Apa Itu Apresiasi? Tujuan, Tahapan, Hingga Contohnya Dalam Seni

Banyak orang yang mengetahui kata apresiasi, bahkan mengucapkannya. Namun, tak banyak yang mengerti makna dan pengertian yang sebenarnya. Bukan kesalahan memang jika Anda pun tak mengetahuinya. Dalam kehidupan, ada kalanya Anda pasti akan memberikan pujian terhadap suatu hasil karya.

Harapannya, lewat pujian tersebut para pencipta yang Anda sukai bisa membuat karya dengan kualitas yang lebih baik lagi di kemudian hari. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya penghargaan tidak hanya diperuntukkan orang lain atau mereka yang mampu menciptakan karya saja? Mari pahami lebih dalam di sini!

Pengertian Apresiasi Secara Umum

Secara sederhana, apresiasi atau penghargaan merupakan suatu proses mendengar, menilai, melihat, dan menghargai sebuah karya yang biasanya dilakukan manusia. Karya ini tidak hanya sebatas benda yang dapat diraba saja melainkan bisa berupa musik, tulisan, film, video, dan lain sebagainya.

Jadi berapresiasi berarti memberikan pujian terhadap seni yang dilihat dan mampu menikmati hasil karya melalui segi seni yang kental. Namun, sebenarnya perhargaan dapat Anda berikan juga pada diri sendiri maupun orang lain ketika berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan maupun tanggung jawabnya.

Pengertian Apresiasi Menurut Para Ahli

Selain pengertiannya secara umum, para ahli juga memberikan pendapatnya masing-masing untuk mengartikan istilah satu ini. Berikut ini adalah uraian lengkapnya:

1. Prayogi

Menurut Prayogi, penghargaan adalah kegiatan memberikan komplimen yang dilakukan seseorang sebagai bentuk penilaian, penggunaan, dan peresapan terhadap sebuah karya seni atau karya sastra tertentu. Singkatnya kegiatan ini menjadi bentuk kekaguman yang keluar tanpa direncanakan dari penikmat karya.

2. Aminuddin

Aminuddin mengutarakan pendapatnya bahwa, apresiasi ialah pengenalan terhadap unsur-unsur keindahan melalui kepekaan batin dan pengakuan dari seseorang. Ketika orang melihat karya yang indah, mereka akan melontarkan pujian dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

3. Alfred North Whitehead

Menurut Alfres North Whitehead, penghargaan adalah proses pengapresiasian yang dilakukan oleh seseorang terhadap suatu hal dalam sebuah aktivitas untuk memperoleh feedback tertentu. Seorang penilai juga akan berpartisipasi secara langsung dalam memberikan penilaian secara keseluruhan.

Fungsi dan Tujuan Apresiasi

Mengapresiasi termasuk kegiatan yang mencakup persoalan lebih luas. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Anda bisa melakukannya meskipun tidak sedang menikmati sebuah karya sastra maupun karya seni. Namun, kegiatan ini juga terjadi dalam lingkup pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Meski sederhana, namun istilah apresiasi memiliki dampak yang cukup besar terhadap kehidupan seseorang. Sebab, tujuan dari memberi pujian ialah untuk menjaga kesehatan mental orang lain, menghargai hasil karya. Serta memotivasi pencipta agar lebih semangat lagi dalam menciptakan hasil karya lebih baik.

Sementara itu, fungsi mengapresiasi juga dibagi menjadi beberapa. Adapun berikut beberapa fungsi sekaligus manfaatnya yang harus Anda ketahui:

  1. Menjadi sarana untuk meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap karya seni anak bangsa dan sebagai sarana kepedulian terhadap karya.
  2. Membangun kepercayaan.
  3. Memberikan edukasi, empati, pujian, dan penilaian terhadap suatu karya.
  4. Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan atau skill seseorang dalam berbagai bidang.
  5. Menyenangkan orang lain atas apa yang mereka kerjakan sehingga menjadi sebuah karya yang disukai dan dicintai.
  6. Membuat Anda lebih fokus terhadap hal-hal yang lebih penting dan menghilangkan hal yang tidak relevan.
  7. Membentuk dukungan moral untuk karya seseorang.
  8. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses bekerja.
  9. Menunjukkan penghargaan terhadap orang lain.
  10.  Memperkuat relasi terhadap orang lain.

