Tag: BRI

  • Cara Daftar e Form BRI Online Lewat HP, Ini Syaratnya

    Cara Daftar e Form BRI Online Lewat HP, Ini Syaratnya

    Cara daftar e Form BRI online lewat HP dapat dilakukan dengan mudah. Untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi secara online, Bank BRI menyediakan layanan yang bernama e-Form BRI. Setiap nasabah yang ingin menggunakan layanan ini harus mendaftar terlebih dahulu.

    Dengan mendaftar melalui e-Form BRI, kamu bisa menikmati berbagai layanan dari Bank BRI seperti pembukaan rekening, penyetoran uang, pengambilan uang, transfer bank, hingga pengecekan penerima bantuan sosial BPUM.

    Olehnya itu, bagi kamu yang belum mengetahui apa itu e-Form BRI dan bagaimana cara daftar e Form BRI, selengkapnya akan kami jelaskan pada artikel ini.

    Apa itu e Form BRI

    e-Form BRI adalah platform khusus yang disediakan oleh Bank BRI untuk memudahkan nasabah melakukan transaksi perbankan online.

    Melalui e-Form BRI, setiap nasabah bisa menikmati layanan perbankan secara online seperti pembukaan rekening baru untuk giro, tabungan, dan deposito.

    Selain itu, kamu juga bisa melakukan penyetoran uang (money deposit), penarikan uang (money withdrawal), transfer sesama rekening BRI, dan transfer ke Bank Lain.

    Tidak hanya itu, kamu juga bisa menggunakan layanan lainnya seperti pelaporan SPT, melihat informasi kurs, hingga dapat mengecek penerima bantuan BPUM (Banpres Produktif Usaha Mikro).

    Agar dapat menikmati layanan perbankan secara online, kamu hanya perlu mengisi formulir online atau e-form yang sudah disediakan.

    Kemudian, kamu akan mendapatkan kode transaksi yang selanjutnya kamu bawa ke kantor cabang BRI untuk kamu serahkan ke teller atau customer service. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan transaksi.

    Syarat Daftar e Form BRI

    Sebelum membahas cara daftar e-form BRI, untuk melakukan pendaftaran melalui e-Form BRI, ada beberapa syarat yang perlu kamu penuhi, antara lain:

    • Warga Negara Indonesia (WNI).
    • Berusia minimal 17 tahun.
    • Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
    • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
    • Menyiapkan setoran awal Rp 250.000 untuk kartu classic.
    • Menyiapkan setoran awal Rp 500.000 untuk kartu gold.

    Cara Daftar e Form BRI Online

    cara daftar e-form bri

    Jika kamu sudah mengetahui persyaratan untuk mendaftar pada e-Form BRI, selanjutnya kamu bisa mengikuti cara daftar e Form BRI online lewat HP atau PC berikut ini:

    • Buka aplikasi browser melalui smartphone atau PC.
    • Kunjungi halaman eform.bri.co.id.
    • Buka laman pendaftaran lalu klik garis tiga pada pojok kanan atas.
    • Lanjutkan proses pendaftaran dengan klik Registrasi.
    • Klik menu “Pembukaan rekening”.
    • Pilih salah satu jenis rekening yang kamu inginkan.
    • Klik “Registrasi” di bawah deskripsi rekening.
    • Simak syarat dan ketentuan pembukaan rekening.
    • Centang kotak jika setuju dengan syarat dan ketentuan tersebut.
    • Klik “Buka rekening”.
    • Jika kamu memiliki rekening sebelumnya, klik “Ya”.
    • Klik “Tidak”, jika kamu belum memiliki rekening sebelumnya.
    • Lengkapi data diri dan nominal setoran awal pada formulir yang sudah disediakan.
    • Setelah semuanya data terisi lengkap, akan muncul konfirmasi serta nomor referensi.
    • Catat nomor referensi tersebut lalu bawah ke kantor cabang BRI terdekat untuk melakukan aktivasi.
    • Selesai.

    Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa layanan e-Form BRI juga bisa untuk BPUM. Untuk mendapatkan Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM), maka setiap pelaku usaha harus terdaftar pada penyalur bantuan yang ditunjuk dan ditetapkan oleh pemerintah.

    Kamu bisa mendaftar melalui Bank BUMN, bank BUMD, dan PT Pos Indonesia. Salah satu bank BUMN yang bisa menyalurkan bantuan tersebut yaitu Bank Rakyat Indonesia.

    Nah, salah satu syarat untuk menerima bantuan BPUM adalah mendaftar melalui e-form BRI.

    Namun, sebelum membahas bagaimana cara mendaftar BPUM BRI, alangkah baiknya pahami terlebih dahulu apa itu BPUM.

    Apa itu BPUM

    Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) adalah dana usaha dari pemerintah Indonesia untuk pelaku bisnis pada skala mikro.

    Jenis bantuan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, ketersediaannya terbatas sehingga tidak semua pelaku usaha bisa memperolehnya.

    Informasi terakhir yang kami peroleh dari beberapa sumber, bahwa besaran bantuan BPUM ini nominalnya sebesar Rp 1.200.000 (satu juta dua ratus ribu rupiah) per usahanya.

    Untuk mendapatkan bantuan BPUM ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha, salah satunya harus daftar e-Form BRI.

    Syarat Untuk Mendaftar BPUM BRI

    Bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan bantuan BPUM, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:

    • Pemilik atau pelaku usaha merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
    • Memiliki Kartu Tanda Penduduk.
    • Pelaku usaha memiliki usaha mikro, kecil, atau menengah.
    • Memiliki NIB atau SKU.
    • Usaha yang dijalankan tidak sedang mendapatkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau kredit perbankan.
    • Bukan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), Anggota TNI/Polri, serta pegawai BUMN atau BUMD.

    Cara Daftar BPUM BRI

    Setelah memahami semua syarat pendaftaran BPUM BRI, Selanjutnya, kamu bisa mengikuti langkah-langkah cara daftar BPUM BRI berikut ini:

    • Buka aplikasi browser pada smartphone atau PC.
    • Kunjungi halaman https://eform.bri.co.id/bpum untuk pendaftaran bantuan BPUM.
    • Buka laman pendaftaran lalu klik garis tiga pada pojok kanan atas.
    • Lanjutkan proses pendaftaran dengan mengklik “Registrasi”.
    • Klik buka rekening.
    • Lengkapi formulir dengan mengisi data diri dan data pendukung lainnya.
    • Konfirmasi dengan mengklik “Kirim”.
    • Selanjutnya akan muncul nomor referensi.
    • Catat nomor referensi tersebut lalu bawah ke kantor cabang Bank BRI terdekat untuk melanjutkan transaksi.
    • Selesai.

    Cara Cek BPUM BRI

    Apabila sudah membuka rekening untuk penerima bantuan usaha, kamu bisa melakukan pengecekan data terkait Bantuan Produktif Usaha Mikro dari pemerintah.

    Adapun cara mengecek e-Form BRI untuk melihat status penerima bantuan BPUM, sebagai berikut:

    • Buka aplikasi browser melalui smartphone atau PC.
    • Akses alamat website https://eform.bri.co.id/bpum.
    • Masukkan nomor e-KTP yang kamu gunakan saat pendaftaran.
    • Input kode verifikasi.
    • Klik proses inquiry, lalu akan muncul notifikasi pada layar.
    • Jika berhasil, ada pesan bawha nomor e-KTP terdaftar sebagai penerima BUPM.
    • Kalau tidak terdaftar, ada pesan nomor e-KTP tidak terdaftar sebagai penerima BPUM.

    Tidak hanya dapat mengecek status penerima BPUM, kamu juga bisa mencairkan dana bantuan BPUM melalui e-Form BRI jika memenuhi syarat dan mengelengkapi data sesuai persyaratan.

    Selain itu, kamu juga bisa mendaftar program dana bantuan lain dari BRI seperti Kredit Usaha Mikro (KUR) yang terdiri dari Mikro BRI, KUR Kecil Bank BRI, dan TKI Bank BRI.

    Bukan hanya dana KUR, kamu juga bisa menikmati layanan kredit dari BRI melalui program Kupedes, dimana layanan kredit ini khusus untuk bisnis skala kecil menengah.

    Kemudian, layanan kredit ini dapat digunakan oleh pelaku usaha baik individu ataupun badan usaha.

    Kesimpulan

    Cara daftar e Form BRI online lewat HP sangat mudah jika semua syaratnya telah kamu penuhi. Olehnya itu, sebelum melakukan registrasi pastikan memahami syarat dan ketentuan setiap produk e-Form BRI.

    Selain itu, pastikan juga dokumen pendukung yang dibutuhkan sudah kamu siapkan agar proses pendaftaran dapat berjalan dengan lancar.

  • Cara Daftar UMKM BRI Online, Mudah dan Begini Syaratnya

    Cara Daftar UMKM BRI Online, Mudah dan Begini Syaratnya

    Selama pandemi sampai sekarang, bantuan langsung tunai telah dialokasikan oleh pemerintah untuk membantu para pelaku UMKM. Setiap orang yang ingin menerima bantuan tersebut, harus terdaftar sebagai pelaku usaha dengan cara daftar UMKM BRI.

    Kenapa melalui bank BRI, karena BRI merupakan salah satu bank Himbara yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menyalurkan BLT UMKM tersebut. Selain itu, BRI merupakan layanan perbankan yang paling banyak menjangkau masyarakat sampai di pedesaan.

    Nah, jika kamu yang sudah memiliki rekening BRI tidak susah untuk mendaftar, karena ada cara daftar UMKM BRI online yang bisa kamu lakukan melalui HP.

    Apa itu UMKM

    Apa itu UMKM? Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang disingkat UMKM adalah aktivitas usaha yang yang dimiliki secara perorangan atau badan usaha sesuai kriteria sebagai usaha mikro.

    Kriteria UMKM di tetapkan dalam UU No 20 tahun 2008 serta diatur dan dikelompokkan dengan PP Nomor 7 Tahun 2021.

    Pengelompokan UMKM berdasarkan omzet pendapatan per tahun, jumlah kekayaan asset, dan jumlah pegawai.

    Jumlah modal usaha yang dimiliki usaha mikro maksimal Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah) tidak termasuk tanah dan tempat usaha.

