Danau Kelimutu merupakan salah satu tujuan wisata populer bagi wisatawan yang tengah berlibur ke kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur.
Bukan hanya pemandangan danau yang unik, kearifan lokal dan kepercayaan setempat terkait wisata danau ini juga turut menarik minat wisatawan.
Jika kamu juga tertarik untuk berkunjung, simak ulasan tentang Danau Kelimutu yang meliputi daya tarik, harga tiket masuk, fasilitas, dan lokasi berikut ini.
Sekilas Tentang Danau Kelimutu
Danau Kelimutu adalah objek wisata di kawasan Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur yang terbentuk karena proses vulkanis Gunung Kelimutu.
Usut punya usut, danau ini kabarnya ditemukan oleh seorang komandan militer Belanda yang bernama B van Suchtelen pada tahun 1915.
Merupakan bagian dari Taman Nasional Kelimutu, nama Kelimutu berasal dari bahasa setempat yaitu kata “Keli” yang berarti gunung dan “Mutu” yang artinya mendidih.
Dikenal juga sebagai Danau Tiga Warna, Danau Kelimutu Ende terdiri dari 3 danau yang berbeda warna bernama Tiwi Ata Mbupu, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, dan Tiwu Ata Polo.
Daya Tarik Danau Kelimutu
Daya tarik Danau Kelimutu antara lain keunikan danau tiga warna, mitos perubahan warna, pemandangan tebing curam, hingga acara adat dan festival budaya.
1. Keunikan Danau Tiga Warna
Daya tarik utama Danau Kelimutu yaitu keunikan Danau Tiga Warna Tiwi Ata Mbupu, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, dan Tiwu Ata Polo.
Tiwi Ata Mbupu merupakan danau berwarna putih seluas 4,5 hektar yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.
Kedua, ada Tiwu Nuwa Muri Koo Fai yang berwarna biru dan dipercaya warga lokal sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda yang sudah meninggal.
Jika dilihat dari ketinggian, danau seluas sekitar 5,5 hektar ini memiliki warna hijau lumut kebiruan yang khas.
Sedangkan, Tiwu Ata Polo merupakan danau berwarna merah yang dipercaya sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang meninggal yang semasa hidup melakukan kejahatan.
Luas danau ini menjadi yang terkecil dari ketiga danau warna, yaitu sekitar 4 hektar dan memiliki kedalaman 64 meter.
2. Mitos Perubahan Warna
Uniknya lagi, ketiga tiwu mengalami perubahan warna yang meski bisa dijelaskan secara ilmiah tetapi terdapat mitos yang mengikuti.
Secara ilmiah, perubahan warna danau tersebut disebabkan erupsi Gunung Kelimutu yang masih aktif dan memproduksi gas terus menerus.
Sebagian pakar juga berpendapat jika pembiasan cahaya pada dinding kawah hingga pengaruh mikro organisme dalam kawah yang menyebabkan perubahan warna danau.
Namun, terdapat juga mitos yang berkembang jika perubahan warna Danau Kelimutu mengikuti suasana politik di Indonesia.
Jika suasana politiknya tenteram dan damai, danau akan berwarna biru. Akan tetapi, warna danau akan menjadi merah saat suasana politik tengah bergejolak.
3. Pemandangan Tebing Curam
Kawasan Danau Kelimutu juga menyuguhkan pemandangan tebing curam yang indah sebagai daya tarik untuk wisatawan.
Bagi yang ingin menyaksikan langsung, tidak diperkenankan untuk berlama-lama melihat tebing curam demi menjaga keselamatan diri.
Menariknya, di sini juga terdapat monyet penjaga berbulu kecokelatan yang berada di bibir tebing dan ranting-ranting pohon.
4. Acara Adat dan Festival Budaya Setempat
Setiap tahun, ada acara adat “Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata” yang diselenggarakan Suku Lio, penduduk asli kawasan ini, untuk menghormati leluhur.
Acara adat ini berlangsung dengan ritual mengitari Tiwu Ata Polo sampai menemukan altar batu untuk meletakkan persembahan.
Persembahan sebagai ucapan rasa syukur tersebut berupa nasi, daging, sirih, dan sebagainya serta tari gawi yang dilakukan masyarakat Suku Lio secara bersama-sama.
Dalam acara ritual juga digabung dengan festival budaya, mulai dari potong kerbau atau “Taga Kamba” hingga aktivitas menyapa tamu atau “Mega Tebo”.
Harga Tiket Masuk Danau Kelimutu
Harga tiket masuk Danau Kelimutu yaitu Rp 15.000 per orang untuk wisatawan domestik dan Rp 150.000 per orang untuk wisatawan mancanegara.
Selain tiket masuk, kawasan wisata Danau Kelimutu juga memberlakukan tarif parkir dengan biaya sebesar Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.
Jangan khawatir dengan waktu kunjungan sebab jam operasional Danau Kelimutu berlaku 24 jam setiap hari.
Sebagai informasi tambahan, waktu kunjungan terbaik antara bulan Juli dan Agustus karena cuaca sedang cerah dan pemandangan Danu Kelimutu akan terlihat menawan.
Fasilitas Danau Kelimutu
Fasilitas Danau Kelimutu meliputi warung makan dan minum, toilet, tempat beristirahat berupa gazebo, spot foto menarik, dan area parkir yang memadai.
Dengan adanya fasilitas pendukung yang cukup mumpuni, tentunya hal ini akan semakin membuat nyaman wisatawan yang berkunjung.
Lokasi Danau Kelimutu
Lokasi Danau Kelimutu terletak di Woloara, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Terkait rute menuju lokasi wisata, kamu bisa mengambil jalur sejauh 50 kilometer dari Kabupaten Ende ke arah desa di kaki Gunung Kelimutu, yaitu Desa Moni.
Dari Desa Moni kamu bisa menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit atau sekitar 15 kilometer menuju gerbang Taman Nasional Kelimutu.
Jika membutuhkan panduan arah, kamu bisa memanfaatkan fitur Google Maps atau menggunakan jasa tour guide.
Demikianlah ulasan tentang Danau Kelimutu yang meliputi daya tarik, harga tiket masuk, fasilitas, dan lokasi yang sudah kami rangkum sebagai gambaran umum.
Kamu bisa mempersiapkan semua keperluan untuk kunjungan ke Danau Kelimutu saat liburan bersama pasangan, teman, atau keluarga.
Selain itu, kamu juga bisa menemukan wisata di Nusa Tenggara Timur terdekat lainnya untuk menambah pengalaman berwisata yang seru, menyenangkan, dan penuh kesan.
Siapa sih yang tidak mengenal Dieng? Kawasan dataran tinggi di Kabupaten Banjarnegara ini menyimpan berjuta pesona alam yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya adalah Telaga Merdada, telaga terbesar di Dieng yang populer untuk self healing para wisatawan. Bukan hanya wisatawan dari Banjenegara saja, tapi juga dari luar daerah.
Alamat dan Rute ke Telaga Merdada
Menurut masyarakat setempat, “merdada” memiliki arti luas atau lapang yang mana sesuai dengan luas telaga itu sendiri, yakni mencapai 21 hektare. Air di objek wisata ini tidak berasal dari sumber mata air pegunungan, melainkan dari air hujan. Meski begitu, petani sekitar tetap mendapatkan banyak manfaat dari tingginya debit air.
Telaga Merdada terletak di antara dua bukit di dataran tinggi Dieng, yakni Bukit Semurup dan Bukit Pangonan. Lebih tepatnya, objek wisata ini masih masuk wilayah Desa Karang Tengah, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Untuk menuju ke lokasi wisata, pengunjung bisa langsung menggunakan jalur Wonosobo-Dieng. Dari jalur ini, jaraknya kurang lebih 28 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Disarankan pula bagi pengunjung untuk menggunakan kendaraan pribadi beroda dua atau empat. Sebenarnya juga ada tiga jenis transportasi umum yang bisa digunakan, antara lain:
shuttle bus Wonosobo-Batur
taksi DNA dengan mobil jenis Xenia dan Avanza
jasa ojek
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk
Melansir dari berbagai sumber, objek wisata Telaga Merdada dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 05.00 sore. Meski begitu, kawasan wisata menyediakan fasilitas untuk berkemah. Jadi, pengunjung bisa menginap berlama-lama di lahan yang sudah disediakan oleh pengelola.
Biasanya, pengunjung akan membludak pada peak season atau musim libur panjang dan akhir pekan. Hari-hari seperti ini jelas kurang cocok bagi yang ingin datang kemari untuk menenangkan pikiran. Untuk itu, coba datanglah saat low season atau pada hari kerja agar bisa menikmati suasana yang lebih tenang.
Mengenai tiket masuk, harga yang dikenakan untuk pengunjung semua usia cukup terjangkau, yakni hanya Rp5.000 saja. Selain retribusi tiket, pengunjung juga dikenakan biaya parkir kendaraan. Untuk sepeda motor sebesar Rp2.000 dan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat. Murah banget kan?
Dengan biaya semurah itu, pengunjung sudah bisa menikmati sejumlah fasilitas yang memadai, di antaranya:
area parkir luas
tempat ibadah
toilet
gardu pandang
gazebo
perahu kayak
lahan untuk berkemah
Sebagai catatan, biaya tiket masuk dan parkir bisa sewaktu-waktu berubah. Jadi, pastikan untuk selalu membawa uang lebih.
Daya Tarik di Telaga Merdada
Objek wisata ini memiliki beragam pesona alam yang mampu memanjakan para wisatawan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, telaga ini dikelilingi oleh perbukitan. Bila cuaca sedang cerah, hijaunya perbukitan akan terlihat begitu memukau. Jadi cocok untuk menyegarkan kembali pikiran akibat aktivitas sehari-hari yang begitu padat.
