Tadabbur Al-Qur’an, Sikap yang Harus Diteladani Umat Muslim

Setiap umat Muslim di dunia yang beriman kepada Allah SWT wajib memahami kekuasaan dan keagungan dengan tadabbur terhadap Al-Qur’an.

Menerapkan tadabbur dalam hidup diyakini dapat menjadikan hidup lebih tenang. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surat An-Nisa ayat 82 yang berbunyi,

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ ۗ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَافًا كَثِيْرًا

Artinya: “Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami/mentadabburi) Al-Quran? Sekiranya (Al-Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.”

Ayat di atas mempertanyakkan apakah manusia telah mentadabburi Al-Qur’an selama hidup di dunia. Ingin lebih paham mengenai makna tadabbur terhadap Al-Qur’an. Simak artikel ini hingga akhir!

Apa yang Dimaksud dengan Tadabbur Al-Qur’an?

Sebelum membahas lebi jauh menegnai perintah bagi seorang muslim dalam tadabbur terhadap Al-Qur’an, ada baiknya untuk mengetahui apa itu tadabbur terlebih dahulu.

Secara harfiah, kata tadabbur (تدبر) berasal dari kata dubur (دبر), yang berarti “belakang” dan lawan dari kata qubul (قبل), yang berarti “depan.”

Dubur al-syay’ (دبر الشيء) artinya bagian dari belakang sesuatu.

Sedangkan qubul al-Syay’ (قبل الشيء), artinya bagian dari depan sesuatu.

Dari kata dubur (دبر) terbentuk kata dabbara (دبر), yang berarti “memikirkan sesuatu yang ada di akhir (belakang) sesuatu.

Contohnya, dalam kalimat Tadabbartu al-amr (تدبرت الأمر), yang artinya memandang, dan memperhatikan sesuatu yang ada di belakang (di akhirnya).

Oleh sebab itu, makna kata tadabbur (تدبر) ini ditekankan pada sesuatu yang terdapat di akhirnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tadabbur (تدبر) adalah pemikiran komprehensif yang mampu mengantarkan seseorang kepada akhir petunjuk pada suatu kalimat.

Kata tadabbur dikaitkan dengan Al-Qur’an sehingga menjadi tadabbur Al-Qur’an (تدبر القرآن). Secara bahasa, tadabbur memiliki arti melihat dan memperhatikan kesudahan segala urusan dan bagaimana akhirnya.

Sederhananya, tadabbur adalah merenung untuk memahami makna dari suatu ungkapan dengan mendalam.

Sedangkan tadabbur Al-Qur’an adalah menggunakan ketajaman mata hati dengan proses perenungan mendalam yang dilakukan secara berulang-ulang agar dapat menangkap pesan-pesan Al-Qur’an yang sesungguhnya dan mencapai maksud atau maknanya yang paling jauh.

Fungsi adanya tadabbur Al-Qur’an yakni untuk mengambil hikmah dari Al-Qur’an. Oleh sebab itu umat Muslim dianjurkan untuk tidak terburu-buru untuk mengkhatamkan Al-Qur’an agar bisa mentadabburi firman-firman Allah.

Dan jelas bahwa Allah SWT menyukai orang-orang yang melakukan tadabbur dengan tujuan mencapai kebaikan. Sebab itulah, pengetahuan akan tadabbur Al-Qur’an diperlukan selama hidup agar bisa menerapkan dan menjalani hidup yang lebih baik.

Kata tadabbur (تدبر) sendiri juga terkandung dalam Al -Qur’an juga terdapat dalam surat Muhammad ayat  24 yang berbunyi:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ

Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?”

Pada ayat ini, Allah SWT menegaskan apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an serta mendalami pesan-pesan yang terdapat di dalamnya.

Di lain sisi, dipertanyakan pula apakah hati mereka semua sudah terkunci mati, sehingga tidak dapat berpikir lagi serta memahami apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa seorang muslim yang tidak melakukan tadabbur Al-Qur’an memiliki hati yang mati.

Baca juga: Apa Itu Sunnah? Pengertian, Macam dan Contohnya

Dalil Tadabbur Al-Qur’an

Berikut adalah ayat-ayat yang dapat mendorong kita tadabbur Al-Qur’an:

1. QS. An-Nisaa ayat 82

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. An-Nisaa’: 82)

2. QS. Shad ayat 29

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad: 29)

3. QS. Muhhamad ayat 24

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

Cara Menerapkan Tadabbur

Salah satu ahli Ilmu Al-Qur’an yang bernama Fawwaz Ahmad Zamraly mengatakan bahwa tadabbur Al-Qur’an adalah kegiatan membaca Al-Qur’an.

Telah disinggung sebelumnya bahwa manfat mentadabburi Al-Qur’an yang utama adalah dapat meningkatkan iman seseorang.  Namun dengan catatan bahwa seorang muslim yang bersangkutan bermuamalah dengan Al-Qur’an secara benar.

Selain itu Al-Qur’an juga merupakan obat bagi penyakit hati, sehingga membacanya dengan tadabbur akan membawa kebahagiaan.

