Category: Doa & Dzikir

  • Doa sebelum Berhubungan Suami Istri dan Lengkap dengan Artinya

    Doa sebelum Berhubungan Suami Istri dan Lengkap dengan Artinya

    Sebagai seorang muslim yang baik, tentu kita wajib mengamalkan hal-hal teladan yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari tetapi juga doa sebelum berhubungan.

    Pasalnya, berhubungan untuk pasangan yang sudah menikah menjadi sebuah kebutuhan. Bahkan, ketika melakukannya kedua suami dan istri ini justru mendapatkan pahala berlipat dari Allah SWT.

    Tentunya ketika kita melaksanakan doa jima’ sesuai sunnah yang sudah diajarkan. Beberapa pendapat bahwa juga menganjurkan pasangan suami istri yang ingin berjima’ untuk melaksanakan sholat dua rakaat secara berjamaah terlebih dahulu.

    Bagaimana Doa sebelum Berhubungan Suami Istri?

    Mengikuti ajaran Islam, pastinya kita penasaran sebelum berhubungan baca doa apa terlebih dahulu. Karena jika menganut ajaran dari Rasulullah SAW pasti setiap tindakan baik akan didahului dengan doa.

    Nah, bagi pasangan yang baru saja menikah. Ada doa untuk pengantin yang pernah disampaikan oleh kak ‘Amr bin Syuaib bahwasanya Rasulullah SAW, pernah bersabda:

    ِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً أَوِ اشْتَرَى خَادِمًا فَلْيَأْخُذْ بِنَاصِيَتِهَا (وَلْيُسَمِّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ) وَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَلْيَقُلْ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ.

    Artinya: “Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah ‘basmalah’ serta do’akanlah dengan do’a berkah seraya mengucapkan:

    Allahumma inni as-aluka min khoirihaa wa khoiri maa jabaltahaa ‘alaih. wa a’udzu bika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaih.

    “Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.” 

    (HR. Abu Daud, no. 2160; Ibnu Majah, no. 1918. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

    Doa tersebut biasanya dibacakan oleh suami untuk mendapatkan kebaikan pada istri dari segi akhlak maupun kecantikannya. 

    Kemudian, bisa dilanjutkan dengan riwayat dari Ibu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda“

    لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

    Artinya: “Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca do’a:

    Doa Berhubungan Suami Iistri

    بِسْمِ اللهِ اللهمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَ جَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا فَقُضِيَ بَينَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ اَبَدًا

    Bismillah allohumma jannibna asy syaithona wa jannibin asy syaithana ma rozakatana fa qadiya bainahuuma waladun lam yadhurruhu syaithanun abada.”

    Artinya: “Dengan menyebut Nama Allah, Ya Allah, Jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau beri rezeki kepada kami. Maka, ia akan memperoleh anak yang tidak membahayakannya setan selamanya.”

    Kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.” (HR. Bukhari, no. 6388; Muslim, no. 1434).

    Berdasarkan kedua penjelasan hadits di atas, dapat disimpulkan bawah siapa yang membaca doa ketika hendak berjimak tentu saja laki-laki. Namun, jika pengantin wanita ingin membacakan doa tidak menjadi masalah.

    Baca juga: Niat Puasa Rajab Lengkap Arab Latin, Arti dan Keutamaannya 

    Cukup bacakan doa untuk meminta kepada Allah SWT agar diberikan suami yang baik hatinya, rendah hati, serta bertanggung jawab baik di dunia dan akhirat serta dapat menjadi pemimpin yang berwibawa.

    Adab Berhubungan Suami Istri

    Dalam Islam, setiap hal yang dilakukan oleh manusia tentu memiliki adabnya masing-masing. Karena setiap hal telah tertata dengan rapi dan sudah Rasulullah SAW ajarkan secara keseluruhan, termasuk adab berhubungan.

    Bagi pasangan pengantin baru yang ingin menyalurkan hasratnya dalam bercinta atau melakukan hubungan intim di ranjang. Hendaknya mengikuti beberapa adab berjima’ berikut ini:

    1. Atur Niat untuk Mendapatkan Pahala

    Melakukan hubungan intim dengan pasangan bisa memberikan kita pahala yang berlipat, loh. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk mengatur niat dengan baik untuk mencari pahala dari Allah SWT.

    Pada dasarnya sendiri, bercinta merupakan sebuah cara untuk menjaga niat untuk menjauhi hal-hal buruk seperti berzina. Karena zina merupakan dosa besar yang sudah sepantasnya kita hindari sejak mengenal hukum dan dosanya. 

    Kita juga bisa meniatkan hubungan bersama pasnagan ini untuk mendapatkan keturunan dan mengharapkan pahala sebagai bentuk sedekah.

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sendiri pernah bersabda berdasarkan Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu:

    وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

    Artinya:

    “Dalam hubungan intim suami-istri (antara kalian) itu termasuk sedekah.”

    Mendengar pernyataan tersebut, para sahabat memberi tanggapan “Kenapa sampai hubungan intim saja bisa bernilai pahala?”

    Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

    أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

    Artinya:

    “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”. (HR. Muslim, no. 2376)

    2. Melakukan Pemanasan Hubungan Intim

    Rasulullah SAW menyarankan untuk menikahi wanita perawan karena dengan begitu masih bisa melakukan pemanasan hubungan intim dengan bercumbu rayu terlebih dahulu.

    Ketika Jabir radhiyallahu ‘anhu menikah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padanya,

    « هَلْ تَزَوَّجْتَ بِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا. فَقُلْتُ تَزَوَّجْتُ ثَيِّبًا . فَقَالَ هَلاَّ تَزَوَّجْتَ بِكْرًا تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ

    Artinya:

    “Apakah engkau menikahi gadis (perawan) atau janda?” “Aku menikahi janda”, jawab Jabir. 

    “Kenapa engkau tidak menikahi gadis saja karena engkau bisa bercumbu dengannya dan juga sebaliknya ia bisa bercumbu mesra denganmu?” (HR. Bukhari, no. 2967; Muslim, no. 715).

    Baca juga: Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan yang Sholeh dalam Al Quran

    3. Baca Doa

    Berikutnya, adab paling penting dalam berjima’ adalah membaca doa sebelum berhubungan seperti panduan sebelumnya. Kita bisa membacakannya setiap kali ingin melakukan hubungan intim dengan pasangan.

    4. Menyetubuhi Istri dari Mana saja Asalkan Bukan di Dubur

    Setelah menikah dan sah menjadi pasangan suami dan istri. Kita memiliki hak untuk berhubungan badan dari arah mana saja. Hanya saja ada satu titik yang dilarang oleh Allah SWT untuk bersetubuh yaitu di area dubur.

    Pernyataan ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dana QS. Al Baqarah: 223

    نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ

    “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (QS. Al Baqarah: 223) 

    Dalam riwayat lain juga ditegaskan kembali bahwa:

    مُقْبِلَةً وَمُدْبِرَةً مَا كَانَ فِي الفَرْجِ

    Artinya:

    “Terserah mau dari arah depan atau belakang selama di kemaluan.” (HR. Ath-Thohawi, 3: 41 dalam Syarh Ma’an Al-Atsar dengan sanad yang shahih)

    Larangan untuk menyetubuhi istri ini jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabatnya Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

    َلْعُونٌ مَنْ أَتَى امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا

    Artinya:

    “Benar-benar terlaknat orang yang menyetubuhi istrinya di duburnya.” (HR. Ahmad, 2: 479. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits tersebut hasan)

    Manfaat Membaca Do’a sebelum Jima’

    Membaca doa berhubungan badan dalam Islam memang tidak wajib, tetapi dianjurkan. Sehingga ketika sudah melakukan hubungan tetapi lupa belum membaca pasangan tidak akan mendapatkan dosa.

    Namun, setiap doa pasti memberikan kebaikan. Sehingga dengan membaca doa sebelum berhubungan diharapkan dapat memberi kebaikan kepada pasangan dan juga calon penerus yang akan lahir dari rahim istri.

    Oleh karena ketahui apa saja manfaat dari doa sebelum berhubungan agar kita semua tahu dan dapat mengamalkannya dengan baik, antara lain :

    1. Mengikuti Ajaran Rasulullah SAW

    Meskipun sederhana dan mungkin jarang orang ketahui, tetapi membaca doa sebelum berhubungan akan memberikan keberkahan tersendiri. Karena kita telah mengikuti ajaran dari Nabi Muhammad SAW.

    Hal ini sejalan dengan salah seorang sahabatnya yang mengatakan bahwasanya setiap amalan yang Rasulullah SAW lakukan tidak sedikitpun ditinggalkan. 

    Sebab, sosok sahabat ini sangat takut apabila keluar dari amalan tersebut akan menyimpang.

