Pengertian kapasitor: Prinsip Kerja, Fungsi, Jenis & Cara Kerja

Di balik perangkat elektronik canggih yang menyelimuti kehidupan modern, terdapat komponen kecil yang memiliki peran besar, yaitu kapasitor atau kondensator. Meskipun seringkali diabaikan, komponen ini memiliki sejarah panjang dan menarik yang membentang selama berabad-abad. 

Dari eksperimen pengisian statis pertama hingga revolusi elektronik modern, komponen ini telah menyimpan dan melepaskan muatan listrik dengan ajaib. Mari kita pelajari lebih lanjut berbagai hal terkait komponen ini. Pastikan baca penjelasan berikut ini sampai selesai, ya.

Pengertian Kapasitor

kapasitor atau kondensator adalah komponen elektronika pasif yang bisa menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Ia berfungsi seperti tangki penyimpanan energi dan dapat digunakan dalam berbagai perangkat elektronik modern. 

Komponen elektronika pasif ini sangat penting dalam menyediakan energi cadangan, menyaring sinyal, mengatur waktu, dan meningkatkan efisiensi dalam sistem tenaga listrik.

Prinsip Kerja Kapasitor

Bayangkan komponen ini sebagai tangki penyimpanan energi listrik. Prinsip kerjanya didasarkan pada kemampuannya untuk menampung dan melepaskan muatan listrik. Komponen ini terdiri dari dua pelat atau konduktor yang terpisah oleh bahan isolator yang disebut dielektrik. 

Ketika tegangan diterapkan pada komponen ini, muatan listrik mengalir dari satu pelat ke pelat lainnya melalui dielektrik. 

Proses ini menciptakan medan listrik di antara pelat, dan kondensator menyimpan energi listrik sebagai akibatnya. Saat tegangan dihapus, komponen ini  bisa melepaskan muatan listriknya kembali ke dalam sirkuit.

Fungsi Kapasitor

Komponen ini memiliki sejumlah fungsi penting dalam dunia elektronik:

  • Penyimpan energi: Komponen ini berperan sebagai “baterai” sementara yang dapat menyimpan muatan listrik dan melepaskannya ketika dibutuhkan. Ini penting dalam rangkaian sirkuit elektronik untuk menyediakan kestabilan dan keandalan.
  • Penyaring: Dalam aplikasi yang melibatkan sinyal elektronik, komponen ini dapat berfungsi sebagai filter untuk menyaring kebisingan atau fluktuasi yang tidak diinginkan, sehingga memastikan sinyal yang bersih dan akurat.
  • Pengatur waktu: Dalam rangkaian resistor-kapasitor (RC), komponen ini berperan dalam mengatur waktu. Ini digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk rangkaian pengatur waktu dan rangkaian osilator.
  • Kompensasi daya Reaktif: Di industri, kapasitor digunakan untuk meng-kompensasi daya reaktif dalam sistem tenaga listrik. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan daya.
  • Kopling atau penghubung rangkaian: Sebagai komponen elektronik pasif, kondensator memungkinkan penghubungan yang efisien antara amplifier tingkat rendah dan amplifier tingkat tinggi dalam suatu rangkaian listrik.

Cara Kerja Kapasitor

Bayangkan dua pelat datar yang diletakkan berdekatan, tapi tidak menyentuh. Di antara pelat-pelat ini, ada bahan khusus yang membantu menyimpan listrik.

Ketika kita sambungkan pelat-pelat ini dengan baterai atau sumber listrik, muatan listrik akan terkumpul di salah satu pelat, sedangkan muatan berlawanan akan terkumpul di pelat lainnya.

Kapasitor bisa menyimpan energi ini sampai kita membutuhkannya. Kapan pun kita putuskan untuk menggunakannya, kapasitor akan melepaskan muatan listrik yang disimpannya.

Kapasitor Nilai Tetap (Fixed Capacitor)

Kondensator terbagi menjadi dua jenis berdasarkan bahan isolator dan nilai kapasitansinya, yaitu fixed capacitor dan variable capacitor. Tapi kali ini, kita akan membahas jenis nilai tetap.

Fixed capacitor adalah komponen yang nilainya konstan alias tidak berubah-ubah. Setidaknya terdapat enam jenis fixed capacitor meliputi kondensator keramik, polyester, kertas, mika, elektrolit, dan tantalum. Penjelasan lengkapnya adalah seperti berikut ini.

1.  Kapasitor Keramik (Ceramic Capacitor)

Kapasitor Keramik Ceramic Capacitor
Finoo

Ceramic capacitor menggunakan isolator berbahan keramik dan memiliki bentuk bulat tipis atau persegi empat. Jenis komponen ini tidak memiliki polaritas, sehingga dapat dipasang tanpa memperhatikan arahnya dalam rangkaian elektronika.

Ceramic capacitor tersedia dalam nilai kapasitansi yang berkisar antara 1 piko farad (pF) hingga 0.01 mikro farad (µF). Kapasitor jenis ini sering digunakan dalam peralatan elektronik yang dirancang semakin kecil dengan teknologi SMT (Surface Mount Technology).

