Tag: Rekening Bank

  • Kenapa ATM BRI Tidak Bisa Digunakan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Kenapa ATM BRI Tidak Bisa Digunakan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Apakah kartu ATM BRI yang Anda miliki tidak dapat digunakan untuk transfer, tarik tunai, maupun cek saldo?? Bagi yang mengalaminya tidak usah risau, kali ini kita akan membahas mengenai kenapa ATM BRI tidak bisa digunakan serta cara untuk mengatasinya.

    Nah, penyebab ATM BRI tidak bisa digunakan sendiri ada banyak faktor, baik itu berasal dari mesin ATM maupun kartu ATM yang Anda gunakan. Saat ini terjadi, Anda tidak perlu takut saldo yang ada di dalam rekening akan hilang.

    Misalkan saja masalah ini terjadi karena kartu ATM, biasanya hanya kartu ATM tersebut yang tidak bisa digunakan. Jadi saldo yang ada di dalamnya tetap aman, dan ketika masalah sudah selesai saldo sudah bisa digunakan (ditarik dan ditransfer) kembali.

    Penyebab ATM BRI Tidak Bisa Digunakan dan Cara Mengatasinya!

    Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, jika ada beberapa alasan kenapa ATM BRI tidak bisa digunakan. Oleh sebab itu, pastikan dulu apakah yang menjadi penyebab ATM BRI Anda tidak dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi.

    Lalu apa saja yang bisa menjadi penyebab dari masalah tersebut, langsung saja simak beberapa alasan berikut dan pahami juga cara untuk mengatasinya.

    1. Mesin ATM BRI yang rusak

    Mesin ATM BRI yang rusak

    Bisa dibilang jika mesin ATM yang mengalami kerusakan menjadi penyebab umum ATM BRI tidak bisa digunakan. Apabila terjadi kerusakan atau kesalahan, maka secara otomatis kartu ATM Anda tidak akan bisa digunakan untuk melakukan berbagai transaksi.

    Solusi paling tepat untuk mengatasi masalah ini, yakni dengan mencoba cari ATM BRI lainnya. Disarankan untuk mencoba ATM yang lokasinya ada di keramaian, untuk mencegah terjadinya skimming ATM. Oh iya, jangan lupa untuk selalu berhati-hati dan merahasiakan PIN dari kartu ATM Anda.

    Pastikan hindari orang-orang asing yang menawarkan bantuan terkait penggunaan ATM. Dan jika Anda mengalami masalah dan butuh bantuan, alangkah baiknya meminta bantuan langsung dari petugas BRI dengan cara menghubungi call center BRI (1500017 / 14017).

    2. Kartu ATM BRI dalam status disable

    Kartu ATM BRI yang sedang dalam status disable juga tidak akan bisa digunakan. Apabila Anda mengalami masalah semacam ini, maka di bagian layar ATM akan menampilkan pemberitahuan jika kartu ATM yang dimasukkan tersebut telah di-disable.

    Penyebab dari kartu ATM disable sendiri bisa dikarenakan oleh beberapa faktor. Misalnya saja seperti salah memasukkan PIN lebih dari 3 kali, kartu ATM lama tidak digunakan untuk bertransaksi, dan lain sebagainya. Untuk enable kartu ATM kembali, ada beberapa metode yang bisa dilakukan.

    Di antaranya seperti melalui BRI internet banking, BRI mobile banking, ataupun mengunjungi kantor cabang BRI terdekat secara langsung. Namun disarankan untuk mengunjungi kantor cabang, karena lebih efisien dan juga tidak membutuhkan waktu lama untuk mengatasi masalah tersebut.

    Baca juga: 10 Penyebab Kartu ATM BRI Disable dan Cara Mengatasinya

    3. Kartu ATM yang statusnya sudah expired

    Penyebab dari ATM BRI tidak dapat digunakan yang berikutnya, mungkin saja karena kartu ATM yang sudah expired.

    Perlu untuk Anda ketahui, bahwa kartu ATM dari BRI tidak selamanya bisa digunakan begitu saja. Anda masa dimana kartu tersebut sudah expired alias kedaluwarsa.

    Nah, apabila kartu ATM BRI milik Anda sudah dalam kondisi kedaluwarsa, maka tidak ada cara lain yang bisa dilakukan, selain mengunjungi kantor cabang BRI terdekat.

    Nantinya, langsung saja bilang keluhan Anda kepada petugas bank BRI di kantor tersebut.

    Nantinya, Anda diharuskan untuk mengganti kartu ATM yang lama dengan kartu ATM baru. Untuk proses penggantian kartu ATM sendiri, biasanya akan dikenakan biaya sesuai dengan jenis kartu ATM yang digunakan. Namun tidak usah khawatir, biaya penggantian kartu ini terbilang cukup murah, kok.

    Baca juga: 3 Cara Mengaktifkan Rekening BRI yang Sudah Mati/Tidak Aktif

    4. Saldo Rekening di bawah ketentuan saldo minimal

    Seperti yang diketahui, semua jenis rekening tabungan BRI mempunyai batasan saldo minimal yang mengendap. Apabila jumlah saldo minimal telah mencapai batasnya, maka proses transaksi melalui ATM BRI tersebut tidak akan bisa dilakukan.

    Jumlah atau batas saldo pada setiap jenis rekening BRI juga berbeda-beda, sesuai dengan ketentuan dari pihak BRI. Untuk mengetahui informasi terkait saldo minimal BRI, Anda bisa mengeceknya di website resmi BRI atau menghubungi call center.

    Nah, jika sisa saldo di dalam rekening Anda sudah mencapai batas, maka cara untuk menanganinya adalah dengan mengisi ulang saldo tersebut di kantor cabang atau ATM setor tunai. Selain itu, Anda juga bisa mentransfer uang dari rekening lainnya.

    5. PIN ATM yang dimasukkan tidak benar

    Saat ingin bertransaksi di ATM dan PIN yang dimasukkan salah, tentu saja transaksi tersebut akan gagal. Bahkan jika Anda melakukan kesalahan tersebut hingga tiga kali berturut-turut, maka kartu ATM BRI yang dimiliki bisa saja diblokir.

    Ya, jika kartu sudah diblokir, sudah pasti tidak dapat digunakan untuk melakukan transaksi apapun melalui mesin ATM. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda harus membuka blokiran yang telah dilakukan oleh sistem bank BRI dengan mengunjungi kantor cabang BRI terdekat.

    Saat Anda datang ke kantor cabang, jangan lupa untuk membawa syarat-syarat yang dibutuhkan, misalnya seperti buku rekening, identitas seperti KTP, dan tentunya kartu ATM sudah diblokir. Tidak usah khawatir, pembukaan blokir kartu ATM BRI ini tidak akan dikenakan denda sama sekali.

    Jika Anda sudah tahu alasan kenapa ATM BRI tidak bisa digunakan di atas, tentu saja kini sudah tidak khawatir lagi kan, jika suatu saat ATM yang dimiliki tidak dapat digunakan untuk bertransaksi?

    Nah, jangan lupa juga untuk mengingat cara penanganannya, agar nantinya masalah tersebut bisa langsung di atas.

  • M banking BNI tidak bisa Transfer? Kenali Penyebab dan Solusinya

    M banking BNI tidak bisa Transfer? Kenali Penyebab dan Solusinya

    Kenapa M banking BNI tidak bisa transfer? Mungkin menjadi salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para pengguna layanan mobile banking BNI. Tentu saja, hal ini menjadi sebuah masalah terutama saat Anda diharuskan transfer ke rekening lain dengan segera.

    Nah, keberadaan dari layanan mobile banking sejatinya memang bertujuan untuk memudahkan transaksi para nasabahnya. Dengan layanan ini, nasabah bisa mengecek saldo, transfer uang, top up, mengecek riwayat transaksi, dan lain sebagainya, dimana saja dan kapan saja.

    Akan tetapi, layanan mobile banking yang berbentuk aplikasi ini, tidak bisa langsung digunakan begitu saja setelah diinstall. Ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi sebelum akhirnya bisa digunakan. Jadi jika Anda tidak atau belum bisa transfer di M banking BNI, simak dulu informasi yang ada di bawah ini.

    M Banking BNI Tidak Dapat Transfer

    Apabila proses aktivasi telah berhasil, maka layanan M banking BNI sudah bisa digunakan untuk melakukan berbagai macam transaksi perbankan, termasuk transfer. Akan tetapi, ternyata ada beberapa nasabah yang seringkali menemui masalah berupa gagal saat ingin transfer ke rekening lainnya.

    Kejadian semacam itulah yang akan mengganggu para nasabah saat ingin transfer uang di saat itu juga. Sehingga, membuat mereka harus melakukan metode transfer yang lainnya, misalnya saja seperti melalui mesin ATM atau pergi ke kantor cabang secara langsung.

