saat senja mulai merayap,

    Adzan berkumandang dalam keheningan,

    Manusia berkerumun,

    Melangkah menuju musholla.

    Pada takbir yang terakhir,

    Salam mengakhiri ibadah,

    Mereka berangsur pergi,

    Sisanya hanya Si Alim yang menunggu.

    Di halaman dua ratus halaman terakhir,

    Si Alim membuka

    Sebuah Al-Quran yang telah uzur,

    Di dalam bilik surau yang sunyi.

    Apa yang berbeda?

    Ketika Si Alim melantunkan,

    Ayat demi ayat,

    Dengan tulus dan tanpa cacat?

    Mereka mendengarkan Si Alim

    Yang terus mengaji,

    Ketika adzan berikutnya berkumandang,

    Dengan hati yang lebih kaya.

    Mereka berpikir,

    Kekayaan adalah harta,

    Kedudukan yang penuh kuasa,

    Atau kemampuan untuk membuat janji-janji manis.

    Namun, lihatlah Si Alim,

    Wajahnya tenang,

    Tidak memiliki harta,

    Tidak memiliki kerabat dekat.

    Al-Quran menjadi sahabatnya,

    Dia mengaji pagi dan petang,

    Membuat kitab tua itu

    Menjadi saudara yang setia baginya.

    6. Siksa Neraka

    Tubuh terlempar seperti bola,

    Tidak memiliki amal baik sedikit pun,

    Masuk ke dalam kolam yang bergolak,

    Menelan bulatan-bulatan tubuh,

    Menunggu pukulan palu dan gada raksasa,

    Sebagai hukuman atas dosa-dosanya.

    Sedangkan yang lainnya terkena semburan api,

    Sepertinya berusaha membersihkan tubuh-tubuh mereka,

    Namun tubuh mereka menjadi terluka parah,

    Dosa-dosa yang tak terampuni terus diulang,

    Mereka terus menerima semburan api berulang kali.

    7. Perilaku Terpuji

    Islam mengajarkan penganutnya untuk berperilaku terpuji. Itulah sebabnya muncul contoh puisi agama Islam tentang akhlak terpuji seperti berikut ini:

    Indah melihat seseorang yang sederhana,

    Tidak perlu mengenakan sorban,

    Atau menghias jemarinya dengan tasbih.

    Hanya senyuman ikhlas yang mempercantik bibirnya.

    Akhlak yang baik tidak hanya bisa diukur

    Dari penampilan fisik seseorang,

    Bukan juga dari berapa kali dia sujud dalam sehari,

    Atau dari dalil-dalil yang dia tunjukkan.

    Kualitas ibadahmu adalah ukurannya,

    Kemurahan hatimu yang tulus yang akan diingat,

    Bukan seberapa lama kamu berada dalam ruku’,

    Tetapi sejauh mana kejujuran hatimu.

    8. Memberi Lebih Berarti

    Ketika kau memberi

    Tanpa mengharap balasan di hatimu

    Kepada seorang tua yang lelah

    Dengan wajah yang penuh kelelahan

    Di persimpangan jalan yang ramai

    Dia membawa surat kabar pagi

    Mengenakan selendang untuk melindungi diri

    Dari terik matahari yang menyengat

    Bagimu, lembaran yang kau berikan

    Mungkin terasa kecil

    Tapi jangan mengira hanya dia yang merasa bahagia

    Hatimu juga menjadi lebih bahagia

    Hartamu tidak akan berkurang

    Ketika kau memberi dengan ikhlas kepada orang tua itu

    Senyuman kebahagiaan akan mekar

    Di sisa hari yang masih panjang

    Dengan memberi tanpa pamrih,

    Kita menemukan kekayaan yang sesungguhnya,

    Yakni kebahagiaan dalam hati yang tulus.

    9. Hamba yang Berdosa

    Tanpa disadari,

    Sudah banyak tindakan yang tidak berguna yang telah aku lakukan,

    Sungguh, hati ini terasa begitu pedih,

    Bila aku mengingat kesalahan yang telah kulakukan.

    Wahai Tuhan, Yang Merangkai Alam Semesta,

    Teguhkan hati ini dengan kekuatan,

    Berikan ketenangan kepada jiwa ini,

    Jangan biarkan hati dan jiwa ini resah,

    Karena kesalahan yang telah aku perbuat.

    Tuhan, Yang Menjaga Alam Semesta,

    Tuntunlah hati ini,

    Agar terus memperbaiki diri,

    Dari segala kesalahan yang telah kulakukan.

