10 Budaya Jepang Paling Unik dan Populer Hingga Saat Ini!

Jepang menjadi salah satu negara yang menjadi destinasi favorit bagi anak muda Indonesia. Banyak yang ingin tahu lebih banyak tentang negara dengan julukan Negeri Sakura ini. Tak ayal, budaya Jepang pun sering menjadi topik pembicaraan hangat. Penasaran dengan budaya unik di sana? Yuk, simak uraian berikut ini!

10 Budaya Jepang Paling Unik dan Populer

Tradisi Jepang sudah sejak lama punya magnet tersendiri bagi orang luar. Nah, berikut adalah sepuluh contoh budayanya yang wajib kamu ketahui:

1. Geisha

Geisha
Geisha | Sumber gambar: fromjapan.info

Meski cukup banyak dikenal, tidak semua orang mengenal apa arti Geisha yang sebenarnya. Sehingga, banyak orang justru menyalahartikan dan memandangnya sebagai hal buruk.

Kalau kita lihat dalam bahasa Jepang, kata “Geisha” sendiri berarti orang yang memiliki keterampilan seni Jepang. Contohnya seperti menyanyi, menari, ataupun bermain alat musik. Singkatnya, Geisha adalah pelaku seni tradisional Jepang.

Awalnya, mayoritas Geisha yang ada di Jepang adalah pria. Namun, lambat laun, jumlah Geisha pria terus menurun dari waktu ke waktu. Ini menyebabkan tren Geisha bergeser karena mayoritas yang ditekuni oleh wanita.

Geisha punya sejarah yang cukup panjang di Jepang, tepatnya sejak abad 18. Meskipun sudah sangat lama, Geisha masih menjadi kebudayaan Jepang yang eksis hingga saat ini. Jika berencana ke Jepang, kamu bisa menemui Geisha di beberapa titik lokasi tertentu di kota Kyoto.

2. Kimono

Kimono
Kimono | Sumber gambar: klook.com

Sebagian besar orang setidaknya pernah mendengar nama pakaian tradisional Jepang satu ini. Ya, pakaian tersebut adalah Kimono. Kimono adalah contoh tradisi Jepang yang sudah sangat mendunia. Kata Kimono sendiri berasal dari dua kata, yaitu ‘ki’ yang berarti pakai, ‘mono’ yang berarti benda.

Kimono sudah ada untuk waktu sangat lama, tepatnya sejak zaman Heian berlangsung di Jepang (794-1185 M). Artinya, Kimono sudah ada di Jepang selama lebih dari seribu tahun. Hebatnya, Kimono tidak luntur justru semakin populer di tengah masyarakat. Biasanya, kimono dipakai oleh aktor saat melakukan pentas ataupun Geisha.

Sebetulnya, pakaian kimono tidak hanya ada satu jenis saja. Ada beberapa jenis Kimono yang peruntukannya berbeda-beda. Sebagai contoh, Kimono yang dipakai oleh wanita yang sudah menikah berbeda dengan jenis yang dipakai wanita lajang. Berikut ini adalah beberapa jenis pakaian Kimono yang ada di Jepang:

  • Tomesode: Kimono yang sangat formal dengan motif emas dan perak. Umumnya, Kimono jenis ini dipakai oleh wanita yang sudah menikah pada saat menghadiri upacara pernikahan.
  • Mofuku: Jenis Kimono yang serba hitam. Biasanya orang Jepang mengenakan Kimono ini pada saat acara berduka.
  • Susohiki atau Hikizuri: Kimono ini sering para Geisha pakai. Susohiki memiliki bentuk yang unik dengan ukuran yang lebih panjang hingga menyentuh lantai.
  • Iromuji: Ini adalah jenis Kimono yang bisa dipakai baik oleh wanita yang sudah menikah ataupun wanita yang masih lajang. Selain itu, iromuji hanya terdiri dari satu warna, sehingga memberikan kesan yang polos.
  • Komon: Kimono yang terbuat dari sutra. Orang Jepang sering mengenakan Komon saat menghadiri acara kasual atau informal.
  • Furisode: Jenis Kimono yang umum wanita lajang di Jepang pakai. Wanita lajang mengenakan Kimono jenis ini saat menghadiri upacara pernikahan, upacara kedewasaan, ataupun upacara minum teh (Sadou).