    Lalu, kenapa mobile banking BNI tidak dapat transfer? Bagaimana pula cara untuk mengatasi masalah layanan perbankan tersebut? Ya, ada banyak penyebab yang dapat mengakibatkan hal itu terjadi, dan penanganannya pun juga berbeda-beda.

    Baca juga: Cara Mengaktifkan Rekening BNI yang Sudah Mati, Berhasil & Mudah!

    Kenapa M banking BNI tidak bisa transfer?

    Kenapa M banking BNI tidak bisa transfer?

    Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, penyebab dari masalah tidak bisa transfer melalui mobile banking ini cukup beragam. Nah, adapun beberapa hal yang kemungkinan menjadi penyebab dari masalah yang Anda lalui tersebut, adalah sebagai berikut.

    1. Koneksi internet yang tidak baik

    Penyebab yang pertama berasal dari koneksi internet yang terhubung ke perangkat. Ya, koneksi internet yang sedang dalam kondisi buruk, bisa saja membuat transfer yang dilakukan melalui mobile banking BNI menjadi gagal.

    Hal ini menjadi masalah yang umum dan memang kerap dialami oleh para nasabah yang menggunakan layanan M banking serta bank digital.

    2. m-PIN yang dimasukkan salah

    Yang kedua, penyebab dari gagalnya proses transfer di M banking BNI adalah m-PIN yang dimasukkan di tahap akhir tidak benar. Kondisi tersebut dapat menjadi lebih buruk apabila m-PIN yang dimasukkan salah hingga 3 kali, karena akun m-banking akan diblokir oleh pihak bank BNI.

    3. Ada masalah pada server

    Penyebab mengapa M banking BNI tidak bisa transfer yang berikutnya berasal dari bagian server. Jadi, kondisi server dari BNI mobile yang sedang mengalami masalah atau error, ternyata juga berdampak bagi para penggunanya.

    Dalam kondisi semacam ini, pengguna tidak dapat mengakses semua layanan yang ada dan melakukan berbagai jenis transaksi, termasuk juga dengan transfer.

    4. Terdapat maintenance

    Selain server yang bermasalah, adanya maintenance ternyata juga bisa membuat transaksi seperti transfer di M banking BNI gagal. Adanya maintenance sendiri, dilakukan untuk menjaga dan memelihara sistem aplikasi M banking agar tetap aman dan bebas dari masalah.

    Nah, maintenance ini biasanya dilakukan selama beberapa waktu sekali. Dan pada saat itu, tidak ada pengguna aplikasi mobile banking BNI yang bisa melakukan transaksi.

    5. Aplikasi yang belum di-update

    Penyebab tidak bisa transfer yang berikutnya, karena aplikasi yang belum di-update ke versi terbaru. Bahkan tidak hanya bertransaksi, terkadang pengguna tidak bisa login akun pada aplikasi yang belum di-update. Biasanya update aplikasi BNI mobile banking ini tersedia setelah adanya maintenance.

    6. Jumlah saldo yang kurang

    Tidak hanya beberapa penyebab yang sudah disebutkan sebelumnya, gagalnya proses transfer melalui M banking BNI juga bisa terjadi jika sisa saldo dalam rekening BNI setelah transfer tidak mencukupi minimal saldo yang sudah ditentukan.

    Selain melalui M banking, sisa saldo yang tidak mencukupi batas minimal ini juga bisa menjadi penyebab kegagalan metode transfer yang lain, seperti melalui ATM.

    Cara mengatasi M Banking BNI Tidak Bisa Transfer

    Cara mengatasi M Banking BNI Tidak Bisa Transfer

    Setelah mengetahui beberapa penyebab kenapa M banking BNI tidak bisa transfer di atas, kini saatnya kita membahas tentang cara untuk mengatasinya. Nah, Anda dapat menyesuaikan metode penanganan dengan faktor penyebab kegagalan transfer tersebut.

    1. Mengecek kondisi internet

    Jika masalah ini terjadi karena kondisi internet yang sedang buruk, maka solusinya adalah dengan mencari tempat yang kondisi internetnya bagus. Jika susah, Anda dapat coba menggunakan jaringan Wi-Fi di rumah maupun kantor.

    Apabila jaringan Wi-Fi tidak tersedia, cobalah untuk meminta bantuan teman untuk tethering internet sebentar. Namun jangan lupa pastikan kondisi internet HP yang digunakan tethering tersebut juga baik.

    2. Memasukkan m-PIN dengan benar

    Apabila kegagalan proses transfer via m banking BNI dikarenakan m-PIN yang dimasukan salah, maka tidak ada cara lain selain memastikan kebenaran PIN yang akan dimasukkan. Pastikan dulu jika m-PIN yang Anda masukkan tepat.

    Jika sudah gagal sebanyak tiga kali dan akun M bangking diblokir oleh pihak BNI, maka Anda harus mengunjungi cabang BNI terdekat untuk mengaktifkannya kembali.

    3. Menunggu hingga server & maintenance berakhir

    Seperti yang sudah dibilang di atas, gangguan server dan juga maintenance menjadi masalah yang sering membuat transaksi via mobile banking gagal. Solusi paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut, adalah dengan menunggu hingga server dan maintenance selesai atau berakhir.

    Tidak perlu khawatir, biasanya proses dari pemeliharaan jaringan M banking tersebut tidak lebih dari 24 jam. Setelah itu, Anda sudah bisa menggunakan aplikasi BNI mobile banking kembali.

    4. Memperbarui aplikasi BNI M banking ke versi terbaru

    Masih berkaitan erat dengan poin yang sebelumnya, biasanya setelah terjadi maintenance, developer aplikasi BNI M banking akan menyediakan update aplikasi. Nah, alangkah baiknya jika Anda langsung melakukan update pada aplikasi yang digunakan.

    Pasalnya, ada beberapa kasus yang menyebutkan bahwa aplikasi BNI mobile banking tidak bisa digunakan untuk login karena belum di-update.

    5. Mengisi saldo terlebih dahulu

    Jika jumlah saldo yang tersisa setelah proses transfer tidak cukup, maka Anda perlu mengisi saldo terlebih dahulu. Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengisi saldo rekening BNI. Di antaranya seperti setor di ATM, mengunjungi kantor cabang, hingga transfer dari rekening yang lain.

    Pastikan jumlah saldo yang diisi melebihi syarat dan ketentuan sisa saldo yang harus mengendap di dalam rekening. Agar nantinya proses transfer bisa dilakukan tanpa adanya kendala.

    Setelah mengetahui alasan kenapa M banking BNI tidak bisa transfer dan cara penanganannya di atas, kini Anda sudah tidak bingung lagi kan, saat masalah itu terjadi? Namun jika Anda masih merasa ragu, bisa langsung menghubungi call center resmi BNI di nomor 1500046.

  • Cara Mengaktifkan Rekening BNI yang Sudah Mati, Berhasil & Mudah!

    Cara Mengaktifkan Rekening BNI yang Sudah Mati, Berhasil & Mudah!

    Cara mengaktifkan rekening BNI yang sudah mati sebenarnya cukup mudah. Biasanya penyebab rekening BNI tersebut mati adalah karena tidak menggunakan kartu ATMnya dalam waktu lama. sehingga rekeningnya pun dinonaktifkan.

    Menonaktifkan rekening BNI biasanya apabila lebih dari enam bulan tidak ada kegiatan transaksi apapun. Maka pelajari lagi bagaimana cara mengaktifkan rekening BNI yang telah lama mati. Rekening mati ini disebut dengan rekening pasif atau istilahnya disebut Dormant.

    Untuk mengaktifkannya kembali maka kamu akan dikenakan denda, apabila saldonya minimum. Ada juga pajak dan bunga pada rekening mati atau pasif tersebut. Tapi jika tetap ingin mengaktifkannya maka kamu harus biaya untuk membuat rekeningnya aktif lagi.

    Cara Mengaktifkan Rekening BNI yang Sudah Mati di Kantor Cabang BNI

    Akibat dari rekening yang mati atau pasif diantaranya yaitu:

    • Tidak dapat melakukan transaksi apapun di rekening atau ATM BNI tersebut, misalnya penarikan tunai dan yang lainnya.
    • Bisa menerima uang yang masuk tetapi tidak akan merubah status pasif menjadi aktif kembali.
    • Tidak bisa berbelanja melalui EDC dan merchant.

    Baik mengambil uang atau mentransfer uang pun tidak akan bisa, jika rekening BNI kamu sudah dianggap pasif atau dormant.

    Baca juga: Kartu ATM Tidak Diizinkan Untuk Digunakan? Kenali Penyebabnya

    Tapi untuk mengirim uang pada rekening itu sendiri masih bisa dilakukan. Inilah cara mengaktifkan rekening BNI yang sudah mati melalui kantor cabang BNI:

    • Bawa buku tabungan dan juga kartu ATM BNI sesuai dengan rekening BNI yang pasif tersebut.
    • Membawa uang dan juga transaksi setoran yang jumlahnya Rp.100.000,- melalui Teller BNI.
    • Membawa identitas diri yang terkait dengan rekening tersebut misalnya KTP.

