Tag: kuliner khas jogja

  • 10 Kuliner Khas Sleman Yang Terkenal Lezat

    10 Kuliner Khas Sleman Yang Terkenal Lezat

    JIka kamu sedang berkunjung ke Jogja, jangan sampai kelewatan menyambangi kabupaten Sleman. Selain kaya akan tempat wisata, Sleman juga memiliki beragam kuliner khas Sleman yang terkenal lezat dan populer di Jogja, harga beragam kuliner ini juga masih bersahabat di kantong wisatawan.

    Pesona Sleman memang selalu berhasil membuat para pengunjung betah dan ingin selalu kembali lagi ke tempat ini. Tidak kaya akan tempat wisata alam, namun kamu juga akan dimanjakan dengan cita rasa kuliner Sleman dengan rasa khas.

    Rekomendasi 10 Kuliner Khas Sleman

    Saat berkunjung ke Sleman, berwisata kuliner adalah hal yang wajib kamu lakukan. Berikut ini beberapa rekomendasi kuliner khas Sleman yang bisa kamu coba ketika berada di kota ini, yaitu:

    1. Sate Kelinci

    Kuliner khas Sleman

    Sate kelinci merupakan hidangan yang unik dan lezat, dengan citarasa yang khas dan berbeda dari sate-sate lainnya. Sate kelinci terdiri dari potongan daging kelinci yang ditusuk menggunakan bambu atau tusuk sate, kemudian dibakar hingga matang. Biasanya, daging kelinci yang digunakan adalah daging dari kelinci lokal yang dipelihara secara tradisional di daerah Sleman. Bumbu yang digunakan untuk merendam daging sebelum dipanggang biasanya terdiri dari bawang putih, kecap manis, minyak wijen, dan rempah-rempah lainnya.

    Sate kelinci biasanya disajikan dengan tambahan kacang tanah yang digiling halus sebagai taburan. Selain itu, sambal kecap atau sambal kacang juga sering dihidangkan sebagai pelengkap. Sate kelinci tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Daging kelinci mengandung protein tinggi dan rendah lemak, sehingga cocok untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat. Berbagai warung sate kelinci dapat ditemukan di berbagai kawasan Sleman, terutama di sekitar Piyungan, salah satu kecamatan yang terkenal dengan produksi kelinci.

    • Nama Tempat : Sate Kelinci Jati Mataram
    • Lokasi : Jl. Selokan Mataram No.53, Kutu Dukuh, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 
    • Nomor Telephone : 085711195755
    • Jam Operasional : Setiap Senin hingga Sabtu mulai pukul 15.00 WIB hingga 22.30 WIB
    • Harga : Mulai dari Rp20.000-an saja

    2. Pepes Belut Godean

    Kuliner khas Sleman

    Pepes belut Godean merupakan hidangan yang menggabungkan cita rasa lezat belut dengan bumbu khas yang disajikan dengan cara membungkusnya dalam daun pisang dan dikukus. Pepes belut Godean adalah hidangan yang dianggap sebagai kekayaan kuliner tradisional Sleman. Belut, atau biasa disebut “ikan sungsang” dalam bahasa Jawa, menjadi bahan utama dalam hidangan ini. Belut dipilih karena dagingnya yang lezat dan teksturnya yang kenyal.

    Cara pembuatan pepes belut Godean relatif sederhana. Pertama, belut dibersihkan dan direndam dalam air jeruk nipis atau air asam selama beberapa saat untuk menghilangkan bau amis. Setelah itu, belut dibumbui dengan campuran bumbu khas seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, daun salam, serai, garam, dan merica. Setelah proses perendaman dan penyiraman bumbu, belut dimasukkan ke dalam daun pisang yang telah dipotong-potong dan dibersihkan. Daun pisang tersebut digunakan sebagai bahan pembungkus, memberikan aroma khas pada pepes belut Godean.

    • Nama Tempat : Pusat Kuliner Belut Godean
    • Lokasi : Pasar Kuliner Belut Godean, Jl. Ngapak – Kentheng No.km.10, Sidoagung, Kec. Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
    • Nomor Telephone :
    • Jam Operasional : Setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB
    • Harga : Mulai dari Rp7.500 hingga Rp15.000

    3. Sate Jaran

    Kuliner khas Sleman

    Sate Jaran memiliki sejarah yang panjang dan menjadi salah satu warisan kuliner yang melekat di masyarakat Sleman. Nama “Jaran” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti kuda. Hal ini mengacu pada penggunaan daging kuda sebagai bahan utama dalam sate ini. Penggunaan daging kuda dalam Sate Jaran telah berlangsung secara turun-temurun, yang membuatnya menjadi makanan yang unik dan menarik.

    Daging kuda dipotong menjadi potongan kecil dan ditusuk menggunakan tusuk sate bambu. Setelah itu, daging kuda tersebut akan dibumbui dengan campuran rempah khas, seperti bawang putih, jahe, merica, dan berbagai bumbu rahasia lainnya. Daging kuda yang sudah dibumbui akan dimasukkan ke dalam proses pengasapan dengan menggunakan arang.

    Kombinasi rasa daging kuda yang lezat, aroma kacang yang harum, serta sensasi ketupat yang kenyal, menciptakan cita rasa yang menggugah selera. Kelezatan Sate Jaran tidak hanya didapat dari bumbu dan proses masak yang khas, tetapi juga dari keberlanjutan tradisi dan keahlian para penjualnya. Di Sleman, terdapat beberapa warung dan pedagang kaki lima yang menjual Sate Jaran dengan rasa yang autentik dan menggugah selera.

