Tag: Rekening Bank

  • Ternyata Gaji TikTok 25K Follower Sampai Angka Segini, Wajar?

    Ternyata Gaji TikTok 25K Follower Sampai Angka Segini, Wajar?

    Sekarang lewat aplikasi TikTok lahir para konten kreator dan influencer yang membuat video-video menarik. Selain itu, lewat aplikasi TikTok Kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Tentu penasaran bukan berapa gaji TikTok 25k follower?

    TikTok adalah aplikasi yang tengah viral sampai sekarang dan mendatangkan banyak manfaat.

    Salah satunya adalah dengan menghasilkan video yang bisa mengedukasi banyak orang seperti video tentang kesehatan atau rekomendasi.

    Sumber Penghasilan TikToker

    Sebagai seorang TikToker yang sudah memiliki banyak followers tentu bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraup banyak penghasilan. Ada beberapa sumber penghasilan seorang TikToker yaitu sebagai berikut:

    1. Program Creator Fund

    Jika ingin menambah penghasilan yang banyak seperti gaji TikTok Ria Ricis, Kamu bisa mengikuti program Creator Fund. TikTok Creator Fund adalah program pendanaan dari TikTok yang sudah ada sejak Agustus 2020 lalu.

    Tentu saja syaratnya cukup sulit yaitu harus memiliki akun TikTok Pro, followers minimalnya adalah 10 ribu dengan jumlah viewers 10 ribu juga dalam 30 hari.

    Baca juga: 4 Aplikasi untuk Mengetahui Nama Kontak Kita di WA Orang Lain

    2. Pihak Sponsor

    Rata-para para kreator di akun TikTok 25k follower mendapatkan tambahan penghasilan dari pihak sponsor. Biasanya pihak sponsor akan mengajak Kamu bekerjasama dalam bentuk promosi produk, jasa atau sebuah event.

    3. Pelaku Bisnis / Endorse

    Sumber penghasilan terakhir dari seorang TikToker adalah dari para pelaku bisnis. Pelaku bisnis biasanya memberikan tawaran endorsement, kemitraan berbayar atau promosi lalu memberikan bayaran.

    Berapa Gaji TikTok 25K Followers?

    Tentu saja Kamu penasaran bukan berapa sebenarnya gaji TikTok 25k follower?  Nominal gaji yang diberikan kepada kreator umumnya berbeda-beda tergantung dari berapa jumlah pengikutnya. Di bawah ini ada informasi selengkapnya:

    1. Gaji TikToker Pemula

    1k followers TikTok biasanya akan mendapatkan gaji sebesar $1.37 – $2.5 setiap bulannya. Gaji ini memang sedikit mengingat jumlah pengikutnya baru 1000 orang. Angka ini setara dengan 20 sampai 30 ribu setiap bulannya.

    2. Gaji TikTok 10 ribu followers

    Lantas untuk gaji TikToker yang sudah memiliki followers sebanyak 10 ribu biasanya mendapatkan gaji per bulan $6.89 – $10.33. Gaji ini setara dengan 100 sampai 150 ribu, namun bisa saja lebih tinggi atau lebih rendah.

    3. Gaji TikToker 25 ribu followers

    Adapun untuk gaji TikTok 25k follower estimasi per bulannya adalah $40 – $60. Angka ini setara dengan Rp560 sampai dengan 854 ribu setiap bulannya. Penghasilan ini sepertinya sepadan mengingat viewersnya pasti sudah banyak.

    4. Gaji TikToker 100k followers

    Lantas berapakah gaji yang bisa didapatkan TikToker jika sudah mencapai angka ratusan ribu? Gaji yang didapatkan kreator dengan jumlah pengikut ratusan ribu adalah 500 sampai dengan 750 ribu setiap bulannya.

    5. Gaji TikToker 1 Juta Followers

    Ada pertanyaan mengenai berapa gaji TikTok 1 juta followers? Tentu saja penghasilannya sangat lumayan mengingat jumlah pengikutnya juga banyak. Ada yang mengatakan bahwa penghasilannya bisa mencapai angka puluhan juta rupiah setiap bulannya.

    6. Gaji TikToker 2 juta followers

    Jika kreator dengan pengikut 1 juta orang mendapatkan gaji puluhan juta, lantas berapa gaji TikTok 2m followers? Penghasilan yang didapatkan beragam yakni dari 35 juta sampai 40 juta rupiah. Akun dengan jumlah pengikut tinggi ini biasanya sudah memiliki tim di balik layar.

    Trik Agar Followers TikTok Bertambah

    Mungkin Kamu bertanya-tanya mengapa gaji TikTok saya sedikit? Hal itu bisa disebabkan karena jumlah followersnya masih kurang. Untuk menambah jumlah followers gunakan tips di bawah ini:

    1. Temukan Target

    Target audience Kamu tentu saja harus tepat karena akan berpengaruh terhadap followers yang ingin Kamu dapatkan. Jika sudah menentukan target, maka akun Kamu akan dengan mudah untuk berinteraksi dengan para followers lain.

    2. Membuat Konten yang Menarik

    Ada banyak niche yang bisa Kamu pilih untuk konten di akun TikTok. Kamu memang harus memikirkan ide konten yang benar-benar menarik, Kamu juga bisa belajar untuk mengedit video menggunakan berbagai aplikasi.

    3. Memanfaatkan Hastag

    Bagi TikToker pemula, tidak ada salahnya untuk memanfaatkan hastag saat mengunggah video. Cari tagar yang memang sedang viral, jadi video Kamu bisa naik dan ditonton oleh banyak orang.

    Ternyata gaji TikTok 25k follower sangat menggiurkan bukan?

    Mendapatkan penghasilan tambahan dari TikTok tentu saja tidak mudah, Kamu harus bisa membuat konten-konten menarik yang sesuai dengan target audience Kamu. 

  • Cara Mengatasi M BCA Tidak Bisa Transfer, Mudah dan Praktis!

    Cara Mengatasi M BCA Tidak Bisa Transfer, Mudah dan Praktis!

    Layanan online dari BCA yang bernama BCA Mobile atau m-BCA, membuat para nasabahnya semakin mudah untuk melakukan berbagai macam transaksi. Meskipun begitu, masalah m BCA tidak bisa transfer masih kerap dirasakan oleh para penggunanya.

    Tentu saja, hal ini justru membuat nasabah BCA menjadi kesulitan, terlebih lagi pada saat harus transaksi di waktu yang mendesak. Pada akhirnya, mau tidak mau mereka harus melakukan metode transaksi konvensional, seperti ke ATM atau ke kantor cabang.

    Nah, masalah kegagalan transfer via BCA Mobile tersebut, memang tidak seharusnya terjadi. Jadi jika kamu mengalaminya, maka tidak usah khawatir. Mari kita bahas mengenai BCA tidak dapat transfer lengkap dengan penyebab dan juga solusi untuk mengatasinya.

    Kenapa M-BCA Tidak Bisa Transfer?

    Setelah proses pendaftaran akun m-BCA sudah berhasil dan kode akses telah didapatkan, tentunya kamu bisa langsung menggunakan BCA banking untuk berbagai transaksi. Sayangnya, beberapa kasus menyebutkan jika banyak pengguna BCA Mobile yang menemui kendala, sehingga tidak bisa transfer.

    Baca juga: Cara Pinjam Uang di Bank BCA untuk Karyawan dan Mahasiswa, Terbaru

    Selain transfer, biasanya akun tersebut juga tidak bisa digunakan untuk transaksi-transaksi yang lainnya. Bahkan ada pula yang mengaku bahwa akunnya tidak bisa dibuka atau untuk login. Walaupun terlihat sederhana, namun masalah ini bisa menjadi serius jika tidak segera ditangani.

    Ditakutkan, nantinya akun m-BCA yang kamu miliki telah diretas oleh pihak dikenal atau terjadi masalah lain yang bisa merugikanmu. Oleh sebab itu, jika masalah ini terjadi kamu harus segera menyelesaikannya secepat mungkin.

    Penyebab M Banking BCA Tidak Bisa Transfer

    Penyebab M Banking BCA Tidak Bisa Transfer

    Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, jika masalah m-BCA yang tidak bisa transfer atau transaksi lain ini, tidak terjadi begitu saja. Terdapat bermacam-macam faktor yang bisa menyebabkan masalah tersebut terjadi. Namun secara umum, biasanya masalah tersebut terjadi karena beberapa hal di bawah ini.

    1. Koneksi internet yang tidak stabil

    Penyebab yang pertama dan paling umum adalah kondisi koneksi internet yang buruk atau tidak stabil. Perlu untuk diketahui, bahwa layanan m-banking BCA ini memerlukan koneksi internet untuk mengaksesnya. Apabila kondisi internet sedang buruk, bisa saja membuat transaksi gagal.

    2. Saldo yang tidak cukup

    Saldo yang tidak cukup, ternyata juga bisa membuat proses transaksi melalui m-banking BCA jadi gagal. Tentu saja kamu sudah tahu, jika ada batasan saldo tertentu yang harus mengendap dalam rekening setelah proses transfer. Nah, jika jumlahnya tidak mencapai batas, maka kamu tidak bisa transfer.

