Cara Menghitung Kebutuhan Hebel Per Kubik untuk Membangun Rumah

Bata ringan atau hebel menjadi salah satu bahan baku pilihan ketika membangun konstruksi dinding rumah. Selain praktis, material ini juga memiliki ukuran yang simetris. Nah, kali ini akan membahasnya sekaligus mencari tahu bagaimana cara menghitung kebutuhan hebel. Simak ulasan selengkapnya, ya!

Apa Itu Hebel?

Hebel adalah jenis bata yang memiliki densitas lebih ringan ketimbang batu bata pada umumnya. Bahan dasar hebel terdiri dari adonan pasir silika, gypsum, semen, batu kapur, air, dan aluminium bubuk.

Adapun tingkat kerataan material yang satu ini sangat baik sehingga dinding dapat langsung diaci atau dicat tanpa harus diplester terlebih dahulu. Selain itu, ukurannya pun bervariasi di pasaran yang meliputi:

  • panjang 60 x lebar 20 x tebal 7,5 centimeter (cm);
  • panjang 60 x lebar 20 x tebal 10 cm;
  • panjang 60 x lebar 20 x tebal 12,5 cm;
  • panjang 60 x lebar 20 x tebal 15 cm; dan
  • panjang 60 x lebar 20 x tebal 20 cm.

Tetapi, biasanya bata hebel yang umum digunakan yaitu yang memiliki ketebalan 7,5 cm dan 10 cm.   

Jenis Hebel

Bata hebel secara umum memiliki dua jenis yang perlu kamu ketahui, yaitu Aerated Lightweight Concrete (ALC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). 

1. Aerated Lightweight Concrete (ALC)

Dikenal juga dengan sebutan Autoclaved Aerated Concrete (AAC), jenis ini pada prosesnya berasal dari reaksi kimia. 

Ketika adonan pembuatan hebel dicampur bubuk aluminium dan dimasukkan ke dalam mesin autoklaf yang tak lain merupakan alat untuk memanaskan, maka akan terjadi tekanan tinggi pada adonan hebel sehingga menjadi keras dan matang.

Bubuk aluminium bereaksi dengan salah satu bahan dasar pembuatan hebel yakni pasir silika sehingga menciptakan hidrogen yang membentuk gelembung udara dalam adonan tersebut. 

Gelembung udara dapat meningkatkan volume adonan hingga 100 persen. Proses ini berakhir ketika hidrogen terlepas dan udara menggantikan rongga-rongganya yang membuat hebel menjadi ringan.

2. Cellular Lightweight Concrete (CLC)

Sedangkan pada CLC, prosesnya dilakukan secara alami. Hal tersebut terjadi karena busa organik yang sangat stabil sehingga tidak terjadi reaksi kimia ketika pembuatan adonan.

Gelembung udara pada proses CLC dilakukan secara terpisah antara satu dengan yang lainnya sehingga penyerapan air lebih sedikit dari ALC.

Kelebihan dan Kekurangan Hebel

Sebelum masuk ke cara menghitung kebutuhan hebel, perlu diketahui dulu karakteristik material ini sebelum menggunakannya. Ketika memilih material bangunan, setidaknya kamu harus mengetahui kelebihan dan kekurangan material tersebut. 

Dirangkum dari berbagai sumber, setidaknya terdapat 6 kelebihan dan kelemahan apabila kamu menggunakan bata hebel sebagai materialnya.

Kelebihan

Kelebihannya antara lain:

  • Lebih ringan: ciri khas hebel yang pertama yaitu bobotnya yang ringan lantaran rongga udara di dalamnya. 
  • Memiliki ketahanan tinggi: meski ringan, material yang satu ini ternyata memiliki daya tahan yang tinggi sehingga mampu menahan goncangan dan telah memenuhi standar anti gempa. Selain itu, hebel juga tahan terhadap suhu panas.
  • Kedap suara dan air: bahan baku yang solid membuat hebel mampu meredam suara dan tahan terhadap rembesan air yang masuk ke dalam.
  • Ukuran lebih simetris: hebel dibuat dengan bantuan cetakan mesin sehingga ukurannya lebih rapi dan simetris.
  • Pemasangan mudah: karena ukurannya yang simetris tentu memudahkan ketika menyusun konstruksi dinding bangunan. Apalagi proses pemotongan jenis bata ini juga terbilang mudah dan tidak akan pecah.
  • Penyelesaian lebih cepat: saking praktisnya instalasi hebel, serta spesifikasinya yang ringan dan mulus membuat proses penyelesaiannya cenderung lebih cepat ketimbang jenis batu bata yang lain.

