Apa Itu Bunyi? Pengertian, Sifat, Jenis-Jenis dan Manfaatnya

Bunyi atau suara adalah sesuatu yang bisa ditangkap oleh indra pendengaran manusia. Suara ini dihasilkan oleh getaran atau gelombang dari sesuatu seperti gesekan benda. Selain itu, suara memiliki sifat tersendiri. Namun, seperti apa sifatnya? Apa pula jenis-jenisnya? Untuk mengetahuinya, simak lewat penjelasan di bawah ini!

Pengertian Bunyi

Bunyi bisa diartikan sebagai energi berbentuk sebuah getaran di udara yang muncul dari benda atau hal yang memiliki frekuensi. Bunyi bisa disebut juga dengan suara, bahana, nada, laras, atau vokal. Suara juga merupakan gelombang longitudinal yang disebabkan oleh energi yang membuat partikel udara merapat dan merenggang.

Selain itu, dengan cara tersebut juga, energi dirambatkan ke seluruh ruang. Jadi, saat kamu berbicara, maka energi getaran dari pita suara dilanjutkan ke udara. Udara tersebut akan menyebabkan molekulnya merapat dan merenggang secara berganti-ganti ke segala arah, sehingga membentuk muka gelombang berbentuk bola. 

Sifat-Sifat Bunyi

Di bawah ini adalah beberapa sifat yang menjadi karakteristik suara, antara lain:

1. Bisa Dibiaskan

Selain cahaya, bunyi bisa dibiaskan. Pembiasan ini dapat terjadi apabila suara merambat dan memasuki medium yang berbeda. Akibatnya, suara tersebut akan dibelokkan. Selain itu, suara juga bisa dibiaskan jika melewati bidang batas dari dua media yang berbeda.

Gelombang suara akan dibiaskan apabila mendekati garis normal, jika gelombang datang dari medium yang tidak terlalu rapat. Sedangkan berdasarkan kerapatan partikel, zat padat memiliki partikel yang tersusun dengan rapat dan zat cair sedikit renggang. Untuk zat gas, partikelnya saling terikat, tetapi lemah dan renggang.

Contoh suara yang bisa dibiaskan adalah ketika kamu mendengar petir di malam hari. Suara tersebut akan terdengar lebih keras daripada siang hari. Hal ini karena di malam hari lapisan udara bagian bawah lebih renggang daripada lapisan udara bagian atas.

2. Merambat Melalui Media

Bunyi bisa merambat dari sumbernya ke tempat lain dengan bantuan dari media. Jika tidak melalui media, suara tidak akan bisa sampai ke telinga pendengarnya. Hal tersebut dikarenakan suara merupakan gelombang yang bergerak. Oleh karena itu, dalam pergerakannya, gelombang tersebut membutuhkan medium atau medianya.

Media perambatan ada 3, yakni benda padat, cair, dan gas. Benda padat di sini bisa berupa logam, kayu, batu, dan sebagainya. Contoh suara merambat melalui benda padat adalah ketika kamu menempelkan telinga ke pintu. Kemudian, mintalah seseorang untuk mengetuk pintu tersebut. Maka suara ketukannya akan terdengar.

Contoh suara yang merambat melalui benda cair adalah ketika kamu berjalan di sungai dengan permukaan bebatuan. Bebatuan yang kamu injak akan bergesek di dalam sungai dan akan menghasilkan suara. Sedangkan suara melalui zat gas adalah saat mendengar alat musik atau ketika gemuruh petir yang merambat melalui udara.

3. Mengalami Pelenturan

Sifat berikutnya dari bunyi adalah bisa mengalami pelenturan.  Pelenturan bisa disebut juga dengan difraksi. Ini disebabkan karena gelombang suara memiliki panjang dalam ukuran sentimeter sampai beberapa meter. Alhasil, hal tersebut dapat membuat gelombang suara dengan mudah mengalami pelenturan

Contoh kelenturan suara adalah ketika mendengar suara kendaraan yang melewati tikungan jalan. Meski kamu belum melihat mobil atau motor tersebut melewat, tetapi suara yang dihasilkan dari kendaraan tersebut sudah terdengar lebih dulu.

4. Bisa Diserap dan Dipantulkan

Suara dapat diserap dan dipantulkan. Saat gelombang suara mencapai permukaan atau benda, maka bagian dari energi tersebut bisa diserap maupun dipantulkan kembali oleh medium tersebut. Penyerapan atau pemantulan suara ini bergantung pada bagaimana sifat dari benda atau permukaan yang menjadi mediumnya.