    Nantinya kamu akan diarahkan ke Customer Service terlebih dulu sebelum membayar biaya mengaktifkan rekening melalui Teller.

    Cara Mengaktifkan Rekening BNI yang Sudah Pasif Melalui BNI Call Secara Online

    Sebelum mengaktifkan rekening, kamu bisa mengecek terlebih dulu di BNI Call dengan nomor 1500046 apakah status rekening BNI kamu sudah dikategorikan sebagai dormant atau belum. Apabila benar sudah tidak aktif maka tanyakan pada petugas bagaimana prosedur mengaktifkannya.

    Berikut ini beberapa pertanyaan yang akan diajukan jika kamu mengaktifkan melalui BNI Call:

    • Bagaimana status pakai rekening BNI tersebut, dan sudah berapa lama tidak dipakai karena jika sudah tak ada transaksi lebih dari 6 bulan maka rekening dinyatakan dormant.
    • Petugas juga akan memberi tahu biaya untuk mengaktifkannya kembali adalah Rp.100.000,- yang harus dibayarkan melalui Teller BNI cabang terdekat.
    • Apabila saldo ATMnya kosong maka kamu bisa mengisi saldonya masih melalui Teller BNI.

    Ketentuan Masa Aktif Rekening dan ATM BNI

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa rekening BNI akan dinyatakan mati apabila tidak dipakai dalam jangka waktu tertentu. Status rekening Bank BNI meliputi aktif (hidup), ditutup (mati), dan pasif atau dormant.

    Ada beberapa ketentuan dalam hal ketentuan masa aktif rekening BNI berikut ini:

    • Apabila dalam waktu 6 bulan berturut-turut tak ada kegiatan transaksi apapun di rekening maka statusnya akan berubah menjadi dormant/pasif. Meskipun di dalam rekening tersebut masih ada saldonya.
    • Dalam mengaktifkan rekening yang pasif/dormant harus membayar biaya sebesar Rp.100.000,- melalui Teller BNI, dan harus membawa e-KTP, kartu ATM, dan Buku Tabungan.
    • Setelah rekening BNI milikmu sudah dinyatakan pasif tapi tidak diaktifkan lagi, dan di enam bulan berikutnya tidak ada kegiatan transaksi apapun dengan jumlah saldo 0 rupiah maka sistem akan menutup rekening dengan resmi.
    • Apabila saldonya nol dalam jangka waktu tiga bulan lamanya maka sistem pun akan menonaktifkan atau menutup rekening secara otomatis, dan statusnya menjadi mati.
    • Rekening dengan saldo 0 rupiah tapi statusnya masih aktif maka rekening terkait masih bisa dipakai.

    Cara Mengecek Rekening BNI Apakah Masih Aktif atau Tidak

    Sebelum mengaktifkan rekening BNI yang kamu kira sudah tidak aktif karena tidak ada kegiatan transaksi, maka sebaiknya cek terlebih dulu rekening tersebut apakah memang sudah tidak aktif atau masih aktif. Caranya adalah dengan langkah berikut ini:

    1. Dari Mobile Banking BNI

    Cara pertama dalam mengecek apakah rekening BNI masih aktif atau tidak, adalah dengan menggunakan mobile banking. Instal aplikasi mobile banking BNI terlebih dulu lalu lihat di laman pertama yaitu di bagian proses memasukkan nomor kartu.

    Apabila kamu masih diizinkan untuk melanjutkan pada langkah berikutnya artinya rekening BNI masih aktif. Tapi jika sudah tidak bisa melanjutkan ke langkah berikutnya artinya sudah tidak aktif.

    2. Dari e-Banking BNI

    Selain dari mobile banking kamu juga bisa mengeceknya melalui e-banking lalu masuk dengan user ID dan kata sandinya. Jika berhasil melakukan login maka rekening masih aktif dan bisa digunakan.

    3. Dari ATM BNI

    Cara lainnya coba juga di ATM BNI dan masukkan kartu ATM BNI ke mesin ATM seperti biasa. Jika kartu masih bisa masuk ke dalam dan tak ada penolakan artinya ATM BNI masih aktif.

    4. Mencoba Mentransfer Sejumlah Uang ke Rekening Tersebut

    Coba juga untuk mentransfer uang ke rekening BNI yang sedang kamu cek, apabila ketika menginput nomor rekeningnya masih bisa diterima maka bisa dipastikan rekening juga masih dalam keadaan aktif.

    5. Melalui Call Center BNI

    Kamu bisa menelepon ke call center BNI yang nantinya akan diminta informasi tentang identitas seperti nomor rekening BNI, dan nomor kartu ATMnya.

    Nanti akan dicek langsung oleh petugas dan dilihat masih aktif atau tidak. Jika sudah tahu bahwa rekening BNI kamu benar-benar sudah tidak aktif, maka cobalah langkah dalam cara mengaktifkan rekening BNI yang sudah mati seperti yang telah dijelaskan di atas.

  • Cara Mengaktifkan Rekening BCA yang Sudah Mati Tanpa Biaya!

    Cara Mengaktifkan Rekening BCA yang Sudah Mati Tanpa Biaya!

    Selamat datang di Hotelier.id, pada kesempatan kali ini saya hendak berbagi bagaimana cara mengaktifkan rekening BCA yang sudah mati atau tidak aktif kembali. Tak hanya itu, kamu juga akan mengetahui apakah ada biaya yang diperlukan untuk melakukan pengaktifkan rekening BCA ini.

    Berbicara mengenai rekening BCA yang sudah mati ini, Saya sendiri telah mengalaminya dalam beberapa bulan yang lalu.

    Karena memang tempat kerja yang baru tidak menggunakan BANK BCA maka rekening tidak pernah berisi saldo hingga lebih dari 6 bulan.

    Baiklah, tak perlu basa basi, semoga kamu yang menemukan artikel ini jadi paham dan tidak ragu kembali mengenai cara mengaktifkan kembali rekening BCA yang sudah mati. Karena semua yang ditulis dalam artikel ini berangkat dari pengalaman pribadi.

    Jadi pastikan kamu membacanya hingga selesai dan jangan lupa komen atau share jika artikel ini bermanfaat.

    Berapa lama rekening BCA Mati / Ditutup?

    Sebelum menuju pokok bahasan, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui.

    Beberapa penyebab dan berapa lama rekening dinyatakan tidak aktif. Yang mana salah satunya ada jangka waktu tertentu rekening dinyatakan tidak aktif.

    Untuk lebih akurat, berikut saya kutip dari website resmi Bank BCA yang perlu kamu ketahui.

    • Untuk rekening Stage/Tapres/Gold Stage, Xpresi, TabunganKu dan BCA Dollar, sistem BCA akan menutup rekening jika saldonya 0 (nol) selama 6 bulan berturut-turut.
    • Rekening Giro akan ditutup oleh sistem BCA jika saldonya 0 (nol) selama 6 bulan berturut-turut.
    • Rekening Deposito Pelajar akan ditutup oleh sistem BCA jika rekening dalam kondisi dorman dengan saldo di bawah atau sama dengan Rp5 ribu.

    Nah, dari penyataan di atas seharunya kamu mulai mengerti alasan rekening BCA tidak bisa digunakan.

    Baca juga: 10 Pantai Tercantik di Jogja yang Wajib di Kunjungi

    Untuk kasus saya, kebetulan rekening memang tidak aktif lebih dari 6 bulan ditambah saldo mendekati nol ruipiah.

    Namun tidak aktifnya rekening BCA tidak serta merta karena sudah mati. Bisa jadi rekening milikmu hanya disuspend/ atau dalam kondisi dormant (mati suri).

    Untuk kasus mati suri, berikut ini adalah kriterianya:

    • Rupiah, saldo minimal Rp 10 juta.
    • Dolar AS, saldo minimum $1.000.
    • Dolar Singapura SG$2.000.
    • Dolar Hong Kong, saldo minimum HK$8,000.
    • Euro, saldo minimum EUR€1.000.
    • Pound sterling, saldo minimum GBP£1.000.
    • Dolar Australia, saldo minimum AU$2.000.
    • Yen Jepang, saldo minimum JP¥150.000.
    • Renminbi Cina, saldo minimum RMB¥7,000.

    Kabar baiknya, jika rekening BCA milikmu masih ditangguhkan, kamu masih dapat melakukan transaksi seperti biasa.

    Baik melalui ATM, m-BCA, maupun Klik-BCA.

    Tetapi…

    Untuk transaksi yang melebihi batas harian, kamu harus mengaktifkan rekening BCA dorman ke kantor cabang bank BCA terdekat.

