Category: Doa & Dzikir

  • 2 Doa Sebelum Tidur dan Amalan Sunnah Nabi Muhammad SAW (Panjang & Pendek)

    2 Doa Sebelum Tidur dan Amalan Sunnah Nabi Muhammad SAW (Panjang & Pendek)

    Setelah beraktifitas seharian, semua orang pasti mendambakan tidur yang aman, nyaman dan nyenyak. Ajaran Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk membaca doa sebelum tidur, berdoa menjadi cara bagi umat muslim memohon pada Allah SWT agar dibangunkan kembali dengan keadaan sehat wal’afiat.

    Saat tertidur, kesadaran kita tidak dapat dikendalikan oleh diri sendiri, maka dari itu berdoa menjadi cara untuk meminta pertolongan pada Allah SWT agar terhindar dari marabahaya, gangguan setan bahkan dari mimpi buruk sekalipun.

    Dalam ajaran agama Islam, tidak hanya sebelum tidur kita dianjurkan untuk berdoa. Semua kegiatan harus diawali dengan doa, sebagai pendekatan diri dan meminta perlindungan kepada Allah SWT untuk menjalani hari. Lantas bagaimana jika kita lupa membaca doa sebelum tidur? serta apa pentingnya membaca doa sebelum tidur?

    Yuk simak, penjelasan mengenai doa sebelum tidur, amalan sunnah dan pentingnya berdoa:

    Pentingnya Doa Sebelum Tidur Bagi Umat Muslim!

    Saat tertidur, umumnya manusia akan mengalami disfungsi respon kerja syaraf dan otak beristirahat sehingga tidak mampu memberikan respon balik jika terjadi sesuatu pada tubuh.

    Hal ini juga disebutkan dalam Kitab Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawai, dalam penjelasannya, doa sebelum tidur sendiri menjelaskan makna dari “mati”.

    Kalimat tersebut dapat dijelaskan bahwa ketika tidur, manusia tidak dapat berbuat macam-macam dengan respon tubuh yang teristirahatkan untuk beberapa saat.

    Selain itu, kita tidak bisa melawan atau menghindari jika terdapat marabahaya di sekeliling kita, karena tubuh kita yang tidak berdaya.

    Rasulullah SAW yang menyadari ketidakberdayaan manusia saat tidur, menganjurkan umat muslim untuk berdoa kepada Allah SWT meminta perlindungan dan penjagaan diri dari segala macam gangguan, tidak terkecuali dari mimpi buruk.

    Pembahasan mengenai doa sebelum tidur yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW juga terdapat pada QS. Ali ‘Imran: 190-191 yang berbunyi:

    اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ ١٩٠ الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ١٩١

    Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Ali ‘Imran: 190-191).

    Hal tersebut juga tertuang dalam surat Az-Zumar ayat 42, yang berbunyi:

    اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Arab-Latin: Allaahu yatawaffal anfusa hiina mawtihaa wallatii lam tamut fii manaamihaa fa yumsikul latii qadaa ‘alaihal mawta wa yursilul ukhraaa ilaaa ajalim musammaa; inna fii zaalika la Aayaatil liqawmai yatafakkarrun.

    Artinya: “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.”

    Dari penjelasan dan dalil di atas, kita dapat menyimpulkan pentingnya doa sebelum tidur yang diamlakan guna meminta pertolongan serta perlindungan pada Allah SWT dari segala marabahaya, ancaman dan juga gangguan setan maupun jin, termasuk dari mimpi buruk sekalipun.

    Selain permohonan, berdoa juga menjadi salah satu bentuk kepercayaan kita terhadap kuasa Allah SWT yang Maha Besar melebihi semesta dan juga seisinya.

    Doa Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Untuk doa  sebelum tidur sebetulnya sangat pendek dan mudah untuk diingat, maka dari itu sayang sekali jika kita tidak membacanya sebelum tidur. Dari Hudzaifah dan Abu Dzar RA, Ia mengatakan bahwa doa sebelum tidur yang dibaca Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

    بِاسْمِكَ اللهُمَّ أَحْيَا وَأَمُوْتُ

    Bacaan latin: Bismika Allâhumm ahyâ wa amût.

    Artinya: “Ya Allah! Dengan nama-Mu, aku hidup dan dengan nama-Mu pula aku mati.” (HR Bukhari)

    Namun, jika ingin doa yang lebih panjang. Doa sebelum tidur satu ini juga bisa diamalkan sebelum tidur, doa tersebut adalah:

    للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسى إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبَسَيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْت

    Bacaan latin: Allahuma aslamtu ilaika wawajjahtu wajhii ilaika, wafawwadhtu amrii ilaika waalja’tu dzahrii ilaika raghbatan wa raghbatan ilaika laa maljaa walaa manjaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wa binabiyyikalladzii arsalta

    Artinya: “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepada-Mu lantaran mengharap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang engkau turunkan juga (aku beriman) kepada nabi-Mu yang Engkau utus.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud).

    Baca juga: Doa Bercermin Arab, Latin, dan Adab Saat Bercermin

    Amalan Sebelum Tidur yang dianjurkan Rasulullah SAW sebagai Sunnah

    Selain membaca doa sebelum tidur sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT, kita juga bisa melakukan amalan-amalan yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW sebagai sunnah. Agar kita selalu tehindar dari marabahaya dan lebih dekat dengan Allah SWT.

    Berikut amalan-amalan yang dikerjakan sebelum tidur:

    1. Berwudhu (Mensucikan Diri)

    Amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW yang pertama adalah berwudhu sebelum tidur. Amalan ini dimaksudkan untuk mensucikan diri dengan membersihkan anggota tubuh dengan  air bersih. Dengan berwudhu, hati akan lebih tenang dan tentram.

    Anjuran berwudhu ini juga didapatkan dari hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, yang berbunyi:

    “Apabila kamu ingin tidur, hendaklah kamu berwudhu sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat.” (HR. al-Bukhari, no. 247)

    Hadis ini menjelaskan bahwa berwudhu sebelum tidur adalah amalan yang disunnahkan dan memiliki nilai ibadah sendiri di hadapan Allah SWT. Selain itu, dengan berwudhu sebelum tidur juga dapat melindungi kita dari gangguan setan saat tertidur. Jikalaupun kita tidak bangun lagi untuk hidup, berwudhu membuat kita meninggal dalam keadaan bersuci.

    Anjuran untuk berwudhu sebelum tidur juga diriwayatkan dalam hadis Al-Bukhari dan Muslim yang berbunyi:

    إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

    Artinya: “Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

    2. Tidur Miring ke Kanan

    Selain membaca doa sebelum tidur, anjuran Rasulullah SAW yakni hendaknya kita memiringkan posisi badan kita ke kanan.

    Posisi ini juga terbukti dalam medis, sebagai posisi paling baik dan bermanfaat. Anjuran Rasulullah ini disebutkan terdapat dalam beberapa hadis shahih berikut:

    اِضْطَجِعْ عَلَى شَقِّكَ اْلأَيْمَنِ.

    Artinya: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

    Hadis yang diriwayatkan Tarmidzi mengenai sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

    “Apabila kamu berbaring di tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah pada sisi kananmu, lalu ucapkanlah: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berserah diri kepada-Mu, dan kepada-Mu aku menghadap. Dengan-Mu aku memegang ikatan, kepada-Mu aku menyerahkan urusan, dan dengan-Mu aku bertawakal. Engkau adalah tempat bergantungku dan Engkau adalah Tuhan yang memiliki kekuasaan yang agung.”

    Hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim yang berbunyi:

     “Jika kamu ingin tidur, berbaringlah pada sisi kananmu, kemudian bacalah doa: ‘Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu, dan dengan rahmat-Mu aku berlindung. Aku rindu kepada pahala-Mu, dan aku takut kepada siksa-Mu. Tidak ada yang dapat menolak apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberikan apa yang Engkau tolak.’”

    Dikutip dari penelitian yang dilakukan oleh Dinarwulan Puspita menyebutkan bahwa posisi tidur miring kanan dapat meningkatkan kualitas tidur pada pasien gagal jantung kongestif.

    Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa meningkatkan kualitas tidur dapat dilakukan dengan memperhatikan posisi tidur yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Yang secara edispun terbukti kebenarannya.

    3. Jangan Tidur dengan Posisi Tengkurap

    Sunnah selanjutnya adalah menghindari tidur dengan posisi tengkurap. Posisi ini dilarang untuk dilakukan oleh kita sebagai umat muslim. Ada tiga sebab, alasan tidur tengkurap dilarang dalam Islam:

    Sebab pertama, tidur tengkurap adalah posisi yang dimurkai Allah. Hal ini tertuang dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Thikhfah Al Ghifari yang berbunyi:

    “Ketika aku sedang berbaring tengkurap di masjid karena begadang da itu terjadi waktu sahur. Lalu tiba-tiba ada seseorang menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Ia pun berkata, ” Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dibenci oleh Allah.” Kemudian aku pandang orang tersebut, ternyata ia adalah Rasulullah SAW”.

    Sebab kedua, tengkurap adalah posisi yang tidak disukai Allah. Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA berbunyi:

    “Rasulullah SAW pernah melihat seseorang yang tidur dengan posisi tengkurap. Kemudian Rasulullah SAW berkata, ” Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang tidak disukai Allah.”

    Sebab ketiga, tengkurap adalah posisi tidurnya ahli neraka. Ini disebutkan dalam hadis riwayat Imam Ibnu Majah dari Abu Dzar Al Ghifari RA.

    “Nabi SAW lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, ” Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.”

    4. Membaca Al-Mulk Sebelum Tidur

    Surat Al-Mulk adalah surat pengantar tidur yang biasa dibaca Nabi Muhammad SAW tiap malamnya.

    Aktivitas yang bernilai amalan yang dianjurkan oleh Rasul sebelum tidur. Membaca surat Al-Mulk sendiri memiliki banyak sekali manfaatnya.

    Salah satu manfaatnya, yakni membantu kita untuk merenungi kebesaran Allah SWT yang Maha Pencipta Semesta serta seisinya.

    Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa keutamaan surat Al Mulk adalah memberi syafa’at atau penolong bagi yang membacanya. Berikut haditsnya:

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبَّاسٍ الْجُشَمِىِّ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِىَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ

    Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan pada kami Muhammad bin Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Qotadah, dari ‘Abbas Al Jusyamiy, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ‘Ada suatu surat dari Al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafa’at bagi yang membacanya, sampai dia diampuni, yaitu: Tabaarakalladzii biyadihil mulku… (surat Al Mulk),’” (HR Tirmidzi)

    Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa yang membaca surah Tabarakalladzi biyadihil mulk (Surah Al-Mulk) setiap malam, maka ia akan terhindar dari siksa kubur.” (HR. An-Nasa’i)

    Berdasarkan hadis-hadis yang tertulis di atas, kita sama-sama mengetahui bahwa sunnah membaca Al-Mulk sebelum tidur memberikan syafa’at dan keutamaan yang bisa kita raih. Amalan ini juga tidak hanya semakin mendekatkan diri kita pada Allah SWT, tetapi juga menjauhkan kita dari siksa kubur dan neraka.

    5. Membaca 3 Qul Sebelum Tidur

    Saat malam hari, selain membaca doa sebelum tidur. Kita disunnahkan untuk membaca 3 surah qul. Yang dimaksud dengan 3 surah qul ini adalah surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas.

    Dengan membaca ketiga surah tersebut, dapat menghindarkan dari segala macam hal buruk, serta menolak gangguan setan, jin dan sihir saat kita tertidur.

    Cara mengamalkannya yakni, sempatkan duduk membaca tiga surah ini sampai selesai, hembuskan pada telapak tangan lalu usapkan ke seluruh tubuh. Lakukan sebanyak tiga kali. Hal ini juga driwayatkan dalam sebuah hadis Bkhari dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, yang berkata:

    “Nabi Muhammad SAW ketika berada di tempat tidur di setiap malam, Baginda mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’, ’Qul a’udzu birobbil falaq’ dan ’Qul a’udzu birobbin naas’. Kemudian Baginda mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bahagian depan. Baginda melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR Bukhari)

    Dengan penjelasan dan dalil tersebut, kita mengetahui bahwa mengamalkan tiga surah qul sebelum tidur memiliki banyak keutamaan yang bisa kita dapatkan selain mendekatkan diri pada Allah SWT.

    6. Membaca Tasbih, Tahmid dan Tahlil Sebelum Tidur

    Amalan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW sebelum tidur dengan mengucapkan tasbih “Subhanallah” yang berarti “Maha Suci Allah”, tahmid “Alhamdulillah” yang berarti “Segala puji bagi Allah” dan Tahlil “ Laa ilaaha illallaah” yang berarti “Tiada Tuhan selain Allah”.

    Ketiga bacaan ini merupakan bentuk penghormatan, rasa syukur dan keyakinan kita atas kuasa Allah SWT. Anjuran Rasul untuk membaca tiga bacaan ini untuk mengajak kita untuk mengingat segala nikmat yang Allah beri, serta kebesaran-Nya dalam mengatur segala urusan yang ada di dunia ini.

    Hal ini juga diatur dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

     “Barangsiapa yang membaca tasbih sebanyak 33 kali, tahmid sebanyak 33 kali, dan tahlil sebanyak 34 kali setelah selesai shalat, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”

    Dapat disimpulkan bahwa pentingnya membaca tasbih, tahmid dan tahlil sebagai amalan sunnah yang dikerjakan sebelum tidur. Cara mengamalkannya, yakni bacalah tasbih, tahmid dan tahlil sebanyak 33x setelah membaca tiga surah qul. Setelah itu berbaringlah dan memejamkan mata. Amalan ini akan menjadi tameng perlindungan kita hingga fajar tiba.