Di samping itu, kawasan telaga ini juga menjadi habitat alami burung belibis. Sesekali kawanan belibis akan terbang melintasi telaga di tengah perbukitan dan sawah petani setempat. Tak jarang juga wisatawan bisa menyaksikan aktivitas nelayan setempat di tengah telaga. Momen-momen seperti ini tentu bakal menjadi pesona tersendiri bagi wisatawan.
Sementara, perbukitan yang kakinya menyentuh tepi telaga bisa menjadi tempat menarik untuk mengabadikan foto. Buat kamu yang mau menambah feed Instagram, jangan sampai tidak foto di sini, ya.
Aktivitas Menarik di Telaga Merdada
Panorama alam memang menjadi daya tarik utama di Telaga Merdada. Namun sebenarnya masih banyak aktivitas menarik lainnya yang wajib kamu coba saat berlibur kemari. Apa saja? Berikut di antaranya.
1. Naik perahu kayak
Ada cara seru untuk menikmati keindahan telaga terbesar di Dieng ini, yakni dengan menaiki perahu kayak. Tenang, kamu nggak perlu repot-repot membawa perahu kayak sendiri, kok. Pengelola setempat sudah menyediakan persewaan perahu.
Ada dua jenis perahu yang dapat dipilih, perahu single untuk satu orang atau double untuk dua orang, dengan perincian sebagai berikut:
perahu single dikenai harga Rp25.000 per 30 menit
perahu double dikenai harga Rp50.000 per 30 menit
Dengan harga segitu, kamu sudah memperoleh perlengkapan seperti pelampung dan helm. Jadi, kamu nggak perlu takut lagi karena keselamatan pengunjung sangat diutamakan di sini. Namun tetap hati-hati ya saat mendayung perahu.
Di samping itu, kamu bisa mendapatkan sebungkus nasi jagung khas Dieng. Lelah mengelilingi telaga dengan perahu kayak, kemudian makan nasi jagung sambil menikmati eloknya pemandangan sekitar. Dijamin bakal menjadi liburan kamu yang paling berkesan. Terlebih kalau kamu datang bersama teman akrab atau orang-orang terkasih.
2. Berkemah
Aktivitas lain yang patut kamu coba adalah berkemah. Lokasi untuk camping tak jauh dari telaga, tepatnya di sekitar pemukiman warga yang memang ditujukan untuk berkemah. Jadi, langsung menghadap ke area telaga.
Kalau mau berkemah di sini, pastikan untuk minta izin ke pengelola setempat. Tidak ada informasi apakah dikenakan biaya tambahan atau tidak. Untuk itu, upayakan untuk selalu bertanya dahulu dan jangan lupa bawa uang lebih.
Untuk perlengkapan dan peralatan berkemah, pengunjung biasanya sudah membawa sendiri. Meskipun di sekitar telaga banyak warga yang membuka warung, tak sedikit campers yang membawa bahan mentah dari rumah. Kamu pun bisa demikian agar pengalaman berkemah pun makin memorable.
Perlu diperhatikan, jangan berkemah di sini saat musim hujan. Sebab, volume air di telaga dapat naik dan bisa berpotensi membahayakan diri sendiri. Oleh karena itu, datanglah saat musim kemarau karena cuacanya cerah dan debit air tidak terlalu tinggi. Dengan begitu kamu juga bisa puas menikmati pemandangan yang ditawarkan oleh perbukitan sekitar telaga.
3. Memancing
Kamu mancing mania? Wajib banget menjajal spot mancing di Telaga Merdada. Ikan-ikan yang ada di sini merupakan ikan air tawar dengan beragam jenis dan ukuran. Di antaranya ikan mas, palung, nila babon, dan masih banyak lagi.
Khusus untuk memancing, pengelola sudah menyediakan area tersendiri. Jadi, kamu tinggal menuju ke spot tersebut dengan harga tiket yang sama. Oh iya, jangan lupa membawa alat pancing dan umpan sendiri, ya. Sebab, pengelola tidak menyediakan perlengkapan dan peralatan untuk memancing.
Itulah beberapa aktivitas menarik yang bisa kamu lakukan di telaga terbesar di kawasan Dieng. Agar pengalaman kamu di sini makin maksimal, catat tips berikut ini:
Waktu paling tepat untuk datang kemari adalah saat hari kerja. Hindari datang pada akhir pekan atau hari libur karena ramai pengunjung.
Upayakan untuk kemari saat musim kemarau karena cuacanya cerah dan debit air telaga tidak terlalu tinggi.
Kenakan pakaian hangat karena telaga ini berada di dataran tinggi Dieng yang cukup dingin. Untuk yang memiliki kondisi pernapasan, siapkan obat-obatan karena suhu dingin membuat udara kering dan bisa membuat kondisi pernapasan kambuh.
Demikianlah ulasan seputar Telaga Merdada, telaga terluas di dataran tinggi Dieng. Kalau kamu berencana liburan ke Dieng, tapi bosan dengan yang itu-itu saja, telaga ini bisa jadi alternatif yang tepat. Agar bisa maksimal menikmati eloknya telaga, wajib banget untuk berkemah di sini bersama teman atau orang terkasih. Semoga artikel ini bermanfaat.
Wisata Pulau Belitung merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.
Ya memang tak bisa dipungkiri, film Laskar Pelangi yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata memberikan pengaruh besar terhadap dunia wisata Pulau Belitung.
Sejak novel dan film ini booming, keindahan pulau ini mulai dikenal banyak orang. Tak heran pula pulau ini dikenal sebagai pulau Laskar Pelangi.
Terlepas dari uniknya kisah film yang telah menginspirasi banyak orang tersebut, Bangka Belitung memang memiliki kekayaan alam bahari yang ciamik dan memukau.
Pantai-pantai dengan formasi batuan nan unik, pulau-pulau kecil nan menawan lengkap dengan pasir halus nya dan bawah lautnya yang juga layak buat wisatawan snorkling.
Tak hanya wisata bahari, Belitung juga menyuguhkan kekayan wisata lain seperti wisata sejarah, budaya, kuliner dan bahkan literasi.
Kekayaan wisata yang lengkap ini pun sudah didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Beberapa maskapai pun melayani penerbangan menuju Tanjung Pandan.
Bandara H. As. Hanandjuddin merupakan pintu gerbang kedatangan wisatawan di pulau ini.
10 Wisata Pulau Belitung yang Mempesona
Wisata bahari adalah wisata yang paling utama di Belitung. Untuk dapat menikmati keindahan wisata Bahari tersebut wisatawan harus mengunjungi tempat-tempat berikut ini:
1. Pantai Tanjung Tinggi
Pantai ini merupakan salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi yang paling banyak mencuri perhatian.
Pantai dengan formasi batuan-batuan utuh besar dengan jumlah sangat banyak sepertinya memang hanya ditemui di sini.
Masih segar dalam ingatan dalam film itu anak-anak SD N Muhammadiyah Gantong berlarian di antara batuan-batuan itu.
Uniknya kadang, wisatawan yang datang ke pulau ini pun menirukan beberapa adegan–adegan dalam film tersebut.
Untuk mendapatkan pemandangan pantai dan batuan yang indah, pengunjung harus menaiki batuan-batuan tersebut.
Namun perlu kehati-hatian terutama pada saat hujan. Jangan memaksakan diri jika memang terlalu sulit.
Tak jauh dari pantai ini kadang ada beberapa penduduk yang menjajakan souvenir kecil dari karang atau bahan lainnya.
Tak ada salahnya mencoba membeli dagangan mereka. Ini merupakan salah satu kontribusi nyata para pengunjung dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat.
Pantai Tanjung Kelayang memiliki pasir yang sangat halus. Airnya pun sangat jernih. Sepanjang mata memanjang yang terlihat hanyalah biru yang sangat memukau.
Dari pantai ini juga para pengunjung dapat menikmati gugusan batuan dan yang paling mencuri perhatian adalah gugusan batuan seperti burung garuda.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata juga telah menetapkan kawasan ini sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis pariwisata.
Pantai ini juga biasanya adalah titik pemberangkatan wisatan yang hendak mendatangi pulau-pulau wisata Belitung.
Banyak kapal-kapal kecil ditambatkan di sini. Begitu menginjakkan kaki di pantai ini, wisatawan akan disambut dengan sebuah tulisan raksasa“ Welcome to Belitung”.
Berfoto dengan latar belakang tulisan ini seolah menjadi wajib hukumnya sebagai bukti bahwa sudah pernah ke Belitung.
3. Pulau Lengkuas
Pulau ini juga merupakan salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi. Pantai di salah satu sisi pulau ini pun memiliki formasi batuan yang unik.
Namun yang paling terkenal dari pulau ini adalah sebuah mercusuar tua yang sudah dibangun sejak tahun 1882.
Dari lantai tertinggi mercusuar 18 lantai ini, pemandangan indah yang tak ada tepinya tersuguhkan.
Laut biru yang bergradasi dari biru tua sampai hijau tosca adalah lukisan alam nan menyegarkan mata.
Perahu-perahu nelayan yang berjajar rapi di pinggir pantai menjadi pemandangan lain yang menakjubkan. Usaha menaiki anak tangga yang terbuat dari besi dengan bentuk melingkar ini, rasa-rasanya akan terbayar lunas dengan pemandangan indah yang diperoleh dari titik tertinggi mercusuar ini.
Berfoto dengan latar mercusuar ini adalah hal wajib yang harus dilakukan. Untuk mendapatkan landscape pulau ini dengan bagus, ada baiknya mengambil foto dari beberapa gugusan batuan yang ada di salah satu sisi pulau ini.