3. Tako

Tako
Tako | Sumber gambar: aspiremagz.com

Tidak hanya Indonesia saja yang identik dengan mainan layang-layang, Jepang juga terkenal dengan layang-layangnya. Layang-layang khas Jepang sendiri bernama Tako. Setiap tahun baru, menerbangkan Tako adalah aktivitas terfavorit bagi keluarga Jepang. Sangat mudah menemukan orang bermain Tako saat berlangsung festival budaya.

Secara umum, orang Jepang akan menerbangkan Tako saat tahun baru, libur umum, dan Hamamatsu Matsuri. Bagi mereka, Tako bukanlah sekadar layang-layang. Tako adalah bagian dari budaya Jepang yang mempunyai nilai seni tinggi. Serta merupakan kebanggan bagi masyarakat Jepang.

Hal tersebut terbukti dari langkah pemerintah Jepang dalam memberikan subsidi bagi seniman pembuat Tako. Karya seni mereka juga diabadikan di Museum Tako no Hakubutsukan di Tokyo. Museum Tako adalah salah satu tempat di Tokyo yang harus kamu kunjungi jika berada di Jepang.

4. Origami

Origami
Origami | Sumber gambar: freepik.com

Selain Kimono, ternyata ada juga tradisi yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Budaya tersebut adalah origami atau seni melipat kertas. Origami sendiri berasal dari dua kata, yaitu ‘ori’ yang berarti melipat, ‘gami’ yang berarti kertas.

Meskipun origami berasal dari Jepang, banyak anak-anak di Indonesia sudah belajar origami sejak masih bangku kanak-kanak atau sekolah dasar.

Origami pun sudah sangat lama menjadi bagian dari tradisi Jepang, tepatnya sejak zaman Heian yang berlangsung lebih dari seribu tahun lalu. Awalnya origami dipakai sebagai penutup botol sake (arak beras khas Jepang).

Selain itu, origami juga punya banyak nama. Contohnya seperti orikata, orimono, dan orisui. Namun, sejak akhir tahun 1800-an, kesenian melipat kertas ini lebih terkenal dengan sebutan origami.

5. Sadou

Sadou
Sadou | Sumber gambar: sailforth.wordpress

Bagi masyarakat Jepang, minum teh adalah bagian dari tradisi. Upacara minum teh ini bernama Sadou. Sebenarnya, tradisi ini berawal dari orang Tiongkok di abad ke-6. Sadou juga terbagi menjadi 2 jenis sadou, yaitu:

  • Ochakai: Upacara minum teh yang sifatnya tidak formal. Biasa dilakukan oleh orang Jepang bersama kerabatnya untuk merayakan suatu peristiwa.
  • Chaji: Upacara minum teh yang terkenal formal dan sakral. Bahkan, chaji bisa berlangsung selama 4 jam.

Sadou sendiri memiliki makna, yaitu menghargai antara tamu dan tuan rumah satu sama lain. Selain itu, ada beberapa tata cara jika orang Jepang menjalankan upacara ini. Misalnya, seperti menyiapkan peralatan Sadou, menata ruangan, hingga memberi dekorasi. 

Tamu pun juga memiliki tata cara tersendiri sebelum tuan rumah memperbolehkan mereka masuk. Ada juga aturan cara menerima mangkuk teh dan aturan duduk.

6. Hanami

Hanami
Hanami | Sumber gambar: sakura.co

Bunga sakura selalu identik dengan Jepang. Bahkan, ada satu festival yang khusus untuk melihat bunga sakura bermekaran yang bernama Hanami. Awalnya, hanya kelas atas dan bangsawan saja yang melakukan festival ini. Namun, sejak era Edo di tahun 1600-an, festival Hanami pun juga dinikmati oleh masyarakat Jepang secara umum.