2. Kapasitor Polyester (Polyester Capacitor)

Kapasitor Polyester Polyester Capacitor
rs-online

Polyester capacitor memiliki isolator berbahan polyester dengan bentuk persegi empat. Seperti ceramic capacitor, komponen berbahan polyester juga tidak memiliki polaritas dan dapat dipasang tanpa memperhatikan arahnya dalam rangkaian elektronika.

3. Kapasitor Kertas (Paper Capacitor)

Kapasitor Kertas Paper Capacitor
RS Component

Paper capacitor memiliki isolator berbahan kertas dan biasanya memiliki nilai kapasitansi antara 300 pF hingga 4 µF. Selain itu, paper capacitor juga tidak memiliki polaritas, sehingga dapat dipasang tanpa memperhatikan arahnya dalam rangkaian elektronika.

4. Kapasitor Mika (Mica Capacitor)

Kapasitor Mika Mica Capacitor
Rapid Electronic

Mica capacitor menggunakan bahan isolator berupa mika dan umumnya memiliki nilai kapasitansi antara 50 pF hingga 0.02 µF. Sama seperti jenis komponen sebelumnya, mica capacitor juga dapat dipasang tanpa memperhatikan arah atau polaritasnya dalam rangkaian elektronika.

5. Kapasitor Elektrolit (Electrolyte Capacitor)

Kapasitor Elektrolit Electrolyte Capacitor
Arrow Electrolyt

Electrolyte capacitor memiliki bahan isolator berupa elektrolit dan bentuknya berupa tabung atau silinder. Komponen ini memiliki polaritas positif (+) dan negatif (-), dan biasanya menggunakan bahan aluminium sebagai pembungkus dan terminal negatifnya.

Electrolyte capacitor digunakan pada rangkaian elektronika yang memerlukan kapasitansi tinggi. Nilai kapasitansi berkisar dari 0.47 µF hingga ribuan mikrofarad (µF). Penting untuk memperhatikan polaritas saat memasang komponen ini karena dapat menyebabkan kerusakan atau bahkan ledakan jika pemasangannya salah.

6. Kapasitor Tantalum

Kapasitor Tantalum
Empat Pilar

Komponen ini juga memiliki polaritas positif (+) dan negatif (-) seperti kapasitor elektrolit. Bahan isolatornya juga berasal dari elektrolit. Selain itu, komponen ini menggunakan logam tantalum sebagai terminal anodanya (+). 

Komponen ini dapat beroperasi pada suhu yang lebih tinggi serta memiliki kapasitansi besar dalam ukuran yang lebih kecil dan mungil. Karena keunggulannya, komponen ini sering digunakan dalam peralatan elektronika kecil seperti handphone dan laptop meskipun harganya lebih mahal dibandingkan jenis komponen lain.

Kapasitor Variabel (Variable Capacitor)

Berbeda dengan fixed capacitor, nilai kapasitansi pada variable capacitor bisa diatur atau berubah. Setidaknya, terdapat dua jenis variable capacitor yang meliputi VARCO (variable condensator), dan trimmer capacitor. Penjelasan lengkapnya adalah seperti berikut ini.

1. VARCO (Variable Condensator)

VARCO Variable Condensator
Amazon

VARCO, juga dikenal sebagai variable condensator, adalah jenis kapasitor variabel yang terbuat dari logam dengan ukuran yang besar. Biasanya, VARCO digunakan untuk memilih gelombang frekuensi pada rangkaian radio dan seringkali digabungkan dengan spul antena dan spul osilator.

Nilai kapasitansi VARCO berkisar antara 100pF hingga 500pF, memungkinkan pengaturan frekuensi yang akurat untuk keperluan komunikasi radio yang lebih baik.

2. Trimmer Capacitor

Trimmer Capacitor
Components Tree

Trimmer adalah jenis kapasitor variabel yang memiliki bentuk lebih kecil dan memerlukan alat seperti obeng untuk dapat memutar poros pengaturnya. 

Komponen ini terdiri dari dua pelat logam yang dipisahkan oleh selembar mika dan dilengkapi dengan sebuah sekrup yang dapat mengatur jarak antara dua pelat logam tersebut untuk mengubah nilai kapasitansinya.

Biasanya, trimmer digunakan dalam rangkaian elektronika untuk menyetel pemilihan gelombang frekuensi secara lebih detail dan presisi. Nilai kapasitansi trimmer biasanya maksimal sampai 100pF, ideal untuk mengatur frekuensi yang halus dan tepat dalam berbagai aplikasi elektronika.

Sudah Tahu Fungsi dan Jenis Kapasitor?

Itu dia penjelasan lengkap mengenai pengertian kapasitor, prinsip kerja, fungsi, jenis, dan cara kerjanya. Meskipun seringkali diabaikan, komponen ini merupakan komponen krusial dalam dunia elektronik. 

Selain itu, dengan memahami prinsip kerja, fungsi, jenis-jenis, dan cara kerjanya, kita dapat lebih mengerti peran komponen ini dalam menjaga kinerja dan efisiensi perangkat elektronik yang kita gunakan sehari-hari.

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page