    Sedangkan modal usaha yang dimiliki usaha kecil bisa melebihi satu miliar dan batas maksimal sampai Rp 5.000.000.000 (lima miliar rupiah) dan tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

    Sementara modal yang dimiliki usaha menengah lebih besar dari lima miliar dan paling banyak Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah) serta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

    Selain modal usaha, adapun yang membedakan kriteria dari masing-masing UMKM dilihat dari hasil penjualan tahunannya. Usaha mikro memiliki hasil penjualan hingga Rp 2.000.000.000 (dua miliar rupiah).

    Sedangkan usaha kecil memilki hasil penjualan lebih dari dua miliar dan paling banyak Rp 15.000.000.000 (lima belas miliar rupiah), dan usaha mengenah memiliki hasil penjualan lebih dari lima belas miliar dengan paling banyak Rp 50.000.000.000 (lima puluh miliar rupiah).

    Bantuan UMKM

    Sejak terjadi pandemi covid-19, pemerintah mengalokasikan dana untuk membantu para pelaku UMKM dalam rangka pemulihan perekonomian.

    Besaran bantuan yang diberikan pemerintah yaitu sebesar Rp 1.200.000 (satu juta dua ratus ribu rupiah) untuk setiap pelaku UMKM.

    Dengan bantuan UMKM, harapannya dapat memberikan dampak bagi pelaku UMKM agar tetap survive dimasa pemulihan ekonomi saat pandemi.

    Untuk informasi kapan pencairan itu dilakukan, kamu dapat melakukan pengecekan melalui laman BPUM atau melalui eForm BRI secara berkala. Namun, sebelumnya harus mendaftar sebagai UMKM dengan cara daftar UMKM BRI.

    Syarat Daftar UMKM Online

    Sebelum mencoba melakukan cara daftar UMKM BRI online, tentu saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para pemilik UMKM. Syarat yang harus dipenuhi antara lain:

    1. Persyaratan Umum

    • Pendaftar merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Tidak berprofesi sebagai Aparatus Sipil Negara (ASN), maupun TNI/Polri, dan bukan merupakan pegawai BUMN atau BUMD.
    • Memiliki usaha skala mikro yang dibuktikan dengan surat usulan calon penerima BPUM yang diperoleh dari Dinas Koperasi dan UKM di wilayah setempat.
    • Tidak sedang dalam masa menerima pinjaman di Bank ataupun KUR (Kredit Usaha Rakyat).

    2. Persyaratan Dokumen

    • Foto copy kartu identitas (KTP).
    • Foto copy Kartu Keluarga (KK).
    • Nomor Induk Berusaha (NIB).
    • Foto usaha UMKM.
    • SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) dari Dinas Koperasi dan UKM di wilayah setempat.
    • Bukti kepemilikan UMKM dengan Surat Keterangan Usaha (SKU).
    • Memiliki NIB (Nomor Izin Berusaha).
    • Memiliki Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).

    Cara Daftar UMKM BRI Online 2023

    Setelah memahami semua persyaratan yang harus dipenuhi, selanjutnya tinggal melakukan pendaftaran secara online dengan langkah-langkah sebagai berikut.

    1. Buka Situs OSS

    1. Buka Situs OSS

    Langkah pertama yaitu mengunjungi laman pendaftaran UMKM online dengan cara membuka browser pada HP atau laptop lalu mengunjungi situs https://oss.go.id.

    Pada halaman utama, kamu akan menemukan menu pop up yang menampilkan pemberitahuan dan didalamnya ada tombol “Masuk Sekarang”.

    Jika kamu sudah memiliki hak akses di sistem OSS, bisa langsung mengklik tombol tersebut. Namun, jika kamu belum memiliki akun, silahkan pilih menu “Daftar”.

    2. Buat Akun

    2. Buat Akun di OSS

    Bagi pelaku usaha yang belum memiliki akun di OSS, terlebih dahulu harus membuat akun dengan mengunjungi alamat situs https://ui-login.oss.go.id/register.

    Pada bagian verifikasi data, kamu akan diminta untuk memasukkan data pelaku usaha yang meliputi jenis pelaku usaha (orang perseorangan atau badan usaha), Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan Nomor Ponsel. Setelah itu, langsung klik tombol “Verifikasi”.

    Setelah melakukan verifikasi, ikuti tahapan pendaftaran dengan membuat kata sandi dan melengkapi profil pelaku usaha. Kemudian periksa email masuk untuk melakukan aktivasi akun agar bisa masuk ke laman OSS.

    3. Login ke OSS

    3. Login ke OSS

    Setelah berhasil membuat akun, langkah selanjutnya yaitu login ke OSS dengan klik menu “Masuk” atau mengunjungi alamat situs https://ui-login.oss.go.id/login.

    Pada form login diminta agar memasukkan nomor ponsel, email, atau username. Kemudian selanjutnya masukkan kata sandi. Setelah memasukkan keduanya lanjutkan dengan klik tombol “Masuk”.

    Jika terjadi kesalahan atau gagal login, kamu bisa memilih menu “Butuh Bantuan?”.

    4. Isi Formulir Perizinan Berusaha

    Jika sudah mendapatkan akses dan berhasil login ke laman OSS, pilih menu “Perizinan Berusaha” dan pilih opsi “Perorangan”, lalu lakukan pendaftaran Nomor Izin Berusaha (NIB) dengan melengkapi data terkait usaha.

    Setelah melengkapi semua data terkait usaha, silahkan cek kembali data yang ada pada formulir komitmen prasarana usaha yang meliputi daftar produk atau jasa, data usaha, daftar kegiatan usaha, dan dokumen persetujuan lingkungan.

    5. Kirim Pendaftaran

    Setelah selesai mengisi data dan dirasa semuanya sudah sesuai, selanjutnya pilih opsi “Simpan & Lanjutkan”. Lalu klik tombol “Selanjutnya” dan periksa pada bagian “Draf Perizinan Berusaha”.

    Terakhir, kamu tinggal menunggu sampai surat perizinan berusaha diterbitkan dan mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Nantinya, dokumen perizinan bisa dicetak tetapi sebelumnya kamu perhatikan hal-hal yang terkait dokumen perizinan, yaitu:

    • Cek data pada NIB
    • Izin lokasi usaha
    • Izin lingkungan
    • Izin usaha yang terdapat pada output NIB
    • Izin Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

    Jika kamu sudah mendapatkan NIB, itu artinya sudah terdaftar sebagai pelaku UMKM dan selanjutnya tinggal melakukan pengecekan apakah termasuk penerima BLT UMKM.

    Cara Cek Penerima UMKM eForm BRI

    Langkah berikutnya yang perlu kamu lakukan setelah terdaftar sebagai pelaku UMKM pada laman OSS, yaitu melakukan pengecekan penerima bantuan.

    Cara cek UMKM BRI yang berhak menerima bantuan langsung tunai dari pemerintah, cukup dengan menyiapkan nomor KTP.

    Berikut langkah-langkah mengenai cara cek penerima UMKM eForm BRI.

    • Kunjungi situs eForm BRI di https://eform.bri.co.id/bpum
    • Isi nomor KTP pada kolom yang tersedia
    • Masukkan kode verifikasi yang muncul disamping kolom verifikasi
    • Selanjutnya, klik tombol “Proses Inquiry”
    • Tunggu beberapa saat hingga muncul pemberitahuan tentang status penerima bantuan BPUM

    Pada saat membuka halaman pengecekan penerima BPUM, tetapi tidak terdapat form pengecekan berarti belum ada informasi terkait pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

    Nah, itulah cara daftar UMKM BRI online yang bisa dilakukan dengan mudah dan beberapa syarat yang harus dipenuhi saat melakukan pendaftaran.

  • Cara Menghitung Keuntungan Agen BRILink Lengkap dengan Syarat dan Keuntungan

    Cara Menghitung Keuntungan Agen BRILink Lengkap dengan Syarat dan Keuntungan

    Untuk saat ini, ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan untuk menambah penghasilan. Salah satunya menjadi agen BRILink. Berkaitan dengan hal tersebut, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai agen BRILink, lengkap dengan cara menghitung keuntungan agen BRILink.

    Dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, keuangan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Akan tetapi, masih ada banyak daerah yang belum terjamah kantor bank. Bahkan tidak sedikit pula masyarakat yang paham akan teknologi terkini.

    Oleh sebab itu, adanya agen BRILink ini akan membantu masyarakat dalam urusan transaksi keuangan. Selain itu, menjadi agen BRILink juga mampu mendatangkan keuntungan bagi para pelakunya. Nah, bagi Anda yang belum tahu apa itu BRILink, simak dulu beberapa informasi berikut ini.

    Apa itu Agen BRILink?

    Melansir dari laman resmi BRI, agen BRILink sendiri adalah wujud perluasan dimana BRI akan menjalin kerja sama dengan para nasabah untuk menjadi agen.

    Nah, agen tersebut nantinya bisa melayani transaksi perbankan untuk masyarakat secara online real-time menggunakan konsep sharing fee.

    Melalui agen resmi BRI ini, nasabah BRI dan juga masyarakat umum yang lain dapat memperoleh pelayanan yang sama seperti di dalam unik kerja BRI.

    Secara singkat, bisa dibilang jika agen BRILink akan membawa layanan resmi dari BRI untuk lebih dekat dengan masyarakat.

    Baca juga: 10 Penyebab Kartu ATM BRI Disable dan Cara Mengatasinya

    Fitur yang bisa dilayani oleh agen BRILink ini juga bermacam-macam. Di antaranya seperti transfer ke sesama BRI, transfer dari bank lain ke BRI, transfer dari BRI ke bank lain, bayar listrik, tarik dan setor tunai, pembayaran belanja online, pembayaran BPJS, dan lain sebagainya.

    Syarat Menjadi Agen BRILink

    Untuk menjadi seorang agen BRILink, tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Hal ini karena Anda akan menjadi agen resmi dari pihak BRI sendiri. Maka dari itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika Anda ingin menjadi agen BRILink, sebagaimana berikut ini.

