Category: Sholat

  • Shalat Sunnah Rawatib: Niat dan Tata Caranya (Sholat Qobliyah Ba’diyah)

    Shalat Sunnah Rawatib: Niat dan Tata Caranya (Sholat Qobliyah Ba’diyah)

    Ada banyak keutamaan di dalam Shalat Sunnah Rawatib. Salah satunya adalah dibangunkan rumah di surga oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah sebagai berikut:

    مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

    Artinya: “Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. Tirmidzi).

    Maka dari itu, sebagai umat muslim kamu dianjurkan untuk melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib sebelum atau sesudah shalat fardhu karena akan mendapatkan rahmat yang melimpah.

    Untuk tahu bagaimana tata cara atau apa niat Shalat Sunnah Rawatib, yuk ikuti artikel berikut ini sampai habis!

    Pengertian Shalat Sunnah Rawatib

    Shalat Sunnah Rawatib atau sering disebut dengan Shalat Qabliyah Ba’diyah adalah salah satu Shalat Sunnah yang waktu pelaksanaannya mengiringi Shalat wajib atau Shalat Fardhu. Shalat tersebut dilaksanakan sebelum atau sesudah Shalat wajib.

    Jenis-Jenis Shalat Sunnah Rawatib

    Berdasarkan waktunya, Shalat Sunnah Rawatib terbagi menjadi dua yaitu Shalat Qabliyah dan Ba’diyah.

    1. Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah

    Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah adalah Shalat Sunnah yang dikerjakan sebelum Shalat Fardhu.

    Baca juga: 4 Contoh Ceramah Singkat tentang Sholat dalam Islam

    2. Shalat Sunnah Rawatib Ba’diyah

    Shalat Sunnah Rawatib Ba’diyah adalah Shalat Sunnah yang dikerjakan sesudah Shalat Fardhu.

    Dilihat dari segi hukum, Shalat Sunnah Rawatib dibagi menjadi dua yaitu Muakad dan Ghairu Muakad.

    3. Shalat Sunnah Rawatib Muakad

    Shalat Sunnah Rawatib Muakad merupakan Shalat yang sangat dianjurkan karena selalu dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

    Berikut waktu pelaksanaan dan jumlah rakaatnya:

    • Dua rakaat sebelum Shalat Fardhu Subuh
    • Dua rakaat sebelum Shalat Fardhu Dzuhur
    • Dua rakaat sesudah Shalat Fardhu Dzuhur
    • Dua rakaat sesudah Shalat Fardhu Maghrib
    • Dua rakaat sesudah Shalat Fardhu Isya

    Dari penjelasan di atas sesuai dengan hadis berikut ini:

    Artinya: ”Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Saya ingat dari Rasulullah Saw, dua rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh”.  (HR. Bukhari dan Muslim).

    4. Shalat Sunnah Rawatib Ghairu Muakad

    Berbanding terbalik dengan yang sebelumnya, Shalat Sunnah Rawatib Ghairu Muakad adalah Shalat yang kurang dianjurkan karena jarang dikerjakan oleh Rasulullah SAW., dan memiliki sedikit keutamaan dibandingkan Rawatib Muakad.

    Berikut waktu pelaksanaan dan jumlah rakaatnya:

    • Dua rakaat sebelum Shalat Fardhu Dzuhur

    Jika kamu mengerjakan sebanyak empat rakaat, maka dua rakaat pertama menjadi Sunnah Muakad dan dua rakaat selanjutnya  adalah Ghairu Muakad.

    • Dua rakaat sesudah Shalat Fardhu Dzuhur

    Jika kamu mengerjakan sebanyak empat rakaat, maka dua rakaat pertama menjadi Sunnah Muakad dan dua rakaat selanjutnya  adalah Ghairu Muakad.

    • Empat rakaat sebelum Shalat Fardhu Ashar
    • Dua rakaat sebelum Shalat Fardhu Maghrib
    • Dua rakaat sebelum Shalat Fardhu Isya

    6 Ketentuan dalam Melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib

    Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib sebagai berikut:

    • Tidak didahului oleh azan dan iqomah
    • Dilakukan secara munfarid atau sendirian
    • Bacaan Shalat tidak dinyaringkan
    • Ada baiknya tempat Shalat Rawatib pindah sedikit dari tempat Shalat wajib
    • Jika hendak mengerjakan Shalat Rawatib 4 rakaat, maka harus dengan dua salam.
    • Diawali dengan niat

    Membaca niat dianjurkan diucapkan dalam hati saja, namun boleh dilafalkan.

    Baca juga:

    Niat Shalat Sunnah Rawatib

    Adapun jika ingin membaca niat Shalat Rawatib tergantung dari waktu pelaksanannya, yaitu Qabliyah atau sebelum Shalat Fardhu dan Ba’diyah atau sesudah Shalat Fardhu.

    1. Niat Shalat Qabliyah Subuh

     للهِ تَعَالَىاُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ   ِ

    Latin: Usholli Sunnatash Subhi Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

    Artinya: “Aku niat shalat Sunnah sebelum Subuh 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

    Baca juga: 7 Perbedaan Haji dan Umroh yang Perlu Diketahui

    2. Niat Shalat Qabliyah Dzuhur (2 rakaat)

    اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Latin: Usholli Sunatta Dhuhri Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

    Artinya : “Aku niat shalat Sunnah sebelum Dzuhur 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

    3. Niat Shalat Ba’diyah Dzuhur (2 rakaat)

    اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Latin: Usholli Sunnata Dhuhri Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

    Artinya : “Aku niat shalat Sunnah setelah Dhuhur 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

    4. Niat Shalat Ba’diyah Maghrib (2 rakaat)

    اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

    Artinya : “Aku niat shalat Sunnah setelah Maghrib 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

    5. Niat Shalat Ba’diyah Isya (2 rakaat)

    اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Latin: Usholli Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.

    Artinya : “Aku niat shalat Sunnah setelah Isya’ 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

    Bacaan Surat-Surat Al-Qur’an Saat Shalat Sunnah Rawatib

    Diutamakan untuk membaca beberapa surat seperti di bawah ini saat sedang melaksanakan Shalat Rawatib sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW:

    1. Saat Subuh

    Untuk Shalat Qabliyah Subuh diutamakan membaca surat:

    • Al-Kafirun untuk rakaat pertama
    • Al-Ikhlas untuk rakaat kedua

    Anjuran tersebut berdasarkan hadis berikut ini:

    “Bahwasanya Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pada shalat sunnah sebelum subuh membaca surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas.” [HR. Muslim no. 726].

    Namun, ada juga hadis riwayat lain menganjurkan membaca surat berikut ini:

    • Al-Baqarah ayat 136
    • Ali-Imron ayat 52

    Bukti hadisnya adalah sebagai berikut:

    “Kemudian dari Sa’id bin Yasar yang mengatakan kepada Ibnu Abbas bahwa: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada shalat sunnah sebelum subuh di rakaat pertamanya membaca Al-Baqarah: 136 dan di rakaat keduanya membaca Ali Imron: 52.”” [HR. Muslim no. 727].

    2. Saat Maghrib

    Sedangkan untuk bacaan surat Shalat Ba’diyah Maghrib sama seperti di atas, yaitu sebagai berikut:

    • Al-Kafirun untuk rakaat pertama
    • Al-Ikhlas untuk rakaat kedua

    Perintah tersebut tertuang pada hadis berikut ini:

    “Saya sering mendengar Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam ketika beliau membaca surat pada shalat sunnah sesudah maghrib: Surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas.” [HR. At-Tirmidzi no. 431, Ibnu Majah no. 1166].

    Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib

    A. Rakaat pertama

    1. Niat

    Saat melaksanakan Shalat Rawatib harus diawali dengan niat. Sebab, dengan niat artinya kita bersungguh-sungguh dalam menjalankan sesuatu.

    Meskipun membaca niat boleh dilafalkan, namun alangkah lebih baiknya jika diucapkan di dalam hati.

    2. Takbiratul Ihram

    Adapun cara melakukan takbiratul ihram adalah dengan mengangkat kedua belah tangan tepat ke samping telinga, sambil mengucapakan “Allahu Akbar”.

    3. Membaca doa iftitah

    Setelah takbiratul ihram, langkah selanjutnya adalah sikap bersedekap atau menumpangkan kedua tangan di atas dada sambil membaca doa iftitah.

    4. Membaca surat Al-Fatihah

    Jika sudah selesai membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah.

    5. Membaca surat-surat

    Tak hanya Shalat Fardhu, Shalat Sunnah juga dianjurkan untuk membaca surat-surat yang ada di dalam Al-Qur’an.

    Namun, di dalam Shalat Rawatib diutamakan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas seperti yang telah dijelaskan di atas.

    6. Rukuk dan tuma’ninah

    Rukuk adalah salah satu posisi Shalat yang mana badan membungkuk dan meletakkan kedua telapak tangan di kedua lutut kaki, serta harus dilakukan secara tuma’ninah.

    Tuma’ninah sendiri merupakan kondisi tenang di mana setiap persendian pada tubuh juga ikutan tenang.

    Pelafalan bacaan rukuk adalah sebagai berikut:

    الْعَظِيمِ رَبِّىَ سُبْحَانَ

    Latin: Subhaana rabbiyal ‘adzimii wabihamdih (diucapkan sebanyak tiga kali)

    Artinya: “Maha Suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.”

    7. I’tidal dan tuma’ninah

    I’tidal adalah salah satu posisi Shalat yang mana badan berdiri tegak setelah bangun dari rukuk secara tuma’ninah.

    Berikut ini adalah pelafalan dari rukuk ke I’tidal:

    حَمِدَهُ لِمَنْ اللَّهُ سَمِع

    Latin: Sami’allaahu liman hamidah.

    Artinya: “Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya.”

    Dan bacaan I’tidal adalah sebagai berikut:

     بَعْدُ شَيْءٍ مِنْ شِئْتَ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ السَّمَوَاتِ مِلْءَ الْحَمْدُ لَكَ رَبَّنَا

    Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du.

    Artinya:

    Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.”

    8. Sujud pertama dan tuma’ninah

    Sujud adalah salah satu posisi Shalat dengan menempelkan kedua lutut, sebagian dahi, kedua ujung telapak kaki dan kedua tangan di lantai tempat Shalat.

    Berikut ini adalah bacaan sujud yang benar:

     وَبِحَمْدِهِ الْأَعْلَى رَبِّىَ سُبْحَانَ

    Latin: Subhanaa rabbiyal a’la wabihamdih. (Diucapkan sebanyak tiga kali).

    Artinya: “Maha Suci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya.”

    9. Duduk di antara dua sujud

    Duduk di antara dua sujud merupakan salah satu posisi Shalat yang mana disebut duduk iftirasy dan setelah bangun dari sujud.

    Bacaannnya adalah sebagai berikut:

     وَارْفَعْنِ وَارْزُقْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْحَمْنِى لِى اغْفِرْ رَبِّ

    Latin: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu’annii.

    Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

    10.  Sujud kedua dengan tuma’ninah

    Setelah duduk di antara dua sujud, kembali sujud yang kedua kali. Tata cara dan bacaannya sama seperti yang pertama.

    B. Rakaat kedua

    1. Ulangi lagi langkah 2 – 10

    Bangun lagi dari sujud untuk melaksanakan rakaat kedua dengan cara mengulang step 2 sampai 10, kecuali doa iftitah.

    2. Tasyahud akhir

    Jika sudah melaksanakan sujud kedua di rakaat kedua, langsung duduk tasyahud akhir karena Shalat Rawatib hanya dua rakaat.

    Bacaan tasyahud akhir yang benar adalah sebagai berikut:

    اللَّهِ وَرَحْمَةُ النَّبِىُّ أَيُّهَا عَلَيْكَ السَّلاَمُ لِلَّهِ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ الْمُبَارَكَاتُ التَّحِيَّاتُ

    وَأَشْهَدُ اللَّهُ إِلاَّ إِلَهَ لاَ أَنْ أَشْهَدُ الصَّالِحِينَ اللَّهِ عِبَادِ وَعَلَى عَلَيْنَا السَّلاَمُ وَبَرَكَاتُهُ

     مُحَمَّدٍ عَلىَ صَلِّ للَّهُمَّ  . اللَّهِاَ رَسُولُ مُحَمَّدًا أَنَّ

    Latin: Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad.

    Artinya:

    Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad.”

    3. Salam

    Tutup shoalt sunnah Rawatib dengan dua salam seperti sholat fardu, yakni dimulai dari salam ke kanan dilanjutkan ke kiri.

    4. Jika ingin empat rakaat, maka berdiri lagi untuk melaksanakan rakaat ketiga dan keempat dengan dua salam.

    Itulah semua informasi mengenai Sholat sunnah Rawatib berikut dengan tata cara pelaksanaan hingga waktu yang dianjurkan untuk sholat sunnah ini.

  • Hadits Keutamaan Sholat Berjamaah, Wajib atau Sunnah?

    Hadits Keutamaan Sholat Berjamaah, Wajib atau Sunnah?

    Rasulullah SAW menganjurkan seorang muslim untuk melaksanakan sholat dengan berjamaah, sebab ada banyak sekali keutamaan di dalamnya. Anjuran ini juga dijelaskan dalam beberapa hadits keutamaan sholat berjamaah.

    Mungkin bagi sebagian orang, melaksanakan sholat akan lebih ringkas dan menghemat waktu jika dilakukan sendiri-sendiri. Namun akan menjadi hal yang rugi, jika selama hidup seorang muslim tidak pernah sekalipun melakukan sholat berjamaah.

    Salah satu keutamaan dari sholat berjamaah yakni akan dilipat gandakan pahala yang Ia dapat. Tentu tidak hanya itu, masih ada beberapa keutamaan lainnya. Mari simak penjelasan terkait keutamaan sholat berjamaah dan hukumnya di bawah ini!

    Hukum Sholat Berjamaah

    Sholat yang diisyaratkan wajib bagi kaum muslimin dapat dikerjakan secara berjamaah atau bersama-sama dengan dipimpin oleh imam dan diikuti oleh makmum. Lalu, apakah sebenarnya hukum sholat berjamaah itu wajib?

    Sebelum membahas mengenai hukumnya, ketahui terlebih dahulu maksud dari kata berjamaah. Berjamaah atau jamaah sendiri menurut kitab Shalatul Mu’min memiliki makna kumpulan orang-orang yang disatukan dalam satu tujuan. Sementara menurut istilah, jamaah adalah banyaknya orang minimal dua orang.