    • Nama Tempat : Sate Kuda Denggung
    • Lokasi : Jl. Gito Gati No.Kec, Mulungan Kulon, Sumberadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
    • Nomor Telephone : 082134113531
    • Jam Operasional : Setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB
    • Harga : Mulai dari Rp35.000

    4. Ayam Goreng Kalasan

    Kuliner khas Sleman

    Ayam goreng Kalasan memiliki ciri khas dalam proses pengolahannya. Ayam yang digunakan adalah ayam kampung yang dipotong kecil-kecil dan direndam dalam bumbu rempah-rempah yang khas. Bumbu rempah-rempah tersebut terdiri dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, kunyit, jahe, daun salam, serai, garam, dan gula merah.

    Semua bumbu ini kemudian dihaluskan dan diaduk rata sehingga meresap ke dalam daging ayam. Setelah direndam, ayam kemudian digoreng dalam minyak yang banyak hingga berwarna kecokelatan dan renyah. Cara penggorengan yang khas inilah yang membuat ayam goreng Kalasan memiliki tekstur kulit yang renyah dan kering, namun tetap lembut di dalamnya. Keunikan lain dari ayam goreng Kalasan adalah cara penyajiannya yang menggunakan daun pisang sebagai alas. Resep ayam goreng Kalasan telah diwariskan turun temurun dan menjadi salah satu ikon kuliner dari Sleman.

    • Nama Tempat : AyamGoreng Kalasan Wiyono
    • Lokasi : Jalan Raya Yogya – Solo KM. 14.5, Tirto Martani, Kalasan, Bendan, Tirtomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
    • Nomor Telephone : 0274496727
    • Jam Operasional : Setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB
    • Harga : Mulai dari Rp19.000-an

    5. Sego Welut

    Kuliner khas Sleman

    Sego Welut adalah hidangan nasi dengan lauk berupa ular welut yang digoreng dan disajikan dengan beragam bumbu yang lezat. Sego Welut disajikan dengan cara yang khas, belut yang telah dibersihkan dan digoreng hingga matang, disajikan di atas nasi putih yang hangat. Lauk ini kemudian disiram dengan beragam bumbu, seperti sambal terasi, sambal bawang, dan kuah kari kental. Bumbu-bumbu ini memberikan cita rasa pedas, gurih, dan sedikit manis yang memanjakan lidah.

    Bagi yang tidak terlalu menyukai pedas, sambal dapat dikurangi atau dihindari. Sego Welut memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya menjadi favorit di Sleman. Rasanya yang kaya dan tekstur daging ular welut yang kenyal memberikan sensasi yang berbeda bagi penikmatnya. Selain itu, kepercayaan masyarakat setempat yang menganggap belut memiliki khasiat kesehatan juga turut membuat hidangan ini semakin diminati. Meskipun unik dan enak, perlu diperhatikan bahwa Sego Welut bukanlah hidangan yang mudah ditemui di restoran atau warung makan biasa.

    • Nama Tempat : Sego Welut Godean
    • Lokasi : Jl. Godean – Seyegan No.Km.1, Jowah, Sidoagung, Kec. Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
    • Nomor Telephone : 085974889190
    • Jam Operasional : Setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 22.00 WIB
    • Harga : Mulai dari Rp16.500-an

    6. Entok Slenget

    Kuliner khas Sleman

    Entok slenget merupakan hidangan yang berbahan dasar daging entok, yakni sejenis bebek yang memiliki tekstur dan cita rasa yang berbeda dari daging ayam atau bebek biasa. Proses pengolahan ini bertujuan untuk memberikan rasa yang lezat dan menghasilkan hidangan yang menggoda selera. Salah satu ciri khas entok slenget adalah bumbu rempah-rempahnya yang unik. Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, lengkuas, dan serai digunakan untuk menghasilkan rasa yang khas pada hidangan ini. Penggunaan rempah-rempah tersebut memberikan aroma yang harum dan rasa yang sedikit pedas serta segar pada daging entok.

    Untuk mendapatkan cita rasa yang sempurna, entok slenget biasanya dimasak dengan cara direbus terlebih dahulu sebelum diolah dengan bumbu rempah-rempah. Setelah direbus, daging entok kemudian ditumis dengan bumbu rempah-rempah hingga meresap ke dalam daging. Entok slenget sering disajikan dengan nasi hangat dan ditambahkan dengan sayuran seperti toge, tauge, dan daun kemangi yang memberikan sentuhan segar pada hidangan ini. Selain itu, hidangan ini juga biasanya disertai dengan sambal khas Sleman yang memiliki rasa pedas yang khas.

    • Nama Tempat : Entok Slenget Kang Tanir
    • Lokasi : Pules Lor, RT.001/RW.001, Donokerto, Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
    • Nomor Telephone :
    • Jam Operasional : Setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB
    • Harga : Mulai dari Rp30.000-an

    7. Kupat Gule

    Kuliner khas Sleman

    Kombinasi antara kupat dan gule menjadikan hidangan ini sangat istimewa dan menjadi favorit masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Sleman. Kupat Gule memiliki sejarah panjang yang mencerminkan kekayaan budaya Sleman. Awalnya, hidangan ini diperkenalkan oleh masyarakat Jawa sebagai hidangan istimewa saat perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

    Namun, seiring berjalannya waktu, Kupat Gule semakin populer dan kini dapat ditemukan di berbagai restoran dan warung makan di Sleman. Salah satu komponen penting dalam Kupat Gule adalah kuah gule yang kaya rempah. Kuah gule terbuat dari bumbu-bumbu tradisional seperti serai, daun salam, lengkuas, bawang merah, bawang putih, serta rempah-rempah lainnya. Daging yang digunakan biasanya adalah daging yang empuk dan berlemak, sehingga memberikan cita rasa yang gurih dan lezat.