    …. Intinya kalau kamu masih dorman1, kamu nggak perlu khawatir. Karena memang masih digunakan. Cukup melakukan satu transaksi seperti biasa.

    Beda cerita dengan rekening bank bca yang sudah mati. Kamu wajib dan perlu melakukan pengecekan manual seperti penjelasan yang saya tulis di bawah ini.

    Cara mengetahui rekening BCA sudah mati atau dormant gimana?

    Pertama, Kamu harus memeriksa apakah rekening masih dapat digunakan atau tidak.

    Jadi bagaimana saya memeriksanya? Ikuti penjelasan di bawah ini.

    Bagaimana cara mengetahui apakah akun BCA masih aktif atau tidak?

    Bagaimana cara mengetahui apakah akun BCA masih aktif atau tidak?

    Kamu tidak perlu buru-buru ke Bank BCA terdekat untuk mengeceknya.

    Lakukan 2 langkah sederhana ini:

    1. Cek saldo di Mobile Banking (jika Kamu memiliki mobile banking) – Jika rekening BCA sudah dalam kondisi non aktif, akan ada notifikasi “rekening tidak aktif, silakan ke cabang BCA terdekat”
    2. Cek saldo ATM, coba cek saldo di ATM terdekat. Jika atm tidak bisa digunakan, berarti rekening BCA suda mati/tidak aktif.
    3. Atau telp call center Bank BCA ke 1500888, pulsa euy…

    Dari kedua cara di atas, pilih saja salah satu yang paling mudah menurutmu. Itu tidak membutuhkan keduanya.

    Cara Aktivasi Rekening BCA Mati/Tidak Aktif

    Setelah kamu mengetahui dan yakin bahwa rekening BCA milikmu sudah tidak aktif lagi oleh pihak bank, kamu bisa melanjutkan ke langkah-langkah cara mengaktifkan rekening BCA yuang sudah mati berikut ini:

    1. Siapkan dokumen pendukung seperti: KTP, Buku Rekening, dan Kartu ATM. Oh ya jangan lupa bawa handphone ya, karena mobile banking akan di-refresh sekaligus. Ketiga dokumen di atas wajib dimiliki jika mau urusanmu di Bank lancar.
    2. Bebas memilih kantor cabang Bank BCA terdekat. Selama sudah memiliki eKTP, kamu bisa pergi ke cabang mana saja yang paling dekat dengan tempat tinggal.
    3. Setelah sampai di cabang terdekat, kamu akan dipandu oleh security yang ramah. Sampaikan saja tujuan ke bank BCA. Mereka akan dengan senang hati membantu masalah kita.
    4. Ambil nomor antrian dan tunggu giliran untuk duduk di depan teller.
    5. Setelah giliran, kamu tinggal memberi tahu teller apa masalah yang sedang terjadi.
    6. Biasanya mereka akan menanyakan pertanyaan terkait akun yang mati. Berapa transaksi, saldo terakhir dan sejenisnya.

    Untuk lebih mudahnya, langkah-langkah aktivasi rekening BCA lebih lanjut di bawah ini.

    Berapa biaya aktivasi rekening BCA mati?

    Setelah berdiskusi dengan teller tentang masalah rekening milikmu, biasanya keputusannya adalah menghancurkan akun lama dan menggantinya dengan yang baru .

    Karena ternyata rekening BCA yang mati tidak bisa dihidupkan kembali.

    Jadi sebelum Menggantinya dengan yang baru, tentunya masalah biaya bukan?

    Kalau dipikir secara logika, biaya mudah aktivasi rekening BCA mati adalah nol rupiah .

    Tetapi…

    Nyatanya tidak demikian, karena kita tetap akan diminta untuk melakukan deposit seperti membuka rekening baru.

    Besaran setoran juga bervariasi.

    Jika tujuan untuk memiliki rekening BCA adalah untuk keperluan pribadi atau sekedar tabungan pribadi, biasanya setoran awal yang diminta adalah Rp. 500.000  rupiah.

    Jadi jika pada kasus yang terjadi pada saya, karena kantor cabang Bank BCA tempat saya mengaktifkan kembali rekening mati tersebut adalah rekanan kantor tempat saya bekerja, maka biaya setoran hanya diminta sebesar Rp . 200.000 .

    Eits, jangan bingung dulu.. Deposit tetap milik kita, seperti tabungan awal.

    Jika tidak ingin menabung, maka dari Rp. 500.000 Kamu dapat menarik lagi melalui ATM nanti.

    Tapi hanya Rp 400.000 yang bisa ditarik karena selebihnya adalah garansi admin bulanan.

    Oke, kebayangkan?

    Setelah Kamu melakukan setoran ke teller bank BCA, kamu tinggal menandatanganinya, dan dalam waktu kurang dari 10 menit, semuanya selesai dan siap digunakan.

    Mulai dari rekening, ATM dan Mobile banking, kamu dapat menggunakannya kembali.

    Apakah Rekening BCA yang sudah Mati Bisa Diaktifkan Kembali?

    Dari pengalaman pribadi saya, jawaban singkatnya adalah tidak. Yang ada adalah mengganti akun yang mati dengan yang baru.

    Ya kira-kira begitulah cara aktivasi rekening BCA mati, lengkap dengan biaya aktivasi kembali rekening BCA mati.

    Lagi pula, tidak terlalu rumit dan membingungkan, daripada berurusan dengan birokrasi lain atau bank sebelah. hehehe

    Sejauh ini saya juga puas dengan pelayanan bank BCA yang ramah dan cepat.

    Cara Mengaktifkan Kartu ATM BCA yang Hilang

    Jika masalah yang kamu hadapi adalah karena kartu ATM BCA hilang, maka kamu tak perlu khawatir, sebab rekening yang kamu miliki masih dapat digunakan.

    Dengan catatan, kamu masih memiliki saldo dan dalam belum masuk periode dormant. Langkah langkahnya cukup mudah yakni:

    1. Minta surat keterangan hilang terlebih dahulu ke polsek terdekat.
    2. Datang ke kantor cabang Bank BCA terdekat dengan membawa semua berkas yang diperlukan. (KTP, Buku Rekening, Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian)
    3. Ambil nomor antrean, dan jelaskan masalah pada teller bank BCA.
    4. Maka kartu ATM BCA yang hilang akan diblokir oleh pihak bank, dan diberikan penggantian dengan kartu ATM yang baru. Dikenakan biaya Rp15.000 sebagai fee pembuatan kartu baru.
    5. Biasanya pihak bank akan menawarkan kamu menggunakan Mobile Banking BCA agar lebih mudah bertransaksi.
    6. Selesai, kartu ATM BCA dapat digunakan kembali.

    Masih bingung mengenai cara mengaktifkan rekening BCA yang sudah mati? Baiklah, tulis pertanyaanmu di kolom komentar ya, aku akan segera menjawabnya… Selamat mencoba ya?

  • Kartu Anda Tidak Diizinkan Untuk Digunakan [Bank Mandiri] Penyebab dan Solusinya

    Kartu Anda Tidak Diizinkan Untuk Digunakan [Bank Mandiri] Penyebab dan Solusinya

    Sedang transaksi di ATM karena keperluan mendadak namun muncul notifikasi “kartu anda tidak diizinkan untuk digunakan”. Tentu hal ini membuat kamu bingung dan khawatir bukan?

    Tenang ya, hal ini tidak selalu karena adanya kejahatan kok, bisa jadi karena beberapa hal teknis yang memang belum kamu ketahui.

    Harus diakui, saat ini dimana kartu ATM tidak bisa lepas dari saku. Selain praktis, membawa ATM juga memudahakan kita untuk melakukan transaksi dalam jumlah besar tanpa khawatir membawa satu bundel uang.

    Nah, kalau hal seperti di atas terjadi, kamu tak perlu khawatir, karena kamu masih dapat melakukan transaksi. Yaitu menggunakan mobile banking, ataupun internet banking. Apapun jenis transaksinya tetap bisa.

    Lantas kalau belum punya m-banking solusinya ada? Ada kok, tapi ketahui dulu apasih penyebab notifikasi “kartu anda tidak diizinkan untuk digunakan” ini.

    Penyebab Kartu Anda tidak Diizinkan Untuk Digunakan

    Penyebab Kartu Anda tidak Diizinkan Untuk Digunakan

    Sebelum lanjut, pada artikel ini yang menjadi contoh adalah Bank Mandiri. Namun, pada praktiknya, kamu bisa menerapkanny pada Bank lain seperti: Bank BRI, BNI, dan BSI.

    1. Ternyata Kartu ATM Belum Aktif

    Tahukah kamu, kartu ATM yang baru dibuat membutuhkan proses aktivasi. Hal ini hal yang sangat sering terjadi ketika seseorang baru membuat kartu ATM.

    Jika digunakan, biasanya akan muncul tulisan transaksi tidak diijinkan.