    Masih dari kitab Shalatul Mu’min, terdapat perbedaan pendapat di antara ulama mengenai hukum melaksanakan sholat berjamaah yakni:

    1. Fardhu ain, menurut anggapan para ulama salaf berserta ahli fikih.
    2. Fardhu kifayah sebagai pendapat unggul di kalangan ulama madzhab Syafi’i, sebagian madzhab Maliki, dan salah satu pandangan dalam Hanbali.
    3. Sunnah Muakad, menurut pengikut aliran Hanafi, mayoritas Malikiyah, dan banyak ulama Syafi’iyah.
    4. Fardhu ain sekaligus syarat sahnya sholat, pendapat Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, sekelompok ulama salaf, serta pengikut Imam Ahmad.

    Adapun Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani dalam bukunya beranggapan bahwa sholat berjamaah hukumnya wajib ain bagi semua laki-laki yang sudah baligh dan mampu melaksanakannya, baik yang bermukim dalam sebuah wilayah maupun yang musafir.

    Lalu, bagaimana jika seorang perempuan ingin melakukan sholat berjamaah?

    Dikutip dalam buku Fiqih praktis, dijelaskan bahwa seorang perempuan dianjurkan untuk sholat di rumah, namun tidak menjadi masalah apabila mereka ingin sholat di masjid. Dengan syarat, tidak menggunakan pakaian yang menonjolkan kemewahan atau tidak mengenakan perhiasan mencolok.

    Selain itu perempuan yang hendak sholat berjamaah di masjid, hendaknya tidak memakai wewangian secara berlebihan, lantaran khawatir mengganggu dirinya atau kaum muslim lain. Serta dicemaskan pula menimbulkan fitnah apabila menggunakan hal-hal tersebut.

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Hajat yang Benar dan Artinya

    Hadits Keutamaan Sholat Berjamaah

    Hadits Keutamaan Sholat Berjamaah

    Berikut beberapa keutamaan sholat berjamaah disertai hadits yang menjelaskannya:

    1. Pahala Dilipatgandakan

    Keutamaan yang pertama yakni, akan dilipat gandakan pahalanya bagi mereka yang melaksanakan sholat dengan berjamaah. Sebagaimana yang dinyatakan dalam hadits:

    . صَلاَةُ اتصَْمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَدِّ بِسَبْعٍ وَعِ نَ دَرَجَةً «: عَنِ ابْنِ عُمَ أَ لَّا ف رَسُوؿَ الللَّاوِ -صلى الله عليو وسلم- قَاؿَ

    Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: “Shalat berjamaah lebih baik daripada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh tingkatan”. (HR. Muslim).

    Selain itu, dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:

    صَلَاةُ الْجَمَا عَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَ عِسْرِيْنَ دَرَجَةً

    “ Shalat jama’ah lebih utama duapuluh tujuh derajad daripada shalat sendirian”  (HR. Muslim No 1038 dari Sahabat Ibu Umar RA) Shahih menurut Ijma’ Ulama.

    2. Dijauhkan dari Setan

    Allah SWT menjaga orang yang melaksanakan sholat berjamaah dari gangguan-gangguan setan. Hal ini turut dijelaskan dalam hadits riwayat Ahmad bin Hanbal, Rasulullah SAW bersabda:

    إِ لَّا ف ال لَّا يْطَافَ ذِئْبُ الإِ سَافِ ئْبِ الْ نَمِ خُ ال لَّا اةَ الْ اصِيَةَ وَالنلَّاا يَةَ فَ لَّاا مْ وَال دِّ عَابَ وَعَلَيْكُمْ بِاتصَْماعَةِ وَالْعَالَّامةِ والْمَسْ دِ

    Sesungguhnya setan itu bagi manusia seperti srigala bagi kambing, srigala menangkap kambing yang memisahkan diri dari gerombolannya dan kambing yang menyendiri. Maka janganlah kamu memisahkan diri dari jamaah, hendaklah kamu berjamaah, bersama orang banyak dan senantiasa memakmurkan masjid”. (HR. Ahmad bin Hanbal).

    Selain hadits tersebut dalam hadits riwayat Abu ad-Darda’ disebutkan:

    مَا مِنْ ثَلاَثَةٍ قَػ ةٍ وَلاَ بَدْوٍ لاَ تػ اُ فِي مُ ال لَّا صلاَةُ إِلالَّا قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْ مُ ال لَّا يْطَافُ فَػعَلَيْكَ بِاتصَْمَاعَةِ فَ لَّا ا لُ الدِّ ئْبُ الْ اصِيَة

    “Ada tiga orang yang berada di suatu kampung atau perkampungan badui, tidak dilaksanakan shalat berjamaah, maka sungguh setan telah menguasai mereka. Maka laksanakan shalat berjamaah, karena sesungguhnya srigala hanya memakan kambing yang memisahkan diri dari jamaah”. (HR. Abu Daud).

    Baca juga: Tata Cara Sholat Tasbih: Niat, Hingga Doa Setelah Sholat yang Benar

    3. Langkah Kakinya ke Masjid adalah Pengampunan Dosa

    Apabila seorang muslim berniat ke masjid ingin melaksanakan sholat berjamaah, maka setiap langkah yang ia tempuh akan terhitung sebagai penggugur dosanya.

    Hal ini turut dijelaskan dalam hadits riwayat Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

     إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحَسَنَ الْوُضُوْءَ ثُمَّ  أَتَى الْمَسْجِدَ لاَيَنْهَزُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ لاَيُرِيْدُ إِلاَّ الصَّلاَةَ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحَطَّ عَنْهُ بِهاَ خَطِيئَةً حَتىَّ يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ فَاءِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِي صَلاَةٍ مَا كَانَتْ الصَّلاَةُ تَحْسُهُ

    Jika salah seorang dari kalian berwudlu dan membaguskannya, kemudian datang ke masjid, dan tidak ada yang menggerakkannya menuju masjid kecuali shalat maka tidaklah ia melangkahkan kaki kecuali dengannya Allah akan mengangkat derajad dan menghapus dosanya hingga ia masuk masjid, dan jika masuk masjid maka ia akan tetap dalam hitungan shalat selama shalatlah yang menahannya ( dari keinginan pulang)”.

    4. Didoakan oleh Malaikat

    hadits keutamaan sholat berjamaah selanjutnya menjelaskan bahwa seorang muslim akan didoakan oleh Malaikat selama ia sholat berjamaah dengan izin dari Allah SWT.

    Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari dari Sahabat Abu Hurairah, Rasulullah SAW Bersabda :

    الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّى عَلَى أَحَدِكُمْ مَادَامَ فِى مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيْهِ مَالَمْ يُحْدِثْ تَقُوْلُ اللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

    Para Malaikat selalu memberi shalawat (mendoakan) kepada salah seorang dari kalian selama ia masih di tempat ia shalat dan belum berhadast. Malaikat berkata : “ Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah Rahmatilah dia”

    5. Serupa Melaksanakan Ibadah Malam

    Apabila seorang muslim melaksanakan sholat berjamaah, terlebih pada waktu Isya dan Shubuh. Maka sama saja ia sedang melaksanakan ibadah malam.

    Hal ini didasari hadits riwayat Utsman bin Affan, Rasulullah SAW bersabda:

    مَنْ صَللَّاى الْعِ اءَ ترََاعَةٍ فَكَ لَّا ا قَاَ صْفَ الللَّايْلِ وَمَنْ صَللَّاى الصُّبْحَ ترََاعَةٍ فَكَ لَّا ا صَللَّاى الللَّايْلَ للَّاو

    Siapa yang melaksanakan shalat Isya’ berjamaah, maka seakan-akan ia telah melaksanakan Qiyamullail setengah malam. Siapa yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah, maka seakan-akan ia telah melaksanakan Qiyamullail sepanjang malam”. (HR. Muslim).

    6. Allah Menganggumi Sholat Berjamaah

    Keutamaan berikutnya yakni, Allah SWT mengagumi sholat berjamaah karena kecintaan-Nya kepada orang-orang yang melaksanakan sholat berjamaah.

    إِ لَّا ف الللَّاوَ لَيَػعْ بُ مِنَ ال لَّا صلاَةِ اتصَْمِيعِ

    Sesungguhnya Allah Swt mengagumi sholat yang dilaksanakan secara berjamaah”. (HR. Ahmad bin Hanbal).

    7. Jauh Dari Azab Neraka

    Keutamaan yang terakhir yakni akan diijauhkan dari azab neraka dan dijauhkan dari sifat munafik, bagi orang yang melaksanakan sholat selama empat puluh hari secara berjamaah tanpa ketinggalan takbiratul ihram bersama imam.

    Pernyataan ini diperkuat dengan sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Anas bin Malik yang bunyinya:

    مَنْ صَللَّاى لِللَّاوِ أَرْبَعِ ػوَْمًا ترََاعَةٍ دْرِؾُ التلَّاكْبِيرَةَ الأُولَذ تِبَتْ لَوُ بػ اءَتَافِ بػ اءَةٌ مِنَ النلَّاارِ وَبػ اءَةٌ مِنَ الندِّػفَاؽِ

    “Siapa yang melaksanakan shalat karena Allah Swt selama empat puluh hari berjamaah, ia mendapatkan takbiratul ihram. Maka dituliskan baginya dijauhkan dari dua perkara; dari neraka dan dijauhkan dari kemunafikan”. (HR. At-Tirmidzi).

    Sebagai penutup, mari kita renungkan, apakah selama kita tergolong sebagai orang-orang yang bisa mendapatkan keutamaan dari sholat berjamaah, atau jangan-jangan kita termasuk golongan yang tidak menjadi bagian yang dicintai Allah?

    Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menjadi alasan untuk mulai sholat dengan berjamaah ya!

  • Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan dan Laki-laki: Urutan, Niat, Bacaan, dan Doa

    Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan dan Laki-laki: Urutan, Niat, Bacaan, dan Doa

    Tata cara sholat jenazah penting untuk diketahui setiap umat muslim. Agar bisa ikut menyolatkan ketika ada keluarga atau kerabat dekat yang meninggal.

    Kenapa kalau ada yang meninggal harus disholatkan? Karena Rasulullah SAW., pernah menyuruh para sahabatnya untuk menyolatkan sahabatnya yang telah meninggal dunia, seperti yang dikutip dari hadis berikut ini:

    “Zaid bin Khalid berkata: “Seorang dari sahabat Nabi SAW gugur ketika perang Khaibar, lalu para sahabat mengabarkan hal itu kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda, ‘Sholati lah kawan kalian.’” (HR Malik, Abu Dawud, Nasa’i Ibnu Majah, Hakim & Ahmad).

    Pelaksanaan sholat jenazah cukup berbeda dengan sholat lainnya, lho. Penasaran apa saja perbedaan sholat jenazah dengan solat lainnya? Bagaimana tata cara sholat jenazah yang baik dan benar? Yuk, ikuti artikel berikut ini sampai habis!

    Hukum Sholat Jenazah

    Sholat Jenazah hukumnya adalah fardu kifayah. Sholat jenazah wajib dilakukan secara berjamaah, bukan sendiri-sendiri.

    Sebagai contoh, jika di kompleks perumahan kamu ada yang meninggal, lalu ada sebagian kaum muslimin yang menyolatkannya, maka orang yang tidak melaksanakan sholat jenazah tersebut tidak berdosan.

    Namun, jika di dalam suatu perkampungan tidak ada yang menyolatkan, maka semua kaum muslim yang ada di kampung tersebut berdosa.

    Hal tersebut tertuang di dalam hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW., bersabda:

     “Ketika ada seorang laki-laki meninggal dalam berutang disampaikan kepada Rasulullah, maka beliau bertanya apakah ia meninggalkan harta untuk membayar utangnya. Jika dikatakan ia meninggalkan hartanya untuk membayar utang, maka beliau akan mensalatkannya. Jika tidak, maka beliau akan memerintahkan kepada kaum muslimin, ‘salatkanlah temanmu ini’,” (HR. Bukhari Muslim).

    Baca juga: Hukum Mencukur Alis dalam Islam, Ini Dalil dan Pendapat Ulama

    Waktu Pelaksanaan Sholat Jenazah

    Sholat jenazah bisa dilaksanakan kapan saja, kecuali sebagai berikut:

    • Saat matahari terbit hingga ia sedikit meninggi.
    • Saat matahari tepat berada di pertengahan langit.
    • Saat matahari segera terbenam.

    Hal tersebut tentunya sesuai dengan hadis berikut ini:

    “Ada tiga waktu, yang mana Rasulullah SAW., telah melarang kita untuk salat atau menguburkan jenazah pada waktu-waktu tersebut.

    Pertama, saat matahari terbit hingga ia agak meninggi,

    Kedua, saat matahari tepat berada di pertengahan langit (tengah hari tepat) hingga ia telah condong ke barat,

    Ketiga, saat matahari hampir terbenam, hingga ia terbenam sama sekali,” (HR. Muslim).

    Niat Sholat Jenazah

    Perbedaan pertama sholat jenazah dengan sholat lainnya adalah dari bacaan niatnya. Pelafalan niat sholat jenazah disesuaikan dengan jenis kelamin, yaitu jenazah perempuan dan jenazah laki-laki memiliki niat yang berbeda.

    Niat sholat jenazah perempuan

    Berikut ini adalah bacaan niat sholat jenazah perempuan:

    اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

    Latin: “Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa,”.

    Artinya: “Saya niat salat atas mayat ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

    Niat sholat jenazah laki-laki

    Bacaan niat sholat jenazah laki-laki adalah sebagai berikut:

     تَعَالَى ِللهِ مَأْمُوْمًا الْكِفَايَةِ فَرْضَ تَكْبِرَاتٍ اَرْبَعَ هَذَاالْمَيِّتِ عَلَى اُصَلِّى

    Latin: “Ushollii ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa,”.

    Artinya: “Saya niat salat atas mayat ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

    Tata Cara Sholat Jenazah

    Perbedaan utama yang membedakan sholat jenazah dengan ibadah sholat lainnya adalah dari tata caranya, di mana pada sholat jenazah tidak ada rukuk dan sujud.

    1.      Niat

    Niat adalah hal yang paling krusial di dalam sholat. Bagaimana tidak, semua ibadah sholat pasti wajib menyertakan niat. Sedangkan, bagian sholat lainnya belum tentu wajib disertakan. Hal tersebut dikarenakan niat menjadi pembeda antara aktivitas biasa dengan ibadah sholat.

    Menurut beberapa ulama, niat sebaiknya diucapkan di dalam hati saja. Kecuali kalau menjadi imam. Akan tetapi, ada sebagian ulama terutama dari kalangan mazhab syafi’I yang berpendapat melafalkan niat secara lantang adalah Sunnah.

    2.      Takbiratul ihram

    Setelah niat, biasanya umat muslim melakukan takbiratul ihram di dalam sholat. Takbiratul ihram merupakan salah satu posisi sholat dengan cara mengangkat kedua belah tangan ke samping telinga, sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.