    1. Seorang WNI / instansi tidak berbadan hukum
    2. Mempunyai usaha yang sudah berjalan minimal 2 tahun
    3. Mempunyai rekening simpanan dengan kartu di BANK BRI.
    4. Menyetorkan uang jaminan sebesar 3 juta rupiah (khusus EDC). Saldo tersebut akan diblokir atau ditahan selama masa menjadi agen
    5. Mempunyai surat keterangan usaha resmi (minimal dari perangkat desa)
    6. Sebelumnya belum pernah menjadi agen dari Bank penyelenggara Laku Pandai

    Dokumen yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menjadi Agen BRILink

    Dokumen yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menjadi Agen BRILink

    Selain beberapa syarat yang sudah disebutkan di atas, ada pula berkas atau dokumen yang harus disiapkan. Bagi Anda yang belum pernah menjadi agen bank mungkin tidak tahu dokumen apa saja yang harus ada. Untuk itu, siapkan dulu beberapa dokumen berikut jika ingin menjadi agen BRILink.

    1. Fotocopy dokumen legalitas usaha:

    Beberapa dokumen legalitas usaha yang harus disiapkan adalah seperti di bawah ini.

    • Surat keterangan usaha (setidaknya dari RT/RW)
    • Akte Pendirian (khusus untuk agen berbadan usaha)
    • SIUP, TDP, SITU (khusus untuk agen berbadan usaha)
    • Surat atau kartu izin usaha yang lainnya

    2. Fotocopy dokumen identitas pemilik

    Kemudian untuk dokumen identitas pemilik yang harus di-fotocopy, yakni KTP dari pemilik atau pengurus usaha. Selain itu, khusus untuk badan usaha juga harus menyediakan fotocopy NPWP.

    3. Fotocopy bukti kepemilikan rekening

    Untuk bukti kepemilikan rekening, Anda bisa menggunakan fotocopy buku tabungan maupun rekening koran dari BRI.

    4. Dokumen pengajuan agen BRILink

    Dan untuk dokumen yang terakhir, ada dokumen khusus pengajuan untuk menjadi agen BRILink. Nantinya Anda bisa meminta formulir pengajuan menjadi agen BRILink dan perjanjian kerja sama melalui cabang BRI terdekat atau mendownloadnya di situs resmi BRI.

    Nah, jika semua kelengkapan dokumen sudah disiapkan, silahkan datang ke Unik Kerja BRI terdekat (Teras BRI, BRI Unti, Kantor Cabang, atau Kantor Cabang Pembantu). Untuk informasi secara lebih lanjut, Anda bisa menghubungi nomor Contact AgenBRILink 0800-10-14017 atau Contact BRI 14017.

    Baca juga: Kenapa ATM BRI Tidak Bisa Digunakan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Keuntungan Menjadi Agen BRILink

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menjadi agen BRILink itu akan memberikan keuntungan tambahan bagi para pelakunya. Namun sebelum kita membahas cara menghitung keuntungan agen BRILink, ketahui dulu beberapa jenis keuntungan menjadi agen BRILink berikut.

    1. Bagi hasil

    Dapat dikatakan jika penggunaan sistem bagi hasil 50:50 antara pihak BRI dengan agen BRILink memang mendatangkan keuntungan yang lumayan. Nantinya, keuntungan tersebut akan didapatkan dari setiap transaksi yang dilakukan oleh masyarakat dengan agen BRILink.

    2. Asuransi kecelakaan

    Keuntungan yang berikutnya, yakni adanya asuransi kecelakaan yang akan diterima oleh agen BRILink. Kecelakaan yang dimaksud dalam hal ini, misalnya saja jika terjadi sesuatu di tempat usaha seperti kebakaran maupun kerusakan properti keagenan.

    Untuk nominal asuransi yang akan diberikan oleh pihak BRI kepada agen BRILink sendiri, nantinya akan disesuaikan dengan tingkat kerugian. Jika kecelakaan yang dialami cukup parah, maka agen BRILink bisa saja mendapatkan asuransi hingga 25 juta rupiah.

    3. Hadiah menarik

    Pihak BRI memang selalu menawarkan banyak sekali hadiah menarik bagi para agen BRILink. Beberapa hadiah menarik tersebut seperti halnya Panen Emas, THR BRILink, Super Agen, dan masih banyak lagi hadiah-hadiah menarik yang lainnya.

    Kekurangan Menjadi Agen BRILink

    Setiap jenis pekerjaan dan usaha itu pasti memiliki keuntungan dan kekurangannya masing-masing, termasuk juga dengan menjadi agen BRILink. Kurang lebih, seperti berikut ini kekurangan jika Anda menjadi agen BRILink.

    1. Modal awal

    Kekurangan pertama ketika menjadi agen BRILink yakni berasal dari modal awalnya, dimana Anda memerlukan modal awal sebesar 3 juta rupiah. Sebenarnya juga kurang cocok disebut sebagai kekurangan, mengingat uang tersebut merupakan biaya untuk fasilitas transaksi dan jaminan dari agen.

    Namun tidak perlu khawatir, nantinya jika Anda sudah tidak menjadi agen BRILink lagi, uang tersebut bisa dicairkan. Secara garis besar, hal ini bukanlah kekurangan, melainkan modal awal agar dapat terdaftar menjadi agen BRILink.

    2. Pencapaian Target

    Selama Anda menjadi agen BRILink, akan diberi target dengan minimal transaksi yang dilakukan dalam kurang waktu tertentu. Jika target yang sudah ditentukan tidak berhasil dicapai, maka keuntungan yang didapatkan juga tidak akan sesuai dengan harapan.

    Cara Menghitung Keuntungan Agen BRILink

    Cara Menghitung Keuntungan Agen BRILink

    Setelah tahu beberapa keuntungan dan kekurangan menjadi agen BRILink seperti yang dijelaskan di atas, sekarang mari kita bahas cara hitung keuntungan agen BRILink. Untuk lebih jelasnya lagi, silahkan simak pembahasan yang ada di bawah ini.

    1. Menghitung keuntungan harian

    Cara hitung keuntungan jadi agen BRILink yang pertama, yakni secara harian. Nah, misalnya saja dalam satu hari agen BRILink mampu menerima dan juga melakukan transaksi sebanyak 20 kali, dengan komisi sebesar 5 ribu rupiah untuk sekali transaksinya.

    Maka Anda hanya perlu mengalikan 20 dari komisi tersebut. Jadi dalam sehari, agen BRILink bisa memperoleh 100 ribu rupiah. Ya, untuk ukuran membantu orang lain bertransaksi keuangan, tentu saja 100 ribu rupiah sehari adalah jumlah yang lumayan.

    Akan tetapi, biaya dari setiap transaksi sendiri tidak sama, sehingga komisi yang diberikan oleh BRI juga berbeda. Jadi komisi yang akan didapatkan dari setiap transaksi tidak hanya 5 ribu rupiah saja, namun bisa juga lebih. Nah, hal inilah yang akan mendatangkan keuntungan yang besar bagi agen BRILink.

    2. Menghitung keuntungan bulanan

    Jika diambil rata-rata transaksi yang terjadi adalah 20 kali transaksi dengan komisi 5 ribu rupiah untuk tiap transaksinya, maka Anda hanya perlu mengalikan keuntungan per hari tersebut dengan 30 hari atau satu bulan.

    Nah, misalnya saja 100 ribu rupiah (satu hari) dikalikan dengan 30 hari (satu bulan), maka hasilnya menjadi 3 juta rupiah. Itu adalah penghitungan kasar, dimana Anda bisa mendapatkan komisi yang lebih banyak terkait jumlah dan biaya transaksi yang berbeda-beda.

    Tidak hanya itu, jika Anda mampu mencapai target pasar tiap harinya, tentu saja keuntungan yang akan didapatkan juga lebih besar. Namun juga dengan sebaliknya, jika Anda tidak mampu mencapai target transaksi, maka keuntungan juga semakin kecil.

    Mungkin begitulah penjelasan singkat mengenai agen BRILink dan cara menghitung keuntungan agen BRILink.

    Besar kecilnya keuntungan yang akan didapatkan, sebenarnya tergantung dari jumlah transaksi yang berhasil dilakukan. Semakin banyak transaksi yang terjadi, semakin besar keuntungan yang didapat.

  • 10 Penyebab Kartu ATM BRI Disable dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Kartu ATM BRI Disable dan Cara Mengatasinya

    Harus diakui jika ATM BRI sedikit lebih ribet dibanding ATM lainnya, sebab ada beberapa aturan yang wajib rutin diperbaharui. Salah satunya adalah kendala disable saat menggunakan ATM BRI.

    Apakah Anda sudah tahu penyebab kartu ATM BRI disable? Banyak orang merasa panik saat tidak bisa menggunakan ATM. Mereka berfikir bahwa ketika ATM disable maka saldo yang dimilikinya pun akan hangus.

    Namun ternyata anggapan ini salah besar. Meskipun status ATM disable saat digunakan, namun saldomu akan tetap aman. Adanya status disable ini tentu memiliki sebab tertentu.

    Sebab utamanya adalah adanya perlindungan BRI agar akun ATM tidak sembarangan digunakan.

    Penyebab Kartu ATM BRI Disable

    Penyebab Kartu ATM BRI Disable

    Status “Kartu Anda berstatus Disabled” pada ATM BRI, membuatmu tidak bisa melakukan aktifitas apapun pada ATM.

    Namun tenang saja, Anda masih bisa melakukan transaksi dengan menggunakan akun m-banking atau internet banking tanpa gangguan.

    Meskipun begitu, Anda tetap harus mengurusnya saat terjadi status disable pada ATM BRI mu. Sebab, harus diakui untuk melakukan transaksi tarik tunai yang paling mudah dilakukan saat ini adalah melalui ATM.

    Baca juga: 10 Contoh Nomor Rekening BRI, Jumlah Digit, dan Buku Tabungan Terbaru

    Maka dari itu, Anda perlu tahu apa saja yang jadi penyebab kartu ATM BRI disable berikut dengan solusinya:

    1. Terjadi Kesalahan Input PIN ATM

    Setiap kali Anda mendaftarkan ATM, Anda pasti mendapatkan instruksi untuk membuat PIN. PIN ATM ini sangat berguna untuk menjaga keamanan ATM. Karenanya sebaiknya gunakan PIN yang mudah Anda ingat namun tetap aman dengan kode unik.

    Dalam memasukkan PIN, BRI hanya memberikan batas hingga 3 kali coba. Jika dalam 3 kali coba Anda tetap salah memasukkan PIN, maka kemungkinan besar akun ATM akan terblokir atau mendapat status disable.