    2. Kartu ATM Sudah Mati/Dormant

    Salah satu penyebab lain munculnya tulisan “Kartu Anda Tidak Diizinkan Untuk Digunakan” adalah rekening Bank yang kamu miliki sudah tidak aktif/mati alias dormant.

    Coba ingat Kembali, terakhir kali kamu melakukan transaksi? Jika sudah lebih dari 6 bulan biasanya rekening otomatis menjadi Dormant.

    Kamu bisa baca cara mengaktifkan rekening Mandiri yang sudah mati.

    3. Saldo Tidak Cukup

    Selanjutnya yang paling paling umum adalah saldo rekening kamu tidak cukup untuk melakukan transaksi. Perlu Diingat, bahwa Bank Mandiri mensyaratkan 100.000 harus tetap ditinggal didalam rekening.

    Jadi kamu tidak bisa mengambil semua uang yang ada di rekening Bank. Sebelum panik, kamu bisa cek terlebih dahulu saldo milikmu.

    4. Kartu ATM Kadaluarsa

    Penyebab munculnya tulisan “Kartu Anda Tidak Diizinkan Untuk Digunakan” selanjutnya adalah karena kartu ATM sudah kadaluarsa.

    Coba lihat tanggal di kartu ATM kamu , pastikan tanggal validnya belum terlewati.

    5. Kartu ATM Rusak

    Transaksi tidak diizinkan juga bisa muncul saat kartu ATm yang digunakan dalam kondisi rusak. Banyaknya goresan pada garis hitam/pita hitam ini menyebabkan gagalnya transaksi Ini.

    6. Kartu ATM Pihak Bank Sudah Beralih Ke Chip

    Tahukah kamu, hampir semua Bank menggunakan chip terbaru pada kartu ATM mereka. Hal ini juga penyebab kartu atm tidak diizinkan untuk digunakan.

    Cara Mengatasi Kartu ATM tidak Diizinkan Untuk Digunakan

    Kamu sudah tahu apa yang menyebabkan kartu ATM tak dapat digunakan untuk bertransaksi. Langkah selanjutnya adalah cara mengatasi kondisi tersebut.

    Satu-satunya cara untuk mengatasi kartu ATM tidak dapat digunakan untuk bertransaksi adalah dengan meminta bantuan pihak BANK penerbit kartu ATM. Baik itu Bank Mandiri, BRI, BNI maupun bank lainnya.

    Sebelum berangkat, beberapa hal perlu kamu persiapkan agar proses perbaikan kartu lebih cepat dan mudah.

    • Siapkan Buku rekening berikut dengan kartu ATM yang tak dapat digunakan.
    • Persiapkan data diri seperti KTP dan SIM.
    • Setelah semua syarat lengkap, kamu bisa datang ke kantor cabang pembantu bank yang kamu gunakan. Sebagai saran, pilihlah cabang terdekat, atau tempat dulu membuat rekening. Tak perlu memilih kantor yang lokasi jauh.
    • Sesampainya di bank, beritahukan pada sekuriti apa maksud kedatanganmu. Hal ini membantu kamu untuk mengantri pada teller yang tepat.
    • Setelah menghadap CS, sampaikan keluhan dan permasalahanmu.
    • Biasanya CS akan segera menawarkan opsi-opsi yang bisa kamu pilih. Entah itu pembuatan kartu baru, maupun rekening baru bila diperlukan.
    • Semisal kartu rusak, maka opsinya aadalah diganti dengan kartu ATM baru dengan biaya Rp 15.000 – Rp 30.000

    Apabila penyebabnya adalah saldo tidak cukup, maka kamu tidak perlu datang ke Bank ya, karna itu bukan masalah pihak Bank, namun masalah kamu.

    Tips Agar Kejadian Serupa Tidak Berulang

    Agar kamu tidak sering datang ke kantor bank kesayangan, maka ada baiknya mengikuti tips ampuh berikut ini:

    • Untuk menyimpan ATM, ada baiknya gunakan dompet khusus kartu. Jangan gunakan dompet lipat yang sering diduduki. Karena dapat merusak komponen yang ada di dalam kartu ATM.
    • Mulai untuk menggunakan M-Banking agar kamu dapat lebih leluasa memantau keuangan tanpa bolak-balik ke mesin ATM.

    Seringkali notifikasi seperti Kartu Anda Tidak Diizinkan Untuk Digunakan membuat kita panik. Namun hal hal demikian tidak akan terjadi kalau kita teliti dalam mengelola tools keuangan.

    Jika kamu merasa terbantu dengan informasi ini, jangan lupa bagikan informasi ini jika kamu terbantu dan mendapat manfaat.

  • Berhasil! Ini Cara Mengaktifkan Rekening Mandiri yang Sudah Mati

    Berhasil! Ini Cara Mengaktifkan Rekening Mandiri yang Sudah Mati

    Ada saatnya kamu perlu mengetahui cara mengaktifkan rekening Mandiri yang sudah mati. Untuk berjaga-jaga ketika terjadi suatu hal yang mengharuskan kamu untuk menggunakan kembali rekening Mandiri untuk bertransaksi.

    Rekening Mandiri sendiri dikatakan dormant atau mati ketika tidak digunakan untuk bertansaksi selama 6 bulan, hal ini disampaikan langsung oleh pihak Bank. Namun, ada beberapa hal yang memang perlu digaris bawahi.

    Bank Mandiri adalah salah satu bank lokal asal Indonesia yang sangat mempermudah transaksi para nasabahnya. Terutama bagi yang ingin melakukan transaksi dari atau ke luar negeri, biaya yang digunakan sebagai potongan wire transfer terbilang rendah dibandingkan bank lainnya.

    Dalam artikel ini kamu akan mendapatkan beberapa informasi terkait hal-hal yang menyebabkan rekening Mandiri mati serta cara mengaktifkan rekening Mandiri yang sudah mati.

    Hal yang Menyebabkan Rekening Mandiri Mati

    Sudah dijelaskan di atas bahwa penyebab dari rekening Mandiri dikatakan mati atau dormant adalah karena tidak ada transaksi baik secara finansial maupun non finansial yang terjadi dalam kurun waktu 6 bulan berturut-turut.

    Akan tetapi, ternyata hal tersebut bukanlah satu-satunya penyebab rekening Mandiri mati. Ada sebab-sebab lainnya yang diuraikan sebagai berikut :

    1. Terjadi Kesalahan Transfer

    Penyebab pertama adalah adanya kejadian salah transfer di mana nasabah mendapatkan uang yang tidak seharusnya ia terima. Hal ini menyebabkan pihak bank harus membekukan sementara rekening nasabah tersebut agar uang yang salah transfer tadi tidak disalahgunakan.

    Nasabah yang salah melakukan transfer diwajibkan untuk membuat surat laporan pada pihak Mandiri terlebih dahulu agar pihak Mandiri bisa segera melakukan pemblokiran sementara pada nasabah yang dikirimkan uang tersebut.

    Apabila kejadiannya seperti ini, biasanya rekening yang tidak aktif hanya bersifat sementara dan rekening Mandiri akan kembali aktif secara otomatis ketika permasalahan antara pengirim uang dengan pihak bank sudah terselesaikan.

    Baca juga: 12 Aplikasi Pencari Jodoh Luar Negeri Terbaik (Ada yang Khusus Islam)

    2. Terjadi Aktivitas Mencurigakan

    Hal berikutnya yang menyebabkan rekening Mandiri bisa mati atau dormant adalah karena dalam rekening tersebut terjadi aktivitas yang mencurigakan. Kejadian penipuan, hacking atau peretasan yang dilakukan pada m-banking maupun terlalu sering melakukan transfer uang bisa menjadi penyebabnya.

    Jika kejadian tersebut terjadi, pihak bank Mandiri biasanya akan melakukan pemblokiran atau pembekuan rekening secara otomatis. Bisa juga dilakukan atas dasar pelaporan yang dibuat oleh nasabah untuk menonaktifkan rekeningnya.

    3. Tidak Ada Saldo di Rekening

    Sesuai dengan kesepatakan dari pihak bank Mandiri bahwa jika tidak ada aktivitas perbankan yang dilakukan dalam jangka waktu 6 bulan berturut-turut maka akun atau rekening Mandiri tersebut dinyatakan tidak aktif atau dormant.

    Apabila saldo di dalam rekening Mandiri kosong dan tidak pernah ada aktivitas baik transfer uang maupun aktivitas non finansial lainnya yang diperuntukkan oleh rekening itu dalam kurun waktu 6 bulan, maka pada saat akan menggunakan rekening tersebut kamu harus mengaktifkannya kembali.

    Hal ini juga terjadi pada bank lainnya lho, jadi hal ini adalah salah satu hal yang lumrah.