    Kuah gule yang kental dan beraroma sedap tersebut kemudian disiramkan di atas kupat. Kupat Gule biasanya disajikan dengan pelengkap seperti irisan daging sapi, tauge, emping, daun bawang, serta serundeng yang memberikan tekstur dan rasa yang beragam. Hidangan ini memiliki kombinasi yang sempurna antara rasa gurih, pedas, dan rempah-rempah yang khas, sehingga mampu menggugah selera siapa pun yang mencicipinya.

    • Nama Tempat : Kupat Gule Bang Doel
    • Lokasi : Jl. Anggajaya 2 No.46A, Sanggrahan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
    • Nomor Telephone : 085226080302
    • Jam Operasional : Setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 01.00 WIB
    • Harga : Mulai dari Rp10.000-an

    8. Saoto Bathok

    Kuliner khas Sleman

    Saoto Bathok merupakan hidangan tradisional yang terkenal dengan kuah kaldu ayam yang kaya rempah, dilengkapi dengan berbagai bahan pelengkap yang lezat. Warung-warung yang menyajikan Saoto Bathok seringkali ramai dikunjungi oleh wisatawan dan penduduk lokal yang ingin menikmati kelezatan masakan khas Sleman. Kunci kelezatan Saoto Bathok terletak pada kuah kaldu ayam yang gurih dan beraroma harum. Kuah kaldu ini biasanya dibuat dengan resep turun temurun yang menjadikannya sangat istimewa. Rempah-rempah seperti jahe, bawang putih, kemiri, lengkuas, dan kunyit digunakan untuk memberikan cita rasa khas yang kaya.

    Selain itu, bumbu-bumbu lain seperti serai, daun jeruk, dan daun salam juga ditambahkan untuk memberikan aroma yang segar dan harum. Untuk penyajiannya, Saoto Bathok disajikan dalam mangkuk batok kelapa yang sudah dibelah menjadi dua. Hal ini memberikan sensasi yang unik dan menambah kesan tradisional pada hidangan ini. Dalam mangkuk batok kelapa yang berisi kuah kaldu ayam yang hangat, terdapat berbagai pelengkap seperti suwiran daging ayam, taoge, tahu goreng, kentang goreng, dan bawang goreng.

    • Nama Tempat : Saoto Bathok Mbah Katro
    • Lokasi : 6CQW+JRF, Sambisari, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
    • Nomor Telephone : 081392144526
    • Jam Operasional : Setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB
    • Harga : Mulai dari Rp8.000-an

    9. Jadah Tempe

    Kuliner khas Sleman

    Jadah tempe adalah hidangan yang terbuat dari beras ketan yang diolah dengan menggunakan tempe sebagai bahan utama. Kombinasi unik antara ketan yang lengket dan tempe yang gurih menghasilkan cita rasa yang khas dan menggugah selera. Proses pembuatan jadah tempe dimulai dengan memasak beras ketan hingga matang. Setelah itu, ketan yang telah matang tersebut dihaluskan dan dicampur dengan tempe yang telah diolah.

    Kombinasi ini menjadikan jadah tempe sebagai hidangan yang nikmat untuk dinikmati pada segala kesempatan, baik sebagai makanan pembuka, hidangan utama, atau bahkan camilan di sore hari. Selain rasa yang lezat, jadah tempe juga memiliki nilai gizi yang baik. Tempe, sebagai bahan utamanya, merupakan sumber protein nabati yang kaya akan nutrisi. Tempe kaya akan vitamin, mineral, serat, dan juga mengandung asam amino esensial yang penting bagi tubuh manusia.

    Jadah tempe juga mencerminkan budaya dan tradisi masyarakat Sleman. Hidangan ini telah menjadi bagian dari warisan kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi. Masyarakat Sleman menjadikan jadah tempe sebagai hidangan istimewa dalam perayaan-perayaan tradisional seperti upacara adat, pernikahan, dan hari-hari besar lainnya.

    • Nama Tempat : Jadah Tempe Mbah Carik Pertama
    • Lokasi : Jl. Astomulyo No.50, Kaliurang, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
    • Nomor Telephone : 081328052182
    • Jam Operasional : Setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB
    • Harga : Mulai dari Rp10.000-an

    10. Tengkleng Gajah

    Kuliner khas Sleman

    Tengkleng Gajah terbuat dari bahan dasar daging kambing yang dimasak dalam kuah yang kaya rempah. Bumbu yang digunakan antara lain adalah serai, daun salam, lengkuas, jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, serta berbagai rempah lainnya. Semua bumbu tersebut memberikan cita rasa yang kaya dan kompleks pada kuah tengkleng.

    Proses pembuatan Tengkleng Gajah dimulai dengan merebus tulang daging kambing dalam air mendidih. Setelah itu, bumbu-bumbu ditambahkan ke dalam panci dan daging direbus bersama dengan bumbu tersebut hingga empuk. Selama proses perebusan, daging akan menyerap semua cita rasa yang terkandung dalam kuah, menghasilkan rasa yang lezat dan gurih. Tengkleng Gajah biasanya disajikan dengan nasi putih hangat, serta ditambahkan potongan daging kambing yang empuk dan tulang-tulang kecil yang dapat dikunyah.

