Mengenal 5 Cendekiawan Islam di Bidang Ilmu Tafsir

Dalam Islam, terdapat berbagai bidang ilmu yang mempelajari ajaran agama yang bersumber kepada Al-Quran, salah satunya adalah ilmu tafsir. Lalu, siapa saja para cendekiawan Islam dibidang ilmu tafsir?

Perlu kita ketahui, cendekiawan ilmu tafsir adalah pakar ulama yang mengkaji isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an agar lebih mudah kita mengerti dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, para cendekiawan ilmu tafsir ini memiliki peran besar dalam Islam. Bahkan, kitabnya kini masih menjadi rujukan bagi umat muslim di dunia. Lantas, mengapa ilmu tafsir diperlukan dalam Islam?

Alasan Ilmu Tafsir Diperlukan dalam Islam

Ilmu tafsir adalah ilmu yang digunakan untuk memahami makna dan isi kandungan ayat Al-Quran, khususnya untuk ayat yang sulit dipahami dan artinya samar.

Hasil penafsiran para cendekiawan Islam dibidang ilmu tafsir digunakan sebagai penjelasan arti dan kandungan Al-Qur’an. Hal ini memudahkan umat muslim dalam mempelajari dan mengamalkan isi kandungannya.

Mengutip buku Tafsir Kependidikan tulisan Mahlail Syakur, ada beberapa alasan ilmu tafsir Al-Quran sangat diperlukan bagi umat Islam, yaitu:

  • Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sempurna, ringkas, dan padat. Hal ini membuat ilmu pengetahuan di dalamnya masih banyak makna yang perlu ditafsirkan.
  • Al-Quran turun dengan kalam (perkataan) yang lengkap, tetapi bersifat global.
  • Adanya kalimat atau kata mengandung isytirak, mayz, dan dilalah lil-iltizam.

Awal mulanya, tafsir ayat Al-Qur’an muncul ketika adanya perbedaan pemahaman tentang makna sebuah ayat pada masa Rasulullah SAW masih hidup.

Allah SWT tidak memberikan perincian pada ayat sehingga setiap lafadz Al-Qur’an membutuhkan penafsiran. Apalagi sering memakai susunan kalimat singkat tetapi pengertiannya luas, sehingga ada banyak makna ayat.

Oleh karena itu, ilmu tafsir merupakan bidang ilmu dalam Islam yang memiliki peran penting sebagai sarana untuk melakukan penafsiran ayat Al-Qur’an.

Baca juga: 10 Keutamaan Silaturahmi bagi Umat Islam, Jadi Pintu Rezeki

Cendekiawan Islam Dibidang Ilmu Tafsir

Ilmu tafsir adalah ilmu penafsiran berdasarkan metode ilmiah yang berhubungan dengan penjelasan tentang arti dan makna ayat. Hal ini dilakukan para cendekiawan Islam agar tidak terjadi perbedaan pemahaman.

Ilmu tafsir menjadi semakin penting dipelajari setelah masa Nabi Muhammad SAW. Sebab, ada banyak pemeluk agama Islam baru yang berasal dari daerah lain yang kurang paham dan fasih dalam berbahasa Arab.

Oleh karena itu, kehadiran cendekiawan Islam dibidang ilmu tafsir memiliki peran besar. Para ahli tafsir ini berusaha untuk membuat penafsiran makna dan isi ayat agar mudah dipahami. Adapun para ahli tafsir ini, yaitu:

1. Ibnu Katsir

Ibnu Katsir adalah seorang cendekiawan Islam yang berasal dari Busra, Suriah. Ia merupakan sosok pemikir dan ulama tafsir yang hidup di masa Daulah Abbasiyah. Hasil tafsirnya kemudian ia tuliskan dalam buku.

Buku tafsirnya yang sangat terkenal ini yakni berjudul Tafsir Ibnu Katsir. Dalam buku tersebut terdapat penjelasan ayat Al-Qur’an secara menyeluruh. Setiap ayat yang dianggap saling berkaitan ada penjelasannya secara detail.

Tafsir Ibnu Katsir ini masih menjadi bahan rujukan di dunia Islam hingga saat ini. Berkat metode tafsir yang ia gunakan, yaitu ia menafsirkan seluruh ayat di dalam Al-Qur’an sesuai dengan urutan atau susunannya.

2. Ibnu Abbas

Ibnu Abbas yang memiliki nama lengkap Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf Al-Quraisy lahir di Makkah tahun 619. Ia merupakan seorang cendekiawan terkenal di masa Bani Umayyah.

Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah bukunya yang berjudul Tafsir Ibnu Abbas. Ia merupakan sosok ahli ilmu tafsir muslim, sehingga banyak ahli tafsir di dunia berpegangan pada hasil tafsirannya.