    Demikian penjelasan mengenai doa sebelum tidur serta amalan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk mengingatkan kepada Sang Pencipta dan permintaan pertolongan selama tidur dengan harapan akan bangun dalam keadaan sehat wal’afiat tidak kurang satu apapun. Semoga setelah membaca artikel ini, kita bisa mengamalkannya sendiri di kehidupan kita ya! Semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr.wb.

  • Rahasia! Ini 4 Doa Meluluhkan Hati Suami yang Ampuh

    Rahasia! Ini 4 Doa Meluluhkan Hati Suami yang Ampuh

    Doa meluluhkan hati suami kadangkala sangat dibutuhkan, apalagi kehidupan rumah tangga ada kalanya mengalami pasang-surut. Namun kondisi seperti ini sangat wajar, suami istri bisa berselisih kapan saja.

    Suami istri merupakan pasangan atau partner yang harus berusaha bersama, meskipun saat melakukan kesalahan.

    Begitu pula, pada saat suami sedang labil emosinya, tugas istri adalah menenangkannya agar terhindar dari amarah.

    Doa Meluluhkan Hati Suami

    Selain berusaha, istri juga bisa harus selalu berdoa untuk bisa meluluhkan hati suaminya. Doa ini bisa langsung kalian baca setelah sholat fardhu dengan harapan suami bisa luluh, tenang serta kembali memberikan cintanya kepada istri.

    Berikut ini sudah ada beberapa doa untuk meluluhkan hati suami yang perlu diketahui, antara lain:

    1. Doa yang Dapat Meluluhkan Hati Suami

    Doa Meluluhkan Hati Suami

    Ada kalanya suatu hari suami diliputi oleh amarah atas suatu masalah tertentu. Contohnya saja karena pekerjaan, pertemanan, maupun masalah keluarga. 

    Namun, sebagai seorang istri, hal yang terbaik harus bisa membantu suaminya untuk lebih tenang. Salah satunya doa agar bisa meluluhkan hati suami menjadi lembut. 

    Dengan adanya doa ini, kita bisa langsung memohon kepada Allah SWT agar suami mendapatkan ketenangan dan melepaskan amarah. Berikut ini sudah ada bacaan doa yang dapat meluluhkan hati untuk suami dan bisa dipraktekkan istri:

    اَللَّهُمَّ لَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ…… كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُ عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ وَ سَخِّرْ لِيْ كَمَا سَخَّرْتَ لِيْ سُلِيمَان نَبِيّ لِدَاوُدَ عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ وَأَلَّفَ بَيْ كَمَا أَلَّفْتَ بَيْ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَ خَدِيْجَةَ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَ فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءَ ﺻﻠﻮﺍﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻚ ارحمني يا ارحم الراحمين

    Allahumm layyin li qalba (sebut nama suami) kamaa layyantal h’adeeda lidaawooda a’layhis salaamu wa sakhkhir lee kamaa sakhkhartar reeh’a lisulaymaaanabni daawooda a’layhim as salaamu. Wa allif baynanaa kamaa allafta bayna muhammadan s’allallaahu a’layhi. Wa aalihee wa sallam wa khadeejah wa a’layhi wa aalihee wa sallam wa khadeejah wa a’liyyin a’layhis salaamu wa fatimataz zahraa-i s’alawaatullaahi a’layhaa yaa arh’aamar raahimeen.

    Artinya: “Ya Allah, biarlah (sebut nama suami) hati tumbuh lembut dan lembut seperti Engkau melelehkan besi untuk Dawud, damai dia, dan membuatnya lembut dan tunduk kepadaku sama seperti Engkau membuat angin penurut. Bahkan, tunduk kepada Sulaiman putra Daud, salam bagi mereka berdua, dan jadikan kasih sayang di antara kami. Sebagaimana Engkau menaruh Cinta antara Muhammad (damai dan berkah Allah beserta anak-anaknya) dan Khadijah (rahmat Allah besertanya), dan antara Ali (damai atasnya) dan Fatimah Zahra. Shalawat Allah atasnya,hai yang paling dermawan.”

    Baca juga: Doa Ketika Mendengar Suara Burung di Malam Hari

    2. Doa Meluluhkan Hati Suami Agar Tidak Egois

    Pada dasarnya, untuk bisa melembutkan hati suami yang keras, pertama-tama bisa membaca kalimat Allah. Berikut ini sudah ada beberapa kalimat Allah yang bisa diterapkan sebelum  doa meluluhkan hati suami terlebih dahulu:

    • Ya Jabbar
    • Ya Aziz
    • Ya Mutakabbir.

    Setelah itu, bisa langsung dilanjutkan dengan membaca doa berikut yang sudah ada di dalam surat Al-Baqarah ayat 165, antara lain:

    يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِوَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ

    Wa minan-nāsi may yattakhiżu min dụnillāhi andāday yuḥibbụnahum kaḥubbillāh, wallażīna āmanū asyaddu ḥubbal lillāhi walau yarallażīna ẓalamū iż yaraunal-‘ażāba annal-quwwata lillāhi jamī’aw wa annallāha syadīdul-‘ażāb.

    Artinya: “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”

    Kemudian, bisa langsung dilanjutkan dengan membaca doa yang terdapat dalam surat Ali Imran ayat 14 berikut ini:

    زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ

    Zuyyinalinnasi hubbushahawati minannisa’i walbani na walqanaathiril muqanthorotiminazzahabi walfidhah.

    Artinya: “Dihiasikan (dan dijadikan indah) bagi manusia: kesukaan kepada benda-benda yang diingini, yaitu perempuan-perempuan dan anak-anak; harta-benda yang banyak dari emas dan perak.” (QS. Ali-Imran: 14).

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Hajat yang Benar dan Artinya

    3. Doa agar Suami Makin Sayang pada Istrinya

    Untuk bisa memohon agar suami semakin sayang dengan istrinya, maka berikut adalah doa yang bisa dipanjatkan. Doa meluluhkan hati suami ini terdapat dalam surat Ar-Rum ayat 21 seperti berikut:

    وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja’ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn.

    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

    4. Doa Lainnya untuk Meluluhkan Hati Suami 

    Selain itu, juga sudah ada bacaan doa untuk meluluhkan hati suami yang lainnya seperti berikut ini:

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ كَمَا سَخَّرْت فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa khaula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii amrii kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. 

    Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadiKka. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.

    Artinya: “Ya Allah bahwasanya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Besar. Dan sesungguhnya aku ini adalah hamba-Mu yang hina lagi lemah. Ya Allah mudahkanlah bagiku urusanku, sebagaimana Engkau mudahkan bagi urusan Fir’aun kepada Musa dan lunak hati manusia bagiku. Hal ini  sebagaimana Engkau lunakkan besi bagi Nabi Daud. Engkaulah adalah sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik penolong, wahai Tuhan Yang Maha Hidup. Wahai Tuhan Yang Maha Penguasa, Wahai Tuhan Yang Punya Keagungan dan Kemuliaan, perkenanlah ya Allah.”

    Sebenarnya masih ada beberapa bacaan doa untuk meluluhkan suami yang perlu diketahui. Namun, beberapa doa yang ada di atas bisa dijadikan sebagai referensi.

    Beberapa bacaan doa meluluhkan hati suami yang ada di atas bisa diamalkan oleh para istri. Dengan membaca doa di atas ini, insya Allah bisa langsung membuat suami tenang dan amarahnya pun mereda.

  • Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan yang Sholeh dalam Al Quran

    Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan yang Sholeh dalam Al Quran

    Ada banyak cara untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT atas semua ujian yang sedang kita alami.  Salah satunya doa Nabi Zakaria ketika meminta kepada Allah SWT agar diberikan keturunan yang sholeh.

    Mungkin di antara kita juga memiliki keinginan tersebut?

    Maka, dengan  memanjatkan doa dari Nabi Zakaria ini, semoga doa terbaik kita dapat dikabulkan oleh Allah SWT.

    Bacaan Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan yang Baik dalam Al-Quran

    Dikaruniai anak yang sholeh tentu menjadi harapan seluruh orang tua di muka bumi ini. Karena anak yang sholeh bisa menjadi salah satu amal jariyah yang bisa kita bawa sampai mati.

    Walaupun begitu, tetap saja orang tua juga harus bertanggung jawab secara penuh dalam membimbing dan menjadi teladan bagi anaknya. Teladan dalam hal-hal yang baik, seperti melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan-Nya.

    Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika kita memohon kepada Allah SWT untuk dikaruniai keturunan yang sholeh. Nabi Zakaria sendiri merupakan sosok yang selalu dijadikan sebagai teladan oleh Allah SWT bagi para orang tua.

    Banyak sekali kisah keteladanan Nabi Zakaria yang bisa kita ambil untuk menemani perjalanan hidup kita, termasuk doa baik dari Nabi Zakaria ketika beliau meminta keturunan yang baik.

    Berikut beberapa doa baik dari Nabi Zakaria yang tercantum dalam Al-Quran:

    1. Doa Nabi Zakaria dalam Surat Al-Imran

    Pertama yaitu doa baik dari Nabi Zakaria yang tercantum dalam Al-Quran. Kala itu beliau Nabi Zakaria AS tengah melakukan sholat, dan kemudian datanglah Malaikat Jibril. Malaikat Jibril datang menyampaikan kabar gembira kepada Nabi Zakaria.

    Kabar gembira tersebut sebagaimana tercantum pada surat Ali-Imran ayat 39:

    فَنَادَتْهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَهُوَ قَاۤىِٕمٌ يُّصَلِّيْ فِى الْمِحْرَابِۙ اَنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيٰى مُصَدِّقًاۢ بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَسَيِّدًا وَّحَصُوْرًا وَّنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

    Fanadathul mala’ikatu wa huwa qa’imuy yusalli fil-mihrabi, annnallaha yubasysyiruka biyahya musaddiqam bikalimatim minallahi wa sayyidaw wa hasuraw wa nabiyyam minas-salihin.

    Artinya: “Lalu, Malaikat Jibril memanggilnya ketika dia berdiri melaksanakan shalat di mihrab.

    Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan kelahiran Yahya yang membenarkan kalimat dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri dari hawa nafsu, dan seorang nabi di antara orang-orang sholeh.”

    Baca juga: Kumpulan Doa Nabi Yusuf, Keutamaan dan Cara Mengamalkannya

    Tidak hanya pada surat Ali Imran ayat 39 saja, kisah tersebut juga ada dalam surat Maryam ayat 7. Dimana Allah SWT berfirman:

    يٰزَكَرِيَّآ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمِ ِۨاسْمُهٗ يَحْيٰىۙ لَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

    Ya zakariyya inna nubasysyiruka bigulaminismuhu yahya, Iam naj’al lahu min qablu samiyya.

    Artinya: Allah berfirman, “Wahai Zakaria, Kami member kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki yang bernama Yahya yang nama itu tidak pernah Kami berikan sebelumnya.”

    Selain itu, kita bisa membaca surat Ali Imran ayat 38 untuk memohon keturunan yang baik kepada Allah SWT:

    هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

    Hunalika da’a zakariyya rabbahu qala rabbi hab li mil ladunka zurriyyatan tayyibahtan, innaka sami’ud du’ai.

    Artinya: Disanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

    Itu penggalan ayatnya, untuk doa baik dari Nabi Zakaria kita bisa langsung masuk pada kata Rabbi hab li mil ladungka zurriyyatan tayyibah, innaka sami’ud-‘du’a.

    2. Doa Nabi Zakaria dalam Surat Al-Anbiya

    Doa Nabi Zakaria dalam Surat Al-Anbiya

    Dalam Al-Quran juga menyebutkan saat Nabi Zakaria mengunjungi Maryam. Mengunjungi di ruang khusus ibadahnya, beliau melihat makanan. Kemudian, saat ditanya asal muasal makanan tersebut Maryam menjawab bahwa itu dari Allah SWT.

    Dari situlah Nabi Zakaria meminta permohonan doa kepada Allah SWT agar dikarunia keturunan yang baik.

    Berikut doa Nabi Zakaria Surat Al-Anbiya ayat 89:

    وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ

    Wa zakariyya iz nada rabbahu rabbi la tazarni fardaw wa anta khairul-warisin.

    Artinya: Ingatlah Zakaria ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri tanpa keturunan, sedang Engkau adalah sebaik-baik waris.”

    Untuk bacaan doanya, kita bisa memulai dari kata:

    Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waaritisiin.” 

    Selain Nabi Zakaria memohon keturunan, ayat tersebut juga mempertegas kebaikan Allah SWT kepada manusia.

    Maka, dalam Al-Quran pun menjelaskan bahwa Allah SWT telah mengabulkan doa dari Nabi Zakaria. Terkabulnya doa Nabi Zakaria tersebut juga terdapat dalam surat Al-Anbiya ayat 90:

    فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖوَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَّرَهَبًاۗ وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ

    Fastajabna lah, wa wahabna lahu yahya wa aslahna lahu zaujah, innahum kanu yusari’una fil-khairati wa yad’unana ragabaw wa rahaban, wa kanu lana khasyi’in.

    Artinya: “Maka, Kami mengabulkan doanya, menganugerahkan Yahya kepadanya, dan menjadikan istrinya dapat mengandung. 

    Sesungguhnya mereka selalu bersegera dalam mengerjakan kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.”

    Sebelumnya pun, kelahiran Nabi Yahya AS tentu juga membuat Nabi Zakaria kebingungan. Pasalnya, ada kisah yang terdapat dalam surat Maryam ayat 8 yang menjelaskan bahwa istrinya tidak bisa mempunyai keturunan.