    Hal tersebut sengaja dilakukan oleh pihak BRI untuk tetap mengamankan akun ATM agar tidak digunakan oleh selain pemilik ATM tersebut.

    Baca juga: 3 Cara Mengaktifkan Rekening BRI yang Sudah Mati/Tidak Aktif

    2. Kemungkinan ATM Terbobol

    Penyebab yang kedua ini sangat berbahaya. Siapapun bisa membobol ATM mu jika mendapatkan kesempatan. Pembobolan ATM ini juga jadi penyebab ATM mendapatkan status disable.

    Namun biasanya sebab disable karena kasus bobol ini, diajukan sendiri oleh pemilik ATM. Hal ini dilakukan agar pembobol tidak lagi bisa menggunakan akun ATM untuk bertransaksi.

    Pembobolan bisa terjadi karena PIN yang digunakan kurang aman atau memang terjadi kebocoran informasi data dari orang di sekitarmu. Karenanya sangat penting menjaga kerahasiaan informasi ATM.

    3. PIN ATM BRI Tidak Diupdate

    Salah satu kebijakan bank BRI dalam layanan ATM, adalah setiap nasabah harus mengupdate atau mengganti PIN ATM dengan kode yang baru. Hal ini tentu tidak dilakukan setiap hari, namun dilakukan dalam beberapa waktu pemakaian ATM.

    Mengapa harus update? Pihak BRI ingin semua nasabahnya selalu dalam kondisi aman. Maka dari itu, pemilik ATM harus melakukan pergantian PIN pada batas waktu yang sudah ditentukan.

    Apabila Anda tidak pernah mengganti PIN, maka pihak BRI akan secara otomatis mendisable status penggunaan ATM. Sehingga mau tidak mau Anda harus mengurusnya ke pihak BRI. Penggantian PIN ATM BRI ini bisa menjadi salah satu cara menghindari kasus pembobolan ATM.

    4. Kecurigaan Pihak BRI

    Setiap bank pasti memiliki beberapa aturan yang menjadi pegangan agar akun nasabah selalu aman. Hal ini juga berlaku pada bank BRI. Ada beberapa hal yang disinyalir sebagai tindak kejahatan terhadap akun ATM.

    Saat tanda-tanda ini terbaca oleh sistem sebagai ciri penyalahgunaan, maka pihak BRI akan secara langsung melakukan tindak disable pada akun ATM tersebut. Hal ini dilakukan demi keamanan ATM mu.

    5. Adanya Penyalahgunaan ATM

    Seperti halnya pembobolan, penyalahgunaan lain pada akun ATM juga bisa jadi penyebab ATM BRI disable. Contoh kasus penyalahgunaannya adalah seperti pemerasan, pengelabuan, dan lain sebagainya.

    Dalam hal ini, status disable bisa dilakukan secara otomatis oleh pihak BRI maupun nasabah itu sendiri yang meminta.

    Namun karena ciri penyalahgunaannya tidak mudah dikenali, maka biasanya nasabah itu sendiri yang meminta dilakukannya status disable pada ATM.

    6. ATM Terkena Skimming

    Penyebab kartu ATm BRI Disable

    Pernahkah Anda mendengar istilah Skimming? Skimming merupakan istilah yang digunakan pada tindakan pencurian data akun nasabah yang tertera pada kartu ATM.

    Biasanya pelaku kejahatan skimming ini membuat alat yang punya sensor pembaca data khusu yang biasanya diletakkan di mulut mesin ATM.

    Terjadinya skimming ini tentu akan berujung pada tindak kriminal yang merugikan. Karenanya sebaiknya dilakukan status disable pada ATM BRI mu.

    Cara Mengatasi Status Disable Pada ATM BRI

    Setelah mengetahui berbagai penyebab kartu ATM BRI disable di atas, maka selanjutnya Anda perlu tahu bagaimana cara tepat untuk mengatasi kondisi ini. Anda tidak perlu khawatir lagi karena ada cara yang tepat untuk mengatasi hal ini.

    • Pertama Anda bisa gunakan mobile atau internet banking sebagai media transaksi. Sehingga Anda tidak perlu lagi menggunakan ATM. Apalagi mobile dan internet banking ini didesain sangat fleksibel dan memudahkan para penggunanya. Kerahasiaan data akun mobile atau internet banking juga lebih aman dibandingkan dengan kartu ATM.
    • Cara kedua, Anda bisa mendatangi secara langsung kantor cabang BRI. Di sana Anda bisa mengantri pada customer service. Mintalah untuk mengaktifkan kembali akun kartu ATM mu. Sehingga kartu ATM bisa digunakan kembali.
    • Selanjutnya Anda bisa menghubungi call center BRI yang ada di nomor 14017. Dari call center ini, Anda bisa adukan berbagai keluhan terkait akun BRI mu.
    • Terakhir, lakukan segala tindakan yang mengarah pada aktivitas menghindari terjadinya status disable dan tetap mengamankan akun BRI mu.

    Trik Menghadapi Penyebab Kartu ATM BRI Disable

    Sebelum kejadian disable kartu ATM BRI, tenang saja karena Anda masih bisa menghindari terjadinya disable tersebut. Apa yang harus dilakukan? Berikut ini bisa Anda catat beberapa trik mudah melindungi akun dan menghindari terjadinya status disable:

    1. Ganti PIN ATM BRI Secara Berkala

    Penggantian PIN secara berkala akan membantumu untuk terlindung dari pembobolan atau masalah rekening lainnya. Dengan mengganti PIN, pihak BRI tidak akan melakukan tindak disable secara tiba-tiba karena akun ATM mu akan terbaca aman.

    Untuk melakukan pergantian PIN ini biasanya bisa Anda lakukan sendiri pada mesin ATM. Jika Anda kurang paham dengan caranya, Anda bisa datang ke kantor BRI terdekat dan menanyakan terkait tahapannya.

    2. Rahasiakan dan Lindungi PIN

    Kerahasiaan PIN ATM, menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga. Meskipun itu orang terdekat sekalipun, pastikan Anda tidak memberikan informasi apapun terkait PIN tersebut.

    Kecuali Anda dalam kondisi darurat yang mengharuskan bantuan orang lain untuk menggunakan ATM mu. Setelah pengguna darurat tersebut, Anda bisa mengganti PIN agar lebih aman.

    3. Lakukan Pantauan Berkala Pada Rekening

    Memantau pemakaian rekening juga tidak kalah penting sebagai cara terhindar dari status disable akibat tidak amannya rekening ATM BRI. Anda bisa secara rutin mencetak record penggunaan rekeningmu. Proses ini bisa Anda lakukan baik di mesin ATM maupun kantor BRI.

    4. Hindari Menggunakan Mesin ATM Bank Lain

    Kartu ATM BRI kerap kali difasilitasi dengan layanan link, yang artinya Anda bisa akses transaksi menggunakan mesin ATM bank lain meskipun Anda menggunakan ATM BRI. Mungkin hal ini terlihat sepele bagi kebanyakan orang.

    Namun jika Anda terlalu sering melakukan transaksi dari mesin ATM bank lain, maka tidak menutup kemungkinan pihak BRI akan mendisable status penggunaan ATM mu demi keamanan.

    5. Hati-hati Phising

    Jika Anda sering menerima email atau pesan singkat yang berisi link mencurigakan, ada baiknya untuk tidak di klik.

    Sebab, link tersebut bisa jadi mengandung script yang dapat mencuri data pribadi anda. Termasuk PIN ATM dan nomor debit yang ada pada kartu ATM.

    Dari penjelasan penyebab kartu ATM BRI disable dan solusinya di atas, bisa menjadi wawasan baru untuk Anda yang mungkin masih awam dalam hal keamanan ATM.

    Pastikan Anda selalu menjaga keamanan ATM BRI mu. Sehingga Anda akan terhindar dari status ATM disable.

  • Kenapa ATM BRI Tidak Bisa Digunakan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Kenapa ATM BRI Tidak Bisa Digunakan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Apakah kartu ATM BRI yang Anda miliki tidak dapat digunakan untuk transfer, tarik tunai, maupun cek saldo?? Bagi yang mengalaminya tidak usah risau, kali ini kita akan membahas mengenai kenapa ATM BRI tidak bisa digunakan serta cara untuk mengatasinya.

    Nah, penyebab ATM BRI tidak bisa digunakan sendiri ada banyak faktor, baik itu berasal dari mesin ATM maupun kartu ATM yang Anda gunakan. Saat ini terjadi, Anda tidak perlu takut saldo yang ada di dalam rekening akan hilang.

    Misalkan saja masalah ini terjadi karena kartu ATM, biasanya hanya kartu ATM tersebut yang tidak bisa digunakan. Jadi saldo yang ada di dalamnya tetap aman, dan ketika masalah sudah selesai saldo sudah bisa digunakan (ditarik dan ditransfer) kembali.

    Penyebab ATM BRI Tidak Bisa Digunakan dan Cara Mengatasinya!

    Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, jika ada beberapa alasan kenapa ATM BRI tidak bisa digunakan. Oleh sebab itu, pastikan dulu apakah yang menjadi penyebab ATM BRI Anda tidak dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi.

    Lalu apa saja yang bisa menjadi penyebab dari masalah tersebut, langsung saja simak beberapa alasan berikut dan pahami juga cara untuk mengatasinya.

    1. Mesin ATM BRI yang rusak

    Mesin ATM BRI yang rusak

    Bisa dibilang jika mesin ATM yang mengalami kerusakan menjadi penyebab umum ATM BRI tidak bisa digunakan. Apabila terjadi kerusakan atau kesalahan, maka secara otomatis kartu ATM Anda tidak akan bisa digunakan untuk melakukan berbagai transaksi.

    Solusi paling tepat untuk mengatasi masalah ini, yakni dengan mencoba cari ATM BRI lainnya. Disarankan untuk mencoba ATM yang lokasinya ada di keramaian, untuk mencegah terjadinya skimming ATM. Oh iya, jangan lupa untuk selalu berhati-hati dan merahasiakan PIN dari kartu ATM Anda.

    Pastikan hindari orang-orang asing yang menawarkan bantuan terkait penggunaan ATM. Dan jika Anda mengalami masalah dan butuh bantuan, alangkah baiknya meminta bantuan langsung dari petugas BRI dengan cara menghubungi call center BRI (1500017 / 14017).