    2. Setan Menjauh ketika Berhubungan Intim

    Setan selalu ada di sekitar kita tanpa takut apapun. Nah, membacakan doa sebelum berhubungan akan memberikan banyak sekali kebaikan. Salah satunya menjauhkan setan saat kita melakukan hubungan intim.

    Setan memiliki napsu yang sangat besar, bukan tidak mungkin ketika kita melepas pakaian setan dengan tenangnya ikut melihat.

    Nah, untuk menghindari hal itu saja kita dianjurkan untuk membaca ‘bismillah’ saat membuka pakaian. Apalagi saat berhubungan intim?

    Oleh karena itu, sebelum berdoa sebaiknya dahulukan dengan membaca basmallah sesuai dengan pendapat dari Mujahid rahimahullah

    أَنَّ الَّذِي يُجَامِع وَلَا يُسَمِّي يَلْتَفّ الشَّيْطَان عَلَى إِحْلِيله فَيُجَامِع مَعَهُ

    Artinya:

    “Siapa yang berhubungan intim dengan istrinya lantas tidak mengawalinya dengan ‘bismillah’, maka setan akan menoleh pada pasangannya lalu akan turut dalam berhubungan intim dengannya”

    (Fathul Bari, 9: 229). Ya Allah, lindungilah kami dari gangguan setan kala itu.

    3. Mendapatkan Keturunan yang Baik dan Berakhlak Mulia

    Melakukan hubungan intim pastinya terbersit keinginan untuk mendapatkan keturunan. Dengan membaca doa sebelum berhubungan, kita memiliki persentase sangat besar mendapatkan keturunan yang baik dan berakhlak mulia.

    Sesuai dengan riwayat Mursal Hasan dari ‘Abdur Razaq :

    إِذَا أَتَى الرَّجُل أَهْله فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقَتْنَا وَلَا تَجْعَل لِلشَّيْطَانِ نَصِيبًا فِيمَا رَزَقْتنَا ، فَكَانَ يُرْجَى إِنْ حَمَلْت أَنْ يَكُون وَلَدًا صَالِحًا

    Artinya:

    “Jika seseorang mendatangi istrinya (berhubungan intim), maka ucapkanlah ‘Ya Allah, berkahilah kami dan keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim ini, janganlah jadikan setan menjadi bagian pada keturunan kami’. 

    Dari do’a ini, jika istrinya hamil, maka anak yang dilahirkan diharapkan adalah anak yang sholeh” (Fathul Bari, 9: 229).

    4. Keturunan Terhindar dari Permasalahan

    Membaca doa ketika ingin berhubungan intim akan memberikan kebaikan, tidak hanya pada kita saat melakukannya tetapi juga keturunan yang dihasilkan. Meskipun tidak 100% akan terhindar dari dosa.

    Keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim dengan membacakan doa yang Rasulullah SAW contohkan, maka anak dapat terhindar dari permasalahan dunia dan juga agama.

    5. Mendapatkan Keberkahan dari Doa

    Setiap doa selalu memiliki poin keberkahannya masing-masing. Ketika kita membaca doa sebelum berjima’ 

    Maka hal itu merupakan salah satu media pengamalan luar biasa karena ingin mendahulukan Allah SWT dalam setiap tindakan kita.

    Oleh karena itu, seseorang yang hamil setelah berhubungan intim. Akan merasakan sensasi nyaman dan tenang selama kehamilan berlangsung.

    Nah, itulah beberapa informasi mengenai doa sebelum berhubungan yang bis akita pelajari dengan baik. Mulai dari bacaan doa yang sah, adab saat menjalankannya serta manfaat yang sangat besar.

  • Adab dan Doa Ziarah Kubur Sesuai Tuntunan Sunnah

    Adab dan Doa Ziarah Kubur Sesuai Tuntunan Sunnah

    Ziarah kubur merupakan salah satu kegiatan Islami yang umum dijalankan untuk mengingat kehidupan selanjutnya. Ketika seseorang hendak berkunjung ke makan, biasanya ada beberapa doa ziarah kubur yang harus dibacakan.

    Meskipun tidak saklek harus sama, tetapi paham seperti apa doa saat melakukan ziarah akan memudahkan kita untuk mendoakan seseorang yang sudah tiada. Ziarah sendiri menjadi sebuah pengingat agar kita semakin dekat dengan Allah SWT.

    Biasanya seseorang melakukan aktivitas ziarah ini menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri. Tetapi, bagi beberapa orang berziarah kubur setiap malam jum’at juga menjadi sebuah rutinitas yang dilakukan oleh banyak orang.

    Adab Ziarah Kubur Bagi Seorang Muslim

    Adab dan doa ziarah kubur sesuai sunnah memang menjadi satu kesatuan. Jadi, ketika kita mempelajari bagaimana bacaan doa yang benar saat berziarah kubur. Hendaknya paham seperti apa adab saat berkunjung ke makam.

    Tujuannya agar kita mendapatkan pahala lebih besar dengan melakukan ziarah kubur. Jadi, tidak hanya tahu seperti apa bacaan doa ziarah kubur saja melainkan kita juga paham seperti apa adab yang harus dimiliki.

    Berikut beberapa adab ziarah kubur secara Islami, antara lain :

    1. Ingat Tujuan Utama Saat Berziarah

    Kita pasti tahu bahwa ada hikmah ketika melakukan ziarah kubur, salah satunya mengambil pelajaran dan mengingat kematian.

    Hal ini sesuai dengan hadist dari Ibu Mas’ud yang artinya : “Karena di dalam ziarah terdapat pelajaran dan peringatan terhadap akhirat dan membuat zuhud terhadap dunia”.

    Jika tujuan ini tidak tercapai, maka ziarah tersebut bukanlah ziarah yang diinginkan secara syari’at”[17]

    Baca juga: 2 Doa Sebelum Tidur dan Amalan Sunnah Nabi Muhammad SAW (Panjang & Pendek)

    2. Dilarang Melakukan Safar

    Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda :

    لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: المَسْجِدِ الحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

    “Janganlah melakukan perjalanan jauh (dalam rangka ibadah, ed) kecuali ke tiga masjid : Masjidil Haram, Masjid Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha”[18]

    3. Masuk ke Halaman Kuburan dengan Mengucapkan Salam

    Adab mengucapkan salam saat memasuki halaman kuburan sangat penting untuk kita ketahui. Nilainya sebanding dengan bacaan doa ziarah kubur yang mesti dihapalkan.

    Sebab, perintah ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya yang berbunyi:

    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلاَحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    “Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian”[19]

    4. Tidak Pakai Sandal Saat Masuk ke Halaman Kuburan

    Tidak Pakai Sandal Saat Masuk ke Halaman Kuburan

    Pernah ada cerita bahwa suatu waktu Rasulullah melihat salah seorang kaumnya masuk ke dalam halaman kuburan dan melintasi satu persatu dengan menggunakan sendal.

    Melihat hal itu, Rasulullah SAW bersabda :

    َا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَّتَيْكَ» فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

    “Wahai pemakai sandal, celakalah engkau! Lepaskan sandalmu!” Lalu orang tersebut melihat (orang yang meneriakinya). Tatkala ia mengenali (kalau orang itu adalah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia melepas kedua sandalnya dan melemparnya”[20]

    5. Tidak Duduk di atas Kuburan

    Larangan untuk duduk di atas kuburan ini disampaikan oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu.

    لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ، فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

    “Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur”[21]

    Baca juga: Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    6. Doakan Mayit Muslim

    Pada adab ini, kita bisa langsung melafalkan bacaan doa ziarah kubur singkat maupun lengkap. Sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Hanya saja pembacaan doa ini khusus untuk mayit muslim.

    Sedangkan mayit non muslim maka kita sebagai umat Islam dilarang untuk ikut mendoakannya.

    7. Tidak Boleh Menghadap Kuburan Saat Mendoakan

    Saat mendoakan mayit kita diperbolehkan untuk mengangkat tangan. Tetapi jangan sampai menghadap kuburan ketika mengirimkan doa. Bagi beberapa orang yang masih awam dan belum pernah melakukan ziarah kubur.

    Pasti bingung apa saja doa ziarah kubur yang wajib dibacakan. Ketika baru memulai dan masih bingung, maka kita bisa membacakan doa secara latin dan mengiramakan bacaan surat pendek sebagai pengantarnya.

    Larangan tidak boleh menatap kuburan saat berdoa ini mengikuti hadits dari Aisyah Radhiyallahu Anha ketika mengutus Barirah untuk mengikut Nabi saat pergi ke Baqi’ Gharqad.

    Barirah melihat bahwa Nabi mengangkat tangan saat mendoakan mereka dan hendaknya tidak menatap kubur karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang salat mengahadap kuburan.

    8. Dilarang Mengucapkan Al Hujr

    Menurut Imam An Nawawi rahimahullah bahwasanya Al Hijr merupakan ucapan bathil. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Syaikh Al Albani rahimahullah.