    Untuk memberikan sedikit rasa pedas dan segar, beberapa tempat penjual Tengkleng Gajah juga menambahkan irisan cabai rawit hijau dan daun bawang sebagai pelengkap. Kelezatan Tengkleng Gajah membuatnya populer di kalangan masyarakat Sleman dan juga para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Banyak warung dan restoran di Sleman yang khusus menyajikan Tengkleng Gajah sebagai hidangan utama.

    • Nama Tempat : Tengkleng Gajah Jogja
    • Lokasi : Jl. Kaliurang No.Km.9, RW.3, Gantalan, Minomartani, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
    • Nomor Telephone : 081227686809
    • Jam Operasional : Setipa hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB
    • Harga : Mulai dari Rp35.000-an

    Itulah 10 rekomendasi kuliner Sleman yang bisa kamu coba ketika berada di Sleman, Jogja. Kuliner khas Sleman memiliki ciri khas rasa makanan yang autentik dan pas di lidah masyarakat. Terlebih, kamu juga tidak perlu khawatir akan menguras kantong, kebanyakan kuliner khas Sleman ini dibanderol dengan harga yang terjangkau.

  • 25 Makanan Khas Jogja yang Terkenal Lezat

    25 Makanan Khas Jogja yang Terkenal Lezat

    Kota Jogja menyimpan sejuta pesona. Para wisatawan yang berkunjung ke sana, tidak hanya tertarik dengan deretan tempat wisata menarik. Namun, banyak pula wisatawan yang secara khusus mengalokasikan waktu untuk berburu makanan khas Jogja yang terkenal dengan kelezatannya. 

    Mencari kuliner enak di Jogja bisa sangat menyita waktu. Pasalnya, kamu bakal menemukan begitu banyak makanan yang menarik untuk dicicipi. Ditambah lagi, kamu juga harus berhadapan dengan deretan restoran atau tempat makan yang terkenal dengan sajiannya. 

    Untuk memudahkan aktivitas berburu kuliner enak khas Jogja, ada baiknya kamu perlu terlebih dahulu memahami makanan apa saja yang menarik untuk dicicipi. Dari situ, kamu pun bisa menyusun daftar makanan yang dapat kamu masukkan dalam daftar menu incaran. 

    Referensi Makanan Khas Jogja yang Enak dan Bikin Kangen

    Lalu, makanan apa saja yang menarik untuk kamu cicipi selagi berlibur ke Jogja? Daftarnya bisa sangat panjang. Sebagai referensi, terdapat 25 makanan khas Jogja yang secara khusus harus kamu cicipi, yaitu: 

    1. Gudeg

    makanan khas jogja

    Menu pertama yang wajib kamu cicipi selagi berada di Jogja adalah gudeg. Makanan yang mempunyai cita rasa manis ini memang menjadi ciri khas Jogja. Bahan utama dari makanan ini adalah nangka muda yang diolah dengan tambahan gula aren, santan, serta berbagai jenis rempah. 

    Dalam penyajiannya, gudeg biasa disandingkan dengan berbagai pelengkap, termasuk di antaranya adalah tahu, tempe, telur, ayam kampung, serta sambal goreng krecek. Kamu pun bisa menemukan banyak tempat makan yang terkenal dengan sajian gudeg, di antaranya adalah: 

    • Gudeg Yu Djum
    • Gudeg Mercon Bu Tinah
    • Gudeg Bu Djuminten
    • Gudeg Yu Narni

    2. Wedang Ronde

    Menurut sejarahnya, wedang ronde bukanlah kuliner asli Jogja. Minuman hangat ini merupakan wujud akulturasi masyarakat Jawa dengan Tiongkok. Secara khusus, wedang ronde menjadi minuman favorit masyarakat Jawa Tengah ketika ingin menghangatkan tubuh. 

    Kombinasi gula jawa dan jahe membuat wedang ronde terasa manis dan sekaligus hangat. Waktu yang paling pas untuk menikmati sajian minuman ini adalah ketika sore atau malam hari. Mengenai pilihan tempatnya, ada banyak yang bisa kamu tuju, di antaranya adalah: 

    • Wedang Ronde Mbah Payem
    • Wedang Ronde Lik Dhie
    • Wedang Ronde Wasis
    • Wedang Ronde Pak Seno
    • Wedang Ronde Sor Ringin

    3. Nasi Kucing

    makanan khas jogja

    Kalau kamu ingin mencicipi makanan khas Jogja yang murah meriah, jawabannya adalah nasi kucing. Nasi ini memiliki ciri khas pada porsinya yang sangat minim. Oleh karena itu, kamu bisa menjumpainya dijual dengan harga yang murah. 

    Dulu, nasi kucing hanya tersedia dengan lauk gereh pindang dan sambal. Namun, saat ini kamu bisa menjumpai variasi lauk dalam sajian nasi kucing di Jogja, termasuk di antaranya adalah sambal wader, orek tempe, telur dadar, ataupun tempe mendoan. 

    Kamu tidak akan mengalami kesulitan ketika ingin menyantap nasi kucing. Menu ini bisa kamu jumpai dengan mudah di berbagai angkringan yang ada di Kota Jogja. 

    4. Sambal Goreng Krecek

    Seperti halnya orang Indonesia lain, warga Jogja sangat suka menyantap nasi dengan tambahan sambal. Oleh karena itu, kamu bisa menemukan berbagai jenis sambal dalam sajian makanan khas Jogja. Salah satunya adalah sambal goreng krecek yang kerap muncul sebagai pendamping gudeg.