    2. Kartu ATM BRI dalam status disable

    Kartu ATM BRI yang sedang dalam status disable juga tidak akan bisa digunakan. Apabila Anda mengalami masalah semacam ini, maka di bagian layar ATM akan menampilkan pemberitahuan jika kartu ATM yang dimasukkan tersebut telah di-disable.

    Penyebab dari kartu ATM disable sendiri bisa dikarenakan oleh beberapa faktor. Misalnya saja seperti salah memasukkan PIN lebih dari 3 kali, kartu ATM lama tidak digunakan untuk bertransaksi, dan lain sebagainya. Untuk enable kartu ATM kembali, ada beberapa metode yang bisa dilakukan.

    Di antaranya seperti melalui BRI internet banking, BRI mobile banking, ataupun mengunjungi kantor cabang BRI terdekat secara langsung. Namun disarankan untuk mengunjungi kantor cabang, karena lebih efisien dan juga tidak membutuhkan waktu lama untuk mengatasi masalah tersebut.

    Baca juga: 10 Penyebab Kartu ATM BRI Disable dan Cara Mengatasinya

    3. Kartu ATM yang statusnya sudah expired

    Penyebab dari ATM BRI tidak dapat digunakan yang berikutnya, mungkin saja karena kartu ATM yang sudah expired.

    Perlu untuk Anda ketahui, bahwa kartu ATM dari BRI tidak selamanya bisa digunakan begitu saja. Anda masa dimana kartu tersebut sudah expired alias kedaluwarsa.

    Nah, apabila kartu ATM BRI milik Anda sudah dalam kondisi kedaluwarsa, maka tidak ada cara lain yang bisa dilakukan, selain mengunjungi kantor cabang BRI terdekat.

    Nantinya, langsung saja bilang keluhan Anda kepada petugas bank BRI di kantor tersebut.

    Nantinya, Anda diharuskan untuk mengganti kartu ATM yang lama dengan kartu ATM baru. Untuk proses penggantian kartu ATM sendiri, biasanya akan dikenakan biaya sesuai dengan jenis kartu ATM yang digunakan. Namun tidak usah khawatir, biaya penggantian kartu ini terbilang cukup murah, kok.

    Baca juga: 3 Cara Mengaktifkan Rekening BRI yang Sudah Mati/Tidak Aktif

    4. Saldo Rekening di bawah ketentuan saldo minimal

    Seperti yang diketahui, semua jenis rekening tabungan BRI mempunyai batasan saldo minimal yang mengendap. Apabila jumlah saldo minimal telah mencapai batasnya, maka proses transaksi melalui ATM BRI tersebut tidak akan bisa dilakukan.

    Jumlah atau batas saldo pada setiap jenis rekening BRI juga berbeda-beda, sesuai dengan ketentuan dari pihak BRI. Untuk mengetahui informasi terkait saldo minimal BRI, Anda bisa mengeceknya di website resmi BRI atau menghubungi call center.

    Nah, jika sisa saldo di dalam rekening Anda sudah mencapai batas, maka cara untuk menanganinya adalah dengan mengisi ulang saldo tersebut di kantor cabang atau ATM setor tunai. Selain itu, Anda juga bisa mentransfer uang dari rekening lainnya.

    5. PIN ATM yang dimasukkan tidak benar

    Saat ingin bertransaksi di ATM dan PIN yang dimasukkan salah, tentu saja transaksi tersebut akan gagal. Bahkan jika Anda melakukan kesalahan tersebut hingga tiga kali berturut-turut, maka kartu ATM BRI yang dimiliki bisa saja diblokir.

    Ya, jika kartu sudah diblokir, sudah pasti tidak dapat digunakan untuk melakukan transaksi apapun melalui mesin ATM. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda harus membuka blokiran yang telah dilakukan oleh sistem bank BRI dengan mengunjungi kantor cabang BRI terdekat.

    Saat Anda datang ke kantor cabang, jangan lupa untuk membawa syarat-syarat yang dibutuhkan, misalnya seperti buku rekening, identitas seperti KTP, dan tentunya kartu ATM sudah diblokir. Tidak usah khawatir, pembukaan blokir kartu ATM BRI ini tidak akan dikenakan denda sama sekali.

    Jika Anda sudah tahu alasan kenapa ATM BRI tidak bisa digunakan di atas, tentu saja kini sudah tidak khawatir lagi kan, jika suatu saat ATM yang dimiliki tidak dapat digunakan untuk bertransaksi?

    Nah, jangan lupa juga untuk mengingat cara penanganannya, agar nantinya masalah tersebut bisa langsung di atas.

  • 10 Contoh Nomor Rekening BRI, Jumlah Digit, dan Buku Tabungannya

    10 Contoh Nomor Rekening BRI, Jumlah Digit, dan Buku Tabungannya

    Kamu sedang mencari referensi dan contoh nomor rekening BRI? Jika iya, maka kamu datang pada artikel yang tepat.

    Karena pada artikel ini, kita akan mengupas tentang contoh nomor rekening BRI, berikut dengan ciri-ciri, hingga berapa digit nomor rekening pada Bank BRI ini.

    Tak dapat dipungkiri, jika saat ini penggunaan rekening untuk bertransaksi semakin marak, sesuai dengan perkembangan teknologi.

    Semua hal yang berkaitan dengan keuangan dapat dilakukan dalam hitungan detik saja melalui gadget yang kita gunakan.

    Sebelum jauh mengulasnya, tahukah kamu jika setiap segmen atau digit no rekening BRI punya maksud dan arti. Baik di awal, tengah, dan akhirnya memiliki makna lho.

    Berapa Digit Nomor Rekening BRI

    Nah, untuk kamu yang belum tahu, saat ini Bank BRI tidak hanya terdiri dari bank Bank Konvensional saja, tetapi juga tersedia Bank BRI syariah.

    Namun karena kebijakan pemerintah, Bank BRI syariah semenjak tahun 2021 tergabung menjadi BANK BSI atau dikenal dengan Bank Syariah Indonesia.

    Meski sama-sama bank BRI, keduanya memiliki kode transfer atau kode bank yang berbeda. Kode transfer untuk Bank BRI konvensional (biasa) adalah 002, sedangkan untuk Bank BSI (dulunya BRI Syariah) adalah 422.

    Jika pertanyaannya adalah berapa digit nomor rekening BRI maka kamu bisa catat tabel di bawah ini:

    BankJumlah Digit RekeningKode Bank
    Bank BRI15 Digit002
    BSI / BRI Syariah Dulunya10 Digit422

    Baca juga: Kartu Anda Tidak Diizinkan Untuk Digunakan [Bank Mandiri] Penyebab dan Solusinya

    Contoh Nomor Rekening BRI

    Kamu sudah mengetahui berapa digit no rekening BRI, Langkah selanjutnya adalah mengetahui ciri ciri nomor rekening BRI.

    Karena seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwa setiap digit memiliki makna sendiri. Sehingga membuat nomor rekening BRI ini unik dan punya ciri khas.

    Contoh nomor rekening BRI:

    • 7632-01-007520-53-0
    • 7336-01-013479-53-1
    • 0166-01-020870-53-8

    Penjelasan mengenai awalan nomor rekening BRI, contoh pada nomor rekening 0166-01-020870-53-8:

    • Jika dijabarkan, maka makna dari 4 digit pertama 0166 adalah kode unit atau kantor cabang Bank BRI yang menerbitkan buku rekening. Misal, 0166 adalah kode unit Labuan Kec Pati.
    • Untuk angka 53 artinya menunjukkan jenis rekening Bank BRI, biasanya angka 53 menunjukkan rekening tabungan dan no 50 adalah jenis rekenig pinjaman.
    • Sedangkan sisa dari digit terebut adalah nomor unik yang dimiliki oleh nasabah.

    Contoh Nomor rekening BRI Syariah atau BSI (sekarang):

    • 103-298-9612
    • 100-078-3254

    Mengenai digit dan keterangannya kurang lebih sama dengan Bank BRI biasa. Jadi kamu tak perlu bingung ya.

    Contoh No Rekening BRI (di Buku Tabungan)

    Contoh Nomor Rekening BRI (di Buku Tabungan)

    Untuk kamu yang belum mengetahui letak dan posisi no rekening BRI di buku tabungan, kamu bisa memperhatikan foto buku rekening tabungan berikut ini:

    Posisi nomor rekening BRI berada di pojok kiri atas buku tabungan.

    Lengkap dengan memuat beberapa informasi yang menunjukkan kamu adalah pemilik sahnya.

    • Kantor unit cabang Bank yang menerbitkan buku tabungan. (Tempat ini adalah rujukan pertama jika rekeningmu bermasalah)
    • No rekening BRI nasabah
    • Nama pemilik sah
    • Alamat pemilik rekening BRI
    • Tanggal pembuatan rekening
    • No seri buku tabungan (untuk mempermudah dokumentasi pihak bank)
    • Dan informasi mengenai bank lainnya.

    Jika dalam satu waktu kamu lupa dengan nomor rekening BRI yang kamu miliki, kamu tak perlu khawatir, karena kamu masih bisa mengetahuinya dengan beberapa Langkah di bawah ini.

    Cara Mengetahui Nomor Rekening BRI

    Jika kamu beranggapan bahwa nomor rekening tabungan BRI mu bisa dilihat di kartu ATM, maka anggapan tersebut adalah keliru.

    Nomor yang tertera di kartu ATm adalah nomor debit jika kamu hendak melakukan transaksi secara cash less atau tanpa uang cash. Jaid tetap pastikan kamu mengamankan data tersebut ya.

    Nah untuk mengetahui nomor rekening BRI, ada beberapa yang bisa kamu lakukan. Diataranya adalah berikut ini:

    1. Gunakan ATM

    Bukan nomor yang tertera di kartu ATM ya, tapi Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

    • Pergi ke mesin ATM BRI terdekat (usahakan ATM setor tunai)
    • Masukkan kartu seperti hendak transaksi biasa
    • Masukkan Pin ATM
    • Pilih setor tunai
    • Masukkan sejumlah uang
    • Klik setor
    • Maka layar akan menampilkan nomor rekening yang kamu miliki.

    Sepertinya cara ini cukup merepotkan, dan sebaiknya dilakukan di Langkah no 2 tidak bisa kamu gunakan ya.