Tahapan Apresiasi

Memberikan penghargaan terhadap suatu karya umumnya tidak dilakukan begitu saja. Karena ada ada 3 tahapan yang pasti terjadi dan akan Anda alami. Apa saja tahapan tersebut? Berikut jawaban dan penjelsan lengkapnya:

1. Pengamatan

Tahapan pertama disebut sebagai pengamatan. Seorang apresiator akan larut dalam penglihatannya guna menghayati keindahan karya dari sisi seninya. Proses ini akan muncul terhadap rangsangan yang datang dari obyek yang dituju. Rangsangan sendiri akan menghasilkan beberapa hal.

Hal tersebut meliputi penginderaan, observasi, dan analisa. Dalam kegiatan ini, apresiator mungkin bisa membutuhkan waktu yang cukup lama. Berbeda dari orang awam yang hanya melihat karya tersebut dari satu sudut pandang sederhana. Seorang apresiator akan menikmatinya dari sudut pandang kesenian yang dalam.

2. Penghayatan

Setelah pengamatan, tahapan apresiasi kedua adalah penghayatan. Apresiator tidak hanya memanfaatkan indera penglihatannya saja, namun juga menyatu dengan jiwa yang terpancar dari karya seni. Hal tersebut terjadi karena apresiator mampu memberikan penilaian terhadap sisi estetika objek.

Apakah penilaian hanya berdasarkan penghayatan saja? Tidak, apresiator akan menghubungkannya dengan pengalaman estetis yang dimilikinya. Terkadang, karena memiliki keindahan luar biasa, seorang penikmat karya tidak akan mampu berkata-kata. Seolah tersihir mereka hanya menganga melihat karya tersebut.

Hal tersebut umumnya tidak berlaku untuk apresiator. Mereka memahami makna dari setiap goresan hasil karya yang dipamerkan. Seindah apapun karya tersebut mereka mampu memahami apa yang ingin disampaikan pencipta untuk penikmatnya. 

3. Evaluasi

Evaluasi menjadi tahapan terakhir dalam penghargaan. Tak banyak yang tahu bahwa seorang pencipta seni akan berusaha berkomunikasi dengan penikmat seni melalui karyanya. Inilah kesempatan bagi apresiator agar mampu memahami apa yang dirasakan oleh seniman.

Keterhanyutan apresiator terhadap seni yang dinikmatinya akan membuatnya mampu untuk menuangkan kritik dan evaluasi terhadap karya seni itu sendiri. Meski demikian, evaluasi ini tidak akan mengurangi sedikitpun rasa simpati terhadap objek yang diamati.

Contoh Apresiasi dalam Seni

Seni yang memiliki nilai-nilai tersendiri perlu mendapatkan penghargaan dari masyarakat, termasuk Anda. Adapun contoh mengapresiasi adalah sebagai berikut:

1. Membeli Produk

Karya seni tidak hanya dipajang di pameran, namun juga diperjual belikan. Tujuan perdagangan karya ini berbeda-beda, ada yang hanya sekedar untuk dinikmati keindahannya saja, ada pula yang digunakan untuk keperluan lain. Ketika Anda ikut membeli produk karya seni, itu berarti Anda sudah memberikan penghargaan.

Umumnya, produk karya seni berbeda-beda nilai jualnya. Sebut saja lukisan. Jika pelukisnya orang awam atau seniman yang belum terkenal, harganya pasti lebih murah. Namun, akan berbeda jika yang menciptakan karya adalah seniman handal. Nilai jual lukisan tersebut pasti bisa mencapai miliaran rupiah.

Karya seni bisa memiliki harga mahal tergantung pula dari tingkat kerumitan dan nilai yang terkandung di dalamnya. Pasalnya, kita tidak bisa selalu memahami pesan apa yang terkandung pada karya tersebut kecuali terbiasa menjadi apresiator. Serta sudah mempelajari hal yang mendalam tentang karya.