    3. Memasukkan nomor yang salah

    Sebelum mengirimkan uang ke rekening tertentu, biasanya sistem bank akan menemukan dan menunjukkan identitas rekening yang dituju. Hal itu mengindikasikan bahwa rekening yang dituju tersebut memang ada. Jika nomor yang ditulis salah, maka transfer tidak bisa dilakukan karena rekening tidak ada.

    4. m-PIN yang dimasukan salah

    Ketika menggunakan m-banking BCA, maka langkah terakhir sebelum transfer atau mengirimkan uang adalah dengan memasukkan m-PIN. Jika m-PIN yang kamu masukkan salah, maka proses transfer pun akan gagal. Bahkan jika kesalahan tersebut terjadi 3 kali berturut-urut, akun BCA Mobile bisa diblokir.

    5. Server error dan adanya maintenance

    Ketika server m-banking BCA sedang error atau sedang terjadi maintenance alias pemeliharaan, biasanya membuat para penggunanya tidak bisa melakukan berbagai transaksi. Nah, pemeliharaan sistem ini akan terjadi selama beberapa waktu sekali.

    6. Telah mencapai limit transfer

    Kegagalan transfer melalui BCA Mobile juga bisa terjadi karena jumlah transfer yang kamu lakukan sudah mencapai limit atau batasan. Nah, untuk limit transfer sendiri, nantinya akan menyesuaikan dengan jenis kartu ATM yang kamu gunakan.

    Cara Mengatasi BCA Mobile Tidak Bisa Transfer

    Setelah tahu beberapa hal yang bisa menyebabkan BCA Mobile yang tidak dapat transfer di atas, kini saatnya untuk mengetahui solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Nah, kamu bisa menyesuaikan faktor penyebab dengan cara penanganan berikut ini.

    1. Memastikan koneksi internet stabil

    Apabila masalah kegagalan transfer terjadi karena kondisi internet buruk, maka cara untuk mengatasinya adalah dengan mengganti koneksi yang bagus. Misalnya saja seperti menggunakan Wi-Fi, ataupun meminta teman untuk meminjam koneksi hotspot milik mereka.

    2. Mengisi saldo rekening

    Kemudian untuk masalah yang terjadi karena jumlah saldo di dalam rekening tidak cukup, sebenarnya cara mengatasinya cukup mudah. Yakni kamu bisa mengisi dulu saldo ke dalam rekening BCA tersebut sebelum melakukan transfer.

    Untuk mengisi ulang saldo sendiri, kamu bisa melakukannya melaui teller, ATM setor tunai, transfer dari dompet digital, dan lain sebagainya. Pada intinya, isilah saldo dengan nominal yang cukup untuk melakukan transfer nantinya.

    3. Memastikan m-PIN yang dimasukkan sudah benar

    Solusi yang paling tepat untuk masalah gagal transfer karena salah input m-PIN, yakni dengan memastikan ulang jika m-PIN yang dimasukkan memang benar. Jika kamu ragu jangan dipaksakan, karena akun BCA Mobile milikmu justru bisa diblokir.

    Pemblokiran akun tersebut, akan dilakukan oleh pihak BCA jika kamu salah memasukkan m-PIN hingga 3 kali secara berurut-urut. Apabila sudah terlanjur diblokir, maka kamu harus mengurus pembukaan blokir di kantor cabang terdekat.

    4. Menunggu server pulih dan maintenance selesai

    Jika kegagalan transfer dikarenakan adanya maintenance atau server yang sedang error, maka kamu tidak bisa melakukan apapun selain menunggu hingga server BCA pulih kembali. Ya, biasanya maintenance ini akan berlangsung paling tidak 24 jam.

    Oleh sebab itu, kamu perlu mengecek BCA Mobile secara berkala untuk memastikan jika pemeliharaan server sudah selesai. Selain itu, biasanya kamu harus mengupdate aplikasi BCA Mobile yang digunakan setelah maintenance selesai.

    5. Memperhatikan limit transfer

    Untuk mengatasi kegagalan yang terjadi pada saat ingin transfer via m-banking BCA berikutnya, yakni dengan memperhatikan limit transfer. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika limit transfer sendiri tergantung dengan jenis rekening yang kamu gunakan.

    Maka dari itu, coba cek dulu jenis rekening apa yang kamu gunakan, dan pastikan berapakah batasan atau limit transfer yang berlaku. Pasalnya, jika telah melebihi limit transfer dalam satu yang berlaku, maka kamu harus menunggu sampai keesokan harinya untuk bisa melakukan transfer lagi.

    6. Menghubungi HaloBCA

    Apabila beberapa solusi di atas sudah dicoba namun proses transfer yang dilakukan di BCA Mobile tetap saja gagal, maka cara terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan menghubungi call center HaloBCA. Silahkan hubungi nomor 1500888 dan minta bantuan terkait masalah yang sedang dialami.

    Tidak usah khawatir, layanan tersebut siap untuk membantu para nasabah BCA selama 24 jam penuh. Jadi kamu bisa menghubunginya kapan saja, di saat-saat genting sekalipun. Nantinya pihak BCA akan memberi instruksi terkait solusi untuk mengatasi masalah gagal transfer yang dialami.

    Masalah seperti m-banking BCA tidak bisa transfer tersebut, memang sudah biasa terjadi. Akan tetapi, sebagian besar nasabah yang mengalaminya, mampu mengatasinya dengan cepat. Jadi kamu tidak perlu panik, langsung saja coba beberapa solusi yang sudah dijelaskan di atas tadi.

  • 2 Cara Mengatasi Akun Dana Dibekukan dan Ciri-cirinya, Terbukti Ampuh!

    2 Cara Mengatasi Akun Dana Dibekukan dan Ciri-cirinya, Terbukti Ampuh!

    Bagi kamu yang menggunakan dompet digital DANA, pernahkah mengalami masalah tidak bisa transaksi. Ya, salah satu penyebab dari masalah tersebut adalah akun yang dibekukan. Berkaitan dengan hal tersebut, kali ini kita akan membahas tentang ciri ciri akun DANA dibekukan, penyebab dan solusinya.

    Ya, untuk saat ini, DANA menjadi salah satu penyedia layanan dompet digital yang sudah digunakan banyak orang. Penggunaan dompet digital yang satu ini memang terasa memudahkan berbagai macam transaksi, seperti transfer ke rekening bank, transfer ke sesama DANA, top-up, beli pulsa, dan lain-lain.

    Namun jika akun yang digunakan telah dibekukan, tentu saja setiap transaksi akan gagal. Terlebih dalam keadaan genting, tentu saja rasanya akan panik, bukan? Nah, bagi kamu yang mengalami masalah tersebut tidak usah khawatir, simak dulu beberapa informasi yang akan dijelaskan di bawah ini.

    Penyebab Akun Dana Dibekukan

    Pembekuan akun yang dilakukan oleh pihak DANA sendiri bukan terjadi karena tanpa alasan. Sebenarnya hal ini dilakukan juga untuk keamanan data dan juga saldo yang ada di akun Anda. Nah, berikut ini beberapa penyebab dari masalah pada akun DANA tersebut.

    Baca juga: 10+ Artis Tiktok Tercantik dan Viral di Indonesia, Pilihan Netizen

    1. Transaksi yang dinilai tidak wajar

    Penyebab yang pertama, yakni terdeteksi adanya proses transaksi yang tidak wajah. Misalnya saja seperti klaim DANA dengan auto-click atau adanya pengiriman saldo yang terjadi secara terus menerus. Kegiatan-kegiatan tersebut dinilai spam dan bisa membuat akun DANA lain merugi.

    2. Data akun DANA yang tidak valid

    Untuk bisa menggunakan berbagai fitur yang ada di dalamnya, DANA mengharuskan para penggunanya untuk verifikasi data. Nah, proses input data yang tidak benar atau tidak valid, dapat menjadi penyebab mengapa pihak DANA membekukan akunmu.

    3. Memanfaatkan bug pada sistem DANA

    Sudah menjadi hal yang umum, jika adanya bug pada sistem DANA sering dimanfaatkan oleh para penggunanya. Tentu saja, pelanggaran dengan memanfaatkan bug sistem ini dilakukan untuk memperoleh keuntungan. Nah, sebagai tindak lanjut, DANA akan membekukan akun yang bersangkutan.

    4. PIN DANA yang tidak benar

    Pada saat login ke akun DANA, pengguna harus melakukan verifikasi dengan kode PIN. Apabila salah memasukkan PIN sampai tiga kali, maka secara otomatis akun tersebut akan dibekukan. Hal ini dilakukan untuk mencegah peretasan akun DANA para penggunanya.

    Baca juga: Mengurus Sendiri Visa Schengen? Tidak Terlalu Sulit, Simak Caranya di Sini

    5. Adanya indikasi penipuan

    Pengguna DANA bisa mengadukan adanya penipuan yang dilakukan oleh akun DANA lain. Jika DANA sudah melakukan kroscek dan memang terbukti adanya indikasi penipuan, maka salah satu tindakan yang akan dilakukan adalah membekukan akun tersebut.