Pada benda dengan permukaan yang lunak atau berpori, suara biasanya akan diserap lebih banyak daripada memantulkannya. Hal tersebut terjadi karena redaman atau penurunan intensitas suara setelah adanya interaksi dengan permukaan suatu benda.

Sedangkan benda dengan permukaan yang keras, biasanya akan memantulkan suara dan menciptakan pantulan yang terdengar oleh telinga kamu. Sifatnya akan sama seperti hukum pemantulan bunyi, di mana suara yang dipantulkan oleh permukaan, sudut datangnya akan sama dengan sudut pantulannya.

Jenis pemantulan suara terbagi menjadi 2, yakni gaung dan gema. Contohnya seperti menyanyi di kamar mandi dan berteriak di pinggir tebing atau depan gua. Sedangkan contoh penyerapan suara adalah dibiaskan atau ruang rekaman yang dilapisi busa, sehingga kebisingan yang dihasilkan tidak terdengar dari luar.

5. Mengalami Perpaduan

Sifat lainnya dari suara adalah bisa mengalami perpaduan atau interferensi. Artinya, suara yang kamu dengar dari dua buah sumber yang berbeda, tetapi jika mempunyai frekuensi yang sama akan menghasilkan gelombang suara yang lebih keras. Bisa dibilang, gelombang suara yang bertemu tersebut saling mempengaruhi satu sama lain.

Interferensi atau perpaduan terbagi menjadi dua, yakni interferensi konstruktif atau penguatan dan interferensi destruktif atau pelemahan bunyi. Interferensi ini terjadi apabila gelombang suara dari dua sumber berbeda saling bertemu dan amplitudonya bertambah. Dengan ini, amplitudo suara akan saling mendukung dan meningkat.

Sementara interferensi destruktif bisa muncul jika puncak gelombang suara dari dua sumber berbeda bertemu dan saling mengurangi amplitudonya. Pada interferensi ini, gelombang suara akan bertemu dan saling membatalkan serta mengurangi amplitudo suara.

Jenis-Jenis Bunyi

Suara sendiri terbagi menjadi 3 gelombang. Semua gelombang ini bisa ada yang bisa didengar oleh manusia dan ada juga yang tidak. Ketiga gelombang suara ini, antara lain ultrasonik, infrasonik, dan audiosonik. Untuk lebih jelasnya terkait jenis-jenis suara, kamu lihat penjelasan di bawah ini!

1. Ultrasonik

Ultrasonik adalah jenis bunyi yang mempunyai frekuensi di atas 20.000Hz. Pada dasarnya, ultrasonic merupakan suara yang sangat keras. Hanya saja, suara ini berada di atas rentang pendengaran manusia, sehingga tidak dapat di dengar dengan telinga kita. Jadi, hanya beberapa hewan yang dapat menggunakannya, seperti lumba-lumba.

Lebih lanjut, ultrasonik bisa merambat ke berbagai medium seperti permukaan atau benda padat, cair, dan gas. Kemampuan refleksi dari gelombang ultrasonic pada permukaan yang cair mirip dengan permukaan padat. Namun, pada beberapa permukaan padat seperti tekstil, suara ultrasonik akan diserap.

Berikut adalah beberapa contoh gelombang suara ultrasonik:

  • Alat navigasi paus kepala kotak, paus orca, dan kelelawar.
  • Alat komunikasi tikus, tarsius, lumba-lumba, dan berbagai jenis serangga.
  • Gelombang yang keluarkan oleh ultrasonografi.
  • Suara yang dikeluarkan kungkang yang menandakan terdapat ancaman bahaya.
  • Gelombang yang dihasilkan oleh alat pembersih dengan metode ultrasonik.

2. Infrasonik

Jenis bunyi yang satu ini mempunyai frekuensi dibawah 20 Hz. Sama seperti ultrasonik, infrasonik juga berada di bawah rentang pendengaran frekuensi kita sebagai manusia. Oleh sebab itu, kamu tidak bisa mendengar suara ini. Gelombang ini bisa membantu mengenali objek yang bergetar dan dapat merambat dari jarak yang jauh.

Bahkan, jenis gelombang suara ini juga dapat menembus hambatan tanpa mengurangi besaran dari frekuensi yang dikeluarkan. Lebih lanjut lagi, gelombang infrasonik bersumber dari berbagai aktivitas alam, seperti gunung meletus dan pergeseran lempeng.