    3.      Takbir pertama

    Jika sudah melakukan takbiratul ihram, segera meletakkan kedua tangan ke bawah dada dan di atas perut, kemudian membaca surat Al-Fatihah sama seperti ibadah sholat yang lainnya.

    Namun, bedanya membaca surat Al-Fatihah di sholat jenazah dinamakan takbir pertama. Berikut bacaan surat Al-Fatihah dan artinya:

    الرَّحِيمِ لرَّحْمَنِ اللَّهِ بِسْمِ

    الْعَالَمِينَ رَبِّ لِلَّهِ الْحَمْدُ

    الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ

    الدِّينِ يَوْمِ مَالِكِ

    نَسْتَعِينُ وَإِيَّاكَ نَعْبُدُ إِيَّاكَ

    الْمُسْتَقِيمَ الصِّرَاطَ اهْدِنَا

    الضَّالِّينَ وَلَ عَلَيْهِمْ الْمَغْضُوبِ غَيْرِ عَلَيْهِمْ أَنْعَمْتَ الَّذِينَ صِرَاطَ

    Artinya:

    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    Yang Menguasai Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

    Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka,

    Bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat,” (QS Al Fatihah:1-7).

    4.      Takbir kedua

    Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah, kemudian melaksanakan takbiratul ihram lagi untuk takbir yang kedua sambil membaca sholawat Nabi, namun dianjurkan untuk membaca sholawat Ibrahimiyah karena dianggap lebih afdhol, yaitu:

    إِبْرَاهِيْمَ عَلىَ صَلَّيْتَ كَماَ مُحَمَّدٍ آلِ وَعَلىَ مُحَمَّدٍ عَلىَ صَلِّ اَللَّهُمَّ

    وَعَلىَ مُحَمَّدٍ عَلىَ باَرِكْ اَللَّهُمَّ مَجِيْدٌ حَمِيْدٌ إِنـَّكَ إِبْرَاهِيْمَ آلِ وَعَلىَ

    مَجِيْدٌ حَمِيْدٌ إِنـَّكَ إِبْرَاهِيْمَ آلِ وَعَلىَ إِبْرَاهِيْمَ عَلىَ باَرَكْتَ كَماَ مُحَمَّدٍ آلِ

    Latin: Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid.

    Allohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid.

    Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad,

    Sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim,

    Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia,

    Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad,

    Sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim,

    Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

    5.      Takbir ketiga

    Cara melaksanakan takbir ketiga sama dengan takbir kedua, yaitu dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga, lalu meletakkannya kembali ke atas perut dan bawah dada.

    Bacaan yang dibaca pada takbir ketiga adalah doa jenazah. Doa jenazah dibagi sesuai jenis kelamin seperti di bawah ini:

    A.      Doa jenazah untuk laki-laki atau kaum muslim

     وَوَسِّعْ نُزُلَهُ وَأَكْرِمْ عَنْهُ وَاعْفُ وَعَافِهِ وَارْحَمْهُ لَهُ اغْفِرْ اللَّهُمَّ

    كَمَا الْخَطَايَا مِنَ وَنَقِّهِ وَالْبَرَدِ وَالثَّلْجِ بِالْمَاءِ وَاغْسِلْهُ مُدْخَلَهُ

    وَأَهْلاً دَارِهِ مِنْ خَيْرًا دَارًا وَأَبْدِلْهُ الدَّنَسِ مِنَ الأَبْيَضَ الثَّوْبَ نَقَّيْتَ

    وَزَوْجًا عَذَابِ مِنْ وَأَعِذْهُ الْجَنَّةَ وَأَدْخِلْهُ زَوْجِهِ مِنْ أَهْلِهِ مِنْ خَيْرًا

    النَّارِ عَذَابِ مِنْ أَوْ الْقَبْرِ خَيْرًا

    Latin: Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’

    Mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod,

    Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas,

    Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi,

    Wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia.

    Luaskanlah kuburnya dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan embun,

    Sucikan ia dari seluruh kesalahan seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran,

    Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya,

    Pasangan yang lebih baik dari pasangannya, lalu masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari cobaan kubur dan azab neraka.”

    B.      Doa jenazah untuk perempuan

    نُزُلَهَا وَأَكْرِمْ عَنْهَا وَاعْفُ وَعَافِهَا وَارْحَمْهَا لَهَا اغْفِرْ اللَّهُمَّ

    مِنَ وَنَقِّهَا وَالْبَرَدِ وَالثَّلْجِ بِالْمَاءِ وَاغْسِلْهَا مُدْخَلَهَا وَوَسِّعْ

    دَارًا وَأَبْدِلْهَا الدَّنَسِ مِنَ الأَبْيَضَ الثَّوْبَ نَقَّيْتَ كَمَا الْخَطَايَا

    زَوْجِهَا مِنْ خَيْرًا وَزَوْجًا أَهْلِهَا مِنْ خَيْرًا وَأَهْلاً دَارِهَا مِنْ خَيْرًا

    النَّارِ عَذَابِ مِنْ أَوْ الْقَبْرِ عَذَابِ مِنْ وَأَعِذْهَا الْجَنَّةَ وَأَدْخِلْهَا

    Latin: Allaahummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wa wassi’ madkhalahaa wa aghsilhaa bimaa-in wa tsaljin wa baradin wa naqqihaa minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas, wa abdilhaa daaran khairan min daarihaa, wa ahlan khairan min ahlihaa , wa zaujan khairan min zaujihaa , wa qihaa fitnatal qabri wa ‘adzaaban naar


    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah keselamatan dan ampunilah dosanya, muliakanlah tempat tinggalnya dan lapangkanlah tempat keluarnya, sucikanlah ia dengan air, es, dan embun, serta bersihkanlah ia dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana Engkau telah membersihkan baju putih dari kotoran. Berilah ganti baginya tempat yang lebih baik dari tempatnya yang terdahulu, keluarga yang lebih baik dari keluarga semula, pasangan yang lebih baik dari pasangan semula, serta lindungilah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka.”

    Untuk doa jenazah, bisa juga dipersingkat menjadi : Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu.

    Atau disingkat menjadi seperti ini jika jenazahnya perempuan: Allahummaghfirlaha warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia.”

    6.      Takbir keempat

    Untuk takbir yang terakhir membaca doa untuk jenazah dan orang-orang yang ditinggalkan sebagaimana tercantum di dalam hadis riwayat Abu Daud, yaitu:

    A.      Doa untuk jenazah laki-laki atau kaum muslim

    وَلَهُ لَنَا اغْفِرْ وَ بَعْدَهُ تَفْتِنَّا وَلاَ أَجْرَهُ تَحْرِمْنَا لاَ اللَّهُمَّ

    Latin: Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.

    Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan cobai kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

    B.      Doa untuk jenazah perempuan

    وَلَهَا لَنَا اغْفِرْ وَ بَعْدَهَا تَفْتِنَّا وَلاَ أَجْرَهَا تَحْرِمْنَا لاَ اللَّهُمَّ

    Latin: Allohumma laa tahrimnaa ajrohaa wa laa taftinnaa ba’dahaa waghfirlanaa walahaa.

    Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan cobai kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

    7.      Salam

    Sama seperti sholat pada umumnya, sholat jenazah diakhiri dengan salam, yaitu dengan cara memalingkan kepala dari kanan ke kiri sambil mengucapkan salam. Berikut ucapan salam:

    بَرَكَاتُهُ وَ اللَّهِ وَرَحْمَةُ عَلَيْكَ السَّلاَمُ

    Latin: Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarookaatuh.

    Artinya: “Semoga keselamatan rahmat Allah dan berkah-Nya limpahkan kepada kalian.”

  • Bacaan Doa Sujud Syukur Latin, Arab dan Tata Caranya

    Bacaan Doa Sujud Syukur Latin, Arab dan Tata Caranya

    Doa sujud syukur biasanya dilakukan oleh seseorang setelah sujud terakhir ketika sholat. Sujud syukur merupakan salah satu sujud yang dilakukan oleh seseorang ketika telah mendapatkan nikmat atau selamat dari bencana. 

    Selain bisa mengucapkan “Alhamdulillah” ketika sedang mendapatkan nikmat yang melimpah dari Allah SWT, ada doa sujud perlu dilafalkan.

    Perlu diingat sujud syukur ini sebenarnya berbeda dengan sujud yang dilakukan saat shalat 5 waktu.

    Hukum dan Niat Doa Sujud Syukur

    Hukum syukur kepada Allah sebenarnya adalah wajib. Dalam kondisi apapun, kapanpun, dimanapun, setiap umat Islam memiliki kewajiban untuk terus mensyukuri nikmat yang Allah telah diberikan kepada kita.

    Namun, hukum syukur ketika sujud dan membaca doa syukur adalah sunnah. Posisi sujud juga sebenarnya telah memiliki makna dan nilai tersendiri. Hal ini karena menunjukkan kerendahan hati kita sebagai salah satu hamba di hadapan Allah SWT.

    Dalam agama Islam, sangat menekankan kepada umat Muslim agar hendaknya mengingat rasa syukur. Perintah untuk senantiasa selalu bersyukur dan juga seringkali disebutkan Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 7.

    Allah SWT berfirman:

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

    Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna ‘ażābī lasyadīd.

    Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kita bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kita mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” 

    (QS. Ibrahim:7)

    Saat mengamalkan doa dari sujud syukur, hendaknya kita jangan asal-asalan. Hal ini karena sudah ada beberapa tata cara dan doa sujud yang telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

    Selain itu, saat ini juga ada aturan yang harus diikuti ketika melakukan sujud untuk menunjukkan rasa syukur. Saat bersyukur, tentunya juga harus menjaga kebersihan, tempat ibadah, tubuh, pakaian, serta lakukan sujud di luar waktu sholat.

    Alasan dilakukannya sujud syukur karena akan mendapatkan banyak nikmat yang tidak disangka-sangka. Selain itu, juga terhindar dalam kesialan, terhindar dari mara bahaya, serta orang fasik (yang telah tersesat dari jalan kebenaran).

    Baca juga: Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    Tata Cara Melakukan Sujud Syukur

    Biasanya untuk bisa melakukan sujud syukur, sudah ada beberapa tata cara tertentu yang harus kita ikuti. Adapun tata cara untuk bisa langsung melakukan sujud syukur akan dijelaskan sebagai berikut:

    1. Membaca Niat Terlebih Dahulu

    Sebelum melakukan sujud, biasanya ada niat yang harus dibaca dalam hati sambil berdiri menghadap kiblat agar lebih sempurna. Adapun bacaan niat sujud yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-sehari adalah sebagai berikut:

    نَوَيْتُ سُجُوْدَ الشُّكْرِ سُنَةَ للهِ تَعَالَى

    Nawaitu sujudas syukri sunnatan lillahi ta’ala.

    Artinya: 

    “Saya niat melakukan sujud syukur sunnah karena Allah Ta’ala.”

    2. Melakukan Takbiratul Ihram

    Takbiratul ihram merupakan salah satu dari rukun qauli (rukun yang berupa ucapan). Dimana seseorang yang telah masuk dalam rangkaian ibadah shalat harus melakukan takbiratul ihram ini.

    الله أَكْبَر

    Allaahu akbar

    Artinya: 

    “Allah Maha Besar.”

    3. Melakukan Sujud Syukur Satu Kali

    Selanjutnya, kita bisa melakukan gerakan sujud. Hal ini dilakukan seperti pada sujud umumnya hanya satu kali saja. 

    4. Bacaan Doa Sujud Syukur ketika Posisi Sujud

    Bacaan Doa Sujud Syukur ketika Posisi Sujud

    Adapun bacaan doa yang benar dan bisa dilakukan dengan mudah adalah sebagai berikut.

    سُبْحَانَ اللّهِ والْحَمْدُللّهِ وَ لا اِلهَ اِلَّا اللّهُ وَ اللّهُ اَكْبَرُلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بالله العلي العظيم 

    Subhaanallohi walhamdulillaahi walaa ilaaha illalloohu walloohuakbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.

    Artinya: 

    “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi, Maha Agung.”

    Baca juga: Bacaan Doa Iftitah Panjang, Pendek, Arab-Latin dan Artinya

    5. Duduk di Antara Dua Sujud

    Jika dilihat dari tata cara sholat, kita bisa duduk di antara dua sujud dengan duduk iftirasy. Hal ini membentangkan punggung kaki kiri di lantai dan mendudukinya. 

    Kemudian, bisa dilanjutkan dengan kaki kanan ditegakkan dan jari-jarinya menghadap kiblat.

    6. Mengucapkan Salam

    Berikutnya, bisa mengucapkan salam seperti di akhir shalat. Salam ini biasanya dapat dilakukan hanya dengan menoleh ke kanan hingga pipi terlihat dari belakang.

    Setelah itu, kita bisa menoleh ke kiri hingga pipi terlihat dari belakang. Lanjut sambil mengucapkan kata “Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh”.

    Doa Sujud Syukur yang Benar

    Setelah kita sudah mengetahui tata caranya, ada beberapa bacaan syukur yang bisa dibacakan. Berikut ini sudah ada beberapa bacaan dari doa syukur, antara lain:

    1. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Tahlil

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ

    Subhaanallaahi wal hamdu lillaahi, wa laa ilaaha illallaah, wallahu akbar.

    Artinya: 

    “Maha Suci Allah. Segala puji kepunyaan Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

    2. Membaca Zikir Syukur

    سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَا رَكَ اللهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

    Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu washowwarohu wasyaqo sam’ahu wa bashorohu bihaulili wa quwwatihi fatabaa ro kallaahu ahsanul khooliqiin.

    Artinya: 

    Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.”

    3. Membaca Surat An-Naml Ayat 19

    رَبِّ اَوۡزِعۡنِیۡۤ اَنۡ اَشۡکُرَ نِعۡمَتَکَ الَّتِیۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَیَّ وَ عَلٰی وَالِدَیَّ وَ اَنۡ اَعۡمَلَ صَالِحًا تَرۡضٰىہُ وَ اَدۡخِلۡنِیۡ بِرَحۡمَتِکَ فِیۡ عِبَادِکَ الصّٰلِحِیۡنَ

    Robbi au zi’nii an asykur ni’matakallatii an ‘amta ‘alayya wa ‘alaa waa lidayya wa an a’mal shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikasshoolihiin.

    Artinya: 

    “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai. 

    Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang salih,” (QS. An-Naml ayat 19).

    4. Tahmid dari Syekh Sulaiman Al-Kurdi

    Syekh Sulaiman Al-Kurdi diketahui telah menganjurkan tahmid berikut ini sebagai salah satu doa untuk sujud syukur, antara lain:

    الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيَّ بِكَذَا وَدَفَعَ عَنِّيْ كَذَا وَعَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلَى بِهِ فُلَانًا

    Alhamdulillāhil ladzī an‘ama ‘alayya bi kadzā, wa dafa‘a annī kadzā, wa ‘āfānī mimmābtalā bihī fulānan.