Saat ini di pulau ini juga terdapat gubug-gubug pedagang yang menjajakan makanan dan minuman. Kelapa muda adalah minuman khas pantai yang wajib di coba di sini. Di sekitaran Pulau Lengkuas ini juga terdapat beberapa spot untuk bersnokling.
4. Pulau Kepayang
Pulau Kepayang sangat ciamik dengan pasirnya. Di pulau ini terdapat sebuah restoran yang menyajikan menu sea food yang sangat yummi.
Ikan dan seafood yang disajikan di sini sudah barang tentu adalah ikan-ikan segar yang baru saja ditangkap di lautan.
Di restorant ini juga terdapaat kamar mandi dan toilet. Pada umumnya wisatawan membersihkan diri di sini dengan air tawar setelah seharian bermain air garam di lautan.
Menikmati seafood yang dimasak dengan bumbu berkualitas sambil menikmati pemandangan pantai, sensasinya luar biasa.
Ikan kuah kuning adalah makanan khas Pulau Belitung, dan yang menjadi menu utama di sini. Kepiting, udang dan cumi-cumi adalah makanan lain yang wajib dicicipi.
Pemandangan pantai dengan langit biru yang kadang di hiasi dengan lukisan awan yang unik adalah hal lain yang bisa dinikmati di sini.
5. Pulau Pasir atau Pulau Gusong
Wisata Pulau Belitung selanjutnya adalah pulau unik yang hanya ditemui di kepulaun Belitung.
Sekilas memang tidak bisa dikatakan sebagai sebuah pulau.
Tempa ini lebih mirip gugusan pasir dan hanya bisa dinikmati jika air lautnya sedang surut.
Air lautnya sangat bening, kadang beberapa hewan laut seperti bintang laut pun terlihat. Gradasi warna laut pun bisa dinikmati di sini.
Jika beruntung, pulau ini kadang dilewati rombongan burung-burung. Berada di gugusan pasir ini berasa berdiri di tengah lautan yang tak bertepi.
Di salah satu sisi lain terlihat salah satu pulau yang menyempurnakan lukisan alam. Tempat ini paling cocok untuk berjemur atau burn skin.
6. Pulau Batu Berlayar
@w_azuma
Jika pulau pasir hanyalah gugusan pasir, maka lain lagi dengan Pulau Batu Berlayar. Pulau ini adalah kumpulan batuan granit yang indah.
Dari kejauhan formasi batuan ini seperti layar. Dari bentuknya itulah maka pulau ini diberi nama Pulau Batu Berlayar.
Pulau ini lebih besar dibandingkan dengan Pulau Pasir. Tempat ini sangat ciamik untuk dijadikan sebagai salah satu spot berfoto.
Air nya pun sangat bening, ikan-ikan kadang terlihat jelas. Perlu ekstra hati-hati berjalan di atas batuan ini. Banyak batu yang licin karena adanya lapisan lumut.
7. Pulau Burung
Pulau Burung dikelilingi oleh formasi batuan granit berbagai bentuk. Pantainya pun sangat jernih dengan pasir yang sangat halus.
Menyaksikan batuan dengan warna dominan putih diantara gradasi birunya air laut dan cerahnya langit itu adalah pemandang sempurna yang meninggalkan decak kagum.
Beberapa batuan yang sangat terkenal di sini adalah batu burung karena memang bentuknya seperti burung. Jika air sedang surut wisatawan bisa mendatangi batuan ini yang jaraknya tidak terlalu jauh dari bibir pantai.
Ada juga sekelompok batuan yang tersusun rapat dan rapi. Masyarakat di Belitung menyebutnya Batu Becinte.
Bermain di atas pasirnya yang halus atau berlarian kecil dan berlompatan diatara gugusan batuan adalah pilihan aktivitas yang jangan dilewatkan di pulau ini. Bagi penggemar snorkling, ada beberapa spot snorkling di sekitar pulau ini.
8. Menikmati Senja dan Sunsetdi Pantai Tanjung Pendam
Suasana senja ketika matahari terbenam memang telah menghipnotis banyak orang. Suasana ini selalu diburu dan dirindu.
Demikian pula dengan Belitung, di sini terdapat beberapa pantai dimana pengunjung dapat menikmati sunset nan indah. Pantai Tanjung Pendam satu diantaranya.
Letak pantai ini tidak jauh dari pusat kota, banyak penjual makanan dan warung kopi berjajar di pantai ini.
Karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota maka pantai ini memang rame pada sore hari, sekedar menikmati sunset atau menikmati jajanan pinggir pantai.
Tempat lain yang cukup ciamik untuk menikmati sunset adalah di Pantai Bukit Berahu. Pantai ini suasananya agak sepi terletak tidak jauh dari Kampung Nelayan Bugis Tanjung Binga. Ini merupakan perpaduan bukit dan pantai.
Di pinggir Pantai Bukit Berahu ini terdapat bangunan cottage dan bungalow dengan pasir putih serta pohon-pohon rindangnya.
9. Kawah Kaolin / Danau Kaoling Belitung
Kawah Kaolin atau ada juga yang menyebutnya Danau Kaolin adalah danau yang terbentuk dari bekas penambangan.
Salah satu tempat wisata di Pulau Belitung yang satu ini sempat viral di Instagram lho.
Di Pulau Belitung ini kita akan banyak menemukan danau-danau yang terbetuk dari galian penambangan. Namun Kaolin menjadi unik karena ukurannnya yang besar dan air danaunya yang berwarna hijau tosca.
Pingggiran danau ini adalah pasir yang warnanya agak keputihan. Jika dapat mengambil anggle foto yang bagus, Danau Kaolin ini mirip dengan Pamukkale di Turki.
Ada juga yang menyebut seperti Kawah Putih di Bandung dan bahkan ada yang menyamakannya dengan Iceland karena pasir putihnya kadang terlihat seperti salju
Siang hari, suhu sangat panas di sini, sangat disarankan untuk menggunakan penutup kepala seperti topi atau payung dan jangan lupa membawa sunglass agar matanya tidak silau.
10. SD Muhammadiyah Gantong (Tempat Syuting Film Laskar Pelangi)
@atlaloan
Jika masih memiliki waktu maka perjalanan dapat dilanjutkan dengan wisata budaya dan sejarah diantaranya di rumah adat Belitung dan Museum Tanjung Pandan.
Atau bisa juga melanjutkan perjalanan ke Belitung Timur. Replika SD Muhammadiyah Gantong adalah destinasi favorite di sini.
Bagi yang pernah menonton film laskar pelangi tentu ingat adegan-adegan di sekolah ini. Bagi penggemar literasi, bisa mengunjungi museum Andrea Hirata.
Wisata lain yang tak boleh dilewatkan adalah wisata kuliner. Mencicipi masakan khas Belitung tentu wajib hukumnya.
Beberapa makanan yang wajib di coba mie Belitung, Gangan ikan( ikan kuah kuning), kopi belitung, dan kepiting isi.
Kepiting isi ini merupakan salah satu oleh-oleh khas belitung yang banyak di buru.
TIPS berwisata ke Pulau Belitung:
Pilih penerbangan paling pagi. Sehingga punya banyak waktu untuk menikmati Pulau Ini
Susun itinerary dengan baik. Ada baiknya menggunakan jasa biro travel agar tidka dipusingkan dengan urusan akomodasi seperti penyewaan kapal, mencari hotel dan penjemputan dari dan ke bandara
Persiapan pakaian topi, sunglasses, dan payung
Perhatikan musim dan cuaca. Ada baiknya mengunjungi pulau ini pada musim panas. Agar cuaca cerah dengan langitnya yang biru dapat dinikmati dan bisa mengunjugi pulau pulau kecil seperti Pulau Pasir dan Pulau Batu Berlayar
Itulah rekomendasi terbaik dari kami mengenai tempat wisata Pulau Belitung terbaik. Semua tempat tersebut wajib Anda kunjungi ketika bertandang di negeri Laskar Pelangi ini…
Merencanakan wisata ke Nusa Tenggara Timur tidak akan lengkap jika belum mengunjungi Waerebo Village.
Wisatawan akan dimanjakan dengan keindahan alam dan budaya yang kental dari desa wisata yang merupakan ‘surga’ dari timur Indonesia ini.
Nah, sebagai gambaran umum, simak ulasan tentang Waerebo Village yang meliputi daya tarik, tarif wisata, dan lokasi berikut ini.
Mengenal Waerebo Village
Waerebo Village adalah desa adat yang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Nusa Tenggara Timur dengan keindahan alam dan kearifan lokal yang kental.
Desa wisata yang masuk dalam ajang “Best Tourism Village” ini sering disebut sebagai ‘Surga Di Atas Awan’ karena berada di ketinggian 1.200 mdpl.
Desa Wae Rebo juga dikelilingi gunung-gunung yang ditumbuhi pepohonan dan kabut awan dengan beragam aktivitas yang bisa dilakukan oleh wisatawan.
Daya Tarik Waerebo Village
Daya tarik Waerebo Village antara lain pemandangan alam yang indah, bentuk rumah adat, asal usul penduduk desa, hingga ragam aktivitas seru yang bisa dicoba.
1. Pemandangan Alam yang Indah
Daya tarik berupa pemandangan alam yang indah dari Waerebo Village tidak pernah gagal memanjakan mata wisatawan.
Desa adat ini dihiasi hamparan rumput hijau dan pemandangan pegunungan di mana setiap pagi dan sore selalu diselimuti kabut hingga menyerupai desa di atas awan.
Di sini juga terdapat sumber mata air murni bernama “Sosor” yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti minum, mandi, dan mencuci.
Tidak heran jika wisatawan terpukau dengan lanskap desa yang menawan dan merasa betah meski fasilitas modern serba terbatas.