Hanami saat ini berlangsung dalam rangka kegiatan piknik ataupun berkumpul bersama keluarga. Festival budaya Jepang ini berlangsung hanya sekali dalam satu tahun, mengikuti kapan mekarnya bunga sakura atau tepatnya di musim semi bulan April.

Masyarakat Jepang ternyata memaknai festival Hanami sebagai pengingat bahwa keindahan hanya berlangsung sebentar. Hal tersebut membuat masyarakat menganggap Hanami sebagai kesempatan untuk istirahat dari hiruk pikuk dunia.

7. Hanabi

Hanabi
Hanabi | Sumber gambar: japan-guide.com

Ketika musim panas tiba, orang Jepang melakukan suatu tradisi yang disebut Hanabi. Hanabi merupakan tradisi berupa tontonan kembang api yang indah dan cukup terkenal bagi orang Jepang. Festival Hanabi sendiri sudah ada sejak zaman Edo.

Ada beberapa jadwal dari pelaksanaan festival Hanabi. Contohnya adalah Yokohama Sparkling Twilight, Sumidagawa Hanabi Taikai, Tenjin Hanabi Festival, Nagaoka Festival Grand Fireworks, Omagari Fireworks Festival, dan lain sebagainya.

8. Festival Matsuri

Matsuri
Matsuri | Sumber gambar: en.japantravel

Masyarakat Jepang mengenal banyak budaya dalam bentuk festival di musim panas. Selain Hanabi dan Hanami, festival Matsuri juga merupakan tradisi yang berlangsung di musim panas. Matsuri sendiri adalah acara saat orang Jepang melakukan kegiatan berdoa ke kuil Shinto dan kuil Buddha.

Istilah matsuri berasal dari kata ‘matsuru’ yang berarti menyembah. Festival ini merupakan pemujaan kepada Kami-sama. Ada empat unsur Matsuri menurut ajaran Shinto, yaitu persembahan, penyucian, berdoa, dan pesta makan.

Makna festival Matsuri adalah sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai berkah. Seperti sembuh dari penyakit, kesuksesan bisnis, hingga keberhasilan panen.

9. Onsen

Onsen
Onsen | Sumber gambar: enjoyonsen.city.beppu-jp

Istilah onsen merujuk pada istilah sumber air panas yang menjadi pemandian umum di Jepang. Budaya Jepang adalah melakukan mandi di sumber air panas. Onsen sendiri tidak hanya di luar ruangan sekarang, sudah banyak onsen yang berada di dalam ruangan. Alaminya, Jepang memang punya banyak sumber mata air panas alami.

10. Samurai

Samurai
Samurai | Sumber gambar: outfit4events

Samurai adalah satu hal yang sangat terkenal dan identik dengan Jepang. Meskipun demikian, banyak orang yang salah mengartikan kata Samurai. Kebanyakan menyangka bahwa Samurai adalah pedang yang digunakan oleh ksatria tradisional. Padahal, arti Samurai adalah ksatria Jepang itu sendiri. 

Sedangkan pedang yang mereka gunakan bernama Katana. Di Jepang, Samurai punya sejarah yang sangat panjang dan penting. Samurai juga punya andil besar dalam politik dan tradisi Jepang. Saking terkenalnya, kisah para Samurai diangkat melalui beberapa hal seperti game, komik, ataupun anime (kartun khas Jepang).

Baca Juga : Akulturasi Budaya: Pengertian, Tujuan, Faktor, dan Contoh

Budaya Jepang Mana yang Menjadi Favoritmu?

Jepang tidak hanya terkenal sebagai negara maju yang menghasilkan banyak teknologi modern. Di satu sisi, budayanya yang beragam juga sudah sangat mendunia. Oleh karena itu, budaya Jepang yang unik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan karena mencerminkan bagaimana orang lokal memaknai kehidupan.

Nah, jika ingin melihat dan merasakan berbagai tradisi tersebut secara langsung, kamu sebaiknya memperhatikan waktu berkunjung ke negara Jepang. Karena beberapa budaya hanya terselenggara di waktu khusus. Misalnya seperti Hanabi yang hanya ada di bulan Juli dan Hanami di bulan April. Jadi, budaya mana yang menjadi favoritmu?

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page