    Beliau mengatakan “Tidaklah samar lagi bahwa apa yang orang-orang awam lakukan ketika berziarah semisal berdo’a pada mayit, beristighotsah kepadanya, dan meminta sesuatu kepada Allah dengan perantaranya, adalah termasuk al hujr yang paling berat dan ucapan bathil yang paling besar. Maka wajib bagi para ulama untuk menjelaskan kepada mereka tentang hukum Allah dalam hal itu. Dan memahamkan mereka tentang ziarah yang disyariatkan dan tujuan syar’i dari ziarah tersebut”[23].

    9. Tidak Boleh Meratapi Mayit

    Nabi Muhammad SAW ketika melakukan kunjungan ke makam ibundanya dan membacakan ayat doa ziarah kubur juga pernah menangis. Hal ini bahkan membuat orang-orang disekitarnya ikut merasakan kesedihan dan menangis.

    Tetapi, Rasulullah menyampaikan bahwa jika sampai pada tahap meratapi mayit dan menangis secara histeris. Maka, hal tersebut menjadi haram hukumnya. 

    Oleh karena itu, mempelajari adab dan doa ziarah kubur orang tua maupun saudara sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi tindakan yang justru menimbulkan keharaman.

    Doa Ziarah Kubur

    Doa apa yang dibaca ketika ziarah kubur? Kita bisa membacakan doa sesuai sunnah yang telah ditetapkan berikut ini :

    Menurut Hadits Sulaiman bin Buraidah (HR. Muslim, no.975) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada sahabatnya ketika menuju kubur hendaknya membaca doa berikut :

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    Latin: ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIIN WAL MUSLIM, WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN, WA AS-ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH.

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

    Apabila, doa ziarah kubur ditujukan kepada orang tua. Hendaknya seorang anak menambah doanya dengan lafal :

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    Robbi ghfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaniy shaghiro.

    Artinya: “Ya Tuhan, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mendidik aku ketika aku masih kecil.”

    Tidak berhenti disitu saja, kita juga harus membaca doa ziarah kubur ketika telah berada di sisi kuburan :

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ يا أهْلَ القُبُورِ يغْفِرُ اللهُ لنا ولكُم أنتُم سلفُنا ونحن بالأثر

    As-salamu ‘alaikum ya ahlal-quburi yaghfirullah lana wa lakum antum salafuna wa nahnu bil-atsar.

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian, wahai penghuni kuburan. Semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian adalah pendahulu kami dan kami adalah pengikut kalian.”

    Hikmah Ziarah Kubur

    Meskipun paling sering dilakukan satu minggu sekali, nyatanya kegiatan ziarah kubur memiliki banyak sekali manfaat, antara lain :

    1. Mengingat Diri akan Kematian

    Hikmah dari ziarah kubur yang paling sering dirasakan adalah sebagai pengingat. Bahkan kehidupan setelah di dunia ini masih panjang. Apa yang terjadi di dunia ini setiap orang pasti akan bertemu dengan kematian.

    Lantas, apa yang harus dipamerkan kalau segala sesuatunya milik Allah? Hal ini akan membuat setiap orang fokus untuk memperbaiki ibadahnya.

    2. Memohonkan Ampunan Mayat

    Kedua, dengan berziarah hati kita akan semakin terketuk untuk lebih dekat dengan pencipta. Utamanya kelemahlembutan dari sisi manusia akan muncul. Sehingga timbul rasa ingin memohonkan ampun mayit kepada Allah SWT.

    3. Diampuni Dosanya

    Kita mungkin tidak sepenuhnya paham, bahwa Allah SWT juga akan mengampuni dosa-dosa orang yang berziarah kubur.

    Hal ini sesuai dengan sabda dari Rasulullah SAW dalam  HR Abu Hurairah :

    “Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan ia tercatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya”

    Nah, itulah beberapa adab dan juga doa ziarah kubur yang ternyata memiliki banyak sekali manfaat. Terutama untuk diri sendiri karena menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.

  • Bacaan dan Fadhilah Sholawat Nariyah 41x hingga 100x

    Bacaan dan Fadhilah Sholawat Nariyah 41x hingga 100x

    Fadhilah sholawat Nariyah 41x sangatlah besar. Untuk itu, sebagai umat muslim yang taat dianjurkan untuk membaca sholawat tersebut dengan konsisten.

    Seperti yang kita ketahui bahwa sholawat merupakan amalan yang pasti diterima oleh Allah SWT. Entah itu diamalkan dengan pamer atau secara ikhlas, amalan tersebut masih bisa diterima oleh Allah SWT.

    Hal tersebut merupakan salah satu keistimewaan dari bersholawat. Nah, sholawat Nariyah merupakan satu diantara banyaknya sholawat yang sering diamalkan oleh umat muslim Indonesia dan juga termasuk sholawat populer.

    Lantas, bagaimana bacaan dan fadhilah sholawat Nariyah 41x hingga 100x? Yuk, ikuti artikel berikut ini sampai habis untuk tahu jawabannya!

    Apa itu Sholawat Nariyah?

    Nariyah berasal dari bahasa Arab yaitu Naar yang artinya api. Jadi, menurut KH Husein Ilyas, Nariyah artinya adalah pendorong untuk cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

    Sholawat Nariyah yang asli diciptakan oleh ulama yang berasal dari Maroko bernama Syaikh Ahmad At-Tazi Almaghribi. Ada yang menyebut sholawat Nariyah dengan sholawat Taziyah, sholawat Tafrijiyah, dan sholawat Kamilah.

    Namun, sebagian ulama wilayah barat atau tepatnya di Maroko menamakan sholawat tersebut dengan sholawat Nariyah

    Hal tersebut dikarenakan ketika mereka mempunyai hajat yang penting atau menolak bala, mereka berkumpul bersama dalam satu majelis, kemudian membaca sholawat tersebut sebanyak 4444x dan terbukti hajat mereka segera terkabul.

    Di Indonesia sendiri sholawat Nariyah sering diamalkan saat musim haji, lebih tepatnya ketika keluarga mereka sedang berhaji biasanya meminta sanak saudara ataupun tetangga terdekat untuk minta bantuan membacakan sholawat Nariyah sebanyak 4444x.

    pengamalan tersebut biasanya dimaksudkan untuk meminta hajat berupa permintaan agar orang yang melaksanakan ibadah haji tersebut di Makkah diberi keselamatan, dijauhi dari bahaya dan dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat.

    Dalil Tentang Anjuran untuk Bersholawat

    Sebenarnya tidak ada dalil yang menganjurkan untuk mengamalkan sholawat Nariyah, namun terdapat ayat tentang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang tercantum di dalam surat Al Ahzab ayat 56, bunyinya adalah berikut ini:

    اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

    Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. (QS. Al Ahzab: 56).

    Bacaan Sholawat Nariyah

    Bacaan Sholawat Nariyah

    Berikut ini adalah bacaan Arab sholawat Nariyah beserta arti dan latinnya:

    اللهمَّ صلِّ صلاة كاملةً و سلمّ سلاماً تامّا على سيّدنا محمّدنِ الّذي تنْحلّ به العقدُ وتنفرجُ بهِ الكربُ وتُقْضَي بهِ الحوائجُ وتنالُ بهِ الرّغائبُ ِ و حسن الخواتم ويستسقى الغمامّ بوجهه الكريم وعلى آلهِ و صحبهِ فى كلِّ لمحةٍ و نفسٍ بعدد كلِّ معلومٍ لك

    Latin: Allahumma Shalli Sholatan  kaamilatan wasallim salaaman taamman ‘ala sayyidina muhammadinil ladzi tanhallu bihil uqadu watan fariju bihin qurabu watuqdho bihil hawaiju watunalu bihir raghoibu wahusnul khowatimi wayustasqol ghomamu biwajhihil karimi wa ‘ala alihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wanafasin bi’adadi kulli ma’lumil laka.

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan kesejahteraan yang paripurna kepada junjungan kami, Muhammad SAW, yang dengan perantaraan beliau itu dilepaskan semua ikatan, dilenyapkan segala kesusahan, ditunaikan segala kebutuhan, diperoleh segenap keinginan, dicapai akhir yang baik, dan diberi minum dari awan berkat wajahnya yang mulia, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, dalam setiap kejapan mata dan tarikan nafas,sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki.

    Baca juga: 7 Doa untuk Suami yang Sedang Bekerja agar Selamat dan Terhindar dari Kesulitan, Yuk Amalkan!

    Jumlah Bilangan dan Fadhilah Sholawat Nariyah 41x

    Sebenarnya, sholawat apa pun bisa diamalkan dalam jumlah bilangan berapa pun. Namun, memperbanyak jumlah bilangan sholawat jauh lebih utama dan berhak mendapatkan syafaat Rasulullah SAW.

    Nantinya, pengamal tersebut berhak menjadi orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW di akhirat kelak.