2. Menyampaikan Saran yang Membangun

Salah satu contoh bentuk apresiasi kedua adalah menyampaikan saran yang membangun terhadap karya seni. Saran bukan berarti menjatuhkan, namun sebagai bentuk pujian yang sifatnya netral dan mampu memperbaiki apa yang menjadi kekurangan dari karya seni tersebut.

Misalnya saja ketika Anda menonton film melalui televisi, Netflix, atau layar lebar. Biasanya, pihak produksi film akan terbuka untuk pemberian saran terkait karya seni yang mereka buat. Entah dari sudut pandang pemain, latar belakang, dialog, dan nilai-nilai lainnya.

Ingat! Apresiator tidak akan memaksakan kehendaknya. Saran yang ditulis dan diberikan hanya sebagai bentuk masukan saja. Entah nanti digunakan atau tidak itu sudah bukan menjadi urusan kita, melainkan seniman. Mereka memang membutuhkan saran, namun semuanya kembali kepada kehendak seniman.

3. Memberikan Bantuan

Bagi beberapa orang yang mencintai dan menyukai karya seni akan sangat memperhatikan perkembangannya. Apalagi mengingat saat ini banyak dari karya seni yang dijajah oleh negara asing. Jadi, sebagai pemberi penghargaan setidaknya kita mampu memberikan sedikit bantuan agar karya seni anak bangsa lebih maju.

Bantuan bisa berupa uang, makanan, sponsor, menyediakan tempat, ataupun hal lainnya. Lewat bantuan tersebut, setidaknya seniman bisa memperoleh kemudahan dalam menciptakan dan mempublikasikan karya seninya agar bisa dinikmati oleh masyarakat.

4. Mempromosikan Karya Seni

Karya seni itu sama dengan produk jualan. Orang tidak akan tahu apabila tidak dipromosikan. Sebagus apapun karyanya tapi jika tidak mampu terkenal, semuanya akan percuma saja. 

Maka dari itu, jika tak ingin memberikan saran atau belum mampu memberikan bantuan secara finansial Anda bisa memberikan bentuk penghargaan lain. Caranya dengan ikut mempromosikan karya seni melalui media sosial pribadi Anda. 

Mengingat saat ini berita apapun sangat mudah viral melalui sosial media, maka tak ada salahnya jika Anda pun memanfaatkannya. Selain itu, promosi karya juga bisa dilakukan melalui pamphlet atau woro-woro.

Pancing orang untuk datang dan menyaksikan langsung hasil karya tersebut. Semakin ramai, maka semakin besar pula kesempatan karya seni bisa terus berkembang di tengah masyarakat.

5. Membuka Kursus

Kursus atau pelatihan biasanya hanya mampu dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa seni. Orang awam bisa, namun pelatihnya pun tetap harus mereka yang memiliki keahlian khusus dalam seni. 

Hal tersebut juga termasuk apresiasi karya seni karena bertujuan membimbing orang agar mahir dalam bidang seni tertentu. Nantinya, hasil karya seni bisa dipamerkan kepada masyarakat. Setidaknya, kursus akan memudahkan orang berjiwa seni untuk mengasah kemampuannya agar semakin ahli dan mahir.

6. Berkunjung ke Tempat Pameran Seni

Seringkali para seniman akan melakukan pameran karya seni di tempat tertentu guna menunjukkan hasil karyanya ke khalayak umum. Salah satu contoh penghargaan yang bisa Anda lakukan ialah dengan berkunjung ke tempat-tempat pameran untuk menyaksikan langsung keindahan hasil karya para seniman.

Pameran karya seni yang sering diadakan ialah desain, seni ukir, dan lukisan. Ajak teman atau keluarga jika perlu dan perkenalkan karya seni yang dipamerkan. Setidaknya, jika belum mampu mengapresiasi, mendatangi pameran sudah lebih dari cukup untuk membuat seniman merasa bangga dan tersanjung.

