Kenapa Kapal Tidak Tenggelam? Yuk, Simak Penjelasannya!

Tahukah Anda kenapa kapal tidak tenggelam meskipun terbuat dari logam dengan berat dan ukuran super besar? Hal tersebut tidak terjadi begitu saja, desain kapal yang sedemikian rupa membuat moda transportasi ini dapat mengirim banyak penumpang melewati jalur laut. Supaya tidak penasaran, mari simak penjelasannya!

Sekilas tentang Kapal

Sebelum mempelajari alasan kenapa kapal tidak tenggelam, ada baiknya Anda mempelajari pengertian dasarnya. Secara umum, kapal merujuk pada moda transportasi air besar yang biasanya berlayar di perairan seperti laut, sungai, dan danau. 

Kapal umumnya digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk transportasi penyeberangan, pengiriman barang maupun kargo, hingga penjelajahan. Tak heran peranannya cukup besar bagi penyedia pasokan makanan, moda transportasi, kebutuhan penelitian ilmiah, kegiatan militer, pariwisata, dan berbagai bidang lain.

Ciri khas kapal adalah struktur yang mengapung di atas air dengan rancangan yang mampu mengatasi berbagai tantangan lingkungan. Seperti ombak, gelombang, angin, pasang surut, dan cuaca buruk. Ukuran dan bentuk bisa beragam mulai dari kapal kecil (sampan) hingga kapal laut besar (kapal kargo atau kapal pesiar).

Alasan Kenapa Kapal Tidak Tenggelam

Sebenarnya ada banyak alasan kenapa kapal yang sangat besar tidak tenggelam dan malah mengapung saat berada di air. Beberapa di antaranya seperti:

1. Adanya Hukum Archimedes

Dalam salah satu prinsip yang ditemukan oleh matematikawan sekaligus ilmuwan Yunani Kuno, yakni prinsip archimedes. Dalam prinsipnya cukup jelas bahwa terdapat gaya apung yang sama jika setiap benda memindahkan berat fluida saat direndam pada fluida atau cairan (termasuk laut). 

Mudahnya, saat benda tenggelam atau terapung, sebenarnya ada gaya dorong ke atas yang sama dengan berat ruang kosong yang sebuah benda memiliki. Walaupun begitu, hal ini terdukung dengan bentuk dan desain kapal yang akan mengurangi perlawanan air dan meningkatkan gaya apung.

2. Bentuk dan Desain Kapal

Secara teori, alasan kenapa kapal tidak tenggelam selanjutnya adalah karena bentuk dan desain kapal yang mendukung daya apung terjadi. Kapal dirancang untuk memiliki tingkat kestabilan dan presisi saat berada dalam air. Artinya, sudah semestinya deck dan badan kapan memiliki bentuk yang simetris.

Kapal dirancang dengan bentuk yang khusus untuk mengurangi perlawanan air dan meningkatkan kemampuan mengapung. Rancangan kapal, termasuk lambung dan struktur dapat mengoptimalkan distribusi bobot agar kapal dapat lebih stabil di atas permukaan air.

Beberapa jenis kapal modern juga dilengkapi dengan tangki ballast yang dapat diisi dengan air atau dikosongkan. Sehingga akan membantu mengatur keseimbangan dan kestabilan kapal. Dengan mengatur tangki ballast, kapal dapat diatur tingkat kerapatan agar tetap stabil dalam berbagai kondisi.

3. Kompartemen dan Palka

Dalam konteks perkapalan, istilah kompartemen dan palka merujuk pada ruang kosong atau bagian-bagian terpisah di dalam kapal yang memiliki fungsi khusus dan dibatasi oleh sekat. Umumnya, pemisahan ruang ini berguna untuk mencegah kebocoran meluas ke seluruh kapal dan membuatnya tenggelam.

Biasanya, kompartemen sendiri merupakan ruang terpisah yang berguna untuk berbagai kegiatan operasional. Baik untuk ruang mesin, kargo, awak kapal, maupun kebutuhan keselamatan. Sedangkan palka mengacu pada kompartemen yang ada pada rancangan kapal selam.

Fungsi utama palka sendri adalah untuk menyeimbangkan tekanan atmoster luar dan dalam kapal selam. Hal inilah yang membuat awak kapal dapat bergerak normal meskipun ada tekanan laut yang lebih kuat di luar kapal.