    Kisah tersebut diabadikan dalam surat Maryam ayat 8 dan 9 termasuk doa Nabi Zakaria arab dan latinnya:

    قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا (8)

    قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا (9)

    Qala rabbi anna yakunu li gulamuw wa kanatimra’ati ‘aqiraw wa qad balagtu minal-kibari ‘itiyya (8)

    Qala kazalika, qala rabbuka huwa ‘alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka min qablu wa lam taku syai’a (9)

    Artinya: Dia Zakaria berkata “Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, sedangkan istriku seorang yang mandul dan sungguh aku sudah mencapai usia yang sangat tua?.”

    Dia Allah berfirman, “Demikianlah, Tuhanmu berfirman, Hal itu mudah bagi-Ku, sungguh, Engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal pada waktu itu Engkau belum berwujud sama sekali.”

    3. Doa Nabi Zakaria dalam Surat Maryam

    Berikutnya ada surat Maryam doa Nabi Zakaria ayat 4, 5 dan 6. Ketiga ayat tersebut bisa kita jadikan sebagai doa memohon kepada Allah SWT agar diberikan keturunan yang baik.

    Dalam Al-Quran pun dijelaskan jika Nabi Zakaria memohon dengan suara yang lembut dalam ruang ibadahnya. Karena usia beliau yang sudah senja kala itu, dan istrinya adalah seorang yang mandul.

    Nabi Zakaria pun mengkhawatirkan kerabatnya dan sepeninggalannya, oleh sebab itu beliau memohon anak yang akan menjadi pewaris keluarga Ya’qub.

    قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا (4)

    وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ (5)

    يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا (6)

    Qala rabbi inni wahanal-azmu minni wasyta’alar-ra’su syaibaw wa lam akum bidu’a ika rabbi syaqiyyan (4)

    Wa inni khiftul-mawaliya miw wara-I wa kanatimra-ati ‘aqiran fahab li mil ladunka waliyya (5)

    Yarisuni wa yarisu min ali ya’quba waj’alhu rabbi radiyya (6)

    Artinya:

    Dia Zakaria berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepadaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu, wahai Tuhanku.” (4)

    “Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalanku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisiMu.” (5)

    “Seorang anak yang akan mewarisi aku dan keluarga Ya’qub serta jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang diridhai.” (6)

    Itulah informasi mengenai kisah serta  doa Nabi Zakaria yang memohon pertolongan Allah SWT agar dikaruniai keturunan yang baik. Sebaik itulah Allah SWT kepada umatnya. Oleh sebab itu, mintalah segala macam pertolongan kepada Allah SWT.

  • Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    Memanjatkan doa ketika ada petir merupakan hal penting bagi umat Muslim saat terjadi hujan besar. Terkadang hujan beserta petir terdengar menakutkan. Tidak sedikit pula yang ketakutan saat mendengar adanya petir.

    Di balik semua itu, ternyata hujan adalah salah satu hal yang patut kita syukuri. Hujan menandakan turunnya sebuah rahmat. Pada intinya, hujan sangat bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan menyejukkan udara.

    Saat hujan yang sangat deras, kita sering sekali khawatir dan mengeluh. Belum lagi kita tidak bisa keluar rumah karena hujan. Ada juga kekhawatiran ketika melihat dan mendengar petir yang membuat takut.

    Tidak hanya membahas doa ada petir dan artinya, kita akan mencari tahu fakta tentang petir atau kilat dalam perspektif Islam.

    Definisi Petir dalam Perspektif Islam

    Jika menerjemahkannya dalam bahasa Arab, petir bisa kita sebut sebagai Ar Ra’du. Ar Ra’du sendiri merupakan suara yang terdengar dari awan,

    Ada juga Ash Showa’iq yang berarti kilat. Ash Showa’Iq merupakan sebuah Cahaya yang muncul dari langit bersamaan dengan suara keras.

    Petir juga tercantum dalam sebuah hadits Rasul SAW yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi sebagai berikut:

    مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ مَعَهُ مخاريق مِنْ نَارٍ يَسُوقُ بِهَا السَّحَابَ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ

    Artinya: Petir adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.

    Baca juga: Doa Ketika Gempa Bumi sesuai Sunnah, Arab-Latin dan Artinya

    Petir dalam Sains

    Petir menjadi fenomena alam yang berpotensi merusak sekaligus menjadi bukti kekuasaan Allah SWT. Pada dasarnya, petir bisa saja merusak alam, pepohonan, bangunan, dan bahkan melukai serta membunuh manusia.

    Tidak selalu menakutkan, kita mungkin kurang sadar bahwa petir memiliki berbagai manfaat yang menguntungkan manusia. Bahkan, hal ini sudah terbukti oleh sains.

    Para ilmuwan menemukan bahwa energi dari petir bisa lebih besar daripada energi dari semua pembangkit listrik di Amerika Serikat. Setiap kilatannya bisa menyalakan 100 watt bohlam selama lebih dari tiga bulan. Hebat, bukan?

    Petir juga ternyata menguntungkan untuk tanah. Pasalnya, petir menghasilkan molekul nitrogen yang membantu menunjang kehidupan setiap tanaman di bumi.

    Kedua hal ini menjadi alasan mengapa kita harus mengamalkan doa ketika ada petir dan hujan. Petir dan hujan ternyata sangat bermanfaat dan patut kita syukuri.

    Inilah Doa Ketika Ada Petir

    Doa Ketika Ada Petir

    Ketika mendengar dari petir, banyak dari kita merasa ketakutan. Tidak sedikit pula yang sampai menutup telinga karena suara kencangnya. Jangan takut, kita sebenarnya bisa mensyukuri seperti halnya saat hujan deras.

    Sebenarnya doa ketika ada petir dan artinya ini berasal dari sahabat Rasul. Yang pertama berasal dari Abdullah bin Az-Zubair.

    Biasanya beliau akan berhenti berbicara saat mendengar petir dan mengamalkan doa sebagai berikut:

    سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Latin: Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya.

    Kemudian, beliau mengatakan bahwa petir bisa menjadi sebuah ancaman sekaligus.

    إِنَّ هَذَا لَوَعِيْدٌ شَدِيْدٌ لِأَهْلِ الأَرْضِ

    ”Inilah ancaman yang sangat keras untuk penduduk suatu negeri”. (Disebutkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 723.  Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

    Berdasarkan bacaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa malaikat akan selalu bertasbih dengan memuji Allah SWT sebagai bentuk rasa takut.

    Ada juga doa saat ada petir yang terucap oleh Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Beliau akan membaca doa berikut saat mendengar ada petir.

    سُبْحَانَالَّذِي سَبَّحَتْ لَهُ

    ‘Subhanalladzi sabbahat lahu’

    Arinya: Maha suci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya.

    Setelah itu, beliau mengucapkan doa ketika ada petir sebagai berikut:

    قال إن الرعد ملك ينعق بالغيث كما ينعق الراعي بغنمه

    Artinya: Sesungguhnya petir adalah malaikat yang meneriaki (membentak) untuk mengatur hujan sebagaimana pengembala ternak membentak hewannya

    Selain doa dari kedua sahabat Rasul, kita juga dapat membaca sebuah doa saat kita ketakutan ada petir.

    Baca juga: Doa Ketika Mimpi Buruk Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    Adab saat Ada Petir

    Tidak hanya memahami bacaan doa ketika ada petir, kita sebaiknya mengetahui dan melakukan adab saat mendengar atau melihat petir. Menurut Imam Syafi’I dalam kitab al-Umm, dari Urwah bin Zubair RA, beliau mengatakan:

    “Apabila seseorang dari kalian melihat petir atau kilat, maka jangan menunjuk ke arahnya, cukup hanya sebutkan ciri-cirinya saja”.

    Saat ada petir, kita sebaiknya melakukan adab atau tahapan sebagai berikut:

    1. Baca doa ketika ada petir dan memohon perlindungan pada Allah SWT.

    2. Hindari menggunakan payung di tempat terbuka karena petir bisa saja menyambar kita.

    3. Jika merasa takut saat petir terlihat, tutuplah kedua telinga agar tidak kaget.

    4. Jangan berlindung di bawah pohon karena berbagai benda tinggi paling berpotensi terkena sambaran petir.

    5. Kalau sudah telanjur naik ke atas pohon, segera turun dan cari tempat yang aman.

    Itulah pembahasan doa ketika ada petir lengkap dengan Latin dan artinya. Semoga kita dapat terlindung dan mendapat pertolongan dari Allah SWT saat membaca doa ketika ada petir.

  • Doa Bangun Tidur dan Artinya Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Doa Bangun Tidur dan Artinya Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Sebagai umat yang taat, membaca doa setelah bangun tidur tentunya sangat dianjurkan. Hal sebagai bentuk harapan terhadap rahmat dari Allah SWT. Oleh karena itu, membaca doa bangun tidur juga diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Tidak hanya doa saja, terdapat juga adab-adab lainnya yang bisa kita ikuti sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ketika bangun tidur.

    Segala aspek ini tentunya baik untuk diikuti agar bisa mendapatkan syafaat oleh beliau.

    Pentingnya Membaca Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

    Seperti yang diketahui bahwa tidur merupakan perkara yang tidak boleh diremehkan. Baik dari segi kesehatan, maupun dalam agama yang diajarkan sebagai karunia luar biasa untuk kita.

    Agama Islam tersendiri secara khusus mengajarkan betapa pentingnya membaca doa sebelum ataupun sesudah bangun tidur.

    Tentu saja, doa tidur ini memiliki manfaat yang sangat besar untuk kebaikan umat muslim jika bisa diamalkan dalam kehidupan.

    Manfaat Doa Sebelum Tidur

    Doa sebelum tidur merupakan sebuah amalan sunnah yang diajarkan oleh rasulullah karena memiliki banyak manfaat ketika membacanya. Adapun, tujuan utama dari doa ini adalah meminta perlindungan kepada Allah SWT.

    Baca juga: 12 Arti Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal

    Baik itu dari gangguan setan, jin, serangga ataupun gangguan lainnya yang bisa saja menyakiti tubuh kita. Seperti yang diketahui bahwa di waktu tidur kita berada di alam bawah sadar sehingga sulit untuk mengetahui apa yang terjadi.

    Adapun manfaat lainnya yang bisa kita dapatkan dari membaca doa sebelum tidur, yakni:

    1. Diberikan Perlindungan dan Ampunan dari Allah SWT

    Pada dasarnya doa yang kita panjatkan kepada Allah sebelum tidur merupakan sebuah kesaksian atas kekuasaan serta pemberi kehidupan dan kematian dari-Nya untuk manusia. Doa ini juga menjadi instrumen untuk memohon perlindungan.

    Hal ini dikarenakan ketika tidur kesadaran kita sebagai manusia akan menurun sehingga tidak menyadari akan bahaya atau gangguan yang ada disekitar. Namun, jika kita membaca doa sebelum tidur, maka atas izin-Nya bisa dihindari.

    Selain itu, membaca dzikir dan doa sebelum tidur menjadi sarana sebagai tempat untuk memohon ampun atas segala kekhilafan serta dosa yang telah dilakukan. Hal ini membuat kalimat istighfar sangat disunnahkan untuk dibaca sebelum tidur.

    2. Lebih Siap dalam Menghadapi Kematian

    Tidak ada yang tahu kapan kita akan mati karena semuanya atas milik Allah SWT. Hal ini tentu saja tidak ada yang menjamin kita masih bisa terbangun atau tidak. Terlebih lagi tidur merupakan salah satu kiasan dari kematian yang tertunda.

    Namun, apabila ajal sudah menjemput, maka siapapun bisa saja meninggal dalam keadaan tidur. Oleh karena itu, membaca doa sebelum tidur menjadi bentuk kepasrahan terhadap Allah SWT atas pemilik segala jiwa di muka bumi.

    Hal ini juga dijelaskan dalam firman Allah SWT di QS. Az-Zumar ayat 42 berbunyi:

    اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Allaahu yatawaffal anfusa hiina mawtihaa wallatii lam tamut fii manaamihaa fa yumsikul latii qadaa ‘alaihal mawta wa yursilul ukhraaa ilaaa ajalim musammaa; inna fii dzaalika la Aayaatil liqawmai yatafakkarrun.

    Artinya: “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.”

    Manfaat Membaca Doa Bangun Tidur

    Manfaat Membaca Doa Bangun Tidur

    Seperti yang diketahui, bahwa dalam tidur kita tidak ada yang tahu apakah masih bisa bangun atau tidak karena semuanya menjadi rahasia Allah SWT. Oleh karena itu, apabila masih diberi kesempatan untuk bangun tentunya harus selalu disyukuri.

    Sama seperti membaca doa sebelum tidur, maka membaca doa bangun tidur juga tidak kalah penting. Hal ini dikarenakan selain wujud syukur juga merupakan bentuk untuk memotivasi diri menjadi lebih baik.

    Membaca doa setelah bangun tidur merupakan sebuah amalan sunnah yang memiliki beragam manfaat serta keutamaan. Tentu saja kita perlu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Berikut ini manfaat dari membaca doa bangun tidur yang bisa kita amalkan.

    Baca juga: Doa Ketika Mimpi Buruk Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    1. Menjadi Hamba yang Lebih Bersyukur

    Siapapun bisa saja mengalami kematian jika Allah berkehendak atas izin-Nya. Namun, apabila masih diberi kesempatan untuk hidup yang diberikan tentunya patut untuk disyukuri atas nikmat dan karunia-Nya.

    Adanya nikmat bangun tidur yang diberikan, maka hal itu akan membuat kita sebagai umat muslim menjadi jauh lebih bersyukur.