    6. Multi-login akun DANA

    Perlu untuk Anda ketahui, bahwa akun DANA itu hanya bisa digunakan untuk login pada satu perangkat saja. Ketika ingin login ke perangkat lain, maka akun di perangkat yang satunya harus logout terlebih dahulu. Jika terdeteksi akun DANA digunakan login 2 perangkat bersamaan, maka akan bisa dibekukan.

    Ciri ciri Akun DANA Dibekukan

    Pada saat akun DANA yang kamu miliki telah dibekukan, maka akan muncul beberapa ciri yang akan memperjelas hal tersebut. Nah, untuk ciri ciri akun DANA telah dibekukan sendiri, kurang lebih adalah seperti yang ada di bawah ini.

    1. Muncul notifikasi pembekuan akun

    Muncul notifikasi pembekuan akun

    Ciri yang pertama, biasa akan muncul pemberitahuan atau notifikasi tentang pembekuan akun yang terjadi.

    Di dalam notifikasi tersebut, biasanya akan dijelaskan pula jenis pembekuan yang dilakukan, apakah itu pembekuan sementara atau pembekuan permanen.

    2. Akun tidak dapat digunakan untuk bertransaksi

    Akun tidak dapat digunakan untuk bertransaksi

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, di dalam DANA terdapat berbagai layanan transaksi yang bisa digunakan, seperti transfer ke sesama DANA, transfer ke rekening bank, top-up, membeli pulsa, dan lain sebagainya. Saat akun DANA diblokir, tentu saja setiap jenis transaksi tidak bisa dilakukan.

    3. Akun DANA logout secara otomatis

    Ciri-ciri akun DANA dibekukan yang berikutnya, yakni akun DANA yang sebelumnya login di HP kamu, akan logout secara otomatis.

    Jadi ketika kamu membuka aplikasi DANA, maka tampilannya akan seperti saat kamu baru saja menginstal aplikasi tersebut dan meminta untuk login akun.

    4. Aplikasi yang tidak bisa dibuka

    Bisa dibilang jika ciri-ciri yang satu ini memang cukup jarang terjadi, namun bukan berarti tidak terjadi.

    Nah, pada saat kamu tap logo aplikasi DANA untuk membukanya, maka aplikasi tersebut tidak bisa dibuka. Hal itu bisa menjadi salah satu ciri jika akun DANA milikmu sedang dibekukan.

    Syarat untuk Mengembalikan Akun Dana yang Telah Dibekukan

    Setelah tahu beberapa ciri-ciri akun DANA sudah dibekukan di atas, kini saatnya untuk mengembalikannya. Namun sebelum itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, agar pengembalian akun bisa langsung diproses oleh pihak DANA.

    • Email yang didaftarkan pada akun DANA bersangkutan.
    • Informasi transaksi transaksi yang telah dilakukan terakhir kali.
    • Kartu identitas asli (KTP/SIM/PASPOR) dari si pemilik akun DANA.
    • Nama asli yang terdaftar di akun DANA bersangkutan.
    • Nomor telepon aktif sesuai akun di DANA bersangkutan.
    • Perkiraan Saldo di dalam DANA yang dimiliki.

    Selain beberapa syarat yang ada di atas, kamu juga perlu melampirkan bukti pendukung agar proses pemulihan akun DANA bisa dilakukan lebih cepat. Jika tidak, biasanya pengembalian akun ini prosesnya akan memakan waktu yang cukup lama.

    Cara Mengatasi Akun Dana Dibekukan

    Setelah syarat dan bukti yang dibutuhkan sudah dipersiapkan, kini saatnya untuk segera mengembalikan akun tersebut. Nah, jadi ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk membuka pembekuan yang dilakukan oleh pihak DANA, yakni seperti berikut.

    1. Kembali login setelah beberapa jam

    Dalam pembekuan akun sementara, biasa DANA akan memberikan notifikasi yang isinya meminta pengguna untuk login akun kembali setelah satu jam. Biasanya notifikasi pembekuan selama 1 jam ini, terjadi karena kamu sudah 3 kali salah memasukkan PIN dana secara berurut-urut.

    Nah, kamu bisa coba mengikuti notifikasi tersebut, dengan mencoba untuk login lagi setelah beberapa jam. Namun pastikan kamu benar-benar mengingat PIN akun DANA dan jangan sampai salah lagi untuk kesempatan yang satu ini.

    Dan jika kamu benar-benar tidak bisa mengingatnya, alangkah baiknya untuk menggunakan opsi lupa password. Nantinya, pihak DANA akan memberitahukan PIN akun DANA kamu melalui email ataupun nomor ponsel yang bersangkutan dengan akun tersebut.

    2. Menghubungi customer service

    Apabila akun DANA milikmu dibekukan secara permanen, maka satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan menghubungi customer service untuk mengajukan banding pemulihan akun. Untuk melakukannya, kamu bisa menghubungi kontak CS DANA berikut ini.

    • Alamat email : Help@DANA.id
    • Nama sosial media : DANA Indonesia
    • Nomor telepon : 1500 445
    • Nomor WhatsApp : 08191 1500 445

    Jika sudah terhubung dengan pihak customer service, langsung saja katakan kronologi pembekuan akun DANA secara rinci. Oh iya, jangan lupa untuk melampirkan bukti pendukung juga.

    Dengan mengetahui sedikit informasi mengenai ciri ciri akun DANA dibekukan, penyebab, dan pengembalian akun DANA di atas, kamu bisa langsung melakukan tindakan saat masalah ini terjadi.

    Yang penting, jangan lupakan bukti yang valid saat ingin mengembalikan akun DANA yang dibekukan.

  • Cara Mengaktifkan Rekening BTN yang Sudah Mati, Mudah!

    Cara Mengaktifkan Rekening BTN yang Sudah Mati, Mudah!

    Berapa lama tidak bertransaksi melalui ATM? Jika sudah lama, Anda tentu perlu mengetahui cara mengaktifkan rekening BTN yang sudah mati. Jika tidak segera diurus, akun akan dihapuskan dari database bank.

    Hal mengerikan lainnya adalah, jika Anda memiliki sejumlah uang di dalamnya dengan nominal besar. Karena jika akun dihapuskan dari database, maka uang akan lenyap. Anda mungkin bisa kesulitan mengambilnya kembali.

    Anda mungkin terkejut bahwa akun rekening tidak bisa digunakan untuk bertransaksi menggunakan akunnya. Hal tersebut dikarenakan akun rekening Anda saat ini ditetapkan sebagai tidak aktif atau dalam bahasanya adalah dormant.

    Apa yang Terjadi Jika Rekening BTN Dormant / Mati Suri

    Jika mengalami status dormant, tentu akan ada berbagai pembatasan yang terjadi pada akunnya. Nasabah tidak bisa melakukan transaksi seperti biasanya karena banyak keterbatasan.

    BTN tidak menjelaskan secara jelas mengenai batasan yang akan dirasakan saat akun berstatus dormant. Bank hanya mengarahkan dan menyarankan nasabah agar mengikuti kebijakan lembaga sehingga akunnya akan aman.

    Baca juga: Mengurus Sendiri Visa Schengen? Tidak Terlalu Sulit, Simak Caranya di Sini

    Karena tidak dijelaskan secara rinci, Kami akan memberikan penjelasan secara umum sehingga nasabah mengerti apa saja pembatasannya. Perlu diingat bahwa setiap bank memiliki kebijakan pembatasannya masing-masing.

    Sebagian besar bank akan memberlakukan pembatasan terhadap transaksi ATM, internet-banking, aplikasi-banking. Bahkan, beberapa bank akan memperpanjang batasannya untuk memeriksa transaksi. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada aktivitas illegal tidak.

    Agar nasabah bisa mengakses internet, phone banking, dan ATM tentu harus mengurusnya terlebih dahulu.

    Selain diputus aksesnya ke ATM, internet, dan phone banking, nasabah juga tidak akan menerima penerbitan buku cek baru. Nasabah juga tidak bisa mendapatkan kartu debit baru saat sudah waktunya mengganti.

    Tidak sampai di situ saja, nasabah juga masih akan merasakan pembatasan dalam beberapa hal lainnya. Karena akun pasif, nasabah tidak bisa menarik, dan melakukan transfer uang ke seluruh rekenign lainnya.

    Untuk melindungi pemilik akun rekening, pihak bank tidak mengizinkan Anda mengubah tanda tangan, email, dan kontak. Selain itu, tidak diberlakukannya penambahan serta penghapusan pemegang bersama.

    Bagaimana Mencegah Akun Rekening Bank BTN Agar Tidak Mati?

    Cara termudah untuk mencegah akun dormant atau tidak adalah dengan melakukan transaksi kecil secara teratur. Mungkin ini terlihat sebagai setoran kecil biasa yang tidak memiliki pengaruh terhadap rekening bank Anda.