Bila gelombang suara ini terdengar oleh binatang, maka mereka akan merasa gelisah, ngeri, cemas, dan merasakan emosi yang tidak biasa. Adapun beberapa contoh gelombang suara infrasonik adalah sebagai berikut:

  • Suara gajah yang memanggil kawanannya di hutan belantara.
  • Suara yang dihasilkan oleh pergeseran lempeng tektonik.
  • Suara gelombang air laut.
  • Gelombang seismic dari  gunung berapi.
  • Alat komunikasi untuk beberapa hewan, seperti kuda nil, buaya, hiu, dan katak.
  • Suara gempa bumi.
  • Suara dari kulkas atau mesin pendingin.

3. Audiosonik

Audiosonik adalah jenis bunyi yang mempunyai frekuensi sekitar 20 Hz sampai 20.000 Hz. Dengan kisaran frekuensi tersebut, maka telinga manusia bisa menangkap suara tersebut dan mendengarnya. Suara ini bisa kita temukan di lingkungan sekitar dan cara menciptakannya pun sangat mudah.

Meski begitu, suara yang dihasilkan oleh gelombang audiosonik tidak akan terdengar normal pada manusia yang memiliki umur lebih tua, karena tingkat kepekaan pada telinganya berkurang. Untuk manusia, gelombang suara audiosonik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu kehidupan

Sebab, gelombang ini telah digunakan sejak dahulu kala, misalnya untuk berkomunikasi. Terlebih, gelombang suara ini juga tidak akan mengganggu dan menjadi polusi jika nilai intensitasnya rendah. Beberapa contoh dari gelombang suara audiosonik diantaranya:

  • Suara air terjun.
  • Suara manusia saat sedang berbicara, menyanyi, berteriak dan membisikan sesuatu kepada orang lain.
  • Suara hewan seperti anjing, kucing, ayam, dan beberapa jenis unggas lainnya.
  • Suara gemericik air.
  • Suara bergemuruh yang dihasilkan oleh kendaraan bermesin seperti mobil dan motor.

Manfaat Bunyi

Gelombang suara memiliki manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Adapun manfaat suara tersebut adalah sebagai berikut:

1. Dapat Menjadi Alat untuk Memeriksa Kandungan

Manfaat suara yang pertama adalah bisa menjadi alat untuk memeriksa kandungan dengan menggunakan alat ultrasonografi (USG). Ultrasonografi sendiri merupakan metode diagnostik dengan menggunakan gelombang ultrasonik, agar bisa memperoleh gambaran terkait organ dan struktur dalam tubuh manusia.

Alat ultrasojnografi menciptakan gelombag suara ultrasonic yang dipancarkan ke dalam tubuh melalui transduser. Kemudian, gelombang ultrasonik ini akan memantul kembali ketika bertemu dengan batas antara objek dalam tubuh, seperti organ internal manusia.

Dalam hal ini, alat USG akan memancarkan gelombang suara ultrasonik yang diarahkan ke rahim. Ini bertujuan untuk melacak perubahan frekuensi pantulan suara dari denyut jantung dan aliran darah dari dalam tubuh sang ibu.

USG juga digunakan sebagai penerima gelombang suara yang dipantulkan, yang sinyalnya akan berguna untuk membentuk gambaran yang bisa dianalisis. Hal tersebut berguna untuk mengamati pertumbuhan janin yang ada di dalam rahim.

2. Sonar

Sistem sonar pada kapal laut maupun kapal selam merupakan teknologi yang melibatkan gelombang bunyi untuk beberapa pemanfaatan. Misalnya untuk mendeteksi objek yang ada di dalam laut. Gelombang suara yang dipancarkan ke dalam air lewat sistem sonar akan dipantulkan kembali saat bertemu dengan objek-objek di bawah laut.

Gelombang suara tersebut akan memantul ke arah yang sama, dalam hal ini adalah kapal laut atau kapal selam. Selain itu, gelombang suara yang memantul ini disebut dengan gema. Gema tersebut kemudian akan merambat ke tempat asal atau ke arah kapal. Setelah itu, gema diterima oleh penerima sonar yang ada di dalam transduser.

Selain itu, sistem sonar juga digunakan untuk pemetaan dasar laut dengan cara memancarkan gelombang suara ke setiap sudut bawah laut. Pancaran tersebut diterima dan diubah menjadi sinyal listrik, sehingga akan muncul gambaran 3D dari topografi dasar laut pada sistem sonar.

3. Memperlancar Komunikasi

Dalam kehidupan sehari-hari bunyi adalah faktor penting, agar setiap manusia dapat berkomunikasi dengan lancar. Suara dalam komunikasi verbal memungkinkan kamu agar dapat menyampaikan pesan kepada orang lain secara langsung. Suara muncul dalam bentuk kata-kata atau kalimat dengan tujuan mengungkapkan isi pikiran.

