Apa Itu Tangga Nada Pentatonis? Pengertian, Ciri, serta Contoh Lagu

Tangga nada pentatonis adalah salah satu tangga nada yang umum. Selain tangga nada yang satu ini, terdapat beberapa tangga nada lain. Misalnya diatonis dan kromatis. Masing-masing memiliki ciri yang berbeda.

Artikel ini akan mengupas secara lengkap salah satu tangga nada, yaitu pentatonis. Mulai dari awal pengertian tangga nada, masuk ke penjelasan mengenai pentatonis, ciri, jenis, beserta dengan contoh-contohnya.

Dengan penjelasan lengkap ini, semoga artikel ini dapat menjadi bahan rujukan untuk memperdalam pemahaman kamu. Sehingga, akan lebih mudah untuk mempraktikan tangga nada ini dalam lantunan musik yang menyenangkan.

Pengertian Tangga Nada

Sebelum masuk ke penjelasan mendalam tentang pentatonis, berikut ini adalah pengertian dari tangga nada itu sendiri. Tangga nada adalah urutan nada yang ibarat undakan anak tangga, yaitu berurutan naik atau berurutan turun.

Urutan nada dalam musik akan membuat musik tersebut menjadi harmoni yang indah. Nada itu sendiri terdiri dari do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Tangga nada dasar ini adalah salah satu materi yang umumnya menjadi materi pelajaran musik bagi siswa kelas 5 atau 6 sekolah dasar.

Memainkan tangga ini ke dalam musik juga perlu memperhatikan interval atau ketukan. Interval ini terdiri dari dua macam, yaitu minor dan mayor. Pada interval minor, jarak ketukannya adalah 1, ½, 1, 1, ½, dan seterusnya. Sedangkan pada interval mayor, jarak ketukannya adalah 1, 1, ½, 1, 1, 1, ½, dan seterusnya.

Selain interval, jenis tangga nada kemudian juga dibedakan berdasar berapa jumlah tangga nada dasar dalam alunan musik. Jenis tangga nada ini terdiri dari diatonis, pentatonis, dan kromatis. Artikel ini akan fokus membahas tentang nada pentatonis.

Mengenal Tangga Nada Pentatonis

Seperti namanya, yaitu bahwa penta berarti 5, tangga nada yang satu ini hanya memiliki lima nada dari tangga nada dasar. Jadi, sepanjang alunan lagu, nada yang mengiringi hanya ada 5 nada.

Lagu-lagu yang menerapkan tangga nada jenis ini cukup banyak. Baik dalam musik modern maupun tradisional. Bahkan, di Indonesia, musik-musik tradisional Jawa dan Sunda yang dimainkan dengan karawitan tak jarang menggunakan tangga nada ini.

Artinya, tangga nada ini telah menjadi bagian dalam berkembangnya budaya. Tak heran, banyak lagu modern juga masih menggunakan tangga nada jenis ini. Sebab, jenis tangga nada ini dapat memainkan lagu riang hingga pop dan rock.

Ciri Tangga Nada Pentatonis

Untuk memahami lebih dalam tentang tangga nada ini, berikut ini adalah ciri-cirinya:

1. Jumlah Nada

Ciri utama dari tangga nada ini adalah menghilangkan 2 nada dari tangga nada dasar. Oleh sebab itu, jenis tangga nada ini hanya terdiri dari 5 tangga nada. Hal ini yang membedakannya dari jenis tangga nada lainnya.

2. Tidak Tergolong Diatonik

Ciri kedua adalah bawa tangga nada ini tidak tergolong dalam skala diatonik. Sebab, umumnya tidak mengikuti skala mayor maupun minor. Walau demikian, turunan dari tangga nada ini memang memiliki jenis mayor dan minor.

3. Nuansa yang Khas

Ciri ketiga adalah bahwa alunan lagu-lagu yang menggunakan nada pentatonis memiliki nuansa yang khas. Inilah sebab nya, lagu-lagu tradisional dari berbagai daerah bahkan bangsa menggunakannya.

Selain Indonesia, lagu-lagu tradisional dari Jepang, Cina, hingga Afrika juga banyak yang menggunakan tangga nada ini.