    Ketika hal tersebut terjadi, nasabah tentu perlu mengurusnya ke lembaga bank. Apabila dalam waktu yang panjang Anda tidak mengurusnya, rekening akan dihapuskan oleh database bank.

    Daripada harus mengurusnya, lebih baik mencegah terjadinya hal-hal tersebut dengan melakukan kegiatan perbankan. Melakukan pengecekan saldo secara rutin sudah menandakan bahwa ada aktivitas pada rekeningnya.

    Jika Anda menggunakan aplikasi atau internet banking, lakukan transaksi kecil seperti membayar tagihan, investasi, atau membeli pulsa.

    Karena itu merupakan cara terbaik agar rekening BTN tidak berubah menjadi berstatus dormant atau mati suri.

    Sebagai nasabah, perhatikan juga saldo minimum untuk menjaga akun rekeningnya sehingga bisa mencegah status dormant. Untuk bank BTN sendiri, nasabahnya perlu memiliki saldo minimal Rp.50.000.

    Namun, akan lebih baik jika saldo minimal rekeningnya di lebihkan. Hal ini dikarenakan bank BTN maupun lainnya memiliki kebijakan biaya administrasi setiap bulannya yang ditarik melalui saldo ATM tersebut.

    Cara Mengaktifkan Rekening BTN yang Sudah Mati dengan Formulir

    Nasabah tidak perlu khawatir saat akunnya berstatus dormant, karena uang di dalamnya tetap tersimpan aman.

    Namun jika status dormant tidak segera diurus, Anda bukan hanya kehilangan rekening, tapi juga semua uangnya.

    Bank memiliki kebijakan, tentu sudah mempersiapkan berbagai halnya untuk membantu nasabah saat mengalami masalah tersebut. Salah satunya adalah menggunakan formulir pernyataan ingin diaktifkannya kembali rekening tersebut.

    Pengurusan cara mengaktifkan rekening BTN yang sudah mati saat ini masih dilakukan secara manual yakni dengan datang ke kantor. Nasabah bisa memilih kantor terdekat, baik cabang maupun pusat.

    Nantinya, nasabah akan diberikan formulir yang disediakan oleh bank. Formulir tersebut berisi pertanyaan pribadi seperti nama, alamat, nomor HP, identitas termasuk jenis kelamin dari pemilik rekening.

    Selain itu, Anda juga diharuskan mengisi informasi mengenai akun rekeningnya. Misalnya seperti nomor, jenis, masa berlaku dari rekeningnya tersebut untuk memastikan apakah itu benar-benar akunnya atau bukan.

    Karena informasi tersebut bersifat pribadi, jika sampai ada orang lain mengetahuinya maka berbahaya. Setelah mengisi formulir tersebut, Anda tinggal menyerahkan kepada pihak bank dan akan diurus hingga tuntas.

    Banyak sekali pembatasan yang akan dikenai kepada pemilik akun dormant, sebab itu status tersebut harus dihindari. Jika sudah terlanjur, langkah tepat adalah mengetahui cara mengaktifkan rekening BTN yang sudah mati.

  • Cara Mengaktifkan Rekening CIMB Niaga yang Mati

    Cara Mengaktifkan Rekening CIMB Niaga yang Mati

    Cara mengaktifkan rekening CIMB Niaga yang mati perlu diketahui terutama bagi para nasabah. Jika Anda memiliki rekening tabungan CIMB yang sudah tidak aktif, tapi ingin mengaktifkannya kembali tentu harus mengetahui caranya.

    Beberapa nasabah mungkin pernah mengalami masalah di mana akunnya tidak bisa digunakan untuk melakukan transaksi.

    Beberapa masalah mungkin terjadi pada rekening, sebab itu harus memahami permasalahan tersebut agar bisa memperbaikinya.

    Mengapa Rekening Berstatus Dormant/ Mati Suri di Bank CIMB Niaga

    Di setiap Bank tentu punya regulasi sendiri yang sebetulnya harus kamu ketahui sebelum menggunakannya.

    Baca juga: 10 Gerakan Yoga untuk Mengecilkan Perut Buncit!

    Ada Bank yang menerapkan rekening jika tidak aktif lebih dari 4 bulan sudah dianggap tidak aktif. Namun Untuk Bank CIMB Niaga penyebab rekening menjadi mati adalah sebagai berikut:

    1. Rekening sudah tidak aktif selama lebih dari 6 bulan.
    2. Tidak ada saldo tersisa untuk dipotong setiap bulan.

    Cara Mengaktifkan Rekening CIMB Niaga yang Mati

    Jika rekening CIMB Niaga Anda sudah tidak aktif, tak perlu khawatir, sebab hal tersebut masih bisa diaktifkan.

    Beberapa langkah berikut dapat Anda lakukan:

    1. Anda bisa menghubungi nomor customer service CIMB Niaga 14041, atau melalui akun media sosial resminya. Akan tetapi, ini hanya sebagai bentuk pemberitahuan kepada bank bahwa akun Anda mengalami masalah. Selain itu, dengan menghubungi bank terlebih dahulu, Anda bisa menanyakan dokumen apa saja yang digunakan untuk pengembalian akunnya. Ini merupakan langkah awal cara mengaktifkan rekening CIMB Niaga yang mati.
    2. Beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan untuk pengembalian akun adalah ktp atas nama pemilik, atm, serta buku tabungan. Bawa sejumlah uang aktivasi kembali, untuk CIMB Niaga sendiri adalah Rp5.000 per bulannya.
    3. Khusus Bank CIMB Niaga, mereka membutuhkan pernyataan tertulis sebagai dokumen tambahan sehingga pernyataannya semakin kuat. Hal ini dilakukan agar nasabah tidak melakukan hal-hal yang sama sebelum akunnya dinonaktifkan.
    4. Pembuatan surat pernyataan juga ditujukan demi memperkuat akunnya adalah milik Anda. Ini juga merupakan pernyataan bahwa akun Anda aman tidak digunakan untuk segala bentuk kegiatan illegal.

    Jangan lupa untuk mengisi formulir pengaktifan kembali rekening Bank CIMB niaga di dokumen berikut. Atau mudahnya, silahkan print lalu bawa ke cabank Bank CIMB Niaga terdekat.

    Masalah penonaktifan, pembekuan, atau dormant akun seringkali dirasakan oleh nasabah sebuah bank.

    Banyak penyebab dari permasalahan tersebut. Tapi, selama mengetahui cara mengaktifkan rekening CIMB Niaga yang mati tidak perlu panik.

  • Cara Menghitung Keuntungan Agen BRILink Lengkap dengan Syarat dan Keuntungan

    Cara Menghitung Keuntungan Agen BRILink Lengkap dengan Syarat dan Keuntungan

    Untuk saat ini, ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan untuk menambah penghasilan. Salah satunya menjadi agen BRILink. Berkaitan dengan hal tersebut, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai agen BRILink, lengkap dengan cara menghitung keuntungan agen BRILink.

    Dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, keuangan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Akan tetapi, masih ada banyak daerah yang belum terjamah kantor bank. Bahkan tidak sedikit pula masyarakat yang paham akan teknologi terkini.

    Oleh sebab itu, adanya agen BRILink ini akan membantu masyarakat dalam urusan transaksi keuangan. Selain itu, menjadi agen BRILink juga mampu mendatangkan keuntungan bagi para pelakunya. Nah, bagi Anda yang belum tahu apa itu BRILink, simak dulu beberapa informasi berikut ini.

    Apa itu Agen BRILink?

    Melansir dari laman resmi BRI, agen BRILink sendiri adalah wujud perluasan dimana BRI akan menjalin kerja sama dengan para nasabah untuk menjadi agen.

    Nah, agen tersebut nantinya bisa melayani transaksi perbankan untuk masyarakat secara online real-time menggunakan konsep sharing fee.

    Melalui agen resmi BRI ini, nasabah BRI dan juga masyarakat umum yang lain dapat memperoleh pelayanan yang sama seperti di dalam unik kerja BRI.

    Secara singkat, bisa dibilang jika agen BRILink akan membawa layanan resmi dari BRI untuk lebih dekat dengan masyarakat.

    Baca juga: 10 Penyebab Kartu ATM BRI Disable dan Cara Mengatasinya

    Fitur yang bisa dilayani oleh agen BRILink ini juga bermacam-macam. Di antaranya seperti transfer ke sesama BRI, transfer dari bank lain ke BRI, transfer dari BRI ke bank lain, bayar listrik, tarik dan setor tunai, pembayaran belanja online, pembayaran BPJS, dan lain sebagainya.

    Syarat Menjadi Agen BRILink

    Untuk menjadi seorang agen BRILink, tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Hal ini karena Anda akan menjadi agen resmi dari pihak BRI sendiri. Maka dari itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika Anda ingin menjadi agen BRILink, sebagaimana berikut ini.