7. Menonton Pertunjukkan Karya Seni

Pernahkah Anda melihat pertunjukkan karya seni? Jika iya, berarti Anda sudah termasuk memberikan penghargaan terhadap karya tersebut. Umumnya, pertunjukkan diadakan dengan maksud dan tujuan memberikan hiburan serta melakukan promosi terhadap karya seni.

Ada beberapa jenis seni yang dijadikan pertunjukkan. Misalnya seni musik, teater, dan seni tari. Pertunjukkan seni dapat menjadi hiburan tersendiri untuk para penonton. Terlebih bagi mereka yang memahami unsur seni. Ibarat kata, sambil menyelam minum air. Sambil melihat pertunjukkan sambil menilai unsur-unsur seni. 

Ketika ada pertunjukkan yang diadakan, semua tim yang terlibat akan membutuhkan waktu cukup lama untuk mempersiapkannya. Rasa lelah dan semua pengorbanan tersebut akan terbayar lunas jika penontonnya banyak.

Tak hanya itu, mereka akan merasa sangat bangga ketika mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari penonton. Meski terkadang pertunjukkan yang digelar gratis, namun tidak masalah. Hal yang penting adalah penonton bisa menikmati karya yang ditampilkan.

8. Mendirikan Sanggar

Bentuk apresiasi seni berikutnya adalah mendirikan sanggar kesenian. Ketika Anda menyediakan tempat, artinya Anda sudah ikut berupaya untuk melestarikan karya seni. Sanggar merupakan tempat yang digunakan untuk para seniman mengapresiasikan kemampuannya.

Sanggar juga dapat mengumpulkan orang-orang yang berminat dan tertarik dengan seni dalam satu wadah untuk belajar. Ada beberapa sanggar di Indonesia yang maju hingga saat ini, yakni sanggar seni tari, teater, lukisan, budaya, dan lain-lain. Mungkin Anda tertarik untuk menjadi salah satu penyedianya?

9. Mencari Tahu Tentang Karya Seni

Setiap karya seni mempunyai asal usul yang berbeda. Jika tidak bisa melakukan contoh-contoh memberi penghargaan di atas, maka Anda bisa mencoba melakukan cara yang satu ini. Ya, Anda dapat mencari tahu tentang karya seni tersebut baik dari senimannya secara langsung, internet, majalah, atau buku.

Ketika mencari tahu, itu artinya Anda memiliki rasa ketertarikan yang tinggi terhadap karya seni. Selain itu, ketertarikan bisa memicu rasa peduli dan tanggung jawab. Seolah karya seni merupakan aset berharga milik negara, maka dari itu perlu dilakukan pelestarian.

Jika tahu bagaimana asal usulnya, Anda akan lebih menghargai karya seni. Layaknya seorang apresiator profesional, Anda mampu memberikan saran yang membangun bahkan iku terjun ke dunia seni demi mempertahankan karya anak bangsa.

10. Mengajarkan Seni

Generasi muda tentu merupakan yang paling modern dari generasi sebelumnya. Maka dari itu, jika tidak diajarkan, maka mereka tidak akan tahu dan mengenal karya seni tradisional milik nenek moyang. Adapun bentuk penghargaan yang berikutnya ialah dengan mengajarkan seni terhadap kaum millenial.

Tanpa disadari, sebenarnya kita sudah dijajah oleh budaya negara asing. Memang tidak terlalu kentara, namun perubahan demi perubahan terkait gaya hidup juga karya seni di Indonesia ternyata sudah tercampur dengan budaya milik negara lain.

Oleh sebab itu, seniman senior bisa membagikan pengetahuan dan pengalamannya di bidang seni untuk anak muda. Melalui pembelajaran sederhana ini mereka akan lebih tahu bahwa Indonesia memiliki karya yang begitu indah dan patut untuk dijaga dan dilestarikan.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat akan sadar bahwa seni tidak hanya untuk dinikmati saja, melainkan juga dicintai dan dihargai. Terlebih keindahan dan keunikan seni bisa menarik perhatian.

