Category: Doa & Dzikir

  • Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir Arab-Latin Beserta Arti Sesuai Sunnah

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir Arab-Latin Beserta Arti Sesuai Sunnah

    Ada kalanya kita sebagai manusia merasa terpuruk dan tidak menemukan jalan keluar dari masalah. Sebagai umat muslim, langkah terbaik untuk menyelesaikannya justru dengan berserah kepada Allah Subhana wata’alla. Salah satunya, yakni melafalkan doa setelah sholat witir.

    Berdoa semata-mata ingin dikuatkan untuk menghadapi cobaan-cobaan di dunia serta bentuk kepasrahan diri kepada Sang Pemilik-Nya.

    Lantas, apakah setelah berdzikir dan doa setelah sholat witir masalah kita akan selesai? Apakah hal ini dapat membantu membuat diri merasa lebih baik? Mari simak penjelasannya dalam artikel ini:

    Urutan Dzikir dan Doa Setelah Shalat Witir

    Sholat witir adalah salah satu sholat sunnah yang diisyaratkan untuk dilakukan bukan hanya pada saat bulan suci Ramadhan saja. Namun witir dilakukan sebagai penutup sholat sunnah lainnya pada malam hari.

    Diriwayatkan dalam hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa yang melaksanakan sholat witir dengan tiga rakaat, maka ia telah membebaskan dirinya dari kesyirikan (menyekutukan Allah).” (HR. Abu Dawud)

    Artinya, sholat ini adalah salah satu sholat sunnah yang mampu menjaga kita dari menyekutukan Allah SWT jika dilakukan dengan benar dan rutin.

    Apalagi jia ditambah dengan alaman seperti Dzikir dan Doa yang dianjarkan Rasulullah SAW ketika selesai sholat.

    Baca juga: 3 Doa Saat Sujud Terakhir Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    Urutan Dzikir Setelah Sholat Witir

    Setelah salam dari Shalat Witir, kita dianjurkan untuk tidak segera bangun meninggalkan tempat sholat.

    Kita dianjurkan untuk membaca doa dan wirid sejenak sebagaimana keterangan berikut ini:

    يُسَنُّ أَنْ يَقُولَ بَعْدَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ وَأَنْ يَقُولَ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

    Artinya: “Seseorang dianjurkan setelah shalat witir membaca tiga kali, ‘Subhānal malikil quddūs,’ kemudian membaca, ‘Allāhumma inī a‘ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu‘āfātika min ‘uqūbatika. Wa a‘ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika,’” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], halaman 101).

    Adapun susunan bacaan setelah selesai shalat Witir adalah sebagai berikut:

    1. Membaca Syahadat

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

    Ashhadu anna la ilaha illa Allahu wa ashhadu anna Muhammadan Rasulullah

    Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

    2. Lanjutkan dengan Istighfar

    أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

    Astaghfirulloh al-adziim alladzii laa ilaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih.

    Aku memohon ampun kepada-Mu ya Allah, Dzat yang tiada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertobat kepada-Nya.

    3. Membaca Doa Permohonan Ridho dan Surga Allah SWT

    اَلَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

    Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa a‘ūdzu bika min sakhathika wan nār.

    Ya-Allah, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada rahmat-Mu dari murka dan neraka-Mu.

    3.1 Poin 1-3 diulang sebanyak 3 kali.

    4. Membaca Tasbih 3X

    سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

    Subhānal malikil quddūs 3x

    Mahasuci Tuhan yang kudus

    5. Membaca Doa Pujian Kesucian

    سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

    Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh.

    Artinya: Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril

    6. Doa Meminta Ampunan yang Luas (3 kali)

    اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي   

    Latin: Allahumma innaka ‘afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa, fa‘fu ‘anni.  

    Artinya, “Tuhanku, sungguh Kau Maha Pengampun lagi Pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.”  

    7. Pujian atas Murahnya Kasih Sayang dan Rahmat Allah SWT

    يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna.

    Artinya: Wahai Zat yang maha pemurah, aku memohon atas berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap penyayang.

    Baca juga: Doa Minum Air Zam Zam Latin Arab dan Artinya

    8. Membaca Doa Mohon Ampun dan Keselamatan

    للَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

    Latin: Allāhumma inī a‘ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu‘āfātika min ‘uqūbatika. Wa a‘ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika

    Artinya: Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak sanggup  membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri

    9. Akhiri dengan Membaca Surat Al-Fatihah

       بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

    Latin: Bismillahirrohmanirrohiim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, ar-rahmanir rahim, maliki yawmiddin, iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, ihdinas siratal mustaqim, siratal ladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdubi ‘alaihim wa lad-dhalin.

    Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.

    10. Lanjut dengan Doa Shalat Witir

    اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ. اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللهُ يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    ”Alloohumma innaa nas’aluka iimaanan daaiman, wanas’aluka qolban khoosyi’an, wanas’aluka ‘ilman naafi’an, wanas’aluka yaqiinan shoodiqon, wanas’aluka ‘amalan shoolihan, wanas’aluka diinan qoyyiman, Wanas’aluka khoiran katsiron, wanas’alukal-afwa wal’aafiyata, wanas’aluka tamaamal ‘aafiyati, wanas’alukasyukro ‘alal-‘aafiyati, wanas’alukal ghinaa’a ‘aninnaasi. Alloohumma robbanaa taqobbal minnaa sholaatanaa wasiyaa manaa waqiyaa manaa watakhus-syu’anaa watadhorru’anaa ata’abbudanaa watammim taqshiironaa yaa alloohu yaa alloohu yaa alloohu yaa arhamar-rohimiin. Washollalloohu alaa khoiri kholqihi muhammadin wa alaa aalihi washohbihi ajma’iina, walhamdu lillaahi robbil-aalamiina.”

    Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, dan kami memohon kepada-Mu hati yang khusyuk. Kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar. Kami memohon kepada-Mu amal yang saleh, dan kami memohon kepada-Mu agama yang lurus. Kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, dan kami memohon kepada-Mu pengampunan dan kesehatan. Kami memohon kepada-Mu kesempurnaan kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu rasa syukur atas kesehatan tersebut. Kami memohon kepada-Mu kecukupan tanpa bergantung pada manusia. Ya Allah, ya Tuhan kami, terimalah shalat, puasa, dan ibadah kami, dan sempurnakanlah kekurangan kami, ya Allah, ya Allah, ya Allah, ya Maha Penyayang. Semoga Allah memberkati Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

    Kemudian tutup dengan:

    12. Surat Al-Fatihah.

    13. Doa pendek penutup.

    14. Niat puasa Ramadhan (Jika Hendak Puasa Ramadhan)

    Bacaan Doa setelah Sholat Witir Menurut Muhammadiyah

    Mengutip laman Muhammadiyah, bacaan doa setelah menjalankan sholat witir yang digunakan di Muhammadiyah. Sebagai tuntunan dari hadis berikut:

    “Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab Adalah Rasulullah saw ketika shalat witir membaca surat Sabbihisma rabbikal a’la [al A’la], dan surat Qul ya ayyuhal kafirun [al Kafirun] dan surat Qul huwallahu ahad [al-Ikhlas]. Kemudian apabila telah selesai mengucapkan salam, beliau membaca “Subhanal malikil quddus” tiga kali.” (H.R. an-Nasa’i dalam Sunan an-Nasa’i no.1729, Kitab Qiyamu al-Lail wa tatawwu’u an-Nahar, Bab Nau’un Akharun min al-Qira’ati fi al-Witri)

    Berdasarkan hadis tersebut, maka doa yang dilantunkan setelah salat tarawih dan witir sebagai berikut:

    سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

    Subhanal malikil quddus 3x

    Artinya: “Maha suci Allah yang Maha Merajai dan yang Maha Bersih” (3x) lalu, dilanjutkan dengan membaca:

    رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

    Rabbil malaikati war-ruh 1x

    Artinya: “Yang menguasai para malaikat dan Ruh/Jibril” (1x)

    Keutamaan Membaca Doa setelah Sholat Witir

    Amalkanlah doa ini semata-mata ingin dekat dengan Allah SWT serta sebagai bentuk ketabahan dan berserah diri untuk meminta pertolongan akan masalah-malah yang sedang kita hadapi. Doa setelah sholat witir ini juga memiliki banyak keutamaan yakni:

    1. Mendapatkan Pahala Tambahan
    2. Didapatkannya ampunan dan rahmat Allah SWT
    3. Terjaganya koneksi dan komunikasi dengan Allah SWT
    4. Agar terlindungi dan sebagai pertolongan akan masalah yang dialami
    5. Sebagai penyempurnakan Ibadah

    Demikianlah informasi mengenai dzikir dan doa setelah sholat witir serta keutamaannya sesuai sunnah Rasulullah SAW.

    Insyaallah jika kita ikhlas akan ketetapan-Nya dan percaya bahwa Allah SWT. Jalan akan terbuka lebar tanpa diduga-duga.

    Terimakasih sudah mampir, semoga bermanfaat ya! Assalamualaikum wr.wb.

  • 8 Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki

    8 Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki

    Setiap orang pernah menghadapi masalah dalam hidupnya. Terkadang kita juga memiliki urusan dan keinginan yang ingin diwujudkan. Saat itulah dianjurkan untuk membaca doa dimudahkan segala urusan.

    Sebagai hamba yang beriman sudah sewajarnya kita memanjatkan doa kepada Allah SWT, terutama ketika memerlukan pertolongan.

    Berdoa bukan hal yang sulit dan yang paling penting kita bisa melakukannya di mana saja. 

    Doa Dimudahkan Segala Urusan

    Ada kalanya kita juga memiliki keinginan atau hajat, tapi merasa sulit untuk mewujudkannya. Bahkan ada juga yang sampai frustasi.

    Kadang kita dapat terserang perasaan berkecil hati ketika hendak melakukan urusan penting. Saat itulah umat muslim sebaiknya memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah SWT.

    Pasalnya, segala kemudahan datang dari Allah SWT. Demikian pula dengan kesulitan, apabila Allah menghendaki, maka segala kesulitan akan menjadi mudah.

    Berdoa juga akan membantu kita terhindar dari perasaan kecil hati maupun berputus asa. Maka dari itu, sikap seorang muslim saat berhadapan pada urusan maupun memiliki keinginan adalah terus berdoa kepada Allah.

    Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT,

    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

    Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku. 

    Baca juga: Ini 3 Doa yang Dikabulkan oleh Allah SWT, Sangat Mustajab!

    Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

    Berikut beberapa doa dimudahkan segala urusan yang bisa kita baca:

    1. Doa Memohon Kemudahan

    Doa Memohon Kemudahan

    Melansir dari Rumaysho, doa dimudahkan segala urusan berikut merupakan doa shahih dari Rasulullah SAW.

    Berlandaskan hadits riwayat Ibnu Sunni, dari Anas bin Malik, Beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Latinnya: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

    Doa memohon kemudahan ini bisa juga dibaca sebagai doa dimudahkan ujian.

    2. Doa Nabi Musa

    Nabi Musa AS mengalami banyak rintangan selama berdakwah. Beliau bahkan hendak dibunuh karena ingin mendakwahi Fir’aun, yang mana merupakan penguasa Mesir dengan hati kejam.