2. Bentuk Rumah Adat
Bentuk rumah adat Desa Wisata Waerebo juga menjadi daya tarik lainnya yang memikat membuat wisatawan lokal maupun mancanegara.
Rumah adat Mbaru Niang ini berbentuk lumbung kerucut dengan atap daun lontar yang ditutupi ijuk dan disusun melingkar mengelilingi batu “compang” sebagai titik pusatnya.
Mbaru Niang terdiri dari 5 tingkat di mana setiap lantainya memiliki tujuan berbeda-beda sebagai cerminan dinamika kehidupan sosial.
Tingkat pertama atau lutur berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga besar. Lalu, tingkat kedua bernama lobo atau loteng untuk menyimpan bahan makanan dan barang-barang.
Tingkat ketiga atau lentar menjadi tempat penyimpanan benih untuk musim tanam berikutnya. Sedangkan tingkat keempat lempa rae untuk menyimpan persediaan makanan andai terjadi kekeringan.
Terakhir, tingkat kelima yang menjadi tingkat teratas atau hekang kode dianggap sebagai ruangan paling suci untuk tempat persembahan bagi leluhur.
3. Asal Usul Penduduk Desa
Usut punya usut, Desa Wae Rebo didirikan oleh Empu Maro yang berkelana sampai ke Labuan Bajo sebelum akhirnya memutuskan untuk menetap.
Menariknya lagi, penduduk desa adat ini masih memiliki garis keturunan Suku Minangkabau dan kini sudah mencapai generasi ke-18.
Hingga saat ini, beragam tradisi dan ritual turun-temurun masih dipegang teguh oleh penduduk desa di mana wisatawan juga bisa berinteraksi langsung.
4. Ragam Aktivitas Seru
Daya tarik Desa Wae Rebo juga berasal dari ragam aktivitas seru dan menarik yang bisa dilakukan oleh wisatawan.
Di antaranya menginap di rumah adat, menyaksikan ritual dan upacara adat, hiking, hingga berburu spot foto eksotis yang keren.
Wisatawan diperkenankan menginap di rumah adat sekitar 1 – 2 hari dan berbaur dengan masyarakat dan mempelajari cara hidup hingga tradisi yang ada.
Jika beruntung, wisatawan juga bisa menyaksikan upacara ritual penti sebagai ungkapan syukur atas panen melimpah dengan tarian adat dan pemotongan hewan kurban.
Tarif Wisata Waerebo Village
Tarif wisata Waerebo Village meliputi biaya masuk dan menginap, biaya pemandu wisata, hingga biaya sewa mobil atau motor harian.
Jika hanya masuk, wisatawan akan dikenakan tarif Rp 225.000 per orang. Namun, jika ditambah menginap menjadi Rp 325.000 per orang.
Tarif ini sudah termasuk fasilitas sarapan dan makan malam beserta minuman penyambut berupa kopi atau teh hingga ketersediaan kasur lipat dan selimut.
Untuk pemandu wisata, kisaran tarif yang dibebankan kepada pengunjung wisata bisa mencapai Rp 250.000 per orang.
Sedangkan biaya untuk sewa motor sekitar Rp 75.000 per hari dan sewa mobil sekitar Rp 800.000 sampai Rp 1.000.000 per hari.
Lokasi Waerebo Village
Lokasi Waerebo Village terletak di Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Terkait rute menuju Desa Wae Rebo tidak bisa dikatakan mudah sebab kamu harus menempuh jarak sekitar 6 kilometer dari Desa Dintor ke Desa Denge.
Setelahnya, kamu masih harus melanjutkan pendakian selama kurang lebih 3 jam melewati daerah terpencil yang dikelilingi hutan, menyeberangi sungai, dan melintasi jurang.
Namun, perjalanan menuju Desa Wae Rebo yang cukup panjang ini akan terbayarkan setelah menyaksikan keindahan alam yang disuguhkan.
Demikianlah ulasan tentang Waerebo Village yang meliputi daya tarik, tarif wisata, dan lokasi yang sudah kami rangkum sebagai gambaran umum.
Melalui informasi di atas, kamu bisa mempertimbangkan keputusan mengunjungi Waerebo Village dan menyiapkan semua hal yang dibutuhkan.
Selain itu, kamu juga bisa menemukan wisata di Nusa Tenggara Timur terdekat lainnya untuk menikmati pengalaman liburan yang seru dan menyenangkan.
Honeymoon adalah saat-saat yang sangat ditunggu oleh pasangan, terutama pasangan yang baru menikah. Bagi mereka yang sudah menikah pun, honeymoon terkadang menjadi masa yang paling dirindukan. Untuk kamu yang mau honeymoon dengan pasangan, inilah 11 tempat romantis di Bali yang bisa kamu kunjungi.
Rekomendasi Tempat Romantis di Bali
Kangen masa-masa honeymoon dengan pasangan kamu? Yuk, ajak dia untuk honeymoon di 11 tempat romantis di Bali ini!
1.Tlaga Singha
Tripadvisor
Tlaga Singha adalah River Country Club yang berada di Desa Singapadu, Gianyar, Bali. Club satu ini punya arsitektur yang sangat cantik dengan beragam menu yang pastinya enak.
Untuk masuk ke sini sebenarnya gratis, tapi kamu wajib membeli makanan yang ada di sana. Di sini juga ada pilihan floating package, di mana kamu bisa makan bareng pasangan sambil berenang di kolam Tlaga Singha.
Harganya pun cukup murah, mulai dari Rp600.000,00 an saja. Sementara untuk pool access nya mulai dari Rp100.000,00 saja.
2.Virgin Beach
Bali Tour
Virgin Beach adalah pantai tersembunyi yang berada di Desa Bugbug, Karangasem, Bali. Pantai ini biasa disebut Pantai Perisa Bali atau pantai pasir putih Bali. Letaknya yang tersembunyi ini membuat Virgin Beach jarang dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara, sehingga tempat ini jadi salah satu tempat romantis di Bali.
Pantai ini mempunyai suasana alam yang tenang, asri, bersih, dan juga sepi. Jadi, cocok untuk kamu yang mau honeymoon. Kamu pun akan serasa berada di pantai pribadi, karena pantai ini masih sangat jarang dikunjungi.
Air laut yang jernih dan aman bisa menambah suasana romantis saat kamu berenang dan snorkeling bersama pasangan.
Ada kursi dan payung di depan kafe kecil. Kamu bisa bersantai bersama pasangan sambil menikmati seafood dan pemandangan alam yang memanjakan mata. Tiket masuknya pun cukup murah, yaitu hanya Rp10.000,00 saja.
3.Bukit Asah
Libur Dulu
Masih di Desa Bugbug, Karangasem, terdapat tempat yang dikenal dengan Bukit Asah. Ini menjadi salah satu destinasi wisata yang hits dan populer di Pulau Dewata dengan pemandangan alam yang sangat indah.
Pemandangan hijau alami pepohonan dan birunya laut memberi kesan asri dan romantis. Bukit ini memiliki berbagai spot foto alam yang instagramable. Di atas bukitnya, kamu bisa menikmati matahari terbit.
Suasana romantis inilah yang menarik wisatawan untuk menjelajahi Bukit Asah. Tempat ini menjadi pilihan tepat bagi kamu yang ingin menghabiskan bulan madu dengan nuansa alam yang asri. Harga tiket masuknya pun cukup murah, yaitu Rp5.000,00 saja.
4.Taman Ujung
Surya Project Group
Taman Ujung Sukasada merupakan tempat foto prewedding yang populer. Ini karena ada bangunan yang indah dan megah di taman ini. Ada juga kolam di bangunan tua ini. Tempat ini memiliki banyak spot foto yang bagus dan instagrammable.
Tempat ini cocok untuk pasangan yang ingin menghabiskan waktu bersama. Taman Ujung Sukasada juga menghadap ke laut dan perbukitan yang hijau dan asri. Taman ini buka mulai pukul 06.00 pagi sampai jam 06.00 sore. Untuk memasuki kawasan ini, kamu harus membayar Rp10.000,00 per tiket.
5.Tirta Gangga
Befreetour
Tidak jauh dari Taman Ujung terdapat destinasi wisata Tirta Gangga yang tidak kalah cantiknya. Terdapat banyak kolam ikan yang besar di tempat ini yang membuatnya menjadi salah satu tempat romantis di Bali. Kamu dan pasangan juga bisa menikmati keindahan Gunung Agung dari sini.
Tirta Gangga dulunya adalah taman air kerajaan yang berdiri pada tahun 1946 oleh Raja Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung dari Kerajaan Karangasem. Tirta Gangga berasal dari kata “Tirta” yang berarti air suci dan kata “Gangga” adalah nama sungai suci di India.
Harga tiket masuk ke Tirta Gangga cukup murah, yaitu Rp25.000,00 per orang.
6.Pantai Green Bowl
IDN Times
Beralih ke Kabupaten Badung. Di sini ada tempat romantis di Bali dan jarang dikunjungi, yaitu Pantai Green Bowl. Lokasinya ada di Ungasan, Badung, Bali.
Pantai yang tersembunyi di balik karang ini memiliki keunikan tersendiri. Saat pantai surut, kamu bisa melihat terumbu karang hijau berlumut yang terlihat seperti mangkuk hijau. Makanya, tempat ini disebut dengan Pantai Green Bowl.
Pantai pasir putih ini memang tidak setenar pantai-pantai lain di Bali. Namun, tidak diragukan lagi keindahannya! Meski harus menaiki ratusan anak tangga naik turun, pesona laut biru yang indah dan pantai yang masih sangat bersih akan membayar rasa lelah kamu.