    Khusus untuk sholawat Nariyah, sebaiknya dilaksanakan sebanyak 41x secara rutin setiap hari. Tentunya akan mendapatkan banyak keutamaan.

    Imam Al Qurthubi memberikan penjelasan lebih lanjut tentang fadhilah sholawat Nariyah 41x, sebagai berikut:

    “Barang siapa membaca shalawat ini (al-Nariyah/al-Tafjiriyah) 41 kali, 100 kali atau lebih, Allah akan melapangkan kesulitannya, menghilangkan bebannya, memudahkan urusannya, menyenangkan menurut kadar imannya, meninggikan derajatnya, membaguskan keadaannya, meluaskan rejekinya, membukakan pintu-pintu kebaikan, dan melindunginya dari kehancuran sepanjang tahun, menyelamatkan dari musibah penderitaan dan, oleh semua makhluk, dan dikabulkannya segala doa.”

    Tentu saja, hal ini bisa menjadi salah satu sholawat yang berisikan doa untuk menemani kita selama berada di dunia.

    Selagi masih diberikan umur yang panjang dan diberi kesehatan, alangkah lebih baiknya mari perbanyak sholawat Nariyah. Setidaknya, sholawat ini dapat menjadi sarana bagi kita semua untuk meminta kepada Allah SWT agar hajat kita cepat dikabulkan oleh-Nya.

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    Tata Cara Pelaksanaan Sholawat Nariyah

    1. Membaca sholawat Nariyah sebanyak 4444 kali

    Jika kamu sedang mengalami kesusahan seperti kehilangan barang, dianjurkan untuk membaca sholawat Nariyah sebanyak 4444 kali. Dengan begitu, Insya Allah barang yang tadinya hilang akan segera kembali.

    2. Membaca sholawat Nariyah sebanyak 444 kali

    Supaya rezeki kamu lancar, dimudahkan untuk mencapai hajat yang besar dan dijauhkan dari gangguan yang jahat, bacalah sholawat Nariyah sebanyak 444 kali.

    3. Membaca sholawat Nariyah sebanyak 40 kali

    Membaca sholawat Nariyah sebanyak 40 kali rutin setiap hari dapat bermanfaat untuk memudahkan pekerjaan, menghilangkan segala macam kesusahan, menerangkan dan meluruhkan hati.

    4. Membaca sholawat Nariyah sebanyak 21 kali

    Jika kamu ingin terhindar dari musibah dan malapetaka apapun, kamu bisa membaca sholawat Nariyah sebanyak 21 kali setiap selesai sholat Subuh dan Maghrib.

    5. Membaca sholawat Nariyah sebanyak 11 kali

    Setelah menunaikan sholat wajib lima waktu dianjurkan untuk membaca sholawat Nariyah sebanyak 11 kali supaya dijauhkan dari musibah atau bala lahir dan batin.

    6 Keutamaan Membaca Sholawat

    Dirangkum dari berbagai sumber, berikut keutamaan sholawat secara umum bagi pembacanya:

    1. Menghilangkan kegelisahan

    Diawali dengan memuji nama Allah SWT dan dilanjutkan dengan membaca sholawat, maka hal tersebut bida terhindari dari rasa khawatir dan kegelisahan.

    Bahkan melantunkan sholawat, Allah SWT akan membantu menghilangkan rasa kebingungan dan kepanikan terhadap masalah yang sedang dihadapi.

    Jika kamu rutin membaca sholawat, hatimu pun akan menjad lebih damai dan tentram.

    2. Memberi keselamatan

    Selain menghilangkan kegelisahan, bagi siapa saja yang erring mengamalkan sholawat akan mendapatkan banyak pertolongan dan perlindungan dari segala macam marabahaya.

    Tak hanya itu, membaca sholawat juga dapat menghilangkan kesusahan, kesempitan dan hal-hal yang menyakitkan.

    3. Memberikan energi positif dan kebahagiaan

    Seorang umat muslim yang rutin membaca sholawat setiap hari, maka Allah SWT akan memberikannya ketentraman dan kebahagiaan yang senantiasa menyertainya.

    Dengan mengamalkan sholawat dapat membuat jiwa seseorang lebih tenang dan merasa bahagia. Jadi, kesimpulannya adalah amalan sholawat dapat menjadi salah satu cara agar mendapatkan kebahagiaan atas ridho dan pertolongan oleh Allah SWT.

    4. Pembuka rezeki tiada putus

    Allah SWT akan mengangkat derajat dan membukakan lebar pintu rezeki untuk siapa saja yang rajin membaca sholawat.

    5. Membuat masalah menjadi ringan dan menghilangkan kesedihan

    Jika kamu rutin membaca sholawat setiap hari niscaya mampu menghilangkan rasa sedih yang sedang dirasakan, meringankan masalah yang sedang dihadapi dan bisa terselesaikan dengan mudah. Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Jabir dan Ibnu Mundah, Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: “Siapa membaca selawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca selawat kepadaku 100 kali maka Allah akan menjabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat dan 30 di dunia. Dan hadis Rasulullah yang mengatakan; perbanyaklah selawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan.”

    6. Penawar penyakit hati dan yang menjangkiti badan

    Keutamaan yang terakhir adalah sholawat bisa dijadikan penawar penyakit hati dan penyembuh penyakit yang menjangkiti badan.

    Hal tersebut dikarenakan yang dapat menyembuhkan segala bentuk penyakit, entah itu penyakit badan ataupun hati adalah hanya Allah SWT.

    Adapun dengan rutin membaca sholawat setiap hari merupakan bentuk wasilah kepada Nabi Muhammad SAW agar Allah SWT mengabulkan doa dan menyembuhkan segala penyakit.

  • Doa Setelah Sholat Tahajud yang Mustajab: Arab, Latin dan Tata Caranya

    Doa Setelah Sholat Tahajud yang Mustajab: Arab, Latin dan Tata Caranya

    Setiap manusia pasti memiliki keinginan atau hajat. Bagi seorang muslim yang ingin segala keinginannya terpenuhi, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengerjakan sholat di sepertiga malam serta amalan penyempurnanya yakni doa setelah sholat Tahajud.

    Doa merupakan ungkapan hati serta sebagai sarana dialog pribadi antara hamba dengan Tuhan-Nya.  Melalui doa, seseorang dapat berkomunikasi dan merasakan kedekatan dengan Allah SWT, memohon pertolongan-Nya dan meminta petunjuk-Nya dalam setiap aspek kehidupan.

    Doa setelah sholat Tahajud sendiri juga menjadi penutup dari serangkaian ibadah malam yang dilakukan, dimana seorang muslim menyandarkan harapan, meminta permohonan dan berserah diri kepada Allah SWT.

    Untuk mengetahui urutan serta tata cara sholat Tahajud yang benar, mari simak artikel di bawah ini.

    Tata Cara Sholat Tahajud yang Benar

    Sebelum mengetahui bacaan doa setelah sholat Tahajud serta dzikir penyertanya, ada baiknya kita mengetahui tata cara sholat Tahajud yang benar.

    Sebelum mengetahui urutan tata cara sholat Tahajud, berikut niat yang perlu dilafalkan di dalam hati.

    اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.

    Artinya: “Aku niat salat sunah Tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

    Berikut urutan tata cara sholat Tahajud yang benar:

    Rakaat Pertama

    • Membaca niat di dalam hati
    • Mengucapkan takbir
    • Membaca doa Iftitah (sunnah)
    • Membaca surah Al-Fatihah (wajib dibacakan)
    • Membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an yang dikuasai
    • Rukuk dan membaca doa rukuk
    • I’tidal dan membaca doa i’tidal
    • Sujud pertama dan membaca doa sujud
    • Duduk di antara 2 sujud dan membaca doanya
    • Sujud kedua dan membaca doa sujud
    • Berdiri kembali untuk melanjutkan ke rakaat kedua

    Rakaat Kedua

    • Membaca surah Al-Fatihah (wajib dibacakan)
    • Membaca salah satu surah dalam Al-Qur’an yang dikuasai
    • Ruku dan membaca doa rukuk
    • I’tidal dan membaca doa iktidal
    • Sujud pertama dan membaca doa sujud
    • Duduk di antara 2 sujud dan membaca doanya
    • Sujud kedua dan membaca doa sujud
    • Tahiyat akhir dan membaca doa tahiyat akhir
    • Gerakan salam
    • Doa setelah sholat tajahud

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tahajud  yang Mustajab

    1. Membaca Istighfar 3x

     أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Astaghfirullaahal-Adziim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwalhayyul-Qayyuum, Wa Atuubu Ilaiih.

    Artinya : “Saya mohon ampun kepada allahyang maha besar, tidak ada tuhan melainkan dia, yang maha hidup yang terus-menerus mengurus makhluknya, dan saya bertobat kepadanya.”

    Baca juga: Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    2. Membaca Laa Ilaaha illallah

     لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر

    “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syai-in qodiir.