    1. Seorang WNI / instansi tidak berbadan hukum
    2. Mempunyai usaha yang sudah berjalan minimal 2 tahun
    3. Mempunyai rekening simpanan dengan kartu di BANK BRI.
    4. Menyetorkan uang jaminan sebesar 3 juta rupiah (khusus EDC). Saldo tersebut akan diblokir atau ditahan selama masa menjadi agen
    5. Mempunyai surat keterangan usaha resmi (minimal dari perangkat desa)
    6. Sebelumnya belum pernah menjadi agen dari Bank penyelenggara Laku Pandai

    Dokumen yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menjadi Agen BRILink

    Dokumen yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menjadi Agen BRILink

    Selain beberapa syarat yang sudah disebutkan di atas, ada pula berkas atau dokumen yang harus disiapkan. Bagi Anda yang belum pernah menjadi agen bank mungkin tidak tahu dokumen apa saja yang harus ada. Untuk itu, siapkan dulu beberapa dokumen berikut jika ingin menjadi agen BRILink.

    1. Fotocopy dokumen legalitas usaha:

    Beberapa dokumen legalitas usaha yang harus disiapkan adalah seperti di bawah ini.

    • Surat keterangan usaha (setidaknya dari RT/RW)
    • Akte Pendirian (khusus untuk agen berbadan usaha)
    • SIUP, TDP, SITU (khusus untuk agen berbadan usaha)
    • Surat atau kartu izin usaha yang lainnya

    2. Fotocopy dokumen identitas pemilik

    Kemudian untuk dokumen identitas pemilik yang harus di-fotocopy, yakni KTP dari pemilik atau pengurus usaha. Selain itu, khusus untuk badan usaha juga harus menyediakan fotocopy NPWP.

    3. Fotocopy bukti kepemilikan rekening

    Untuk bukti kepemilikan rekening, Anda bisa menggunakan fotocopy buku tabungan maupun rekening koran dari BRI.

    4. Dokumen pengajuan agen BRILink

    Dan untuk dokumen yang terakhir, ada dokumen khusus pengajuan untuk menjadi agen BRILink. Nantinya Anda bisa meminta formulir pengajuan menjadi agen BRILink dan perjanjian kerja sama melalui cabang BRI terdekat atau mendownloadnya di situs resmi BRI.

    Nah, jika semua kelengkapan dokumen sudah disiapkan, silahkan datang ke Unik Kerja BRI terdekat (Teras BRI, BRI Unti, Kantor Cabang, atau Kantor Cabang Pembantu). Untuk informasi secara lebih lanjut, Anda bisa menghubungi nomor Contact AgenBRILink 0800-10-14017 atau Contact BRI 14017.

    Baca juga: Kenapa ATM BRI Tidak Bisa Digunakan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Keuntungan Menjadi Agen BRILink

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menjadi agen BRILink itu akan memberikan keuntungan tambahan bagi para pelakunya. Namun sebelum kita membahas cara menghitung keuntungan agen BRILink, ketahui dulu beberapa jenis keuntungan menjadi agen BRILink berikut.

    1. Bagi hasil

    Dapat dikatakan jika penggunaan sistem bagi hasil 50:50 antara pihak BRI dengan agen BRILink memang mendatangkan keuntungan yang lumayan. Nantinya, keuntungan tersebut akan didapatkan dari setiap transaksi yang dilakukan oleh masyarakat dengan agen BRILink.

    2. Asuransi kecelakaan

    Keuntungan yang berikutnya, yakni adanya asuransi kecelakaan yang akan diterima oleh agen BRILink. Kecelakaan yang dimaksud dalam hal ini, misalnya saja jika terjadi sesuatu di tempat usaha seperti kebakaran maupun kerusakan properti keagenan.

    Untuk nominal asuransi yang akan diberikan oleh pihak BRI kepada agen BRILink sendiri, nantinya akan disesuaikan dengan tingkat kerugian. Jika kecelakaan yang dialami cukup parah, maka agen BRILink bisa saja mendapatkan asuransi hingga 25 juta rupiah.

    3. Hadiah menarik

    Pihak BRI memang selalu menawarkan banyak sekali hadiah menarik bagi para agen BRILink. Beberapa hadiah menarik tersebut seperti halnya Panen Emas, THR BRILink, Super Agen, dan masih banyak lagi hadiah-hadiah menarik yang lainnya.

    Kekurangan Menjadi Agen BRILink

    Setiap jenis pekerjaan dan usaha itu pasti memiliki keuntungan dan kekurangannya masing-masing, termasuk juga dengan menjadi agen BRILink. Kurang lebih, seperti berikut ini kekurangan jika Anda menjadi agen BRILink.

    1. Modal awal

    Kekurangan pertama ketika menjadi agen BRILink yakni berasal dari modal awalnya, dimana Anda memerlukan modal awal sebesar 3 juta rupiah. Sebenarnya juga kurang cocok disebut sebagai kekurangan, mengingat uang tersebut merupakan biaya untuk fasilitas transaksi dan jaminan dari agen.

    Namun tidak perlu khawatir, nantinya jika Anda sudah tidak menjadi agen BRILink lagi, uang tersebut bisa dicairkan. Secara garis besar, hal ini bukanlah kekurangan, melainkan modal awal agar dapat terdaftar menjadi agen BRILink.

    2. Pencapaian Target

    Selama Anda menjadi agen BRILink, akan diberi target dengan minimal transaksi yang dilakukan dalam kurang waktu tertentu. Jika target yang sudah ditentukan tidak berhasil dicapai, maka keuntungan yang didapatkan juga tidak akan sesuai dengan harapan.

    Cara Menghitung Keuntungan Agen BRILink

    Cara Menghitung Keuntungan Agen BRILink

    Setelah tahu beberapa keuntungan dan kekurangan menjadi agen BRILink seperti yang dijelaskan di atas, sekarang mari kita bahas cara hitung keuntungan agen BRILink. Untuk lebih jelasnya lagi, silahkan simak pembahasan yang ada di bawah ini.

    1. Menghitung keuntungan harian

    Cara hitung keuntungan jadi agen BRILink yang pertama, yakni secara harian. Nah, misalnya saja dalam satu hari agen BRILink mampu menerima dan juga melakukan transaksi sebanyak 20 kali, dengan komisi sebesar 5 ribu rupiah untuk sekali transaksinya.

    Maka Anda hanya perlu mengalikan 20 dari komisi tersebut. Jadi dalam sehari, agen BRILink bisa memperoleh 100 ribu rupiah. Ya, untuk ukuran membantu orang lain bertransaksi keuangan, tentu saja 100 ribu rupiah sehari adalah jumlah yang lumayan.

    Akan tetapi, biaya dari setiap transaksi sendiri tidak sama, sehingga komisi yang diberikan oleh BRI juga berbeda. Jadi komisi yang akan didapatkan dari setiap transaksi tidak hanya 5 ribu rupiah saja, namun bisa juga lebih. Nah, hal inilah yang akan mendatangkan keuntungan yang besar bagi agen BRILink.

    2. Menghitung keuntungan bulanan

    Jika diambil rata-rata transaksi yang terjadi adalah 20 kali transaksi dengan komisi 5 ribu rupiah untuk tiap transaksinya, maka Anda hanya perlu mengalikan keuntungan per hari tersebut dengan 30 hari atau satu bulan.

    Nah, misalnya saja 100 ribu rupiah (satu hari) dikalikan dengan 30 hari (satu bulan), maka hasilnya menjadi 3 juta rupiah. Itu adalah penghitungan kasar, dimana Anda bisa mendapatkan komisi yang lebih banyak terkait jumlah dan biaya transaksi yang berbeda-beda.

    Tidak hanya itu, jika Anda mampu mencapai target pasar tiap harinya, tentu saja keuntungan yang akan didapatkan juga lebih besar. Namun juga dengan sebaliknya, jika Anda tidak mampu mencapai target transaksi, maka keuntungan juga semakin kecil.

    Mungkin begitulah penjelasan singkat mengenai agen BRILink dan cara menghitung keuntungan agen BRILink.

    Besar kecilnya keuntungan yang akan didapatkan, sebenarnya tergantung dari jumlah transaksi yang berhasil dilakukan. Semakin banyak transaksi yang terjadi, semakin besar keuntungan yang didapat.

  • Cara Pinjam Uang di Bank BCA untuk Karyawan dan Mahasiswa

    Cara Pinjam Uang di Bank BCA untuk Karyawan dan Mahasiswa

    Bagaimana cara pinjam uang di bank BCA untuk karyawan dan mahasiswa? Ya, pertanyaan tersebut tentu saja sudah tidak asing bagi kita, terlebih lagi berbagai macam kebutuhan harian saat ini yang perlahan mulai naik. Dana cepat memang juga sering dibutuhkan, terutama di saat yang mendesak.

    BCA sendiri menawarkan berbagai jenis pinjaman sesuai dengan kemampuan para nasabah, termasuk untuk mahasiswa dan karyawan. Nah, salah satu jenis pinjaman yang bisa diajukan oleh karyawan dan mahasiswa adalah jenis pinjaman tanpa agunan.

    Akan tetapi, untuk mencairkan dana pinjaman tersebut, tentu saja nasabah perlu memenuhi beberapa syarat yang diberlakukan. Selain itu, Anda yang berkeinginan mengajukan pinjaman ini juga harus tahu beberapa informasi seperti yang akan dijelaskan berikut.