4. Lebih Mudah daripada Nada Mayor dan Minor

Hanya menggunakan 5 nada dan tidak terikat dengan mayor dan minor, membuat tangga nada ini lebih mudah untuk dipelajari. Tak heran, banyak orang menyukainya, sebab terasa sederhana, namun tetap enak dilantunkan.

Jenis Tangga Nada Pentatonis

Pada prakteknya, pentatonis terdiri dari beberapa jenis, antara lain pentatonis mayor, pentatonis minor, pelog, slendro, dan minor blues. Berikut ini adalah penjelasan  lengkapnya: 

1. Mayor

Yang pertama adalah jenis tangga nada mayor. Pada tangga nada yang satu ini, nada yang digunakan hanya lima tangga nada dasar, antara lain 1 (do), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), dan 7 (si).

Nada mayor ini akan menciptakan hentakan yang optimis dan riang gembira. Sebab itu, tangga nada jenis yang satu ini penerapannya banyak pada lagu anak-anak.

2. Minor

Kedua adalah pentatonis yang menggunakan nada minor. Jenis yang satu ini tetap hanya menggunakan lima tangga nada dasar, antara lain 1 (do), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), dan 7 (siâ™­). 

Lagu-lagu modern banyak yang menggunakan tangga nada jenis ini, sebab lantunan harmoni yang tercipta terkesan bluessy. Selain musik blues, tangga nada ini juga ada pada musik pop dan rock.

3. Pelog

Ketiga adalah tangga nada pentatonis dengan jenis pelog. Tangga nada yang satu ini juga terdiri dari 1 (do), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), dan 7 (si). Namun, harmoninya berusaha menciptakan kesan yang berbeda dengan minor.

Sebab, musik jenis pelog memiliki kesan tenang dan hormat. Banyak lagu tradisional Indonesia menggunakan tangga nada jenis yang satu ini. 

Oleh sebab itu, tangga nada ini memiliki sebutan lain untuk setiap nadanya, yaitu terdiri dari nem, sanga, barang, lima, dan manyura.

4. Slendro

Selanjutnya adalah nada slendro juga khas Indonesia sama seperti pelog. Jika jarak ketukan pada nada pelog cukup jauh, pada nada slendro jaraknya cukup dekat. Tangga nada ini terdiri dari 1 (do), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), dan 6 (la).

Kesan yang harmoni yang ingin nampak dari tangga nada ini adalah gagah dan berani, namun juga gembira dan lincah.

Oleh karena jarak ketukan atau frekuensinya yang dekat, lagu-lagu dengan nada ini mudah ini diterima oleh pendengaran manusia.

5. Minor Blues

Terakhir adalah minor blues yang merupakan variasi dari tangga nada minor. Nada dari tangga nada ini terdiri dari 1 (do), 3 (miâ™­), 4 (fa), 5 (sol), dan 7 (siâ™­). Nada 3 (miâ™­) yang muncul menjadi karakteristik unik dari tangga nada ini.

Jenis harmoni yang ini banyak penerapannya pada lagu-lagu spiritual khas Afrika-Amerika.

Contoh Alat Musik dengan Tangga Nada Pentatonis

Seperti telah beberapa disinggung sebelumnya, bahwa jenis tangga nada ini penerapannya banyak pada lagu–lagu tradisional dari berbagai daerah dan bangsa. Sebab itu, jenis alat musik yang menggunakan tangga nada ini juga juga tergolong tradisional. Beberapa jenis alat musik tradisional dengan nada pentatonis adalah:

1. Guzheng

Guzheng
Wikimedia

Guzheng adalah alat musik tradisional dari dataran Cina. Alat musik ini berbentuk seperti kecapi, yaitu kotak cembung sebagai kotak suara dengan 21 senar. Meskipun saat ini guzheng memiliki 21 senar, nada yang dimainkan hanya 5.

Sehingga, alat musik ini termasuk alat musik pentatonis. Guzheng dengan 21 senar ada sejak sekitar tahun 1970. Sebelumnya, alat musik ini telah mengalami perjalanan yang panjang. Dimana, semula hanya memiliki 5 buah senar.