    Artinya: 

    “Segala puji bagi Allah, Zat yang memberikan nikmat kepadaku berupa …. sebutkan dalam hati nikmat yang diterima). Dan menolak dariku marabahaya …. (sebutkan bahaya yang dimaksud). 

    Dan menyelamatkanku dari musibah yang Allah berikan kepada fulan .… (sebutkan musibah yang dimaksud),” (Syekh Sulaiman Al-Kurdi, Al-Hawasyil Madaniyyah, (Al-Haramain: tanpa tahun), juz I, halaman 317)

    5. Doa Sujud Syukur agar Terhindar dari Bahaya Maksiat

    Maraknya perzinahan yang ada di sekitar kita, tentunya harus mendekatkan diri pada Allah. Hal ini tentunya untuk mendapatkan perlindungan Allah dari segala dosa maksiat tersebut patut kita syukuri.

    Maka dari itu, berikut ini sudah ada doa dari sujud syukur yang bisa langsung diucapkan ketika terhindar dari dosa maksiat.

    اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِي دِيْنِنَا

    Allāhumma lā taj‘al mushībatanā fī dīninā.

    Artinya: 

    “Ya Allah, jangan jadikan musibah kami pada agama kami.”

    6. Membaca Doa Sujud Syukur seperti Sujud Tilawah

    Doa sujud tilawah juga bisa kita jadikan sebagai salah satu doa untuk sujud syukur yang benar. Hal ini tentunya karena sebagian ulama menganggap keduanya adalah hal yang sama.

    Adapun untuk doa sujud tilawah yang dapat dibacakan ketika ingin melakukan sujud syukur, adalah sebagai berikut:

    سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الخَالِقِيْنَ 

    Sajada wajhiya lil ladzī khalaqahū wa shawwarahū wa syaqqa sam‘ahū wa basharahū bi haulihī wa quwwatihī fa tabārakallāhu ahsanul khāliqīna.

    Artinya: 

    “Diriku bersujud kepada Zat yang menciptakan dan membentuknya, membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha suci Allah, sebaik-baik pencipta,” 

    (Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in pada hamisy I’anatut Thalibin, (Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H), juz I, halaman 246).

    7. Doa Sujud Sahwi

    Sebenarnya, juga ada bacaan doa sujud sahwi apabila seseorang sedang merasa ragu dalam rakaat shalatnya. Doa sujud syukur yang satu ini sebenarnya dapat dilakukan dalam gerakan shalat, yakni dengan tambahan lafadz sujud sahwi:

    سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْا 

    Subhana man laa yanaamu walaa yashuu.

    Artinya:

    “Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.”

    Manfaat Selalu Bersyukur Akan Kehidupan

    Selain dapat menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT, tentunya kita juga harus tahu bahwa bersyukur juga memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Berikut ini sudah ada beberapa manfaat bersyukur dalam kehidupan, antara lain:

    1. Hidup Menjadi Bahagia

    Bersyukur sebenarnya telah memiliki efek positif pada suasana hati. Jadi nantinya kita akan merasa lebih bahagia.

    Pada dasarnya, hal ini berarti sebagai manusia dapat memanfaatkan rasa syukur dengan sebaik-baiknya. Hal ini tentunya bisa menjalani kehidupan dengan benar-benar bersyukur.

    2. Singkirkan Rasa Iri

    Merasa bersyukur setiap hari tentunya juga akan membantu mengusir rasa cemburu dan iri terhadap orang lain.

    Jadi bisa dikatakan bahwa rasa syukur juga akan mengurangi kecemburuan, memunculkan emosi positif.

    Bahkan bisa langsung membuat seseorang lebih tangguh dari biasanya. Kemudian, jika kita selalu mensyukuri apa yang dimiliki, maka nantinya juga tidak akan ada rasa iri yang datang kepada diri sendiri.

    3. Meningkatkan Harga Diri

    Perlu diketahui, bahwa kepuasan hidup dan harga diri akan semakin meningkat setelah merasa bersyukur setiap hari. Bersyukur juga akan dapat membantu merasa lebih baik tentang apa saja yang dialami.

    4. Mengurangi Depresi

    Rasa syukur dikenal sebagai salah satu faktor yang dapat membantu mencegah stres. Bahkan, juga depresi yang akan mengarah pada ide bunuh diri.

    Meningkatkan praktik rasa syukur juga tentunya akan dapat membantu melindungi kita saat berada dalam kondisi terlemah.

    5. Melatih Kesabaran

    Bersyukur juga nantinya juga bisa membuat diri lebih sabar. Bahkan, diketahui bahwa orang yang lebih bersyukur cenderung akan lebih sabar dan membuat keputusan jauh lebih baik.

    6. Meningkatkan Kesehatan Mental

    Tidak hanya bermanfaat dalam menjaga kesehatan fisik. Tentunya dengan membiasakan diri bersyukur juga akan membantu meningkatkan kesehatan mental atau psikis. 

    Berkat adanya rasa syukur, kita akan terbantu mengatasi emosi yang negatif. Misalnya saja seperti frustrasi, cemburu, marah, dan menyesal. 

    Bersyukur tentunya juga dapat langsung meningkatkan kebahagiaan atau kadar dopamin dalam tubuh. Hal ini tentunya lebih efektif mengurangi gangguan mental berupa depresi.

    7. Membuat Merasa Tenang

    Syukur merupakan salah satu afirmasi positif yang tentunya akan membawa kebahagiaan serta kedamaian di hati. Kita nantinya juga akan menjadi lebih tenang dengan adanya rasa syukur. 

    Ketika kita bersyukur, tubuh tentunya akan dipenuhi dengan energi yang positif. Hal ini tentunya akan membantu kita untuk berpikir lebih jernih, mengurangi pikiran serta lebih menikmati hidup yang dijalani. 

    Jadi beberapa penjelasan tentang doa sujud syukur dan tata caranya, serta manfaat bersyukur di atas bisa dijadikan sebagai pegangan hidup Mulai dari sekarang, untuk membuat sujud lebih khusyuk, dan harus disertai tata cara.

  • 13 Manfaat Sholat Hajat agar Dikabulkan Keinginan dan Harapan

    13 Manfaat Sholat Hajat agar Dikabulkan Keinginan dan Harapan

    Setiap Muslim pasti memiliki keinginan. Ada banyak sekali cara untuk menggapainya, salah satunya yakni dengan mempraktikan sholat hajat. Tidak hanya mengabulkan keinginan, ada banyak sekali manfaat sholat hajat yang perlu diketahui.

    Sholat hajat sendiri dimaknai sebagai ibadah sunnah yang dilakukan sebagai ikhtiar memohon dan menyampaikan sebuah keinginan atau hajat kepada Allah SAW.

    Sholat ini dapat dilakukan kapanpun dari subuh hingga tengah malam, bahkan dini hari. Asalkan tidak dikerjakan pada waktu yang dilarang untuk mengerjakan sholat. Akan tetapi dianjurkan untuk dilakukan di sepertiga malam agar lebih khusyu.

    Ingin tahu lebih banyak manfaat sholat hajat bagi seorang Muslim? Mari simak uraian lengkapnya di bawah ini!

    Mengenal Sholat Hajat

    Sebelum membahas lebih lanjut mengenai manfaat sholat hajat, akan lebih afdol jika kita mengenal terlebih dahulu apa itu sholat hajat dalam agama Islam.

    Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang dilakukan oleh seorang muslim yang memiliki keinginan atau kebutuhan tertentu yang ingin dikabulkan Allah SWT.

    Sholat ini dapat dilakukan kapan saja di luar waktu-waktu yang dilarang sholat, seperti setelah subuh hingga matahari terbit dan setelah Ashar, dari matahari terbit hingga matahari meninggi (kira-kira 15 menit setelah matahari terbit), ketika matahari di atas kepala, tidak condong ke timur atau ke barat dan hingga matahari tergelincir ke barat dan dari matahari mulai tenggelam hingga tenggelam sempurna

    Namun terdapat waktu terbaik yang dianjurkan untuk dilakukannya sholat hajat, yakni pada sepertiga malam. Sebab pada malam ini, Allah akan turun menyaksikan hamba-Nya berdoa serta memohon pada-Nya.

    Sholat ini dilakukan antara dua sampai duabelas rakaat dengan salam tiap dua rakaat. Disarankan membaca ayat  Kursi dan surah Al-Ikhlas pada tiap rakaat.

    Manfaat sholat hajat yang paling menonjol adalah sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi dengan Allah SWT dan meminta bantuan-Nya dalam menghadapi segala kesulitan dan masalah yang kita alami.

    Sholat hajat juga menunjukkan rasa percaya dan berserah diri kita kepada Allah SWT, bahwa hanya Dia yang dapat memberikan solusi dan jalan keluar bagi kita.

    Selain itu, sholat hajat juga suatu bentuk ketidaksombongan kita kepada Allah, sebab merasa tidak memperlukan bantuan Allah dengan mengandalkan diri sendiri.

    Baca juga: Bacaan Doa Keluar Rumah: Arab, Latin dan Artinya

    Keutamaan Sholat Hajat

    Tidak hanya memiliki manfaat sholat hajat saja, ternyata ada banyak sekali keutamaan yang bisa kita dapatkan apabila mempraktikan sholat hajat dalam kehidupan sehari-hari. Adapun keutamaannya adalah sebagai berikut:

    1. Sholat hajat melatih setiap umat Muslim untuk mensyukuri berkah kebaikan yang telah didapatkan dari Allah.
    2. Memudahkan mendapatkan jalan kebaikan dari Allah. Sebab Allah menyukai hamba-Nya yang selalu memohon kebaikan dan pertolongan pada-Nya dalam hal apapun baik sesuatu yang besar atau sekadar sesuatu yang remeh.
    3. Sholat hajat juga mampu mendekatkan diri pada Allah sekaligus menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk lebih rajin beribadah.
    4. Membantu untuk mengikhlaskan dan menerima setiap pemberian dari Allah.
    5. Menyerahkan diri kepada Allah menjadi bukti bahwa Allah menjadi sebaik-baiknya pemberi keputusan bagi setia- hamba-Nya.

    Bahkan keutamaannya, turut dijelaskan dalam salah satu hadits, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

    “Siapa yang berwudu dan sempurna wudunya, kemudian salat dua rakaat (salat hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR. Ahmad)

    Berdasarkan hadits di atas, Rasulullah Shallallahu ‘allaihi wasallam pun mengajarkan agar kita senantiasa untuk meminta kepada Allah SWT melalui sholat. Terutama, bila sedang dalam kondisi memilliki hajat.

    Sementara itu, Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam bukunya Fiqih Empat Mazhab menulis, “ Dianjurkan bagi setiap muslim yang memiliki kebutuhan yang syar’i untuk melakukan sholat hajat.”

    Niat dan Tata Cara Sholat Hajat

    Sebelum melakukan sholat hajat, pastikan kita dalam kondisi suci dari hadast dengan berwudhu. Kemudian ucapkan niat.

    Meski tempatnya di dalam hati, bagi yang ingin melafalkan niat sholat hajat karena ingin menghadirkan rasa khusyu bacaannya ialah:

    “Usholli sunnatal-haajati rok’atayni lillahi ta’aala,”.

    Syarat dan tata cara sholat hajat sebenarnya sama dengan sholat pada umumnya dengan tetap memperhatikan kesucian, menutup aurat, pakaian yang bersih dan terhindar dari najis, tempat sholat yang bersih dan suci serta menghadap kiblat.

    Rakaat pertama:

    1. Takbirotul ihram (berdiri bagi yang mampu)
    2. Doa iftitah
    3. Membaca surat Al-Fatihah
    4. Dilanjutkan dengan membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an. Diutamakan membaca surat Al-Kaafirun sebanyak 3 kali
    5. Rukuk secara tuma’ninah
    6. I’tidal (bangun dari ruku) secara tuma’ninah
    7. Sujud secara tuma’ninah
    8. Duduk di antara dua sujud secara tuma’ninah
    9. Sujud kedua secara tuma’ninah

    Rakaat kedua:

    1. Berdiri untuk rakaat kedua
    2. Membaca surat Al-Fatihah
    3. Dilanjutkan membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an. Diutamakan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 3 kali
    4. Ruku’ secara tuma’ninah
    5. I’tidal (bangun dari ruku) secara tuma’ninah
    6. Sujud secara tuma’ninah
    7. Duduk di antara dua sujud secara tuma’ninah
    8. Sujud kedua secara tuma’ninah
    9. Duduk tasyahud akhir secara tuma’ninah
    10. Mengucapkan salam

    Setelah selesai salam, kemudian memanjatkan beberapa zikir, seperti:

    Subhahanallah walhamdulillah walaailaaha illallah waallahu akbar walaa haula wa quwwata illaa billahil ‘aliiyil ‘adzim.

    Artinya: “Maha suci bagi Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar.” Ini dibaca sebanyak 10 kali.

    Setelah itu membaca:

    Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad.

    Artinya: “Yaa Allah, beri karunia kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, kesejahteraan yang diridhoi dan ridhoilah dari pada sahabat sahabat sekalian.” Ini dibaca sebanyak 10 kali.

    Kemudian lanjutkan dengan membaca doa:

    Rabbanaa aatinaa fidunyaa hasanah wa fil’akhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban nar.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah: 201).

    Bacaan Doa setelah Sholat Hajat

    Berikut bacaan doa setelah sholat hajat dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya.

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil ‘arsyil karimil ‘azhim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. As’aluka mujibati rahmatik, wa ‘aza’ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada’ li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Lembut dan Maha Mulia. Maha Suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa.”

    “Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai rida-Mu karena itu penuhilah hajatku, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”

    Manfaat Sholat Hajat

    Berikut ini beberapa manfaat sholat hajat yang perlu diketahui:

    1. Memperoleh Pahala dari Allah SWT

    Seorang muslim yang instiqomah melakukan sholat hajat, atas izin Allah ia akan mendapatkan manfaat dari sholat hajat yakni berupa pahala dari-Nya.

    Sebab sholat hajat juga merupakan salah satu bentuk ibadah yang menjanjikan banyak pahala di dalamnya.

    2. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

    Manfaat Sholat Hajat lainnya yakni membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT.Sebab ketika seorang hamba sedang dirundung masalah maka berserah diri kepada Allah menjadi salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan. Hal inilah yang akan mendekatkan diri kepada Alla SWT.

    3. Doa Mudah Dikabulkan

    Mengingat bahwa salah satu keutamaan dari sholat hajat ialah memudahkan dikabulkannya doa oleh Allah. Maka dari itu, seorang muslim hendaknya istiqomah dalam mengamalkannya sehingga Allah akan membantunya dengan mengabulkan hajatnya.