    Mengingat masih bisa hidup dan melakukan amal shalih sebagai bekal untuk pulang kepada Allah SWT.

    2. Komitmen untuk Menjalankan Ibadah Lebih Baik

    Bagi hamba yang taat dan berpikir atas nikmat yang diberikan ketika bangun tidur tentunya tidak akan cukup dengan hanya mengucap syukur. Adanya kesempatan ini bisa menjadi momentum untuk memunculkan komitmen diri yang lebih baik.

    Bacaan Doa Bangun Tidur

    Bacaan Doa Bangun Tidur

    Membaca doa bangun tidur sudah seharusnya kita amalkan dalam setiap hari. Doa ini kita panjatkan tentunya sebagai ucapkan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita sebagai manusia yang lemah dihadapan-Nya.

    Adapun bacaan doa bangun tidur yang bisa kita panjatkan seperti berikut ini:

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

    Bacaan doa bangun tidur latin: Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada Allah kami akan dibangkitkan.”

    Doa bangun tidur sejatinya merupakan bentuk dari rasa syukur yang kita panjatkan atas segala kenikmatan dan karunia dari Allah SWT. Rasa syukur ini juga bisa menjadi cara kita untuk memberikan komitmen terhadap kehidupan yang lebih lagi.

  • Bacaan Doa Iftitah Panjang, Pendek, Arab-Latin dan Artinya

    Bacaan Doa Iftitah Panjang, Pendek, Arab-Latin dan Artinya

    Doa iftitah merupakan salah satu doa yang dibaca saat sholat meski bukan merupakan rukun dari shalat wajib. Doa Iftitah sendiri dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-fatihah.

    Membaca doa Iftitah sendiri hukumnya sunnah hai’at, yakni sunnah yang jika terlupakan maka tidak perlu diganti. Doa Iftitah yang dajarkan oleh Rasulullah SAW sendiri ternyata memiliki banyak versi, ada yang pendek, dan ada pula yang cukup panjang.

    Meskipun ajaran mengenai bacaan Doa Iftitah ini cukup banyak, inti dari doa ini adalah memuji Allah SWT, memuliakan dan menyanjung-Nya. Doa Iftitah sendiri memiliki makna mendalam dalam membentuk ketakwaan dalam beribadah kepada Allah SWT.

    Bacaan Doa Iftitah Pendek dan Panjang yang Dianjurkan Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW mengajarkan beberapa versi bacaan Doa Iftitah, ada Doa Iftitah pendek dan adapula Doa Iftitah panjang.

    Seperti yang sudah disinggung di atas, karena ternyata doa ini beragam dan bukan hanya satu sebagaimana yang kita baca, maka hendaknya kita tidak menganggap doa yang lain salah, sepanjang ada dalilnya. Berikut macam-macam doa iftitah:

    1. Doa Iftitah Allahumma Baid Baini (Sering Dipakai Muhammadiyah)

    bacaan Doa Iftitah Allahumma Baid Baini (Sering Dipakai Muhammadiyah)

    Bacaan Doa iftitah ini yang paling sering digunakan Rasulullah SAW saat sholat wajib. Doa ini berdasarkan hadis shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.

    Bacaan Doa Iftitah Allahhumma baid baini yakni:

    اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    Latinnya: Alloohumma baa’id bainii wa baina khothooyaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Alloohumma naqqinii minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danas. Alloohummaghsil khothooyaaya bil maa-i wats tsalji wal barod

    Artinya: “Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Duhai Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.”

    Baca juga: Doa untuk Orang Tua; Arab, Latin dan Terjemahnya

    2. Doa Iftitah Panjang

    Doa Iftitah ini kadang Rasulullah SAW baca saat shalat wajib dan kadang saat shalat sunnah. Doa Iftitah ini berdasarkan hadis shahih riwayat Imam Muslim. Bacaan Doa Iftitah:

    وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالاَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ

    اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ

    اللَّهُمَّ اَنْتَالْمَلِكُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ . اَنْتَ رَبِّى وَاَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَ فْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا

    اِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلاَّ اَنْتَ وَاهْدِنِى لاَحْسَنِ الاَخْلَاقِ لاَ يَهْدِى لاَحْسَنِهَا اِلاَّ اَنْتَ

    وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلاَّ اَنّتَ لبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ اِلَيْكَ

    اَنَا بِكَ ؤَاِلَيْكَ تَبَارَ كْتَ وَتَعَا لَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوبُ اِلَيْكَ

    Latinnya: Wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardho hanifan wa maa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii, wa mahyaa ya wa mamaatii lillahi rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimiin. Allohumma antal malika laa ilaha illaa anta, anta rabii wa anaa ‘abuka dzolamtu nafsii wa’taraftu bidzambii faghafirlii dzunuubii jamii’aa. Innahu laa yaghfirudz dzunuuba ilaa anta, wahdinii li ah sanil akhlaaqi laa yahdii li ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi ahaa, laa yashrifu ‘annii sayyiahaa illa anta. labbaika wa sa’daika, wal khoiru kulluhu bi yadaika, wasyarru laisa ilaika. ana bika wa ilaika tabaarakta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk (dan menyerahkan diri), dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku termasuk orang yang berserah diri.”

    3. Bacaan Doa Iftitah Inni Wajjahtu

    Doa ini merupakan iftitah pendek yang diriwayatkan Ibnu Majah. Bacaan doanya adalah:

    إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

    Latinnya: (Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wamahyaaya wa mamaati lillaahi robbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wabidzaalika wa ana awwalul muslimiin)

    Artinya: “Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.”

    4. Allahu Akbar Kabiira

    Bacaan Doa Iftitah selanjutnya adalah riwayat Imam Muslimin.

    Berawal dari Doa Iftitah ini dibaca oleh seorang sahabat setelah shalat, Rasulullah SAW bertanya siapa yang membaca doa tersebut. Setelah sahabatnya yang membaca menjawab, beliau bersabda: “Aku merasa kagum dengannya, langit-langit terbuka karena doa iftitah tersebut”.  bacaan doa tersebut adalah:

    اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

    Latinnya: (Alloohu akbar kabiirow wal hamdu lillaahi katsiirow wa subhaanalloohi bukrotaw wa ashiilaa)

    Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.”

    5. Doa Iftitah Pendek

    Doa Iftitah ini juga riwayat Imam Muslim. Seperti kisah pada doa iftitah sebelumnya, Doa Iftitah ini berawal dari seorang sahabat yang membacanya.

    Selesai shalat, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa 12 malaikat tersebut mencatat doa iftitah pendek ini. Bacaan doa tersebut, yakni:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

    Latin: (Alhamdulillaahi hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih)

    Artinya: Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan penuh berkah

    6. Doa Iftitah NU (Digunakan Masyarakat Umum)

    Bacaan Doa Iftitah NU (Digunakan Masyarakat Umum)

    Imam Nawawi mencantumkan doa ini dalam kitab Al Adzkar. Doa Iftitah ini biasa dibaca oleh kalangan Nahdliyyin (NU). Berikut bacaan doa iftitahnya:

    اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إني وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ 

    Latin: Allaahu Akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallaahi bukratawwa ashiila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin

    Artinya: “Allah Maha besar. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya.”

    Baca juga: Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah, Lengkap dengan Doanya!

    Hukum Membaca Doa Iftitah

    Lantas apakah tidak sah shalat jika Doa Iftitah tidak dibacakan? Jawabannya, tetap sah.

    Doa Iftitah atau doa pembuka bukanlah termasuk rukun shalat yang wajib dibacakan saat shalat.

    Doa ini merupakan suatu sunnah hai’at yang disarankan untuk dilakukan. Jikapun seorang umat muslim tidak mengetahui cara membacanya, maka shalatnya akan tetap dianggap sah.

    Ketika menemukan diri telah menyelesaikan Al-fatihah dan teringat melewatkan bacaan Doa Iftitah. Tidak disahkan bagi seorang muslim untuk mengulang kembali pada Doa Iftitah, karena doa ini hanya disyariatkan setelah takbiratul ihram. Maka saat pada titik ini, tidak diperlukan atau diharuskan bagi kita untuk membaca doa iftitah lagi.

    Meskipun Doa Iftitah ini tidak dianggap wajib. Tetapi umat muslim penting untuk mempelajari dan menghafal Doa iftitah. Hal ini dikarenakan, meski bukan suatu kewajiban keutamaan. Sebagai sunnah hai’at ini sangatlah besar amalannya jika dikerjakan.

    Syarat Sunnah Membaca Doa Iftitah

    Terdapat empat syarat dalam membaca Doa Iftitah agar nilai sunnahnya terpenuhi. Syarat sunnah tersebut adalah:

    1. Mempunyai waktu yang cukup untuk mengerjakan sholat dengan Doa Iftitah. Apabila waktu yang dimiliki tidak banyak, maka boleh melewatkan doa iftitah.
    2. Mempunyai waktu yang cukup sebelum membaca Al-fatihah.
    3. Tidak membaca Doa Iftitah pada sholat Jenazah
    4. Boleh melewatkan doa iftitah ketika seseorang menjadi ma’mum masbuq (makmum yang terlambat mengikuti shalat berjamaah).

    Keutamaan Doa Iftitah

    Meski sunnah, bacaan Doa Iftitah memiliki keutamaan yang sayang sekali jika terlewatkan, yakni dibukakannya pintu-pintu langit. Pendapat ini mengacu pada salah satu hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar Ra yang berbunyi:

    “Ketika kami salat bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba seseorang mengucapkan ‘Allahuakbar kabira walhamdu lillahi katsira wasubhanalla hibukratawwa ashiilan’. Selesai salat, Rasulullah SAW bertanya, ‘Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?’ Seorang sahabat menjawab, ‘Saya, wahai Rasulullah.’ Beliau lalu bersabda, ‘Sungguh aku sangat kagum dengan ucapan tadi sebab pintu-pintu langit dibuka karena kalimat itu’ Kata Ibnu Umar, ‘Maka aku tak pernah lagi meninggalkannya semenjak aku mendengar Rasulullah SAW mengucapkan hal itu.’” (HR Muslim)

    Itulah penjelasan mengenai beberapa versi bacaan Doa Iftitah, hukum serta keutamaannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu menjalankan sholat lebih sempurna serta menjadi sumber informasi mengenai versi beragam Doa Iftitah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Assalamualaikum wr.wb.

  • Bacaan Doa Sesudah Adzan Latin Arab dan Artinya

    Bacaan Doa Sesudah Adzan Latin Arab dan Artinya

    Adzan merupakan sebuah seruan bagi umat Islam yang menandakan bahwa sudah masuk waktu sholat. Perlu kita ketahui bahwa sebagai umat yang taat terdapat bacaan doa sesudah adzan.

    Tidak hanya itu, menjawab setiap kalimat yang dikumandangkan sewaktu adzan juga sudah bernilai pahala terlebih lagi jika kita membaca doa tersebut.

    Tentu saja ini sangat dianjurkan untuk kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

    Keutamaan Mendengarkan, Menjawab hingga Membaca Doa Setelah Adzan

    Seperti yang diketahui bahwa banyak keutamaan dari mendengarkan, menjawab hingga membaca doa pendek setelah adzan. Hal ini membuat adzan tidak hanya sebagai penanda waktu sholat, namun juga sebagai ladang pahala.

    Adapun keutamaan dari mendengarkan, menjawab hingga membaca doa dari setelah Adzan, yakni:

    1. Menjadi Amalan Mulia

    Meski hanya sekedar mendengarkan adzan saja ketika berkumandang, maka hal ini sudah menjadi sebuah amalan yang sangat mulia.

    Banyak umat Islam yang tidak menyadari atas besarnya pahala dari mendengarkan adzan.

    Oleh karena itu, sebelum melaksanakan shalat 5 waktu alangkah baiknya kita sebagai umat yang taat mendengarkan dengan penuh hikmat dan keimanan. Hal ini tentunya agar mendapatkan pahala serta rahmat dari Allah SWT.

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    2. Dijauhi Setan

    Setan merupakan musuh utama bagi manusia yang selalu berusaha menggoda hingga menyesatkan umat agar lalai dalam melakukan ibadah.

    Namun, apabila rutin mendengarkan adza, menjawab serta melafalkan doa sesudah adzan, maka akan membuat setan menjauh dari kita.

    Seperti yang kita ketahui bahwa setan tidak menyukai suara adzan. Hal ini juga yang membuat setan setiap kali ada suara adzan akan lari terbirit-birit.

    Demikian jika kita mendengarkan dengan penuh hikmat dan keimanan serta melafalkan doa setelahnya.

    3. Menjadi Saksi yang Menghantarkan ke Surga

    Mendengarkan adzan dengan hikmat akan menjadikan kita sebagai umat muslim sebagai saksi kebaikan. Terlebih juga menjawabnya secara penuh keimanan akan membantu kita dalam menuju surganya Allah SWT.

    Seperti yang diketahui bahwa seorang muadzin yang mengumandangkan adzan akan mendapatkan pahala yang besar karena sebagai pengingat untuk waktunya shalat. Sementara, bagi kita yang mendengar akan menjadi saksi atas kebaikan tersebut.

    4. Mendapatkan Ampunan dari Allah SWT serta Syafaat dari Rasulullah SAW

    Keutamaan lainnya dari menjawab seruan adzan adalah mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Hal ini juga dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

    “Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR. Muslim no. 384).

    Dalam hadits yang diriwayatkan Ahmad juga dijelaskan bahwa seluruh benda baik yang basah maupun yang kering, dan yang mendengarkan adzan seorang muadzin maka mereka memohonkan ampunan untuknya. Dan setiap doa kebaikan juga akan kembali pada orang yang mendoakan.