    4. Adanya Permintaan dari Pihak Berwenang

    Alasan berikutnya yang dapat menyebabkan tidak aktif atau matinya rekening Mandiri adalah karena adanya pelaporan terhadap nomor rekening tersebut ke pihak yang berwajib. Biasanya rekening yang dilaporkan untuk dinonaktifkan adalah rekening yang dicurigai terlibat suatu kasus hukum.

    Ada banyak contoh di mana rekening dinonaktifkan atas dasar permintaan dari pihak berwajib seperti pada kasus korupsi, penipuan dan penggelapan dana. Nomor rekening yang dibekukan tersebut kemudian digunakan untuk barang bukti dalam proses hukum selanjutnya.

    5. Nasabah Sudah Meninggal Dunia

    Hal terakhir yang menjadi penyebab matinya nomor rekening Mandiri adalah karena nasabah yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Apabila sudah ada pelaporan pada pihak bank Mandiri bahwa nasabah meninggal dunia, maka pihak bank akan menutup rekening tersebut.

    Adapun kasus yang menyebabkan rekening tersebut dapat kembali aktif atau tidak dinonaktifkan sama sekali adalah karena ahli waris yang sah, yang tercatat secara hukum, mengajukan permintaan tersebut.

    Hal ini tentu harus disertai dengan kelengkapan administrasi yang menunjukkan bukti bahwa memang yang bersangkutan adalah ahli waris dari nasabah yang sudah meninggal dunia tadi. Ini dilakukan sebagai bentuk proteksi terhadap dana yang ada di dalam rekening tersebut.

    Cara Mengaktifkan Rekening Mandiri yang Sudah Mati

    Apabila rekening Mandiri sudah mati, maka kamu tidak bisa lagi melakukan aktivitas berikut menggunakan rekening tersebut :

    • Menarik uang tunai baik di ATM ataupun kantor cabang
    • Melakukan pemindahbukuan, baik itu ke bank Mandiri atau bank lainnya
    • Melakukan transaksi seperti mengirim dan menerima uang melalui e-banking
    • Melakukan transaksi pembelanjaan di merchant
    • Melakukan pembayaran menggunakan EDC
    • Tidak bisa lagi mengakses e-banking maupun m-banking

    Lantas, bagaimana cara mengaktifkan rekening Mandiri yang sudah mati? Ikuti Langkah-langkah di bawah ini agar kamu bisa mengaktifkan kembali rekening Mandiri yang sudah non aktif :

    1. Cara Mengaktifkan Rekening Mandiri yang Sudah Mati Lewat Online Customer Service

    Ada dua cara yang bisa ditempuh untuk mengaktifkan Kembali rekening Mandiri. Pertama adalah melalui CS atau customer service dan yang kedua melalui teller. Untuk cara yang pertama yaitu melalui CS, berikut adalah langkah-langkahnya :

    • Menyiapkan dokumen lengkap berupa buku tabungan, ATM, dokumen identitas resmi seperti KTP atau SIM.
    • Mendatangi langsung kantor cabang bank Mandiri terdekat
    • Mengambil antrian untuk dating ke Customer Service dan tunggu hingga dipanggil
    • Sampaikan maksud dan tujuan untuk mengaktifkan kembali nomor rekening yang tidak aktif
    • Customer Service biasanya akan meminta nasabah untuk melakukan transfer uang sebesar Rp100.000,- ke nomor rekening yang akan diaktifkan tersebut
    • Tak berapa lama, nomor rekening nasabah pun Kembali aktif dan bisa digunakan untuk bertansaksi lagi

    2. Cara Mengaktifkan Rekening Mandiri yang Sudah Mati Lewat Teller

    Cara kedua adalah mengaktifkan rekening Mandiri lewat teller di bank. Berikut adalah langkah-langkahnya :

    • Datanglah ke kantor cabang bank Mandiri terdekat
    • Siapkan uang tunai sebesar Rp100.000,-
    • Ambil nomor antrian untuk bertemu teller dan tunggu hingga nomor nasabah dipanggil
    • Sampaikan maksud dan tujuan nasabah pada teller untuk mengaktifkan kembali nomor rekening yang sebelumnya mati atau dormant
    • Teller akan melakukan verifikasi terhadap kepemilikan rekening yang dormant tersebut dengan cara menggali sedikit informasi mengenai nasabah
    • Setorkan uang sebesar Rp100.000,- yang sudah disiapkan sebelumnya
    • Aktivasi juga bisa dilakukan dengan cara memindahbukukan apabila nasabah memiliki rekening Mandiri lain

    Hal yang sama bisa kamu lakukan jika rekening yang kamu miliki di Mandiri adalah rekening giro. Namun, ada sedikit perbedaan di mana jumlah nominal yang harus ditransfer untuk mengaktifkan Kembali rekening giro adalah sebesar Rp250.000,-.

    Hingga saat ini, aktivasi kembali rekening Mandiri yang sudah mati belum terfasilitasi secara online.

    Sebab, ada beberapa dokumen yang harus diverifikasi untuk membuktikan bahwa memang benar yang bersangkutan merupakan nasabah pemilik rekening tersebut.

    Demikianlah informasi mengenai penyebab rekening Mandiri non aktif atau dormant dan cara mengaktifkan rekening Mandiri yang sudah mati yang bisa kamu lakukan. Pastikan sebelum dating ke bank Mandiri kamu sudah menyiapkan kelengkapan dokumen yang diminta.

  • Mudah! 3 Cara Mengaktifkan Rekening BRI yang Sudah Mati/Tidak Aktif

    Mudah! 3 Cara Mengaktifkan Rekening BRI yang Sudah Mati/Tidak Aktif

    Apa penyebab nomor rekening tidak aktif? Penyebabnya rekening tidak pernah digunakan untuk melakukan transaksi dalam jangka waktu yang lama, bahkan lebih dari 2 tahun. Cara mengaktifkan rekening BRI yang sudah tidak aktif dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

    Cara tersebut dapat digunakan agar rekening BRI yang sudah tidak aktif dapat diaktifkan lagi dan digunakan untuk transaksi. Selain itu, pastikan juga untuk melakukan pengecekan dulu untuk mengetahui rekening masih aktif, dalam masa dormant, pasif, atau memang tidak aktif.

    Lengkapi juga berbagai syarat yang diperlukan untuk kembali mengaktifkan rekening BRI. Tidak usah bingung tentang cara pengecekan, syarat, dan cara mengaktifkan kembali nomor rekening BRI. Kamu bisa mempelajari pengaktifan rekening BRI dengan membaca artikel ini!

    Cara Mengaktifkan Kembali Rekening BRI yang Sudah Mati

    Bagaimana cara yang harus dilakukan agar rekening Bank BRI dapat digunakan kembali setelah nonaktif?

    Sebetulnya, cara ini tidak ada bedanya dengan yang dilakukan pada Bank BCA, bisa kamu baca pada artikel ini.

    Berikut ini langkah-langkah untuk mengaktifkan kembali rekening Bank BRI yang sudah nonaktif karena lama tidak digunakan, yaitu:

    1. Pastikan Bahwa Rekening BRI Memang Sudah Tidak Aktif

    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kembali bahwa rekening BRI yang kamu miliki memang sudah tidak aktif. Berikut ini ciri-ciri rekening BRI yang sudah di-nonaktifkan oleh pihak Bank BRI, yaitu:

    • Rekening BRI sudah tidak pernah digunakan untuk melakukan transaksi dalam waktu yang lama.
    • Rekening BRI sudah lama tidak dipakai dalam kurun waktu tertentu.
    • Saldo yang ada di dalam rekening berada di bawah saldo minimum, artinya tidak ada saldo yang bisa ditarik oleh Bank BRI sebagai biaya admin per bulan.
    • Muncul keterangan “Transaksi Ditolak oleh Bank Anda, Harap Hubungi Bank Anda” ketika kamu melakukan pengecekan “Cek Saldo” di mesin ATM.
    • Rekening Bank BRI sudah tidak dapat menerima dana yang ditransfer dari rekening lainnya.
    • Jika rekening anda tidak aktif, maka akan muncul peringatan: “rekening tujuan transfer tidak ditemukan atau sudah tidak aktif“.

    Selain itu, rekening Bank BRI juga akan non-aktif ketika tidak digunakan dalam waktu tertentu berdasarkan jenis tabungannya.

    Pada umumnya seluruh Bank menerapkan status rekening tidak aktif jika sudah tidak memiliki saldo untuk ditarik sebagai biaya admin. Dan otomatis berstatus dormant jika lewat dari 6 bulan.

    Dalam satu kasus, jika yang terjadi adalah saldo rekening yang kamu miliki cukup banyak, dan diperkirakan dapat menutupi biaya admin selama tidak ada transaksi, maka cara mengaktifkan rekening BRI yang sudah lama tidak dipakai dapat dilakukan hanya dengan melakukan satu kali transaksi.