    Peminjaman Uang di Bank BCA untuk Karyawan

    Bagi karyawan yang ingin meminjam uang di BCA, bisa menggunakan Personal Loan, yakni jenis pinjaman tanpa agunan yang bisa Anda gunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Sistem pembayarannya juga bisa diangsur tiap bulan, dengan tenor yang dapat disesuaikan kemampuan serta keinginan.

    Dalam Personal Loan sendiri, tersedia plafon pinjaman dari 5 juta sampai 100 juta rupiah. Anda bisa menggunakan uang pinjaman tersebut untuk KPR, modal usaha, membeli kebutuhan pokok, kredit motor, kesehatan, dan lain sebagainya.

    Proses pengajuan pinjamannya juga terbilang cepat, yakni selama 14 sampai 21 hari kerja. Selain itu, proses yang dilalui agar dana bisa cair juga cukup mudah. Personal Loan BCA ini memberlakukan suku bunga seperti berikut ini.

    • Tenor 1 tahun, memiliki bunga tetap 1.00 persen tiap bulan.
    • Tenor 2 tahun, memiliki bunga tetap 1.03 persen tiap bulan.
    • Tenor 3 tahun, memiliki bunga tetap 1.07 persen tiap bulan.

    Perlu untuk Anda ketahui, jika rasio plafon 3 kali THP (Take Home Pay) dam rasio angsurannya adalah 1/3 kali gaji.

    Sementara untuk denda keterlambatan pembayaran, akan dikenakan sebesar 0,28 persen tiap harinya selama masa angsuran.

    Baca juga: Cara Mengaktifkan Rekening BCA yang Sudah Mati Tanpa Biaya!

    Syarat Pinjam Uang di Bank BCA untuk Karyawan

    Syarat Pinjam Uang di Bank BCA untuk Karyawan

    Seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan, jika ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mencairkan dana dari pinjaman Personal Loan di BCA bagi karyawan. Kurang lebih, berikut ini beberapa syarat dan kelengkapan yang harus dipersiapkan.

    1. Merupakan WNI (warga negara Indonesia) secara resmi dan berdomisili juga di wilayah Indonesia.
    2. Berusia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun (ketika masa angsuran Personal Loan lunas).
    3. Telah menjadi karyawan tetap minimal 1 tahun dalam perusahaan saat ini.
    4. Profesional atau wiraswasta minimal 2 tahun dalam bisnis atau usaha yang dijalankan saat ini.
    5. Mempunyai penghasilan per bulan minimal 2,5 juta rupiah untuk wilayah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Batam, dan Medan. Sementara untuk wilayah lain, penghasilan bulanan minimal 2 juta rupiah.
    6. Telah menjadi peserta atau karyawan dari peserta Payroll BCA, atau mempunyai keanggotaan Kartu Kredit BCA minimal 1 tahun.
    7. Melengkapi dokumen tambahan, seperti aplikasi pengajuan, paspor, KTP, keterangan penghasilan (slip gaji) 1 bulan terakhir, NPWP (yang belum punya, wajib mengisi surat peryataan).

    Cara Pinjam Uang di Bank BCA untuk Karyawan

    Untuk mengajukan pinjaman Personal Loan, Anda bisa melakukannya di semua cabang Jabodetabek dan juga cabang area sentralisasi KFPT BCA. Setelah semua dokumen dan syarat sudah disiapkan, langsung saja ikuti cara meminjam uang di bank BCA seperti yang ada di bawah ini.

    1. Pertama, silahkan kunjungi kantor cabang BCA yang paling dekat dengan lokasi Anda. Jangan lupa untuk membawa berbagai dokumen yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
    2. Kemudian langsung ambil antrean, dan tunggu sampai giliran.
    3. Jika sudah, nantinya Anda dipersilahkan untuk mengisi formulir pengajuan pinjaman yang diberikan oleh petugas.
    4. Nah, ajukan nominal angsuran yang sebelumnya sudah ditentukan. Jika nominal yang diajukan lebih besar dari ketentuan yang berlaku, tentu saja pinjaman tersebut akan ditolak.
    5. Terakhir, tunggu saja sampai ada panggilan masuk dari tim analis KTA BCA terkait dengan pengajuan dana pinjaman.

    Ketentuan Peminjaman Uang di Bank BCA untuk Mahasiwa

    Ketentuan Peminjaman Uang di Bank BCA untuk Mahasiwa

    Tidak hanya untuk karyawan saja, program BCA Personal Loan ternyata juga menyediakan kredit pendidikan bagi mahasiswa dengan syarat dan ketentuan yang mudah untuk dipenuhi. Sama seperti sebelumnya, program ini juga tidak mengharuskan Anda untuk menyiapkan jaminan atau agunan.

    Menariknya, jenis pinjaman yang satu ini dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Baik itu yang sifatnya konsumtif, maupun kebutuhan lain yang bisa dijadikan alasan meminjam uang di bank. Beberapa manfaat yang akan didapatkan jika Anda mengajukan pinjaman KTA BCA, yakni seperti berikut.

    • Anda dapat mencairkan dana hingga 100 juta rupiah.
    • Bunga yang diberikan sangat rendah, yaitu kurang lebih sekitar 1% saja.
    • Ada banyak pilihan tenor pinjaman, dan maksimal selama 3 tahun.

    Akan tetapi, tidak hanya beberapa manfaat yang sudah disebutkan sebelumnya, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya yang harus disiapkan. Khususnya saat ingin mengajikan kredit pendidikan BCA, nantinya tetap akan dikenakan biaya asuransi dan provisi.

    Nantinya, layanan BCA Personal Loan juga akan menetapkan denda atas penalti yang perlu dibayarkan. Dengan tersebut, diberlakukan untuk seluruh nasabah atau peminjam yang telat pada saat membayar cicilan sebesar 0,20% per harinya.

    Syarat Pinjam Uang di Bank BCA untuk Mahasiswa

    Bisa dibilang jika sebenarnya syarat yang harus dipenuhi untuk meminjam uang di BCA bagi karyawan dan mahasiswa itu hampir sama.

    Namun agar tidak ada syarat dan dokumen yang terlewatkan nantinya, alangkah baiknya Anda catat dan pahami beberapa syarat yang ada di bawah ini.

    • WNI (warga negara Indonesia) dan tinggal di Jabodetabek, Semarang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Batam, Surabaya, Palembang, Medan, dan juga Bali.
    • Fotokopi kartu identitas (KTP dan kartu mahasiswa aktif).
    • Berumur antara 21 tahun hingga 55 tahun (hingga proses pengembalian dana selesai).
    • Memiliki kartu kredit atau kartu debit BCA.
    • Melengkapi formulir pengajuan pinjaman BCA untuk proses peminjaman Personal Loan.
    • Fotokopi kartu kredit.
    • Telah melengkapi semua dokumen syarat untuk mengajukan pinjaman.

    Cara Pinjam Uang di Bank BCA untuk Mahasiswa Secara Konvensional

    Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengajukan pinjaman Personal Loan di BCA untuk mahasiswa.

    Cara yang pertama adalah secara konvensional, dimana Anda bisa mendatangi kantor cabang BCA secara langsung, seperti berikut.

    1. Langkah pertama, siapkan dulu semua dokumen dan syarat yang sudah disebutkan di atas.
    2. Setelah itu, langsung saja kunjungi kantor cabang BCA paling dengan lokasi Anda.
    3. Ambil antrean, dan tunggu sampai nomor urut Anda dipanggil oleh petugas.
    4. Jika sudah, langsung saja sampaikan keinginan untuk melakukan pinjaman Personal Loan BCA.
    5. Nantinya, Anda diharuskan untuk mengisi suatu formulir pengajuan pinjaman dari petugas.
    6. Silahkan ajukan nominal pinjaman yang sebelumnya telah ditentukan. Pastikan Anda tidak mengajukan pinjaman yang lebih besar dari ketentuan, karena akan ditolak.
    7. Nah, sekarang Anda hanya perlu menunggu tim analis KTA BCA melakukan tindak lanjut atas pengajuan dana yang dilakukan.

    Cara Pinjam Uang di M Banking BCA Secara Online

    Cara Pinjam Uang di M Banking BCA Secara Online

    Cara pinjam uang di bank BCA yang kedua jauh lebih mudah praktis jika dibandingkan dengan cara yang pertama, pasalnya Anda tidak harus mendatangi kantor cabang BCA secara langsung.

    Nah, jadi Anda hanya mendownload dan mengaktifkan M-Banking BCA, kemudian melakukan beberapa tahapan berikut.

    1. Tahap pertama, silahkan buka aplikasi M-Banking BCA yang ada di ponsel Anda.
    2. Setelah itu, cari dan buka menu Info BCA.
    3. Kemudian tap untuk membuka menu Produk, lalu pilih Personal Loan.
    4. Nah, sekarang tentukan opsi pinjaman yang akan dipilih.
    5. Gulir layar ke bagian bawah, lalu tap pada tombol yang bertuliskan Ajukan Pembayaran.
    6. Tahap berikutnya, yakni mengisi formulir pengajuan yang berisikan data diri dan data-data yang lainnya.
    7. Jika data yang dimasukkan sudah benar, tap pada tombol kirim.
    8. Selesai, Anda hanya menunggu verifikasi dari pihak BCA terkait dengan pengajuan pinjaman yang telah dilakukan.