    Sambal ini terasa nikmat berkat adanya bahan utama berupa krecek yang merupakan potongan kulit sapi dalam ukuran kecil. Teksturnya yang kenyal membuat sambal ini terasa nikmat saat dikunyah. Terlebih lagi, kalau kamu termasuk pencinta makanan pedas, dijamin bakal tergoda untuk terus menyantap makanan yang satu ini. 

    5. Sate Klatak

    makanan khas jogja

    Kalau kamu mengaku sebagai pencinta kuliner daging kambing, sempatkan waktu untuk mencicipi makanan khas Jogja sate klatak. Sajian ini dibuat dengan bahan utama daging kambing muda. Berbeda dengan sate di tempat lain, proses pembakaran daging sate berlangsung dengan memakai jeruji sepeda. 

    Ciri khas lain yang bisa kamu temukan pada sajian sate klatak khas Jogja adalah bumbunya yang sangat sederhana. Alih-alih menggunakan bumbu kacang atau kecap, kamu bakal menjumpai pemakaian bumbu garam pada sajian sate khas Jogja ini. Terlihat sederhana, tetapi sate klatak terbukti memiliki cita rasa yang enak dan beda dibanding sate lain. 

    Ada banyak pilihan warung sate klatak yang terkenal di Jogja. Sebagai rekomendasi, kamu bisa mencicipi sate klatak yang enak di tempat-tempat berikut: 

    • Sate Klatak Pak Pong
    • Sate Klatak Pak Bari
    • Sate Klatak Pak Jeje 

    6. Oseng-Oseng Mercon

    Buat kamu yang mengaku pencinta kuliner pedas, ada pilihan makanan khas Jogja yang enak pada sajian oseng-oseng mercon. Makanan ini terbuat dari paduan potongan daging sapi dengan koyoran atau lemak daging sapi yang kemudian dicampur dengan cabai rawit serta bumbu lain. 

    Karena menggunakan cabai rawit dalam jumlah banyak, oseng-oseng mercon mempunyai cita rasa yang sangat pedas. Karena menggunakan bahan tambahan berupa lemak daging sapi, kamu perlu memperhatikan kandungan kolesterol ketika ingin menyantapnya. Jangan terlalu banyak, ya!

    Lalu, di mana kamu bisa mencicipi oseng-oseng mercon? Rekomendasi terbaiknya adalah dengan mendatangi warung Oseng-Oseng Mercon Bu Narti. Lokasi warungnya bisa kamu temukan di alamat Jl. KH. Ahmad Dahlan nomor 107, Notoprajan, Jogja. 

    7. Bakpia Pathok

    makanan khas jogja

    Kalau ingin mencari oleh-oleh makanan khas Jogja yang terkenal enak dan banyak disukai, jawabannya adalah bakpia pathok. Seperti halnya wedang ronde, bakpia pathok sebenarnya merupakan kuliner hasil akulturasi masyarakat Jawa di Jogja dengan budaya Tionghoa. 

    Orang-orang Tionghoa biasa membuat bakpia dengan isian daging babi. Namun, masyarakat Jogja memodifikasi makanan ini dengan isian berupa kacang hijau. Hasil modifikasi itulah yang kemudian kini populer dengan sebutan bakpia pathok. 

    Seiring berjalannya waktu, bakpia pathok terus berkembang. Kamu tidak cuma bisa menemukan bakpia pathok dengan isi kacang hijau. Namun, ada pula varian rasa lainnya, seperti nanas, cokelat, keju, ataupun duren. 

    Tidak hanya dari segi varian rasa. Kamu juga bisa menemukan banyak merek bakpia pathok yang enak di Jogja. Beberapa rekomendasinya antara lain adalah: 

    • Bakpia Kurnia Sari
    • Bakpia Pathok 25
    • Bakpia Pathok 75

    8. Kue Kipo

    Selanjutnya, ada pertimbangan untuk berburu kuliner tradisional Jogja yang bernama kue kipo. Kue ini termasuk jajanan pasar yang dapat kamu temukan dengan mudah di kawasan Kotagede, Jogja. Bahan utama untuk pembuatan kue kipo adalah tepung ketan yang kemudian disertai dengan isian unti kelapa. 

    Ada beberapa fakta menarik yang perlu kamu ketahui terkait kue kipo khas Kotagede Jogja ini, yaitu: 

    • Kue kipo adalah kuliner asli Jogja yang tidak terkontaminasi oleh budaya asing.
    • Mbah Mangun Irono menjadi sosok pertama yang membuat kue kipo pada tahun 1946.
    • Nama kipo berasal dari akronim bahasa Jawa ‘iki opo’ yang maknanya adalah ini apa.

    9. Brongkos

    makanan khas jogja

    Kalau di Surabaya ada kuliner rawon, masyarakat Jogja mempunyai makanan khas yang memiliki tampilan sangat mirip. Namanya adalah brongkos. Seperti halnya rawon, proses pembuatan brongkos disertai dengan bahan kluwek. 

    Hanya saja, brongkos memiliki cita rasa khas lidah masyarakat Jogja yang doyan makanan manis. Selain itu, campuran kluwek pada brongkos juga tidak sebanyak seperti rawon. Ditambah lagi, brongkos memiliki sensasi gurih karena terdapat tambahan santan. 

    Kalau ingin mencicipi kuliner brongkos khas Jogja yang legendaris dan enak, kamu bisa mempertimbangkan untuk berkunjung ke warung-warung berikut: 

    • Brongkos Handayani
    • Brongkos Warung Ijo Bu Padmo
    • Angkringan Warung Lik Min

    10. Jadah Tempe

    Selanjutnya, ada kuliner tradisional dari Sleman yang bernama jadah tempe. Makanan ini merupakan perpaduan antara dua bahan yang berbeda, yaitu jadah serta tempe. Namun, tak menutup kemungkinan kamu bisa pula menjumpai tahu sebagai pengganti atau pelengkap tempe. 