Karya tafsiran Ibnu Abbas menjadi sumber penting untuk umat muslim memaknai pesan di dalam ayat Al-Qur’an. Hasil tafsirnya menjadi warisan bagi pemikir dan ulama dalam menyebarkan pengetahuan agama Islam.

3. Ath-Thabari

Ibnu Jarir Ath-Thabari adalah tokoh atau cendekiawan ilmu tafsir yang berasal dari Persia, lahir pada tahun 839. Lantaran telah banyak ayat-ayat Al-Quran yang telah ditafsirkan, beliau mendapat julukan sebagai Bapak Ilmu Tafsir.

Adapun karya tafsir dari Ath-Thabari yang paling terkenal adalah Jami’ al-Bayan fi Ta’wil Al-Quran atau Tafsir al-Tabari. Adapun tafsir lainnya seperti Tarikh al-Rasul wa al-Anbiya’ wa al-Muluk wa al-Umam, dan Adab al-Qadhi.

Ath-Thabari saat usia dini memang telah dikenal karena kecerdasannya, bahkan ia sudah mampu menghafal Al-Quran dan hadits. Kini karya tafsirnya menjadi referensi penting bagi pemikir dan mahasiswa muslim.

4. Ibnu Athiyah

Ibnu Athiyah ini memiliki nama lengkap Abu Muhammad ‘Abd al-Haqq bin Ghalib bin ‘Abdurrahman bin Ghalib bin ‘Abd al-Rauf bin ‘Abd Allah ibn Tamam bin Athiyyah bin Khalid bin Athiyyah al-Muharibi al-Dakhil.

Sebagai seorang cendekiawan Islam dibidang ilmu tafsir terkenal, Ibnu Athiyah menjadi salah satu tokoh yang karyanya menjadi rujukan dalam kajian ilmu tafsir. Apa karya Ibnu Athiyah yang terkenal tersebut?

Adapun karya Ibnu Athiyah adalah Tafsir Al-Muharrar Al+Wajiz fi Tafsir Al-Kitab Al-Aziz. Karya ini adalah tafsir tentang penjelasan ayat Al-Qur’an yang menjadi sumber referensi bagi para ulama dan pemikir muslim.

5. Muqatil bin Sulaiman

Muqatil bin Sulaiman adalah cendekiawan muslim dibidang ilmu tafsir yang terkenal pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah. Ia terkenal sebagai tokoh yang ahli dalam tafsir ayat Al-Qur’an dari kalangan muslim Sunni.

Karya Muqatil bin Sulaiman yang terkenal berjudul Tafsir Muqatil bin Sulaiman. Apa yang beliau ketahui tentang Al-Qur’an, tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga bermanfaat bagi umat muslim secara luas.

Meski latar belakang penulisan tafsirnya tidak tercantum secara tersurat, tetapi tersirat telah tercantum dalam muqaddimahnya. Beliau berharap umat muslim dapat membaca Al-Qur’an serta memahami kandungannya.

Itulah beberapa tokoh ulama ataupun cendekiawan muslim yang terkenal dibidang ilmu tafsir. Hal ini penting kita ketahui karena dapat menjadi referensi berharga untuk mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Keutamaan Mempelajari Tafsir Al-Quran

Ilmu tafsir adalah ilmu yang paling mulia karena materi yang dipelajari berhubungan tentang kalamullah, yaitu Al-Qur’an. Hal ini karena tidak ada satupun dari ucapan atau perkataan yang lebih mulia dari firman Allah SWT.

Keutamaan mempelajari ilmu tafsir lainnya adalah mempelajari Al-Qur’an yang paling mulia. Mempelajari Al-Qur’an ini mencakup huruf-hurufnya dan mempelajarinya makna-makna terkandung dalam ayat Al-Qur’an.

Dengan mempelajari Al-Qur’an, kita akan lebih mudah mengerti dan paham setiap maknanya. Sebab, makna Al-Qur’an menjadi tujuan hidup umat manusia, sementara lafadz Al-Qur’an adalah sarana mencapai maknanya.

Dengan ilmu tafsir, kita tidak hanya sekedar membacanya saja melainkan dapat memahami kandungan ayat Al-Qur’an. Dengan begitu, kita akan lebih mudah untuk mengamalkan yang diperintahkan dalam Al-Qur’an.

Demikian informasi tentang para cendekiawan Islam dibidang ilmu tafsir yang perlu kita ketahui. Dengan adanya ahli tafsir, tentunya memudahkan memaknai ayat Al-Qur’an yang menjadi petunjuk bagi umat muslim.

Share:

Reskia pernah menjabat sebagai Sekretaris Divisi Media Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Sumbagsel tahun 2020. Ia senang berbagi pengetahuan yang ia peroleh. Because sharing is caring.

Leave a Comment