Untuk datang ke sini, kamu tidak perlu bayar tiket masuk, hanya perlu membayar parkir sebesar Rp5.000,00.
7.Desa Wisata Tegalalang Ubud
Bali Getaway
Kalau ke Bali, wajib banget main-main ke Desa Wisata Tegalalang ini! Di sini ada banyak sawah berundak khas Bali yang dikenal dengan “Subak” dan pastinya Instagramable. Tanggul di area persawahan ini ditata dengan sangat rapi dan indah, sehingga bisa menjadi salah satu tempat romantis di Bali.
Kehidupan pedesaan yang damai akan membuat kamu dan pasangan merasa seperti di rumah sendiri! Desa Wisata Tegalalang ini juga strategis, lho! Terletak di antara banyak tempat wisata populer dan café-café hits di Ubud. Makin betah deh honeymoon di sini! Harga tiket masuknya pun cukup murah, yaitu Rp10.000,00 saja.
8.Bukit Campuhan
Kompas
Masih di area wisata Ubud nih, ada tempat wisata yang dikenal dengan Bukit Campuhan. Di sini kamu bisa mendaki sambil melihat hamparan hijau rerumputan yang indah dan pastinya bisa jadi momen romantis dengan pasanganmu!
Berjalan-jalan di bukit ini bisa memberi kamu suasana damai. Karena tempatnya jauh dari keramaian dan menyatu dengan alam, momen bulan madu bersama pasangan bisa lebih santai.
Selain hiking, kamu juga bisa berolahraga di bukit ini, seperti bersepeda atau jogging. Jangan lupa untuk berfoto bersama pasangan saat sudah sampai di puncak bukit!
9.Kebun Raya Bali
Detik
Supaya tidak bosan dengan suasana pantai, coba saja ajak pasangan kamu untuk nikmati momen romantis di Kebun Raya Bali! Kebun Raya Bali yang terletak di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan ini merupakan kebun raya terbesar di Indonesia.
Tempat romantis di Bali yang satu ini menjadi habitat ribuan flora dan fauna. Karena berada pada ketinggian 1.250-1.450 mdpl, suhu di kawasan tersebut naik menjadi 17 °C pada siang hari dan 10 °C pada malam hari. Pastinya sejuk banget!
Hutan dan taman yang luas di taman ini sangat terawat dan rapi. Kamu juga bisa sewa skuter listrik, sepeda listrik, ataupun buggy car untuk keliling di Kebun Raya Bali. Harga tiket masuknya, yaitu Rp25.000,00 dan belum termasuk biaya parkir sebesar Rp20.000,00 untuk mobil dan Rp5.000,00 untuk motor.
10. Pantai Gunung Payung
Pantainesia
Kamu dan pasangan suka olahraga ekstrim? Wajib banget datang ke Pantai Gunung Payung Bali. Tempat ini berada di Desa Kutuh, Kabupaten Badung Bali dan sangat populer sebagai tempat untuk bermain olahraga paralayang.
Tempat di Bali ini pun cukup romantis, karena lokasinya yang jarang dikunjungi dan terdapat banyak gua-gua kecil yang cocok dijadikan sebagai spot foto.
Pantai Gunung Payung ini bisa jadi pilihan untuk merasakan sensasi berbeda dalam honeymoon kamu. Tiket masuk ke lokasi ini cukup murah, yaitu hanya Rp4.000,00 per orang.
11. Sanctoo Spa & Wellness
Tripadvisor
Memanjakan pasangan selama honeymoon juga bisa bikin kamu makin mesra, lho! Makanya, kalau honeymoon di Bali, kamu wajib ajak pasangan untuk menikmati sensasi spa di Sanctoo Spa & Wellness.
Di sini, kamu bisa menikmati sensasi spa yang menyatu dengan alam. Bisa sekalian quality time dengan pasangan. Untuk treatment di Sanctoo Spa & Wellness ini cukup murah, lho! Berkisar antara Rp135.000,00–Rp1.350.000,00.
Yuk, Honeymoon ke Bali!
Itulah rekomendasi tempat romantis di Bali yang bisa kamu jadikan pilihan untuk honeymoon dengan pasangan. Honeymoon itu bukan cuma untuk pasangan baru saja, lho! Untuk kamu yang sudah menikah lama pun bisa honeymoon, biar hubungan kamu dan pasangan makin intim.
Di tengah padatnya aktivitas, stres kadang tidak bisa dihindarkan lagi. Untuk mengatasi hal itu, istirahat di rumah memang perlu. Tapi kalau kamu punya waktu luang, tidak ada salahnya pergi liburan ke destinasi wisata alam. Untuk kamu yang berada di kawasan Banjarnegara dan sekitarnya, Curug Pletuk adalah pilihan yang menarik untuk dituju sebagai pelepas stres dan penat.
Curug Pletuk merupakan objek wisata yang berada di bawah pengawasan KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Kedu Selatan. Objek wisata curug alias air terjun itu berada tepat di Pesangkalan Pagedongan, Banjar negara. Dengan pemandangan alam yang masih sangat asri, setiap pengunjung bisa menyegarkan pikiran maupun tubuhnya saat berada di sini.
Curug ini berlokasi di pegunungan selatan Banjarnegara. Walaupun jalan menuju ke sana sudah diaspal, tapi pemandangan di kanan dan kirinya masih dipenuhi dengan hutan dan sungai. Karena jalur menuju ke sana cukup berliku dan ekstrem, pengunjung diminta untuk tetap berhati-hati.
Lokasi Curug Pletuk
Secara administratif, Curug Pletuk beralamat di Dukuh Pletuk, Desa Pesangkalan, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Untuk menuju ke destinasi, kamu bisa memulai perjalanan langsung dari pusat kota Banjarnegara. Dari sana, jaraknya hanya sekitar 9 km saja.
Dari pusat kota, arahkan kendaraanmu ke Jalan Ahmad Yani dan terus jalan sampai di Jalan Gatot Subroto. Sesampainya di sana, belok kiri via Jalan Raya Argasoka. Di sana, kamu akan menemukan penunjuk jalan yang akan mengarahkanmu langsung ke Curug Pletuk.
Akses jalannya memang tidak begitu besar. Tapi masih cukup memadai untuk dilewati kendaraan roda empat sampai ke area parkiran. Lalu, berapa harga tiket masuk dan jam berapa objek wisata ini buka?
Curug Pletuk buka setiap hari dari Senin sampai Minggu
Jam operasional Curug Pletuk mulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Di akhir pekan, jam tutup objek wisata mungkin akan mengalami perubahan
Tiket masuk ke Curug Pletuk adalah sebesar Rp14.000 (harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya).
Daya Tarik dan Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Curug Pletuk
Seperti yang sudah disebutkan di awal, Curug Pletuk merupakan destinasi wisata berupa air terjun. Lantas, apa saja daya tarik objek wisata satu ini? Apa saja aktivitas yang bisa kamu lakukan saat berkunjung ke sana? Simak penjelasannya berikut ini!
Ketinggian Curug yang Lebih dari 100 Meter
Curug atau air terjun ini diperkirakan memiliki ketinggian sampai 120 meter. Bentuknya berundak-undak dengan aliran air yang semakin besar ke bawah. Air yang mengalir di bawah pepohonan hijau dan rindang membuat pemandangan di sini sangat asri dan eksotik.
Walaupun ukuran kolam penampungan di bawahnya tidak terlalu besar, tapi kamu tetap bisa memanfaatkanya untuk berendam dan merasakan langsung sensasi kesegaran air yang mengalir di curug ini. Semakin dekat posisimu dengan aliran airnya, semakin besar hempasan air akan terasa di tubuhmu.
Lintasan Trekking yang Terbilang Mudah
Dari lokasi parkir menuju ke air terjun, kamu harus melintasi jalanan kecil sepanjang kurang lebih 100 meter. Walaupun sebenarnya kendaraan roda dua bisa melintasi jalan ini, tapi pengelola tidak memperkenankannya.
Tapi tidak perlu khawatir. Pasalnya lintasan trekking atau jalanan menuju ke air terjun tidak begitu curam. Selain tidak jauh, medannya pun terbilang mudah. Siapa saja bisa melintasinya termasuk anak-anak (tentu saja tetap dengan pengawasan orang dewasa).
Saat berjalan melintasi jalur trekking, objek pertama yang akan kamu temukan adalah kolam renang. Selanjutnya, kamu harus melewati anak-anak tangga yang sudah tertata rapi untuk bisa mencapai air terjunnya.
Spot Foto yang Super Keren
Liburan tentu tidak akan lengkap tanpa berburu foto. Di Curug Pletuk, kamu juga bisa menemukan beberapa spot untuk hunting foto-foto yang keren. Perhatikan saja sekelilingmu, pasti akan ada objek-objek menarik yang siap jadi objek bidikan kameramu.
Salah satu titik favorit untuk mengambil foto adalah di gardu pandang. Di belakangnya Curug Pletuk terlihat sangat jelas dari sana. Tidak heran kalau banyak pengunjung yang berlomba-lomba mengambil foto liburan di sana.
Berenang di Kolam
Ingin merasakan sensasi berenang di tengah gemericik suara air terjun? Curug Pletuk adalah tempat yang sempurna untuk itu. Destinasi wisata satu ini menawarkan wahana kolam renang khusus anak-anak.
Bermain air di destinasi wisata seperti air terjun tentu sangat seru. Siapa saja menyukainya, termasuk anak-anak. Tapi untuk bermain air langsung di bawah aliran air Curug Pletuk sangat berbahaya. Makanya, pihak pengelola menyediakan kolam renang agar bisa dimanfaatkan oleh anak-anak yang ingin bermain air juga.