    Artinya: Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    3. Membaca Tasbih, Tahmid, Tahlil  dan Takbir

    Lanjutkan dengan membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali. Berikut bacaanya:

    سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah. Dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Mahabesar, dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah,”

    4. Membaca Sayyidul Istighfar

     اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتِنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلِيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

    Allahumma anta rabbii laa ilaha Illa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika, wawa’dika mas tatho’tu, a’dzubika min syarri maa shona’tu, abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abu u bidzanbi faghfirli  fainnahu laa yaghfiru dzunuuba Illa anta.

    Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tiada tuhan selain Engkau. Engkau-lah yang telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku tetap pada ikatan-Mu dan perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui dosaku kepada-Mu, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku. Maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau”.

    5. Membaca Doa Setelah Sholat Tahajud

    Setelah selesai membaca dzikir, diriwayatkan dalam hadis Bukhori, seorang muslim dianjurkan untuk membaca doa tersebut:

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

    Nah, Itulah urutan tata cara sholat Tahajud yang benar serta doa setelah sholat Tahajud yang mustajab untuk diketahui.

    Semoga bermanfaat ya. Assalamualaikum wr. Wb.

  • Kumpulan Doa Pelunas Hutang dan Amalan Pembuka Pintu Rezeki

    Kumpulan Doa Pelunas Hutang dan Amalan Pembuka Pintu Rezeki

    Seseorang yang berhutang wajib hukumnya untuk membayar hutang tersebut. Hal ini yang terkadang membuat orang gundah terlebih lagi mereka sedang kesulitan finansial. Oleh karena itu, kita bisa membaca doa pelunas hutang.

    Seperti yang kita ketahui jika orang memiliki hutang tentu hidupnya merasa tidak tenang atau sering gundah. 

    Hal ini tentu saja dikarenakan ada beban pikiran di setiap harinya terkait bagaimana cara agar bisa membayar hutang atau melunasinya.

    Kumpulan Doa Pelunas Hutang

    Doa pelunas hutang alangkah baiknya kita baca tiap hari apabila sedang terlilit hutang. Cara ini menjadi ikhtiar dalam melakukan pelunasan hutang agar segera terbayarkan. 

    Selain itu, tentunya kita juga berharap semoga Allah SWT melancarkan rezeki.

    Rasulullah SAW dalam sabdanya juga telah mengajarkan amalan pelunas hutang ini kepada para sahabatnya. Hal ini tentunya agar umat yang mengikuti sampai akhir zaman bisa melunasi hutang dengan cara yang halal alias tidak menyimpang.

    Sebab di dalam ajaran agama Islam, hutang tentunya diperbolehkan asal memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Pasalnya, ketentuan dalam berhutang yang baik sesuai ajaran agama sudah tertuang lengkap di fiqih muamalah.

    Setelah memahami tata cara berhutang yang baik dan benar, maka selanjutnya kita bisa mengamalkan doa pelunas hutang ini agar semakin dimudahkan dalam membayar kewajiban sesama manusia.

    1. Doa Pelunas Hutang dari Riwayat Muslim

    Doa Pelunas Hutang dari Riwayat Muslim

    Dalam melunasi hutang kita dituntut untuk bekerja secara keras terlebih lagi jika jatuh tempo dari perjanjian awal sudah dekat. Hal ini agar seseorang bisa membayar hutang tanpa melewati masa jatuh tempo sesuai kesepakatan.

    Tentunya kerja keras ini harus dilakukan dengan cara yang halal tanpa melanggar syariat agama. Karena pada hakikatnya, membayar hutang merupakan kewajiban dan dalam Islam diperbolehkan apabila memang dalam kondisi terdesak.

    Oleh karena itu, jika seseorang sedang mengalami kondisi sulit finansial dan memilih untuk berhutang, maka dianjurkan untuk membaca doa pelunas hutang agar dimudahkan Allah SWT dalam mendapatkan rezeki.

    Adapun amalan doa yang bisa kita baca agar dimudahkan dalam melunasi hutang, yakni:

    اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

    Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqul habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta akhidzun binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal akhiru falaysa ba’daka syaiun, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

    Artinya: “Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. 

    Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk kuasa Allah). 

    Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. 

    Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah hutang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim No. 2713)

    Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan doa di atas.

    Baca juga: 2 Doa Sebelum Tidur dan Amalan Sunnah Nabi Muhammad SAW (Panjang & Pendek)

    2. Doa Melunasi Hutang Sepenuh Gunung

    Banyak dari kita yang mungkin memiliki hutang dalam jumlah yang banyak hingga apabila diilustrasikan seperti sepenuh gunung. Banyaknya hutang ini tentunya diluar kemampuan finansial yang mungkin sedang dialami oleh seseorang tersebut.

    Namun, kita sebagai orang yang berhutang tetap diwajibkan untuk membayar. Meski terasa sulit, maka bisa menyertakannya dengan doa yang telah disabdakan oleh Rasulullah kepada sahabatnya, yakni Ali bin Abi Thalib RA.

    Doa pelunas hutang segunung dari rasulullah ini mengajarkan kita untuk membaca dan mengamalkannya apabila memiliki hutang yang banyak, maka Allah akan memudahkan untuk melunasinya.

    Berikut ini doa yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk melunasi hutang:

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak

    Artinya:

    “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi No. 3563)

    3. Doa Melunasi Hutang- Gunung Uhud

    Doa pelunas hutang selanjutnya yang bisa kita amalkan adalah bacaan ketika Rasulullah bersabda kepada Mu’adz RA. Bacaan doa supaya bisa membayar hutang dengan cara tak terduga ini membantu kita untuk tetap tegar dan berusaha.

    Jika hidup yang dirasakan mulai terasa berat karena dikejar hutang yang tidak kunjung selesai, solusinya adalah jangan khawatir. 

    Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya tentang satu doa terkait melunasi hutang walau sebesar gunung uhud.

    Hal paling utama dari memanjatkan doa ini adalah keyakinan kita terhadap kemampuan Allah SWT dalam membantu hamba-Nya untuk melunasi hutang. Selain itu, kita juga tidak lalai atau secara sengaja untuk tidak membayarnya.

    Berikut ini doa yang rasulullah ajarkan kepada sahabat terkait melunasi hutang seperti gunung Uhud:

    اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا تُعْطِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُمَا وَتَمْنَعُ مَنْ تَشَاءُ, اِرْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِيْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

    Allahumma Malikal mulki tu’til mulka man tasya’ wa tanzi’ul mulka mimman tasya’ wa tu’izzu man tasya’ wa tudzillu man tasya’ biyadikal khair, innaka ‘ala kulli syain qadir.  Rahmanad Dunya wal Akhirati wa Rahimuha tu’thihuma man tasya’ wa tamna’u man tasya irhamni rahmatan tughnini biha ‘an rahmati man siwaka.

    Artinya: “Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Engkau) Yang Maha pengasih di dunia dan akhirat, dan Yang Maha penyayang di dua negeri tersebut. Engkau memberi dari keduanya kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cegah orang yang Engkau kehendaki.  Kasihilah aku dengan rahmat-Mu; di mana Engkau jadikan aku cukup dengannya dengan tidak membutuhkan kasih sayang dari siapapun selain Engkau.” (HR. At Thabrani)

    Baca juga: Doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an ketika Dibakar dan Meminta Keturunan

    4. Doa agar Terlepas dari Sulitnya Hutang

    Seperti yang kita ketahui bahwasanya orang yang berhutang tentunya sedang mengalami kondisi finansial yang sulit. Namun, jika berada di kondisi yang terdesak dan memiliki niat dan tekad untuk membayarnya, maka hal ini diperbolehkan.

    Terlepas dari itu, banyak saudara kita yang memiliki hutang dalam nominal yang besar sehingga mereka kesulitan dalam membayarnya. Padahal, secara agama hutang merupakan kewajiban yang harus dibayarkan.

    Oleh karena itu, jika merasa sulit dalam membayar hutang tersebut, kita dianjurkan untuk membaca doa ini sembari berusaha mencari rezeki agar selalu dilapangkan dan dilimpahkan oleh Allah SWT.

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

    Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom

    Artinya:

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan sulitnya utang”. (HR. Bukhari No. 2397 dan Muslim No. 5)

    5. Doa Memohon Kemudahan Membayar Hutang

    Doa Memohon Kemudahan Membayar Hutang

    Setelah membaca beberapa doa membantu melunasi hutang diatas, tentunya bisa kita sertakan doa lainnya untuk meminta kemudahan kepada Allah SWT dalam membayar hutang. 

    Pasalnya, hutang yang dimiliki oleh seseorang wajib hukumnya untuk dibayar.