    2. Gunakan Mobile Banking

    Cara ini adalah cara paling aman dan paling mudah dilakukan. Karena kamu tak perlu kemana-mana dan dapat dilakukan kapan saja tanpa biaya.

    • Buka Aplikasi M Banking,
    • Masukkan kode akses
    • M-info
    • Info saldo
    • Masukkan pin ATM
    • Maka saldo kamu yang milyaran berikut dengan no rekeningnya dapat dilihat.

    Cara ini paling mudah kan? Hehe..

    3. Gunakan Buku Tabungan

    Sayangnya, tidak semua orang rajin menyimpan dokumen penting seperti buku tabungan. Beda halnya dengan jaman dulu yang setiap bulan rajin ke bank untuk print koran, melihat transaksi di buku rekening.

    Namun cara ini adalah cara paling ampuh untuk mengetahui nomor rekening BRI yang kamu miliki.

    Kesimpulan

    Pada tahap ini kamu sudah mengetahui contoh Nomor rekening BRI, jumlah digit, serta ciri-ciri no rek BRI.

    Jika keperluan kamu adalah untuk melakukan transaksi atau transfer uang, maka yang paling tepat kamu ambil adalah nomor kode Bank BRi dan Kode Bank BRI Syariah, keduanya sudah dijelaskan di atas.

    FAQ

    Berapa jumlah nomor rekening bank BRI?

    Seperti yang sudah dibahas si atas, Bank BRI konvensional terdiri dari 15 Digit yang setiap bagiannya memiliki makna.

    Nomor rekening Bank BRI Terletak dimana?

    Untuk mengetahui posisi nomor rekening, kamu bisa bisa membuka buku tabungan, kemudia lihat bagian sampul, no rekening tertera pada bagian pojok kanan atas.

    Tak hanya itu, kamu juga bisa mengetahui nomor rekening BRI melalui care berikut ini…
  • 2 Cara daftar Internet Banking BRI Tanpa ke Bank

    2 Cara daftar Internet Banking BRI Tanpa ke Bank

    BRI Internet Banking adalah layanan perbankan yang disediakan oleh BRI untuk mempermudah nasabah melakukan transaksi online. Agar bisa menikmati layanan internet banking BRI, maka setiap nasabah harus memiliki akun dengan cara daftar internet banking BRI.

    Dengan memiliki akun internet banking BRI, nasabah bisa melakukan transaksi perbankan kapan saja dan dimana saja jika ada koneksi jaringan internet.

    Ada berbagai keunggulan memiliki akun internet banking BRI atau BRI Mobile diantaranya transaksi jauh lebih mudah tanpa harus ke Bank atau ATM, dapat dilakukan setiap saat, cukup menggunakan handphone tanpa perangkat tambahan, user friendly, dan keamanan terjamin dengan teknologi kriptografi.

    Apakah daftar internet banking BRI harus ke bank? Bisakah daftar m-banking BRI lewat HP tanpa ke bank? Bagaimana cara daftar internet banking BRI lewat HP? Untuk mengetahui jawabannya, simak informasi selengkapnya berikut ini.

    Apa Saja Fasilitas Internet Banking BRI

    Sebelum membahas cara daftar Internet Banking BRI, sebaiknya kamu perlu mengetahui fasilitas apa saja yang didapatkan jika memiliki akun internet banking BRI.

    Fasilitas internet banking BRI yang akan kamu dapatkan, antara lain:

    • Melihat informasi rekening
    • Mengecek informasi saldo
    • Melihat data mutasi rekening
    • Transfer Dana
    • Transfer ke sesama rekening BRI
    • Transfer ke Bank lain
    • Transaksi terjadwal
    • Tambah transfer
    • Lihat status
    • Pembayaran (voucher seluler, uang elektronik, voucher listrik, dll)
    • Buka Deposito
    • Disable/Enable kartu ATM
    • Daftar SMS Notifikasi
    • Menu Management (Ubah user ID, password, dan email)

    Syarat Daftar Internet Banking BRI

    Jika kamu ingin mengaktifkan akun internet banking BRI agar dapat melakukan transaksi dengan lebih mudah dan praktis, ada beberapa persyaratan yang perlu kamu ketahui dan harus kamu penuhi.

    Syarat daftar internet banking BRI, antara lain:

    1. Nasabah Tabungan BRI         

    Syarat utama agar bisa mengaktifkan akun internet banking BRI yaitu sebagai nasabah tabungan BRI (BritAma, BritAma Junio atau Simpedes) dan Giro (Perorangan) yang memiliki kartu ATM dalam status aktif.

    2. Handphone

    Kemudian syarat kedua yaitu harus memiliki handphone yang menggunakan SIM Card operator yang bekerjasama dengan BRI, seperti Telkomsel, Indosat, XL, Telkom Flexy, Bakrie Telecom, dan Mobile-8.

    3. Email

    Adapun syarat yang ketiga yaitu harus memiliki alamat email yang aktif. Email ini digunakan untuk menerima pemberitahuan atau notifikasi jika ada transaksi yang dilakukan melalui internet banking BRI.

    Cara Daftar Internet Banking BRI Online

    Untuk cara daftar Internet Banking BRI dilakukan dengan dua tahapan, yaitu registrasi awal melalui ATM dan registrasi m-Token dengan mengunjungi kantor cabang Bank BRI terdekat.

    Berikut langkah-langkah atau cara daftar Internet banking BRI online:

    1. Kunjungi ATM BRI Terdekat

    Langkah pertama silahkan kunjungi ATM BRI terdekat, pastikan mengunjungi ATM ditempat yang aman tidak terlalu ramai dan juga tidak terlalu sepi. Perhatikan juga perangkat yang ada di mesin ATM jika ada benda yang mencurigakan.

    2. Masukkan Kartu ke Mesin ATM

    1. Masukkan Kartu ATM BRI

    Jika sudah sampai ke ATM BRI, langkah selanjutnya yaitu masukkan kartu ATM ke slot kartu mesin ATM dan tunggu beberapa saat hingga kartu terbaca oleh mesin ATM. Jika sudah terbaca, silahkan pilih bahasa Indonesia/English. Agar lebih mudah, silahkan pilih Bahasa Indonesia.

    3. Masukkan PIN ATM

    2. Masukkan PIN Kartu ATM

    Selanjutnya, kamu akan diminta untuk memasukkan kode PIN ATM yang terdiri 6 digit angka. Sebaiknya hati-hati saat memasukkan PIN kartu ATM, karena jika sudah salah tiga kali maka kartu akan terblokir.

    4. Pilih Menu Lainnya

    3. Pilih Menu Lainnya

    Setelah berhasil masuk ke halaman utama, kamu akan melihat beberapa pilihan menu baik untuk tarik tunai, setor tunai, dan lainnya. Untuk mendaftar internet banking, kita pilih Menu Lainnya di pojok kanan bawah.

    5.  Pilih Registrasi dan Info Lain

    4. Pilih Registrasi dan Info Lainnya

    Pada halaman berikutnya akan muncul beberapa pilihan menu yang bisa kamu pilih untuk melakukan transaksi. Karena kita ingin daftar internet banking, maka silahkan pilih menu Registrasi dan Info Lain.

    6. Pilih Internet Banking

    5. Pilih Internet Banking

    Selanjutnya, akan muncul beberapa menu registrasi yang bisa kamu pilih seperti autodebet, SMS notifikasi, internet banking, dan lainnya. Disini kita pilih menu Internet Banking pada bagian atas sebelah kiri.

    7. Masukkan PIN Internet Banking

    6. Masukkan PIN Internet Banking

    Kemudian kita akan diminta untuk memasukkan 6 digit PIN internet banking. PIN ini akan digunakan untuk bertransaksi lewat internet banking.

    Untuk PIN yang kamu masukkan bisa sama dengan PIN kartu ATM atau bisa juga berbeda. Jika sudah memasukkan PIN pilih Benar. Lalu kita akan diminta kembali untuk memasukkan ulang kode PIN yang sudah dimasukkan sebelumnya.

    8. Catat user ID dan Password

    Jika proses pendaftaran internet banking telah selesai, maka akan keluar struk yang berisi user ID dan password internet banking. Catat user ID dan Password tersebut agar mudah diingat.

    9. Aktivasi BRI Internet Bangking

    cara daftar internet banking bri

    Kunjungi laman internet banking BRI melalui laman https://ib.bri.co.id/ib-bri untuk melakukan aktivasi akun internet banking.

    Masukkan user ID dan password internet banking BRI yang sudah kamu catat saat pendaftaran di ATM BRI, dan masukkan juga Kode Captcha pada kolom validation lalu klik tombol “Masuk”.

    Setelah berhasil masuk ke halaman internet banking BRI, nasabah akan melihat halaman syarat dan ketentuan. Silahkan dibaca dan dipahami, jika menyetujui dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, langsung klik “Setuju”.

    10. Aktivasi m-Token

    Jika proses registrasi dan aktivasi internet banking telah selesai, maka kamu sudah bisa melakukan berbagai transaksi perbankan secara online melalui BRI Internet Banking.

    Namun, untuk proses registrasi m-Token harus melalui kantor cabang BRI terdekat dengan melengkapi dan menandatangani formulir permohonan.

    Cara Daftar Internet Banking BRI Lewat Bank

    Untuk menghindari kegagalan saat proses registrasi internet banking BRI, kamu bisa daftar internet banking BRI dengan mendatangi langsung kantor cabang bank BRI.

    Kelebihannya, kamu akan mendapatkan penjelasan lebih detail dari customer service dan dituntun saat pendaftaran akun internet banking. Berkas persyaratan yang perlu disiapkan nasabah yaitu buku tabungan, kartu ATM, dan KTP.

    Berikut cara daftar internet banking BRI lewat kantor cabang:

    • Kunjungi kantor cabang Bank BRI terdekat
    • Sampaikan ke petugas jika kamu akan mendaftar internet banking BRI
    • Petugas akan memberikan nomor antrian dan formulir yang harus kamu isi
    • Siapkan nomor telepon dan email aktif
    • Isi formulir pendaftar internet banking BRI
    • Serahkan formulir ke Customer Service
    • Custormer Service akan memproses permohonan pendaftaran BRI Internet Banking
    • Selanjutnya nasabah akan diminta untuk aktivasi m-Token
    • Ikuti instruksi dari Customer Service untuk menyelesaikan proses registrasi
    • Jika proses pendaftaran selesai, nasabah sudah bisa menggunakan layanan BRI internet banking seperti cek saldo, cek mutasi rekening, transfer saldo, pembayaran, dan lainnya.