    Walaupun cara pinjam uang di Bank BCA sangat mudah dilakukan, namun bukan berarti ada jaminan dana bisa cair begitu saja. Anda tetap harus melengkapi setiap syarat yang dibutuhkan, untuk bisa mencairkan pinjaman dana yang diajukan.

  • 6 Syarat Mengambil Uang dengan Buku Tabungan Orang Lain, Wajib Tau!

    6 Syarat Mengambil Uang dengan Buku Tabungan Orang Lain, Wajib Tau!

    Salah satu informasi yang sering dicari adalah syarat mengambil uang dengan buku tabungan orang lain. Hal ini biasa dilakukan bagi mereka yang ingin mengambil uang di bank, namun tidak bisa hadir karena ada suatu halangan tertentu.

    Ya, mungkin Anda pernah datang ke bank dengan membawa buku rekening kerabat atau saudara, untuk mengambil uang yang ada di dalamnya. Akan tetapi, ternyata teller tidak mengizinkannya karena memang penarikan uang melalui teller hanya boleh dilakukan oleh pemilik rekening.

    Jika hal itu terjadi, tentu saja waktu dan biaya yang sudah Anda keluarkan untuk mendatangi bank terbuang sia-sia, bukan? Nah, oleh sebab itu, simak dulu informasi lengkap mengenai pengambilan uang dengan buku tabungan orang lain lengkap dengan syaratnya berikut ini.

    Pengambilan Uang di Bank dengan Buku Tabungan Orang Lain

    Seperti yang sudah diketahui, metode penarikan uang tunai melalui bagian teller memang beda dengan penarikan tunai di ATM. Pihak teller tidak akan mengizinkan Anda untuk menarik uang tunai dengan menggunakan buka tabungan orang lain.

    Jelas berbeda jika Anda melakukan penarikan tunai melalui mesin ATM, dimana Anda dapat menyuruh kerabat atau keluarga untuk mengambil yang di rekening, hanya dengan memberi tahu PIN ATM tersebut. Lantas, apakah pengambilan uang di teller bisa diwakilkan oleh orang lain?

    Baca juga: M banking BNI tidak bisa Transfer? Kenali Penyebab dan Solusinya

    Ya, sebenarnya bisa saja Anda mewakilkan orang lain untuk proses pengambilan uang di rekening tabungan melalui teller. Akan tetapi, hal ini hanya bisa dilakukan alasan-alasan tertentu, seperti pemilik rekening sudah meninggal dunia, tidak bisa kemana-mana, atau alasan-alasan yang lainnya.

    Tidak hanya itu, proses pengambilan uang dengan buka rekening oran lain tersebut juga harus dilengkapi dengan syarat dan ketentuan khusus. Oleh karena itu, syarat-syarat khusus tersebut memang harus disiapkan dan dipenuhi agar uang di rekening orang lain bisa ditarik dengan cara diwakilkan.

    Syarat Mengambil Uang dengan Buku Tabungan Orang Lain

    Walaupun setiap bank memberlakukan syarat dan ketentuan yang berbeda-beda, namun persyaratan untuk mengambil uang dengan buka tabungan orang lain pada umumnya mempunyai ketentuan yang sama.

    Nah, berikut ini beberapa syarat mengambil uang dengan buku tabungan orang lain.

    1. Surat kuasa

    Syarat yang pertama dan paling utama adalah surat kuasa. Isi dari surat kuasa tersebut menerangkan tentang persetujuan apabila orang yang bersangkutan memang bertujuan untuk mengambil uang dalam tabungan.

    Nantinya pihak penerima dan pemberi kuasa harus menuliskan tanda tangan di atas materai.

    Contoh surat kuasa:

    Surat Kuasa sebagai Syarat penting mengambil uang di bank dengan tabungan orang lain

    2. KTP pihak pemberi kuasa

    Syarat ambil uang dengan rekening orang lain yang berikutnya, yakni KTP (Kartu Tanda Penduduk) dari pihak pemberi kuasa. Jadi sebelum Anda mengunjungi kantor bank, pastikan dulu KTP dari si pemilik tabungan sudah dibawa.

    3. KTP pihak penerima kuasa

    Selain KTP dari pihak pemberi kuasa, Anda juga harus menyiapkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) dari pihak penerima kuasa.

    Dengan ini, berarti pihak penerima kuasa juga harus membawa identitas diri ketika mendatangi kantor bank untuk mengambil uang.

    Baca juga: Kenapa ATM BRI Tidak Bisa Digunakan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    4. Kartu ATM

    Syarat yang harus disiapkan berikutnya, adalah kartu ATM. Jadi pihak penerima kuasa juga harus membawa kartu ATM dari buku rekening yang bersangkutan. Hal ini dilakukan untuk mendukung kebenaran data yang sudah dimuat di dalam surat kuasa.

    5. Buku tabungan

    Sudah pasti membawa buku tabungan atau buku rekening pada saat ingin mengambil uang melalui teller adalah hal yang wajib.

    Seperti beberapa syarat yang sebelumnya sudah disebutkan, buku rekening ini juga menjadi pendukung atas kebenaran bahwa pihak pemberi kuasa memang mempercayai penerima kuasa.

    6. Syarat-syarat lain

    Selain syarat-syarat yang sudah dikatakan di atas, Anda juga harus membawa beberapa syarat pendukung lainnya, seperti surat nikah, surat cerai, sertifikat khusus, dan lain sebagainya. Syarat yang satu ini sebenarnya menjadi ketentuan khusus dari bank-bank tertentu.

    Namun untuk menghindari terjadinya salah paham yang membuat Anda tidak bisa mengambil uang dari buka rekening orang lain, alangkah baiknya tetap bawa syarat-syarat tersebut.

    Prosedur Pengambilan Uang

    Jika Anda sudah tau apa saja syarat untuk mengambil uang di rekening orang lain, tahapan yang harus dilakukan selanjutnya hanya perlu mendatangi bank dan mengambil uang tersebut. Nah, bagi yang benar-benar belum paham, bisa mengikuti beberapa langkah yang ada di bawah ini.

    1. Pertama, pastikan semua syarat yang sudah disebutkan di atas sudah Anda siapkan dengan baik.
    2. Setelah itu, langsung saja kunjungi kantor cabang bank sesuai dengan yang tertera di buka rekening atau buku tabungan.
    3. Jika sudah sampai di kantor cabang bank, Anda dapat mengambil nomor antrean dan menunggu sampai giliran dipanggil oleh teller.
    4. Ketika sudah dipanggil, silahkan sampaikan maksud tujuan yakni untuk mengambil uang di buku rekening atau buka tabungan milik orang lain.
    5. Nantinya petugas bank akan meminta syarat-syarat yang sudah ditentukan. Nah, Anda bisa langsung memberikannya.
    6. Apabila semua syarat sudah dipenuhi, petugas bank akan langsung memproses permintaan untuk pengambilan uang dari rekening orang lain tersebut.
    7. Nah, Anda bisa menunggu hingga petugas selesai dalam memproses penarikan uang.
    8. Kemudian biasanya petugas bank akan meminta tanda tangan Anda, dan menyerahkan uang yang ingin ditarik.
    9. Sekarang Anda sudah berhasil mengambil uang dengan buku tabungan orang lain.

    Mungkin hanya itu penjelasan mengenai cara dan syarat mengambil uang dengan buku tabungan orang lain secara umum.

    Sedangkan jika Anda ingin mengambil uang dengan buku tabungan orang yang sudah meninggal, biasanya juga harus menggunakan surat kematian.

  • 10 Penyebab Kartu ATM BRI Disable dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Kartu ATM BRI Disable dan Cara Mengatasinya

    Harus diakui jika ATM BRI sedikit lebih ribet dibanding ATM lainnya, sebab ada beberapa aturan yang wajib rutin diperbaharui. Salah satunya adalah kendala disable saat menggunakan ATM BRI.

    Apakah Anda sudah tahu penyebab kartu ATM BRI disable? Banyak orang merasa panik saat tidak bisa menggunakan ATM. Mereka berfikir bahwa ketika ATM disable maka saldo yang dimilikinya pun akan hangus.

    Namun ternyata anggapan ini salah besar. Meskipun status ATM disable saat digunakan, namun saldomu akan tetap aman. Adanya status disable ini tentu memiliki sebab tertentu.

    Sebab utamanya adalah adanya perlindungan BRI agar akun ATM tidak sembarangan digunakan.

    Penyebab Kartu ATM BRI Disable

    Penyebab Kartu ATM BRI Disable

    Status “Kartu Anda berstatus Disabled” pada ATM BRI, membuatmu tidak bisa melakukan aktifitas apapun pada ATM.