    Maka, Nabi Musa AS pun memohon kepada Allah supaya diberikan kemudahan.

    Adapun doa dimudahkan segala urusan dari Nabi Musa AS bacaannya yaitu sebagai berikut:

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Sementara bacaan doa dimudahkan segala urusan tulisan Arab tersebut dalam bacaan latin bunyinya;

    Rabbisy ra’hlii shodrii wassirlii amrii, wa’hlul u’qdatam millisaanii yafqohuu qoulii.

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Taha: 25-28)

    3. Dzikir Dimudahkan Segala Urusan

    Doa berikutnya merupakan ajaran dari Rasulullah SAW kepada putrinya, Fatimah. Doa ini berisi permohonan untuk meminta pertolongan Allah supaya mendapatkan kemudahan dalam segala urusan.

    Sebagaimana tertera dalam riwayat hadits, doa ini sebaiknya dibaca sebagai dzikir setiap pagi dan petang.

    Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada Fatimah (puterinya).

    “Apa yang menghalangimu untuk mendengar wasiatku atau yang kuingatkan padamu setiap pagi dan petang yaitu ucapkanlah:

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Dalam tulisan latin bacaannya: Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan.

    Perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.” (HR. Ibnu As Sunni).

    4. Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Pekerjaan

    Doa berikut merupakan bacaan doa yang tercantum dalam kitab Ad Du’a karya Imam At Thabrani.

    Doa ini merupakan permohonan supaya mendapatkan kemudahan dalam pekerjaan dan menghasilkan keberkahan.

    Adapun bacaannya adalah sebagai berikut:

    َّأَللَّهٌمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مٌبَارَكًا، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ أَمَرْتَ بِالدُّعَاءِ وَقَضَيْتَ عَلَىَّ نَفْسَكَ بِالْاِسْتِجَابَةِ وَأَنْتَ لَا تٌخْلِفٌ وَعْدَكَ وَلَا تٌكَذِّبُ عَهْدَكَ اَللَّهُم مَا أَحْبَبْتَ مِنْ خَيْرٍ فَحَبِّبْهٌ إِلَيْنَا وَيَسِّرْهُ لَنَا وَمَا كَرَهْتَ مِنْ شَئْ ٍفَكَرِهْهُ إِلَيْنَا وَجَنِّبْنَاهُ وَلَا تُنْزِعْ عَنَّا الْإِسْلَامَ بَعْدَ إِذْ أَعْطَيْتَنَا

    Dalam tulisan latin, bacaannya: Allahumma innii as’aluka min fadhlika wa athaa’ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du’aa’i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa’daka wa laa tukadzzibu ahdaka. 

    Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi’ annal islaam ba’da iz a’thaitanaa.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaanMu dan pemberianMu, rizki yang baik lagi berkah. 

    Ya Allah sesungguhnya Engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan Engkau Dzat Yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya.

    Ya Allah, tidak ada kebaikan yang Engkau sukai, kecuali Engkau jadikan kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkan kami mendapatkannya. 

    Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan.”

    5. Doa Dilancarkan Rezeki

    Untuk memohonkan supaya hal yang kita ingin terkabul, dapat membaca doa meminta kelapangan rezeki.

    Doa dimudahkan segala urusan dan dilancarkan rezeki ini diajarkan oleh Rasulullah SAW. Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي

    Latinnya: Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.”

    6. Doa Dimudahkan Segala Urusan Dunia dan Akhirat

    Doa yang satu ini dikenal juga sebagai doa sapu jagad. Maksudnya yaitu merupakan doa yang ampuh dan sudah mencakup permintaan seluruh kebaikan di dunia dan akhirat.

    Kita dapat membaca doa ini untuk memohon kemudahan segala urusan dunia akhirat. Berikut bacaannya:

    رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Dalam tulisan latin, bacaannya yaitu:

    Robbanaa aatina fid dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”

    7. Doa Shalat Hajat

    Shalat hajat merupakan shalat yang dilakukan ketika kita memiliki suatu hajat atau keinginan. Dalam shalat hajat, kita memohon kepada Allah SWT supaya hal yang menjadi keinginan dapat terkabul.

    Melansir dari Rumaysho, shalat hajat merupakan shalat sunnah dua raka’at yang mana tidak memiliki waktu khusus untuk pelaksanaannya.

    Setelah melaksanakan shalat, ada baiknya untuk melengkapi dengan membaca doa berikut:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ. يَا مُحَمَّدُ، إِنِّي قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى. اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

    Allahumma inni as aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafa’atnya untukku.”

    Doa setelah shalat hajat tersebut juga dapat dipanjatkan sebagai doa dimudahkan segala urusan dan hajat.

    8. Doa Kemudahan dalam Perjalanan

    Doa dimudahkan segala urusan yang berikutnya berisi permohonan untuk diberikan kemudahan selama perjalanan.

    Doa ini disebutkan dalam kitab Manaqib Ja’far bin Abi Thalib. Menurut riwayat, Rasulullah mengajarkan doa ini kepada Ja’far bin Abi Thalib saat hendak berangkat ke Negeri Habasyah.

    Berikut bacaan doanya:

    اللهمَّ الطفْ بي في تيسيرِ كلِّ عسيرٍ فإن تيسيرَ كلِّ عسيرٍ عليك يسيرُ وأسألُك اليسرَ والمعافاةَ في الدنيا والآخرةِ

    Latinnya: Allohummalthuf bii fii taisiiri kulli ‘asiir fa inna taisiiro kulli ‘asiirin ‘alaika yasiir. Wa as-alukal yusro wal mu’aafaata fid dunyaa wal aakhiroti.

    Artinya: “Ya Allah, lunakkanlah kepadaku dalam memudahkan setiap sesuatu yang sulit karena memudahkan setiap sesuatu yang sulit bagi-Mu sangat mudah. Dan aku memohon kepada-Mu kemudahan dan kesehatan di dunia dan akhirat.”

    Itulah beberapa doa dimudahkan segala urusan yang dapat kita amalkan. Waktu pengamalan doa di atas dapat berbeda antara satu sama lain. Semoga bermanfaat.

  • Jazakumullah Khairan Katsiran, Arti dan Cara Menjawabnya

    Jazakumullah Khairan Katsiran, Arti dan Cara Menjawabnya

    Ada banyak sekali ungkapan bahasa Arab yang sering terdengar di telinga kita. Salah satunya adalah jazakumullah khairan katsiran.

    Kalimat tersebut memang terdengar familiar, terutama saat seseorang mengucapkan rasa terima kasih kepada orang yang berbuat baik kepada kita.

    Lantas, apa arti sebenarnya kalimat jazakumullah khairan katsiran tersebut? Dan bagaimana membalasnya?.

    Apa itu Jazakumullah khairan katsiran?

    Kalimat Jazakumullah Khairan Katsiran mempunyai arti “Semoga Allah Membalas Kebaikanmu Dengan Banyak”. Kalimat ini menunjukan doa bagi orang yang telah berbuat baik namun bukan kepada satu orang saja, melainkan kepada banyak orang.

    Selayaknya kebaikan yang dibalas dengan kebaikan, kita dianjurkan untuk memberikan doa berupa kalimat jazakumullah khairan katsiran, sebagai balasan atas kebaikan orang terhadap kita.

    Hal di atas dijelaskan lebih lanjut dalam hadis yang diriwayatkan Rasulullah SAW. Dari Usamah bin Zaid Rasulullah SAW bersabda:

    مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا؛ فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاء

    “Barang siapa diberi suatu kebaikan, lalu ia mengucapkan kepada orang yang memberi kebaikan tersebut: Jazaakallahu khairan”, maka sesungguhnya hal itu sudah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.” (HR.At-Tirmidzi)

    Makna kalimat ini, jika dipecah secara detail “Jazakumullah Khairan Katsiran” terdiri dari 3 kata yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Supaya lebih jelas, berikut ini merupakan arti dari setiap kata pada kalimat tersebut:

    • Jazakallah atau Jaza berarti membalas atau memberi, sedangkan ka merupakan kata ganti tunggal Anda. Sehingga dapat diartikan seperti ini “Semoga Allah membalas Anda”.
    • Khairan dapat diartikan sebagai kebaikan.
    • Katsiran memiliki arti banyak.

     Jadi, ucapan Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

    (جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا كَثِيْرًا وَجَزَاكُمُ اللهُ اَحْسَنَ الْجَزَاء)

    Artinya:

     “Semoga Allah SWT akan membalas kalian dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas kalian dengan balasan yang terbaik.”

    Baca juga: Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardu Sesuai Sunnah, Arab, Latin, dan Artinya

    Keutamaan Kalimat  jazakumullah khairan katsiran

    Masih banyak yang belum mengetahui keutamaan mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Adapun beberapa  keutamaannya adalah:

    1. Sebagai Ucapan untuk Mengungkapkan Terima Kasih

    Jazakumullah Khairan Katsiran adalah kalimat paling baik yang diucapkan untuk mengungkapkan rasa terima kasih, meskipun banyak ungkapan lain yang bisa diucapkan.

    Kebaikan tersebut disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW dalam suatu hadis yang berbunyi:

     Barangsiapa diperlakukan baik oleh orang lain kemudian ia berkata kepadanya jazakallah khairan, maka ia telah memujinya dengan setinggi-tingginya,” (HR. Tirmidzi, Al Albani berkata: “shahih”)

    2. Mengandung Doa

    Selain sebagai ucapan terimakasih, kalimat  Jazakumullah Khairan Katsiran juga mengandung doa. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa membalas kebaikan orang lain. Namun, bagi sebagaian orang membalas kebaikan dengan hal yang sama tidak selalu bisa dilakukan.

    Oleh sebab itu, umat muslim sebaiknya mengucapkan terimakasih sekaligus mendoakannya. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis yang berbunyi:

     “Dan barangsiapa yang berbuat kepada kalian maka balaslah. Jika ia tidak mendapati sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah ia, sampai kalian melihat bahwa kalian sudah membalasnya,” (HR. Abu Daud).

    Baca juga: Doa untuk Orang Tua; Arab, Latin dan Terjemahnya

    3. Menjaga Silaturahmi tetap Baik dengan Sesama Muslim

    Meskipun kalimat ini terkesan pendek. Namun, jika kita mengucapkan rasa terimakasih disertai doa kepada seseorang yang telah membantu kita.

    Tanpa disadari, ucapan dan doa ini akan membuat tali silaturahmi menjadi semakin terjaga.

    Cara Mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran sesuai dengan lawan bicara

    Terdapat tiga cara untuk mengucapkan kalimat Jazakumullah Khairan Katsiran yang disesuaikan dengan penerimanya, yakni ucapan kepada laki-laki, perempuan dan orang banyak.

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa Rasululah SAW sendiri menganjurkan kita untuk membalas kebaikan seseorang atau jika tidak memungkinkan, setidaknya mengucapkan terimakasih dan doa.

    Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kalimat ini merupakan kalimat pujian tertinggi yang diberikan umat muslim bagi seseorang yang telah membantu kita.