    Baca juga: Niat Sholat Dhuha 2 dan 4 Rakaat, Tata Cara, dan Keutamaannya

    5. Doa yang Dikabulkan

    Pada dasarnya mendengarkan adzan secara penuh nikmat dan keimanan ketika menjawabnya tentu akan memberikan keutamaan yang besar. Selain dari yang telah dijelaskan sebelumnya, menjawab adzan juga bisa dikabulkannya doa.

    Oleh karena itu, kita sangat dianjurkan untuk tetap bersabar ketika mendengarkan adzan mengingat besarnya pahala serta keutamaan yang didapatkan. Terlebih lagi jika kita menjawab adzan dan memanjatkan doa antara selesai adzan dan iqamah.

    6. Disiplin dalam Beribadah

    Meskipun mendengarkan suara adzan yang berkumandang terlihat sangat sederhana dan mudah, namun tidak semua umat muslim di dunia sanggup melakukannya. Terlebih lagi ditengah kesibukan mereka dalam aktivitas duniawi yang menyita waktu.

    Hal ini tentu membuat mereka ataupun bahkan kita melewatkannya begitu saja. Adanya keutamaan mendengarkan, menjawab hingga berdoa ini menjadi cara kita untuk lebih disiplin dalam melakukan ibadah shalat kepada Allah SWT.

    Seperti yang kita ketahui bahwa ketika adzan dikumandangkan, sebagai umat muslim yang taat sudah seharusnya kita berada dalam posisi yang siap untuk melaksanakan shalat agar tidak lalai.

    Doa Sesudah Adzan Arab Latin dan Artinya

    Doa Sesudah Adzan Arab Latin dan Artinya
    Doa Sesudah Adzan Arab Latin dan Artinya

    Ketika muadzin selesai mengumandangkan seruan adzan, maka kita sebagai umat muslim yang taat disunnahkan untuk membaca doa sesudah adzan.

    Adapun doa adzan dan artinya yang bisa kita baca, yakni sebagai berikut:

     اللَّهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ، اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Latinnya: Allahumma Rabba haadzihid-da’watit-taammah, wash-sholaatil-qaa’imah, aati sayyidanaa Muhammadanil-washiilata wal-fadhilah wash-syarafa wad-darajatal-‘aliyatar-rafii’ah, wab’atshu maqaamam-mahmudanil-ladzi wa’adtah, innaka laa tukhliful-mii’aad, yaa Arhamar-Raahimiin.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna, dan sholat yang akan didirikan, karuniakanlah junjungan kami nabi Muhammad tempat yang luhur, kelebihan, kemuliaan, dan derajat yang tinggi. Dan tempatkanlah ia pada kedudukan yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tiada menyalahi janji. Wahai dzat yang Maha Penyayang”

    Doa sesudah Adzan ini juga berlaku pada saat azan subuh.

    Hukum Membaca Doa Setelah Adzan

    Perlu kita yakini bahwa pada dasarnya membaca doa sesudah adzan hukumnya merupakan sunnah. Meskipun demikian, meski kita dalam keadaan berhadas besar seperti haid, junub ataupun nifas dianjurkan untuk membaca doa tersebut.

    Selain itu, doa ini bukan hanya disunnahkan untuk umat Islam yang mendengar saja. Namun, juga bagi muadzin yang mengumandangkan adzan tersebut untuk disunnahkan membaca doa untuk setelah adzan.

    Fadhilah atas doa sesudah adzan sudah dijelaskan dan bisa kita baca sebagai bentuk ketaatan yang dilakukan. Adanya kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT atas kenikmatan tentunya menjadi ajang yang bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya.

  • Bacaan Ratib Al Haddad Lengkap Arab, Latin Dan Artinya

    Bacaan Ratib Al Haddad Lengkap Arab, Latin Dan Artinya

    Kitab Ratib Al Hadad telah menjadi bagian penting dari praktik keagamaan kaum Muslim di seluruh dunia. Kitab ini mengandung berbagai wirid dan doa yang sangat dihargai oleh umat Islam. Banyak di antara mereka yang dengan penuh keyakinan mengamalkan Ratib ini, terutama di kalangan Habaib dan ngalim.

    Seperti yang dikatakan oleh Al Habib Ahmad bin Zain al Habsyi, “Barang siapa yang membaca Ratib Al Hadad dengan keyakinan dan iman yang penuh, maka ia akan memperoleh sesuatu yang di luar dugaannya.”

    Ini mencerminkan kepercayaan yang mendalam terhadap kekuatan spiritual dan keberkahan yang terkandung dalam Kitab Ratib Al Hadad.

    Sejarah Singkat Tentang Ratib Al Hadad

    Ratib Al Hadad dinamai sesuai dengan penyusunnya, yaitu Al Habib Abdullah Bin Alwi Bin Muhammad Al Hadad (1055-1132 H). Kitab ini terkenal karena berisi berbagai doa, zikir, dan amalan yang sangat dihormati oleh umat Islam.

    Al Habib Abdullah Bin Alwi Bin Muhammad Al Hadad menyusun kitab ini karena mendapat inspirasi pada malam Lailatul Qodar tanggal 27 Ramadhan 1071 H. Tujuan utamanya adalah memenuhi permintaan muridnya, yaitu Amir Bani Sa’ad, yang tinggal di kampung Syiban di Hadramaut, Yaman.

    Amir Bani Sa’ad pada waktu itu sangat menginginkan adanya pengamalan wirid dan zikir di kampungnya. Harapannya adalah agar mereka dapat mempertahankan diri dan terhindar dari pengaruh ajaran sesat yang sedang marak pada masa itu di Hadramaut.

    Awalnya, Ratib Al Hadad hanya dibaca di kampung Amir setelah beliau mendapatkan izin resmi (ijazah) dari penyusun kitab tersebut, Al Habib Abdullah Bin Alwi Bin Muhammad Al Hadad. Namun, kemudian wirid tersebut juga mulai dibaca di sebuah masjid yang dimiliki oleh Al Habib Abdullah Bin Alwi Bin Muhammad Al Hadad, terletak di kota Tarim.

    Biasanya, Ratib ini dibaca secara berjama’ah oleh umat Islam setelah salat Isya’. Hingga saat ini, kitab Ratib Al Hadad masih menjadi bagian penting dalam amalan keagamaan dan spiritualitas banyak umat Muslim di seluruh dunia.

    Kitab Ratib Al Hadad adalah bukti nyata dari warisan spiritual dan keberkahan yang diwariskan oleh ulama Islam kepada umatnya. Kesederhanaan dan kekuatan doa-doa dalam kitab ini telah meresap dalam hati banyak orang, memberikan mereka ketenangan, kekuatan, dan harapan dalam menjalani kehidupan mereka.

    Kitab ini juga menjadi pengingat yang kuat akan pentingnya mempertahankan keimanan dan menjauhi ajaran sesat dalam menjalani perjalanan spiritual mereka. Semoga kitab Ratib Al Hadad terus memberikan manfaat dan menjadi sumber inspirasi untuk umat Muslim di seluruh dunia.

    Baca juga: Doa Terhindar dari Fitnah Dajjal dan Amalan Sunnahnya

    Bacaan Ratib Al Haddad Lengkap Teks Arab, Latin Dan Terjemahnya

    Banyak umat Muslim yang berkeinginan untuk dapat membaca Ratib Al Hadad dengan lancar. Namun, salah satu hambatannya adalah bahwa Ratib Al Hadad ditulis dalam bahasa Arab, yang mungkin membuat beberapa orang merasa kurang lancar dalam membacanya.

    Untuk membantu umat Muslim agar lebih fokus dan memahami makna dari Ratib Al Hadad, penting untuk memiliki bacaan yang mencakup arti dari semua wirid yang terkandung di dalamnya.

    Dalam hal ini, sangat tepat jika artikel ini mencakup informasi lengkap, termasuk teks dalam bahasa Arab, tulisan latin, dan terjemahannya ke dalam bahasa yang dimengerti.

    Bacaan Ratib Al Hadad Arab

    رَاتِبُ الْحَدَّادِ

    ( ِلْحَبِيْب عَبْدِ الله بْنِ عَلَوِي الْحَدَّاد)

    الْفَاتِحَة : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ. رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ آمِيْنِ

    اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّموَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤدُه حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيْمُ. آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّه وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْناَ وَأَطَعْناَ غُفْراَنَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لاََ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِنْ نَسِيْنَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنآ أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْناَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
    (x3) سٌبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اْللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

    سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحاَنَ اللهِ الْعَظِيْمِ (x3)

    رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ (x3)

    اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (x3)

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ (x3)

    بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي الْسَّمَآءِ وَهُوَ الْسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (x3)

    رَضِيْنَا بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا (x3)

    بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّرُّ بِمَشِيْئَةِ اللهِ (x3)

    يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا (x3)

    ياَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْراَمِ أَمِتْناَ عَلَى دِيْنِ الإِسْلاَمِ (x7)

    ياَ قَوِيُّ ياَ مَتِيْنُ اكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْنَ (x3)

    أَصْلَحَ اللهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ (x3)

    يَا عَلِيُّ يَا كَبِيْرُ يَا عَلِيْمُ يَا قَدِيْرُ يَا سَمِيعُ يَا بَصِيْرُ يَا لَطِيْفُ يَا خَبِيْرُ (x3)

    ياَ فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ (x3)

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَاياَ (x4)

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (x25)

    مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ وَرَضِيَ اللهُ تَعاَلَى عَنْ اَهْلِ بَيْتِهِ الطَّيِّبِيِنَ الطَّاهِرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الأَكْرَمِيْنَ الْمُهْتَدِيْنَ. وَأَزْوَاجِهِ الطَّاهِرَاتِ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ. وَالتَّابِعِيْنَ وَ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْناَ مَعَهُمْ وَفِيْهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يٌوْلَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (x25)

    بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد. بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. اَلَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ. اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا الشَّيْخِ الْكَبِيْرِ الْقُطْبِ الشَّهِيْرِ الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِي بَاعَلَوِي وَأُصُولِهِ وَفُرُوعِهِ وَجَمِيْعِ سَادَاتِنَا آلِ بَاعَلَوِي، أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ وَ نَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)

    اَلْفَاتِحَةَ إِلَى أَرْوَاحِ ساَدَاتِنَا الصُّوْفِيَّةِ أَيْنَمَا كَانُوْا مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا أَنَّ اللهَ يَحْمِيْنَا بِحِمَايَتِهِمْ وَيُمِدُّنَا بِمَدَدِهِمْ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ وَ نَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)

    اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الشَّيْخِ الْكَبِيْرِ الْقُطْبِ الشَّهِيْرِ الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَلَوِي بْنِ مُحَمَّدٍ الْحَدَّادِ صَاحِبِ الرَّاتِبِ وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ وَجَمِيْعِ سَادَاتِنَا آلِ بَاعَلَوِي أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّة وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ وَ نَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِِ. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)

    اَلْفَاتِحَةَ أَنَّ اللهَ يُغِيْثُ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَرْحَمُ الْمُسْلِمِيْنَ وَيُفَرِّجُ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ وَيَشْفِيْ أَمْرَاضَ الْمُسْلِمِيْنَ بِالْعَافِيَةِ وَيُغَزِّرُ أَمْطَارَهُمْ وَيُرَخِّصُ أَسْعَارَهُمْ وَيُصْلِحُ سَلاَطِيْنَهُمْ وَيَكْفِيْهِمْ شَرَّ الْفِتَنِ وَ الْبَلِيَّاتِ وَ الْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَ يَحْفَظُ الْحُجَّاجَ وَ الْمُسَافِرِيْنَ وَ الْغُزَاةِ وَ الْمُجَاهِدِيْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ الْبَرِّ وَ الْبَحْرِ وَ الْجَوِّ أَجْمَعِيْنَ. أَنَّ اللهَ يُصْحِبُهُمُ السَّلاَمَةَ وَ يَرُدُّهُمْ إِلَى أَوْطَانِهِمْ سَالِمِيْنَ آمِنِيْنَ غَائِمِيْنَ وَ إِيَّانَا فِيْ خَيْرٍ وَ عَافِيَةٍ وَ إِلَى أَرْوَاحِ وَالِدِيْنَ وَ وَالِدِيْكُمْ وَ أَمْوَاتِنَا وَ أَمْوَاتِكُمْ وَ أَمْوَاتِ الْمُسْلِمِيْنَ أَجْمَعِيْنَ. أَنَّ اللهَ يَتَغَشَّاهُمْ بِالرَّحْمَةِ وَ الْمَغْفِرَةِ وَ يُسْكِنُهُمُ الْجَنَّةَ وَ يَخْتِمُ لَنَا وَلَكُمْ بِالْحُسْنَى فِيْ خَيْرٍ وَ لُطْفٍ وَ عَافِيَةٍ وَ إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّم. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)

    بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ اللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَسَلِّمْ. اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ الْمَثَانِيْ أَنْ تَفْتَحَ لَنَا بِكُلِّ خَيْرٍ. وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْرٍ. وَأَنْ تُعَامِلَنَا مُعَامَلَتَكَ لأَهْلِ الْخَيْرِ. وَأَنْ تَجْعَلَنَا مِنْ أَهْلِ الْخَيْرِ، وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِي دِيْنِنَا وَأَنْفُسِنَا وَأَوْلاَدِنَا وَاَهْلِيْنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ وَ فِتْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضَيْرٍ، إِنَّكَ وَلِيُّ كُلِّ خَيْرٍ، وَمُعْطٍ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَمُتَفَضِّلٌ بِكُلِّ خَيْرٍ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن. وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

    اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ (x3)

    يَا عَالِمَ السِّرِّ مِنَّا لاَ تَهْتِكِ السِّتْرَ عَنَّا وَ عَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَ كُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا (x3)

    يَا الله بِهَا يَا الله بِهَا يَا الله بِحُسْنِ الخْاَتِمَةِ (x3)

    يَا لَطِيْفًا بِخَلْقِهِ، يَا عَلِيْمًا بِخَلْقِهِ، يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ اُلْطُفِ بِنَا يَا لَطِيْفُ يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ (x3)

    يَا لَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلَ، إِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا وَ الْمُسْلِمِيْنَ (x3)

    جَزَى اللهُ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَنَّا خَيْرًا، جَزَى اللهُ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَنَّا مَا هُوَ أَهْلُهُ (x3)

    الْحَمْدُ لِلّهِ عَلَى نِعْمَةِ الإِيْمَانِ وَ الإِسْلاَمِ وَ تَوْفِيْقِهِ وَكَفَى بِهَا مِنْ نِعْمَةٍ

    Baca juga: Apakah Mimpi Basah Membatalkan Puasa? Ini Kata Ulama

    Bacaan Ratib Al Haddad Latin

    Al Fatihah Ila Hadrotinnabiy Muhammadin shalllahu alayhi wa alihi wasallam – Al Fatihah.