    Nah, itulah cara daftar internet banking BRI yang bisa kamu lakukan dengan mudah. Setelah membuat akun BRI Internet Banking, kamu sudah bisa menikmati layanan perbankan dari bank BRI kapanpun dan dimanapun.

  • 2 Cara Transfer Uang Lewat ATM BRI, Sesama BRI dan Bank Lain

    2 Cara Transfer Uang Lewat ATM BRI, Sesama BRI dan Bank Lain

    Bagi nasabah bank BRI, cara transfer uang lewat ATM BRI masih sangat sering dilakukan. Pasalnya, masih banyak nasabah yang belum memahami metode transfer melalui mobile banking, SMS banking, dan Internet Banking.

    Selain itu, umumnya setiap nasabah yang membuka rekening di Bank BRI tidak langsung mengaktivasi fitur SMS banking, Internet banking, atau mobile banking-nya. Entah karena tidak memiliki smartphone atau karena memang tidak ada keinginan untuk mengaktifkan fitur tersebut.

    Dengan demikian, pada saat ingin melakukan transfer uang ke sesama BRI dan ke Bank Lain masih menggunakan cara konvensional, yaitu melalui ATM BRI atau langsung ke teller dengan mengambil antrian.

    Nah, bagi yang belum paham cara transfer uang lewat ATM BRI ke Bank Lain atau ke sesama BRI, simak informasi selengkapnya berikut ini.

    Daftar Kode Transfer Bank

    Saat ingin melakukan transfer uang dari ATM BRI ke Bank Lain, dibutuhkan kode transfer Bank yang akan dikirimkan uang, untuk itu kamu perlu mengetahuinya.

    Berikut daftar kode transfer bank yang perlu kamu ketahui:

    No.Nama BankKode
    1Bank BCA014
    2Bank Mandiri008
    3Bank BNI009
    4Bank Syariah Indonesia (eks BNI Syariah)*427
    5Bank BRI002
    6Bank Syariah Indonesia (eks Mandiri Syariah)*451
    7Bank CIMB Niaga022
    8Bank CIMB Niaga Syariah022
    9Bank Muamalat147
    10Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN)213
    11JENIUS213
    12Bank Syariah Indonesia (eks BRI Syariah)*422
    13Bank Tabungan Negara (BTN)200
    14Permata Bank013
    15Bank Danamon011
    16Bank BII Maybank016
    17Bank Mega426
    18Bank Sinarmas153
    19Bank Commonwealth950
    20Bank OCBC NISP028
    21Bank Bukopin441
    22Bank BCA Syariah536
    23Citibank031
    24Bank Ekspor Indonesia003
    25Bank Panin019
    26Bank Arta Niaga Kencana020
    27Bank Jabar dan Banten (BJB)110
    28Bank DKI111
    29BPD DIY112
    30Bank Jateng113
    31Bank Jatim114
    32BPD Jambi115
    33BPD Aceh, BPD Aceh Syariah116
    34Bank Sumut117
    35Bank Nagari118
    36Bank Riau119
    37Bank Sumsel Babel120
    38Bank Lampung121
    39Bank Kalsel (Kalimantan Selatan)122
    40Bank Kalbar (Kalimantan Barat)123
    41Bank Kaltimtara (Kalimantan Timur dan Utara)124
    42Bank Kalteng (Kalimantan Tengah)125
    43Bank Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Barat)126
    44Bank SulutGo (Sulawesi Utara dan Gorontalo)127
    45Bank NTB, NTB Syariah128
    46BPD Bali129
    47Bank NTT130
    48Bank Maluku Malut131
    49Bank Papua132
    50Bank Bengkulu133
    51Bank Sulteng (Sulawesi Tengah)134
    52Bank Sultra135
    53Bank UOB Indonesia 023
    54American Express Bank LTD 030
    55JP. Morgan Chase Bank, N.A 032
    56Bank of America, N.A 033
    57ING Indonesia Bank 034
    58 China Construction Bank Indonesia 036
     59Bank Artha Graha Internasional 037
     60Bank Credit Agricole Indosuez 039
     61The Bangkok Bank Comp. LTD 040
     62The Hongkong & Shanghai B.C. (Bank HSBC) 041
     63The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ LTD 042
     64Bank DBS Indonesia 046
     65Bank Resona Perdania 047
     66Bank Mizuho Indonesia048 
     67Standard Chartered Bank 050
     68Bank Keppel Tatlee Buana 053
     69Bank Capital Indonesia 054
     70Bank BNP Paribas Indonesia 057
     71Korea Exchange Bank Danamon 059
     72 Bank BJB Syariah 425
     73Bank ANZ Indonesia 061
     74Deutsche Bank AG. 067
     75Bank Of China  069
     76Bank Bumi Arta 076
     77Bank Ekonomi 087
     78Bank JTRUST095 
     79Bank Mayapada 097
     80Bank Nusantara Parahyangan 145
     81Bank of India Indonesia 146
     82Bank Mestika Dharma 151
     83Bank Metro Express (Bank Shinhan Indonesia) 152
     84Bank Maspion Indonesia 157
     85Bank Ganesha 161
     86Bank Windu Kentjana 162
     87Halim Indonesia Bank (Bank ICBC Indonesia) 164
     88Bank Harmoni International 166
     89Bank QNB Kesawan (Bank QNB Indonesia) 167
     90Bank Woori Saudara 212
     91Bank Swaguna 405
     92Bank Bisnis Internasional 459
     93Bank Sri Partha 466
     94Bank Jasa Jakarta 472
     95Bank Bintang Manunggal 484
     96Bank Bumiputera (Bank MNC) 485
     97Bank Yudha Bhakti 490
     98Bank BRI Agro 494
     99Bank Indomonex (Bank SBI Indonesia) 498
    100Bank Royal Indonesia 501
    101Bank Alfindo (Bank National Nobu) 503
    102Bank Syariah Mega 506
    103Bank Ina Perdana 513
    104Bank Harfa 517
    105 Prima Master Bank 520
    106Bank Persyarikatan Indonesia 521
    107 Bank Dipo International (Bank Sahabat Sampoerna) 523
    108Bank Akita 525
    109Liman International Bank 526
    110Anglomas Internasional Bank 531
    111Bank Kesejahteraan Ekonomi 535
    112Bank BCA Syariah536
    113Bank Artos IND 542
    114Bank Purba Danarta 547
    115Bank Multi Arta Sentosa 548
    116Bank Mayora Indonesia 553
    117Bank Index Selindo 555
    118Centratama Nasional Bank 559
    119Bank Fama Internasional 562
    120Bank Mandiri Taspen Pos 564
    121Bank Victoria International 566
    122 Bank Harda 567
    123BPR KS 688
    124Bank Agris 945
    125 Bank Merincorp 946
    126Bank Maybank Indocorp 947
    127Bank CTBC (China Trust) Indonesia 949

    Syarat Transfer Uang Lewat ATM BRI

    Sebelum mengikuti cara transfer uang lewat ATM BRI, sebaiknya kamu perlu mengetahui apa saja syaratnya agar proses transfer dapat berjalan dengan lancar.

    Adapun syarat transfer uang lewat ATM BRI ke bank lain atau sesama nasabah BRI, yaitu:

    1. Biaya transfer sesama BRI tidak ada alias gratis
    2. Transfer dari BRI ke Bank Lain dikenakan biaya Rp 6.500 (enam ribu lima ratus)
    3. Minimal transfer sesama bank BRI Rp 1 (satu rupiah)
    4. Minimal transfer ke Bank lainnya Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah)
    5. Limit transfer bank BRI tergantung dari jenis kartu yang digunakan nasabah (periksa jenis kartu yang kamu gunakan)

    Cara Transfer Uang Lewat ATM BRI ke BRI

    Cara Transfer ATM BRI ke BRI
    Sumber: oyindonesia.com

    Jika kamu sudah mengetahui kode bank yang ingin ditransferkan uang dan sudah mengetahui syaratnya. Selanjutnya, kamu bisa melakukan transfer uang lewat ATM BRI ke BRI.

    Cara transfer uang lewat ATM BRI untuk sesama nasabah BRI, langkah-langkahnya sebagai berikut:

    • Kunjungi ATM BRI terdekat
    • Masukkan Kartu ATM pada slot mesin ATM BRI
    • Pilih Bahasa Indonesia untuk memudahkan
    • Masukkan kode PIN ATM BRI
    • Klik menu “Transaksi Lainnya
    • Pilih menu “Transfer
    • Masukkan kode bank BRI 002 + nomor rekening BRI
    • Masukkan Nominal yang ingin di transfer
    • Pilih “Benar” untu konfirmasi
    • Masukkan Nomor Referensi (opsional)
    • Pilih “Ya
    • Pilih sumber dana, dari rekening “Tabungan” atau “Giro
    • Tunggu beberapa saat hingga bukti transfer keluar dari mesin ATM
    • Selesai

    Cara Transfer Uang Lewat ATM BRI ke Bank Lain

    Cara Transfer Uang Lewat ATM BRI ke Bank Lain
    Sumber: oyindonesia.com

    Selain bisa melakukan transfer ke sesama nasabah BRI, kamu juga bisa transfer uang lewat ATM BRI ke bank lain dengan syarat harus mengetahui kode bank tujuan.