    Tuhan, Yang Memberikan Ketenangan,

    Limpahkanlah segala keagungan-Mu,

    Hindarkanlah hamba-Mu ini dari dosa,

    Ampuni hamba yang penuh kesalahan

    10. Bersyukur

    Segenap puji,

    Aku sampaikan, Ya Allah.

    Untuk semua anugerah dan karunia-Mu.

    Ini adalah ungkapan syukur

    Dari hati yang dalam, Yang Engkau kurniakan.

    Aku hanya dapat menyatakan terima kasih,

    Sebagai hamba-Mu yang penuh dosa

    Berilah ampun atas dosa-dosa hamba,

    Yang selalu melakukan kesalahan,

    Setiap detik

    Dan setiap saat.

    Terima kasih, Ya Allah.

    Buatlah aku, hamba-Mu ini,

    Menjadi hamba yang selalu bersyukur,

    Untuk segala ciptaan-Mu, Ya Allah.

    Berikanlah kekuatan kepada hamba,

    Dalam menghadapi segala cobaan

    Yang Engkau berikan

    Kepada hamba yang lemah ini, Ya Allah..

    11. Rindu kepada-Nya

    Hati bergetar saat mendengar panggilan keagungan-Mu,

    Kaki bersorak melangkah menuju depan-Mu,

    Menyentuh air suci untuk membersihkan diri,

    Menuju tempat sujud yang kudus,

    Sambil mengucapkan doa yang mengangkat-Mu.

    Rasa syukur tak pernah berhenti mengalir dalam hati,

    Hati ini dipenuhi oleh gelora rindu,

    Rindu yang tak terbendung, ingin segera mendekat kepada-Mu,

    Rindu seorang hamba yang haus akan rahmat-Mu.

    Apakah ini adalah candu rindu kepada-Mu?

    Perasaan takut menyelimuti hati ini,

    Ketika tidak ada pertemuan dengan-Mu,

    Seolah-olah khawatir akan kehilangan-Mu.

    Hingga tak henti-hentinya aku bersimpuh di hadapan-Mu,

    Ya Robbi… Yang Maha Penyayang…

    Janganlah Engkau menghapus candu rindu ini,

    Candu rindu kepada diri-Mu yang selalu melingkupi hatiku.

    12. Bulan yang Penuh Berkah

    Tak terasa pagi tiba lagi,

    Membawa semangat untuk berjuang,

    Melewati hari-hari yang panjang,

    Yang selalu bersemangat dan tak pernah pudar.

    Ramadhan telah tiba,

    Membawa pesona yang gemilang,

    Menggapai harapan yang tinggi,

    Seperti cahaya gemerlap bintang-bintang di langit.

    Selamat datang, Ya Ramadhan,

    Kau telah membawa berkah pada bulan yang suci,

    Di mana segala amal kita diberkati,

    Dan Asma-Mu selalu kita sebutkan dengan penuh penghormatan.

    Itulah contoh puisi agama Islam dengan berbagai topik. Puisi tersebut menjadi cerminan pikiran dan perasaan seorang hamba terhadap Rabb-nya dan terhadap sesama manusia. Semoga dapat menjadi inspirasi penulisan bertema Islami.

  • Bank Syariah di Indonesia: Pengertian, Prinsip, dan Produknya

    Bank Syariah di Indonesia: Pengertian, Prinsip, dan Produknya

    Bank Syariah adalah layanan perbankan yang pengelolaannya berdasarkan prinsip syariah Islam. Saat ini pun pertumbuhan perbankan syariah semakin berkembang pesat di Indonesia.

    Beberapa orang menganggap bahwa bank syariah memiliki metode yang tidak merugikan maupun menguntungkan satu pihak saja. Pasalnya, kehadiran bank syariah ini menggunakan prinsip yang menjadi solusi masyarakat untuk menghindari riba dan gharar.

    Adapun skema yang digunakan dalam bank syariah di Indonesia yakni bagi hasil. Penasaran dengan penjelasan lainnya? Yuk simak lebih lanjut terkait pengertian, ciri, hingga fungsinya di bawah ini!

    Pengertian Bank Syariah di Indonesia

    Bank sendiri berasal dari bahasa italia, yakni banco yang bermakna meja. Penggunaan istilah banco ini disebabkan realita kesehariannya bahwa setiap aktivitas dan proses transaksi sejak dahulu dilakukan di atas meja.

    Sedangkan dalam bahasa Arab, bank disebut sebagai mashrof yang berarti tempat berlangsungnya menukar harta baik dengan cara mengambil ataupun menyimpan.