4. Pemilihan Material kapal 

Alasan kenapa kapal tidak tenggelam berikutnya adalah karena pemilihan material yang kuat, tapi ringan dan tahan lama. Tak heran material akan sangat mempengaruhi perhitungan desain dan klasifikasi kapal. Adapun pemilihan material juga terpengaruh oleh beberapa pertimbangan, seperti halnya:

  • Ketahanan yang Kuat: Beberapa bahan pembuatan kapal akan dipilih berdasarkan kekuatan dan daya tahannya. Misalnya baja maupun kayu tahan air dan fiber.
  • Ketahanan Terhadap Korosif: Bahan pembuatan kapal juga harus memiliki ketahanan terhadap korosif. Karena penggunaannya akan lebih banyak bersentuhan dengan air.
  • Kondisi Fisik dan Keandalan: Pemilihan material juga akan berdasar pada kondisi fisik. Gunanya adalah untuk menghindari kebocoran dan kerusakan.
  • Jenis Bahan: Pertimbagan berikutnya adalah jenis bahan yang dipilih. Walaupun menggunakan bahan yang sama, namun ada banyak jenis yang mungkin bisa cocok atau tidak menjadi kapal.

5. Sistem Pompa

Alasan kapal tidak tenggelam lainnya adalah terdapat sistem pompa yang mendukung. Pasalnya, sistem ini berperan untuk mengeluarkan atau menambah volume air dalam kapal. Mudahnya, sistem pompa akan membantu menjaga perpindahan air supaya kapal tidak tenggelam. 

Bahkan, beberapa sistem juga sengaja ada untuk mendukung kapal tetap berlayar, walaupun berada dalam gelombang dan cuaca yang tidak mendukung. Sistem pompa sendiri harus mampu beroperasi dengan mudah, mengingat setiap perjalanan tidak pernah ada yang mulus.

6. Lambung Kapal Berongga

Alasan kenapa kapal tidak tenggelam yang lain adalah memiliki struktur lambung yang dibuat berongga atau memiliki ruang kosong. Ruang udara dalam lambung kapal akan membantu kapal tetap terapung (kecuali jika ada kerusakan seperti terjadi kebocoran).

Besaran ruang kapal ini yang nantinya akan menjadi patokan, berapa besar maksimum dari seluruh isi dan awak kapal agar bisa beroperasi tanpa tenggelam. Sehingga akan butuh perhitungan khusus untuk mengondisikan dan membuat kebijakan beban muatan kapal.

7. Prinsip Keseimbangan 

Pembuatan kapal juga akan memperhitungkan matang-matang terkait berat kapal dan gaya apung yang akan diterima. Dalam hal ini, daya apung lebih baik melebihi atau setidaknya seimbang dengan berat kapal dan seluruh muatannya (termasuk awak kapal).

Hal tersebut berguna untuk menerapkan prinsip kseimbangan yang akan memposisikan pusat gravitasi (CG) berada di atas pusat apung (CB) sehingga kapal tetap stabil. Jika CG terlalu tinggi atau CB terlalu rendah, maka kapal akan cenderung tidak stabil dan rentan tenggelam.

Kenapa Kapal Masih Bisa Tenggelam?

Walaupun alasan kenapa kapal tidak tenggelam sudah terpenuhi, namun risiko tenggelam masih ada. Apalagi banyak faktor yang bisa menyebabkan kapal tenggelam, seperti halnya:

  • Mengalami kerusakan struktural yang serius. Seperti retak, kebocoran, atau pecahnya bagian lambung dapat membuat air masuk ke dalam kapal dan tenggelam. 
  • Membawa muatan melebihi kapasitas atau distribusi muatan tidak merata dapat menyebabkan ketidakseimbangan yang berpotensi menyebabkan kapal tidak stabil dan rentan tenggelam.
  • Kesalahan manusia, seperti kesalahan navigasi, pengelolaan sistem ballast yang buruk, atau kecelakaan akan menyebabkan kapal tenggelam.
  • Terjadi kegagalan sistem mekanis atau teknis kritis. Seperti kebocoran pada sistem pendingin, pompa air, atau sistem pembuangan dapat menyebabkan air masuk ke dalam kapal dan tenggelam.
  • Kondisi cuaca, gelombang besar, badai, atau kondisi buruk lingkungan juga jadi alasan kenapa kapal bisa tenggelam.

Sudah Tahu Kenapa Kapal Tidak Tenggelam?

Entah daya apung, massa material kapal, berat muatan, hingga titik keseimbangan, saling berkesinambungan menjadi alasan kenapa kapal tidak tenggelam dan tetap terapung. Penerapan dan pengecekan menyeluruh sebelum keberangkatan dapat mencegah kapal tenggelam. Apakah Anda masih berani untuk menaiki kapal?

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page