Irama: Pengertian, Fungsi, Elemen, dan 7 Jenis Pola Irama

Setiap orang pasti pernah mendengar musik. Terlepas dari aliran, genre, dan selera masing-masing, untuk membuat sebuah musik, kamu memerlukan banyak komponen tertentu yang diatur sedemikian rupa. Demi membuat lantunan lagu kesukaanmu tersebut. Salah satu komponennya adalah irama. Berikut penjelasannya.

Apa Itu Irama?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, irama adalah sebuah alat penggerak atau alat penyusun dari sebuah lagu maupun musik. Memiliki fungsi agar menyatukan dan menggabungkan banyak alat musik untuk menciptakan lantunan lagu yang menarik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian irama adalah gerakan maupun lantunan yang berturut-turut yang diatur secara spesifik. Agar dapat mengatur naik turunnya suatu lagu. Selain itu, irama juga disebut-sebut sebagai ritme yang juga memiliki peranan penting dalam suatu permainan musik.

Beberapa arti lain dari irama yang cukup populer adalah dari penjelasan Angela Marsella, pada modul onlinenya yang berjudul “Seni Budaya Kelas IX”. Perempuan ini mengatakan bahwa irama tidak lain adalah sebuah unsur yang ada pada seni musik yang berupa gerakan teratur dari aksen lagu secara tetap.

Sementara itu, menurut Cambridge Dictionary atau Kamus Cambridge mengatakan bahwa irama sendiri adalah pola tertentu dari sebuah musik. Yang disusun dalam bentuk suara, kata, not musik (not balok dan sebagainya), tarian, dan bahkan puisi. 

Pola ini akan membuat sebuah perbedaan nilai dari satuan bunyi untuk memperindah musik.

Kamu pasti pernah merasa familiar terhadap suatu lantunan musik maupun lagu, bukan? Nah, mungkin saja yang kamu rasa familiar adalah susunan iramanya. Sedangkan lagu yang ada di pikiranmu dengan lagu yang kamu dengar tersebut adalah kedua lagu yang berbeda.

Karena pola khusus ini adalah unsur yang paling mendasar dalam pembentukan musik, sehingga memiliki banyak cakupan seperti ketukan, birama, dan pola irama.

Fungsi Irama

Layaknya unsur penting lain, pola yang memegang peran penting dalam sebuah musik tentunya memiliki fungsi-fungsi khusus. Berikut ini adalah beberapa fungsinya yang bisa kamu ketahui:

1. Mesin Pendorong pada Sebuah Musik

Maksudnya, saat sebuah musik memiliki pola yang gampang dihafal oleh banyak orang, maka pola ini akan membuat musik yang kamu ciptakan berhasil. Hal inilah yang dimaksud sebagai mesin pendorong pada sebuah musik.

2. Memberikan Struktur Komposisi

Dengan pola tertentu yang sudah disusun sedemikian rupa oleh para pembuat lagu, maka musik memiliki alunan yang tidak akan monotn. Para pendengar bisa mengetahui kapan musik tersebut akan melambat, kapan pula musik tersebut akan mempercepat lantunan nadanya.

3. Menjadi Tulang Punggung Ritmis untuk Seluruh Kategori Instrumen

Di dunia ini, ada banyak contoh alat musik yang bisa dimainkan dalam satu waktu untuk menciptakan harmonisasi yang indah. Nah, dengan adanya pola, maka alat musik akan menciptakan nada dan tempo yang sama untuk satu lagu. Sehingga, tidak akan ada nada yang lari atau tidak tepat note nya.

Elemen pada Irama

Setelah membaca penjelasan tentang pengertian dan fungsi utama mengapa pola termasuk komponen penting dalam musik, kamu akan membaca mengenai elemen pada pola tersebut. Setiap elemen pada pola ini terkandung dan berperan penting untuk menentukan mana pola yang sudah pas, dan mana kombinasi pola yang tidak pas.