    Ketiga perbedaan dalam pengucapan ini perlu diperhatikan karena setiap kalimat yang tersusun mirip tapi memiliki perbedaan yang jauh sekali. Misalnya, saat mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran kepada seorang perempuan (tunggal), maka kita perlu menggantinya dengan ucapan Jazakallah khairan.

    Dengan pembagian di atas, mari simak lebih lanjut cara menyesuaikan ucapan sesuai lawan bicara untuk lebih paham, yakni:

    1. Mengucapkan Kepada Seorang Lelaki

    Jazakallah Khairan diucapkan sebagai bentuk rasa terimakasih kepada seorang laki-laki tunggal.

    Maknanya yaitu “ Semoga Allah membalasmu dengan penuh kebaikan (untuk laki-laki).

    2. Mengucapkan Kepada Seorang Wanita

    Meskipun hampir sama, pengucapan terimakasih untuk wanita dan laki-laki dalam bahasa Arab tentulah berbeda.

    JUcapan terimakasih yang ditujukan kepada seorang wanita ,yakni Jazakallah Khairan yang berarti : “Semoga Allah membalasmu dengan penuh kebaikan (Wanita).”

    3. Mengucapkan Kepada Banyak Orang

    Yang terakhir adalah ucapan terimakasih kepada banyak orang yang jumlahnya lebih dari dua orang. Ucapan tersebut, yakni Jazakumullahu khairan yang berarti ”Semoga Allah Membalas Kebaikan Kalian (Laki-laki dan Perempuan) dengan penuh kebaikan.”

    Jawaban Jazakallah Khairan Katsiran

    Jika sudah memahami arti dan cara mengucapkan sesuai dengan lawan bicara, sebenarnya kalimat Jazakallah Khairan Katsiran tidak begitu sulit untuk dipahami. Namun, tentu saja ada sebagian orang yang kurang paham dan bingung mengenai respon yang pas untuk membalas kalimat tersebut.

    Seperti yang kita ketahui, bahwa keutamaan pada kalimat ini tidak hanya diperuntukan bagi yang mengucapkan saja, melainkan juga bagi orang yang membalasnya. Anjuran Rasulullah SAW yakni, jika orang lain mengucapkan Jazakallah Khairan Katsiran maka sangat dianjurkan untuk menjawabnya dengan respon yang mengandung doa pula.

    Hal ini juga dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari yang berbunyi:

    مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرْوُفٌ فَلْيُجْزِئْهُ، فَإِنْ لَمْ يُجْزِئْهُ فَلْيُثْنِ عَلَيْهِ؛ فَإِنَّهُ إِذَا أَثْنَى عَلَيْهِ فَقَدْ شَكَرَهُ، وَإِنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ، وَمَنْ تَحَلَّى بَمَا لَمْ يُعْطَ، فَكَأَنَّمَا لَبِسَ ثَوْبَيْ زُوْرٍ

    Artinya: “Siapa yang memperoleh kebaikan dari orang lain, hendaknya dia membalasnya. Jika tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya, hendaklah dia memuji orang tersebut, karena jika dia memujinya maka dia telah mensyukurinya. Jika dia menyembunyikannya, berarti dia telah mengingkari kebaikannya. Seorang yang berhias terhadap suatu (kebaikan) yang tidak dia kerjakan atau miliki, seakan-akan ia memakai dua helai pakaian kepalsuan.” (HR. Bukhari).

    Selain itu dalam Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah disebutkan bahwa Umar bin Al Khottob radhiyallahu anhu berkata:

    لو يعلم أحدكم ما له في قوله لأخيه : جزاك الله خيرا ، لأَكثَرَ منها بعضكم لبعض

    “Seandainya salah seorang di antara kalian tahu akan baiknya doa “Jazakallahu khoiron (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) tentu ia akan terus mendoakan satu dan lainnya.”

    Oleh adanya hadis tersebut, kita mengetahui bahwa penting sekali untuk membalas kalimat Jazakumullah Khairan Katsiran sebagai balasan doa baik yang telah mendoakan.

    Sebetulnya, cara membalas kalimat inipun sederhana, kita hanya perlu menambahkan kata ‘wa’ pada masing-masing ucapannya. Untuk penjelasan lebih lanjut, yuk simak penjelasannya:

    1. Wa jazakillah khairan katsiran artinya semoga Allah juga membalasmu dengan penuh kebaikan (wanita tunggal).
    2. Wa jazakallah khairan katsiran artinya semoga Allah juga membalasmu dengan penuh kebaikan (lelaki tunggal).
    3. Wa jazakumullah khairan katsiran artinya semoga Allah juga membalas kalian dengan penuh kebaikan (untuk orang banyak).

    Nah, dengan adanya artikel mengenai Jazakumullah Khairan Katsiran ini, diharapkan kita sebagai umat muslim mengetahui pentingnya menghargai dan membalas kebaikan dari orang lain meski hanya berupa ucapan terimakasih dan doa. Sampai disini saja penjelasannya ya!

    Semoga membantu, Assalamualaikum wr.wrb

  • Bacaan Doa Sapu Jagat dalam Tulisan Arab dan Latin, Lengkap beserta Artinya

    Bacaan Doa Sapu Jagat dalam Tulisan Arab dan Latin, Lengkap beserta Artinya

    Doa sapu jagat merupakan salah satu doa terpopuler yang banyak diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, doa ini juga masuk ke salah satu doa yang sering dibaca Rasullullah SAW semasa hidupnya. 

    Doa ini dinamakan sapu jagat karena berisi tentang permohonan kebaikan di dunia dan akhirat. Permohonan atas kebaikan tersebut meliputi rezeki, keberuntungan, kesejahteraan dan lainnya. 

    Sebenarnya, doa ini memiliki banyak kebaikan di dalamnya, salah satunya kebaikan akhirat agar yang mengamalkannya menjadi penghuni surga. Oleh karena itu, kita perlu menerapkan doa atau zikir sapu jagat untuk memohon kebaikan dunia akhirat. 

    Bacaan Doa Sapu Jagat

    Doa sapu jagat memiliki bacaan yang pendek dan mudah dipahami, sehingga mudah untuk kita hafalkan. Selain kita baca setelah menunaikan sholat Sunnah maupun wajib, doa ini juga bisa diamalkan kapan sana dan di mana saja. 

    Berikut ini bacaan lengkap dari doa sapu jagat. 

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Latin: Robbanaa aatina fiddunya hasanah, wafil aakhirati hasanah waqinaa ‘adzaa bannaar

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, anugerahi kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari api neraka.” 

    Seorang muslim sudah seharusnya mengamalkan doa ini setiap hari di mana saja dan setelah sholat wajib. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 203, yaitu: 

    وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِيْ يَوْمَيْنِ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ ۚوَمَنْ تَاَخَّرَ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۙ لِمَنِ اتَّقٰىۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

    Latin: Wazkurul laaha fiii ayyaamim ma’duudaat; faman ta’ajjala fii yawmaini falaaa ismaa ‘alaihi wa man taakhkhara falaaa isma’ alayh; limanit-taqoo; wattaqul laaha wa’lamuuu annakum ilaihi tuhsharuun

    Artinya: “Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barangsiapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barang siapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya.”

    Sebagai informasi tambahan, doa ini sebenarnya berasal dari potongan ayat Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 201, yang berbunyi: 

    وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Latin: Wa minhum mai yaquulu rabbanaaa aatina fid dunyaa hasanatawn wa fil aakhirati hasanatanw wa qinaa azaaban Naar

    Artinya: “Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”‘

    Baca juga: Doa Bangun Tidur dan Artinya Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Doa Sapu Jagat dan Keutamaannya

    Semua umat muslim sudah seharusnya mengamalkan doa ini setiap hari di mana saja, bukan hanya selepas shalat saja. Hal ini karena ada banyak keutamaan doa atau zikir sapu jagat seperti berikut ini. 

    1. Doa yang Disukai Rasulullah SAW

    Doa atau zikir sapu jagat merupakan salah satu doa pendek yang paling disukai oleh Rasulullah SAW. 

    Seperti yang disampaikan oleh Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, yaitu “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyukai doa-doa yang singkat dan padat maknanya, dan meninggalkan selain itu.”

    2. Perlindungan dari Api Neraka 

    Dalam akhirat kelak, akan ada Yaumul Hisab atau hari perhitungan seluruh amal perbuatan manusia. Jika amalan kebaikan lebih banyak, maka kita akan masuk surga. 

    Begitu sebaliknya, apabila amalan keburukan lebih banyak, maka kita akan masuk ke dalam neraka. Maka dari itu, melalui doa ini, kita bisa membuat permohonan perlindungan kepada Allah SWT. 

    Selain itu, kita juga bisa memohon ampunan atas segala kekhilafan selama hidup di dunia.

    3. Memohon Kebaikan di Akhirat 

    Setiap manusia sudah seharusnya memahami bahwa kehidupan di dunia hanya sebentar dan masih ada kehidupan lainnya. Setelah kematian, akan ada kehidupan baru di akhirat kelak. 

    Hadirnya bacaan doa ini, bisa menjadi harapan dan permohonan untuk mendapatkan kehidupan yang baik di akhirat nanti. Sebaiknya jangan ucapkan doa sapu jagat setelah sholat saja, tapi baca doa ini di mana saja dan kapan saja. 

    4. Mencakup Semua Kebaikan Dunia

    Keutamaan doa atau zikir sapu jagat selain dipuji oleh Allah SWT, doa ini juga mencakup semua kebaikan di dunia. Selain itu,bdoa ini juga memalingkan semua keburukan yang ada. 

    Hal ini karena sesungguhnya kebaikan di dunia mencakup semua yang kita dambakan dalam kehidupan dunia. Misalnya seperti rumah yang luas, kesehatan, istri cantik, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang berlimpah dan lainnya. 

    Semua itu tercakup dalam ucapan mufassirin. Semua hal tersebut juga termasuk ke dalam pengertian kebaikan dunia.

    Baca juga: Bacaan Doa Iftitah Panjang, Pendek, Arab-Latin dan Artinya

    5. Jalan Keselamatan

    Keutamaan doa sapu jagat lengkap selanjutnya yaitu sebagai jalan keselamatan. Bagi orang yang ingin keselamatan, maka wajib mengerjakan hal-hal yang membawa dirinya ke jalan keselamatan itu sendiri.

    Contohnya seperti menjauhi hal-hal yang diharamkan, meninggalkan hal-hal yang syubhat, meninggalkan perbuatan dosa dan yang diharamkan. 

    Sehubungan dengan jalan keselamatan ini, Abul Qasim Abu Abdur Rahman pernah mengatakan “Barang siapa yang dianugerahi hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berzikir, dan tubuh yang sabar, maka sesungguhnya dia telah dianugerahi kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta dipelihara dari siksa neraka.” 

    Maka dari itu, banyak anjuran dalam Sunnah yang memerintahkan kita untuk membaca doa ini. 

    Anjuran Membaca Doa Sapu Jagat

    Selain dipanjatkan setelah sholat fardhu dan hari tasyrik, doa ini bisa kita baca pada saat-saat berikut ini. 

    1. Tawaf

    Doa sapu jagat dan artinya sangat dianjurkan untuk kita baca saat menjalankan tawaf. Tawaf sendiri merupakan salah satu ibadah wajib pada saat melaksanakan ibadah umrah dan haji. 