    Bismillahir-raḥmanir-raḥim, al-ḥamdu lillahi rabbil-‘alamin, ar-raḥmanir-raḥim, maliki yaumid-din, iyyāka na’budu wa iyyaaka nasta’iin, ihdinaṣ-ṣiraaṭal-mustaqiim, ṣiraaṭallażiina an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍaalliin.

    Allaahu laa ilaaha illaa huw, al-ḥayyul-qayyụm, laa takhużuhụ sinatuw wa laa naụm, lahụ maa fis-samaawaati wa maa fil-arḍ, man zallazii yasyfa’u ‘indahuu illaa biiznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuḥiiṭụna bisyaiim min ‘ilmihii illaa bimaa syaa, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-arḍ, wa laa yaụduhụ ḥifzuhumaa, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓiim.

    Aamanar Rasulu bimaa unzila ilayhi min Rabbihi wal mu’minun kullun aamana Billaahi wa Malaaikatihi wa Kutubihi wa Rusulih laa nufarriqu bayna ahadin min Rusulih wa qaalu sami’naa Wa ata’naa Ghufraanaka Rabbanaa wa Ilaikal masiir.

    Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa lahaa Maa kasabat wa ‘alayhaa maktasabat Rabbanaa laa tuaakhidhnaa in-nasiinaa aw akhta’naa Rabbanaa Wa laa tahmil ‘alaynaa isran kamaa hamaltahu ‘alal-ladhiina min qablinaa Rabbanaa wa laa Tuhammilnaa maa laa taaqata lanaa bih wa’fu ‘annaa wa’ghfir lanaa warhamnaa Anta Mawlaanaa Fa’nsurnaa ‘alal qawmil kaafiriin… Aamiin.

    Laa ilaaha Illallaahu Wahdahu laa shariika lahu Lahul Mulku wa Lahul Hamdu Yuhyii wa Yumiitu wa Huwa ‘alaa kulli shay’in Qadiir (3x).

    Subhaanallaahi wal Hamdu Lillaahi wa laa ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar (3x).

    Subhaanallaahi wa bi-Hamdihi subhaanallaahil ‘Aziim (3x).

    Rabbana’ghfir lanaa wa tub ‘alaynaa innaka Anta’t Tawwaab ur Rahiim (3x).

    Allaahumma Salli ‘alaa Muhammad Allaahumma Salli ‘alayhi wa Sallim (3x).

    A’udhu bi-Kalimaatillaahi’t taammaati min sharri maa khalaq (3x).

    Bismillaahilladhii laa yadurru ma’a Ismihi shay’un fil ardi wa laa fis-samaa’ wa Huwa’s Samii’ ul ‘Aliim (3x).

    Radiinaa Billaahi Rabbawwa bil Islaami diinaw wa bi Muhammad-in Nabiyyaa (3x).

    Bismillaahi wal Hamdu Lillaahi wal khayru wash sharru bi-Mashii’atillaah (3x).

    Aamannaa Billaahi wal Yawmil aakhir tubnaa iia llaahi baatinan wa zaahiraa (3x).

    Yaa Rabbanaa wa’fu ‘annaa wa’mhulladhii kaana minnaa (3x).

    Yaa Dhal Jalaali wal Ikraam amitnaa ‘alaa diinil Islaam (7x).

    Yaa Qawiyyu Yaa Matiinu ikfi sharraz-zaalimiin (3x).

    Aslaha llaahu umural Muslimiin Sarafallaahu sharral mu’dhiin (3x).

    Yaa ‘Aliyyu Yaa Kabiiru Yaa ‘Aliimu Yaa Qadiiru Yaa Samii’u Yaa Basiiru Yaa Latiifu Yaa Khabiir (3x).

    Yaa Faarij al-hammi Yaa Kaashifal-ghammy Yaa man li-‘abdihi Yaghfiru wa Yarham (3x).

    Astaghfirullaaha Rabbal-baraayaa Astaghfirullaaha min al-khataayaa (4x).

    Laa ilaaha Illallaah (50/100x, hingga 1000x).

    Muhammadur Rasulullahi Shalallahu ‘alayhi Wasallama wa sharrafa wa karrama wa majjada wa ‘azzama wa Radiya llahu ta’ala ‘an ‘ashabi Rasulillahi ‘ajma’iina wattabi’ina lahum bi’ihsaanin ‘ila yau middini wa’alaina ma’ahum birahmatika yaa ‘arhamar Rohimiin. Mutahhariin wa Ashaabihil Muhtadiin wat Taabi’iina lahum bi-ihsaanin ilaa yawmiddiin.

    Arti/Terjemah dari Bacaan Ratib Al-Haddad

    Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Yang Menguasai hari Pembalasan (hari Akhirat). Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan. Tunjuklah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.

    Diriwayatkan oleh Abu Sa’id ibn al-Mu’lla r.a.: “Sukakah kamu jika aku ajarkan sebuah Surah yang belum pernah diturun dulunya, baik dalam Injil mahupun Zabur dan Taurat? Ia adalah Al-Fatihah.

    Surah 15 Al-Hijr : Ayat 87: “Dan sesungguhnya Kami telah memberi kepadamu (wahai Muhammad) tujuh ayat yang diulang-ulang bacaannya dan seluruh Al-Quran yang amat besar kemuliaan dan faedahnya.”

    Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya. Yang tidak mengantuk usahakan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dengan izin-Nya. Yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki. Luasnya Kursi Allah meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dialah Yang Maha Tinggi, lagi Maha Besar. (Surah 2 al-Baqarah Ayat 255 Ayat-al-Kursi)

    Ayatul Kursi ini mengandungi khasiat yang besar. Terdapat 99 buah hadits yang menerangkan fadhilahnya. Di antaranya ialah untuk menolak syaitan, benteng pertahanan, melapangkan pikiran dan menambahkan iman.

    Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. (Katakan): “Kami tidak membedakan antara seorang rasul dengan rasul-rasul yang lain”. Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jua lah tempat kembali” (Surah 2: Al Baqarah Ayat 285)

    Diriwayatkan daripada Abu Mas’ud al-Badri r.a katanya: Rasulullah S. A.W. pernah bersabda: Dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah, memadai kepada seseorang yang membacanya pada malam hari sebagai pelindung dirinya.

    Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala atas kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa atas kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): “Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir” (Surah 2: al-Baqarah Ayat 286)

    Dari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah ibn Abbas r.a.: Apabila Jibril sedang duduk dengan Rasulullah S. A.W., dia mendengar bunyi pintu di atasnya. Dia mengangkat kepalanya lalu berkata: “Ini ialah bunyi sebuah pintu di syurga yang tidak pernah dibuka.” Lalu satu malaikat pun turun, dan Jibril berkata lagi, “Ia malaikat yang tidak pernah turun ke bumi” Malaikat itu memberi salam lalu berkata, “Bersyukurlah atas dua cahaya yang diberi kepadamu yang tidak pernah diberi kepada rasul-rasul sebelummu-“Fatihat al-Kitab dan ayat penghabisan Surah al-Baqarah”. Kamu akan mendapat manfaat setiap kali kamu membacanya.

    Tiada Tuhan Melainkan Allah, Yang satu dan tiada sekutu bagi- Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan, dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia sangat berkuasa atas segala sesuatu (3X).

    Dari Bukhari, Muslim dan Malik, diriwayatkan daripada Abu Hurairah; Rasulullah S.A.W berkata, “Sesiapa membaca ayat ini seratus kali sehari, pahalanya seperti memerdekakan sepuluh orang hamba, Seratus kebajikan dituliskan untuknya dan seratus keburukan dibuang darinya, dan menjadi benteng dari gangguan syaitan sepanjang hari.”

    Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar (3X).

    Dari Muslim, diriwayatkan oleh Samurah ibn Jundah: Rasulullah S. A. W. bersabda: Zikir-zikir yang paling dekat di sisi Allah adalah empat, iaitu tasbih, takbir, tahmid dan tahlil, tidak berbeza yang mana aturannya apabila engkau berzikirullah.

    Maha suci Allah segala puji khusus bagi-Nya, Maha suci Allah Yang Maha Agung (3X).

    Dari Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a.: Rasulullah S.A.W. bersabda: Dua zikir yang mudah di atas lidah tetapi berat pahalanya dan disukai oleh Allah ialah: ‘SubhanAllah al-Azim dan ‘SubhanAllah wa bihamdihi.’”

    Ya Allah ampunilah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang (3X).

    Surah 4: An-Nisa’; Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon ampun kepada Allah; kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. Sila rujuk juga Surah 11: Hud; Ayat 90.

    Ya Allah, cucurkan selawat ke atas Muhammad, Ya Allah, cucurkan selawat ke atasnya dan kesejahteraan-Mu (3X).

    Surah 33; Al-Ahzab, Ayat 56: Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya berselawat ke atas Nabi; wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan yang sepenuhnya.

    Dari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah bin Amr: Rasulullah S.A.W. bersabda: “Sesiapa berselawat kepadaku sekali, Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali.

    Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya (3X).

    Dari Abu Dawud dan Tirmidhi, Rasulullah S.A.W. bersabda: “Sesiapa yang membaca doa ini tiga kali, tiada apa-apa malapetaka akan terjatuh atasnya.”

    Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tiada suatu pun, baik di bumi mahupun di langit dapat memberi bencana, dan Dia Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui (3X).

    Dari Ibn Hibban; Nabi Muhammad S.A.W bersabda: “Hamba-hamba Allah yang membaca doa ini pada waktu pagi dan petang tiga kali, tiada apa jua kesakitan akan dialaminya.”

    Kami ridha Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai Agama kami dan Muhammad sebagai Nabi kami (3X).

    Surah 3: Ali-Imran Ayat 19: Sesungguhnya agama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam.

    Dari Abu Daud dan Tirmidzi; Nabi Muhammad S.A.W. bersabda: “Sesiapa membaca ayat ini di pagi dan petang hari akan masuk ke surga.”

    Dengan Nama Allah, segala pujian bagi-Nya, dan segala kebaikan dan kejahatan adalah kehendak Allah (3X).

    Diriwayatkah oleh Abu Hurairah: Rasulullah S.A.W. bersabda: Wahai Abu Hurairah, bila kamu keluar negeri untuk berniaga, bacakan ayat ini supaya ia membawa kamu ke jalan yang benar. Dan setiap perbuatan mesti bermula dengan ‘Bismillah’ dan penutupnya ialah “Alhamdulillah”.

    Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan kami bertaubat kepada Allah batin dan zahir (3X).

    Surah at-Tahrim Ayat 8: Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan “Taubat Nasuha”.

    Diriwayatkan oleh Ibn Majah: Rasulullah bersabda: Orang yang bertaubat itu adalah kekasih Allah. Dan orang yang bertaubat itu ialah seumpama orang yang tiada apa-apa dosa.”

    Ya Tuhan kami, maafkan kami dan hapuskanlah apa-apa (dosa) yang ada pada kami (3X).

    Dari Tirmidzi dan Ibn Majah: Rasulullah S.A.W. berada di atas mimbar dan menangis lalu beliau bersabda: Mintalah kemaafan dan kesihatan daripada Allah, sebab setelah kita yakin, tiada apa lagi yang lebih baik daripada kesihatan.

    Surah 4: An-Nisa’: Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon keampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”

    Wahai Tuhan yang mempunyai sifat Keagungan dan sifat Pemurah, matikanlah kami dalam agama Islam (7X).

    Sila rujuk ke no. 12. Moga-moga kita dimatikan dalam keadaan Islam. Dan dari Tirmidzi, Rasulullah S.A.W. menyatakan di dalam sebuah hadith bahawasanya sesiapa yang berdoa dengan nama-nama Allah dan penuh keyakinan, doa itu pasti dikabulkan Allah.

    Wahai Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Gagah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang-orang yang zalim (3X).

    Seperti di atas); Merujuk hadits Rasulullah S. A. W., sesiapa yang tidak boleh mengalahkan musuhnya, dan mengulangi Nama ini dengan niat tidak mahu dicederakan akan bebas dari dicederakan musuhnya.

    Semoga Allah memperbaiki urusan kaum muslimin dan menghindarkan mereka dari kejahatan orang-orang yang suka mengganggu (3X).