    Jadah adalah olahan ketan yang dibuat dengan campuran kelapa dan mempunyai cita rasa gurih. Sementara itu, tahu atau tempe disajikan dalam bentuk sudah dibacem dan mempunyai rasa yang manis. Sebagai tambahan, kamu bisa menikmati sajian ini dengan tambahan cabai rawit. 

    Sekilas, kamu mungkin beranggapan kalau perpaduan antara cita rasa manis dari tempe bacem dan gurih dari ketan terasa aneh. Namun, tahukah kamu kalau jajanan ini merupakan salah satu makanan favorit dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX?

    11. Mie Lethek

    makanan khas jogja

    Kuliner mie terkenal sebagai makanan yang berasal dari Tiongkok. Namun, masyarakat Jogja punya kreativitas tinggi untuk menciptakan kreasi mie yang sesuai dengan lidah warga lokal. Kuliner tersebut adalah mie lethek yang berasal dari Bantul. 

    Lethek dalam bahasa Jawa memiliki arti kusam atau kotor. Nama tersebut sangat sesuai dengan tampilan mie lethek yang cenderung berwarna keabu-abuan. Tak hanya berbeda dari segi tampilan, mi lethek juga dibuat dengan bahan utama yang berbeda, yakni tepung tapioka dan gaplek atau singkong kering.  

    Karena proses pembuatannya yang menggunakan bahan dari tepung tapioka dan gaplek, masyarakat Jogja kerap menyebut mie lethek sebagai mie ndeso. Meski begitu, mie lethek memiliki cita rasa yang tak kalah dengan mie lain. Ditambah lagi, mie lethek punya kandungan karbohidrat serta natrium rendah dan serat yang tinggi. 

    12. Yangko

    Berikutnya, ada jajanan khas Kotagede yang kerap menjadi pilihan oleh-oleh para wisatawan saat liburan ke Jogja, yakni yangko. Makanan ini terbuat dari bahan utama berupa tepung ketan dengan tekstur yang kenyal mirip mochi. Berpadu dengan balutan tepung gula, yangko memiliki cita rasa manis dan gurih. 

    Kue yangko dan mochi memang mempunyai tingkat kemiripan sangat tinggi. Keduanya sama-sama memiliki tekstur kenyal dan dibuat dengan bahan utama tepung ketan. Bahkan, keduanya juga dibalut dengan tepung gula pada bagian luar. Hanya saja, terdapat perbedaan dari segi cara pengolahan.  

    Yangko memiliki bentuk khas kotak dan bisa kamu temukan dalam berbagai pilihan warna. Selain itu, yangko mempunyai isian berupa kacang tanah di bagian dalamnya. Karena punya tingkat ketahanan yang lama, yangko bisa kamu gunakan sebagai oleh-oleh khas Jogja. 

    Kalau kamu bingung memilih merek yangko yang enak di Jogja, ada beberapa produk yang bisa dipertimbangkan, yakni: 

    • Yangko Pak Prapto
    • Yangko Mira
    • Yangko Rima
    • Yangko Vega
    • Yangko Bu Cip

    13. Mangut Lele

    makanan khas jogja

    Kekayaan budaya kuliner khas Jogja bisa pula kamu temukan pada sajian tradisional mangut lele. Sesuai dengan namanya, makanan ini terbuat dari bahan utama berupa ikan lele yang kemudian disiram menggunakan kuah santan pedas. 

    Mangut lele menjadi makanan yang spesial bagi masyarakat Jogja. Terlebih lagi, mangut lele merupakan hidangan utama bagi raja-raja keraton di zaman dulu. Saat ini, kamu dapat dengan mudah menikmati kelezatan makanan khas Jogja ini dengan harga yang murah. 

    Sebagai referensi, ada beberapa tempat yang secara khusus menyajikan menu mangut lele enak, di antaranya adalah: 

    • Mangut Lele Mbah Marto
    • Mangut Lele Mbok Kini
    • Mangut Lele Mak Badar
    • Mangut Lele Eyang Uti
    • Mangut Lele Joglo Parisewu

    14. Gatot

    Nasi memang menjadi makanan pokok bagi mayoritas orang Indonesia. Namun, tahukah kamu kalau ada banyak menu lain yang bisa menggantikan konsumsi nasi? Di Gunungkidul, Jogja masyarakat setempat memiliki makanan tradisional yang bisa kamu manfaatkan sebagai pengganti nasi, yakni gatot. 

    Gatot merupakan jenis makanan dengan bahan dasar berupa singkong. Proses pembuatannya berlangsung dengan cara melakukan perebusan ubi dan menjemurnya. Setelah itu, singkong yang mulai menghitam dicuci bersih dan dicampur dengan gula jawa serta kelapa parut. 

    Tahapan terakhir dalam proses pembuatan gatot adalah pengukusan. Campuran singkong kering, gula jawa, dan kelapa parut perlu menjalani proses pengukusan sampai matang. Cara paling enak menikmati gatot adalah menyantapnya sambil minum kopi atau teh. 

    Ada fakta menarik terkait gatot yang perlu kamu ketahui. Meski memiliki reputasi sebagai makanan ndeso, gatot merupakan salah satu jenis makanan tradisional yang menyehatkan. Terlebih lagi, gatot memiliki kandungan serat alam yang tinggi. 