    Saat melaksanakan tawaf, umat muslim memang dianjurkan untuk memperbanyak doa, dan doa ini salah satunya. 

    Sebagaimana telah dijelaskan dari sahabat Abdullah bin Saib r.a yang bercerita:

    “Aku mendengar Rasulullah SAW membaca doa sapu jagat antara rukun Yamani dengan rukun Hajar Aswad, Rabbanaa atina fiddunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qina adzabannar.” (HR. Abu Daud 1894 dan dihasankan al-Albani). 

    2. Malam Lailatul Qadar

    Doa atau zikir sapu jagat ini sangat dianjurkan untuk kita baca pada saat malam Lailatul Qadar. Dalam Al-Qur’an, gambaran Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan dan juga malam diturunkannya Al-Qur’an. 

    Membaca doa ini ketika malam Lailatul Qadar dilakukan oleh Nabi Muhammad saat melakukan i’tikaf pada 10 malam terakhir Bulan Ramadhan. Saat ini, doa ini merupakan doa yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW. 

    Pada saat i’tikaf, Rasulullah SAW bertadarus sambil berdoa, salah satunya membaca doa ini. 

    Beliau menjelaskan bahwa “Doa ini tidak hanya bermakna permohonan untuk memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat, namun juga memantapkan langkah dalam usaha meraih kebaikan.”

    Doa sapu jagat memiliki banyak keutamaan, salah satunya memohon ampunan dan meminta kebaikan dunia akhirat. Selain itu, bacaannya yang mudah membuat kita sudah seharusnya membacanya.

  • Arti Warna Ungu Menurut Islam? Diajarkan atau Hanya Psikologis?

    Arti Warna Ungu Menurut Islam? Diajarkan atau Hanya Psikologis?

    Para muslim yang tinggal di zaman TV hitam putih mungkin pernah merasakan perbedaan dunia hitam putih dan berwarna. Warna sangatlah penting dalam kehidupan. Beberapa orang bahkan ingin tahu arti warna ungu menurut Islam.

    Lantas, bagaimana dengan warna lainnya? Setiap warna mempunyai makna tersendiri dan memberikan kesan yang berbeda. Contohnya warna putih yang banyak dimaknai sebagai warna yang bersih dan suci.

    Karena alasan itu pula, banyak muslim yang memutuskan untuk mengenakan pakaian berwarna putih ketika merayakan Idul Fitri. Dari sisi Islam, adakah arti khusus dari warna ungu?

    Arti Warna Ungu Menurut Islam

    Warna ungu pada dasarnya bukan warna dasar, melainkan perpaduan warna dari biru dan merah. Kedua warna yang jika dicampurkan dengan baik akan menciptakan warna baru yakni warna ungu.

    Sayangnya, tidak ada pembahasan khusus yang berkaitan dengan warna ungu dalam Islam. Secara sederhana, warna ungu melambangkan kemewahan, kebijaksanaan, serta keanggunan.

    Warna ungu biasanya digunakan untuk perayaan atau pesta tertentu seperti upacara pernikahan hingga keagamaan. Hal ini terjadi karena pakaian berwarna ungu mampu memberikan kesan kemewahan dan keanggunan.

    Pengantin yang menggunakannya diharapkan tidak hanya terlihat cantik saja tapi juga anggun dan mewah dalam satu kesatuan. Gaun pengantin berwarna ungu kini sudah banyak digunakan oleh mempelai, tidak melulu memakai gaun putih.

    Beberapa pakaian formal berwarna ungu juga bisa memberikan kesan bijaksana ketika dikenakan dengan styling yang baik.  Kita bisa mengenakannya  ketika ingin pergi bekerja atau bertemu dengan klien yang penting.

    Kesan utama yang baik akan membuat kita lebih percaya diri. Oleh karena itu, perhatikan pakaian ungu yang kita gunakan. Apakah warna itu sudah sesuai dan tidak bertentangan dengan dress code.

    Warna ungu mungkin bukan warna netral seperti warna hitam dan putih. Akan tetapi, warna ini bisa kita gunakan dan padupadankan dengan berbagai warna. Entah sebagai warna dasar maupun warna pelengkap saja.

    Makna Warna Ungu Menurut Psikologi

    Sebelumnya telah dijelaskan secara gamblang, apa makna warna ungu menurut Islam.  Kali ini, mengapa kita tidak melihat dari sisi yang berbeda yaitu arti warna ungu berdasarkan psikologi.

    Warna ungu dilambangkan sebagai kekayaan, keberanian, dan juga kebijaksanaan. Terdapat hal unik yang melatarbelakangi mengapa warna ungu dilambangkan sebagai kekayaan.

    Di zaman kuno, warna ungu termasuk warna yang langka. Kelangkaan ini membuat produk-produk berwarna ungu mahal harganya dan hanya mampu dibeli oleh kaum bangsawan saja.

    Dalam ilmu psikologi, warna ungu juga dilambangkan sebagai kebijaksanaan. Warna ungu menonjolkan kesan ringan, sederhana, dan romantis. Terakhir adalah makna keberanian dalam warna ungu.

    Lambang keberanian ini dikaitkan dengan peristiwa Purple Hearts yang terjadi di Amerika Serikat. Purple Hearts merupakan penghargaan tertinggi yang sengaja diberikan pada prajurit yang mempunyai nilai-nilai keberanian tinggi.

    Baca juga: 8 Amalan Setelah Sholat Subuh, Jangan Langsung Tidur Lagi!

    Makna Warna Lainnya dalam Islam

    Jikalau ungu memiliki tiga makna yang positif seperti keanggunan, kemewahan, dan juga kebijaksanaan maka bagaimana dengan warna lainnya menurut Islam?

    Para muslim wajib tahu jika warna dalam Islam hukumnya mubah atau netral. Beberapa warna disebutkan dalam ayat suci Al Quran seperti hijau, hitam dan putih.

    1. Hijau

    Warna hijau memiliki makna keistimewaan dalam Islam. Hijau konon digambarkan sebagai kondisi penghuni Jannah maupun suasana kesenangan dan kenikmatan yang ditampilkan di sana.

    Warna hijau melambangkan kesejukan sehingga membuat pandangan mata menjadi lebih nyaman. Tidak heran jika warna hijau seringkali digunakan saat musim semi atau musim gugur.

    2. Putih

    Selanjutnya adalah warna putih. Pakaian putih merupakan pakaian terbaik yang dilambangkan sebagai kesucian dan kebersihan. Bisa jadi karena warnanya yang putih membuat kita berusaha keras agar tidak kotor.

    3. Hitam

    Warna berikutnya yang juga banyak dibicarakan dalam Islam adalah warna hitam. Warna ini digunakan oleh muslim yang ingin takziah atau berduka cita ketika ada saudara muslim yang meninggal.

    Demikianlah informasi warna dalam Islam. Setiap warna tentu saja memberikan kesan yang berbeda tapi terkadang suasana hati pun mempengaruhi.

    Usai memahami arti warna ungu menurut Islam, apakah kita terdorong untuk menggunakan barang-barang dari warna tersebut? Jawabannya tergantung pada kebutuhan. Apakah kita membutuhkannya atau tidak?

  • Bacaan Doa Sayyidul Istighfar (Arab, Latin, Artinya) serta Maknanya

    Bacaan Doa Sayyidul Istighfar (Arab, Latin, Artinya) serta Maknanya

    Pada kehidupan sehari-hari, kita sebagai manusia biasa tidak lepas dari kesalahan atau perbuatan dosa yang disengaja maupun tidak disengaja. Oleh karena itu, penting untuk kita memohon ampun dengan bacaan doa Sayyidul Istighfar.

    Sayyidul istighfar merupakan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika memohon ampun dari kesalahan dosa-dosa yang telah kita lakukan.

    Ulasan ini membantu kita untuk membaca doa, berupa arab, latin hingga terjemahannya.

    Membaca Doa Sayyidul Istighfar

    Doa Sayyidul Istighfar yang dikenal juga dengan sebutan doa penghulu istighfar atau merupakan istighfar terbaik. Hal ini juga dijelaskan dalam kitab shahihnya Imam Bukhari dengan judul “Bab, Istighfar yang paling utama”.

    Jika kita perhatikan bacaan dari Sayyidul Istighfar latin dan artinya, maka akan menemukan banyak istilah yang merujuk pada kerendahan diri sebagaimana hamba di hadapan Allah SWT. Selain itu, pengagungan diri kepada-Nya untuk memohon ampun atas dosa.

    Hal ini yang membuat doa ini sangat dianjurkan untuk kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bentuk permohonan, kita juga akan selalu mengingat Allah SWT sebagai pemilik semesta alam.

    Adapun bacaan doa Sayyidul Istighfar yang benar dan bisa kita ikuti untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari seperti berikut:

    اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

    Latinnya: Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta khalaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika ma astata’tu. A’udzu bika min syarri ma shana’tu. Abu’u laka bini’matika ‘alayya wa abu’u bidzanbi faghfirli fa innahu la yaghfirudz-dzunuba illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan Engkau, dan aku berjanji untuk melaksanakannya sebaik mungkin. Aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan yang telah aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui atas dosa yang telah aku perbuat. Oleh karena itu, ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari, Nomor 6306)

    Baca juga: Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    Keutamaan Doa Sayyidul Istighfar

    Banyak keutamaan dari membaca doa Sayyidul Istighfar terlebih lagi jika diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, hadits tentang Sayyidul Istighfar dari Nabi Muhammad SAW juga sudah menjelaskan keutamaan dari membaca doa tersebut.

    وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

    “Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.”

    Tidak hanya itu, meski terlihat sebagai amalan yang sangat ringan. Namun, dengan bacaan doa yang dipanjatkan secara tulus dan keimanan tentu akan mendapatkan ganjaran yang besar dari Allah SWT.

    Hal ini tentu saja akan berdampak baik untuk diri sebagai bentuk ketaatan dan kerendahan diri sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Hal ini membuat bacaan doa Sayyidul Istighfar sangat baik untuk diamalkan.

    Adapun keutamaan dan manfaat lainnya yang bisa didapatkan, yakni sebagai berikut:

    1. Memperlancar Rezeki

    Memperlancar Rezeki

    Keutamaan utama menjadi pintu untuk memperlancar rezeki. Sebagai umat muslim yang taat mendapatkan rahmat serta kemudahan dalam mencari rezeki disarankan untuk membaca istighfar secara khusyuk dan keimanan.

    Hal ini juga sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Nuh ayat 10 hingga 12 yang dimana kita sebagai umat muslim dianjurkan untuk beristighfar sebagaimana dalam mencari rezeki.

    فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً

    Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)

    Allah SWT sebagai Maha Pengasih tentunya akan memberikan rezeki yang luas bagi hamba yang meminta kepadanya. Rezeki yang diberikan tidak hanya sebatas materi saja, namun juga bisa berupa kesehatan, kemakmuran dan lain sebagainya.

    Baca juga: Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    2. Mengampuni Dosa

    Keutamaan lainnya yang bisa kita rasakan, yakni pengampunan dosa atas kekhilafan yang dilakukan. Sebagaimana manusia biasanya, tentu tidak bisa lepas dari dosa. Adanya bacaan istighfar ini membantu kita untuk mendapatkan ampunan.