Di sini, kamu bisa menemukan dua buah kolam renang untuk anak. Salah satu kolam bahkan hanya memiliki kedalaman kurang dari 50 cm.
Walaupun airnya terbilang dingin, pengalaman mandi air di kolam Curug Pletuk akan jadi pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak. Area kolam renang juga tidak begitu luas sehingga kamu bisa dengan mudah memantau anak-anak yang bermain di sana.
Tempat Nongkrong yang Seru
Meskipun atraksi utamanya adalah air terjun, namun kamu tetap bisa menjadikan Curug Pletuk sebagai tempat untuk bersantai bersama orang-orang tersayang. Pasalnya, di Curug Pletuk juga tersedia kafe. Di beberapa kesempatan, kamu bahkan bisa menikmati sajian musik. Kapan lagi bisa merasakan pengalaman bersantai sambil mengobrol di tengah alam yang masih asri?
Bisa Sekalian Wisata Kuliner
Kalau sudah lelah seharian bermain air, perut tentu terasa lapar. Kalau berbagai pilihan makanan dan minuman yang ada di Curug Pletuk tidak cukup memuaskanmu, kamu bisa mampir ke beberapa restoran yang berada di sekitar objek wisata. Beberapa restoran yang dekat dengan Curug Pletuk antara lain adalah:
Soto Bancar 1 (berjarak kurang lebih 4,7 kilometer)
Rumah Makan Sari Rahayu (berjarak kurang lebih 4,9 kilometer)
Dawet Ayu Banjarnegara (berjarak kurang lebih 15,6 kilometer) dan masih banyak lagi restoran lainnya.
Fasilitas yang Tersedia
Saat berkunjung ke sebuah objek wisata, fasilitas tentu menjadi pertimbangan yang sangat penting. Semakin lengkap fasilitasnya, semakin nyaman kamu berlibur di sana. Apalagi kalau kamu membawa keluarga dan anak-anak.
Di Curug Pletuk, fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola terbilang lengkap antara lain:
Area parkir kendaraan yang cukup luas
Toilet
Tempat salat
Gazebo
Warung makanan dan minuman
Kolam renang
Spot berfoto
Tempat duduk-duduk dan bersantai
Kafe.
Indonesia merupakan negara yang tidak akan pernah kehabisan pesona wisata alam. Curug Pletuk hanyalah salah satu dari sekian banyak destinasi yang ada. Karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk berkunjung ke sini bersama keluarga saat liburan tiba, ya!
Holland atau Netherland atau orang Indonesia lebih mengenalnya dengan sebutan Belanda adalah salah satu negara Eropa Barat yang menarik perhatian banyak orang.
Negara yang luasnya hanya 42.508 kilometer persegi atau lebih kecil dari Provinsi Jawa Timur ini, sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut yaitu hampir 20 %.
Belanda sangat terkenal dengan kemajuan water management dan pertaniannya. Ribuan mahasiswa asing tiap tahunnya datang ke negara ini untuk menimba ilmu bagaimana Belanda mengatur sistem tata airnya.
Namun Belanda juga memiliki daya tarik wisata luar biasa, kanalnya yang sangat ciamik, tulip yang mempesona, museum-museum kelas dunia, arsitektur bangunan tua yang memukau dan tak tertinggal kincir anginnya yang mendunia.
Kultur masyarakat yang terbuka dan pada umumnya bisa berbahas Inggris adalah sisi lain yang mendukung negara ini menjadi salah satu destinasi wisata utama di Eropa.
Bagi orang-orang indonesia yang hendak melancong ke Benua Eropa, negara ini seolah wajib hukumnya untuk dikunjungi.
Belanda dan Indonesia seperti memiliki kedekatan emosional tersendiri. Bagi saya pribadi, Belanda sudah sepeti my second home.
Bandara international Schipoll memang banyak menjadi pintu masuk masyarakat Indonesia yang hendak melancong ke Eropa.
Pengurusan visa Schengen di Kedutaan Belanda di Jakarta menurut saya pribadi memang lebih mudah dan cepat prosesnya.
Wisata Belanda yang Tak Boleh Dilewatkan
Banyak tempat dan atraksi wisata yang bisa dinikmati di Belanda. Inilah catatan tempat wisata harus dinikmati jika hendak melancong ke Belanda:
1. Tulip di Kuekenhof
Kuekenhof siapa yang tak kenal dengan taman bunga yang dinobatkan sebagai salah satu perkebunan tulip terindah di Eropa atau mungkin di dunia.
Meskipun tulip sebenarnya tidak berasal dari negara ini, namun orang kebanyakan mengenal tulip sangat identik dengan Belanda.
Kuekenhof hanya dibuka pada musim semi yaitu sekitar Maret sampai dengan Mei. Tak heran, pada bulan ini jumlah kunjungan wisata di Belanda memang meningkat.
Bagi wisatawan yang hendak menikmati keindahan tulip perlu merencanakan perjalanannya pada bulan-bulan ini. Pada bulan Mei biasanya diadakan parade bunga yang sangat spektakuler.
Mengunjungi Kuekenhof seolah wajib hukum nya jika hendak melancong ke Belanda, karena bunga tulip memang dijadikan salah satu simbol negara ini. Berbagai macam dan jenis tulip disajikan di taman ini.
Persilangan yang unik melalui ilmu budidaya pertanian yang mumpuni, mencipatakan tulip-tulip indah yang mendecakkan.
Kuekonhof juga ditata sangat rapih dan ciamik. Berbagai atraksi lain pun digelar di taman bunga ini seperti penyewaan boat untuk melihat kebun tulip dari kanal-kanal, ada miniature kincir angin dan kadang juga ada penyewaan pakaian ala none-none Belande.
Keukenhof terletak di daerah lisse. Akses terdekat menuju taman bunga ini adalah melalui Leinden Station Central.
Dari stasiun ini ada bus-bus khusus menuju Kuekenhof. Untuk menghindari antrian pembelian tiket masuk, tiket masuk Keukenhof pun bisa dibeli di Staton Central ini.
2. Tulip di Perkampungan
Pengalaman menikmati tulip lain yang tak boleh dilewatkan adalah menyaksikan keindahan tulip di perkampungan masyarakat.
Salah satu tempat yang bisa dilakukan untuk melakukan ini adalah “Head of North Holland” or Kop van Noord-Holland.
Cara terbaik untuk menikmati keindahan tulip di perkampungan masyarakat ini adalah dengan bersepeda.
Di sini banyak penyewaan sepeda yang bisa dipilih. Rute dan tanda-tanda lalu lintas sepeda pun sangat jelas di sini, jadi jangan khawatir kesasar.
Sepanjang mata memandang wisatawan akan disuguhkan warna-warna tulip yang sangat indah. Kadang pun bisa menyaksikan petani yang sedang bekerja diperladangan tulip ini.
Suasana pedesaan Belanda pun dapat dinikmati dengan udaranya yang sangat bersih dan fresh.
3. Kinderdijk – Desa Tua dengan Kincir Angin
Disamping tulip, Belanda pun sangat identik dengan kincir angin ini. Berfoto di depan kincir angin adalah bagian lain yang wajib dilakukan jika hendak mengunjungi Belanda.
Salah satu tempat yang bisa dikunjungi untuk menikmati keindahan kincir angin adalah di Kinderdijk. Kinderdijk merupakan salah satu tempat wisata utama di Belanda dan pada tahun 1997 ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia (Unesco World Heritage).
Kinderdijk sendiri lokasinya 7meter di bawah permukaan laut. Teknologi kincir angin yang super canggih ini lah yang mampu mejaga ketinggian muka air dan membuat Belanda mampu terhindar dari banjir.
Bagaimana teknologi kincir angin ini bekerja adalah salah bukti keunggulan Belanda dalam pengelolaan airnya.
Tak heran, negara ini memang menjadi kiblat dunia dalam water management. Teknologi ini telah dibangun ribuan tahun yang lalu dan masih digunakan sampai saat ini.
Disini pengunjung juga bisa menikmati boat trip menyusuri kanal-kanal dengan pemandangan utama adalah kincir angin dibagian kiri dan kanannya.
Menaiki boat trip ini pengunjung masih harus merogoh kocek lagi. Oh ya untuk masuk kawasan Kinderdijk ini pengunjung harus membayar sekitar 8 Euro. Untuk masuk ke dalam kincir angin ini, kita juga masih harus merogoh kocek lagi.
4. Suasana Kota Tua, Museum Kelas Dunia dan Kanal di Kota Amsterdam
Amsterdam sebagai ibu kota negara ini tentu wajib didatangi. Amsterdam merupakan salah satu kota kanal di Belanda. Di Amsterdam terdapat pasar bunga terapung dan konon katanya ini satu-satunya di dunia.
Tempat yang wajib di datangi di kota ini adalah Museum Square yaitu area terbuka tempat berlokasinya beberapa museum seperti Rijksmuseum, Van Gohh Museum, Museum Stedelijk, dan Museum diamon.
Dam Square atau alun-alun kota Amsterdam merupakan tempat wisata paling terkenal. Tempat ini sering kali dijadikan sebagai venue berbagai pertunjukan seni dan budaya.
Ciri khas alun-alun di Eropa adalah banyak burung merpati yang hadir di tengah keramaian.
Square ini dikelilingi oleh Istana Royal Palace of Amsterdam, shopping center dan Museum Madame Tussauds. Bagi penggemar sepak bola tentu tidak melewati mengungjungi stasion ajax Amsterdam.
5. Kanal dan Koleksi Keramik Biru di Kota Delft
Delt terletak di provinsi South Holland. Kota ini terkenal dengan julukan kota biru (Delft Blaw). Yah kota ini sangat terkenal dengan keramik Royal Delft yang bercorak warna biru.