    4. Menumbuhkan Rasa Ikhlas

    Umum terjadi jika terdapat masalah yang tidak menyenangkan dan sulit untuk dipecahkan, hati kita akan gusar dan tidak tenang. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk melakukan sholat hajat dengan memohon dan menyerahkan segalanya kepada Allah. Dengan berpasrah, hati akan menjadi tenang dan tumbuhnya rasa ikhlas.

    5. Rasa Tawakal yang Lebih Kuat

    Sholat hajat mampu membuat seseorang lebih tawakal kepada Allah SWT. Hal ini disebabkan karena melalui sholat hajat, seseorang akan merasa bahwa hanya Allah lah satu-satunya yang dapat memberikan apa yang dibutuhkan.

    6. Berserah Diri pada Allah

    Kepasrahan seorang Muslim menjadi hal yang disukai Allah SWT. Manusia harus menyadari bahwa tiada sesuatu yang terjadi jika lepas dari kuasa Allah.

    Ketika seorang hamba semakin cepat menyadari tidak bisa hidup tanpa bantuan Allah maka akan semakin mudah baginya untuk meminta bantuan-Nya. Allah tetap membantu hamba meskipun memiliki banyak dosa dalam diri.

    7. Dapat Mengendalikan Kebutuhan

    Adapun manfaat sholat hajat lkali ini yakni dapat memberikan ketenangan pada hati seorang muslim. Dengan sholat hajat, ia akan berusaha menyusuki segala sesuatu yang dimilikinya.

    8. Motivasi untuk Lebih Giat

    Manfaat sholat hajat lainnya yakni memotivasi diri agar lebih giat, sholat hajat bisa membuat seseorang lebih rajin dan termotivasi untuk lebih rajin dalam berusaha atau beriktiar di dunia.

    9. Tingkatkan Sirkulasi Darah

    Ternyata manfaat sholat hajat tidak hanya untuk keperluan spiritual saja, melainkan juga untuk kebermanfaatan kesehatan.

    Istiqomah melakukan sholat hajat akan meningkatkan sirkulasi darah kita. Hal ini disebabkan gerakan sholat yang berbeda ternyata mampu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.

    Gerakan sholat yang beragam ini mampu mengalirkan darah ke segala arah. Dan tentu saja hal ini akan membantu kesehatan tubuh manusia.

    Suatu kasus membuktikan, ketika ditemukan aliran darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah pada tubuh. Ketika usai sholat, aliran darah berangsur-angsur kembali normal.

    Misalnya posisi ruku, aliran darah akan mengalir dari tubuh bagian atas. Adapun ketika tashahhud, aliran darah akan diatur mengalir ke seluruh tubuh bagian bawah.

    10. Redakan Sakit Punggung dan Nyeri Sendi

    Sholat hajat dapat meredakan sakit punggung dan nyeri sendiri. Hal ini berkaitan dengan posisi ruku dan sujud yang membuka serta meringankan persendiran.

    Selain itu, gerakan ruku yang mirip dengan yoga dapat membantu merelaksasikan otot ligamen sehingga nyeri dipunggung akan terasa lebih ringan.

    Dan tidak hanya itu, gerakan sholat ternyata bermanfaat untuk melemaskan sendi kuku, lutut, bahu, pinggul dan pergelangan kaki secara keseluruhan.

    11. Dapat Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

    Manfaat sholat hajat selanjutnya yakni dapat meningkatkan kesehatan pencernaan. Hal ini didasari atas penelitian ilmiah yang menjelaskab bahwa selama keadaan qu’ud, postur tubuh sangat memungkinkan untuk memperlancar pencernaan.

    Yang dimaksud dengan posisi ini yakni, bagi laki-laki posisi qu’ud ialah meringkuk pada satu kaki, sedangkan untuk perempuan yakni saat duduk di kedua kaki.

    12. Membantu Kesehatan Jantung

    Gerakan sholat dapat memperlancar peredaran darah sehingga kesehatan jantung pun turut meningkat.

    Hal ini dikarenakan setiap gerakan sholat yang dilakukan dengan benar dan tepat akan membantu fungsi organ secara keseluruhan. Shalat juga mampu mengatur sekresi kelenjar dan aliran dalam tubuh.

    13. Mengurangi Stres

    Siapa sangka jika manfaat sholat hajat dapat mengurangi stres. Bagi seorang Muslim, sholat sendiri secara tidak sadar menjadi salah satu terapi psikologis yang dapat memberikan ketenangan jiwa serta meredakan berbagai ketegangan.

    Sebab ketika sholat, segala hal-hal yang tidak berhubungan dengan Allah akan dikesampingkan. Kita akan memfokuskan segalanya kepada Allah saja.

    Tidak jarang ketika sholat air mata turut bercucuran jika mengingat hal-hal yang mengesalkan dan segala kekhawatiran yang ada keluar.

    Dengan menangis perasaan-perasaan terbebani dan lainnya akan berkurang. Dengan begitu stres pun akan turut berkurang.

    Setelah mengetahui banyaknya manfaat sholat hajat. Tentu sayang sekali bukan jika selama hidup kita tidak pernah sekalipun mengamalkannya?

    Semoga dengan adanya artikel ini dapat memotivasi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan mengingat bahwa tiada masalah yang tidak mungkin dipecahkan jika ada Allah SWT.

  • Niat Sholat Maghrib Sendiri, Berjamaah, dan Tata caranya

    Niat Sholat Maghrib Sendiri, Berjamaah, dan Tata caranya

    Sholat Maghrib merupakan salah satu sholat wajib yang harus ditunaikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Sholat fardu wajib dalam ajaran Islam, memegang peranan penting dan memenuhi kebutuhan spiritual antara manusia dan pencipta-Nya. Oleh sebab itu, sebagai bentuk permohonan ridho kepada Allah SWT, wajib bagi kita mengawali dengan niat sholat maghrib yang benar.

    Mengenal sholat maghrib sendiri sebagai kewajiban umat muslim yang dilaksanakan pada ‘Maghrib’ yakni kata bahasa arab yang berarti pada ‘Matahari senja’, yang berasal dari kata (gharaba), yang artinya ‘terbenam’ atau ‘akan disembunyikan’.

    Sholat maghrib sendiri dikerjakan dengan tiga raka’at pada saat matahari terbenam. Dikutib dari buku yang ditulis Ridwan Abqary yang mengatakan bahwa Nabi Isa adalah nabi pertama yang mengerjakan sholat maghrib. beliau melaksanakan sholat magrib ketika allah swt menyelamatkannya dari kejahilan dan kebodohan kaumnya sendiri.

    Bacaan Sholat Maghrib Baik Sendiri ataupun Bersama

    Untuk mendapatkan kekusyuan serta kesempurnaan ibadah yang akan dilakukan. Ketahui bahwa niat sendiri menjadi pembeda antara satu ibadah dengan ibadah lainnya, selain itu menjadi pembeda antara ibadah dengan kebiasaan.

    Sholat fardu maghrib juga memiliki perbedaan saat melakukannya sendiri atau saat mengerjakannya bersama. Untuk mengetahui perbedaanya,  simak ulasan mengenai niat sholat maghrib di bawah ini:

    1. Niat Sholat Maghrib Sendiri

    Jika kamu sholat sendiri di rumah atau di tempat beribadah lainnya, kamu bisa menggunakan niat Sholat Maghrib yang satu ini:

    أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَ

    Dalam tulisan latin, bacaannya adalah “Ushalli fardhu Maghribi tsalaatsa roka’aatain mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala.”

    Adapun, makna dari bacaan niat tersebut dalam Bahasa Indonesia adalah “Saya niat melakukan sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah ta’ala.”

    Baca juga: Ayat Kursi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Manfaat, dan Keutamaannya

    2. Niat Sholat Maghrib Berjama’ah Sebagai Imam

    Jika kamu hendak sholat maghrib berjama’ah dan bertindak sebagai Imam, awali sholat fardhumu dengan menggunakan niat berikut ini:

    أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لله تَعَالَى

    Tulisan latinnya adalah “Ushalli fardhu Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aala.”

    Terjemahan dalam Bahasa Indonesia dari niat tersebut menjadi: “Saya niat melakukan sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah ta’ala.

    3. Niat Sholat Maghrib Berjama’ah Sebagai Makmum

    Niat di bawah ini kamu gunakan saat hendak sholat fardhu maghrib berjama’ah dan beniat menjadi makmum.

    أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لله تَعَالَى.

    Dalam tulisan Latin, bacaannya menjadi “Ushalli fardhu Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati makmuman lillaahi ta’aala.”

    Sementara, dalam Bahasa Indonesia bacaannya adalah: “Saya niat melakukan sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah ta’ala.”

    Waktu Pelaksanaan dan Manfaat Sholat Maghrib

    Sholat Fardhu lima waktu memiliki waktu pelaksanaan yang menjadi persoalan tauqifiyah (baku). Hal ini juga dijelaskan oleh Rasulullah SAW melalui hadistnya yang berbunyi “ketentuan ihwal kapan waktu sholat bukanlah ijtihad manusia, melainkan sudah ditentukan dengan jelas, pasti dan detail dalam hadis”.

    Selain hadis yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW, diriwayatkan juga dari Abdullah bin ‘Amr RA, yang sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Bahwa waktu sholat maghrib yakni sebelum terbenamnya matahari”.

    Hal ini diartikan sebagai tahap terjadinya perubahan langit dari terang menjadi gelap, langit akan berubah dari kemerahan menjadi gelap semakin mempertegas awal sholat maghrib. Namun yang perlu ditandai, bahwa waktu ini berlangsung saat cahaya merah cakrawala sudah benar-benar hilang.

    Hal tersebut diriwayatkan dari Abu Hurairah RA yang berkata, Nabi Muhammad bersabda “Ada waktu maghrib adalah ketika matahari telah terbenam, sedangkan waktunya adalah ketika mega merah telah hilang.” (H Tirmidzi)

    Di samping ketetapan waktunya, sholat maghrib ternyata memiliki ragam manfaat bagi umat muslim, yakni:

    1. Sebagai Penolong Manusia

    Mengerjakan sholat maghrib tepat waktu dan istiqomah akan menjadi penolong manusia baik di dunia maupun di akhirat, hal ini dijelaskan pada surat al-baqarah Allah SWT berfirman yang artinya: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” (QS. Al-Baqarah ayat 45)

    2. Mencegah dari Perbuatan Tercela

    Dalam hal ini, tidak terkhusus sholat maghrib, semua sholat fardhu lima waktu memiliki keutamaan yaitu sebagai pencegah dari perbuatan keji, sebab sholat bisa menghalangi kita untuk berbuat hal-hal yang tercela.

    Hal ini telah difirmankan oleh Allah SWT dalam QS. Al Ankabut ayat 45 “Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”, oleh sebab itu, jangan sekali-kal bagi umat muslim meninggalkan sholat fardhu lima waktu.

    3. Selalu dalam Kebaikan pada Hidupnya

    Bagi umat muslim yang melaksanakan waktu sholat dengan niat sholat maghrib yang tepat serta tidak menunda-nundanya mendekati waktu isya, akan mendapatkan kebaikan semasa hidupnya.

    Hal ini disampaikan dalam hadis dari Uqbah bin Amir radiallahu anhu yang berbunyi “Umatku akan senantiasa dalam kebaikan atau fitrah selama mereka tidak mengakhiri waktu sholat maghrib hingga munculnya bintang di langit,” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

    Seperti yang diketahui, bahwa waktu sholat maghrib yang tidak begitu banyak, sebaiknya umat muslim melaksanakan sholat maghrib di awal waktu. Mengerjakan sholat maghrib di awal waktu juga membuat umat muslim dalam kebaikan atau fitrah.

    Baca juga: 3 Doa Buka Puasa Ramadhan & Sunnah: Arab-Latin dan Artinya

    Tata Cara Sholat Maghrib Tiga Raka’at

    Niat sholat Maghrib dan Tata Cara Sholat Maghrib Tiga Raka’at

    Pada umumnya, tata cara sholat mengikuti rukun sholat. Rukun ini ialah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk ibadah shalat yang akan dikerjakan, sehingga jika salah satu rukun ini tidak dikerjakan atau terlewatkan, maka ibadah tersebut bisa dikatakan tidak sah.

    Berikut ini tata cara langkah sholat maghrib tiga raka’at sesuai dengan rukun yang benar:

    1. Rakaat pertama diawali berdiri menghadap kiblat

    Anjuran berdiri bagi yang mampu. Sedangkan bagi orang yang tidak mampu, maka Ia bisa mengerjakannya dengan duduk ataupun berbaring. Sungguh Allah Maha Mengetahui setiap keadaan umatnya.

    2. Takbiratul Ihram

    Tabiraktul ihram diucapkan bersamaan dengan niat sholat maghrib di dalam hati. “Allahuakbar” diucapkan sambil mengangkat kedua tangan

    3. Membaca Doa Iftitah

    Setelah takbir, letakan kedua tangan di atas dada dengan tangan kanan di atas tangan kiri dan bacalah doa iftitah. Doa ini berisi ungkapan penghormatan dan dedikasi total kepada Allah SWT yang mencipakan semesta serta isinya.

    Bacaan Doa Iftitah:

    Allaahu Akbaru kabiiraa-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

    4. Membaca Al-Fatihah

    Setelah membaca doa iftitah, lanjutkan membaca Al-fatihah. Alfatihah merupkan komponen penting dalam sholat yang tidak boleh terlupakan atau terlewati. Jika seseorang melewatkan Al-fatihah dalam sholatnya, maka dianggap tidak sah juga sholatnya.

    5. Membaca surat dari Al-Qur’an

    Setelah membaca Al-fatihah, bacalah surat atau ayat lain dalam Al-Qr’an. Dalam hal ini, lebih baik jika memilih ayat atau surat yang dihafal dan paham akan isinya. Hal ini menjadi salah satu cara untuk lebih dekat dengan Allah SWT.

    6. Rukuk

    Setelah menyelesaikan surat yang dipilih, lanjutkan dengan takbir dan rukuk.  Posisikan kepala dan badan menekuk 90° sejajar dengan sajadah, dan lafaskan tasbih sebagai ungkapan atas keagungan Allah SWT.

    Bacaan tasbih saat rukuk:

    3x سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana Rabbiyal A’zimi Wabihamdih.

    7. I’tidal (Bangun dari rukuk)

    Setelah rukuk, bangkitlah dengan membaca:  Sami Allahu Liman Hamidah. Rabbana Lakal Hamdh.

    8. Sujud Pertama

    Sujud pertama diawali dengan takbir dan sujud dengan membaca: Subhana Rabbiyal A’laa WabiHamDih 3x.

    9. Duduk Diantara Dua Sujud

    رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى

    Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

    Artinya: “Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki, dan petunjuk untukku.”