    Setelah itu, rekening BRI milikmu kembali aktif dan normal. Cara mengatifkan rekening dormant BRI di atas dapat dilakukan tanpa ke BANK.

    Namun ada beberapa perbedaan pada jenis tabungan.

    Berikut ini ketentuan masa aktif untuk rekening tabungan BritAma Bank BRI, yaitu:

    • Status Dormant: saldo rekening dibawah saldo minimum dan tidak melakukan transaksi secara berturut-turut selama 540 hari.
    • Status Pasif: Pada hari ke 540 + 1 hari.
    • Status Tidak aktif: Pada hari ke 541 + 1 hari.

    Berikut ini ketentuan masa aktif untuk rekening tabungan Simpedes Bank BRI, yaitu:

    • Status Dormant: saldo rekening dibawah saldo minimum dan tidak melakukan transaksi secara berturut-turut selama 365 hari.
    • Status Pasif: Pada hari ke 365 + 1 hari.
    • Status Tidak aktif: Pada hari ke 366 + 1 hari.

    Ketika rekening Bank BRI sudah tidak aktif, maka rekening tersebut tidak dapat digunakan untuk transaksi secara online, baik melalui ATM, Internet Banking, maupun Mobile Banking.

    Baca juga: 12 Aplikasi Cari Jodoh Luar Negeri Ada yang Khusus Islam

    2. Persiapkan Syarat-syarat untuk Melakukan Mengaktifkan Rekening BRI

    Ketika sudah memastikan bahwa rekening Bank BRI memang tidak aktif, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan semua syarat agar bisa kembali mengaktifkan rekening tersebut.

    Berikut ini beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam cara mengaktifkan rekening yang tidak aktif, yaitu:

    • Kartu ATM Bank BRI dan buku tabungannya.
    • KTP atau identitas pemilik rekening Bank BRI tersebut.
    • Mempersiapkan uang untuk membayar setoran awal dan biaya lainnya.

    Berapa besarnya biaya untuk mengaktifkan kembali rekening BRI? Kamu hanya perlu mengeluarkan uang untuk setoran awal sebesar Rp 100.000 hingga Rp 500.000 yang nantinya juga akan masuk ke rekening bank.

    Selain itu, siapkan juga uang untuk membayar materai Rp 6.000 atau Rp 10.000 yang akan digunakan saat mengisi formulir.

    Kamu juga bisa menghubungi pihak Customer Service Bank BRI terdekat untuk bertanya terlebih dahulu tentang syarat-syarat mengaktifkan kembali rekening yang tidak aktif.

    3. Datang Langsung ke Kantor Cabang Bank BRI Terdekat

    Cara mengaktifkan rekening BRI yang sudah tidak aktif secara offline dan lama tidak dipakai, dapat dilakukan dengan langsung datang ke kantor cabang Bank BRI terdekat.

    Sebaiknya datang ke bank lebih pagi atau awal, agar mendapat nomor antrean awal.

    Ketika datang ke kantor cabang Bank BRI, maka langsung saja temui satpam untuk mendapatkan nomor antrean. Kamu akan diarahkan untuk mengantre pada Customer Service Bank BRI sebagai tempat layanan mengaktifkan kembali nomor rekening.

    4. Lakukan Semua Prosedur Sesuai dengan Arahan Customer Service

    Cara mengaktifkan rekening BRI yang sudah tidak aktif selanjutnya adalah mengikuti semua arahan dari CS. Berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan agar rekening Bank BRI aktif kembali, yaitu:

    • Memberikan informasi kepada CS tentang keinginan untuk mengaktifkan kembali rekening bank.
    • Menyerahkan semua dokumen persyaratan yang telah dipersiapkan, seperti KTP, kartu ATM, dan buku rekening.
    • Mengisi formulir yang diberikan oleh pihak CS dengan lengkap dan benar tanpa adanya kesalahan atau manipulasi.
    • Setelah itu, kamu hanya perlu menyerahkan formulir tersebut untuk dicek dan diproses oleh CS.
    • Customer Service akan melakukan proses verifikasi dan mengaktifkan kembali nomor rekening Bank BRI sesuai data yang telah diserahkan.
    • Tunggulah proses aktivasi kembali dilakukan oleh CS hingga selesai.
    • Jangan lupa untuk menyerakan sejumlah uang sekitar Rp 100.000 hingga Rp 500.000 sebagai setoran awal rekening Bank BRI yang diaktifkan kembali.
    • Ketika CS Bank BRI selesai melakukan semua proses yang diperlukan, maka rekening Bank BRI milik kamu sudah aktif kembali dan dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi di ATM, Internet Banking, maupun Mobile Banking.

    Cara mengaktifkan rekening BRI yang sudah tidak aktif dapat digunakan agar rekening Bank BRI dapat kembali digunakan untuk melakukan transaksi.

    Sejauh ini tidak ada cara lain selain menghubungi CS Bank BRI dan datang ke Kantor cabang terdekat untuk bisa mengaktifkan rekenign BRI yang sudah lama tidak dipakai.

    Jangan lupa bawa lengkapi syarat dan ketentuan dengan tepat agar proses aktivasi kembali dapat dilakukan!

    FAQ

    Apakah rekening BRI pasif masih bisa menerima transfer?

    Ketika bertransaksi di ATM, akan ditampilkan pemberitahuan jika transaksi telah gagal karena rekening berstatus dormant atau pasif. Tidak dapat menerima transfer dari rekening lain.

    Berapa lama buku rekening BRI mati?

    Jika rekening Bank BRI tidak ada saldo selama 6 bulan berturut-turut, rekening tabungan biasanya ditutup otomatis oleh bank.
  • Memahami Apa Itu Reversal Rekening? Penyebab, Cara Mengatasi dan Pencegahannya

    Memahami Apa Itu Reversal Rekening? Penyebab, Cara Mengatasi dan Pencegahannya

    Pernah mendapatkan notifikasi reversal yang dikirimkan melalui nomor hp? Bagi pengguna baru aplikasi mobile banking maupun internet banking, tentu bingung mengenai apa itu reversal rekening, bukan?

    Perkembangan teknologi memudahkan nasabah perbankan untuk mengakses berbagai layanan yang dibutuhkan melalui smartphone. Meskipun terbilang aman dan minim kesalahan, namun sistem perbankan digital juga tidak jarang mengalami error, seperti terjadi kegagalan transaksi.

    Ketika kamu mengalami kegagalan transaksi perbankan online, seperti tidak dapat mentransfer dana atau time out, maka kamu akan menerima reversal. Oleh sebab itulah, saat memperoleh keterangan tersebut, kamu tidak perlu merasa panik. Pasalnya, hal ini tidak akan merugikan kamu sama sekali.

    Apa itu Reversal Rekening? (Terjadi Pada Bank BRI)

    Masih belum begitu memahami apa itu reversal rekening? Secara umum, istilah reversal mengacu pada “Pembalikan”.

    Reversal terjadi saat dana transaksi dikembalikan pada rekening nasabah (pemegang kartu). Pengembalian dana bisa diinisiasi pemegang kartu, bank, pedagang, atau jaringan kartu.

    Pada buku berjudul Blueprint Proses Bisnis Modul Penerimaan Negara Generasi II, disebutkan jika reversal di konteks keuangan negara merujuk pada pembatalan atau perbaikan atas transaksi penerimaan.

    Baca juga: 10 Penyebab Kartu ATM BRI Disable dan Cara Mengatasinya

    Penyebab Reversal Rekening

    Reversal dapat terjadi sebagai akibat dari kesalahan perekaman maupun penulisan pada isian formulir di surat setoran. Akan tetapi, reversal juga bisa disebabkan adanya pencatatan ganda yang dilakukan pihak perbankan. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah penyebab dari reversal:

    1. Time Out

    Istilah ini merupakan batasan waktu otomatis yang diterapkan pada layanan perbankan digital. Saat terjadi time out, sistem akan menghentikan seluruh aktivitas secara otomatis dan me-log out paksa nasabah.

    Time out adalah upaya pihak perbankan untuk melindungi keamanan transaksi. Sayangnya, hal ini bisa jadi sangat menyebalkan, terutama saat transaksi kamu belum selesai tapi harus di log out.

    Kasus tersebut pula yang membuat layanan perbankan mengirimkan notifikasi reversal supaya nasabah lebih bijak memanfaatkan waktu saat mengakses aplikasi, sehingga tidak terkena time out.

    2. Nomor Rekening Tujuan Salah

    Sebagian kasus kegagalan transaksi memang disebabkan kelalaian pengguna. Salah satunya adalah salah dalam memasukkan nomor rekening tujuan. Hasilnya, sistem tidak bisa mengidentifikasi nomor rekening tersebut, sehingga akhirnya transaksi dianggap gagal.