Dalam beberapa situasi, suara ini akan membantu kamu untuk menuangkan emosi atau intonasi yang berguna untuk mempertegas suatu pembicaraan. Ketika berkomunikasi, suara yang kamu hasilkan dapat diubah-ubah dengan mudah untuk mengekspresikan beragam emosi, seperti keceriaan, kesedihan, sampai kecemasan.

Suara juga menjadi elemen penting untuk memicu respon ketika kamu dan orang lain berinteraksi. Saat pesan disampaikan dengan jelas dan menarik bagi orang lain, maka suara yang kamu hasilkan akan menentukan reaksi orang tersebut. Hal tersebut memperlancar aliran komunikasi dan membuatnya lebih dinamis.

4. Menentukan Lokasi atau Tempat

Suara juga berguna untuk menentukan jarak suatu lokasi atau tempat dengan memanfaatkan sifat suara yang bisa dipantulkan. Umumnya, manfaat ini dimiliki oleh hewan seperti kelelawar dan lumba-lumba. Metode ini disebut dengan ekolokasi. Ekolokasi adalah kemampuan hewan untuk menentukan suatu tempat dengan suara.

Hewan-hewan seperti kelelawar akan menggunakan ekolokasi atau sonar alami mereka untuk dapat menentukan jarak dari objek di sekitarnya. Nantinya, mereka akan menghasilkan bunyi. Dari situ, mereka dapat mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk suara yang dihasilkan memantul kembali kepada mereka.

Berdasarkan perhitungan tersebut, kelelawar dapat menghitung jarak objek dengan cukup akurat. Selain pada hewan, suara juga bisa berguna untuk menentukan jarak dengan menghitung waktu tempuh suara berdasarkan kecepatannya.

Misalnya saat mendengar suara petir setelah muncul kilat. Perbedaan waktu antara keduanya bisa digunakan untuk mendeteksi seberapa jauh jarak kilat dari posisi pengamat.

5. Membantu Penyandang Disabilitas Tuna Netra

Tuna netra adalah seseorang yang mengalami masalah pada penglihatan, sehingga membuatnya tidak bisa melihat. Biasanya, kondisi tuna netra diakibatkan oleh kerusakan atau hambatan pada organ mata. Alhasil, mereka akan mengandalkan indera yang tersisa seperti pendengaran untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Misalnya suara ini akan membantu tuna netra untuk mengenali lingkungan dan objek di sekitarnya. Saat di jalan raya contohnya, tuna netra akan memanfaatkan suara dari lalu lintas dan kerumunan orang untuk dapat memberikan arahan tentang keberadaan jalan. Bahkan beberapa diantaranya juga bisa menggunakan ekolokasi.

Saat ini juga telah tersedia teknologi berupa kacamata khusus tunanetra yang memanfaatkan gelombang bunyi. Kacamata ini menggunakan sensor ultrasonik. Nantinya, kacamata ini akan mendeteksi benda yang ada dalam jalur gerak penyandang tuna netra dan menentukan apakah itu adalah makhluk hidup atau bukan.

6. Terapi Ultrasonik

Pada gelombang ultrasonik, bunyi bisa digunakan dalam bidang medis sebagai salah satu bentuk terapi. Terapi ini dinamakan dengan terapi ultrasonik atau ultrasound. Terapi ini merupakan metode pengobatan yang menggunakan gelombang suara ultrasonik dengan frekuensi yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia.

Fungsi terapi ini dapat memberikan efek termal atau pemanasan dalam maupun di dekat permukaan dan efek non termal. Efek mekanik mencakup efek mekanik yang berguna untuk memasukan jenis obat tertentu, efek pemijatan dan efek biologis yang berpengaruh pada proses percepatan pemulihan atau regenerasi jaringan.

Nantinya, efek dari terapi ini akan kamu rasakan tergantung pada diagnosis penyakit seseorang dan tujuannya. Misalnya, mempercepat regenerasi jaringan lunak seperti cedera otot dan ligamen. Terapi ini juga bisa mengurangi nyeri pada otot dan sendi serta mempercepat aliran darah yang bisa membantu dalam mengurangi peradangan.

Sudah Tahu Apa Itu Bunyi?

Demikianlah penjelasan mengenai gelombang suara. Suara yang kita dengar tidaklah selalu melalui proses yang sama. Sebab, suara ini memiliki sifat yang beragam sebelum sampai ke telinga kita, mulai dari dibaskan hingga dipantulkan. Selain itu, cukup banyak manfaat suara yang bisa dirasakan oleh manusia dan berbagai hewan.

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page