    10. Melakukan Sujud kedua

    Sujud kedua dilakukan dengan cara yang sama seperti sujud pertama. Dan bacalah: Subhana Rabbiyal A’laa WabiHamDih.

    11. Bangun Ra’kaat kedua

    Bangun raka’at kedua, diteruskan dengan membaca Al-fatihah dan dilanjutkan dengan surat atau ayat pendek yang dipilih

    12. Rukuk

    Setelah membaca surat pendek, lanjutkan dengan rukuk dan membaca “Subhâna rabbiyal ‘adhîmi wa bihamdihi”.

    13. I’tidal

    Lanjutkan dengan I’tidal sambil membaca “Sami’allâhu liman hamidah rabbanâ lakal hamdu”.

    14. Sujud pertama

    Sujud sambil membaca “Subhâna rabbiyal a’la wa bihamdihi”.

    15. Duduk di antara dua sujud

    Duduk di antara dua sujud sambil membaca “Rabbighfirlî warhamnî wajburnî warfa’nî warzuqnî wahdinî wa‘âfinî wa‘fu ‘annî”.]

    16. Sujud ke dua

    Sujud kedua dilakukan dengan cara yang sama seperti sujud pertama. Dan bacalah: Subhana Rabbiyal A’laa WabiHamDih.

    17. Tasyahud awal

    Pada raka’at kedua, setelah dilakukannya sujud kedua, langkah selanjutnya adalah tasyahud awal dengan posisi duduk kaki ditekuk, satu kaki sebagai penjaganya, bacalah: “At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.”

    18. Bangun Raka’at ketiga

    Bangun raka’at ketiga, membaca Al-fatihah

    19. Rukuk

    Rukuk sambil membaca “Subhâna rabbiyal ‘adhîmi wa bihamdihi”.

    20. I’tidal

    Lanjutkan dengan I’tidal sambil membaca, “Sami’allâhu liman hamidah rabbanâ lakal hamdu”.

    21. Sujud

    Sujud sambil membaca, “Subhâna rabbiyal a’la wa bihamdihi”.

    22. Duduk diantara dua sujud

    23. Sujud ke dua rakaat ke tiga

    24. Membaca tasyahud akhir.

    Setelah melakukan kedua sujud dan duduk di antara sujud, lanjutkan dengan tasyahud akhir dengan posisi duduk setengah miring dengan kaki menyangga di sebelah kanan, serta membaca“Attahiyyatu lillah salamun ‘alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakatuh, salamun ‘alaina wa ‘ala ibadillah as-sholihin, Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid”.

    25. Salam

    Itulah niat sholat maghrib, keutamaannya, waktu yang tepat dan tata cara sholat Maghrib yang benar. Ikuti langkah-langkahnya satu persatu, Insyaallah akan menjadi jalan untuk mencapai ridho Allah SWT. Semoga bermanfaat ya!

  • Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh dan Tata Caranya (Qobliyah Subuh)

    Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh dan Tata Caranya (Qobliyah Subuh)

    Niat Sholat sunnah sebelum subuh (Qobliyah Subuh) – Sholat merupakan ibadah wajib yang hukumnya wajib. Meski demikian, tidak semua sholat hukumnya wajib, ada beberapa yang disunnahkan. Salah satunya yakni sholat sunnah sebelum subuh.

    Sholat sunnah ini dikerjakan dengan dua rakaat. Meski dikatakan sunnah, banyak sekali keutamaan sholat sunnah sebelum subuh yang bisa kita dapatkan sebagai seorang Muslim. Sebagaimana Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

    Artinya: “Dua rakaat fajar (sholat sunnah qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim)

    Untuk penjelasan lebih lanjut, mari simak informasi di bawah ini.

    Waktu Melaksanakan Sholat Sunnah Sebelum Subuh

    Sholat sunnah sebelum subuh ini juga dikenal dengan ibadah qobliyah subuh. Sebelum mengetahui niat, tata cara dan keutamaannya, baiknya kita mengetahui waktu terbaik dalam pelaksanaannya.

    Pelaksanaan sholat qobliyah subuh baiknya dilakukan setelah azan subuh. Hal ini diriwayatkan dalam hadis Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

     يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ إِذَا سَمِعَ الأَذَانَ وَيُخَفِّفُهُمَا

    Artinya, “Rasulullah SAW dahulu diam antara azan muazin hingga waktu sholat subuh. Sebelum mulai melaksanakan sholat subuh, beliau terlebih dahulu sholat dua rakaat ringan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Selain waktu tersebut, terdapat juga beberapa pandangan tentang waktu pengerjaan sholat ini. Pandangan tersebut dikemukakan oleh Mazhab Maliki, Mazhab Hanafi, dan Mazhab Syafi’i. Adapun uraiannya yaitu sebagai berikut.

    • Mazhab Maliki: Sholat sunnah qobliyah subuh dilakukan sejak terbit fajar shadiq yang ditandai dengan sebuah cahaya yang terlihat pada waktu subuh sebagai batas antara akhir malam dengan permulaan pagi hingga terbit matahari. Jika melewati waktu tersebut, maka sholat ini akan menjadi qadha hingga matahari tergelincir (zawal)
    • Mazhab Hanafi: Sholat fajar atau sunnah subuh dilaksanakan pada awal masuk waktu subuh, sebelum kumandang iqamah sholat subuh. Jika melewati waktunya, maka tidak perlu di-qadha, kecuali jika dilaksanakan bersama sholat fardhu
    • Mazhab Syafi’i: Waktu pelaksanaan sholat sunnah subuh yaitu sejak terbit fajar shadiq hingga matahari terbit. Jika tidak khawatir akan ketinggalan sholat subuh, maka sholat ini termasuk sunnah untuk dilaksanakan

    Berdasarkan berbagai pendapat dari Imam Mazhab tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sholat sunnah qobliyah subuh sebaiknya dilaksanakan setelah terbit fajar dan pada awal waktu sebelum sholat subuh.

    Selain itu, juga terdapat hadis Ummul Mukminin Hafshah RA yang menjelaskan:

    يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ إِذَا سَمِعَ الأَذَانَ وَيُخَفِّفُهُمَا

    Artinya: “Rasulullah SAW dahulu diam antara adzan muadzin hingga waktu sholat subuh. Sebelum mulai melaksanakan sholat subuh, beliau terlebih dahulu sholat dua rakaat ringan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Baca juga: Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir Arab-Latin Beserta Arti Sesuai Sunnah

    Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh

    Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh
    Niat sholat sunnah sebelum subuh

    Sebelum memahami tata cara sholat sunnah sebelum subuh, seorang umat muslim harus mengetahui niat yang akan dibacakan.

    Niat merupakan pembeda ibadah satu dengan yang lainnya serta bentuk komunikasi terhadap Allah SWT. Tak hanya itu, sholat yang dilakukan tanpa niat maka ibadahnya tertolak.

    Berikut niat sholat sunnah sebelum subuh bica dibaca dan di barengi dengan takbiratur ikhram.

    اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Latinnya: Usholli sunnatash subhi rok’ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.

    Artinya, “Aku niat sholat sunnah sebelum subuh dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah yang Maha Tinggi.”

    Selain lafal di atas, kita juga bisa melafalkan niat sholat sunnah sebelum subuh versi berikut:

    أُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً للهِ تَعَالَى

    Latinnya: Ushalli sunnatash-shubhi rak’ataini qabliyyatal lillahi ta’ala.

    Artinya, “Aku niat sholat sunnah sebelum subuh dua rakaat karena Allah SWT.”

    Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh yang Benar

    Berikut ini tata cara sholat sunnah sebelum subuh yang bisa kita ikuti:

    1. Melafalkan niat sholat sunnah sebelum subuh
    2. Takbiratul ihram sambil mengucap Takbir
    3. Membaca doa iftitah (sunnah)
    4. Membaca surat Al-Fatihah (wajib)
    5. Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    6. Rukuk
    7. I’tidal
    8. Sujud pertama
    9. Duduk di antara dua sujud
    10. Sujud kedua pada rakaat pertama
    11. Kembali berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua
    12. Membaca surat Al-Fatihah
    13. Lanjut membaca surat pendek, dianjurkan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua
    14. Rukuk
    15. I’tidal
    16. Sujud pertama
    17. Duduk di antara dua sujud
    18. Sujud kedua pada rakaat kedua
    19. Duduk tasyahud akhir
    20. Salam
    21. Doa setelah sholat

    Baca juga: Bacaan Doa Sapu Jagat dalam Tulisan Arab dan Latin, Lengkap beserta Artinya

    Dzikir dan Bacaan Doa Setelah Sholat Sunnah Sebelum Subuh

    Sebagai  penyempurna amalan sholat qobliyah subuh, umat muslim dianjurkan untuk melakukan dzikir serta doa setelah sholat sunnah sebelum subuh.

    Berikut urutan dzikir dan bacaan doa setelah sholat sunnah subuh yang perlu diketahui:

    1. Membaca Istighfar (33x)

    Lantunan dzikir pertama yang bisa dibacakan setelah sholat sunnah subuh adalah istghfar.

    (33x) أَسْتَغْفِرُ اللهَ

    “Astaghfirullah” (33x)

    Rasulullah SAW pernah bersabda:

     “Barang siapa membiasakan diri untuk senantiasa beristigfar, Allah akan memberikan jalan keluar di setiap kesulitan, kebahagian dari setiap kesusahan, dan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka,” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

    2. Doa setelah Sholat Subuh

    Lajutkan dzikir dengan membaca doa setelah sholat sunnah subuh. Berikut bacaannya:

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

    “Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabarakta yaa dzal jalaali wal ikram”

    Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah,” (3x). “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan dan darimu-Mu keselamatan. Maha suci Engkau, wahai tuhan pemilik keagungan dan kemuliaan.

    3. Membaca Surat Al-Fatihah

    Setelah membaca doa setelah qobliyah subuh,lanjutkan dengan membaca Al-Fatihah.

    Membaca Al-Fatihah adalah sarana untuk memuji kekuasan Allah SWT serta mendekatkan diri kepada-Nya.

    Seperti yang kita tahu, bahwa surat Al-Fatihah merupakan syarat sah dalam sholat, jika tidak membaca Al-Fatihah maka sholat akan dianggap tidak sah.

    4. Membaca Ayat Kursi

    Ayat kursi memang memiliki banyak manfaat dan keutamaan, terutama apabila dibaca usai melaksanakan sholat, baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah seperti qobliyah subuh.

    Keutamaan ayat kursi juga disebutkan dalam satu hadis riwayat An-Nasai, Rasulullah SAW bersabda:

    Barangsiapa yang membaca ayat kursi usai melaksanakan sholat, maka tidak ada hal yang dapat menghalanginya masuk ke surga, kecuali karena kematian.” (HR. An-Nasai).

    5. Membaca Surat Al-Imran ayat 18

    Setelah membaca Ayat Kursi, lanjutkan dengan membaca surat Al-Imran ayat 18 yang berbunyi:

    شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

    Latinnya: Shahidallaahu annahuu laa ilaaha illaa Huwa walmalaaa’ikatu wa ulul ‘ilmi qooa’imam bilqist; laaa ilaaha illaa Huwal ‘Aziizul Hakiim

    Artinya: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia yang berhak disembah, Yang menegakkan keadilan.

    Membaca surat ini menyadarkan kita bahwa tiada Tuhan yang patut untuk disembah selain Allah SWT serta memahami bahwa tiada Zat yang paling sempurna selain Allah SWT.

    6. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir dan Tahlil 33 Kali

    Lanjutkan dzikir dengan membaca tasbih, tahmid dan tahlil sebanyak 33 kali. Dengan membaca dzikir ini sebanyak 33 kali, Insyallah dosanya akan diampuni meskipun dosa sebanyak buih yang ada di lautan.

    Berikut bacaan tasbih, tahmid dan tahlil:

    سُبْحَانَ اللهِ Subhanallah (33x)

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ Alhamdulillah (33x)

    اَللهُ أَكْبَرُ Allahu Akbar (33x)

    7. Membaca Surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Naas 33 kali

    Akhiri dengan membaca ketiga surat qul yang memiliki keutamaan mustajab dan sangat dianjurkan oleh Rasul bagi umat muslim.

    Salah satu keistimewaannya yakni, akan dilindunginya seorang muslim dalam segala marabahaya. Jika membacanya saat subuh maka akan sejak pagi hari hingga petang dating.

    Keutamaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh

    Sholat sunnah sebelum subuh memiliki banyak keutamaan yang sayang sekali untuk dilewatkan seorang muslim. Berikut beberapa keutamaanya yang perlu diketahui:

    1. Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

    Jika diartikan, keutamaan ini merupakan amalan yang besar dan dunia hanya sebatas satu lembar sayap lalat saja.

    Hal ini sesuai dengan salah satu hadis yang diriwayatkan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    “Dua rakaat (sebelum) fajar (sholat Subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya.” (HR Muslim dan Tirmidzi).

    Dalam artian, orang yang selalu melaksanakan ibadah tersebut secara berkelanjutan dan konsisten disukai Allah SWT.

    Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda tentang keutamaan luar biasa dari salat Subuh dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

    Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada salat Isya dan sholat Subuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    2. Mengikuti Teladan Rasulullah SAW

    Mengerjakan sholat sunnah qobliyah subuh artinya seorang muslim telah mengikuti ajaran serta teladan rasul.

    Rasulullah SAW memberi contoh pada umat-umatnya untuk senantiasa menjaga rutinitasnya dalam melaksanakan sholat qobliyah subuh.

    Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis shahih dari Bukhari dan Muslim, berikut artinya.

    Rasulullah SAW dulu diam di antara adzan muadzin hingga sholat Subuh. Sebelum sholat Subuh dimulai, Rasul akan mendahului dengan 2 rakaat ringan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    3. Diberikan Rumah di Syurga

    Keutamaan lain dari sholat qobliyah subuh adalah dijanjikan memiliki rumah di surga sebagai balasan karena telah taat dan beribadah pada Allah SWT.

    Keutamaan ini, dijelaskan pula dalam sebuah hadis shahih yang disampaikan oleh Ummu Habibah ra, Istri Rasul SAW, berkata:

    “Aku mendengar Rasul shallallahu alaihi wa sallam bersabda, seorang hamba yang muslim melaksanakan sholat sunnah yang bukan wajib, karena Allah sebanyak 12 rakaat dalam setiap harinya, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.

    Kemudian Ummu Habibah radhiyallahu anha berkata, setelah aku mendengarkan hadis tersebut, aku tidak pernah meninggalkan shalat tersebut (sholat sunnah).”

    4. Menutup kekurangan pada sholat wajib

    Keutamaan selanjutnya adalah menyempurnakan sholat wajib atau menutup kekurangan yang ada ketika melaksanakan sholat wajib.