    3. Gangguan Jaringan

    Sudah menjadi rahasia umum, bahwa tidak semua daerah di Indonesia memiliki jaringan internet kuat. Saat terjadi gangguan jaringan, otomatis transaksi digital banking kamu tidak akan diproses. Hal ini pula yang mungkin saja menjadi penyebab kamu menerima pesan reversal.

    4. Outer

    Apabila nomor rekening tujuan transfer berada di luar jangkauan pihak bank, maka bisa menyebabkan reversal. Biasanya, kasus ini terjadi saat nasabah menggunakan kode transfer. Seperti transfer ke luar negeri yang tidak didukung oleh layanan perbankan bank kamu.

    5. Transaksi Ganda

    Dalam beberapa kasus, kamu mungkin melakukan transaksi lebih dari sekali secara tidak sengaja. Hal ini bisa memicu munculnya reversal ke nomor kamu.

    Cara Mengatasi Reversal

    Setelah memahami apa itu reversal rekening dan faktor penyebabnya, sebagai smart nasabah kamu juga dituntut untuk mengetahui cara mengatasinya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Pengembalian  Dana

    Bagi pedagang online yang menerima kelebihan pembayaran atau produk telah habis tapi konsumen telah menyelesaikan transaksi payment, maka bisa melakukan pengembalian dana atau refund.

    2. Pembalikan Otorisasi

    Saat terjadi kesalahan transaksi, segera ambil langkah pembalikan otorisasi ke pihak bank. Dalam dunia perbankan, ada sistem kliring (dana ditahan sementara waktu) sebelum diteruskan ke rekening bank tujuan. Pada jeda waktu tersebut, kamu memiliki kesempatan untuk membalikkan otorisasi.

    3. Tagihan Balik

    Chargerback atau tagihan balik biasanya diajukan konsumen ke bank, selanjutnya bank meneruskannya ke pedagang. Dalam proses ini, bank akan menahan dana pedagang.

    Tips Mencegah Reversal

    Pada beberapa situasi, reversal bisa memberikan dampak cukup besar terhadap nasabah bank. Oleh sebab itulah, sebelum terjadi alangkah lebih baiknya untuk melakukan pencegahan terlebih dahulu.

    Lantas, bagaimana cara mencegah reversal? Kamu bisa terapkan beberapa tips ini:

    1. Enkripsi Transaksi

    Reversal bisa disebabkan nasabah tidak mengenali tagihan di mutasi bank. Untuk mencegahnya, berikan detail lengkap tagihan, termasuk nomor hp dan link URL.

    2. Mengenali Penanganan Reversal

    Para nasabah, khususnya seller online perlu mengetahui cara terbaik menangani reversal. Kamu bisa langsung berkonsultasi dengan customer service dari bank yang menerbitkan nomor rekening untuk informasi lebih lanjut, Dengan begitu, maka reversal dapat dihindari.

    3. Mengecek Ulang Nomor Rekening Tujuan Sebelum Transfer

    Masalah utama yang menyebabkan kamu menerima reversal mungkin karena tidak teliti dalam mengetikkan nomor rekening tujuan transfer. Seperti telah disebutkan, kesalahan yang tampak sepele ini juga akan memicu reversal. Oleh sebab itu, sebaiknya lakukan double check sebelum transaksi.

    Bagi kamu yang sering merasa terganggu dengan reversal, setelah paham mengenai apa itu reversal rekening pasti akan menyadari bahwa keberadaan notifikasi tersebut sebenarnya sangat penting dan bermanfaat.

    Pasalnya, reversal memungkinkan kamu mengetahui status transaksi yang dilakukan.

  • 3 Cara Transfer Shopee PayLater ke Dana, Dijamin Berhasil!

    3 Cara Transfer Shopee PayLater ke Dana, Dijamin Berhasil!

    Apabila Anda ingin transfer Shopee Paylater ke Dana sekarang tidak perlu menggunakan jasa pencairan Shopee Paylater. Anda bisa melakukannya sendiri dengan akun Shopee pribadi yang tentunya memperhatikan cara transfer Shopee Paylater ke Dana di bawah.

    Layanan Paylater adalah layanan terbaru dari Shopee yang banyak digunakan oleh pengguna Shopee ketika ingin mencicil barang secara online.

    Layanan ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengisi saldo dompet digital salah satunya adalah Dana.

    Cara Mencairkan Shopee Paylater dengan Mudah

    Proses untuk transfer Shopee Paylater ke rekening atau Dana yaitu dengan memanfaatkan fitur cicilan dan menawarkan produk dagangan ke akun yang lain. Setelah produk laku, uang tersebut bisa dikirim ke Dana atau rekening pribadi.

    Mencairkan Shopee Paylater itu berbeda dengan cara transfer dana Shopeepay ke OVO. Apabila ingin melakukannya sendiri, maka harus menyiapkan dua ponsel yang digunakan untuk akun limit PayLater dan akun toko.

    Baca juga: Cara Menambah Follower Tiktok dalam 1 Menit, Dijamin Berhasil!

    1. Aktifkan PayLater Terlebih Dahulu

    Bagi pengguna Shopee yang masih belum mengaktifkan fitur PayLater maka bisa mengaktifkannya terlebih dahulu. Shopee PayLater harus dijadikan alat pembayaran dengan cara berikut:

    • Masuk ke akun seller Shopee dengan menggunakan ponsel pertama
    • Kemudian tambahkan produk baru
    • Mengisi data produk seperti harga, deskripsi, gambar dan harga sesuai batas PayLater
    • Copy link produk tersebut lalu beralih ke ponsel kedua
    • Masuk menjadi akun pembeli
    • Anda bisa membeli produk tersebut
    • Lakukan pembayaran dengan menggunakan PayLater lalu pilih tenor cicilan

    Agar cara transfer Shopee Paylater ke Dana berhasil, maka jangan memasukkan alamat yang sama dengan alamat penjual.

    Memasukkan alamat yang sama bisa menyebabkan transaksi gagal, jadi coba masukkan alamat teman atau kerabat lain.

    2. Tarik Limit Shopee PayLater ke Dana

    Setelah mengaktifkan fitur Shopee PayLater sebagai alat pembayaran utama, langkah berikutnya untuk top up Dana pakai Shopee PayLater dengan cara berikut:

    • Masuk ke akun Shopee dan pilih produk yang akan dibeli
    • Misalnya ingin membeli emas dengan harga Rp2.000.000
    • Pilih menu keranjang atau langsung check out
    • Masukkan alamat lengkap pembeli dan pilih Shopee PayLater sebagai metode pembayaran
    • Tunggu sampai pihak toko memberikan kode pada laman rincian pesanan
    • Biasanya, pembeli akan diminta untuk mengunduh aplikasi toko tersebut untuk mengklaim kode
    • Misalnya Anda membeli barang dari toko LakuEmas
    • Setelah mengunduh aplikasi LakuEmas, bisa langsung masuk ke aplikasi dan klik menu lainnya lalu redeem voucher
    • Kemudian cara transfer Shopee Paylater ke Dana selanjutnya adalah menambahkan akun Dana ke aplikasi LakuEmas kemudian lakukan verifikasi akun

    3. Cairkan Limit dari SpayLater ke Akun Dana

    Proses selanjutnya untuk mencairkan limit dari SpayLater ke Dana ini berbeda dengan cara mencairkan Shopee PayLater ke Gopay.  Coba ikuti langkah berikut ini:

    • Masuk ke akun Shopee jangan lupa untuk melakukan update aplikasi
    • Akan muncul halaman pertama Shopee lalu pilih menu pencarian
    • Kemudian top up saldo Dana
    • Pilih seller Shopee mana yang diinginkan, kalau bisa cari seller terpercaya
    • Pilih menu beli sekarang
    • Pilih jumlah saldo yang ingin Anda cairkan ke Dana
    • Masuk ke laman keranjang lalu check out
    • Tetap isi alamat Anda, pilih metode pembayaran dan aktifkan Spay Later

    Cara untuk mencairkan limit dari Spay Later ke Dana memang sedikit lebih rumit dibandingkan dengan menerapkan cara transfer Shopeepay ke Dana. Akan tetapi Anda bisa mengikuti langkah-langkah di atas agar transaksi berhasil.

    Kegunaan ShopeePayLater

    Biasanya bagi pemula akan muncul pertanyaan Shopee Pay Later bisa digunakan untuk apa saja?

    Sesuai dengan namanya, alat pembayaran ini hanya bisa digunakan untuk akun di Shopee saja tidak untuk marketplace lainnya.

    Jadi, walaupun Shopee PayLater memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan kartu kredit hanya saja kegunaannya tidak seluas kartu kredit.

    Sebenarnya masih ada banyak cara transfer Shopee Paylater ke Dana hanya saja 3 cara di atas yang lebih mudah dan cepat.

    Agar transaksi berjalan lancar, memang sebaiknya Anda menggunakan dua akun seperti cara nomor satu.