11. Mengikuti Seminar

Sekarang ini, mengetahui tentang seni tidak hanya bisa melalui pameran saja, namun bisa juga lewat seminar. Selain itu, seminar sekarang banyak dilakukan secara online sehingga akan memudahkan Anda. Selain memberikan pengetahuan, seminar tentang seni juga dapat menjadi bentuk apresiasi karya.

Anda bisa mencobanya untuk memperluas wawasan. Tak ada salahnya juga untuk sedikit demi sedikit memahami tentang kesenian yang ada di Indonesia. Karena jika bukan kita yang mau melestarikan, siapa lagi? Apalagi anak-anak zaman sekarang sudah mulai lupa dengan kesenian khas daerahnya masing-masing.

12. Belajar Tentang Seni

Contoh penghargaan yang terakhir adalah belajar tentang seni. Belajar tidak membatasi usia. Mulai dari kecil, dewasa, hingga tua sekalipun, semuanya bisa belajar tentang kesenian. Tidak ada yang mustahil jika Anda mau. Belajar seni akan membuat Anda paham seluk beluk terkait karya seni.

Tergantung Anda ingin belajar bidang apa. Apakah tari? Musik? Lukisan atau bidang-bidang yang lain? Anda dapat mulai pembelajaran melalui seminar, internet, ataupun mengikuti kursus secara khusus untuk seniman. Jadi, jangan ragu untuk memulainya karena bisa memperluas ilmu pengetahuan.

Tingkatan Apresiasi Seni

Dalam memberikan penghargaan ternyata ada tingkatannya masing-masing. Pakar biasanya yang memahami betul adanya strata terhadap penghargaan ataupun perhatian. Adapun jenis tingkatan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Empatik

Tingkat yang pertama adalah empatik. Empatik sendiri akan melibatkan perasaan dan pikiran, yakni berupa indrawi atau indera. Contohnya ketika Anda mendengarkan musik. Maka, Anda akan merasa nyaman dan betah. Kemudian muncul rasa ingin memberi penghargaan untuk memuji kualitas musik tersebut.

Selain itu, mungkin Anda juga pernah merasa terharu atau bahkan merasa semangat ketika mendengarkan musik. Inilah yang disebut empatik dalam karya seni. Tidak direncanakan atau bahkan membutuhkan skenario, karena semua penilaian murni dari hati dan pendengaran.

2. Estetis

Tingkat estetis dapat diartikan sebagai bentuk pemberian nilai terhadap keindahan suatu karya seni. Pada tingkatan ini, Anda membutuhkan kejelian indera penglihat dan penghayatan. Seniman harus mampu mengombinasikan antara apresiasi juga pengamatan untuk mendapatkan nilai yang baik.

Contohnya, saat Anda menonton pagelaran seni teater ataupun pentas seni yang membutuhkan pengamatan baik agar bisa menyampaikan kekaguman terhadap karya tersebut. Estetis akan membuat Anda mengutamakan penampilan dari para seniman yang tampil, karena itulah yang menjadi titik awal penilaian.

3. Apresiasi Kritik

Tingkatan terakhir adalah kritikan. Bentuk penghargaan ini harus menyampaikan terkait deskripsi, analisa, evaluasi dan klarifikasi sehingga bisa mengambil kesimpulan. Misalnya saja juri terhadap kontestan di acara pencarian bakat menyanyi. Para seniman yang menjadi juri haruslah memiliki bakat dan ilmu.

Dengan begitu, seniman bisa memberikan kritikan dan masukan terhadap penampilan para peserta yang tampil. Biasanya mengapresiasi penampilan ini memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Hal tersebut terjadi karena penyampaiannya harus terperinci dan juga membangun.

Cara Efektif Memberikan Apresiasi

Setiap seniman yang menghasilkan karya ingin dihargai dan mendapatkan penghargaan. Sebagai penikmat karya, sudah selayaknya Anda memenuhi keinginan tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap seniman. Adapun cara efektif untuk mengapresiasi adalah sebagai berikut:

1. Tulis Melalui Surat

Bagi Anda yang merasa kurang percaya diri untuk menyampaikan pujian secara langsung, maka bisa menuliskannya melalui surat. Anda dapat membuat catatan kecil berisikan pujian-pujian hangat terhadap karya seniman. Agar lebih berkesan, cobalah untuk menulis surat tersebut secara pribadi, alias tulisan tangan.