    Sebagaimana manusia yang fitrahnya tidak pernah luput dari kekurangan maupun kesalahan. Begitu pula saat melaksanakan sholat fardhu.

    Tidak jarang, sholat yang dilakukan memiliki banyak kekurangan yang kadang kita tidak sadar pada bagian-bagian tertentu.

    Contohnya seperti gerakan yang tidak sempurna, bacaan yang mungkin lupa, terlalu terburu-buru,tidak khusyuk dan masih banyak lagi.

    Oleh karena itu, perlu dilaksanakan sholat sunnah sebelum subuh sebagai bentuk usaha kita dalam menyempurnakan sholat.

    5. Selalu Berada Dilindungan Allah SWT

    Keutamaan yang terakhir yakni dijanjikan selalu dalam lindungan Allah setiap hal yang akan Ia kerjakan. Rasulullah pernah bersabda:

     “Barangsiapa yang menunaikan sholat subuh, maka ia akan berada dalam jaminan Allah. Maka jangan pernah coba-coba membuat Allah membuktikan janji Nya. barang siapa yang membunuh orang ketika ia sedang menunaikan sholat subuh, maka Allah pun akan menuntutnya, sehingga Allah akan membenamkan muka orang tersebut ke dalam api neraka.” (HR. Muslim. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    Itulah penjelasan mengenai niat sholat sunnah sebelum subuh, tata cara, waktu perlaksanaan serta keutamaannya. Insyallah jika kita niatkan segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT, kita akan selalu terlindung dari marabahaya dunia dan akhirat. Aamiin..

    Terimakasih sudah membaca, selamat bertemu lagi, Assalamualaikum wr.wb.

  • Bacaan Bilal Tarawih untuk 8, 11, dan 23 Rakaat dengan Latin dan Artinya

    Bacaan Bilal Tarawih untuk 8, 11, dan 23 Rakaat dengan Latin dan Artinya

    Sholat tarawih merupakan sholat sunnah yang dianjurkan bagi umat Muslim pada bulan Ramadhan. Sebelum melaksanakannya, seorang bilal sholat tarawih akan menyerukan bacaan bilal tarawih sebagai tanda bahwa sholat akan segera dimulai.

    Selain itu, bacaan bilal tarawih juga dilafalkan ketika memasuki rakaat-rakaat lainnya selama tarawih, yang isinya adalah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    Ketika seorang bilal sholat tarawih menyerukan bacaan bilal tarawih, maka jamaah sholat diwajibkan untuk menjawabnya. Ingin tahu bagaimana bacaan bilal sholat tarawih lengkap dengan jawabannya?

    Yuk simak penjelasannya di bawah ini!

    Mengenal Apa itu Bilal Tarawih

    Sebagian umat muslim mungkin belum paham betul mengenai istilah bilal tarawih, untuk itu ada baiknya untuk mengenal terlebih dahulu apa itu bilal tarawih.

    Bilal tarawih adalah istilah lain dari muazin. Namun, penggunaan kata bilal biasanya lebih spesifik serta lebih dari sekadar penyeru adzan. Bilal atau muadzin juga merupakan sebutan bagi mereka yang memiliki suara lantang dan fasih.

    Selain itu, sebutan bilal juga lekat dengan sejarah Bilal bin Rabbah, sahabat Rasulullah saw. yang menjadi orang pertama yang mengumandangkan adzan.

    Tugas Bilal Tarawih

    Setelah mengetahui bahwa seorang bilal adalah sebutan bagi mereka yang memiliki suara lantang dan sifasih dalam bacaan.

    Perlu diketahui bahwa tugas bilal tidak hanya memandu sholat saja, namun juga membacakan bacaan bilal tarawih yang kemudian akan dijawab oleh jamaah sholat.

    Bacaan bilal tarawih ini dilantunkan sebelum memulai rakaat. Bacaan ini juga bisa menjadi pengingat jumlah rakaat tarawih di bulan Ramadhan.

    Contohnya, pengerjaan sholat tarawih duapuluh rakaat akan melafalkan bilal sholat tarawih setiap 2 rakaat sekali. Dengan formasi 2 rakaat 1 salam, bacaan bilal dilantunkan sebanyak 10 kali.

    Hukum Bilal Tarawih

    Sebelum membahas bacaan bilal tarawih, ketahui hukum dalam melafalkannya terlebih dahulu.

    Dalam sholat tarawih, imam biasanya melantunkan bacaan bilal tarawih sebagai pengingat jumlah rakaat tarawih. Bacaan ini bersifat sunnah, sehingga tidak wajib untuk melakukannya jika sholat tarawih dilakukan sendirian.

    Kendati demikian, kebanyakan jamaah sholat tarawih di mushola maupun masjid selalu melantunkan bacaan bilal tarawih, mulai dari 8 rakaat hingga 23 rakaat.

    Selain itu, bacaan bilal tarawih berbeda-beda setiap rakaatnya sehingga memudahkan imam untuk menghitung berapa rakaat sholat yang telah dilaksanakan. Bacaan ini dimulai sebelum rakaat pertama, setiap selesai 2 rakaat, dan setelah rakaat sholat witir.

    Bacaan Bilal Tarawih 8 Rakaat

    Bacaan Bilal Tarawih 8 Rakaat

    Shlat tarawih 8 rakaat dilakukan dengan masing-masing dua rakaat dengan total 4 kali salam. Jumlah tersebut belum termasuk sholat witir.

    Berikut ini bacaan bilalnya:

    1.Sebelum Rakaat Pertama

    صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

    Shallu sunnatat tarawiihi rak’ataini jaami’atan rahimakumullah.

    Artinya: “Mari mendirikan salat sunah tarawih dua rakaat berjamaah. Semoga Allah merahmatimu.”

    Jawaban jamaah:

    رَحِمَكُمُ اللهُ

    Rahimakumullah.

    Artinya: “Semoga Allah merahmatimu.”

    Baca juga: Sejarah Kenapa Babi Haram dalam Islam, Menurut Al-Quran

    2. Setelah Rakaat ke-dua

    فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

    Fadlan minallahi ta’ala wa nikmah.

    Artinya: “Semoga Allah SWT melimpahkan keutamaan dan nikmatnya.”

    Jawaban jamaah:

    وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

    Wa maghfirotaw wanikmah.

    Artinya: “Demikian juga ampunan dan nikmatnya.”

    3. Setelah Rakaat ke-empat

    لْخَلِيْفَةُ اْلاُوْلَى سَيِّدُنَا اَبُوْ بَكَرْ الصِّدِّيْقُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Al-khalifatul uula, sayyidina abu bakrin asshiddiq radhiallahu ‘anhu.

    Artinya: “Khalifah pertama, Abu Bakar As-Shiddiq, semoga Allah SWT merahmatinya.”

    Jawaban jamaah:

    رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Radhiyallaahu ‘anhu

    Artinya: “Semoga Allah SWT merahmatinya.”

    Baca juga: Niat dan Tata Cara Tayamum yang Benar Agar Sholat Sah

    4. Setelah Rakaat ke-Enam

    فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

    Fadlan minallahi ta’ala wa nikmah.

    Artinya: “Semoga Allah SWT melimpahkan keutamaan dan nikmatnya.”

    Jawaban jamaah:

    وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

    Wa maghfirotaw wanikmah.

    Artinya: “Demikian juga ampunan dan nikmatnya.”

    5. Setelah Rakaat ke-Delapan

    اَلْخَلِيْفَةُ الثَّانِيَةُ سَيِّدُنَا عُمَرُ ابْنُ الْخَطَّابْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Al-khalifatust tsaniyah, Sayyidina Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu.

    Artinya: “Khalifah kedua, Umar bin Khattab, semoga Allah meridainya.”

    Bacaan Bilal Tarawih 11 Rakaat

    Sholat tarawih 11 rakaat terdiri dari 8 rakaat sholat tarawih dan tiga rakaat sholat witir.Untuk bacaan bilal tarawih 8 rakaat masih sama dengan bacaan di atas. Lalu, bacaan bilal witir yakni sebagai berikut:

    1.Sebelum sholat witir dua rakaat

    صَلُّوْا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

    Shollu sunnatal witri rak’ataini jami’ata rahimahumullah.

    Artinya: “Mari mendirikan salat sunah witir dua rakaat berjamaah. Semoga Allah merahmatimu.”

    Jawaban jamaah:

    رَحِمَكُمُ اللهُ

    Rahimakumullah.

    Artinya: “Semoga Allah merahmatimu.”

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad.”

    Jawaban jamaah:

    اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

    Allahumma shalli wasallim ‘alaihi.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah keselamatan kepadanya.”

    2. Sebelum sholat witir satu rakaat

    صَلُّوْا سُنَّةَ رَكْعَةَ الْوِتْرِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

    Shollu sunnata rak’atal witri jami’ata rahimakumullah.

    Artinya: “Mari mendirikan salat sunnah witir satu rakaat berjamaah. Semoga Allah merahmatimu.”

    Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat

    Sholat tarawih 23 rakaat terdiri dari 20 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat sholat witir.

    Untuk bacaan bilal tarawih sama dengan 8 rakaat di atas, begitu juga dengan bacaan sholat witir. Adapun bacaan bilal tarawih setelah rakaat ke-10 hingga selesai:

    1.Setelah rakaat ke-sepuluh

    فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

    Fadlan minallahi ta’ala wa nikmah.

    Artinya: “Semoga Allah SWT melimpahkan keutamaan dan nikmat-Nya.”

    Jawaban jamaah:

    وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

    Wa maghfirotaw wanikmah.

    Artinya: “Demikian juga ampunan dan nikmat-Nya.”

    2. Setelah rakaat ke-duabelas

    اَلْخَلِيْفَةُ الثَّالِثَةُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Al-khalifatust tsalitsah, Sayyidina Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.

    Artinya: “Khalifah ketiga, Utsman bin Affan, semoga Allah meridainya.”

    Jawaban jamaah:

    رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Radhiallahu ‘anhu.

    Artinya: “Semoga Allah SWT merahmatinya.”

    3. Setelah Rakaat ke-empatbelas

    فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

    Fadlan minallahi ta’ala wa nikmah.

    Artinya: “Semoga Allah SWT melimpahkan keutamaan dan nikmatnya.”

    Jawaban jamaah:

    وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

    Wa maghfirotaw wanikmah.

    Artinya: “Demikian juga ampunan dan nikmatnya.”

    4. Setelah Rakaat ke-enambelas

    اَلْخَلِيْفَةُ الرَّابِعَةُ سَيِّدُنَا عَلِيْ بِنْ اَبِيْ طَالِبْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Al-khalifatur rabi’atu, Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu.

    Jawaban jamaah:

    رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Radhiyallu ‘anhu.

    Artinya: “Semoga Allah SWT merahmatinya.”

    5. Setelah Rakaat ke-delapanbelas

    اَخِرُ التَّرَاوِيْحِ اَجَرَكُمُ اللهُ

    Aakhirat tarawiihi ajarakumullah.

    Artinya: “Inilah akhir salat tarawih, semoga Allah mengganjar pahala kepadamu.”

    Jawaban jamaah:

    اَمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

    Amiin ya rabbal ‘alamiin.

    Artinya: “Amiin, Ya Tuhanku Tuhan Semesta Alam.”

    Setelah melakukan rakaat ke-20 bacaan bilal sudah tidak dilantunkan lagi, melainkan ditutup dengan doa setelah sholat tarawih.

    Berikut bacaan doa setelah sholat tarawih yang biasa dipakai ulama:

    اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan.

    Yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang rida dengan qada-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga.

    Yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra.

    Yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih.

    Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya.

    Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

    Demikianlah bacaan bilal tarawih untuk 8,11, dan 23 rakaat dengan latin dan artinya. Semoga artikel ini dapat membantumu dalam memahami perihal bilal tarawih ya!

  • Niat Sholat Jumat Makmum & Imam Beserta Tata Caranya

    Niat Sholat Jumat Makmum & Imam Beserta Tata Caranya

    Mungkin bagi sebagian laki-laki muslim yang baru baligh, ada yang belum mengetahui niat sholat Jumat, tata cara, hingga keistimewaannya.

    Sholat Jumat sendiri hukumnya fardu’ain atau wajib, sehingga setiap laki-laki muslim yang meninggalkan sholat Jumat tanpa alasan yang diperkenakan secara syar’i dianggap telah melakukan dosa besar.

    Agar apa yang telah dilaksanakan laki-laki muslim diterima baik dengan Allah. Penting untuk mengetahui niat, tata cara serta hukum terkait sholat Jumat.

    Hukum Sholat Jum’at

    Sebelum membahas syarat sah, niat dan tata cara sholat Jumat, ada baiknya kita mengetahui hukum sholat Jumat itu sendiri.

    Sebagai muslim yang sudah baligh (mukalaf) atau yang sudah mampu menerima kewajiban, wajib untuk melaksanakan sholat Jumat.

    Sekalipun sedang dalam keadaan bekerja, berbisnis, belajar, ataupun kesibukan lainnya. Kewajiban ini tentu didasari firman Allah SWT yang tertulis dalam Al-Qur’an surat Al Jumah ayat 9, yang artinya:

     “Hai orang yang beriman, apabila diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu dalam mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui“.

    Lantas, adakah alasan yang membolehkan untuk tidak sholat Jumat? Tentu saja ada, seorang muslim boleh melewatkan sholat Jumat jika memiliki alasan dengan uzur syar’i.

    Baca juga: Jazakumullah Khairan Katsiran, Arti dan Cara Menjawabnya

    Uzur syar’i yang dibahas dalam artikel ini yakni sakit, wanita, dan anak kecil. Keterangan ini didasari oleh hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda:

    “Sholat Jumat adalah wajib bagi setiap muslim dengan berjamaah kecuali empat orang: hamba sahaya, wanita, anak kecil, dan orang sakit”.

    Berbeda dengan mereka yang meninggalkan sholat Jumat tanpa alasan seperti malas karena suatu kesibukan ataupun karena ketiduran. Hal ini tentu tidak diperhitungkan sebagai uzur syar’i. Kelalaian ini dijelaskan dalam hadis riwayat Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

    “Jika benar, mereka meninggalkan sholat Jumat dengan sengaja (meremehkannya) dan bukan karena kondisi darurat serta dilakukan sebanyak tiga kali waktu Jumat, Allah akan mengunci hatinya.”

    Dengan dalil-dalil yang sudah disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa penting sekali untuk melaksanakan sholat Jumat bagi seorang laki-laki muslim. Selain itu, Allah membenci orang-orang yang melewatkannya.