    Di dalam ayat Al-Qur’an surat Al-Anfal dalam ayat 33 juga dijelaskan bahwa apabila ada seorang hamba yang meminta ampunan tentu atas keridhaan Allah SWT akan memaafkan hamba-Nya.

    وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

    Latinnya: Wa maa kaanallahu liyu’adz-dzibahum wa anta fiihim wa maa kaanallahu mu’adz-dzibahum wa hum yastaghfiruun

    Artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. (QS. Al – Anfal: 33)

    3. Dicintai oleh Allah SWT

    Bagi hamba yang tidak pernah meninggalkan istighfar juga menjadi golongan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Hal ini juga sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW sebagaimana bunyinya:

    “Jika kalian mampu untuk memperbanyak istighfar maka lakukanlah. Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang lebih mensukseskan di sisi Allah Ta’ala dan lebih dicintai-Nya daripadanya.” (HR. Hakim at-Tirmidzi).

    4. Bacaan Istighfar yang Baik

    Seperti yang diketahui bahwa banyak bacaan istighfar yang umat muslim bisa baca untuk memohon ampun kepada Allah SWT.

    Namun, dari banyaknya jumlah tersebut, bacaan doa Sayyidul Istighfar menjadi bacaan istighfar yang paling baik.

    Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan bahwa ada keutamaan besar dari membaca Sayyidul Istighfar sebagaimana yang diriwayatkan dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu mengenai bacaan tersebut.

    Dari keterangan yang dijelaskan menunjukkan betapa besarnya keutamaan atau fadhilah dari membaca doa Sayyidul Istighfar untuk kehidupan sehari-hari, sampai-sampai Allah SWT menjanjikan surga bagi siapapun yang membacanya.

    5. Menenangkan Hati

    Ketika menjalani kehidupan di dunia, sebagai manusia tentunya kita sering mengalami kegundahan atau kekhawatiran yang menyelimuti diri. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan membaca doa dari Sayyidul Istighfar.

    Seseorang yang memperbanyak bacaan doa istighfar tentunya akan diberikan hati yang lebih lapang, dimudahkan urusan dunia hingga diberikan jalan keluar serta ampunan dari Allah SWT sebagai bentuk keridhaan-Nya terhadap hamba.

    Doa Sayyidul Istighfar merupakan bacaan istighfar yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan. Bukan hanya ampunan dari Allah SWT, tetapi juga perlindungan bahkan dikabulkan hajat.

  • Doa agar Cepat Melahirkan dan Kontraksi, Yuk Amalkan

    Doa agar Cepat Melahirkan dan Kontraksi, Yuk Amalkan

    Ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil merasakan kecemasan ekstra. Salah satunya saat Hari Perkiraan Lahir (HPL) sudah lewat, tapi ibu hamil belum ada  tanda-tanda segera lahiran. Oleh sebab itu, baca doa agar cepat melahirkan.

    Dengan membaca doa tersebut, diharapkan menjadi salah satu solusi terbaik untuk ibu hamil bisa lekas melahirkan.

    Karena melalui doa, seseorang meminta pertolongan langsung kepada Allah SWT.

    Doa agar Cepat Melahirkan Sesuai Sunnah dan Al-Quran

    Walaupun biasanya setiap ibu hamil mempunyai cara masing-masing dalam menetralisir rasa cemas tersebut. Namun, tidak ada salahnya jika kita berdoa dengan niat yang benar.

    Sebab doa dengan keyakinan penuh kepada Allah SWT akan membantu kita dalam menyelesaikan semua perkara kehidupan, termasuk melahirkan tersebut.

    Berikut beberapa doa agar cepat melahirkan yang bisa kita baca:

    1. Doa Agar Cepat Melahirkan Pertama

    Doa Agar Cepat Melahirkan Pertama

    Pertama, terdapat doa Maryam agar mudah melahirkan pada waktu menjelang persalinan. Suami istri bisa membaca doa ini untuk memudahkan persalinan dan cepat kontraksi. Adapun bacaan doa yang bisa kita panjatkan sebagai berikut:

    حَنَا وَلَدَتْ مَرْيَمَ وَمَرْيَمُ وَلَدَتْ عِيْسَى اُخْرُجْ أَيُّهَا الْمَوْلُوْدُ بِقُدْرَةِ المَلِكِ المَعْبُوْدِ

    Haanah waladat maryam, wa maryam waladat ‘iisaa, ukhruj ayyuhal mauluudu bi qudratil malikil ma’buud. 

    Artinya: “Hanah melahirkan Maryam, Maryam melahirkan Isa. Wahai anak yang akan dilahirkan, lahirlah dengan kekuasaan Tuhan Yang Maha Menguasai, Yang Disembah.”

    Baca juga: Niat Sholat Taubat Zina Lengkap dengan Tata Caranya

    2. Doa Kedua

    Berikutnya doa agar cepat melahirkan yaitu membaca surat Al-Falaq. Hal ini juga tercantum dalam hadits yang ditulis oleh Muhammad bin Abdul Wahid Al-Ghafiqi dalam kitab Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar.

    Ini merupakan bacaan haditsnya yang artinya:

    “Dari Ali bin Husain, dia berkata bahwa ketika Fatimah hendak melahirkan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallah mengutus Ummu Salamah dan Asma’ binti Umais kepada Fatimah.

    Beliau berkata kepada keduanya, “Bacalah di dekat Fatimah ayat kursi dan ‘Inna robbakum allaahul ladzii kholaqos samaawaati wal ardho’ hingga akhir ayat dan dua mu’awwidzatain.”

    Adapun bacaan doa agar cepat melahirkan anak dari surat Al-Falaq:

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ  (1)

    مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ  (2) 

    وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ  (3)

    وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4)

    وَمِنْ شَرِّحَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)

    Qul a’uzu birabbil-falaq (1)

    Min syarri ma khalaq (2)

    Wa min syarri gasiqin iza waqab (3)

    Wa min syarrin-naffasati fil-‘uqad (4)

    Wa min syarri hasidin iza hasad (5)

    Artinya:

    Katakanlah Nabi Muhammad, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menjaga fajar (subuh) (1), dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan (2), dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita (3).

    Dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul talinya (4), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki (5).”

    3. Doa Agar Cepat Melahirkan Ketiga

    Melanjutkan dari hadist poin doa kedua, selain surat Al-Falaq bisa kita sambung dengan bacaan surat An-Nas.

    Membaca doa dengan pengulangan beberapa kali tentu akan membuat hati kita semakin tenang dan yakin.

    Berikut bacaan doa agar cepat melahirkan dari surat An-Nas:

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ (1)

    مَلِكِ النَّاسِۙ. اِلٰهِ النَّاسِۙ (2)

    مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ (3)

    الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ (4)

    مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (5)

    Qul a’uzu birabbin nas (1)

    Malikin-nas (2)

    Ilahi nas (3)

    Min syarril-waswasil-khannas (4)

    Allazi yuwaswisu fi sudurin-nas (5)

    Artinya:

    Katakanlah Nabi Muhammad, “Aku berlindung kepada Tuhan manusia (1), raja manusia (2), sembahan manusia (3), dari kejahatan setan pembisik yang bersembunyi (4), yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia (5).”

    4. Doa Agar Cepat Melahirkan dan Kontraksi Keempat

    Doa Agar Cepat Melahirkan dan Kontraksi Keempat

    Masih tetap melanjutkan doa agar cepat melahirkan  yang bersumber dari hadits poin kedua, sekaligus Syeikh Muhyissin Abu Zakaria Yahya bin syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi dalam kitab al-Adzkar al-Muntakhabah min Kalami Sayyid al-Abrar.

    Tepatnya pada halaman 298 menerangkan bahwa saat masuk detik-detik persalinan berlangsung, hendaknya suami membaca ayat kursi sebanyak satu kali dan dilanjutkan dengan membaca doa surat Al-A’raf ayat 54.

    Berikut bacaan doa agar cepat melahirkan normal dan lancar dari ayat kursi yang bisa kita panjatkan:

    ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

    Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, la ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih.

    Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhu hifhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.

    Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan yang berkah disembah melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk, dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah, melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

    Baca juga: 8 Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Kita Cintai dengan Menyebut Namanya Jarak jauh

    5. Doa Kelima

    Selanjutnya menyambung dari poin keempat, membaca doa agar cepat melahirkan lancar setelah ayat kursi kemudian Al-Araf ayat 54, disambung dengan surat Al-Falaq dan An-Nas sebelumnya.

    Adapun bacaan doa surat Al-A’raf ayat 54:

    اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

    Inna rabbakumullahul-lazi khalaqas-samawati wal-arda fi sittati ayyamin summastawa ‘alal-arsy, yugsyil-lailan-nahara yatlubuhu hasisa, wasy-syamsa.

    Wal-qamara wan-nujuma musakhkharatim bi’amrih, ala lahul-khalqu wal-amr, tabarakallahu rabbul-alamin.

    Artinya: “Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas “Arasy. 

    Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat. Dia ciptakan matahari, bulan dan bintang-bintang untuk tunduk pada perintah-Nya.

    Ingatlah! Hanya milik-Nyalah segala penciptaan dan urusan. Maha Berlimpah anugerah Allah, Tuhan semesta alam.”

    6. Doa Keenam

    Tidak hanya doa itu saja, masih ada banyak versi doa lain yang bisa kita panjatkan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT atas kelancaran persalinan kita. 

    Salah satunya doa agar cepat melahirkan yang bisa kita baca yaitu sebagai berikut:

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَآ اِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيْهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيْعَادَ ࣖ

    Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hab lamaa min laduunka rahmatan innaka antal wahhabu. Rabbanaa innaka jaami’un naasi li yaumin laa raiba fiihi. Innallaaha laa yukhliful mii’aada.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau membengkokkan hati kami sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami. 

    Dan karuniakanlah kepada kami limpahan rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau jugalah Tuhan Yang melimpah-limpah pemberian-Nya. 

    Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya.”

    7. Doa Ketujuh

    Bacaan doa agar cepat melahirkan selanjutnya yaitu dari potongan surat dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 78. Selain membaca doa tersebut, ibu hamil juga bisa menerapkan gaya hidup sehat dan sering beraktivitas ketika kehamilan tua.

    Dengan doa dan usaha yang dikombinasikan secara konsisten, maka akan lebih membantu kita dalam persalinan tersebut. Dan inilah bacaan doa agar cepat melahirkan surat Al-Nahl ayat 78:

    وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

    Wallahu akhrajakum mim butuni ummahatikum la ta’lamuna syaiaw wa ja’ala lakumus-sam’a wal-absara wal-afidata la’allakum tasykurun.

    Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.”

    Selain dari surat An-Nahl ayat 78 tersebut, kita bisa melanjutkannya dengan doa agar cepat melahirkan dalam Islam dari doa Maryam ketika melahirkan. Doa itu ada pada poin pertama alias doa pertama sebelumnya.

    8. Doa Kedelapan

    Doa kedelapan ini merupakan doa supaya cepat melahirkan versi lainnya yang bisa kita panjatkan. Sehingga, kita bisa memilih doa mana saja yang hendak kita baca, terpenting yakin akan kuasa Allah SWT.