Selain mengesankan, catatan pribadi akan membuat orang tersebut semakin senang dan merasa dihargai. Pikirkan sesuatu hal yang menyenangkan dan menarik. Buat semenarik mungkin dan jika dibutuhkan berikan hiasan-hiasan kecil pada surat.

2. Bawakan Hadiah Kecil

Cara memberikan penghargaan yang kedua adalah dengan membawakan hadiah kecil kepada para seniman. Hadiah ini tidak harus yang mahal, bahkan bisa Anda buat sendiri dengan kreativitas masing-masing. Orang akan semakin merasa bahagia ketika mendapatkan hadiah dari penggemarnya.

Meski tidak menjadi penggemar tetap, setidaknya Anda bisa mengungkapkan kekaguman terhadap karya seni menggunakan hadiah. Misalnya saja makanan ringan, makanan kesukaan mereka, atau benda-benda yang bermanfaat.

3. Ungkapkan Menggunakan Kata-Kata yang Baik

Para seniman memang berharap akan kritik dan saran. Namun, orang yang bijak akan memberikan saran berupa kalimat-kalimat yang baik, sopan, dan tidak menyinggung perasaan mereka. Ingat! Setiap orang memiliki mental yang berbeda-beda.

Ada yang kuat dan kokoh, ada pula yang rapuh. Meski di depan Anda mereka tersenyum, bisa jadi hatinya menangis mendengar kalimat yang kurang mengenakkan terkait hasil karyanya. Sejatinya, apresiasi itu untuk memberikan motivasi mereka agar lebih semangat dan tumbuh dengan baik.

Maka dari itu, pilihlah diksi pemakaian kata yang sopan dan baik. Jangan pula terlalu panjang dan lebar, cukup simpel namun mampu membuat seniman menerima dengan baik apa yang Anda sampaikan. Ungkapan ini bisa Anda tulis melalui surat atau berbicara langsung dengan mereka.

4. Tunjukkan Rasa Ketertarikan Anda

Seorang seniman menghasilkan sebuah karya bertujuan agar orang-orang bisa mengapresiasi dan memberikan nilai terhadap hasil karya tersebut. Kendati karyanya masih biasa, namun sudah sepatutnya Anda menunjukkan rasa ketertarikan dengan tujuan menghargai usaha mereka.

Sekecil apapun perlakukan Anda akan membuat seniman merasa senang karena ternyata orang-orang bereaksi positif terhadap karyanya. Inilah nanti yang membuat seniman semakin semangat untuk belajar dan memperbaiki kekurangannya agar hasil karya di kemudian hari bisa lebih baik dari sekarang.

5. Menganalisa dengan Tujuan Baik

Sebenarnya cara memberikan penghargaan yang terakhir ini sama dengan memberi saran dan kritik. Hanya saja, isinya biasanya lebih rinci dan juga bertujuan baik. Tidak ada kata menyudutkan salah satu pihak sehingga seniman tidak akan merasa karyanya buruk.

Lebih baik lagi, analisa ini disampaikan langsung kepada senimannya. Dengan begitu, hanya Anda dan seniman yang tahu apa isinya. Akan sangat tidak sopan apabila Anda memberikan penjelasan yang menyudutkan pihak seniman dan tulisan tersebut dibagikan dengan orang lain.

Nantinya, hal tersebut tidak akan membuat seniman merasa lebih baik, justru sebaliknya. Sebagai seorang apresiator, jangan sampai Anda memberikan komentar yang menjatuhkan seniman.

Sudah Memahami Apa itu Apresiasi Khususnya dalam Seni?

Demikianlah penjelasan tentang apresiasi yang lengkap untuk Anda. Melalui penjelasan ini, harapannya Anda bisa tahu bahwa seni bukan hanya untuk dinikmati melainkan juga diberikan saran yang membangun. Jangan jatuhkan mental seorang seniman dengan daling ingin memberi mereka saran untuk maju dan berkembang.

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page