Pengertian Karnivora: Ciri, Karakteristik, dan Contohnya (Lengkap)

Melihat dari jenis makanannya, kerajaan animalia terbagi dalam tiga kelompok utama, yakni hewan karnivora, herbivora dan omnivora. Ketiga kelompok ini memiliki peran yang sama penting terutama dalam rantai makanan. 

Pada kesempatan kali ini, Anda akan segera mengetahui secara gamblang tentang binatang karnivora (pemakan daging). Mulai dari pengertian, karakteristik utama, ciri-ciri, serta beberapa contoh dari hewan satu ini. Tetap ikuti ulasan kali ini sampai habis!

Pengertian Hewan Karnivora

Pada prinsipnya, hewan karnivora adalah jenis hewan yang memakan daging. Secara umum, pemakan dagin, atau jenis satwa boga ini adalah organisme yang memperoleh energi dan nutrisi dari sumber makanan yang terdiri dari jaringan hewan. Baik itu melalui pemangsaan maupun memakan hewan yang sudah mati.

Kata “karnivor” sendiri berasal dari bahasa Latin, yakni dari kata “caro” bermakna daging dan juga kata “vorare” yang bermakna makan. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa jenis hewan ini merupakan kategori hewan pemakan daging.

Karena sumber makanannya yang umum berupa daging, hewan ini sering kali memperoleh makanannya lewat cara berburu hewan lain di sekelilingnya. Sehingga, hewan ini sering juga disebut sebagai hewan predator. 

Namun, hal ini tidak berarti bahwa hewan pemakan daging adalah makhluk jahat. Sebaliknya, peran mereka sebagai predator memiliki kepentingan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengendalikan populasi hewan lain. Fakta menariknya lagi, hewan pemakan daging selalu berada di puncak rantai makanan.

Tidak hanya hewan, ternyata ada juga tumbuhan yang dapat memakan serangga dan bahkan hewan kecil lainnya. Tumbuhan semacam ini disebut sebagai tumbuhan karnivora. Demikian pula, ada fungi yang memakan hewan mikroskopis dan juga disebut sebagai fungi karnivor.

Ciri dan Karakteristik Hewan Karnivora

Dari segi ciri dan karakteristik, hewan pemakan daging memiliki sistem pencernaan yang berbeda dari hewan herbivora. Sistem pencernaan pada hewan pemakan daging relatif lebih pendek. Sebab, makanan yang mereka konsumsi mudah dicerna, berbeda dengan komponen selulosa yang ada pada hewan herbivora.

Selain itu, gigi hewan pemakan daging memiliki ciri tajam dan kuat. Gigi yang kuat ini membantu hewan pemakan daging untuk membunuh dan juga merobek daging mangsanya. Hewan pemakan daging memiliki satu set gigi taring dan gigi seri yang berbentuk tajam dan juga runcing.

Namun, keberadaan gigi taring yang tajam dan runcing ini bukanlah satu-satunya indikasi bahwa suatu hewan tergolong dalam hewan karnivora. Hal tersebut hanya menunjukkan bahwa pola diet hewan tersebut mengandung daging. 

Setelah makanan diolah dan dipecah menjadi bentuk yang siap untuk diserap, proses penyerapan makanan terjadi di usus kecil. Air, nutrisi, sedikit lemak, dan sejumlah kecil protein diserap di usus besar. Hewan pemakan daging umumnya tidak memiliki enzim pencernaan selulosa.

Dalam kingdom animalia, setiap hewan memiliki ciri khasnya sendiri. Selain itu, apa ciri lain yang membedakan hewan pemakan daging dengan hewan lain? Untuk lebih memahami karakteristiknya, mari pelajari lebih lanjut tentang ciri-ciri khusus pada hewan pemakan daging ini agar dapat mengenalinya dengan lebih baik:

  • Hewan pemakan daging memiliki sistem pencernaan yang didedikasikan untuk mencerna materi yang berasal dari hewan.
  • Sistem pencernaan hewan pemakan daging terdiri dari perut tunggal dengan saluran pencernaan yang lebih pendek.
  • Mereka memiliki gigi tajam dan kuat yang digunakan untuk merobek daging atau mangsa.
  • Hewan pemakan daging biasanya dilengkapi dengan kuku atau cakar yang tajam untuk melumpuhkan mangsanya.
  • Mereka memiliki kemampuan berlari yang sangat cepat untuk memburu dan menyerang mangsa.
  • Sebagian besar hewan pemakan daging adalah mamalia yang memiliki kelenjar susu.

Contoh Hewan Karnivora

Setelah mengetahui tentang pengertian dan juga karakteristiknya, kali ini Anda segera mengetahui contoh kecil dari beberapa hewan pemakan daging. Langsung saja, berikut penjelasannya secara mendetail dan lengkap:

1. Ular

1 5
pexels

Kelompok reptil yang tidak berkaki dan juga memiliki tubuh panjang ini memiliki penyebaran yang luas di seluruh dunia. Menurut catatan ilmiah, semua jenis ular termasuk dalam subordo Serpentes dan merupakan anggota dari ordo Squamata yang juga mencakup kadal. 

Namun, ular (Serpentes) termasuk klasifikasi dalam cabang hewan klade Ophidia atau reptil merayap yang tergolong dalam kelompok reptil dengan atau tanpa kaki. Selain itu, mereka juga umumnya memiliki tubuh panjang dan memiliki karakteristik fisiologis yang berbeda dengan kadal.