    Berikut doa yang bisa kita panjatkan agar segera melahirkan:

    (4) قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا

    (5) وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ

    (6) يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

    Qala rabbi inni wahanal-azmu minni wasyta’alar-ra’su syaibaw wa lam akum bidu’a ika rabbi syaqiyya (4)

    Wa inni khiftul-mawaliya miw wara’I wa kanatimra’ati aqiran fa hab li mil ladungka waliyya (5)

    Yarisuni wa yarisu min ali ya’quba waj’al hu rabbi radiyya (6)

    Artinya: “Dia Zakaria berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu. 

    Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu. 

    Seorang anak yang akan mewarisi aku dan keluarga Ya’qub serta jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang diridhai.””

    9. Doa Kesembilan

    Dan jika ternyata ibu hamil tersebut diberi ujian dalam melahirkan berupa kesulitan. Kita tidak perlu khawatir terlebih dulu, karena ada doa yang bisa kita panjatkan agar berjalan dengan lancar.

    Adapun bacaan doa agar istri cepat melahirkan yang dimulai dari membaca surat Al-Baqarah ayat 185, Al-Fathir ayat 11 dan kemudian surat Al-Isra ayat 82. Berikut untuk bacaan Al-Baqarah ayat 185:

    شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

    Syahru ramadanallazi unzila fihil-qurana hudal lin-nasi wa bayyinatim minal-huda wal-furqan, fa man syahida mingkumusy falyasumh, wa mang kana maridan au ‘ala safarin fa ‘iddatum min ayyamin ukhar.

    Yuridullahu bikumul-yusra wa ala yuridu bikumul-‘usra wa litukmilul-iddata wa litukabbirullaha ‘ala ma hadakum wa la’allakum tasykurun.

    Artinya: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil. 

    Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan dia tidak berpuasa, maka wajib menggantinya, sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. 

    Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

    Setelah itu, kita bisa melanjutnyakan dengan membaca bacaan doa agar cepat kontraksi atau melahirkan dari surat Al-Fatir ayat 11:

     وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ اَزْوَاجًاۗ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِهٖۗ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُّعَمَّرٍ وَّلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهٖٓ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ

    Wallahu khalaqakum min turabin summa min nutfatin summa ja’alakum azwaja, wa ma tahmilu min unsa wa la tada’u illahi bi’ilmih, wa ma yu’ammaru min mu’ammariw wa la yungqasu min ‘umurihi illa fi kitab, inna zalika ‘alallahi yasir.

    Artinya: “Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan laki-laki dan perempuan. Tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak pula melahirkan dengan sepengetahuan-Nya.

    Tidak dipanjangkan umur seseorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan sudah ditetapkan dalam Kitab Lauh Mahfuzh. Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.”

    Barulah kita bisa membaca bacaan agar cepat melahirkan dari surat Al-Isra ayat 82 sebagai berikut:

     وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا

    Wa nunazzilu minal-qurabi ma huwa syifauw wa rahmatul wa la yaziduz-zalimina illa khasara.

    Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

    Itulah beberapa doa agar cepat melahirkan yang bisa kita panjatkan, baik istri ataupun suami. Kita bisa mengamalkan salah satunya dengan niat penuh keyakinan atas pertolongan Allah SWT kepada hambanya.

  • Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Boleh atau Haram?

    Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Boleh atau Haram?

    Mengecat rambut adalah salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh banyak orang. Akan tetapi, sebagai seorang muslim sebaiknya kita pahami dulu seperti apa hukum mewarnai rambut dalam Islam. 

    Hal ini sangat bermanfaat untuk menghindari adanya kesalahpahaman ataupun salah tafsir mengenai tindakan tersebut. Apalagi kegiatan mengecat rambut bertujuan untuk mengubah warna rambut asli yang sebenarnya. 

    Lantas, seperti apa pandangan Islam mengenai kegiatan mengecat rambut? Apakah diperbolehkan atau justru haram? Mari kita kaji dan bedah  hukum mewarnai rambut dalam Islam pada informasi berikut ini. 

    Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam 

    Pada dasarnya, rambut adalah anugerah dari Allah SWT kepada manusia. Jadi, memang sudah sepantasnya wajib kita syukuri bagaimanapun rupanya. 

    Akan tetapi, ketika warna rambut yang hitam sudah menjadi putih atau beruban, maka boleh mewarnainya. Asalkan warna tersebut haruslah selain warna hitam. Ini dapat kita lihat dari sabda Rasulullah SAW. 

    إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لَا يَصْبُغُونَ فَخَالِفُوهُمْ

    Artinya: “Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak menyemir uban mereka, maka selisilah mereka”. (Muttafaqun ‘alaihi).

    Dari hadist ini, dapat kita pahami bahwa mewarnai atau menyemir uban adalah hal yang disyariatkan oleh agama Islam. Kemudian Rasulullah SAW pun bersabda lagi mengenai bahan warna cat rambut yang diperbolehkan. 

    Berikut adalah hadist tersebut:

    إِنَّ أَحْسَنَ مَا غَيَّرْتُمْ بِهِ الشَّيْبَ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَم

    Artinya: “Sesungguhnya bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban adalah hinna’ (pacar) dan katm (inai).” (HR. Abu Dâwud, Tirmidzi, Ibnu Mâjah, dan Nasa’i. Syaikh al-Albâni dalam as-Silsilah ash-Shahîhah 1/714 mengatakan bahwa hadits ini shahih).

    Dari hadist tersebut dapat kita ketahui bahwa hinna’ (pacar) dan katm (inai) adalah bahan warna terbaik untuk uban. Akan tetapi, boleh juga menggunakan bahan selain keduanya untuk mewarnai uban.

    Baca juga: Tata Cara Sholat Duduk yang Benar Sesuai dengan Hadis Nabi

    Warna Rambut yang Boleh Digunakan

    Warna Rambut yang Boleh Digunakan 

    Selain mengenai bahan, Islam pun memiliki ketentuan perihal warna rambut atau uban yang diperbolehkan. Jadi sebenarnya setiap muslim boleh mewarnai uban mereka dengan warna apapun, seperti merah, coklat, biru, dan lain sebagainya. 

    Akan tetapi, ada satu warna yang tidak diperbolehkan yaitu warna hitam. Soal warna hitam ini sendiri bisa kita cermati dari sabda Rasulullah SAW. Berikut adalah hadist tersebut:  

    يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

    Artinya: “Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang menyemir rambutnya dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Dâwud No 3679 dan Syaikh al-Albâni dalam Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb No. 2097 mengatakan bahwa hadits ini shahih).

    Dari hadist tersebut dapat kita ketahui bahwa warna hitam adalah warna yang tidak boleh kita gunakan untuk mewarnai rambut. Bahkan Rasulullah SAW pun bersabda bahwa orang yang menggunakan warna hitam tidak akan mencium bau surga. 

    Jadi, dari hal ini bisa kita pahami juga bahwa hukum mewarnai rambut dalam Islam dengan menggunakan warna hitam adalah haram. Hal ini juga diperkuat lagi dengan perkataan dari Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsamin rahimahullah.

    Baca juga: Bacaan Doa Qunut Subuh Arab dan Latin Beserta Arti dan Hukumnya

    Pada saat itu, beliau mendapatkan pertanyaan apakah boleh menyemir jenggot atau rambut dengan warna hitam. Mendapatkan pertanyaan seperti itu, beliau menjawab dengan jelas seperti berikut:

    “Aku katakan bahwa menyemir jenggot atau rambut kepala dengan warna hitam adalah haram. Alasannya, karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rubahlah uban ini dengan sesuatu, tapi hindarilah warna hitam.”

    Kemudian ada pertanyaan lagi, apakah tetap tidak boleh jika maksud mewarnai rambut tersebut adalah untuk mempercantik diri. Beliau pun kembali menjawab hal ini dengan tegas, seperti berikut: 

    “Umumnya yang mewarnai ubannya dengan warna hitam, tujuannya adalah untuk mempercantik diri, agar terlihat lebih muda. Kalau tidak demikian, lalu apa tujuannya ?! Perbuatan semacam ini hanya akan membuang-buang waktu dan harta”. (Liqâ’ al-Bâbil Maftûh, 1/5)

    Mewarnai Uban yang Tumbuh ketika Masih Muda 

    Dalam banyak kasus, uban tidak hanya muncul untuk orang yang sudah tua saja. Terkadang ada juga orang yang masih mudah, tetapi sudah muncul uban pada rambut mereka. Untuk masalah ini, Islam pun memiliki pandangan tersendiri. 

    Ini dapat kita lihat dari penuturan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsamin. Ketika itu beliau mendapatkan pertanyaan lainnya mengenai pemuda yang sudah memiliki uban dan ia ingin menyemirnya dengan warna hitam. Apakah hal itu boleh? 

    Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsamin pun memberikan jawaban dengan tegas dan jelas. Beliau menjawab bahwa hal tersebut adalah tadlis atau dapat kita artikan sebagai tindakan untuk mengelabui. Berikut adalah jawaban beliau selengkapnya:

    “Ini termasuk mengelabui (tadlis). Seseorang yang ingin menikah, lalu di kepalanya terdapat uban sedangkan dia masih muda, maka melakukan semacam ini termasuk mengelabui (tadlis). Akan tetapi, kami katakan bahwa yang lebih utama jika dia ingin mengubah ubannya tadi, maka gunakanlah warna selain hitam. Dia boleh mencampur hina’ (pacar) dan katm (inai), lalu dia gunakan untuk menyemir ubannya. Pada saat ini, tidak nampak lagi uban. Bahkan perbuatan ini adalah termasuk ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu merubah uban dengan warna selain hitam. Adapun merubah uban tadi dengan warna hitam, maka yang benar hal ini termasuk perbuatan yang diharamkan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita menjauhi warna hitam ketika akan menyemir rambut, bahkan terdapat ancaman yang sangat keras mengenai hal ini dalam sabda beliau”. (Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 188/23).

    Jadi dari penuturan ini dapat kita pahami bahwa jika ada pemuda yang ingin mengubah warna ubannya, maka boleh asalkan jangan hitam. Jangan sampai kita tetap bersikukuh untuk mewarnai uban tersebut dengan hitam. 

    Mewarnai Rambut Alami 

    Cukup banyak juga orang-orang yang warna rambutnya adalah hitam alami dan belum beruban. Akan tetapi, ia ingin mengubah warna menjadi warna lain. Biasanya hal ini bertujuan untuk mempercantik penampilan. 

    Mengenai hal ini dapat kita simak dari penuturan Syaikh Sholeh bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan. Beliau memberikan jawaban yang tegas dan jelas mengenai hal ini. Berikut adalah pendapat penuturan dari beliau: 

    “Adapun mengenai seorang wanita mewarnai rambut kepalanya yang masih berwarna hitam menjadi warna lainnya, maka menurutku hal ini tidak diperbolehkan. Karena tidak ada alasan bagi wanita tersebut untuk mengubahnya. Karena warna hitam pada rambut sudah menunjukkan keindahan dan bukanlah suatu yang jelek (aib). Mewarnai rambut semacam ini juga termasuk tasyabbuh (menyerupai orang kafir).” (Tanbihaat ‘ala Ahkamin Takhtashshu bil Mu’minaat, hal. 14, Darul ‘Aqidah).