Dalam kegiatan ini, Fawwaz Ahmad Zamraly menjelaskan bahwa setidaknya terdapat tiga unsur penting dalam tadabbur Al-Qur’an:

  1. Membaca Al-Qur’an dengan lidah
  2. Memahami dengan akal pikiran apa yang dibaca
  3. Menghayati dengan hati apa yang dibaca dan mengamalkannya dengan seluruh anggota tubuh terhadap apa yang dituntut oleh Al-Quran.

Dari ketiga unsur di atas menjelaskan bahwa seorang mukmin yang memiliki akal sehat harus memahami, mendalami dan menghayati ketika membaca Al-Qur’an. Sebab segala hal mengenai dunia ada di dalam Al-Qur’an baik sesuatu yang baik dan ganjaran pada sesuatu yang buruk pula.

Selain itu, menurut Ibnul Qayyim rahimahullah apabila seorang muslim ingin mendapatkan manfaat dari kandungan Al-Qur’an ada dua hal yang perlu dilakukan.

Pertama adalah memfokuskan hati saat membaca Al-Qur’an atau mendengarnya ditilawahkan. Kedua memusatkan pikiran dan memposisikan diri seolah-olah tengah berdialog dengan Dia, Dzat yang memfirmankan ayat-ayat suci ini.

Tidak hanya itu, mendiang Ayekh Ali Jaber turut memberikan contoh tadabbur dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menyarankan seorang muslim untuk didampingi oleh orang yang lebih paham mengenai Al-Qur’an dalam kegiatan ini.

Setelah menemukan orang yang dipercayai mampu, selanjutnya upayakan untuk memahami kandungan Al-Qur’an semampunya dengan membaca kitab terjemahan dan tafsir. Akan tetapi jika belum mampu sebaiknya tidak memaksakan diri untuk memahami keseluruhan isi Al-Qur’an.

Syekh Ali Jaber juga menyarankan untuk memulai dari surah yang paling mudah, yang sudah kita hafal, atau yang paling sering kita baca.

Manfaat Tadabbur

Tidak hanya sebagai wujud iman kepada Allah SWT saja, perlu diketahui bahwa terdapat manfaat dari tadabbur Al-Qur’an ini. Adapun manfaatnya sebagai berikut:

1. Menguatkan Iman

Sebagaimana Al-Qur’an merupakan kunci dari berbagai ilmu kehidupan. Dengan bertadabbur Al-Qur’an seorang muslim dapat menambah ilmu dan kebaikan dalam hidupnya.

2. Mensucikan Hati

Manfaat yang kedua yakni penawar hati. Menurut Ibnu Hajar seorang muslim yang memiliki hati yanbersih niscaya akan memiliki jiwa yang suci pula.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

إَنَّ الْقُلُوْبَ لَتَصدأ كَمَا يَصدأ الْحَدِيْد، قِيْلَ: وَمَا جِلَاؤُهَا؟ قَالَ: تِلَاوَةُ الْقُرْآن وَذِكْرُ الْمَوْتِ

Artinya“Hati manusia itu berkarat seperti halnya besi berkarat. “Lalu ditanyakan, apa obatnya? Rasulullah menjawab,: membaca Al-Quran dan ingat pada kematian”. (HR. Al Baihaqi no. 2014).

3. Khusyu’ dalam Tangisan

Dalam surat Al-Maidah ayat 83, Allah SWT berfirman:

وَإِذَا سَمِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَى ٱلرَّسُولِ تَرَىٰٓ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا۟ مِنَ ٱلْحَقِّۖ يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّٰهِدِينَ

Wa iżā sami’ụ mā unzila ilar-rasụli tarā a’yunahum tafīḍu minad-dam’i mimmā ‘arafụ minal-ḥaqq, yaqụlụna rabbanā āmannā faktubnā ma’asy-syāhidīn

Artinya: “Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam).”

Seorang muslim yang benar-benar tadabbur Al-Qur’an, mereka akan menangis sebab hal-hal yang telah difirmankan, mengenai kebaikan dan keburukan serta mengenai ganjaran-ganjaran yang akan Allah berikan pada kemaksiatan.

4. Solusi Masalah Dalam Kehidupan

Sebagaimana dijelaskan dalam surat Thaha ayat 2, Allah SWT berfirman:

مَاۤ اَنۡزَلۡـنَا عَلَيۡكَ الۡـقُرۡاٰنَ لِتَشۡقٰٓ

Artinya: “Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah”

Tentu hal ini wajib diyakini seorang muslim bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman dan petunjuk yang Allah SWT turunkan untuk mempermudah umat-Nya dalam berkehidupan.

Nah, itu dia sedikit penjelasan mengenai tadabbur Al-Qur’an. Semoga artikel ini dapat menginspirasi agar kita mulai untuk bertadabbur pada Al-Qur’an.

Share:

Seorang wanita akhir zaman yang menyukai sastra dan ingin menjadi penulis yang bermanfaat!

Leave a Comment