    Diriwayatkan oleh Abu Darda’ bahawasanya Rasulullah S.A.W. bersabda: “Tiada seorang mukmin pun yang berdoa untuk kaumnya yang tidak bersamanya, melainkan akan didoakan oleh Malaikat, “Sama juga untukmu”.

    Wahai Tuhan Yang Maha Mulia, lagi Maha Besar, Yang Maha Mengetahui lagi Sentiasa Sanggup, Yang Maha Mendengar lagi Melihat. Yang Maha Lemah-Lembut lagi Maha Mengetahui (3X).

    Surah 17: Al Israil: Ayat 110: “Katakanlah (wahai Muhammad): “Serulah nama “Allah” atau “Ar-Rahman”, yang mana sahaja kamu serukan; kerana Allah mempunyai banyak nama yang baik serta mulia. Dan janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu, juga janganlah engkau perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu.”

    Wahai Tuhan yang melegakan dari dukacita, lagi melapangkan dada dari rasa sempit. Wahai Tuhan yang mengampuni dan menyayangi hamba-hamba-Nya (3X).

    Dari Abu Dawud, diriwayatkan daripada Anas ibn Malik: “Ketika saya bersama Rasulullah S. A. W., ada seseorang berdoa, “Ya Allah saya meminta kerana segala pujian ialah untuk-Mu dan tiada Tuhan melainkan-Mu, Kamulah yang Pemberi Rahmat dan yang Pengampun, Permulaan Dunia dan Akhirat, Maharaja Teragung, Yang Hidup dan Yang Tersendiri”. Rasulullah S. A. W. bersabda: “Dia berdoa kepada Allah menggunakan sebaik-baik nama-nama-Nya, Allah akan memakbulkannya kerana apabila diminta dengan nama-nama-Nya Allah akan memberi.

    Aku memohon keampunan Allah Tuhan Pencipta sekalian makhluk, aku memohon keampunan Allah dari sekalian kesalahan (4X).

    Surah 4: An-Nisa’: Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon keampunan daripada Allah; sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”

    Surah 11: Hud: Ayat 90: “Dan mintalah ampunan Tuhanmu, kemudian kembalilah taat kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengasihani, lagi Maha Pengasih.”

    Tiada Tuhan Melainkan Allah (50X).

    Komentar tentang kalimah tauhid sangat panjang. Kalimah “La ilaha illallah” ini adalah kunci syurga. Diriwayatkan oleh Abu Dzar bahwa Rasulullah S. A. W. bersabda: “Allah tidak membenarkan seseorang masuk ke neraka kalau dia mengucapkan kalimah tauhid ini berulang-ulang kali.”

    Muhammad Rasulullah, Allah Mencucurkan Shalawat dan Kesejahteraan di atasnya dan keluarganya. Moga-moga dipermuliakan, diperbesarkan, dan diperjunjungkan kebesarannya. Serta Allah Ta’ala meredhai akan sekalian keluarga dan sahabat Rasulullah, sekalian tabi’in dan yang mengikuti mereka dengan kebaikan dari hari ini sehingga Hari Kiamat, dan semoga kita bersama mereka dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih daripada yang mengasihani.

    Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa; Allah Yang menjadi tumpuan segala permohonan; Ia tidak beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang sebanding dengan-Nya. Surah Al-Ikhlas (3X).

    Dari Imam Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-khudri; seseorang mendengar bacaan surah al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Pada keesokan paginya dia datang kepada Rasulullah S.A.W. dan sampaikan perkara itu kepadanya sebab dia menyangka bacaan itu tidak cukup dan lengkap. Rasulullah S. A. W berkata, “Demi tangan yang memegang nyawaku, surah itu seperti sepertiga al Quran!”

    Dari Al-Muwatta’, diriwayatkan oleh Abu Hurairah; Saya sedang berjalan dengan Rasulullah S. A. W., lalu baginda mendengar seseorang membaca surah al-Ikhlas. Baginda berkata, “Wajiblah.” Saya bertanya kepadanya, “Apa ya Rasulallah?” Baginda menjawab, “Syurga” (Wajiblah surga bagi si pembaca itu).

    Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad); “Aku berlindung dengan Tuhan yang menciptakan cahaya subuh, daripada kejahatan makhluk-makhluk yang Diciptakan; dan daripada kejahatan malam apabila ia gelap gelita; dan daripada (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpulan-simpulan ikatan; dan daripada kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya”. Surah Al-Falaq.

    Diriwayatkan daripada Aisyah r.a katanya: Rasulullah S. A.W. biasanya apabila ada salah seorang anggota keluarga baginda yang sakit, baginda menyemburnya dengan membaca bacaan-bacaan. Sementara itu, ketika baginda menderita sakit yang menyebabkan baginda wafat, aku juga menyemburkan baginda dan mengusap baginda dengan tangan baginda sendiri, kerana tangan baginda tentu lebih banyak berkatnya daripada tanganku.

    Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung dengan Tuhan sekalian manusia. Yang Menguasai sekalian manusia, Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia, Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, dari kalangan jin dan manusia”. Surah An-Nas.

    Dari Tirmidzi diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri; Nabi Muhammad S. A. W. selalu meminta perlindungan daripada kejahatan jin dan perbuatan hasad manusia. Apabila surah al-falaq dan an-nas turun, baginda ketepikan yang lain dan membaca ayat-ayat ini sahaja.

    Kita membaca al-fatihah ini dengan niat semoga Allah menyampaikan pahalanya kepada ruh suci junjungan kita, kekasih dan pemberi syafaat kita, rasulullah, Muhammad putra abdillah, dan kepada keluarga, sahabat-sahabat, istri-istri, keturunan, dan ahli baitnya, dan kepada ruh suci sayyidina al-muhajir ahmad bin isa, dan kepada nenek moyang beserta anak cucunya, semoga Allah meninggikan derajat mereka di surga, memperbesar ganjaran mereka, melipat gandakan kebaikan mereka, dan melindungi kita dengan berkat kemuliaan mereka. Memberikan manfaat dan melimpahkan keberkahan, rahasia-rahasia, cahaya-cahaya, dan ilmu mereka kepada kita dalam urusan agama, dunia, dan akhirat, al-fatihah.

    Kita membaca al-fatihah ini dengan niat semoga Allah menyampaikan pahalanya kepada ruh suci junjungan guru kami yang mulia al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin al-Baalawi, nenek moyang dan anak cucu mereka, dan kepada semua pembesar keluarganya al-abaalwi dan nenek moyang beserta anak cucunya semoga Allah meninggikan derajat mereka di surga, memperbesar ganjaran mereka, melipat gandakan kebaikan mereka, memberikan manfaat dan melimpahkan keberkahan, rahasia-rahasia, cahaya dan ilmu mereka kepada kita, dalam urusan agama, dunia, dan akhirat. Al-fatihah.

    Kita membaca al-fatihah ini dengan niat semoga Allah menyampaikan pahalanya kepada arwa suci para penghulu kita, para sufi dimanapun arwa mereka berada, di timur atau barat, semoga Allah meninggikan derajat mereka di surga, memperbesar ganjaran mereka, melipat gandakan kebaikan mereka, dan melindungi kita dengan berkat kemuliaan mereka, memberikan manfaat dan melimpahkan keberkahan, rahasia-rahasia, cahaya-cahaya dan ilmu mereka kepada kita dalam urusan agama, dunia, dan akhirat al-fatihah.

    Kita membaca al-fatihah ini dengan niat semoga Allah menyampaikan pahalanya kepada ruh suci penyusun ratib ini syyidina quthub al-rasyid wa ghauts al-ibad habib abdillah bin alwi al-haddad, juga kepada nenek moyang dan anak cucu mereka, semoga Allah meninggikan derajat mereka di surga, memperbesar ganjaran mereka, melipat gandakan kebaikan mereka,dan melindungi kita dengan berkat kemuliaan mereka, memberikan manfaat dan melimpahkan keberkahan, rahasia-rahasia, cahaya, dan ilmu mereka kepada kita dalam urusan agama, dunia, dan akhirat al-fatihah.

    Kita membaca al-fatihah ini dengan niat semoga Allah melimpahkan pahalanya kepada arwa suci hamba-hamba Allah yang sakeh, orang-orang tua, guru-guru agama kita dan orang-orang yang mempunyai hak atas kita, serta orang-orang yang meninggal di negeri ini dari ahli “laa ilaaha illallah” dan untuk arwah orang yang meninggal dari kaum muslimin dan mereka yang masih hidup sampai hari akhirat kelak, semoga Allah mengampuni dan menyayangi mereka, melepaskan kesulitan kaum muslimin serta mengasihi merek, menyembuhkan penyakit mereka dan menyatukan mereka semua dalam petunjuk, melunakkan hati sesame mereka, menguasakan atas mereka orang-orang terbaik yang ada diantara mereka, dan menyelamatkan mereka dari (penguasaan) orang-orang jahat yang ada diantara mereka, dan melindungi kita dan mereka dari kejahatan fitnah, cobaan, dan dari gangguan orang-orang yang melampaui batas, dari dekat maupun jauh.

    elapangkan kehidupan mereka, memperlebat hujan mereka, dan mengabulkan semua hajat kita, hajat-hajat yang diridhai Allah dan rasul-Nya, dan membukakan bagi kita (ilmu pengetahuan dan ma’rifat) sebagaimana yang telah dibukakannya kepada orang-orang arif dan mengakhiri hidup kita dalam ridha-Nya, dalam kebaikan, kelembutan, dan keselamatan. Dan kepada junjungan kita nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Al-fatihah.

    Yaa Allah sungguh kami memohon kepada-Mu akan ridha dan surga-Mu, dan kami berlindung kepada-Mu dari kemarahan-Mu dan siksa api neraka.

    Yaa Allah, yang maha mengetahui segala rahasia kami, janganlah kiranya engkau buka tirai rahasia dari kami. Berikanlah kesehatan pada kami dan maafkanlah diri kami dimanapun kami berada.

    Semoga Allah membalaskan junjungan kami Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dari kami atas jasa-jasanya dengan balasan yang baik, semoga Allah membalaskan junjungan kami Muhammad sallallahu alihi wa sallam dari kami atas jasanya dengan balasan yang berhak diperolehnya.

    Penutup

    Demikianlah penjelasan yang sangat lengkap terkait wirid Ratib Al Hadad, mencakup teks aslinya dalam bahasa Arab, tulisan latin, dan terjemahannya dalam artikel ini. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi semua pembaca.

    Kami berharap bahwa setiap orang yang membaca dan mengamalkan Ratib Al Hadad akan mendapatkan berkah yang luar biasa. Dengan begitu, kehidupan di dunia ini dan persiapan untuk akhirat akan terang benderang, sebagaimana sinar cahaya yang memancar melalui zikir Ratib Al Hadad.

    Kami juga ingin menyampaikan permintaan maaf apabila ada kesalahan atau ketidaktepatan dalam penjelasan dan tulisan kami. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan rahmat-Nya kepada kita semua.

  • Doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an ketika Dibakar dan Meminta Keturunan

    Doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an ketika Dibakar dan Meminta Keturunan

    Membaca doa Nabi Ibrahim ketika mengalami sebuah musibah dalam kehidupan memang sebaiknya umat Muslim lakukan. Pasalnya, Nabi Ibrahim sendiri memiliki beberapa doa yang sering dipanjatkan dan tertulis di dalam Al-Qur’an.

    Bahkan, kisah serta mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim juga dijelaskan secara rinci di dalam Al-Qur’an sebagai salah satu wujud kebesaran Allah SWT dalam memberikan kekuatan kepada utusanNya.

    Doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an sendiri sebenarnya sudah cukup populer. Utamanya bagi setiap muslim yang selalu membaca ayat suci Al-Qur’an. Namun, tentu saja beberapa orang masih ada yang belum mengetahuinya.

    Apa Doa Nabi Ibrahim ketika Dibakar?

    Kisah Nabi Ibrahim dibakar tentu sudah bukan cerita baru lagi. Latar belakang yang membuatnya terbakar sendiri sangat menyedihkan. Di mana, pada masa itu penyembah berhala sangat marah karena Tuhan mereka telah hancur.

    Salah satu diantara mereka menyebut nama Ibrahim yang kisahnya terdapat di surat QS. Al-Anbiya: 61.

    َالُوا فَأْتُوا بِهِ عَلَىٰ أَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ

    Artinya: “Mereka berkata: “(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan.” (QS. Al-Anbiya: 61).

    Berbeda dengan pemikiran para penyembah berhala yang ingin menyakiti Nabi Ibrahim. Hal tersebut justru keinginan Nabi Ibrahim untuk membuat mereka semua berkumpul agar bisa menegakkan hujah kepada berhala atas ideologi yang batil.

    قَالُوا أَأَنْتَ فَعَلْتَ هَٰذَا بِآلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ , قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَٰذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ

    Artinya: “Mereka bertanya: “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?.” 

    Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”.” (QS. Al-Anbiya’: 62-63)

    Namun, hujjah yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim nyatanya tidak bernilai baik. Justru menimbulkan kebingungan diantara orang yang berkumpul. Sehingga rasa yang tertinggal hanyalah kekuatan.

    Baca juga: Cara Menjamak Sholat Maghrib di Waktu Isya (Jamak Takhir)

    Mereka lantas berkumpul dengan membawa kayu bakar serta menyalakannya. Titik keburukan mereka telah mencapai puncak.

    Hal tersebut membuat mereka meletakkan Nabi Ibrahim AS pada daun pelempar manjaniq dalam keadaan terikat kedua tangannya kebelakang serta dilempar dengan menyakitkan.