    Berikut cara transfer uang lewat ATM BRI ke bank lain:

    • Kunjungi mesin ATM BRI terdekat
    • Masukkan Kartu ATM ke mesin ATM BRI
    • Pilih Bahasa Indonesia
    • Masukkan PIN ATM
    • Pilih menu “Transaksi Lainnya
    • Lalu pilih menu “Transfer
    • Selanjutnya kamu akan diminat untuk memasukkan Kode Bank dan Nomor Rekening Tujuan
    • Untuk mengetahui kode bank, kamu bisa masuk ke menu “Daftar Kode Bank” atau melihat pada tabel daftar kode bank yang sudah kami cantumkan diatas.
    • Jika sudah mengetahui kode bank yang akan dikirimkan uang, selanjutnya masukkan Kode Bank + Nomor Rekening Tujuan. Misalnya: 00222590100XXXXX
    • Apabila nomor rekening kode bank dan nomor rekening tujuan sudah benar, pilih “Benar
    • Masukkan Nominal Transfer
    • Lalu pilih “Benar
    • Masukkan Nomor Referensi (opsional)
    • Pilih “Selanjutnya
    • Periksa kembali informasi detail transfer, jika semua dirasa sudah benar pilih “Ya
    • Jika ada informasi yang salah pilih “Tidak
    • Selanjutnya pilih sumber dana, dari rekening “Tabungan” atau “Giro
    • Tunggu sampai bukti transfer keluar dari mesin ATM
    • Kemudian untuk melakukan transaksi lainnya pilih “Ya” atau jika selesai pilih “Tidak
    • Ambil kartu ATM kamu dari mesin ATM
    • Selesai

    Demikianlah cara transfer uang lewat ATM BRI sesama nasabah BRI dan cara transfer uang lewat ATM BRI ke Bank lain.

    Kembali kami tekankan agar mengetahui syarat dan ketentuan yang berlaku saat ingin melakukan transfer uang lewat ATM BRI, agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar.

  • Mudah! 3 Cara Mengaktifkan Rekening BRI yang Sudah Mati/Tidak Aktif

    Mudah! 3 Cara Mengaktifkan Rekening BRI yang Sudah Mati/Tidak Aktif

    Apa penyebab nomor rekening tidak aktif? Penyebabnya rekening tidak pernah digunakan untuk melakukan transaksi dalam jangka waktu yang lama, bahkan lebih dari 2 tahun. Cara mengaktifkan rekening BRI yang sudah tidak aktif dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

    Cara tersebut dapat digunakan agar rekening BRI yang sudah tidak aktif dapat diaktifkan lagi dan digunakan untuk transaksi. Selain itu, pastikan juga untuk melakukan pengecekan dulu untuk mengetahui rekening masih aktif, dalam masa dormant, pasif, atau memang tidak aktif.

    Lengkapi juga berbagai syarat yang diperlukan untuk kembali mengaktifkan rekening BRI. Tidak usah bingung tentang cara pengecekan, syarat, dan cara mengaktifkan kembali nomor rekening BRI. Kamu bisa mempelajari pengaktifan rekening BRI dengan membaca artikel ini!

    Cara Mengaktifkan Kembali Rekening BRI yang Sudah Mati

    Bagaimana cara yang harus dilakukan agar rekening Bank BRI dapat digunakan kembali setelah nonaktif?

    Sebetulnya, cara ini tidak ada bedanya dengan yang dilakukan pada Bank BCA, bisa kamu baca pada artikel ini.

    Berikut ini langkah-langkah untuk mengaktifkan kembali rekening Bank BRI yang sudah nonaktif karena lama tidak digunakan, yaitu:

    1. Pastikan Bahwa Rekening BRI Memang Sudah Tidak Aktif

    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kembali bahwa rekening BRI yang kamu miliki memang sudah tidak aktif. Berikut ini ciri-ciri rekening BRI yang sudah di-nonaktifkan oleh pihak Bank BRI, yaitu:

    • Rekening BRI sudah tidak pernah digunakan untuk melakukan transaksi dalam waktu yang lama.
    • Rekening BRI sudah lama tidak dipakai dalam kurun waktu tertentu.
    • Saldo yang ada di dalam rekening berada di bawah saldo minimum, artinya tidak ada saldo yang bisa ditarik oleh Bank BRI sebagai biaya admin per bulan.
    • Muncul keterangan “Transaksi Ditolak oleh Bank Anda, Harap Hubungi Bank Anda” ketika kamu melakukan pengecekan “Cek Saldo” di mesin ATM.
    • Rekening Bank BRI sudah tidak dapat menerima dana yang ditransfer dari rekening lainnya.
    • Jika rekening anda tidak aktif, maka akan muncul peringatan: “rekening tujuan transfer tidak ditemukan atau sudah tidak aktif“.

    Selain itu, rekening Bank BRI juga akan non-aktif ketika tidak digunakan dalam waktu tertentu berdasarkan jenis tabungannya.

    Pada umumnya seluruh Bank menerapkan status rekening tidak aktif jika sudah tidak memiliki saldo untuk ditarik sebagai biaya admin. Dan otomatis berstatus dormant jika lewat dari 6 bulan.

    Dalam satu kasus, jika yang terjadi adalah saldo rekening yang kamu miliki cukup banyak, dan diperkirakan dapat menutupi biaya admin selama tidak ada transaksi, maka cara mengaktifkan rekening BRI yang sudah lama tidak dipakai dapat dilakukan hanya dengan melakukan satu kali transaksi.

    Setelah itu, rekening BRI milikmu kembali aktif dan normal. Cara mengatifkan rekening dormant BRI di atas dapat dilakukan tanpa ke BANK.

    Namun ada beberapa perbedaan pada jenis tabungan.

    Berikut ini ketentuan masa aktif untuk rekening tabungan BritAma Bank BRI, yaitu:

    • Status Dormant: saldo rekening dibawah saldo minimum dan tidak melakukan transaksi secara berturut-turut selama 540 hari.
    • Status Pasif: Pada hari ke 540 + 1 hari.
    • Status Tidak aktif: Pada hari ke 541 + 1 hari.

    Berikut ini ketentuan masa aktif untuk rekening tabungan Simpedes Bank BRI, yaitu:

    • Status Dormant: saldo rekening dibawah saldo minimum dan tidak melakukan transaksi secara berturut-turut selama 365 hari.
    • Status Pasif: Pada hari ke 365 + 1 hari.
    • Status Tidak aktif: Pada hari ke 366 + 1 hari.

    Ketika rekening Bank BRI sudah tidak aktif, maka rekening tersebut tidak dapat digunakan untuk transaksi secara online, baik melalui ATM, Internet Banking, maupun Mobile Banking.

    Baca juga: 12 Aplikasi Cari Jodoh Luar Negeri Ada yang Khusus Islam

    2. Persiapkan Syarat-syarat untuk Melakukan Mengaktifkan Rekening BRI

    Ketika sudah memastikan bahwa rekening Bank BRI memang tidak aktif, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan semua syarat agar bisa kembali mengaktifkan rekening tersebut.

    Berikut ini beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam cara mengaktifkan rekening yang tidak aktif, yaitu:

    • Kartu ATM Bank BRI dan buku tabungannya.
    • KTP atau identitas pemilik rekening Bank BRI tersebut.
    • Mempersiapkan uang untuk membayar setoran awal dan biaya lainnya.

    Berapa besarnya biaya untuk mengaktifkan kembali rekening BRI? Kamu hanya perlu mengeluarkan uang untuk setoran awal sebesar Rp 100.000 hingga Rp 500.000 yang nantinya juga akan masuk ke rekening bank.

    Selain itu, siapkan juga uang untuk membayar materai Rp 6.000 atau Rp 10.000 yang akan digunakan saat mengisi formulir.

    Kamu juga bisa menghubungi pihak Customer Service Bank BRI terdekat untuk bertanya terlebih dahulu tentang syarat-syarat mengaktifkan kembali rekening yang tidak aktif.

    3. Datang Langsung ke Kantor Cabang Bank BRI Terdekat

    Cara mengaktifkan rekening BRI yang sudah tidak aktif secara offline dan lama tidak dipakai, dapat dilakukan dengan langsung datang ke kantor cabang Bank BRI terdekat.

    Sebaiknya datang ke bank lebih pagi atau awal, agar mendapat nomor antrean awal.

    Ketika datang ke kantor cabang Bank BRI, maka langsung saja temui satpam untuk mendapatkan nomor antrean. Kamu akan diarahkan untuk mengantre pada Customer Service Bank BRI sebagai tempat layanan mengaktifkan kembali nomor rekening.

    4. Lakukan Semua Prosedur Sesuai dengan Arahan Customer Service

    Cara mengaktifkan rekening BRI yang sudah tidak aktif selanjutnya adalah mengikuti semua arahan dari CS. Berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan agar rekening Bank BRI aktif kembali, yaitu:

    • Memberikan informasi kepada CS tentang keinginan untuk mengaktifkan kembali rekening bank.
    • Menyerahkan semua dokumen persyaratan yang telah dipersiapkan, seperti KTP, kartu ATM, dan buku rekening.
    • Mengisi formulir yang diberikan oleh pihak CS dengan lengkap dan benar tanpa adanya kesalahan atau manipulasi.
    • Setelah itu, kamu hanya perlu menyerahkan formulir tersebut untuk dicek dan diproses oleh CS.
    • Customer Service akan melakukan proses verifikasi dan mengaktifkan kembali nomor rekening Bank BRI sesuai data yang telah diserahkan.
    • Tunggulah proses aktivasi kembali dilakukan oleh CS hingga selesai.
    • Jangan lupa untuk menyerakan sejumlah uang sekitar Rp 100.000 hingga Rp 500.000 sebagai setoran awal rekening Bank BRI yang diaktifkan kembali.
    • Ketika CS Bank BRI selesai melakukan semua proses yang diperlukan, maka rekening Bank BRI milik kamu sudah aktif kembali dan dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi di ATM, Internet Banking, maupun Mobile Banking.

    Cara mengaktifkan rekening BRI yang sudah tidak aktif dapat digunakan agar rekening Bank BRI dapat kembali digunakan untuk melakukan transaksi.

    Sejauh ini tidak ada cara lain selain menghubungi CS Bank BRI dan datang ke Kantor cabang terdekat untuk bisa mengaktifkan rekenign BRI yang sudah lama tidak dipakai.

    Jangan lupa bawa lengkapi syarat dan ketentuan dengan tepat agar proses aktivasi kembali dapat dilakukan!

    FAQ

    Apakah rekening BRI pasif masih bisa menerima transfer?

    Ketika bertransaksi di ATM, akan ditampilkan pemberitahuan jika transaksi telah gagal karena rekening berstatus dormant atau pasif. Tidak dapat menerima transfer dari rekening lain.

    Berapa lama buku rekening BRI mati?

    Jika rekening Bank BRI tidak ada saldo selama 6 bulan berturut-turut, rekening tabungan biasanya ditutup otomatis oleh bank.