    Namun tenang saja, Anda masih bisa melakukan transaksi dengan menggunakan akun m-banking atau internet banking tanpa gangguan.

    Meskipun begitu, Anda tetap harus mengurusnya saat terjadi status disable pada ATM BRI mu. Sebab, harus diakui untuk melakukan transaksi tarik tunai yang paling mudah dilakukan saat ini adalah melalui ATM.

    Baca juga: 10 Contoh Nomor Rekening BRI, Jumlah Digit, dan Buku Tabungan Terbaru

    Maka dari itu, Anda perlu tahu apa saja yang jadi penyebab kartu ATM BRI disable berikut dengan solusinya:

    1. Terjadi Kesalahan Input PIN ATM

    Setiap kali Anda mendaftarkan ATM, Anda pasti mendapatkan instruksi untuk membuat PIN. PIN ATM ini sangat berguna untuk menjaga keamanan ATM. Karenanya sebaiknya gunakan PIN yang mudah Anda ingat namun tetap aman dengan kode unik.

    Dalam memasukkan PIN, BRI hanya memberikan batas hingga 3 kali coba. Jika dalam 3 kali coba Anda tetap salah memasukkan PIN, maka kemungkinan besar akun ATM akan terblokir atau mendapat status disable.

    Hal tersebut sengaja dilakukan oleh pihak BRI untuk tetap mengamankan akun ATM agar tidak digunakan oleh selain pemilik ATM tersebut.

    Baca juga: 3 Cara Mengaktifkan Rekening BRI yang Sudah Mati/Tidak Aktif

    2. Kemungkinan ATM Terbobol

    Penyebab yang kedua ini sangat berbahaya. Siapapun bisa membobol ATM mu jika mendapatkan kesempatan. Pembobolan ATM ini juga jadi penyebab ATM mendapatkan status disable.

    Namun biasanya sebab disable karena kasus bobol ini, diajukan sendiri oleh pemilik ATM. Hal ini dilakukan agar pembobol tidak lagi bisa menggunakan akun ATM untuk bertransaksi.

    Pembobolan bisa terjadi karena PIN yang digunakan kurang aman atau memang terjadi kebocoran informasi data dari orang di sekitarmu. Karenanya sangat penting menjaga kerahasiaan informasi ATM.

    3. PIN ATM BRI Tidak Diupdate

    Salah satu kebijakan bank BRI dalam layanan ATM, adalah setiap nasabah harus mengupdate atau mengganti PIN ATM dengan kode yang baru. Hal ini tentu tidak dilakukan setiap hari, namun dilakukan dalam beberapa waktu pemakaian ATM.

    Mengapa harus update? Pihak BRI ingin semua nasabahnya selalu dalam kondisi aman. Maka dari itu, pemilik ATM harus melakukan pergantian PIN pada batas waktu yang sudah ditentukan.

    Apabila Anda tidak pernah mengganti PIN, maka pihak BRI akan secara otomatis mendisable status penggunaan ATM. Sehingga mau tidak mau Anda harus mengurusnya ke pihak BRI. Penggantian PIN ATM BRI ini bisa menjadi salah satu cara menghindari kasus pembobolan ATM.

    4. Kecurigaan Pihak BRI

    Setiap bank pasti memiliki beberapa aturan yang menjadi pegangan agar akun nasabah selalu aman. Hal ini juga berlaku pada bank BRI. Ada beberapa hal yang disinyalir sebagai tindak kejahatan terhadap akun ATM.

    Saat tanda-tanda ini terbaca oleh sistem sebagai ciri penyalahgunaan, maka pihak BRI akan secara langsung melakukan tindak disable pada akun ATM tersebut. Hal ini dilakukan demi keamanan ATM mu.

    5. Adanya Penyalahgunaan ATM

    Seperti halnya pembobolan, penyalahgunaan lain pada akun ATM juga bisa jadi penyebab ATM BRI disable. Contoh kasus penyalahgunaannya adalah seperti pemerasan, pengelabuan, dan lain sebagainya.

    Dalam hal ini, status disable bisa dilakukan secara otomatis oleh pihak BRI maupun nasabah itu sendiri yang meminta.

    Namun karena ciri penyalahgunaannya tidak mudah dikenali, maka biasanya nasabah itu sendiri yang meminta dilakukannya status disable pada ATM.

    6. ATM Terkena Skimming

    Penyebab kartu ATm BRI Disable

    Pernahkah Anda mendengar istilah Skimming? Skimming merupakan istilah yang digunakan pada tindakan pencurian data akun nasabah yang tertera pada kartu ATM.

    Biasanya pelaku kejahatan skimming ini membuat alat yang punya sensor pembaca data khusu yang biasanya diletakkan di mulut mesin ATM.

    Terjadinya skimming ini tentu akan berujung pada tindak kriminal yang merugikan. Karenanya sebaiknya dilakukan status disable pada ATM BRI mu.

    Cara Mengatasi Status Disable Pada ATM BRI

    Setelah mengetahui berbagai penyebab kartu ATM BRI disable di atas, maka selanjutnya Anda perlu tahu bagaimana cara tepat untuk mengatasi kondisi ini. Anda tidak perlu khawatir lagi karena ada cara yang tepat untuk mengatasi hal ini.

    • Pertama Anda bisa gunakan mobile atau internet banking sebagai media transaksi. Sehingga Anda tidak perlu lagi menggunakan ATM. Apalagi mobile dan internet banking ini didesain sangat fleksibel dan memudahkan para penggunanya. Kerahasiaan data akun mobile atau internet banking juga lebih aman dibandingkan dengan kartu ATM.
    • Cara kedua, Anda bisa mendatangi secara langsung kantor cabang BRI. Di sana Anda bisa mengantri pada customer service. Mintalah untuk mengaktifkan kembali akun kartu ATM mu. Sehingga kartu ATM bisa digunakan kembali.
    • Selanjutnya Anda bisa menghubungi call center BRI yang ada di nomor 14017. Dari call center ini, Anda bisa adukan berbagai keluhan terkait akun BRI mu.
    • Terakhir, lakukan segala tindakan yang mengarah pada aktivitas menghindari terjadinya status disable dan tetap mengamankan akun BRI mu.

    Trik Menghadapi Penyebab Kartu ATM BRI Disable

    Sebelum kejadian disable kartu ATM BRI, tenang saja karena Anda masih bisa menghindari terjadinya disable tersebut. Apa yang harus dilakukan? Berikut ini bisa Anda catat beberapa trik mudah melindungi akun dan menghindari terjadinya status disable:

    1. Ganti PIN ATM BRI Secara Berkala

    Penggantian PIN secara berkala akan membantumu untuk terlindung dari pembobolan atau masalah rekening lainnya. Dengan mengganti PIN, pihak BRI tidak akan melakukan tindak disable secara tiba-tiba karena akun ATM mu akan terbaca aman.

    Untuk melakukan pergantian PIN ini biasanya bisa Anda lakukan sendiri pada mesin ATM. Jika Anda kurang paham dengan caranya, Anda bisa datang ke kantor BRI terdekat dan menanyakan terkait tahapannya.

    2. Rahasiakan dan Lindungi PIN

    Kerahasiaan PIN ATM, menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga. Meskipun itu orang terdekat sekalipun, pastikan Anda tidak memberikan informasi apapun terkait PIN tersebut.

    Kecuali Anda dalam kondisi darurat yang mengharuskan bantuan orang lain untuk menggunakan ATM mu. Setelah pengguna darurat tersebut, Anda bisa mengganti PIN agar lebih aman.

    3. Lakukan Pantauan Berkala Pada Rekening

    Memantau pemakaian rekening juga tidak kalah penting sebagai cara terhindar dari status disable akibat tidak amannya rekening ATM BRI. Anda bisa secara rutin mencetak record penggunaan rekeningmu. Proses ini bisa Anda lakukan baik di mesin ATM maupun kantor BRI.

    4. Hindari Menggunakan Mesin ATM Bank Lain

    Kartu ATM BRI kerap kali difasilitasi dengan layanan link, yang artinya Anda bisa akses transaksi menggunakan mesin ATM bank lain meskipun Anda menggunakan ATM BRI. Mungkin hal ini terlihat sepele bagi kebanyakan orang.

    Namun jika Anda terlalu sering melakukan transaksi dari mesin ATM bank lain, maka tidak menutup kemungkinan pihak BRI akan mendisable status penggunaan ATM mu demi keamanan.

    5. Hati-hati Phising

    Jika Anda sering menerima email atau pesan singkat yang berisi link mencurigakan, ada baiknya untuk tidak di klik.

    Sebab, link tersebut bisa jadi mengandung script yang dapat mencuri data pribadi anda. Termasuk PIN ATM dan nomor debit yang ada pada kartu ATM.

    Dari penjelasan penyebab kartu ATM BRI disable dan solusinya di atas, bisa menjadi wawasan baru untuk Anda yang mungkin masih awam dalam hal keamanan ATM.

    Pastikan Anda selalu menjaga keamanan ATM BRI mu. Sehingga Anda akan terhindar dari status ATM disable.