1. Tanda Birama

Jika kamu pernah melihat partitur musik, kamu akan mengetahui bahwa di setiap awal partitur musik, akan muncul nominal seperti 4/4, ¾, 2/4 dan sebagainya. Nah, nominal tersebut dinamakan tanda birama. Tanda birama adalah elemen pada pola yang berfungsi untuk menunjukkan jumlah ketukan per ukuran.

Misalnya, jika nominal yang muncul adalah 4/4, maka setiap garis pada partitur musik akan memiliki 4 ketukan. Jika yang muncul 3/4, maka setiap baris akan berisi 3 ketukan.

2. Meteran

Elemen pada pola selanjutnya adalah meteran. Meteran ini berasal dari teori musik barat standar. Teori musik tersebut mengatakan bahwa ada 3 jenis meteran yang biasa ada pada sebuah musik atau lagu, yaitu:

a. Duple Meter

Pengukur musik yang mana ketukannya muncul pada kelompok dua atau pengukur ganda.

b. Triple Meter

Pengukur musik yang mana ketukannya muncul pada kelompok tiga atau sering disebut sebagai pengukur tiga.

c. Quadruple Meter

Pengukur musik yang mana ketukannya muncul pada kelompok empat atau sering disebut sebagai pengukur empat.

Meter ini adalah elemen pola yang tidak terikat pada nilai not. Contohnya tiga meter bukan berarti di dalamnya ada tiga not. Terkadang tiga meter bisa melibatkan tiga nada setengah, atau tiga catatan ke enam belas, dan sebagainya dengan durasi berapapun.

3. Tempo

Elemen pada pola selanjutnya adalah tempo. Mungkin kamu sudah mengenal arti tempo yaitu kecepatan. Nah, untuk mempengaruhi tempo pada musik ini, ada beberapa cara utama untuk mengkomunikasikan tempo kepada para pemain alat musik. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Ketukan per menitnya.
  • Denyut per menit atau sering disebut sebagai BPM.
  • Kata-kata Italia yang berarti tempo seperti largo, andante, allegro dan presto.
  • Beberapa composer juga menggunakan bahasa Inggris yang casual yang menunjukkan kecepatan, seperti fast, lazy, relaxing, slow dan moderate.

4. Jenis Ketukan

Elemen lain dari pola adalah jenis ketukan. Sebelumnya kita sudah ketahui kalau ketukan tersebut dapat mempengaruhi tempo atau tanda birama. Namun, jenis ketukan ini pun ada 2 bagian, yaitu ketukan kuat dan ketukan lemah. Keduanya memiliki arti yang berbeda.

Ketukan kuat biasanya ada pada ketukan pertama dari setiap ukuran (downbeat) maupun ketukan beraksen barat lainnya. Baik musik populer maupun musik klasik, memiliki paduan ketukan kuat dan lemah, agar pola pada ritme lebih bervariasi, tidak monoton, dan lebih indah.

5. Sinkopasi

Selanjutnya ada sinkopasi. Sinkopasi ini adalah pola sinkron yang merupakan pola yang tidak sejajar dengan detak lambat. Artinya, sinkopasi ini fungsinya untuk memberikan penekanan pada tiap ketukan lemah. Contohnya yang ada pada nada kedelapan kedua dalam ukuran 4/4.

Di dalam pola yang kompleks inilah seringkali terdapat sinkopasi. Tentunya, karena cukup kompleks, pola yang memiliki sinkopasi di dalamnya biasanya tidak cocok untuk pemula.

6. Aksen

Elemen keenam dari pola adalah aksen. Aksen artinya penekanan. Jadi, elemen aksen pada pola berfungsi untuk menekankan suatu ketukan atau not tertentu. Pentameter Iambic adalah salah satu contoh dari pengukur puitis aksen, yang dapat mencampurkan suku kata tanpa tekanan pada musik.

7. Polyrhythms

Elemen terakhir adalah polyrhythms. Fungsi dari elemen ini adalah sebagai bentuk untuk mencapai rasa ritme yang ambisius. Bentuknya pada partitur biasanya dapat kamu lihat saat ada ritme lain di atas ritme asli.