    Serat memiliki peran penting yang dalam membantu proses pencernaan. Selain itu, konsumsi makanan berserat tinggi bisa membantu kamu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

    15. Geplak

    makanan khas jogja

    Kamu bisa pula menjumpai makanan khas Jogja dalam bentuk geplak. Makanan ini biasa menjadi kudapan yang banyak kamu temukan di toko oleh-oleh serta pasar tradisional. Geplak mempunyai ciri khas pada tampilannya yang berwarna-warni dan mempunyai rasa manis. 

    Proses pembuatan geplak menggunakan bahan-bahan yang sederhana. Ada dua bahan utama yang menjadi komposisi geplak, yaitu parutan kelapa dan gula. Untuk mempercantik tampilan geplak, biasanya terdapat penambahan zat pewarna makanan.

    Geplak khas Jogja berasal dari daerah Bantul. Makanan ini punya karakteristik bagian luar yang terlihat keras. Namun, kalau kamu menggigitnya, akan terasa tekstur yang lembut pada bagian dalam. 

    16. Sate Kere

    Kuliner sate khas Jogja yang menarik untuk kamu cicipi tidak cuma sate klatak. Ada pula pilihan sate lain yang tak kalah populer, namanya sate kere. Harganya murah, sesuai dengan nama sate kere yang artinya sate miskin. 

    Menurut sejarahnya, sate kere adalah kuliner sate murah meriah yang ditujukan untuk konsumen segmen menengah ke bawah. Bahan utama sate kere adalah potongan daging berukuran kecil, gajih sapi, atau jeroan. 

    Dulu, cara penyajian sate kere dilakukan dengan sangat sederhana. Para penjual sate kere menyediakan makanan ini hanya dengan bumbu kecap. Namun, saat ini kamu bisa menemukan sate kere yang tersaji dengan bumbu kacang. 

    Tidak hanya dari segi bumbu, variasi bahan yang digunakan untuk sate kere juga makin banyak. Saat ini, kamu dapat mencicipi sate kere yang terbuat dengan bahan utama daging kambing, daging sapi, jeroan, atau gajih. 

    Sate kere khas Jogja dapat kamu santap dengan harga murah, biasanya berkisar antara Rp3 ribu sampai Rp5 ribu per tusuk. Ada banyak pilihan tempat yang bisa kamu tuju kalau ingin menyantap makanan ini, di antaranya adalah: 

    • Sate Kere Lek Jimmy
    • Sate Kere Mbak Dina
    • Sate Kere Pasar Beringharjo

    17. Tengkleng

    makanan khas jogja

    Referensi makanan khas Jogja selanjutnya adalah tengkleng. Makanan ini merupakan sajian dalam bentuk sup yang menggunakan bahan utama tulang kambing. Menurut sejarahnya, tengkleng merupakan salah satu bentuk kreativitas masyarakat Jawa zaman dulu dalam memanfaatkan sisa-sisa tulang kambing. 

    Zaman dulu, daging kambing merupakan sajian mewah yang hanya menjadi santapan para bangsawan serta orang-orang Belanda. Dari hasil pengolahan tersebut, tersisa tulang-tulang kambing yang kemudian dimanfaatkan menjadi sup dan terciptalah tengkleng. 

    Saat ini, tengkleng menjadi makanan yang banyak diburu para wisatawan. Terlebih lagi, ada Tengkleng Gajah yang memiliki ciri khas pada porsinya yang sangat besar. Selain Tengkleng Gajah, kamu bisa pula memilih tempat lain yang terkenal dengan sajian tengklengnya, yaitu: 

    • Tengkleng Solo
    • Tengkleng Bhenjoyo
    • Tengkleng Hohah

    18. Bakmi Jawa

    Kunjungan ke Jogja menjadi kesempatan bagi kamu untuk berburu kuliner tradisional bakmi jawa. Keunikan dari bakmi jawa adalah dalam proses pembuatannya. Proses memasak bakmi biasanya masih memakai alat tradisional, berupa tungku tanah liat dan arang. 

    Selain itu, penjual bakmi memasak setiap pesanan satu per satu memakai wajan kecil. Cara memasak seperti ini memang dapat menimbulkan antrean panjang para pembeli. Di waktu bersamaan, metode ini membuat kamu bisa memperoleh cita rasa bakmi yang khas. 

    Dalam setiap penyajiannya, bakmi jawa disertai dengan tambahan berupa telur bebek dan daging ayam kampung suwir. Ada banyak penjual bakmi jawa yang terkenal dengan kelezatannya di Jogja, termasuk di antaranya adalah: 

    • Bakmi Mbah Wito
    • Bakmi Kadin
    • Bakmi Pak Lele
    • Bakmi Mbah Mo

    19. Ingkung Ayam

    makanan khas jogja

    Selanjutnya, kamu bisa menggunakan kesempatan liburan ke Jogja untuk berburu kuliner ingkung ayam. Makanan khas Jogja ini merupakan sajian yang cocok untuk kamu santap secara beramai-ramai.terlebih lagi, proses pembuatannya berlangsung dengan menggunakan ayam utuh. 

    Jenis bahan utama daging ayam yang digunakan untuk memasak ayam ingkung adalah ayam kampung. Namun, tak menutup kemungkinan kamu bisa pula menemukannya dengan variasi bahan daging ayam potong. Ayam utuh tersebut selanjutnya berpadu dengan berbagai macam bumbu. 