2. Kalimba

Kalimba
Wikimedia

Berbentuk mungil, kalimba adalah alat musik asli dari Afrika bagian selatan. Alat musik ini berbentuk kotak dari kayu dengan beberapa tuts logam yang menempel. Kalimba dimainkan dengan cara ditekan pada tuts yang menghasilkan nada yang berbeda-beda.

3. Angklung

Angklung
Wikimedia

Alat musik dengan tangga nada pentatonis berikutnya adalah Angklung yang berasal dari suku Sunda, Indonesia. Angklung adalah alat musik unik yang terbuat dari potongan bambu. Cara memainkannya juga tergolong unik, yaitu dengan hanya digoyangkan saja.

Harmoni nada muncul dari setiap batang bambu yang bergetar dan mengenai batang bambu lainnya. Tak perlu meragukannya, alat musik Angklung masih populer hingga saat ini.

4. Koto

Koto
Wikimedia

Berukuran cukup besar, yaitu 180 cm, Koto merupakan alat musik dari negeri Jepang. Alat musik ini terbuat dari bambu dengan ada 13 senar yang membentang dari ujung ke ujung.

Memainkan alat musik ini adalah seperti kecapi, yaitu dengan petikan. Bambu berfungsi sebagai kotak suara yang menghasilkan nada indah dari petikan senar dengan tiga jari.

5. Shamisen

Shamisen
Wikimedia

Juga berasal dari Jepang, Shamisen berbentuk seperti gitar dengan 3 buah senar. Namun, bagian utama alat musik ini adalah kotak kayu dengan penutup berupa kulit hewan. Kulit hewan berfungsi untuk membuat suara petikan senar semakin nyaring.

Ketiga senar Shamisen memiliki ketebalan yang berbeda. Urut dari kiri ke kanan adalah yang paling tebal, sedang, dan tipis.

6. Mbira

Mbira
Wikimedia

Terakhir adalah Mbira yang merupakan alat musik tradisional dari Afrika. Mbira adalah bentuk dari tradisional Kalimba dengan ukuran yang lebih besar dan tuts yang lebih banyak.

Contoh Lagu dengan Tangga Nada Pentatonis

Berikut ini adalah beberapa contoh lagu yang menggunakan nada pentatonis lengkap dengan liriknya:

1. Lagu Daerah Jawa Tengah: Gundul-Gundul Pacul

Gundul gundul pacul cul

1   3       1    3    4  5    5

Gembelengan

7  1′  7  1′  7  5

Nyunggi nyunggi wakul kul

1         3    1    3     4    5    5

Gembelengan

7  1′  7  1′  7  5

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

  1   3     5     4         4   5     4   3  1 4 3 1

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

  1  3      5     4         4   5     4   3   1 4 3 1

2. Lagu Daerah Jawa Tengah: Cublak Cublak Suweng

 0 . . 3   5 5 2 3   1 . 2 3   2 5 3 2  

Cu blak cu blak su weng su we nge ting ge len

  1 . 2 3   2 5 3 2   1 . 1 5)   6) 1 2 1  

 ter mam bu ke tu dhung gu dhel Pak gem pong le ra le

  1 1 1 5)   6) 1 2 6)   1 5 0 5   3 2 1 2 

 re sa pa nggu yu nde lik a je sir sir pong de le go

  3 5 0 5   3 2 1 2   3 . . 0 

song sir sir pong de le go song

3. Contoh Lain

Beberapa lagu lain yang menggunakan tangga nada ini antara lain adalah Cing Cangkeling dari Jawa Barat. Selain itu, ada lagu Ngusak Asik yang berasal dari Pulau Bali.

Tak hanya lagu-lagu daerah, ada juga lagu-lagu modern yang menggunakan nada pentatonis ini.

Sudah Memahami Nada Pentatonis dan Penerapannya?

Demikianlah pembahasan mendalam mengenai nada pentatonis. Lengkap dari pengertian, jenis, ciri, hingga alat musik dan contoh-contohnya. Dengan rujukan lengkap ini, diharapkan lebih mudah untuk menerapkan tangga nada pentatonis dalam harmoni alunan lagu.

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page