    Melalui hal menyedihkan seperti itu, apa bunyi doa Nabi Ibrahim? Pastinya kita penasaran sekali. Ketika mencapai puncaknya, Nabi Ibrahim AS mengucapkan Hasbunallah wa ni’mal wakiil. 

    Namun, Rasulullah SAW mengatakannya melalui Al-Qur’an. Lantas, doa Nabi Ibrahim di surat apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW?

    إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

    Artinya: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab.

    Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung” (QS. Ali Imran: 173). (HR. Bukhari no. 4563)

    Ayat tersebut dilanjutkan dalam QS Ali Imran: 174.

    فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ

    “Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Ali Imran: 174)

    Dalam kisah yang tercatat di dalam Al-Qur’an dan atas pertolongan Allah SWT. Nabi Ibrahim dapat diselamatkan dari panasnya api pembakaran berhala.

    Allah Ta’ala berfirman:

    قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ , وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ

    Artinya: “Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”, mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.” (QS. Al-Anbiya’: 69-70)

    Disebutkan oleh Ka’ab Al-Ahbar, “Tidak ada sesuatu pun yang terbakar dari Ibrahim selain rantai yang digunakan untuk membelenggu beliau saja.”

    Dalam surat yang lain, Allah SWT juga menceritakan kisah dari Nabi Ibrahim AS.

    قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ , فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَ

    Artinya: Mereka berkata: “Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu. Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.” (QS. As-Saffat: 97-98)

    Saat tubuh Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api membara, yang tertulis dalam surah Ali Imran ayat 173, Doa Nabi Ibrahim AS yakni:

    Doa Nabi Ibrahim Saat Dibakar

    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

    Latin: Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir

    Artinya: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

    Doa tersebut pun dibaca oleh Rasulullah SAW pada saat orang-orang musyrik menetangnya, sehingga Rasulullah SAW mendapatkan perlindungan-Nya.

    Baca juga: Hukum Bacaan Iqlab: Pengertian, Cara Baca dan Contohnya

    Doa Nabi Ibrahim untuk Mendapatkan Keturunan yang Sholeh

    Nabi Ibrahim merupakan salah satu Nabi Allah yang diuji dengan memiliki keturunan dalam jangka waktu cukup lama. Namun, kesabaran beliau sangat besar sehingga Allah SWT mudahkan untuk mencapai keinginannya dalam memiliki keturunan.

    Lantas, apa doa Nabi Ibrahim untuk anaknya? Nabi Ibrahim selalu memanjatkan doa secara rutin dan terus merayu Allah SWT untuk segera diberikan keturunan untuknya dan istrinya. Doa ini bahkan bisa kita lihat di dalam Al-Qur;an.

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    latinnya: Robbi hablii minash shoolihiin

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih” (QS. Ash-Shaffat: 100).

    Tidak hanya doa Nabi Ibrahim pada surat Ash-Shaffat ini saja yang Beliau ucapkan akan tetapi Nabi Ibrahim juga melakukan doa lain kepada Allah SWT untuk mendapatkan keturunan yang sholeh dan taat kepada sang Pencipta.

    Doa Nabi Ibrahim untuk anaknya selanjutnya juga tertuang di dalam QS. Ibrahim : 40.

    رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

    Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan dari anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku” (QS. Ibrahim: 40).

    Selain itu, Beliau juga memiliki doa yang lain yaitu:

    وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

    Artinya: “Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala” (QS. Ibrahim: 35).

    Belum berhenti sampai di sana. Ketika memasuki usia 40 tahun, ada juga doa dari Nabi Ibrahim yang memiliki makna ketulusan serta ingin berserah kepada Allah SWT dengan memohon hal terbaik untuk kedepannya.

    رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

    Artinya: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai. 

    Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku” (QS. Al-Ahqaf: 15).

    Berdasarkan doa dari Nabi Ibrahim di atas, dapat kita simpulkan bahwa ketika menginginkan sesuatu pasti dibutuhkan sebuah usaha. Tidak hanya kita sebagai manusia biasa saja, seorang Nabi yang merupakan utusan langsung Allah SWT.

    Ketika menginginkan sesuatu maka tidak pernah berhenti berusaha dan berdoa. Tentunya tanpa paksaan dan selalu menyerahkan keputusan terbaiknya hanya kepada Allah SWT.

    Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang sudah mendapatkan banyak sekali ilmu serta ajaran dari ahli ibadah sebelumnya. Dapat turut mengamalkannya dengan baik.

    Manfaat Membaca Doa Nabi Ibrahim

    Setelah mengetahui apa saja kisah dan juga doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim kepada Allah SWT. Tahukah kita bahwa dengan turut mengamalkannya ketika mengalami sebuah kesulitan atau musibah, ternyata terdapat manfaat signifikan, loh.

    Beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan apabila membacakan doa dari ajaran Nabi Ibrahim antara lain:

    1. Media untuk Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan

    Dengan membaca doa yang telah diajarkan oleh Nabi Allah Ibrahim AS, ternyata hal itu bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita, loh. Di mana, keimanan ini sangat penting setiap muslim jaga.

    Apalagi di dalam doa tersebut terdapat permohonan dan munajat kita sebagai hamba untuk meminta perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT. Hal tersebut merupakan sebuah ungkapan bahwa kita menyadari kebesaran Allah SWT.

    2. Semakin Dekat dengan Allah SWT

    Cara paling mudah untuk dekat dengan Allah SWT adalah menjalankan kewajiban dan sunnah yang sudah diajarkan oleh para ahli ilmu terdahulu.

    Nah, ikut membaca doa Nabi Ibrahim ketika sedang tertimpa masalah dapat membuat pribadi seseorang jadi lebih dekat dengan Allah SWT. Hal tersebut menjadi sebuah media untuk mendekatkan diri kepada pencipta alam dan seluruh isinya.

    Tanpa kita sadari, dengan kita memohon pertolongan Allah SWT dan mengharapkan keberkahan serta rahmatNya. Hal tersebut ternyata menjadi sebuah petunjuk dari Allah SWT untuk mempercayakan segala urusan hanya kepada-Nya.

    3. Mendapat Berkah dan Rahmat dari Allah SWT

    Selanjutnya, beberapa dari kita mungkin tidak paham bahwa doa Nabi Ibrahim ini menjadi salah satu doa paling mustajab dan sering Allah SWT kabulkan. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk membacanya secara rutin.

    Selain memohon sebuah pertolongan kepada Allah SWT dari segala bentuk cobaan dan ujian. Membaca doa ini juga mengajak kita untuk mengharapkan sebuah keberkahan hidup serta mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

    4. Percaya atas Keagungan Allah SWT

    Membaca doa Nabi Ibrahim adalah bentuk kepercayaan kita terhadap keagungan serta keajaiban yang selalu bisa Allah SWT berikan. Bahkan, untuk hal mustahil sekalipun, Allah SWT akan selalu bisa memberikan dengan cara lebih mustahil lagi.

    Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kita tidak mempercayai keagungan serta kekuatan yang Allah SWT miliki sebagai penguasa langit dan bumi.

    Pasalnya, bagaimana sebuah api yang telah membakar dirinya dengan luapan panas sangat besar tiba-tiba padam apabila tidak ada campur tangan Allah SWT didalamnya?

    Bagaimana Nabi Ibrahim bisa memiliki putra yang sholeh jika tidak karena Allah SWT mengizinkannya?

    Lantas, mau dengan cara seperti apa lagi kita percaya dengan kekuatan dan keagungan Allah SWT jika kisah yang tercatat di dalam Al-Qur’an saja tidak kita Imani? 

    Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu membaca doa Nabi Ibrahim secara rutin. Kita bisa membaca doa tersebut, di mana saja. Namun, akan lebih baik lagi jika dalam kondisi suci yakni memiliki wudhu.

  • 8 Doa Mohon Perlindungan dan Keselamatan pada Allah SWT

    8 Doa Mohon Perlindungan dan Keselamatan pada Allah SWT

    Membaca doa mohon perlindungan dapat membuat kita dijauhi dari marabahaya oleh Allah SWT.,baik itu bahaya berskala kecil atau besar.

    Bahkan Rasulullah SAW., menganjurkan umat-Nya untuk memohon doa perlindungan kepada Allah SWT., dalam hadis berikut ini:

    تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

    Artinya: “Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha, serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR. Bukhari).

    Ada berbagai macam doa mohon perlindungan kepada Allah SWT., seperti yang dijelaskan di bawah ini:

    1. Doa mohon perlindungan untuk tolak bala

    Jika kamu ingin menolak bala atau terhindar dari bahaya, kamu bisa mengamalkan 4 surat pendek yang ada di dalam Al-Qur’an.

    Keempat surat tersebut bisa kamu gunakan sebagai dzikir. Berikut doa mohon perlindungan untuk tolak bala:

    • Membaca surat An-Nas 1 kali
    • Membaca surat Al-Falaq 1 kali
    • Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 5 kali
    • Membaca surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali

    Baca juga: Doa Naik Kendaraan Darat, Udara, dan Laut, Amalkan Yuk!

    2. Doa mohon perlindungan dari orang jahat

    Ketika kamu ingin pergi ke luar rumah dan ingin meminta perlindungan dari orang jahat, berikut doanya:

    أَجْهَلَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُضَلَّ وْأَ أَضِلَّ أَنْ بِكَ أَعُوذُ إِنِّى اللَّهُمَّ عَلَىَّ يُجْهَلَ أَوْ

    Bacaan latin: Allahumma inni a-‘udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan (syaitan atau orang jahat), tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi).

    3. Doa mohon perlindungan keselamatan dunia dan akhirat

    Meminta perlindungan dari Allah SWT., tidak hanya untuk masalah duniawi saja, melainkan sebagai umat muslim juga harus meminta perlindungan akhirat. Sebab, hanya kepada-Nya kita bisa berlindung. Berikut bacaan doa keselamatan dunia dan akhirat:

    Bacaan latin: “Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa ‘afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti, allahummaa hawwin ‘alainaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaabi, rabbanaa laa tuzigh quluubana ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa mil ladunka rahma, innaka antal wahhaab, rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil akhirati hasanah waqinaa ‘adzaa ban naar.”

    Artinya: “Ya Allah kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta tobat sebelum mati dan rahman di waktu mati, serta keampunan sesudah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan. Ya Allah, janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.”

    4. Doa mohon perlindungan terhindar dari bahaya

    Kamu juga bisa meminta perlindungan dari bahaya apapun. Atau bisa di bilang bacaan doa di bawah ini adalah doa terhindar dari bahaya secara umum.

    سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

    Bacaan latinSubhaanal ladzii sakhhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa robbinaa lamungqolibuuna.

    Artinya: “Maha suci Allah yang memudahkan ini (kendaraan) bagi kami dan tiada kami mempersekutukan bagi-Nya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    Baca juga: Doa Memakai dan Melepas Pakaian Sesuai Sunnah, Latin dan Artinya

    5. Doa mohon perlindungan dari takdir buruk

    Takdir buruk tidak bisa kita hindari karena hanya Allah SWT., yang tahu tentang masa depan hamba-Nya. Namun, kita bisa menghindari takdir buruk dengan mengamalkan doa di bawah ini setiap hari:

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.

    Bacaan latin: Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

    6. Doa mohon perlindungan dari malapetaka

    Malapetaka adalah sebuah bahaya atau kesialan yang kita tidak tahu kapan datangnya. Maka dari itu, kamu bisa meminta pertolongan-Nya untuk terhindar dari malapetaka, seperti bacaan doa berikut ini:

    Bacaan latin: “Rabbi a’udzubika min hamazatisy syayathini wa a’udzubika rabbi ay yahdlurun.”

    Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada Engkau yang Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

    7. Doa mohon perlindungan untuk keselamatan keluarga

    Terkadang kita takut terjadi apa-apa kepada keluarga. Terlebih, kita tidak bisa memantau keluarga selama 24 jam.

    Oleh karena itu, kamu bisa meminta perlindungan dari Allah SWT., untuk keluarga yang kita sayang dengan mengamalkan doa berikut ini:

    اللهـم ادفع عنا الغلاء والبلاء والوباء والفحشاء والمنكر والشيوف المختلفة والشدائد والمحن ما ظهر منها وما بطن من بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة إنك على كل شيئ قدير

    Bacaan latin: Allaahummadfa’ ‘annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina’aammatan. Innaka’alaa kulli syai’in qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, hindarkanlah kami dari malapetaka, bala, dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka. kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau, Ya, Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

    8. Doa mohon perlindungan untuk keselamatan beragama

    Sebagai umat muslim tentunya kita menghadapi banyak godaan agar kita jauh dari agama. Bahkan melenceng dari agama, seperti musyrik. Nah, agar bisa diselamatkan dalam beragama, kamu bisa membaca doa berikut ini:

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ

    تِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ سَكَرَا هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ

    Bacaan latin: “Allahumma inna nas aluka salamatan fiddiini wa ‘aafiyatan fil jasadi waziaadatan fil’ilmi wabarakatan firrizqi wataubatan qablal maut warahmatan ‘indal maut wamaghfiratan ba’dal maut allahumma hawwin’alainaa fii sakaraatil maut wa najjata minanaari wal’afwa indal hisaab

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan ketika beragama, kesehatan badan, limpahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datangnya maut, rahmat pada saat datangnya maut, dan ampunan setelah datangnya maut.”

    Itulah Doa Mohon Perlindungan dan Keselamatan pada Allah SWT yang bisa kita amalkan. Dekatkan diri pada Allah SWT agar hidup lebih mudah dan selamat dunia akhirat.