    Adapun doa yang bisa kita panjatkan dalam meminta kemudahan untuk membayar hutang ini, yaitu:

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah”. (HR. Ibnu Hibban No. 255)

    6. Doa Dipermudah Urusan Dunia dan Akhirat

    Cara lainnya yang bisa kita panjatkan untuk doa pelunas hutang adalah dengan membaca doa agar dimudahkan dalam urusan dunia dan akhirat. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah bahwa hutang akan dipertanggungjawabkan.

    “Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, seandainya ada seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian ia dihidupkan lagi, lalu terbunuh lagi. 

    Kemudian dihidupkan lagi dan terbunuh lagi, sedang ia memiliki utang, sungguh ia tidak akan masuk surga sampai hutangnya dibayarkan.” (HR Nasa’i).

    Baik itu dunia maupun diakhirat, karena itu sudah semestinya kita untuk segera melunasi hutang agar urusan apapun yang ada di dunia atau akhirat dipermudah. Di bawah ini doa yang bisa kita panjatkan pada Allah SWT.

    اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

    Alloohumma ashlih lii diiniilladzii huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma’aasyii, wa ash-lih lii aakhirotiillatii fiihaa ma’aadii, waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj’alil mauta roohatan lii min kulli syarrin.

    Artinya:

    “Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! 

    Jadikanlah -ya Allah- kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan”. (HR. Muslim No. 2720)

    Dzikir Pelunas Hutang

    Tidak hanya doa pelunas hutang, dzikir juga menjadi ikhtiar kita dalam mengatasi diri yang sedang terlilit hutang. Seperti yang kita ketahui adanya rasa khawatir akan hutang tersebut menjadikan seseorang mudah untuk berpaling dari jalan yang lurus.

    Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan dzikir agar selalu mengingat Allah SWT. Selain itu, mengucapkan dzikir juga menjadi motivasi bagi diri untuk selalu tegar dan perusahaan dalam melunasi hutang tersebut.

    Berikut ini 5 dzikir pelunas hutang yang bisa kita amalkan agar hidup selalu tentram sembari berusaha untuk melunasi hutang.

    1. Bacaan Dzikir Pertama

    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

    Hasbunallah wani’mal-wakil, ni’mal-maula, wani’man-nashir.

    Artinya:

    “Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami, sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami.”

    2. Bacaan Dzikir Kedua

    Selanjutnya dzikir yang kedua ini sangat dianjurkan untuk kita baca pada waktu pagi dan petang atau sore hari secara rutin sebagai bentuk amalan.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl.

    Artinya:

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran. 

    Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan tekanan orang-orang.”

    3. Bacaan Dzikir Ketiga

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

    Artinya:

    “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi No. 3563)

    4. Bacaan Dzikir Keempat

    وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

    Wa may yattaqillāha yaj’al lahụ makhrajā wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrā.

    Artinya:

    “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. 

    Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (kebutuhan)-nya. Sesungguhnya Allah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. At Talaq ayat 2 dan 3).

    5. Bacaan Dzikir Kelima

    اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَمَشَقَّةٍ وَلاَضَيْرٍ وَلاَنَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    Allahumma innii as’aluka antarzuqunii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’abin walaa musyaqqotin walaa dhairin wala nashabin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

    Artinya:

    “Ya Allah, aku minta kepada-Mu akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tanpa kesukaran dan kemelaratan dan tanpa keberatan dan sesungguhnya Engkau maha atas segala sesuatu.”

    Membaca dzikir ini tentunya berharap agar dimudahkan oleh Allah SWT dalam mencari rezeki untuk melunasi hutang-hutang. Kita sebagai manusia tentunya tetap harus berusaha sembari berikhtiar kepada Allah dengan berbagai cara.

    Hutang merupakan suatu kewajiban yang harus dibayar sesuai kesepakatan. 

    Bagi kita umat Islam yang merasakan kesulitan dalam membayar hutang, maka dapat membaca doa pelunas hutang serta berdzikir pada Allah agar semakin dimudahkan.

  • Doa Pengantin Baru Setelah Ijab Kabul Sesuai Sunnah, Catat ya!

    Doa Pengantin Baru Setelah Ijab Kabul Sesuai Sunnah, Catat ya!

    Berbicara pernikahan bukan hanya berbicara tentang menyatukan dua perasaan saja. Namun, tentang janji sehidup semati karena Allah SWT. Sebab menikah merupakan ibadah seumur hidup.  Dengan begitu, perlu ada doa pengantin baru.

    Melalui doa yang kita panjatkan inilah, semoga Allah SWT selalu senantiasa melindungi pernikahan tersebut dari godaan syaitan.

    Tentunya ada berbagai doa yang bisa kita panjatkan termasuk doa untuk pengantin baru setelah akad nikah.

    Doa Pengantin Baru setelah Akad Nikah

    Menikah dalam ajaran Islam merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang mempunyai banyak keutamaan. Selain berikhtiar menggenapkan separuh agamanya, menikah juga bisa membentengi seseorang dari perbuatan zina.

    Maka, alangkah baiknya kita membaca doa pengantin baru setelah ijab kabul dengan niat karena Allah SWT. Karena doa ini merupakan bentuk ikhtiar batin untuk pengantin baru agar selalu diberikan keberkahan dalam pernikahannya.

    1. Doa Pengantin Baru setelah Akad Nikah yang Pertama

    Doa Pengantin Baru setelah Akad Nikah yang Pertama

    Ada banyak doa untuk pengantin baru setelah akad nikah yang bisa kita panjatkan, salah satunya doa pertama ini untuk memohon kepada Allah agar mendapatkan keturunan, keberkahan serta terhindar dari godaan syaitan.

    اًللَّهُمَّ بِأَمَانَتِكَ أَخَذْتُهَا وَبِكَلِمَاتِكَ اِسْتَحْلَلْتُ فَرْجَهَا، فَإِنْ قَضَيْتَ لِي مِنْهَا وَلَدًا فَاجْعَلْهُ مُبَارَكًا سَوِيًّا وَلاَتَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ شَرِيْكًا وَلاَنَصِيْبًا 

    Allaaahumma biamaaanatika akhattuhaa, wa bikalimaaatika istahlaltu farjahaaa, fain qain qadhayta lii minhaa waladan faj’alhu mubaarakan syawiyyaa, walaa taj’al lissyaithaani fiihi syariikan walaa nashibaa

    Artinya: “Ya Allah, dengan amanat-Mu ku jadikan ia istriku dan dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan bagiku kehormatannya. Jika Kau tetapkan bagiku memiliki keturunan darinya, jadikan keturunanku keberkahan dan kemuliaan dan jangan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya.”

    Baca juga: 5 Doa Meminta Jodoh dan Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

    2. Doa Kedua

    Doa untuk pengantin baru selanjutnya ada pada surah Al-Quran tepatnya Surat Ar-Rum ayat 21. Ayat ini merupakan salah satu doa yang bisa kita panjatkan untuk pasangan pengantin baru agar mempunyai rumah tangga yang baik.

    وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

    Wa min ayatihi an khalaqa lakum min anfusikum azwajal litaskunu ilaiha wa ja’ala bainakum mawaddataw wa rahmahtan, inna fi zalika la’ayatil liqaumiy yatafakkarun

    Artinya: “Di antara tanda-anda kebesaran-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenis dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. 

    Dia menjadikan diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.”

    3. Doa Ketiga

    Tidak hanya itu saja, kita juga bisa membaca doa pengantin baru ini untuk selalu ditanamkan kerukunan, terhindar dari perpisahan, dan dicukupi bekal dalam hidup dunia akhiratnya.

    ‎اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الْعَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا مَعْصُوْمًا وَأَلْقِ بَيْنَهُمَا أُلْفَةً وَقَرَارًا دَائِمًا وَلَا تَجْعَلْ بَيْنَهُمَا فِرْقَةً وَفِرَارًا وَخِصَامًا وَاكْفِهِمَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ 

    Allahummaj’al hadzal ‘aqda ‘aqdan mubarakan ma’shuman wa alqi bainahuma ultafatan wa qararan daiman wa la taj’al bainahuma firqaran wa firaran wa khishaman wakfihima mu’natad dunya wal akhirah

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah akad ini sebagai ikatan yang diberkahi dan dilindungi, tanamkan di antara keduanya kerukunan dan ketetapan yang langgeng. 

    Jangan Engkau jadikan di antara keduanya perpecahan, perpecahan dan permusuhan, dan cukupi keduanya bekal hidup di dunia dan akhirat.”

    4. Doa Keempat

    Keempat ada doa untuk pengantin baru untuk memohon kepada Allah SWT agar tercurahkan kebaikan dari perkumpulan kedua pasangan tersebut. Berikut doa yang bisa kita lafalkan:

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ. بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِيْ صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

    Barakallahu laka wa jama’a bainakuma fi kahirin. Barakallahu likulli wahidin minkuma fi shahibihi wa jama’a bainakuma fi khairin

    Artinya: Berkah Allah semoga tercurahkan bagimu. Dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. 