Bagi yang pernah melihat keramik-keramik tua berwarna biru di Indonesia, kemungkinan besar berasal dari kota ini.
Tempat utama yang wajib dikunjungi adalah city centernya dimana terdapat gereja tua (Oude Kerk) dan Gereja baru (Nieuwe Kerk) serta Balai Kota atau Stadhuis.
Disekitar tempat ini banyak toko-toko souvenir terutama keramik-keramik berwarna biru. Pada beberapa toko, penjualnya bisa berbahasa Indonesia.
Menikmati keindahan kota Delft dari ketinggian yaitu dari sebuah tower gereja bisa menjadi pilihan lain.
Aktivitas wisata lain yang patut juga di coba adalah menikmati keindahan kanal-kanal di kota ini. Disepanjang perjalanan di kanal-kanal ini pengunjung bisa melihat bangunan-banguna kuno, deretan restorant bahkan kehidun masyarakatnya.
Delft merupakan salah satu kota kanal utama di Belanda. Kanal-kanal disamping digunakan untuk transportasi juga digunakan untuk mempertahankan agar air tidak masuk ke rumah-rumah penduduk.
6. Berpakaian Ala Belanda dan Desa Nelayan Terindah di Volendam
Jika sebelumnya kamu hanya mengenal Farmhouse Susu Lembang sebagai miniatur kota Belanda. Maka kamu mesti mencoba berkunjung ke Volendam.
Volendam merupakan salah satu desa nelayan indah di Belanda terkenal dengan nuansa desa nelayan dan pakaian tradisionalnya terletak di North Holland sekitar 20 km dari Amsterdam.
Ingin berpenampilan ala-ala Belanda, tempat ini yang paling cocok dikunjungi. Deretan pertokoan berjajar rapi, semakin membuat semarak tempat ini.
Banyak tempat menawarkan berfoto ala-ala Belanda di sini dengan penawaran bermacam rupa.
Pengunjung juga dapat menikmati pantainya baik di alam terbuka maupun dari beberapa restorant yang ada dipinggir laut.
7. Arsitektur Unik dan Rumah Makan Padang di Rotterdam
Rotterdam merupakan kota kedua terbesar di Belanda. Salah satu yang paling terkenal di Rotterdam adalah rumah kubusnya. Bangunan ini seperti kotak-kotak kubus yang disambung-sambung.
Untuk mengetahui lebih detail tentang bangunan ini pengunjung bisa masuk ke dalam bangunan ini tentu dengan membeli tiket masuk. Land mark kota Rotterdam lain yang paling terkenal adalah Jembatan Erasmus.
Jembatan ini membelah sungai Nieuwe Mass di pusat Kota Rotterdam dan merupakan jembatan terpanjang nomor 2 di Belanda. Karena bentuknya yang seperti angsa, jembatan ini sering dijuluki sebagai De Zwaan.
Jembatan ini disamping memiliki 4 jalur kendaraan, juga memiliki 2 jalur pejalan kaki.
Bagi yang ingin menikmati keindahan kota pelabuhan Rotterdam bisa menaiki Euromas yang merupakan bangunan tertinggi di kota ini yaitu dengan tinggi sekitar 185 meter.
Sementara tempat observasinya berada pada ketinggian 98 meter.
Bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi restoran Minang yang terdampar di Belanda, Bisa menuju sebuah pedesaan di Rotterdam.
Di sini terdapat sebuah restorant dengan bentuk seperti rumah gadang. Nama restoran ini adalah Minang Kabau Baru.
Restoran ini pun di bangun di depan sebuah danau kecil Kranglise Plas. Pemandangannya cukup indah dan sangat tenang, karena bangunan ini memang berada jauh dari pusat kota.
Untuk sampai ke tempat ini, pengunjung harus melewati hutan-hutan kecil yang tertata dengan rapi dan apik. Buat yang merindukan suasa tenang, sepi dan damai tempat ini bisa jadi pilihan.
8. Sensasi Garis Batas Tiga Negara (Drielandenpunt)
Drielandenpunt
Drielandenpunt merupakan titik temu garis batas tiga negara yaitu Belanda, Belgia dan Jerman. Berada pada garis batas negara kadang memang memberikan sensasi tersendiri. Garis yang membedakan kehidupan manusia secara nyata.
Pertemuan garis batas tiga negara ini terletak di dataran tinggi Vaalserberg, Kota Vaals, Provinsi South Limburg, Belanda.
Untuk mencapai titik ini bisa ditempuh dengan kereta menuju Kota Maastrich dan dilanjutkan dengan bis kecil yang memang disediakan khusus untuk pengunjung Drielandenpunt.
Vaalserberg merupakan titik darat tertinggi negara Belanda yaitu hanya 317 meter.
Ada sebuah tugu yang dibentangkan bendara tiga negara yang dibangun tepat di pertemuan batas tiga negara ini.
Pengunjung yang datang pun berekspresi beragam rupa, bahkan ada yang niat banget, berfoto sambil terlentang.
Awalnya bingung juga maksudnya apa, eh ternyata baru sadar bahwa dengan terlentang, tubuhnya bisa berada di tiga negara dalam satu waktu. Untuk bisa memandang ke arah tiga negara tersebut, maka dibangunlah sebuah menara.
Memasuki menara ini, pengunjung harus membeli tiket terlebih dahulu. Pengunjung bisa memandang daratan tiga negara dari menara tersebut.
Terdapat tanda berupa tulisan besar untuk mengetahui pengunjung sedang menghadap ke negara mana.
9. Landmark Kota Den Haag (The Hague)
Gedung Parlemen Belanda
Den Haag merupakan pusat pemerintahan negara Belanda dan merupakan kota ketiga terbesar setelah Amsterdam dan Rotterdam. Kota ini terletak dipinggir laut Nort sea. Gedung parlemen belanda terdapat di kota ini.
Beberapa tempat yang bisa dinikmati adalah Madurodam merupakan taman miniatur Belanda yang terdapat di Scheveningen.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati pantai laut utara, bisa mengunjugi pantai Scheveningen ini. Land mark lain adaah komplek bangunan pemerintahan Belanda yang tereletak di pinggir danau Hofvijver atau disebut Binnehof.
Di Kota ini juga terdapat Peace palace (Vredespaleis) merupakan gedung administrasi hukum intenational dan digedung ini terdapdat Pusat Internatioan Court of justice (Badan Peradilan PBB).
Peace palace – Vredespaleis
Gedung ini juga merupakan kampus Academi of International law dan terdapat perpustakaan Peace Palace Library.
Dengan kekayaan alam yang luar biasa, negara kita memiliki banyak sekali destinasi wisata alam yang layak jadi tujuan liburan. Salah satunya adalah objek wisata alam Kali Adem Lumajang. Menawarkan sumber air jernih dengan pemandangan alam yang masih sangat asri, kamu bisa datang ke sini untuk sekadar melepas penat aktivitas harian.
Diiringi suara gemericik air dan hijaunya pepohonan, objek wisata alam Kali Adem Lumajang juga dilengkapi dengan aksen bebatuan di pinggiran sungai. Ini menjadikan atraksi wisata satu ini terlihat semakin cantik dan tentu saja sangat Instagramable.
Bagi kamu yang tinggal di kawasan Lumajang dan sekitarnya atau sedang berkunjung ke Lumajang, jangan lupa untuk singgah sejenak ke Kali Adem. Sebelum berangkat, simak dulu ulasan mengenai objek wisata alam dengan nuansa khas pedesaan ini sebagai berikut!
Lokasi dan Cara Menuju ke Kali Adem
Objek wisata alam Kali Adem secara administratif beralamat di Dusun Tempuran, Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Seperti namanya, tempat ini memiliki udara yang masih sangat segar dan adem.
Pemandangan alam khas pedesaan ditambah suara gemericik air dari aliran sungainya akan membuat pikiran jadi tenang dan damai. Air di Kali Adem mengalir dari atas tebing yang besar. Aliran itu kemudian turun ke area yang lebih rendah dan membentuk sebuah kolam pemandian.
Jadi, selain bisa menikmati pemandangan alam yang ciamik di sekelilingnya, kamu dan keluarga bisa berenang atau sekadar bermain air di sini. Perlu diketahui bahwa air di sini cukup dingin, ya!
Kali Adem sendiri berada di antara perkebunan milik warga. Untuk bisa mencapai ke sana, kamu bisa berangkat dari pusat kota Lumajang. Jarak tempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor kurang lebih selama 30 menit. Jalanan yang akan kamu lalui terbilang mulus karena sebagian besar sudah bagus dan berlapis aspal.
Kalau sudah sampai di Dusun Tempuran, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sampai ke objek wisata. Perjalanan ini dimulai dari area parkiran sampai ke Kali Adem. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke titik lokasi wisata dari area parkir kurang lebih selama 15 – 20 menit saja.
Jangan lupa untuk tetap berhati-hati karena jalanan yang akan kamu lewati sedikit curam dan berliku. Di sepanjang jalan ada papan penunjuk yang sudah terpasang untuk membantumu agar tidak tersesat. Informasi mengenai jam buka dan harga tiket masuk ke Wisata Alam Kali Adem Lumajang adalah sebagai berikut:
Objek Wisata Kali Adem buka setiap hari dari Senin sampai Minggu
Jam operasional Kali Adem mulai dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB
Harga tiket masuk ke dalam kawasan Objek Wisata Alam Kali Adem adalah Rp3.000 (harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya).
Daya Tarik dan Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Kali Adem
Bagi kamu yang tinggal di kota dan sehari-hari selalu dihadapkan dengan kemacetan jalanan, objek wisata satu ini tentu sangat menarik untuk disinggahi. Lalu, apa saja daya tarik wisata alam Kali Adem ini? Aktivitas apa saja yang bisa kamu lakukan di sana? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini!