    Syarat Sah dan Syarat Wajib Sholat Jum’at

    Setelah mengetahui hukum sholat Jumat bagi seorang laki-laki muslim, maka penting juga untuk mengetahui apa saja syarat sah melaksanakan sholat Jumat. Adapun syarat sah pelaksanaan sholat Jumat adalah sebagai berikut:

    1. Sholat Jumat dilaksanakan di lingkungan perkampungan atau kota.
    2. Harus dilaksanakan saat waktu dzuhur.
    3. Harus dilaksanakan secara berjamaah dengan jumlah jamaah yang hadir minimal 40 orang.
    4. Tidak didahului atau mendahului sholat Jumat pada lingkungan yang sama.
    5. Harus didahului dua kutbah

    Selain itu, penting juga untuk mengetahui syarat wajib sholat jumat, yakni:

    1. Beragama Islam
    2. Telah dewasa atau baligh
    3. Tidak gila atau mengalami gangguan kejiwaan
    4. Laki-laki, karena wanita tidak wajib melakukan sholat Jumat
    5. Bertempat tinggal tetap atau bermukim. Orang yang sedang dalam perjalanan jauh tidak wajib melaksanakan sholat Jumat, hal ini merujuk pada hadis riwayat  Rasulullah SAW yang berbunyi “Bagi musafir tak wajib untuk melakukan sholat Jumat.” (HR. Daruquthni).
    6. Merdeka (sholat Jumat tidak wajib bagi budak atau orang yang tidak merdeka)

    Baca juga: Tata Cara Wudhu yang Benar: Niat Hingga Doa Sesudah Wudhu

    Niat Sholat Jumat Makmum dan Imam

    Niat adalah amalan hati (amaliyah qolbiyah) sehingga hanya Allah SWT dan pribadi masing-masing yang tahu mengenai beramal dan juga beribadah. Adapun niat sholat makmum dan imam yakni:

    1. Niat Sholat Jumat bagi Makmum

    اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

    Latin: Ushollii fardhol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta’aala.

    Artinya: “Aku berniat sholat Jumat dua rakaat, menghadap kiblat, sebagai makmum, karena Allah ta’ala.”

    2. Niat Sholat Jumat bagi Imam

    أُصَلِّي فَرْضَ الْجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

    Latin: Usholli fardhol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imamal lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku berniat sholat Jumat dua rakaat, menghadap kiblat, sebagai imam, karena Allah ta’ala.”

    Amalan Sunnah Sebelum dan Saat Sholat Jum’at

    Sebelum melaksanakan sholat Jum’at, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW sebelum dilaksanakannya sholat Jumat.

    Berikut beberapa amalan yang disunnahkan sebelum sholat Jumat:

    1. Mandi yang bersih. Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda: “Mandi pada hari Jumat adalah wajib atas setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    2. Memotong kuku dan mencukur kumis.
    3. Memakai pakaian yang rapi dan bersih (diutamakan yang berwarna putih). Diriwayatkan dalam hadis Ahmad, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang memakai pakaian indah pada hari Jumat sebagai penghormatan kepada Allah dan hari Jumat, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya antara dua Jumat tersebut.” (HR. Ahmad)
    4. Memakai wangi-wangian.
    5. Berdoa ketika keluar rumah.
    6. Datang lebih awal ke masjid. Diriwayatkan dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabd: “Barangsiapa yang pergi ke masjid pada hari Jumat, maka hendaklah dia pergi lebih awal.” (HR. Muslim)
    7. Menuju masjid dengan tidak terburu-buru dan tidak banyak bicara
    8. Ketika masuk ke masjid, dahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid dan membaca doa masuk masjid “Allahummaf tahlii abwaaba rohmatik.”
    9. Melaksanakan sholat sunnah Tahiyatul masjid. Seperti diriwayatkan dalam hadis riwayat Abu Qatadah, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian masuk ke masjid, hendaklah dia melakukan dua rakaat sebelum duduk.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    10. Ber’itiqaf (duduk) sambil membaca Alquran, dzikir, atau bersholawat.
    11. Menghentikan dzikir atau bacaan lainnya saat khatib naik ke atas mimbar untuk menyampaikan khotbah Jumat. Diriwayatkan dalam hadis Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mendengarkan khutbah Jumat dengan khusyuk, maka dosa-dosanya antara dua Jumat tersebut dan tambahan tiga hari akan diampuni.” (HR. Muslim)

    Keutamaan Melaksanakan Sholat Jumat

    Di antara keutamaan atau fadhilah sholat jumat adalah sebagai berikut:

    1. Menghapuskan dosa

    Hal ini disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    الصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

    Di antara sholat lima waktu, di antara Jumat yang satu dan Jumat yang berikutnya, itu dapat menghapuskan dosa di antara keduanya selama tidak dilakukan dosa besar.” (HR. Muslim no. 233).

    2. Memperoleh Pahala yang Besar

    Bagi orang yang melaksanakan sholat Jumat, memperoleh pahala yang besar. Hal ini diriwayatkan dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: 

    مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

    Barangsiapa mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kedua maka dia seolah berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) keempat maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kelima maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khuthbah), maka para malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut).” (HR. Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850)

    3. Setiap Langkah Menuju Masjid Mendapatkan Ganjaran Puasa Dan Shalat Setahun

    Hal ini disebutkan dalam hadis riwayat Aus bin Aus, Rasulullah SAW bersabda:

    مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

    Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan sholat setahun.” (HR. Tirmidzi no. 496. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat penjelasan hadits dalam Tuhfatul Ahwadzi, 3: 3).

    Tata Cara Melaksanakan Sholat Jumat

    Gerakan sholat Jumat pada dasarnya sama dengan gerakan sholat sunnah dan wajib lainnya. Begitu pula dengan bacaan di dalam sholat Jumat. Perbedaannya terletak pada niat saja. Berikut tata cara sholat Jumat yang perlu kamu ketahui:

    1. Bersuci dan berwudhu
    2. Mendengarkan khutbah
    3. Berdiri tegak menghadap kiblat dan membaca niat sholat Jumat
    4. Melakukan takbiratul ihram
    5. Membaca doa Iftitah
    6. Membaca surat Al-Fatihah
    7. Membaca surat pendek dalam Al Quran
    8. Rukuk
    9. Iktidal
    10. Sujud pertama
    11. Duduk di antara dua sujud
    12. Sujud kedua
    13. Duduk untuk tasyahud awal
    14. Bangkit untuk masuk ke rakaat kedua
    15. Membaca surat Al-Fatihah
    16. Membaca surat pendek dalam Al Quran
    17. Rukuk
    18. Iktidal
    19. Sujud pertama
    20. Duduk di antara dua sujud
    21. Sujud kedua
    22. Duduk untuk tasyahud akhir
    23. Salam

    Itu dia penjelasan mengenai niat sholat jumat serta keutamaannya, semoga bermanfaat dan menjadi amalan bagi yang ingin memperbaiki sholat dan menjalankannya karena Allah ta’ala.

    Terimakasih sudah berkunjung, sampai bertemu kembali. Assalamualaikum wr.wb 

  • Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dan Matahari Sesuai Sunnah

    Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dan Matahari Sesuai Sunnah

    Setiap umat muslim harus mengetahui tata cara sholat gerhana bulan dan matahari. Sebab, gerhana bulan dan matahari merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT., serta kita cukup sering melihatnya.

    Jika kita melihat gerhana bulan ataupun matahari, disunnahkan untuk melaksanakan sholat, memperbanyak doa dan zikir.

    Berikut panduan tata cara sholat gerhana bulan dan matahari lengkap beserta niat dan bacaan zikirnya, jika kamu ingin mengamalkannya!

    Hukum Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

    Diketahui bahwa sholat gerhana memiliki ketetapan hukum Sunnah muakad.

    Artinya adalah sangat dianjurkan dan diutamakan jika dilakukan secara berjamaah di masjid atau mushola.

    Dalil Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

    Anjuran untuk melaksanakan sholat gerhana telah dijelaskan di dalam sebuah hadis, yaitu sebagai berikut:

    Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari).

    Niat Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

    Niat Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

    Sebelum memulai sholat Sunnah gerhana, dianjurkan untuk mengucapkan niat terlebih dahulu. Karena niat merupakan bagian yang paling sakral untuk menunjukkan kesungguhan kita kepada Allah SWT., di dalam sholat.

    Berikut pelafalan niat sholat gerhana dan artinya:

    Niat sholat gerhana bulan dan matahari menjadi imam

    أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalli sunnatal khusuufi rak’ataini imaman lillahi ta’ala.

    Artinya: “Saya sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah ta’ala.”

    Niat sholat gerhana bulan dan matahari menjadi makmum

    أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalli sunnatal khusuufi rak’ataini imaman/makmuman lillahi ta’ala.

    Artinya: “Saya sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah ta’ala.”

    Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar (Arab, Latin, Artinya) serta Maknanya

    Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

    Sholat Sunnah gerhana dikerjakan sebanyak dua rakaat dan dilakukan secara berjamaah. Berikut tata cara sholat gerhana bulan dan matahari:

    1. Niat

    Sebenarnya niat itu diucapkan di dalam hati, namun ada beberapa ulama yang menganjurkan melafalkan niat dengan lantang. Hal tersebut berdasarkan Syekh Muhammad Nawawi Banten, seperti pada berikut ini:

    ومحلها القلب والتلفظ بها سنة ليعاون اللسان القلب

    Artinya: “Tempat niat itu di hati. Pelafalan niat itu sendiri dianjurkan) agar suara lisan membantu pemantapan hati,” (Syekh Salim bin Sumeir, Safinatun Naja, Surabaya, Maktabah Ahmad bin Sa’ad Nabhan wa Auladuh, tanpa catatan tahun, halaman 19).

    2. Takbiratul ihram

    Setelah mengucapkan niat, tata cara sholat gerhana bulan selanjutnya yaitu melakukan takbiratul ihram sama seperti sholat pada umumnya.

    Takbiratul ihram dilaksanakan dengan cara mengangkat kedua belah tangan tepat ke samping telinga, sambi mengucapkan “Allahu Akbar”.

    3. Membaca doa iftitah

    Jika sudah mengangkat kedua tangan ke samping telinga atau melakukan takbiratul ihram, langkah selanjutnya adala sikap bersedekap atau melipat kedua tangan antara di bawah dada dan di atas perut, kemudian membaca doa iftitah sebagaimana sholat lainnya.

    Berikut bacaan doa iftitah beserta artinya:

    اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

    اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

    اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ

    لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Latin:  Allahu akbar Kabiroo Wal hamdu lillaahi Katsiiroo, Wa Subhaanalloohi Bukrotan Wa’asyiilaa. Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fathoros Samaawaati Wal Ardho Haniifan Musliman Wa maa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Syolaatii Wa Nusukii Wa Mahyaa ya Wa Mamaatii Lillaahi Robbil ‘Aalamiina. Laa Syariika lahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.

    Artinya: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang sangat banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau tunduk, dan aku tidak termasuk dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sungguh sholatku, ibadahku, hidupku matiku hanyalah untuk Allah Tuhan alam Semesta, yang tidak punya sekutu bagi-Nya. Dengan demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri). (HR. Muslim, No. 185).

    Baca juga: 10 Keutamaan Sholat Tarawih di bulan Ramadhan, Amalkan Yuk!

    4. Berta’awudz dan membaca surat Al-Fatihah

    Ada sedikit perbedaan antara sholat gerhana bulan dan sholat lainnya, yaitu pada sholat gerhana membaca ta’awudz terlebih dahulu sebelum membaca surat Al-Fatihah. Jadi tidak hanya membaca basmalah saja.

    Berikut ini adalah pelafalan ta’awudz dan artinya:

    الرَّجِيمِ الشَّيْطَانِ مِنَ بِاللَّهِ أَعُوذُ

    Latin: Audzubillahiminasyaitonirojim.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

    Dan di bawah ini adalah bacaan Al-Fatihah dan artinya:

    الرَّحِيمِ لرَّحْمَنِ اللَّهِ بِسْمِ

    الْعَالَمِينَ رَبِّ لِلَّهِ الْحَمْدُ

    الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ

    الدِّينِ يَوْمِ مَالِكِ

    نَسْتَعِينُ وَإِيَّاكَ نَعْبُدُ إِيَّاكَ

    الْمُسْتَقِيمَ الصِّرَاطَ اهْدِنَا

    الضَّالِّينَ وَلَ عَلَيْهِمْ الْمَغْضُوبِ غَيْرِ عَلَيْهِمْ أَنْعَمْتَ الَّذِينَ صِرَاطَ

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang Menguasai Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka. Bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat,” (QS Al Fatihah:1-7).

    5. Membaca surat yang panjang

    Tidak seperti sholat pada umumnya, di mana membaca surat-surat pendek di dalam Al-Qur’an. Sholat gerhana dianjurkan untuk membaca surat-surat yang panjang, seperti surat Al-Baqarah, dan dilantangkan suaranya.

    6. Rukuk pertama

    Bacaan yang dibaca selama rukuk bukanlah doa rukuk, melainkan membaca tasbih dengan durasi sama seperti membaca 100 ayat surat Al-Baqarah.

    7. I’tidal

    Setelah selesai membaca rukuk yang pertama, bangun kembali untuk melanjutkan sholat atau disebut dengan I’tidal.

    Sama seperti rukuk pertama, tidak membaca doa I’tidal, namun membaca surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Ali-Imron atau surat lainnya yang durasinya sama seperti Ali-Imron.

    8. Rukuk kedua

    Jika sudah melaksanakan I’tidal, tidak langsung sujud sebagaimana sholat lainnya, melainkan kembali rukuk lagi dengan cara meletakkan kedua tangan di kedua lutut kaki.

    Bacaannya sama seperti rukuk pertama, namun dipendekkan menjadi seperti membaca 80 ayat surat Al-Baqarah.

    9. I’tidal

    Kemudian, I’tidal lagi dengan membaca doa I’tidal.

    10. Sujud pertama

    Setelah rukuk kedua, tata cara sholat gerhana bulan sama seperti sholat lainnya, yaitu I’tidal dan sujud. Namun, bacaannya sama seperti rukuk pertama.

    11. Duduk di antara dua sujud

    Bacaan dan pelaksanaan duduk di antara dua sujud sama dengan sholat pada umumnya.

    12. Sujud kedua

    Bacaan sujud kedua sama seperti rukuk kedua

    13. Bangun kembali untuk melaksanakan rakaat kedua

    Gerakan rakaat kedua sama dengan rakaat pertama, kecuali doa iftitah.

    14. Duduk tasyahud akhir

    15. Salam

    Melalui penjelasan yang telah disampaikan di atas, semoga kita semua mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana tata cara sholat gerhana matahari dan bulan.

    Ingatlah bahwa gerhana adalah salah satu tanda dari kebesaran Allah SWT.

    Kita harus menghargai dan merayakan fenomena ini dengan cara yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam.

    Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah dan terus berusaha mendekatkan diri kepada-Nya melalui berbagai cara ibadah, termasuk sholat gerhana.