Hadits Keutamaan Sholat Berjamaah, Wajib atau Sunnah?

Rasulullah SAW menganjurkan seorang muslim untuk melaksanakan sholat dengan berjamaah, sebab ada banyak sekali keutamaan di dalamnya. Anjuran ini juga dijelaskan dalam beberapa hadits keutamaan sholat berjamaah.

Mungkin bagi sebagian orang, melaksanakan sholat akan lebih ringkas dan menghemat waktu jika dilakukan sendiri-sendiri. Namun akan menjadi hal yang rugi, jika selama hidup seorang muslim tidak pernah sekalipun melakukan sholat berjamaah.

Salah satu keutamaan dari sholat berjamaah yakni akan dilipat gandakan pahala yang Ia dapat. Tentu tidak hanya itu, masih ada beberapa keutamaan lainnya. Mari simak penjelasan terkait keutamaan sholat berjamaah dan hukumnya di bawah ini!

Hukum Sholat Berjamaah

Sholat yang diisyaratkan wajib bagi kaum muslimin dapat dikerjakan secara berjamaah atau bersama-sama dengan dipimpin oleh imam dan diikuti oleh makmum. Lalu, apakah sebenarnya hukum sholat berjamaah itu wajib?

Sebelum membahas mengenai hukumnya, ketahui terlebih dahulu maksud dari kata berjamaah. Berjamaah atau jamaah sendiri menurut kitab Shalatul Mu’min memiliki makna kumpulan orang-orang yang disatukan dalam satu tujuan. Sementara menurut istilah, jamaah adalah banyaknya orang minimal dua orang.

Masih dari kitab Shalatul Mu’min, terdapat perbedaan pendapat di antara ulama mengenai hukum melaksanakan sholat berjamaah yakni:

  1. Fardhu ain, menurut anggapan para ulama salaf berserta ahli fikih.
  2. Fardhu kifayah sebagai pendapat unggul di kalangan ulama madzhab Syafi’i, sebagian madzhab Maliki, dan salah satu pandangan dalam Hanbali.
  3. Sunnah Muakad, menurut pengikut aliran Hanafi, mayoritas Malikiyah, dan banyak ulama Syafi’iyah.
  4. Fardhu ain sekaligus syarat sahnya sholat, pendapat Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, sekelompok ulama salaf, serta pengikut Imam Ahmad.

Adapun Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani dalam bukunya beranggapan bahwa sholat berjamaah hukumnya wajib ain bagi semua laki-laki yang sudah baligh dan mampu melaksanakannya, baik yang bermukim dalam sebuah wilayah maupun yang musafir.

Lalu, bagaimana jika seorang perempuan ingin melakukan sholat berjamaah?

Dikutip dalam buku Fiqih praktis, dijelaskan bahwa seorang perempuan dianjurkan untuk sholat di rumah, namun tidak menjadi masalah apabila mereka ingin sholat di masjid. Dengan syarat, tidak menggunakan pakaian yang menonjolkan kemewahan atau tidak mengenakan perhiasan mencolok.

Selain itu perempuan yang hendak sholat berjamaah di masjid, hendaknya tidak memakai wewangian secara berlebihan, lantaran khawatir mengganggu dirinya atau kaum muslim lain. Serta dicemaskan pula menimbulkan fitnah apabila menggunakan hal-hal tersebut.

Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Hajat yang Benar dan Artinya

Hadits Keutamaan Sholat Berjamaah

Hadits Keutamaan Sholat Berjamaah

Berikut beberapa keutamaan sholat berjamaah disertai hadits yang menjelaskannya:

1. Pahala Dilipatgandakan

Keutamaan yang pertama yakni, akan dilipat gandakan pahalanya bagi mereka yang melaksanakan sholat dengan berjamaah. Sebagaimana yang dinyatakan dalam hadits:

. صَلاَةُ اتصَْمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَدِّ بِسَبْعٍ وَعِ نَ دَرَجَةً «: عَنِ ابْنِ عُمَ أَ لَّا ف رَسُوؿَ الللَّاوِ -صلى الله عليو وسلم- قَاؿَ

Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: “Shalat berjamaah lebih baik daripada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh tingkatan”. (HR. Muslim).

Selain itu, dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:

صَلَاةُ الْجَمَا عَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَ عِسْرِيْنَ دَرَجَةً

“ Shalat jama’ah lebih utama duapuluh tujuh derajad daripada shalat sendirian”  (HR. Muslim No 1038 dari Sahabat Ibu Umar RA) Shahih menurut Ijma’ Ulama.

2. Dijauhkan dari Setan

Allah SWT menjaga orang yang melaksanakan sholat berjamaah dari gangguan-gangguan setan. Hal ini turut dijelaskan dalam hadits riwayat Ahmad bin Hanbal, Rasulullah SAW bersabda:

إِ لَّا ف ال لَّا يْطَافَ ذِئْبُ الإِ سَافِ ئْبِ الْ نَمِ خُ ال لَّا اةَ الْ اصِيَةَ وَالنلَّاا يَةَ فَ لَّاا مْ وَال دِّ عَابَ وَعَلَيْكُمْ بِاتصَْماعَةِ وَالْعَالَّامةِ والْمَسْ دِ

Sesungguhnya setan itu bagi manusia seperti srigala bagi kambing, srigala menangkap kambing yang memisahkan diri dari gerombolannya dan kambing yang menyendiri. Maka janganlah kamu memisahkan diri dari jamaah, hendaklah kamu berjamaah, bersama orang banyak dan senantiasa memakmurkan masjid”. (HR. Ahmad bin Hanbal).