    Mengenai perbankan, Indonesia membahasa mengenainya dalam Undang-undangan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992. Bank diartikan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

    Namun Undang-undang ini diperbaruhi menjadi Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992, Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk leinnya dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak.

    Penjelasan di atas merupakan makna bank secara umum. Seiring dengan perkembangan prinsip dan permintaan konsumen atas sistem bank yang lebih mengutamakan syariat.

    Kemudian munculah bank syariah di Indonesia sebagai salah satu solusi mengenai permintaan tersbeut.

    Berdasarkan Undang-undang No.21 tahun 2008, bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip hukum islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia atau MU.

    Prinsip tersebut, seperti prinsip keadilan dan keseimbangan (‘adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak mengandung gharar, maysir, riba, zalim dan obyek yang haram.

    Secara umum, pengertian bank syariah adalah suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya menganut prinsip syariat Islam.

    Secara istilah, pengertian bank syariah adalah lembaga keuangan yang kegiatan operasional dan produknya menganut prinsip-prinsip Islam berdasarkan Al-Qur’an dan hadits.

    Dari penjelasan di atas, dapat di sederhanakan bahwasannya pengertian bank syariah adalah Perbankan yang aktivitas transaksinya sesuai syariat Islam.

    Ciri-ciri Bank Syariah di Indonesia

    Setelah mengenal bank syariah melalui penjabaran mengenai pengertiannya baik secara umum dan Undang-undang. Kenali beberapa cirinya berikut ini:

    1. Ada Dewan Pengawas Syariah (DPS)

    Setiap bank syariah di Indonesia tentu memiliki Dewan Pengawas Syariah sebagai pengawas lembaga di samping Otoritas Jasa Keuangan.

    Adanya dewan ini, guna memastikan kesyariaahan produk dan layanan yang disediakan.

    Selain itu, dewan ini turut memastikan tahapan perencanaan hingga proses produk atau layanan tersebut rilis dan siap ditawarkan kepada nasabah.

    2. Menggunakan Sistem Nisbah atau Bagi Hasil

    Telah disinggung sebelumnya, bahwasannya bank syariah memiliki perbedaan yang amat kentara dibanding dengan bank konvensional.

    Pasalnya, Bank Syariah di Indonesia menerapkan sistem nisbah atau bagi hasil sebagai bentuk pemberian keuntungan kepada nasabahnya.

    Akad yang digunakan di bank konvensional umumnya menyebabkan adanya riba. Sedangka, dalam bank syariah, akad yang diterapkan berupa mudhabarah.

    Serta, menetapkan nasabah sebagai pemilik dana. Adapun, pihak bank sebagai pengelola dana.

    3. Tidak Ada Fixed Return

    Bank konvesional menggunakan fixed return atau angka pembiayaan yang ditetapkan di awal, meski proyek belum berjalan.

    Tentu hal ini menjadi salah satu alasan terjadinya gharar, sementara dalam Islam, tidak diperbolehkan adanya gharar dalam akad yang dilakukan.

    Oleh sebab itu, memastikan nominal pembiayaan sebelum mengetahui untung atau rugi suatu proyek menjadi hal yang tidak diperbolehkan dalam bank syariah.

    4. Tidak Ada Presentase Tetap

    Ciri yang satu ini tidak kalah penting dari lainnya. Bank syariah di Indonesia tidak memiliki presentase tetap. Pasalnya, presentase tetap bersifat melekat pada sisa hutang meskipun batas waktu perjanjian telah berakhir.

    Baca juga: Hukum Deposito dalam Islam: Apakah Halal atau Haram?

    Tujuan Bank Syariah di Indonesia

    Sebelum memutuskan untuk turut serta menjadi salah satu nasabah dari bank syariah di Indonesia, ada baiknya untuk mengetahui apa tujuan dari berdirinya bank syariah sendiri. Aapun tujuannya sebagai berikut:

    1. Mengarahkan segala aktivitas ekonomi untuk muamalat secara Islam, khususnya aktivitas transaksi atau akad yang berhubungan dengan perbankan. Hal ini guna menghindari praktek riba maupun sejenisnya, atau perdagangan lain yang mengandung unsur gharar (penipuan). Dimana usaha tersbeut dilarang dalam Islam.
    2. Untuk menciptakan keadilan dalam bidang ekonomi dengan jalan meratakan pendapatan melalui kegiatan investasi, guna menghindari kesenjangan yang amat besar antar pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana.
    3. Untuk meningkatkan kemsalahatan umat dengan membuka peluang berusaha yang lebih besar terutama kelompok miskin, yang diarahkan kepada kegiatan usaha yang produktif, menuju terciptanya kemandirian usaha.
    4. Berupaya untuk mengentaskan kemiskinan berupa pembinaan nasabah yang lebih menonjolkan kebersamaannya dari siklus usaha yang lengkap seperti program pembinaan pengusaha produsen, pembinaan pedagang perantara, program pembinaan konsumen dan banyak program lainnya bersama-sama.
    5. Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter. Dengan aktivitas ini bank syariah Indonesia akan mampu menghindari pemanasan ekonomi yang diakibatkan oleh inflasi dan menghindari persaiangan yang tidak sehat antara lembaga keuangan.
    6. Untuk menyalamatkan ketergantungan umat Islam terhadap bank non-syariah.

    Fungsi Bank Syariah

    Fungsi serta peran bank syariah tercatat dalam pembukuan standar akutansi yang diterbitkan oleh Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution (AAOIFI), yakni sebagai berikut:

    1. Fungsi Manajer Investasi

    Dalam hal penghimpunan dana, terutama dana mudharabah, bank syariah bertindak sebagai shahibul maal atau manajer investasi dari kumpulan dana nasabah.

    Sebagai manajer investasi, bank harus dapat mengelola dana tersbeut dengan tepat, memakai prinsip kehati-hatian dan profesional.

    Sebab, pada dasarnya, pengelolaan tersebut dapat menentukan tinggi atau rendahnya bagi hasil yang akan diterima oleh nasabah sebagai pemilik dana.

    2. Fungsi Investor

    Selain penghimpun kumpulan dana nasabah, bank syariah Indonesia juga berfungsi sebagai pemilik dana atau investor. Kegiatan investasi yang dilakukan oleh bank syariah harus dilakukan pada sektor yang produktif dan minim akan risiko.

    Kemudian, instrumen investasi juga haruslah yang diperbolehkan dalam syariat Islam saja. Jenis akad yang memerlukan fungsi ini antara lain mudharabah, musyarakah, murabahah, hingga ijarah.

    3. Fungsi Sosial

    Fungsi dari bank syariah di Indonesia selanjutnya yakni menjalankan aktivitas sosial. Salah satunya sebagai lembaga baitul mal di mana perbankan syariah dapat menerima dana yang berasal dari donasi dan amal nasabahnya.

    Dana yang diperoleh dari nasabah kemudian disalurkan kepada pengelola wakaf (nazhir) sesuai kehendak pemberi wakaf (wakif). Tentu fungsi ini menjadi kelebihan dari adanya bank syariah Indonesia.

    Tak hanya itu, fungsi sosial yang dijalankan oleh perbankan syariah juga dapat dilakukan dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Bank akan melaksanakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawab sosial perusahaan.

    4. Fungsi Penyedia Jasa Keuangan

    Untuk fungsi satu ini, bank syariah tidak jauh dengan bank konvensional, yakni sebagai penyedia layanan transaksi keuangan.

    Jasa keuangan yang disediakan seperti layanan transfer, kliring, inkaso, payroll, dan bank garansi. Layanan yang disediakan oleh perbankan syariah dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

    Pilihan Produk Bank Syariah di Indonesia

    Pilihan Produk Bank Syariah di Indonesia

    Semakin tertarik dengan Bank Syariah di Indonesia? Sebum memutuskan, berikut ini beberapa pilihan produk perbankan syariah yang setidaknya kita perlu ketahui.

    Secara garis besar, produk bank syariah dan konvensional tidaklah berbeda. Hanya saja, pelaksanaan perbankan syariah berdasarkan prinsip syariah. Adapun jenis produk perbankan syariah yang terdiri dari 3 tipe sebagai berikut:

    1. Penghimpunan Dana, produk simpanan seperti tabungan, giro, dan deposito yang memakai prinsip mudharabah dan wadiah.
    2. Penyaluran Dana, produk pembiayaan dengan memakai prinsip seperti jual beli (murabahah, istishna, dan salam), bagi hasil (mudharabah dan musyarakah), serta ujrah atau upah.
    3. Jasa Keuangan, produk bank syariah dengan memakai prinsip syariah, seperti Wakalah, Kafalah, Sharf, dan Hawalah. Contohnya layanan transfer, kliring, inkaso, payroll, dan bank garansi.

    Nah itulah informasi seputar bank syariah, tertarik untuk bergabung menjadi salah satu nasabahnya?.

    Tentu akan lebih baik jika segala aktivitas transaksi beralih pada metode syariah yang menjauhkan kita dari riba bukan? Semoga artikel ini dapat membantu ya!