Menikmati Suasana Alam Sambil Duduk Santai
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, objek wisata satu ini berlokasi di antara perkebunan warga. Tidak heran jika pemandangan di sekelilingnya benar-benar hijau dan masih sangat asri. Benar-benar menggambarkan nuansa pedesaan yang begitu menenangkan.
Ditambah udara segar dan aliran sungai, Kali Adem adalah tempat yang sempurna untuk menepi sejenak dari aktivitas harian yang melelahkan. Jadi, kalau kamu tidak ingin melakukan apa-apa alias hanya ingin duduk santai saja, Kali Adem adalah destinasi yang tepat untukmu.
Bermain Air Sambil Berenang
Dengan sumber air yang bersih, dingin dan segar, siapa yang tak tergoda untuk berendam atau sekadar bermain air di sana? Kamu juga bisa merasakan pengalaman yang sama saat berkunjung ke Kali Adem.
Sumber mata air kolam yang masih alami dikelilingi pepohonan hijau yang rindang benar-benar akan melepaskan semua stres dan penatmu.
Hunting Foto
Bagi sebagian besar orang, liburan tidak akan lengkap tanpa berfoto. Entah itu swafoto atau sekadar mengabadikan objek wisata untuk diposting ke media sosial. Tenang saja, kamu bisa melakukan semua itu di Kali Adem.
Kamu bisa berfoto dengan latar belakang kolam besar, air yang mengalir atau dengan latar belakang batu-batu besar yang menjulang tinggi. Jangan lupa berswafoto sambil berenang, berendam atau bermain air dan posting di media sosialmu, ya! Dijamin bakal bikin iri teman-temanmu!
Bisa Sekalian Berwisata Kuliner
Setelah puas bermain air, perut biasanya terasa lapar. Kalau kamu tidak membawa bekal sendiri atau memang berencana untuk sekalian berburu kuliner, ada beberapa destinasi yang bisa dituju. Beberapa restoran di Kota Lumajang ini bisa jadi tujuanmu bersantap. Apa saja?
Bambu Food & Beverages (makanan khas Indonesia)
Soto DOK Pak Ambar (menyajikan menu khas Indonesia termasuk soto madura)
Toko Roti Orion (menyajikan roti dengan rasa terenak di Lumajang)
Warmob Bahtera (menyajikan menu sarapan pagi yang enak dan murah).
Tersedia Berbagai Pilihan Penginapan
Kalau kamu masih ingin menyusuri kota Lumajang atau berencana mencari destinasi wisata lain di sekitar Lumajang, kamu bisa memilih salah satu dari akomodasi berikut ini:
Joglo Kecombrang Bromo
Jiwa Jawa Bromo
Grand Whiz Hotel Bromo
Hotel Lereng Bromo
Yoshci’s Hotel
Homestay Lereng Bromo
Menyambangi Berbagai Destinasi Wisata Menarik Lain
Tidak hanya Kali Adem, Lumajang masih memiliki beberapa objek wisata lain yang bisa sekalian kamu singgahi ketika liburan ke sini. Beberapa pilihannya antara lain adalah:
Danau Ranu Pane
Danau Ranu Regulo
Bromo Tengger Semeru Adventure
Air Terjun Madakaripura
Puncak B29.
Selain berbagai atraksi di atas, masih banyak lagi tempat wisata lain di sekitar Kali Adem atau di Kabupaten Lumajang yang layak masuk daftar kunjunganmu. Kalau waktu liburanmu cukup panjang, tidak ada salahnya mengunjungi beberapa tempat yang populer sekaligus.
Fasilitas di Kali Adem
Untuk liburan yang lebih nyaman dan berkesan, objek wisata alam Kali Adem Lumajang juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Apa saja?
Area parkir yang cukup luas
Tempat salat
Kamar mandi umum dan toilet
Warung untuk membeli makanan maupun minuman
Spot foto yang Instagramable dan masih banyak lagi.
Itu dia ulasan ringkas mengenai objek wisata alam Kali Adem Lumajang yang berada di Provinsi Jawa Timur. Jangan lupa persiapkan dirimu dengan baik lalu ajak keluarga dan orang-orang terdekat agar liburanmu di sini semakin berkesan, ya!
Mengunjungi Taman Laut Selat Pantar akan menjadi pilihan destinasi wisata terbaik buat kamu yang suka menyelam dan snorkeling.
Taman laut yang ada di Pulau Pantar ini menyuguhkan puluhan titik diving memesona yang bisa dinikmati oleh wisatawan.
Jika kamu tertarik untuk berkunjugn, ulasan tentang Taman Laut Selat Pantar yang meliputi daya tarik, biaya wisata, dan lokasi berikut ini bisa menjadi gambaran umum.
Mengenal Taman Laut Selat Pantar
Taman Laut Selat Pantar adalah destinasi wisata berupa taman laut di Pulau Pantar, sebuah pulau kecil yang tidak jauh dari Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur.
Selat yang memisahkan kedua pulau tersebut menyuguhkan keindahan alam yang memesona dan menjadi ‘surganya’ para penyelam.
Taman laut ini bahkan tergolong sangat luas, yaitu kurang lebih 2.864 kilometer dengan 26 titik diving yang memanjakan mata.
Daya Tarik Taman Laut Selat Pantar
Daya tarik Taman Laut Selat Pantar antara lain puluhan titik diving memesona, pemandangan bawah laut yang indah, hingga aktivitas wisata yang menarik.
1. Titik Diving Memesona
Daya tarik Taman Laut Selat Pantar terletak pada keberadaan puluhan titik diving memesona yang disebut sebagai surga bagi para penyelam.
Setidaknya ada 26 titik penyelaman, seperti Half Moon Bay, Peter’s Prize, Crocodile Rook, Cave Point, The Edge, Coral Clitts, Baeylon, The Arch dan The Ball.
Sedangkan titik diving yang paling menarik untuk dicoba oleh para penyelam adalah Shark Close yang menjadi tempat berkumpulnya hiu bersahabat.
Di Shark Close, pengunjung juga bisa menjumpai spesies langka lumba-lumba abu-abu yang terancam punah.
Jika ingin mencoba pengalaman diving dengan sensasi berbeda, menyelam di perairan sekitar Jahe Papa akan menjadi pilihan terbaik.
Di sini, penyelam bisa merasakan sensasi baru yang cukup seru dengan melihat biota laut menawan saat melakukan penyelaman malam hari.
2. Pemandangan Bawah Laut yang Indah
Pemandangan bawah laut yang indah dan tak terlupakan juga menjadi daya tarik lain dari Taman Laut Selat Pantar.
Perairan yang jernih menyuguhkan kehidupan laut dengan keanekaragaman hayati yang unik dan langka, mulai dari terumbu karang hingga biota laut.
Para penyelam akan menemukan berbagai jenis terumbu karang, seperti terumbu karang batu, terumbu karang lunak, dan terumbu karang berbentuk labirin.
Selain itu, wisatawan juga akan menemukan beragam ikan warna-warni, penyu laut, lumba-lumba, dan paus.
Tidak heran jika kemudian taman laut ini menjadi salah satu tempat konservasi dan perlindungan satwa liar perairan Indonesia.
3. Aktivitas Wisata yang Menarik
Beragam aktivitas wisata yang menarik juga tidak kalah memikat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Taman Laut Selat Pantar.
Selain diving dan snorkeling, wisatawan juga bisa menjelajahi pulau-pulau kecil di sekitar dengan perahu hingga menikmati sunset yang memukau.
Berinteraksi dengan penduduk setempat juga cukup menarik dilakukan karena bisa sambil belajar tentang budaya dan tradisi nelayan yang unik.
Biaya Wisata Taman Laut Selat Pantar
Biaya wisata Taman Laut Selat Pantar mengacu pada biaya perjalanan menuju Kupang untuk berlanjut ke Alor dengan moda transportasi udara.
Jika berangkat dari Pelabuhan Kalabahi, kamu harus mengeluarkan anggaran sebesar kurang lebih Rp 450.000 untuk naik kapal.
Setelahnya, kamu harus menyewa perahu kecil menuju selat atau Pulau Pantar dengan kisaran tarif Rp 300.000 – Rp 600.000 tergantung kesepakatan sewa.
Lokasi Taman Laut Selat Pantar
Lokasi Taman Laut Selat Pantar terletak di wilayah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur yang secara administratif diapit oleh Pulau Alor dan Pulau Pantar.
Untuk mencapai kawasan wisata ini. Kamu harus naik pesawat menuju Kupang dan kembali melanjutkan perjalanan udara menuju ke Alor.
Jika ingin menggunakan moda transportasi laut, dari Kupang kamu bisa naik kapal menuju Pelabuhan Kalabahi dengan waktu tempuh kurang lebih 12 jam sampai 13 jam.
Namun, jika cuaca sedang tidak bagus, kemungkinan besar waktu perjalanan bisa lebih lama sekitar 16 jam sampai 20 jam.
Selanjutnya, kamu bisa menyewa perahu kecil menuju Pulau Pantar untuk menikmati beragam momen wisata, termasuk ke Taman Laut Selat Pantar.
Itulah tadi ulasan tentang Taman Laut Selat Pantar yang meliputi daya tarik, biaya wisata, dan lokasi yang sudah kami rangkum sebagai gambaran umum.
Dengan berbekal informasi di atas, pastikan kamu sudah mempersiapkan segala keperluan untuk berwisata ke Taman Laut Selat Pantar.
Selain itu, kamu juga bisa menemukan wisata di Nusa Tenggara Timur terdekat lainnya untuk mengisi waktu liburan dengan pengalaman seru, menarik, dan berkesan.