Mangsa ular meliputi berbagai jenis hewan yang lebih kecil daripada ukuran tubuhnya. Ular pohon dan ular darat memangsa burung, mamalia, katak, serta jenis reptil lainnya termasuk telur-telurnya.

Ular besar seperti sanca kembang mampu memangsa hewan sebesar kambing, kijang, rusa, dan bahkan manusia. Ular jenis ini akan melilit mangsanya, meremukkan tulangnya, dan kemudian menelan seluruh mangsa tersebut. Ular yang hidup di perairan akan memangsa ikan, katak, berudu, dan telur ikan.

Ular melumat seluruh mangsanya tanpa meninggalkan sisa dan dapat mengonsumsi mangsa yang memiliki ukuran tiga kali lebih besar daripada diameter kepala ular tersebut. Hal tersebut dapat terjadi karena rahang hewan karnivora dapat terbuka lebih lebar dan rahang atas dan bawahnya dapat terpisah.

2. Komodo

2 4
pexels

Komodo memiliki kemampuan melihat hingga jarak 300 meter. Namun, hewan pemakan daging ini tidak dapat melihat dengan jelas pada malam hari karena retina mereka hanya memiliki sel kerucut. Seperti reptil Squamata lainnya, komodo menggunakan lidahnya untuk mencium bau mangsanya.

Lidah komodo menangkap partikel bau di udara, lalu menempatkannya pada organ di langit-langit mulut yang disebut organ Jacobson. Organ ini akan berfungsi untuk mendeteksi tanda-tanda bau tersebut.

Komodo dapat mendeteksi keberadaan bangkai daging dalam jarak 4-9,5 km hanya dengan memutar kepalanya ke kanan dan kiri, dibantu oleh angin. Komodo memiliki lubang hidung yang hanya berfungsi untuk bernapas, bukan untuk mencium bau, karena mereka tidak memiliki selaput penangkap bau di hidung.

Komodo memburu mangsa hidupnya dengan menyusup secara perlahan, lalu tiba-tiba menyerang. Ketika mangsa berada dalam jangkauan, komodo langsung menggigit bagian bawah tubuh atau tenggorokan mangsanya. Komodo secara alami akan menggunakan lidahnya untuk mencari mangsanya. 

Lidah ini dapat merasakan bau mangsa, bangkai, atau hewan yang sekarat dalam jarak hingga 9,5 kilometer. Selain itu, hewan ini memakan mangsanya dengan cara merobek beberapa potongan besar daging. Setelah itu, mereka akan menelannya bulat-bulat dan menggunakan tungkai depannya untuk menahan tubuh mangsanya. 

3. Burung Hantu

3 4
pexels

Burung hantu adalah anggota dari jenis ordo Strigiformes. Mereka termasuk dalam kelompok hewan karnivora karena mereka merupakan burung pemakan daging seperti tikus dan ikan. Mereka juga merupakan hewan nokturnal.

Burung hantu memiliki mata yang besar dan menghadap ke depan, berbeda dengan jenis burung lainnya yang memiliki mata menghadap ke samping. Paruh burung hantu melengkung tajam ke bawah dan bulu-bulu di sekitar kepala mereka membentuk cakar wajah yang melingkar.

Wajah burung hantu memiliki penampilan yang mencolok dan kadang-kadang menyeramkan. Nama “burung hantu” sendiri berasal dari fenomena ini. Hal yang unik, leher burung hantu sangat lentur sehingga mereka dapat memutar wajahnya hingga 180 derajat ke belakang.

Burung hantu adalah burung pemangsa yang sebagian besar berburu pada malam hari. Mata mereka yang menghadap ke depan memungkinkan mereka untuk mengukur jarak mangsa dengan akurasi tinggi.

Paruh mereka yang tajam dan kuat, serta kaki yang gesit, memungkinkan mereka untuk menggenggam mangsa dengan kuat. Selain itu, burung hantu juga memiliki kemampuan terbang tanpa membuat suara yang berisik.

4. Harimau

4 4
pexels

Harimau adalah salah satu hewan pemakan daging yang menakjubkan. Dikenal sebagai predator yang paling kuat di darat, harimau memiliki tubuh yang ramping, kekuatan yang luar biasa, dan gigi serta cakar yang tajam. 

Mereka adalah anggota keluarga kucing besar dan terkenal karena kecepatan dan ketangkasan mereka dalam berburu. Harimau dapat mengejar mangsanya dengan kecepatan hingga 60 kilometer per jam dalam waktu singkat. 

Mereka memakan daging sebagai sumber utama makanan mereka dan cenderung memburu ungulata seperti rusa dan babi hutan. Kehadiran harimau di alam menggambarkan ketangguhan dan keindahan alam liar. Harimau memainkan peran yang krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta rantai makanan.

Sudah Paham tentang Hewan Karnivora?

Hewan karnivora adalah makhluk penguasa kehidupan di alam liar. Dengan gigi-gigi tajam dan indera yang terasah sempurna, mereka adalah predator tak tertandingi. Hewan-hewan ini memiliki adaptasi yang luar biasa dan memungkinkan mereka untuk berburu mangsa dengan kecepatan dan keahlian yang menakjubkan.

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page