    Lalu, di mana kamu bisa menyantap ingkung ayam yang enak di Jogja? Beberapa rekomendasinya antara lain: 

    • Kandang Ingkung Resto & Kopi
    • Srawung Resto & Kopi
    • Ingkung Ayam Mbah Cempluk

    20. Soto Bathok

    Soto menjadi makanan berkuah yang banyak kamu jumpai di berbagai penjuru nusantara. Di Jogja, ada menu soto bathok yang menarik untuk kamu cicipi. Selain murah, soto bathok memiliki cara penyajian yang unik. 

    Alih-alih menggunakan mangkuk, soto akan tersaji dalam wadah berupa bathok kelapa. Sajian soto bathok yang legendaris bisa kamu temukan dengan berkunjung ke Warung Soto Bathok Mbah Karto. Lokasinya ada di Sambisari, Kalasan, Sleman. 

    21. Belalang Goreng

    makanan khas jogja

    Tak cuma deretan makanan khas Jogja yang unik. Kamu dapat pula mencicipi kuliner ekstrem yang menjadi ciri khas Gunungkidul, yakni belalang goreng. Masyarakat setempat punya kebiasaan mengolah serangga yang kerap menjadi hama pengganggu ini menjadi camilan yang enak. 

    Kalau kamu punya keberanian untuk mencicipi, belalang goreng mempunyai tekstur yang renyah. Selain itu, kamu akan mendapati rasa gurih serta kenyal ketika menggigitnya. Selain itu, kamu juga perlu tahu kalau belalang memiliki kandungan kalsium serta protein yang tinggi, lho!

    22. Adrem

    Pilihan makanan khas Jogja berikutnya adalah kudapan tradisional bernama adrem. Jajanan tradisional ini merupakan kudapan khas dari Kabupaten Bantul. Kamu bisa menikmati adrem ketika tengah menikmati waktu senggang, bersantai, atau saat minum kopi maupun teh. 

    Adrem yang terbuat dari campuran tepung beras dan gula jawa merah memiliki rasa manis serta gurih. Selain itu, kamu juga akan merasakan kalau makanan ini mempunyai tekstur renyah saat digigit. Kalau tertarik mencicipinya, kamu bisa mencari adrem ke berbagai pasar tradisional, terutama yang ada di wilayah Bantul. 

    23. Entok Slenget

    makanan khas jogja

    Buat kamu yang mengaku sebagai pencinta kuliner entok, ada makanan khas Jogja bernama entok slenget yang pas untuk dicoba. Entok slenget mempunyai tampilan mirip semur, dengan kuah yang pekat tanpa menggunakan campuran santan. Hanya saja, entok slenget mempunyai cita rasa pedas yang menyengat. 

    Buat kamu yang belum pernah menikmati sajian menu olahan daging entok, rasanya mirip dengan bebek. Teksturnya juga agak alot dan berbau amis. Namun, dengan cara pengolahan yang tepat, daging entok bisa kamu nikmati dengan nikmat tanpa kerepotan saat menggigit. 

    Ada banyak warung makan yang menyediakan sajian entok slenget di Jogja. Namun, kalau ingin mencicipi entok slenget yang enak, kamu bisa menyempatkan waktu untuk singgah ke Warung Entok Slenget Kang Tanir. Tempat ini mendapatkan banyak pengakuan sebagai warung entok slenget yang enak di Jogja.

    24. Soto Lenthok

    Sajian soto khas Jogja, yakni soto lenthok bisa menjadi target buruan kuliner enak yang bisa kamu cicipi selagi liburan ke sana. Soto ini memiliki perbedaan dibandingkan dengan soto lain. Ada ciri khas berupa pelengkap lenthok yang merupakan perkedel dari bahan utama singkong. 

    Selain itu, kamu bisa pula menemukan perbedaan soto lenthok dengan sajian soto lain pada penambahan bahan daun kembangi. Penggunaan daun kemangi menimbulkan aroma khas yang muncul dari sajian khas Jogja ini. Kuliner ini kian terasa nikmat kalau kamu menyantapnya bersama sate usus atau telur puyuh. 

    Kalau kamu tertarik mencicipi kuliner soto lenthok khas Jogja yang lezat, ada beberapa rekomendasi warung, di antaranya: 

    • Soto Ayam Lenthok Pak Gareng
    • Soto Ayam lumayan Kang Sarman
    • Soto Lenthok Pak Mul

    25. Sego Abang

    makanan khas jogja

    Terakhir, kamu dapat mencicipi makanan ndeso dari Gunungkidul, yakni sego abang atau nasi merah. Kuliner sego abang ini merupakan hasil pengolahan dari produk pertanian yang ada di area ladang tadah hujan. 

    Di kawasan Gunungkidul yang terkenal gersang, daerah tadah hujan menjadi satu-satunya wilayah yang memiliki tanah dengan tingkat kesuburan tinggi. Ketika memasuki panen, sebagian padi akan memiliki warna merah. 

    Beras merah yang berasal dari Gunungkidul berbeda dengan beras merah yang biasa dijual di pasaran. Ada keunikan dalam proses pemanenan padi, pengolahan, serta penyajiannya. 

    Kamu bisa menikmati sajian sego abang dengan banyak cara. Masyarakat Gunungkidul kerap memilih untuk menyantap sego abang dengan tambahan sayur lombok ijo. Selain itu, ada pula pilihan untuk menikmatinya bersama dengan oseng daun pepaya, pecel, brongkos, maupun sayur lodeh.

    Sekarang, kamu sudah tahu kalau deretan makanan khas Jogja yang enak begitu banyak, kan? Makanan-makanan tersebut sangat variatif, mulai dari kudapan, makanan berat, hingga oleh-oleh. Semuanya bisa kamu dapatkan di Jogja.