    Dari penjelasan ulama tersebut, maka bisa kita pahami bahwa hukum mewarnai rambut dalam Islam yang masih berwarna hitam menjadi warna lain adalah sebaiknya dijauhi. 

    Karena pada dasarnya, mewarnai rambut menjadi warna lain memang boleh saja. Akan tetapi, jika masih hitam dan ingin menyemirnya, sesungguhnya ini adalah bentuk tasyabbuh atau meniru-niru orang kafir atau orang yang fasik. 

    Karena sesungguhnya orang yang memiliki agama yang baik, tidak akan merubah warna rambutnya ketika masih berwarna alami atau hitam. Warna rambut yang masih alami pun adalah warna yang bagus dan bukan sesuatu yang membuat jelek. 

    Selain itu, perlu kita selalu ingat bahwa rambut sama berharganya dengan bagian tubuh yang lain dan merupakan anugerah dari Allah SWT. Tidak perlu ada niat untuk mengubah warna rambut alami tersebut menjadi warna yang lain. 

    Selain itu, sesungguhnya kegiatan ini adalah pemborosan harta yang sebenarnya masih bisa kita lakukan untuk hal-hal yang jauh lebih bermanfaat. Daripada menghabiskannya untuk mengganti-ganti warna rambut yang hitam alami. 

    Itulah hukum mewarnai rambut dalam Islam yang bisa kita simak bersama. Pada dasarnya, mewarnai rambut adalah hal yang diperbolehkan dalam Islam. Akan tetapi, ada syarat tertentu. 

    Syarat tersebut adalah menyemir untuk uban, memilih warna selain hitam, dan ketika rambut memang sudah beruban atau memutih. Apabila syarat tersebut tidak terpenuhi, maka hal tersebut tidak boleh kita lakukan. 

    Selain itu, jika kita tetap mewarnai rambut dengan warna yang bukan hitam, maka sesungguhnya hal ini adalah hal yang haram. Bahkan golongan yang melakukan hal tersebut tidak akan mencium aroma surga. Tentu kita tidak ingin itu terjadi kan?

    Maka dari itu, sudah sepantasnya jika kita mengikuti hukum Islam ini ketika berencana mengubah warna rambut. Jangan sampai kita termasuk golongan orang-orang yang jauh dari tuntunan yang ada di dalam agama.

  • Membaca Surat Yusuf untuk Ibu Hamil, Bikin Bayi Tampan?

    Membaca Surat Yusuf untuk Ibu Hamil, Bikin Bayi Tampan?

    Membaca Al-Quran ibarat doa yang harus kita panjatkan secara rutin kepada Allah SWT, termasuk  ibu hamil. Ada banyak anjuran yang menjelaskan bahwa surat Yusuf untuk ibu hamil sangatlah bermanfaat.

    Salah satu manfaat yang banyak dipercaya oleh orang yaitu membuat si kecil terlahir tampan dan cerdas.

    Walaupun tidak ada dalil khusus yang menjelaskan hal tersebut, akan tetapi membaca surat Yusuf untuk ibu hamil tidak ada salahnya.

    Mengenal Surat Yusuf

    Bagi seorang muslim, pastinya sudah mengetahui bahwa surat Yusuf merupakan surat ke-12 dalam Al-Quran. Surat Yusuf  termasuk golongan surat Makkiyah yang terdiri dari 111 ayat.

    Maksud dari surat Makkiyah yaitu surat-surat yang penurunnya berada di Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah. Namanya surat Yusuf yang isinya menggambarkan riwayat Nabi Yusuf.

    Ada banyak riwayat, salah satunya cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat. Hal lainnya ada riwayat yang menjelaskan ada segolongan orang Yahudi masuk agama Islam setelah mendengar cerita Nabi Yusuf.

    Oleh karena itu, dari cerita-cerita itulah Nabi Muhammad SAW mengambil dan mempelajari hal-hal berharga. Kini kita juga bisa membacanya untuk mendapatkan pembelajaran yang luar biasa.

    Surat Yusuf untuk Ibu Hamil, Apakah Bikin Bayi Tampan?

    Kepercayaan orang akan manfaat surat Yusuf untuk ibu hamil tersebut, tentunya tidak luput dari peristiwa terdahulu. Peristiwa Nabi Yusuf AS yang lahir dengan sosok tampan nan gagah.

    Oleh sebab itu, dengan membaca Al-Quran tepatnya surat Yusuf untuk ibu hamil diharapkan akan membantu si kecil yang berjenis kelamin laki-laki lahir dalam keadaan tampan dan gagah.

    Walaupun sebenarnya hal ter tersebut tidak ada syariatnya, tapi Al-Quran secara keseluruhan membawa hal baik, berpahala, dan keberkahan. Sehingga, tidak jadi masalah jika kita membaca surat Yusuf untuk ibu hamil saat mengandung.

    Hal itu bukan berarti kita bisa menyandarkan perkara kepada Allah atas kehendak yang kita inginkan, termasuk lahirnya anak yang tampan tersebut. Sebagaimana Allah SWT berfirman pada surat Ali Imran ayat 6.

    هُوَ الَّذِيْ يُصَوِّرُكُمْ فِى الْاَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاۤءُ ۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

     Huwal lazi yusawwirukum fil-arhami kaifa yasya, la ilaha illa huwal azizul hakim.

    Artinya:

    “Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

    Dari situ dapat kita ketahui bahwa semua ketetapan, termasuk lahirnya anak dengan kondisi tampan merupakan sepenuhnya kehendak Allah SWT. Walaupun kita dianjurkan untuk selalu meminta kepada Allah SWT.

    Baca juga: 8 Cara Bersyukur Kepada Allah SWT, Muslim Wajib Tau!

    Tetap saja hasil akhirnya di tangan Allah SWT, sebab hanya Allah SWT lah yang mengetahui hal baik di masa depan untuk umat-Nya.

    Seperti yang disampaikan oleh Imam Al-Qurthubi Ra mengatakan, “Maksudnya Allah yang menciptakan, jelek atau tampan, hitam atau putih, tinggi atau pendek, sempurna atau cacat, dan lain sebagainya.” (Al Jami’li Ahkamil Quran, 1: 927).

    Pernyataan Imam Al-Qurthubi Ra menjelaskan maksud dari surat Ali Imran ayat 6 tersebut. Bahwa segala sesuatu hanya Allah SWT lah yang menciptakan, sehingga kita sebagai manusia ciptaan-Nya hanya harus bersyukur dan menerima.

    Karena Allah SWT sudah merencanakan skenario terbaik untuk setiap manusia yang lahir di dunia, bahkan hewan dan tumbuhan sekalipun. Oleh sebab itu, jangan ragukan Keagungan Allah SWT.

    Melanjutkan pembahasan surat Yusuf untuk ibu hamil bikin bayi tampan, tentunya menjadi hal baik jika seorang wanita yang hamil menyibukkan diri untuk membaca Al-Quran dan mendengarkannya.

    Ada penelitian dari bidang kedokteran yang menyatakan bahwa suara-suara dari luar rahim bisa mempengaruhi janin. Apalagi jika kita membaca dan mendengar Al-Quran, harapannya membawa keberkahan dan kebaikan.

    Dengan kebaikan dan keberkahan tersebutlah membuat janin yang sedang ibu kandung mendapatkan keberkahan pula. Akan tetapi, jangan sampai kita membatasi jenis keberkahan dan kebaikan tersebut.

    Manfaat Membaca dan Mendengarkan Surat Yusuf untuk Ibu Hamil

    Manfaat Membaca dan Mendengarkan Surat Yusuf untuk Ibu Hamil

    Alih-alih berharap agar anak lahir tampan, kita bisa membaca surat Yusuf untuk ibu hamil agar mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Dengan begitu, kita dan si kecil selalu dalam lindungan-Nya.

    Sebab, Nabi Yusuf tidak hanya tampan secara fisik saja. Ada banyak hal yang bisa kita kagumi dari belia yaitu sikap dan tindakannya. Salah satunya, Nabi Yusuf AS merupakan nabi yang patuh terhadap orang tua.

    Selain patuh, sikapnya yang sabar, istiqomah, jujur, dan seorang raja yang sangat mementingkan urusan rakyatnya itulah yang patut untuk kita pelajari. Sifat terpuji itulah juga yang membuat Allah SWT mengabadikan kisahnya dalam Al-Quran.

    Dan jelasnya jika kita membaca Al-Quran dalam keadaan ikhlas dan baik akan memberikan pengaruh hati yang tenang. Hati yang tenang itu akan berpengaruh baik pada janin.

    Adapun manfaat membaca surat Yusuf untuk hamil yaitu:

    1. Memuliakan Ibu Hamil

    Bagi ibu hamil ataupun siapa saja orang yang membaca surat Yusuf setiap paginya. Allah SWT telah menjanjikan kemulian dan kelapangan rezeki. Dengan begitu, ibu hamil akan senantiasa dalam keadaan tenang dan dimuliakan oleh Allah SWT.

    Baca juga: Cara Mendidik Anak dalam Islam Sesuai Syariat

    2. Membuat Wajah Berseri

    Terlepas dari surat Yusuf untuk ibu hamil yang bikin tampan, lebih tepatnya membuat wajah anak yang lahir menjadi berseri. Hendaknya kita membaca surat Yusuf selepas shalat, maka wajah ibu hamil dan anaknya akan menjadi berseri.

    3. Dipermudah dalam Persalinan

    Sebagaimana yang telah dijelaskan pada surat Yusuf ayat 64 intinya akan membantu terhindar dari kesedihan dan kesulitan hidup. Salah satunya pada waktu proses persalinan yang akan dipermudah oleh Allah SWT.

    قَالَ هَلْ اٰمَنُكُمْ عَلَيْهِ اِلَّا كَمَآ اَمِنْتُكُمْ عَلٰٓى اَخِيْهِ مِنْ قَبْلُۗ فَاللّٰهُ خَيْرٌ حٰفِظًا وَّهُوَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ

    Qala hal amanukum alaihi illa kama amintukum ‘ala min qablu, fallahu kairun hafizaw wa huwa arhamur rahim.

    Artinya:

    “Dia (Ya’qub) berkata,” Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, seperti halnya dahulu aku telah mempercayakan suaranya (Yusuf) kepada kamu? Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia maha Penyayang diantara para penyayang.

    4. Menjadikan Si Kecil Anak yang Sholeh

    Seperti yang sudah diketahui banyak orang bahwa sifat terpujinya Nabi Yusuf lah yang membuat cerita hidup beliau diabadikan Allah SWT dalam Al-Quran. Tentunya hal itu juga menjadikan kita menginginkan anak yang sholeh.

    Tafsir Ats-Tsaqalayn, Imam Ja’far Ash-Shadiq menjelaskan barang siapa yang membaca surat Yusuf setiap hari pada malam hari, maka terhitung hamba-hamba pilihan Allah SWT yang sholeh.

    Oleh sebab itu, harapannya ibu hamil yang membaca surat Yusuf anaknya lahir menjadi pribadi yang sholeh dan taat pada perintah larangan-Nya Allah SWT.