Kekurangan

Kekurangannya antara lain:

  • Harga mahal: bata hebel diproduksi dengan menggunakan teknologi mutakhir sehingga membuat harganya jauh lebih mahal. 
  • Langka: sudah harganya mahal, cara memperolehnya pun sulit lantaran tidak semua toko bangunan menyediakan hebel. Usut punya usut, hanya toko besar saja yang menjual material jenis ini.
  • Harus orang yang profesional: Meski memasang hebel terlihat mudah, nyatanya tidak semua tukang dapat menyusunnya. Diperlukan orang yang lebih ahli dan berpengalaman dalam memasang bata hebel, karena jika tidak, dampaknya sangat kelihatan.
  • Pengeringan lebih lama: Proses pengeringan hebel cenderung memakan waktu lama, apalagi jika pembangunan rumah dilakukan pada saat musim hujan. Tak ayal, kondisinya harus betul-betul kering. Jika tetap memaksakan plester aci sebelum kering, biasanya menimbulkan bercak kuning.
  • Butuh perekat khusus: hebel cenderung membutuhkan perekat khusus berupa semen instan yang bisa kamu dapatkan di pasaran.
  • Bahan menyisa: karena ukuran material yang besar dan dapat dibagi justru berpotensi menyisakan material berupa potongan yang tidak seragam.

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel

Setelah mengetahui karakteristik hebel serta kelebihan dan kekurangannya, kamu juga perlu mengetahui bagaimana cara menghitung kebutuhan hebel untuk konstruksi dinding bangunan kamu.  Lantas, bagaimana tahapan menghitung per kubiknya?

Tidak sedikit yang salah kaprah ketika menghitung berapa kubik hebel yang dibutuhkan untuk membangun sebuah ruangan atau rumah. Oleh sebab itu, tahapan pertama, ketahui dahulu berapa keliling suatu ruangan tersebut.

Contoh Kasus

Sebuah ruangan diketahui memiliki ukuran panjang kali lebar yaitu 2 x 4 meter (m) dengan tinggi 3 m. Hitunglah berapa kubik kebutuhan hebel yang dibutuhkan?

Jawab:

Rumus keliling ruangan =  2 * (panjang + lebar)

= 2 * (2 + 4)

= 2 * 6

= 12 m

Setelah kamu mendapatkan kelilingnya, langkah selanjutnya hitung luas ruangan dengan cara sebagai berikut:

Luas ruangan = keliling * tinggi

= 12 * 3

= 36 m²

Setelah mengetahui luas ruangan yang akan dibangun, cara menghitung kebutuhan hebel selanjutnya kamu harus membaginya dengan kubikasi bata supaya dapat menghitung berapa banyak hebel yang dibutuhkan. Adapun rumusnya adalah:

Luas ruangan * Jumlah hebel per m²

Perlu kamu ketahui untuk standar hebel per m² adalah 8,3 buah maka: 

36 m² * 8,3 = 298,3 buah

Apabila kamu menggunakan hebel dengan ketebalan 10 cm maka dibulatkan menjadi 83 buah (8,3 * 10). Dengan demikian jumlah kebutuhan hebel per kubik yaitu:

= 298,3 : jumlah hebel per kubik

= 298,3 : 83 buah

= 3,6 kubik

Selain dengan cara tersebut, kamu juga bisa menggunakan cara menghitung kebutuhan hebel per kubik dengan rumus cepat berikut ini:

Luas ruangan * Ketebalan Hebel

= 36 m² * 10 cm (0.1 m) 

= 3.6 kubik 

Tertarik Memakai Material Hebel?

Batu ringan atau hebel menjadi alternatif material yang cocok untuk membangun suatu rumah. Selain enteng, hebel juga memiliki ketahanan yang luar biasa dan praktis secara instalasi asalkan dilakukan oleh tenaga profesional.Dengan benefit semacam itu, apakah kamu tertarik menggunakan hebel untuk membangun rumah impian? Jika iya, ketahui dulu cara menghitung kebutuhan hebel seperti yang sudah dipaparkan di atas.

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page