    Berkah Allah semoga tercurahkan bagi masing-masing kalian berdua atas pasangannya, dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.”

    5. Doa Setelah Akan Nikah yang Kelima

    Berikutnya ada doa pengantin baru barakallah untuk meminta keberkahan bagi pengantin pria dan wanita. Doa ini mungkin saja sudah masyhur di telinga kita. Berikut lafal doanya:

    ‎بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ  

    Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Dawud No. 2130)

    Baca juga: Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Pendek, Panjang, Arab & Latin

    6. Doa Keenam

    Doa pengantin baru bahasa arab ini bisa dibaca oleh seorang suami. Suami bisa membaca lafal doa ini setelah mengucapkan akad nikahnya. Berikut lada doa yang bisa suami baca:

    ‎اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذَ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ  

    Allaahumma inni as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau tentukan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan yang Engkau tentukan kepadanya.”

    7. Doa Ketujuh

    Ketujuh, ada doa pengantin baru yang bisa dibaca oleh setiap pasangannya. Bacaan doa untuk pengantin baru ini terdapat dalam surat Al-Quran, tepatnya pada surat Al-Mumtahanah ayat 12.

    Berikut bacaan doa untuk pengantin baru:

    يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Yaayuha alnabiu aidha ja ‘ak almuminat yubayienak ala aan laa yushrikna billah shaya wala yasriqna wala yaznin wala yaqtulna aawladahuna wala yatin bibuhtan yaftarinah bayrn aaydihina waarjulihina wala ya’sinak fi ma’ruf fabayi’huna,

    wastagfir lahuna allh aina allh ghafur rahim.

    Artinya: “Wahai Nabi! Apabila wanita yang mukmin datang kepadamu untuk mengadakan baiat janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina.

    Tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik.

    Maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. “ (QS. Al-Mumtahanah ayat 12)

    8. Doa Kedelapan

    Berikutnya ada doa pengantin baru sesuai sunnah yang berasal dari surat dalam Al-Quran, tepatnya surat Al-Maidah ayat 114. Doa tersebut  untuk meminta kelancaran rezeki dalam kehidupan pernikahan.

    اللّٰهُمَّ رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Allahumma rabbanaa anzil alaina maaidatamminassamaaa’I takuunu lana iidalli’aqolina wa’akhirina wa’ayatamminka wa’urzukna wa’anta khoirurroziqin

    Artinya: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit yang hari turunnya akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau.

    Beri rezeki lah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama.” (QS. Al-Maidah ayat 114)

    9. Doa Kesembilan

    Sebenarnya masih banyak doa-doa lain untuk pengantin baru. Akan tetapi, doa kesembilan ini merupakan doa yang kita pelajari terakhir dalam artikel.

    اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ اٰدَمَ وَحَوَّاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَسَارَةَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ سَيِّدَنَا يُوْسُفَ وَزُلَيْخَاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ الْكُبْرَى وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا عَلِيِّ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءَ  

    Berikut doa pengantin baru yang bisa kita baca:

    Allahumma allif bainahuma kama llafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahuma kama allafta sayyidina Ibrahim wa Sarah, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina 

    Yusuf wa Zulaikha, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatina Khadijatal kubra, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina ‘Aly wa sayyidatina Fatimah az-Zahra

    Artinya: “Ya Allah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Adam dan Hawa, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Ibrahim dan Sarah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha.

    Rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallama dan Khadijah Al-Kubra, dan rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Ali dan Fatimah Az-Zahra.”

    Itulah beberapa doa pengantin baru yang bisa kita baca dengan niat baik karena Allah SWT. Dengan adanya doa tersebut, semoga Allah selalu melindungi kita semua dari panasnya api neraka dan memberkahi hidup kita semua.

  • 6 Doa untuk Suami yang Sedang Sakit, Yuk Amalkan!

    6 Doa untuk Suami yang Sedang Sakit, Yuk Amalkan!

    Istri menjadi orang paling penting merawat suaminya, saat suami sedang sakit. Selain memberikan perawatan, istri dianjurkan melakukan ikhtiar lainnya dengan memanjatkan doa untuk suami yang sedang sakit.

    Sebab bagi seorang Muslim, tiada daya upaya yang terbaik, kecuali saat mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. Selain itu, pada dasarnya, sakit merupkan ujian keimanan seorang hamba.

    Bahkan, hal ini turut dijelaskan dalam suatu hadits Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bisa sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah SWT.” (HR. Muslim)

    Ingin tahu, apa saja bacaan doa untuk suami yang sedang sakit? Simak uraiannya berikut ini.

    Bacaan Doa untuk Suami yang Sedang Sakit

    Berdoa adalah sarana berkomunikasi kepada Allah SWT untuk meminta atau memohon pertolongan kepada Allah SWT mengenai apa pun yang ada di dunia. Sebagaimana doa untuk suami yang sedang sakit.

    Sebagai seorang istri yang shalihah, tentu sudah sepatutnya untuk mendoakan seorang suami dalam keadaan apa pun. Melalui doa itulah, seorang istri bisa menyampaikan keinginan kepada Sang Maha Pencipta dengan harapan apa yang dipanjatkan akan segera terkabul.

    Doa istri yang salihah menjadi salah satu doa yang mustajab, sebagaiman apernah disabdakan Rasulullah SAW,

    “Sesungguhnya doa yang segera dikabulkan adalah doa seorang istri kepada suaminya yang tidak berada di tempat yang sama atau saling berjauhan.” (HR. Tirmidzi)

    Oleh sebab itu, berdoalah niscaya Allah tidak akan membuat kita pulang dengan tangan kosong tanpa pertolongan-Nya. Sebab Allah SWT adalah sebaik-baiknya Pemberi. Adapun beberapa bacaan doa untuk suami yang sedang sakit, sebagai berikut:

    1. Doa Rasulullah untuk Keluarganya

    Seorang istri dapat melafalkan doa untuk suami yang sedang sakit sesuai dengan yang Rasulullah ajarkan dalam meminta kesembuhan untuk keluarganya, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA.

    Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

    Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh.

    Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,”.

    Baca juga: 7 Doa untuk Suami yang Sedang Bekerja agar Selamat dan Terhindar dari Kesulitan, Yuk Amalkan!

    2. Doa dengan Rukiah

    Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW membaca ini ketika merukiah seorang sahabat. Bacaan doa ini bisa digunakan sebagai doa untuk suami yang sedang sakit, sebagai salah satu ikhtiar untuk kesembuhannya.

    Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

    Artinya: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu.Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau,”

    3. Doa Sebanyak Tujuh Kali

    Doa untuk suami yang sedang sakit selanjutnya dari Abu Dawud dan At-Tirmidzi yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan baca doa berikut ini sebanyak tujuh kali di hadapan orang yang sakit.

    Dengan melafalkan doa ini, diharapkan agar Allah SWT sudi mengangkat penyakit yang diderita orang tersebut.

    As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka,

    Artinya: “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu,”

    4. Doa dengan Menyebutkan Nama yang Sakit

    Ikhtiar lainnya sebagai doa untuk suami yang sedang sakit dengan menyebutkan langsung suami yang sedang sakit.

    Hal ini dilakukan juga oleh Rasulullah SAW saat menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash sebagaimana riwayat Muslim. Istri bisa mengganti nama Sa’dan dengan nama suami.

    Allāhummasyfi Sa‘dan. Allāhummasyfi Sa‘dan. Allāhummasyfi Sa‘dan,

    Artinya: “Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad,”

    5. Doa untuk Banyak Penyakit

    Bacaan doa ini digunakan Rasulullah SAW sebagai alternatif untuk berbagai penyakit. Lafal berikut ini dibaca oleh Rasulullah SAW ketika beliau menjenguk seorang badui yang menderita demam.

    Sebagai riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA.

    Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu,

    Artinya: “(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah,”.

    Baca juga: Hukum Suami Meninggalkan Istri Tidur Sendiri, Sudah Tahu?

    6. Doa Meminta Ampunan dari Dosa

    Sebagai ikhtiar lainnya, selain melafalkan doa meminta kesembuhan. Seorang istri juga dapat menyertakan doa meminta pengampunan dosa dan perlindungan agama dan raga untuk suami yang sedang sakit.

    Doa ini dibacakan oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk sahabatnya, Salman Al-Farisi RA sebagaimana riwayat Ibnu Sunni.

    Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika

    Artinya: “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia,”

    Ragam Hikmah Ketika Alah Berikan Sakit

    Setelah mengetahui beberapa bacaan doa untuk suami yang sedang sakit. Kita dapat mencoba mempraktikkannya dengan niat semata-mata hanya ingin berserah dan meminta pertolongan pada yang Maha Besar.

    Dilain hal, kita juga perlu selalu berhusnudzon terhadap segala sesuatua yang Allah tetapkan. Oleh sebab penyakit pun memiliki hikmah dibaliknya.

    Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya” (HR Bukhari)

    Adapun berikut ini beberapa hikmah yang bisa dipetik saat sedang sakit, yaknil:

    1. Sabar Ketika Sakit

    Hikmah yang akan selalu seorang muslim rasakan yakni luasnya sabar. Sebab, penyakit adalah suatu ujian keimanan dari Allah SWT bagi hamba yang dipilih-Nya.

    Salah satu ciri sabar yang dapat kita rasakan ketika diuji adalah, menerima segala ketetapannya dan tidak takut dan goyah meski terasa beras sekalipun. Sebab, kita akan berprasangkan baik pada segala yang Allah beri.

    Hal ini turut dijelaskan dalam suatu hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda,

    “Sungguh menakjubkan perkara seorang yang beriman! Sungguh, segala urusannya merupakan kebaikan, dan ini tak akan terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika ia memperoleh kegembiraan, ia bersyukur sehingga itu menjadi kebaikan baginya. Jika ia mendapatkan kesusahan, ia bersabar sehingga itu menjadi kebaikan baginya” (HR Muslim).

    2. Menghapus Dosa-dosa

    Bagi seorang Muslim, datangnya suatu penyakit akan menjadi sebab pengampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat sebelumnya. Hal ini dijelaskan Rasulullah SAW dalam sabdanya,

    “Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus-menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesukaran yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya” (HR Muslim).

    Dalam hadits lainnya disebutkan, bahwa Rasulullah SAW berpesan, “Janganlah engkau mencaci-maki penyakit demam karena sungguh (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam, sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.”

    Selain itu, perlu kita ingat bahwa penyakit mungkin merupakan bentuk rahmat Allah untuk hamba-Nya yang terpilih. Sehingga seorang mukmin pun hendaknya berpintropeksi diri atas segala hal yang telah dilalui sebelumnya.

    Ingatlah firman-Nya dalam surah asy-Syuura ayat 30. Terjemahannya, “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).”

    3. Menyambung Silaturahim

    Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang menjenguk saudaranya yang Muslim (yang sakit), (seakan-akan) ia berjalan sambil memetik buah-buahan surga sehingga ia duduk. Jika sudah duduk, diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Bila menjenguknya pada pagi hari, 70 ribu malaikat mendoakannya agar mendapat rahmat hingga sore tiba. Bila menjenguknya pada sore hari, 70 ribu malaikat mendoakannya agar diberi rahmat hingga pagi tiba.”

    Hadits di atas dapat dimaknai sebagai anjuran untuk selalu menjaga tali silaturahim. Ketika menjenguk orang yang sakit otomatis hal ini sebagai bentuk menjaga silaturahim yang bisa dilakukan oleh seorang muslim.

    Nah itu dia beberapa bacaan doa untuk suami yang sedang sakit. Meski demikian, istri boleh saja berdoa dengan berbahasa yang lebih mudah. Sebab sejatinya berdoa adalah bentuk komunikasi kepada Allah SWT, dalam bentuk apa pun.

  • Belum Tahu MasyaAllah Tabarakallah Artinya Apa? Cek di Sini

    Belum Tahu MasyaAllah Tabarakallah Artinya Apa? Cek di Sini

    Pastinya di antara kita semua sudah sangat familiar dengan kalimat Masyaallah Tabarakallah. Secara ringkasnya, kalimat tersebut merupakan ungkapan rasa kagum atas ciptaan Allah SWT. Lalu, Masyaallah Tabarakallah artinya apa?

    Mencari tahu artinya secara mendalam merupakan langkah terbaik yang perlu kita lakukan sebelum menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebab ungkapan ini akan menjadi bentuk keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT.

    Arti Masyaallah Tabarakallah

    Arti Masyaallah Tabarakallah

    Sebelum memahaminya menjadi sebuah kalimat yang utuh yaitu Masyaallah Tabarakallah, ada baiknya kita artikan secara terpisah-pisah sendiri. Hal ini bertujuan agar kita lebih memahami dengan baik atas apa yang kita ucapkan.

    Adapun pemaparan lengkap mengenai arti Masyaallah Tabarakallah yaitu sebagai berikut:

    1. Arti Masyaallah

    Dalam Al-Quran arti Masyaallah terdapat pada banyak tempat, salah satunya dalam Surat Al-Kahfi ayat 39. Kalimat ini terdiri dari dua kata yaitu Masya dan Allah yang keduanya mempunyai fungsi sebagai predikat dan kata benda.

    Untuk fungsi predikatnya Masya Allah mempunyai arti inilah yang dikehendaki Allah. Sementara untuk kata bendanya, Masya Allah artinya apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi.

    Hal tersebut diambil dari Surat Al-Kahfi ayat 39 yang artinya, “Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu ‘Maasyaallaah, Laa Quwwata Illa Billah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah), sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.”

    Dengan demikian,  biasanya tujuan pengucapan Masyaallah yaitu untuk memuji kebesaran Allah SWT. Sebab kita takjub dengan apa yang sudah Allah SWT ciptakan baik di muka bumi, alam ghaib, dan lainnya.

    Baca juga: Apakah Merokok Membatalkan Puasa? Ini Kata 4 Mazhab

    2. Arti Tabarakallah

    Setelah mengetahui arti Masyaallah dan sebelum memahami arti Masyaallah Tabarakallah adalah, kini selanjutnya memahami arti Tabarakallah. 

    Al-Quran telah menjelaskan bahwa arti Tabarakallah yaitu Maha Suci, Maha Berkah, dan Maha Tinggi.

    Tabarakallah yang berasal dari bahasa Arab ini mempunyai arti Allah Maha Berkah, sekaligus juga bentuk pujian yang diperuntukan untuk Allah SWT. Lebih rincinya lagi, Allah SWT telah berfirman dalam Surat Al-A’Araf ayat 54.

    Surat Al-A’raf ayat 54 tersebut yang artinya, “Maha Berkah Allah, pemelihara sekalian alam.” Dan menurut sunnah Rasulullah SAW, beliau mengucapkan Tabarakallah ketika ingin mendoakan seseorang.

    Sebab biasanya kalimat ini bertujuan untuk mendoakan seseorang agar diberikan tambahan kebaikan. Sehingga, kurang tepat jika kalimat ini diucapkan untuk memuji saat merasa terpukau akan sesuatu hal tidak atas nama Allah.

    Selain di Surat Al’Araf ayat 54, Tabarakkalah juga ada pada Surat Al-Furqan ayat 1 yang artinya, “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Furqon (Al-Quran) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).”

    Dan juga terdapat dalam Surat Al-Mulk ayat 1 yang artinya, “Maha Suci Allah yang menguasai segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” 

    Sehingga, dari ketiga sumber tersebut Tabarakallah selalu merujuk pada keagungan Allah SWT.

    Baca juga: 10 Penyakit Hati dalam Islam, Dampak dan Cara Mengatasinya

    3. Arti Masyaallah Tabarakallah

    Secara singkatnya Masyaallah Tabarakallah artinya inilah yang dikehendaki Allah, semoga Allah memberkahi. Kalimat tersebut biasanya akan digunakan untuk menggambarkan kekaguman dan kesenangan akan sesuatu hal.

    Sebab Masyaallah sebagai bentuk rasa kagum kepada Allah SWT atas setiap keindahannya yang Allah ciptakan di dunia ini. Begitu pula dengan kalimat Tabarakallah sebagai ungkapan kekaguman kepada Allah SWT.

    Selain itu, Masyaallah Tabarakallah artinya adalah ungkapan kekaguman untuk memuji Allah SWT ini mempunyai landasan dari As-sunnah. Sebab Nabi SAW pernah berkata kepada Amir bin Rab’ah radhiallahu’anhum.

    Yang arti katanya, “Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan ketika melihat hal menakjubkan?” (HR. Ahmad).

    Hal inilah yang menjadikan kalimat Masyaallah Tabarakallah disyariatkan bagi seseorang saat melihat hal yang menakjubkan pada dirinya. Orang tersebut hendaknya berkata, MasyaAllah Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah.

    Sementara jika seseorang melihat hal yang menakjubkan ada pada diri orang lain, boleh mengucapkan kalimat Masyaallah Tabarakallah. 

    Sehingga, ucapan Masyaallah Tabarakallah artinya ungkapan kekaguman kepada Allah SWT untuk orang lain.

    Berikut beberapa contoh pengucapan Masyaallah Tabarakallah yang sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari:

    • Masyaallah Tabarakallah, aku terharu melihat perjuanganmu. Semoga selalu sehat dan bahagia.
    • Masyaallah Tabarakallah, cantik sekali anakmu. Semoga menjadi anak yang sholehah.

    Demikian informasi lengkap mengenai Masyaallah Tabarakallah yang penjelasannya dipisah-pisah agar lebih memudahkan dalam memahaminya. Kesimpulannya, Masyaallah Tabarakallah artinya ungkapan kekaguman kepada Allah SWT.