    5. Membantu Menenangkan Janin

    Seorang ibu hamil akan cenderung lebih sensitif daripada biasanya, sehingga tidak heran lagi jika ibu hamil mudah menangis dan marah-marah. Guna mengendalikan hal tersebut, membaca Al-Quran menjadi solusi terbaik.

    Dengan membaca Al-Quran, tentunya akan berdampak langsung pada janin yang ibu hamil kandung. Ketenangan hati dan pikiran itulah yang menjadi kunci peningkatan hormone serotonin.

    Hormon serotonin ini akan selalu berperan dengan baik untuk membantu tingkat kebahagiaan dalam diri ibu hamil selalu mengalir. Dengan begitu, juga turut berpengaruh pada janin dalam kandungan.

    6. Membantu Meningkatkan Kecerdasan Emosional Bayi

    Membaca Al-Quran termasuk surat Yusuf untuk ibu hamil dapat merangsang kecerdasan emosional bayi lebih baik daripada sebelumnya. Sehingga, tidak ada salahnya jika ibu hamil meningkatkan membaca Al-Quran.

    Tujuannya agar perkembangan janin lebih optimal dan baik. Selain membaca, mendengarkan Al-Quran juga membantu meningkatkan kecerdasan sosial si kecil. Dimana nantinya anak akan tumbuh dengan kepedulian yang tinggi.

    7. Meningkatkan Tingkat  Kreativitas

    Ibu hamil yang sering membaca dan mendengarkan Al-Quran akan mempunyai daya ingat yang tinggi. Memori anak akan menjadi tajam, sehingga mudah untuk menghafal terutama menghafal Al-Quran nantinya saat sudah lahir.

    Selain itu, tingkat kreativitas yang dimiliki si kecil akan meningkat lebih cepat sepanjang tumbuh kembangnya.

    Pembelajaran dari Surat Yusuf untuk Ibu Hamil

    Selain memberikan manfaat atau keutamaannya saat membaca dan mendengarnya. Kita sebagai ibu hamil juga dapat mengambil setiap makna atau pelajaran moral yang berharga.

    Inilah beberapa pembelajaran moral dari surat Yusuf yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Akhlak yang Baik

    Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Nabi Yusuf mempunyai akhlak yang baik, cerdas, sholeh, bijaksana, pemaaf, dan sopan. Bagi ibu hamil sangatlah penting untuk mengajarkan dan menerapkannya pada anak dalam kehidupan sehari-hari.

    2. Menguatkan Taqwa dan Iman

    Tanpa kita sadari, dengan membaca Al-Quran termasuk surat Yusuf untuk ibu hamil ini yaitu menguatkan taqwa dan iman kepada allah SWT. 

    Selain itu, juga menginspirasi diri kita dan anaknya kelak untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    3. Pentingnya Memanfaatkan

    Dari kisah Nabi Yusuf AS mengajarkan banyak hal, salah satunya pentingnya memanfaat alias tidak menyimpan dendam kepada orang lain. Dengan hal itu, ibu hamil bisa mengajarkan nilai-nilai tersebut untuk diterapkan pada kehidupannya.

    4. Ketawakalan dan Kesabaran

    Kisah Nabi Yusuf dalam surat Yusuf untuk ibu hamil juga memberikan pelajaran mengenai kesabaran dan ketawakalan. Dimana kedua hal itu merupakan kunci saat kita menghadapi semua cobaan dan ujian dalam hidup.

    Untuk ibu hamil tentu dapat memberikan inspirasi untuk tetap bertawakal dan bersabar kepada Allah SWT atas semua cobaan selama masa kehamilan dan persalinannya nanti.

    5. Keberkahan dan Perlindungan Allah SWT

    Membaca surat Yusuf untuk ibu hamil juga diharapkan dapat memberikan perlindungan dan keberkahan untuk diri dan calon bayinya. Apalagi membaca Al-Quran membantu menghindari gangguan makhluk halus.

    Makhluk halus atau setan yang mengganggu masa kehamilan, persalinan, dan perkembangannya. Sebab Allah SWT telah memberikan rahmat dan berkah-Nya kepadanya.

    6. Percaya pada Allah SWT

    Sebagai manusia biasa sepatutnya untuk kita selalu percaya atas takdir dari Allah SWT. Surat Yusuf untuk ibu hamil secara tegas mengajarkan kita untuk percaya dan optimis atas semua rencana Allah SWT.

    Sebab Allah SWT Maha Bijaksana dan Pemurah, Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Dengan keyakinan dan kepercayaan tersebut, kita bisa menghadapi segala situasi dengan hati yang penuh harapan kepada rahmat Allah SWT.

    Itulah informasi lengkapnya mengenai surat Yusuf untuk ibu hamil. Selain membuat bayi lahir tampan, membaca dan mendengarkan Al-Quran termasuk surat Yusuf akan menenangkan hati dan pikiran.

  • Doa Nabi Nuh dalam Al-Qur’an untuk Kaum dan Anaknya!!

    Doa Nabi Nuh dalam Al-Qur’an untuk Kaum dan Anaknya!!

    Nabi Nuh merupakan salah satu utusan Allah SWT untuk menyebarkan agama Allah kepada umat manusia. Namun, pada saat proses penyebaran agama itu berlangsung cukup lama, tibalah doa Nabi Nuh diserukan.

    Salah satu Nabi yang dikenal sebagai bapak para umat setelah Adam adalah Nabi Nuh. Beliau memiliki kesabaran luar biasa untuk membimbing umat menuju agama Allah. Bahkan, dzikir Nabi Nuh tidak pernah berhenti untuk memohon kepada Allah.

    Lantas, doa Nabi Nuh dalam surat apa? Allah SWT menerangkan kisah-kisah Nabi Allah di dalam Al-Qur’an secara berulang dan juga rinci.

    Doa Nabi Nuh dalam Al-Qur’an untuk Umatnya

    Dari titik balik usahanya untuk mengajak setiap orang mempercayai agama Allah SWT tetapi sudah mencapai puncak. Nabi Nuh berdoa agar Allah menyelamatkan umatnya dari pada orang-orang kafir yang jahat.

    Beliau bisa menahan sakit dan pedihnya di cemooh serta di hajar pada masa itu. Nabi Nuh tidak kuasa jika harus menyaksikan penderitaan umatnya oleh orang-orang kafir yang berkuasa.

    Doa Nabi Nuh menjadi salah satu bentuk doa mulia yang dipanjatkan oleh nabi untuk kelangsungan hidup umatnya. 

    Beliau mengajak umatnya untuk naik ke atas bahtera yang telah dibuatnya selama ratusan tahun. Bagi orang kafir, Nabi Nuh dianggap sebagai orang gila karena tidak mungkin terjadi banjir pada masa itu.

    Baca juga: Doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an ketika Dibakar dan Meminta Keturunan

    Namun, setelah 950 tahun penantiannya dalam mengajak setiap golongan untuk masuk ke agama Allah. Justru hanya cemooh dan perilaku buruk yang didapatkan. 

    Hal ini membuat Nabi Nuh mendoakan kaum kafir untuk dibinasakan oleh Allah SWT. Doa Nabi Nuh ini, pada akhirnya menjadi populer di kalangan muslim. 

    Kejadian ini tidak seperti bayangan manusia di mana Nabi Nuh hilang kesabaran. Namun, Allah SWT telah menyampaikan kabar bahwa umatnya tidak akan bertambah seberapa keras usaha yang telah Beliau lakukan.

    Namun, Allah SWT telah mengabarkan kepada Nabi Nuh untuk menyelamatkan seluruh umatnya dari bala yang akan terjadi.

    Allah Ta’ala berfirman:

    هِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَى نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ قَالَ سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ قَالَ لا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلا مَنْ رَحِمَ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ

    Artinya : “Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!.” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan” (Huud: 42-43).

    Pembahasan tentang kaum nabi Nuh juga terdapat dalam QS. Huud: 44.

    وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

    Wa qīla yā arḍubla’ī mā`aki wa yā samā`u aqli’ī wa gīḍal-mā`u wa quḍiyal-amru wastawat ‘alal-jụdiyyi wa qīla bu’dal lil-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.”

    Adapun bacaan doa Nabi Nuh untuk kaumnya yang kafir ada pada QS. Nuh ayat 26, yaitu:

    Adapun bacaan doa Nabi Nuh untuk kaumnya yang kafir ada pada QS. Nuh ayat 26, yaitu:

    وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لا تَذَرْ عَلَى الأرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا

    Artinya: Nuh berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi” (Nuh: 26).

    Jawaban dari doa Nabi Nuh, Allah jawab melalui firmanNya dalam surat Asy-Syuara: 119 – 120 berikut ini:

    فَأَنْجَيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ * ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبَاقِينَ

    Artinya: “Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tersisa.” (Asy-Syuara 119-120).

    Selain itu, Nabi Nuh juga memohon untuk keselamatan diri dan orang-orang yang beriman:

    رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارًۢا

    Rabbigfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu`minaw wa lil-mu`minīna wal-mu`mināt, wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā

    Artinya: Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan,” (QS Nuh: 28).

    Doa Nabi Nuh untuk Anaknya 

    Sebenarnya doa Nabi Nuh juga termasuk ke dalam kisah yang ada dalam QS. Huud ayat 42-43. Dalam kisah tersebut dapat kita ketahui bahwa seorang putra dari Nabi Nuh saja tidak mempercayai bapaknya, bagaimana dengan umat lain?

    Meskipun begitu, tidak semua anak dari Nabi Nuh ikut tenggelam. Dari 4 bersaudara, tiga diantaranya selamat dengan amanat dari Allah SWT untuk meneruskan keturunan dari Nabi Nuh AS.

    Putra Nabi Nuh yang mati saat banjir bandang datang adalah Yam. Sedangkan ketiga putranya yang berhasil selamat dan ikut naik ke atas bahtera Nabi Nuh adalah Sam, Ham, dan juga Yafits.

    Melihat bagaimana salah satu putranya tidak turut naik ke atas bahtera dan mulai dihadang banjir bandang. Nabi Nuh berdoa kepada Allah SWT.

    وَنَادَىٰ نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ

    Artinya: Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata: “Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.” (QS. Hud: 45).

    Allah menjawab dalam firmanNya QS. Hud: 46.

    قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۖ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

    Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS. Hud: 46).

    Menyesali ucapannya kepada Allah SWT. Nabi Nuh pun memohon ampun serta perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai sifat yang tidak diketahuinya.

    قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    Artinya: Nuh berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Hud: 47).

    Nah, itulah mengenai doa Nabi Nuh untuk umat dan juga anaknya. Banyak sekali kisah yang sebenarnya bisa membuat kita tersadar bagaimana adil dan bijaksanaNya Allah SWT kepada setiap umatnya.

    Oleh karena itu, janganlah kita takabur dan mendekati keburukan. Karena jalan kebaikan dan janji Allah SWT atas segala perlindungan sangat nyata dan benar adanya.

    Selalu mendekat dan meminta perlindungan kepada Allah SWT atas segala cobaan dan permasalahan hidup. Berharap hal-hal yang benar selalu menyelimuti kita dan keimanan selalu hidup di hati masing-masing umat Islam.