Selain hadits tersebut dalam hadits riwayat Abu ad-Darda’ disebutkan:

مَا مِنْ ثَلاَثَةٍ قَػ ةٍ وَلاَ بَدْوٍ لاَ تػ اُ فِي مُ ال لَّا صلاَةُ إِلالَّا قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْ مُ ال لَّا يْطَافُ فَػعَلَيْكَ بِاتصَْمَاعَةِ فَ لَّا ا لُ الدِّ ئْبُ الْ اصِيَة

“Ada tiga orang yang berada di suatu kampung atau perkampungan badui, tidak dilaksanakan shalat berjamaah, maka sungguh setan telah menguasai mereka. Maka laksanakan shalat berjamaah, karena sesungguhnya srigala hanya memakan kambing yang memisahkan diri dari jamaah”. (HR. Abu Daud).

Baca juga: Tata Cara Sholat Tasbih: Niat, Hingga Doa Setelah Sholat yang Benar

3. Langkah Kakinya ke Masjid adalah Pengampunan Dosa

Apabila seorang muslim berniat ke masjid ingin melaksanakan sholat berjamaah, maka setiap langkah yang ia tempuh akan terhitung sebagai penggugur dosanya.

Hal ini turut dijelaskan dalam hadits riwayat Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

 إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحَسَنَ الْوُضُوْءَ ثُمَّ  أَتَى الْمَسْجِدَ لاَيَنْهَزُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ لاَيُرِيْدُ إِلاَّ الصَّلاَةَ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحَطَّ عَنْهُ بِهاَ خَطِيئَةً حَتىَّ يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ فَاءِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِي صَلاَةٍ مَا كَانَتْ الصَّلاَةُ تَحْسُهُ

Jika salah seorang dari kalian berwudlu dan membaguskannya, kemudian datang ke masjid, dan tidak ada yang menggerakkannya menuju masjid kecuali shalat maka tidaklah ia melangkahkan kaki kecuali dengannya Allah akan mengangkat derajad dan menghapus dosanya hingga ia masuk masjid, dan jika masuk masjid maka ia akan tetap dalam hitungan shalat selama shalatlah yang menahannya ( dari keinginan pulang)”.

4. Didoakan oleh Malaikat

hadits keutamaan sholat berjamaah selanjutnya menjelaskan bahwa seorang muslim akan didoakan oleh Malaikat selama ia sholat berjamaah dengan izin dari Allah SWT.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari dari Sahabat Abu Hurairah, Rasulullah SAW Bersabda :

الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّى عَلَى أَحَدِكُمْ مَادَامَ فِى مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيْهِ مَالَمْ يُحْدِثْ تَقُوْلُ اللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

Para Malaikat selalu memberi shalawat (mendoakan) kepada salah seorang dari kalian selama ia masih di tempat ia shalat dan belum berhadast. Malaikat berkata : “ Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah Rahmatilah dia”

5. Serupa Melaksanakan Ibadah Malam

Apabila seorang muslim melaksanakan sholat berjamaah, terlebih pada waktu Isya dan Shubuh. Maka sama saja ia sedang melaksanakan ibadah malam.

Hal ini didasari hadits riwayat Utsman bin Affan, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَللَّاى الْعِ اءَ ترََاعَةٍ فَكَ لَّا ا قَاَ صْفَ الللَّايْلِ وَمَنْ صَللَّاى الصُّبْحَ ترََاعَةٍ فَكَ لَّا ا صَللَّاى الللَّايْلَ للَّاو

Siapa yang melaksanakan shalat Isya’ berjamaah, maka seakan-akan ia telah melaksanakan Qiyamullail setengah malam. Siapa yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah, maka seakan-akan ia telah melaksanakan Qiyamullail sepanjang malam”. (HR. Muslim).

6. Allah Menganggumi Sholat Berjamaah

Keutamaan berikutnya yakni, Allah SWT mengagumi sholat berjamaah karena kecintaan-Nya kepada orang-orang yang melaksanakan sholat berjamaah.

إِ لَّا ف الللَّاوَ لَيَػعْ بُ مِنَ ال لَّا صلاَةِ اتصَْمِيعِ

Sesungguhnya Allah Swt mengagumi sholat yang dilaksanakan secara berjamaah”. (HR. Ahmad bin Hanbal).

7. Jauh Dari Azab Neraka

Keutamaan yang terakhir yakni akan diijauhkan dari azab neraka dan dijauhkan dari sifat munafik, bagi orang yang melaksanakan sholat selama empat puluh hari secara berjamaah tanpa ketinggalan takbiratul ihram bersama imam.

Pernyataan ini diperkuat dengan sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Anas bin Malik yang bunyinya:

مَنْ صَللَّاى لِللَّاوِ أَرْبَعِ ػوَْمًا ترََاعَةٍ دْرِؾُ التلَّاكْبِيرَةَ الأُولَذ تِبَتْ لَوُ بػ اءَتَافِ بػ اءَةٌ مِنَ النلَّاارِ وَبػ اءَةٌ مِنَ الندِّػفَاؽِ

“Siapa yang melaksanakan shalat karena Allah Swt selama empat puluh hari berjamaah, ia mendapatkan takbiratul ihram. Maka dituliskan baginya dijauhkan dari dua perkara; dari neraka dan dijauhkan dari kemunafikan”. (HR. At-Tirmidzi).

Sebagai penutup, mari kita renungkan, apakah selama kita tergolong sebagai orang-orang yang bisa mendapatkan keutamaan dari sholat berjamaah, atau jangan-jangan kita termasuk golongan yang tidak menjadi bagian yang dicintai Allah?

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menjadi alasan untuk mulai sholat dengan berjamaah ya!

Share:

Seorang wanita akhir zaman yang menyukai sastra dan ingin menjadi penulis yang bermanfaat!

Leave a Comment