Contohnya, pada ansambel perkusi, congos, dan bongos dapat kamu mainkan dalam ketukan 4/4. Sementara timbales dapat kamu mainkan dalam pola ritme 3/8 dalam waktu yang bersamaan.

Jenis Pola Irama

Nah, setelah mengenal irama dan berbagai macam elemennya. Berikutnya kamu dapat mengetahui apa saja jenis polanya yang sering ada pada sebuah lagu. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Rata

Pola jenis pertama adalah pola rata. Pola ini terbentuk jika pembagian pola atau ketukan pada sebuah lagu memiliki “berat” yang konsisten dan sama rata dari awal sampai akhir lagu.

2. Sinkop

Pola jenis kedua adalah pola sinkop. Sinkop atau gantung akan ada pada sebuah lagu dalam bentuk ketukan berat yang ada pada not atau ketukan gantung.

3. Ostinato

Ostinato berarti berulang. Jadi, jenis pola yang ketiga ini dimainkan secara-berulang-ulang kali dalam satu lagu. Biasanya, pola onstinanto berada pada reff, atau pada awal bridge lagu.

4. Tidak Rata

Jenis pola keempat adalah kebalikan dari jenis pola pertama. Pola tidak rata ini ditandai oleh ketukan berat yang ada pada sepanjang lagu yang memiliki pola yang tidak konsisten.

Contohnya, kamu dapat mendengar lagu yang iramanya berubah-ubah. Walaupun beberapa orang tidak terlalu menyukai pola jenis ini. Namun, tidak sedikit pula orang yang menganggap pola tidak rata membuat efek dinamis ke dalam sebuah musik atau lagu.

5. Suku Bangsa

Kata suku bangsa juga ada pada bahasa musik. Jenis pola suku bangsa seringkali menjadi ciri khas dari suatu musik daerah. Hal ini terjadi karena tiap daerah memiliki adat dan cara memainkan alat musik daerah masing-masing. 

Sehingga, alunan pola dari setiap alat musik daerah tersebut tetap akan sama walaupun kamu memainkan lagu daerah tersebut dengan alat musik lain.

6. Poliritmik

Jenis keenam adalah poliritmik. Pola poliritmik ini memiliki banyak pola yang dimainkan secara bersamaan dalam satu lagu. Sama seperti jenis pola tidak rata, jenis pola poliritmik menghasilkan pola yang beragam dan dinamis. Selain itu, jenis pola ini juga akan memunculkan ritme yang berlapis, sehingga dinilai lebih kompleks.

7. Polimerik

Jenis pola irama terakhir adalah pola polimerik. Berbeda dengan jenis pola poliritmik, jenis pola polimerik ini memiliki cara memainkan yang cukup kompleks. Dimana kamu perlu menerapkan pola berbeda diantara satu instrumen musik dengan instrument lainnya.

Pola ini juga mengalami pengulangan, sehingga membuat jarak tiap ketukan berat pada setiap lagu dan memiliki jeda. Oleh sebab itu, ketukan beratnya tidak selalu berada di awal pengulangan lagu seperti biasanya.

Irama vs Nada

Nah, setelah melihat apa saja pengertian, elemen, jenis pola dan fungsinya, mungkin kamu bertanya-tanya apa perbedaan pola musik dengan nada?

Seperti yang telah terjelaskan sebelumnya, irama adalah tempo atau pola yang dimiliki oleh sebuah lagu. Sedangkan nada adalah sekumpulan not suara yang disusun sedemikian rupa, sehingga nyaman untuk kamu dengar.

Dalam dunia musik sendiri, nada adalah hal utama dan paling penting yang ada pada sebuah lagu. Namun, tanpa adanya pola, nada hanya akan menjadi sebuah lagu yang monoton dari awal sampai akhir.

Sudah Mengerti Tentang Irama?

Itulah beberapa penjelasan tentang pola atau tempo musik dan fungsinya pada sebuah lagu. Setelah membaca pengertian di atas, sudahkah kamu mengerti seberapa penting pola tersebut? Jika sudah, yuk jangan sepelekan simbol-simbolnya pada sebuah partitur lagu!

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page