Jejak Warisan Seni Budaya Islam di Filipina

Islam menjadi salah satu agama dengan jumlah pemeluk terbesar di dunia, salah satunya bisa kita buktikan dari jejak warisan seni budaya Islam di Filipina. 

Negara ini merupakan salah satu negara yang berada di Asia Tenggara, sama seperti Indonesia.

Filipina bukan negara mayoritas Islam. Mayoritas penduduknya beragama Kristen. Tetapi, penduduk Filipina yang beragama Islam juga cukup banyak.

Menurut Laporan The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) bertajuk The Muslim 500 edisi 2023, jumlah  populasi Muslim di Filipina sebanyak 6,02 juta orang. Dari data tersebut, artinya mayoritas pemeluk agama Islam ada di Filipina Selatan.

Jejak Warisan Seni Budaya Islam di Filipina

Filipina meninggalkan berbagai jejak warisan seni budaya dan Islam. Hal ini membuktikan bahwa ada agama Islam di negara ini. 

Bahkan, Islam sudah hadir di Filipina sebelum kedatangan penjajah Spanyol dan Katolik Roma. Kemudian, sekitar abad ke 14, pedagang Muslim di Filipina memperkenalkan Islam di bagian selatan hingga menyebar ke utara hingga Manila.

Setelah itu, Islam di negara Filipina semakin berkembang pesat. Inilah beberapa daftar jejak warisan seni budaya Islam yang ada di negara tersebut:

1. Masjid Syekh Karim al-Makdum

1. Masjid Syekh Karim al-Makdum

Masjid Syekh Karim al-Makdum merupakan salah satu masjid tertua di Filipina. Lokasinya tepat berada di Tubig Indangan, Simunul, dan Tawi-Tawi.

Masjid ini dibangun pada tahun 1380 M oleh Syekh Karim al-Makdum, saudagar Arab yang ketika itu datang ke daerah tersebut untuk berdakwah. 

Salah satu keunikan dari masjid satu ini adalah dari pilar-pilar asli yang menjadi pondasi masih terjaga dengan baik sampai sekarang.

Pilarnya terbuat dari kayu keras ipil yang sangat keras, kuat, dan tahan lama. Masjid Syekh Karim al-Makdum juga menjadi saksi penyebaran Islam pertama kali di negara tersebut. 

Dari awal pendiriannya, rumah ibadah satu ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Pada tahun 1941, masjid sempat terbakar karena invasi Jepang. Tetapi pada tahun 1960, masjid kembali dibangun supaya bisa kembali berdiri kokoh.

Baca juga: 5 Ciri Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat, Nasehat Islam Hari Ini!

2. Intramorus Walle City

2. Intramorus Walle City

Warisan seni budaya Islam di Filipina selanjutnya yaitu Intramuros Walle City. Pada dasarnya, bangunan ini merupakan dinding yang dibangun pada abad ke 16 dan menjadi cikal bakal kota Manila. Dinding ini memiliki luas 64 hektar.

Intramuros Walle City ternyata dibangun oleh Raja Sulaiman. Beliau adalah seorang perantau muslim yang berasal dari Minang. Ia juga pernah memimpin kota Manila bersama dengan Raja Matanda dan Raja Lakandula pada pertengahan abad ke 16.

Pada mulanya, Intramuros Walle City berfungsi sebagai pusat pemerintahan Spanyol yang saat itu menjajah Filipina. Selain itu, bangunan ini juga difungsikan sebagai benteng pertahanan.

Lalu apa hubungannya dengan Islam? Ternyata, tidak jauh dari tempat ini ada Fort Santiago. Bangunan yang digunakan sebagai penjara ini dibangun oleh penguasa Islam Raja Sulaiman.

3. Distrik Quiapo

3. Distrik Quiapo

Distrik Quiapo merupakan kota lama yang menjadi tempat bermukimnya orang-orang Islam di Filipina. Daerah ini menjadi pusat transaksi ekonomi yang dilakukan dengan tata cara Islam.

Tidak hanya itu saja, gedung-gedung pencakar langit yang megah dan tinggi juga sudah ada di Distrik Quiapo.

Baca juga: Doa Niat Puasa Senin Kamis: Lafal, Terjemahan, dan Tata Caranya

Sejarah Perkembangan Islam di Filipina

Berbicara soal penyebaran Islam di Filipina, prosesnya terbilang cukup panjang. Apalagi awal-awal, ketika itu Filipina masih dikuasai oleh Spanyol.

Proses Islamisasi di Filipina sendiri awalnya terjadi karena tiga hal yaitu perdagangan, perkawinan, dan politik. Berikut ini sejarah lengkap perkembangan Islam di  Filipina:

Masuknya Islam

Islam masuk ke wilayah Filipina sekitar tahun 1300-an. Hal ini terbukti dari adanya arkeologi sebuah batu nisan atas nama Miqbal, bertuliskan tahun 1310. Batu nisan ini berada di Badatto, tidak terlalu jauh dari Jolo, Pulau Sulu.

Selain itu, ada teori yang mengatakan bahwa Islam masuk ke Filipina pada akhir tahun 1300-an. 

Menurut teori ini, Islam ke wilayah Filipina diperkirakan terjadi mulai tahun 1380. Kepulauan Sulu dan Mindanao menjadi wilayah pertama yang mendapatkan pengaruh ajaran Islam.

Seni dan budaya Islam dibawa ke Filipina oleh seorang tabib dan ulama asal Arab bernama Karimul Makhdum. Beliaulah yang membangun masjid Syekh Karim al-Makdum.

Selain itu, ada tokoh lain yang menyebarkan agama Islam di Filipina yaitu Raja Baguinda dan Raja Sulaiman. Raja Baguinda menyebarkan Islam di Kepulauan Zamboanga dan Basilan pada tahun 1390.

Sedangkan Raja Sulaiman, memperkenalkan Islam kepada suku Tagalog, sampai penjajah Spanyol datang ke Filipina. Beliau juga pernah menjadi penguasa Manila dari tahun 1570 hingga 1574

Perkembangan Islam di Filipina

Setelah itu, Islam terus mengalami perkembangan dan penyebarannya sudah mulai ke mana-mana. Termasuk ketiga jejak warisan seni budaya Islam tersebut menjadi bukti berkembangnya Islam di Filipina.

Setelah bebas dari penjajahan Spanyol pada 12 Juni 1946, Islam Filipina mulai bebas dan berkembang. 

Perkembangan sosial Islam semakin berjalan baik tidak ada hambatan. Jumlah umat Muslim di negara ini terus bertambah setiap tahunnya hingga menyentuh angka 6 juta.

Demikian penjelasan tentang warisan seni budaya Islam di Filipina, yang juga melibatkan orang Indonesia.

Share:

Reskia pernah menjabat sebagai Sekretaris Divisi Media Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Sumbagsel tahun 2020. Ia senang berbagi pengetahuan yang ia peroleh. Because sharing is caring.

Leave a Comment